Kota Malang Memilih Pemimpin

Kunjungi Batik Blimbing Malang, Sutiaji Siap Lindungi Usaha UMKM

Sutiaji mengunjungi Batik Blimbing Malang. (istimewa)
Sutiaji mengunjungi Batik Blimbing Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Calon Wali Kota Malang nomor urut 3, Sutiaji, mengunjungi sentra Batik Blimbing Malang di Jalan Candi Jago 6, Jumat (16/3) siang.

Ia datang sendiri bersama pendukungnya tanpa didampingi pasangan di Pilwali 2018, Sofyan Edi karena ada kegiatan kampanye lain. Namun, kedatangan Sutiaji tetap disambut warga yang sudah menunggu.

Di sana, paslon yang diusung Partai Golkar dan Demokrat ini dipersilakan melihat Batik Blimbing Malang tersebut. Saat yang sama, Sutiaji dengan program Tri Prasetya diharap dapat melindungi pengusaha UMKM dari kemungkinan monopoli produksi dan pemasaran batik Malangan.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji mengatakan, bahwa kreativitas warga terhadap batik ini sangat baik. Tentu juga membantu meningkatkan ekonomi rakyat, sehingga perlu didukung penuh pemerintah seandainya dia dan Sofyan Edi terpilih memimpin Kota Malang lima tahun ke depan.

“Di dunia ini kita bertugas membatik kebaikan. Indonesia saat ini ruwet masalah ekonomi karena ekonomi paling dasar tidak pernah diperbaiki. Industri kreatif sebenarnya paling bisa memperbaiki ekonomi karena akan memberdayakan warga sekitar,” kata dia ditemani anggota DPRD Fraksi Golkar, Bambang Sumarto.

Pasangan SAE ini akan membenahi usaha batik dalam struktur UMKM sehingga aspek penunjang produksi, mutu, jumlah dan pemasarannya bisa lebih terarah di tengah kompetisi perdagangan batik saat ini.

“Semua harus bersinergi. Apalagi sekarang ada Bekraf dan ekonomi kreatif. Kami tentu akan mendukung penuh usaha yang ada di Malang,” singkatnya.

Selain itu, Sutiaji juga mendapat keluhan dari warga mengenai Pasar Blimbing, kerusakan jalan, kemacetan dan banjir jika musim hujan tiba. Sutiaji membalas keluhan warga tersebut dengan memastikan pemerintah bekerja sesuai tupoksi masing-masing dengan menggandeng para ahli.

“Jadi ibarat dokter. Lihat mana yang sakit dulu baru dibuatkan obat. Obatnya harus pas, tidak mungkin sakit kepala diberi obat sakit perut. Insyaallah kalau terpilih nanti bisa bekerja sama dengan para ahli di bidangnya agar Kota Malang makin sae,” ia menandaskan.(Der/Aka)