Lapas Malang Gagalkan Penyelundupan HP Dibungkus Nasi

MALANGVOICE – Petugas Lapas Kelas I Malang menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas. Barang berupa handphone berusaha diselundupkan melalui sebungkus nasi.

Peristiwa ini didapati petugas Lapas Malang saat pengecekan rutin barang bawaan dari pengunjung pada Selasa (31/3) sekitar pukul 09.15 WIB.

Saat itu petugas penjaga, Muheri mendapati benda mencurigakan saat memeriksa barang bawaan pengunjung berinisial ND di mesin X-ray. Barang itu rencananya akan diberikan kepada napi berinisial AS.

Barang selundupan terdeteksi di mesin X-ray Lapas Malang. (Istimewa)

Maling Gasak Dompet Jemaah Salat Subuh di Masjid Blimbing

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, ditemukan sebuah handphone yang sengaja disembunyikan dalam balutan makanan nasi. Temuan ini kemudian langsung diamankan sebagai barang bukti oleh petugas.

Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas segera melaporkan kepada jajaran keamanan dan tata tertib (kamtib) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pengunjung ND kemudian dimintai keterangan dan mengakui perbuatannya menyelundupkan handphone ke dalam lapas.

ND juga membuat surat pernyataan bersalah serta siap menerima sanksi berupa larangan berkunjung selama 3 bulan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui permintaan handphone tersebut memang berasal dari warga binaan AS yang merupakan suami ND yang disampaikan melalui layanan wartel.

Atas pelanggaran tersebut, warga binaan yang bersangkutan dikenakan sanksi register F serta penempatan di sel isolasi sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk penegakan disiplin serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menegaskan kejadian ini menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan sistem pengawasan yang telah berjalan. Ia menyampaikan keberhasilan ini tidak hanya karena ketelitian petugas, tetapi juga hasil dari penerapan prosedur pemeriksaan berlapis untuk setiap pengunjung, mulai dari pendaftaran kunjungan, pemeriksaan barang menggunakan X-Ray, hingga pemeriksaan badan.

“Setiap temuan seperti ini langsung kami tindaklanjuti secara berjenjang, baik terhadap pengunjung maupun warga binaan, agar memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bahwa sistem pengamanan kami bekerja secara nyata,” tegas Teguh.

Teguh juga menambahkan akan terus meningkatkan intensitas pemeriksaan, termasuk memperketat screening barang bawaan dan optimalisasi fungsi petugas di area layanan kunjungan.

“Kami secara konsisten meminimalisir masuknya barang terlarang ke dalam lapas sebagai langkah konkret untuk memutus potensi peredaran narkoba, di dalam lapas. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi kami wujudkan melalui pengawasan berlapis dan tindakan tegas di lapangan,” tutupnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait