Korban Meninggal Diduga Akibat Miras Oplosan Bertambah

Penampakan TPU Kelurahan Mojolangu. (Aziz Ramadani MVoice)
Penampakan TPU Kelurahan Mojolangu. (Aziz Ramadani MVoice)
Article top ad

MALANGVOICE – Korban diduga akibat miras oplosan bertambah. Adalah Firnanda Prasetya (16), warga Jalan Simpang Candi Panggung Kelurahan Mojolangu meninggal dunia usai dirawat di RS Saiful Anwar, Selasa (17/9).

Firnanda langsung dimakamkan pihak keluarga, Rabu pagi tadi (18/9). Suasana duka tampak masih menyelimuti kediaman korban.

Ketua RW 09 Mojolangu, Watiah membenarkan korban meninggal sekitar pukul 19.30 WIB di RS Saiful Anwar, Selasa (17/9).

“Meninggalnya kemarin malam, dimakamkan tadi pagi,” katanya ditemui beberapa saat lalu.

Ia melanjutkan, Firnanda adalah sosok remaja yang seharusnya bersekolah di bangku sekolah menengah atas. Namun, korban putus sekolah karena kondisi ekonomi keluarga. Bapaknya bekerja serabutan sedangkan ibunya sakit-sakitan.

“Orangtuanya tidak mampu, makanya tidak sekolah. Seharusnya dia sekarang ya kelas satu SMA,” sambung perempuan berambut sebahu itu.

Seperti diberitakan, sekitar 12 orang warga Jalan Simpang Candi Panggung Kelurahan Mojolangu diduga menggelar pesta miras oplosan saat menyiapkan kegiatan bersih desa di Punden atau tempat yang disucikan sebagai cikal desa, Sabtu malam (14/9). Pada rentang waktu yang hampir berdekatan, satu persatu peserta miras oplosan meregang nyawa. Diketahui pertama kali, Agus Triswanto (38) meninggal di dalam kamarnya, Senin siang (16/9). Lalu Afrizal (25) pada malam harinya. Kemudian, Warnu (65) pada keesokan harinya, Selasa (17/9).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada empat orang korban dirawat di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang dan dua orang lainnya menjalani rawat jalan. (Hmz/Aka)