Koperasi Merah Putih Diyakini sebagai Penguatan Ekonomi Desa

MALANGVOICE– Wali Kota Batu, Nurochman menekankan agar pengelola koperasi harus menjunjung profesionalitas guna menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus sarana distribusi ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gerai ke-9 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Lapangan GOR Kedamaian Kelurahan Temas.

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto serta jajaran Forkopimda dan kepala OPD Pemkot Batu. Pembiayaan pembangunan gerai koperasi tersebut bersumber dari APBN, dengan pelaksanaan pembangunan diamanatkan kepada Komandan Kodim 0818/Malang-Batu sebagai bentuk sinergi lintas sektor.

Ali Muthohirin Apresiasi Gelaran Karnaval Budaya Ciptomulyo, Meriah Tanpa Sound Horeg

Nurochman menuturkan, pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi pusat penguatan aktivitas ekonomi desa, memperluas akses usaha masyarakat, serta memperkokoh peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian daerah. Karena itu dibutuhkan pengelolaan yang profesional Menurutnya, keberadaan KDMP merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah dalam memutar roda perekonomian masyarakat hingga ke level desa.

“Ekonomi yang ingin kita tumbuhkan adalah ekonomi yang dimulai dari desa dan kelurahan. Gerai Koperasi Merah Putih di Temas ini diharapkan menjadi agregator pertumbuhan ekonomi dan ruang interaksi ekonomi warga. Kuncinya satu, dikelola secara profesional, bukan asal-asalan, sehingga benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Cak Nur, sapaan Nurochman.

Lebih lanjut, dirinya mendorong penerapan tata kelola koperasi yang akuntabel dan transparan, serta peningkatan kapasitas pengurus melalui pendidikan dan pelatihan. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam pengawasan agar koperasi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Selama ini fasilitas ekonomi banyak berada di luar desa dan kelurahan. Karena itu, koperasi ini harus dibangun dengan cepat, segera beroperasi, dan seluruh akses pendukungnya dipersiapkan dengan matang,” imbuhnya.

Kolaborasi seluruh unsur merupakan faktor penentu yang turut menyukseskan terbentuknya Koperasi Merah Putih di desa/kelurahan se Kota Batu. Ia menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar struktur ekonomi, tetapi alat perjuangan masyarakat dalam mengakses keadilan ekonomi. Pihaknya juga tak ingin pembentukan koperasi ini hanya mengejar target administratif, tetapi simbol keberdayaan masyarakat dalam membangun masa depan yang mandiri dan sejahtera.

“Kita ingin koperasi tidak hanya menjadi formalitas administratif atau pelengkap laporan. Koperasi Merah Putih di Kota Batu adalah alat perjuangan masyarakat desa dan kelurahan dalam membangun kemandirian ekonomi. Ini adalah upaya konkret untuk mengurangi kesenjangan, membuka akses modal, memperkuat pasar lokal, dan menyiapkan masyarakat menyongsong transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Cak Nur.

Ia menambahkan bahwa koperasi merupakan instrumen demokratis mempersatukan potensi masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi. Karena prinsipnya koperasi dibangun berlandaskan asas gotong royong dan kekeluargaan. Nilai-nilai tersebut telah hidup sejak lama di masyarakat.

“Seluruh koperasi Merah Putih ini milik rakyat. Ini bukan milik segelintir elite, ini milik petani, pedagang kecil, pemuda desa, pelaku UMKM, dan seluruh warga yang ingin tumbuh bersama,” ujar politisi PKB itu.

Kopdes Merah Putih termasuk program nasional yang dicanangkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2025. Pemerintah pusat menargetkan pendirian 80 ribu Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. Peluncurannya akan digelar bersamaan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli nanti.

Kota Batu menjadi salah satu dari lima daerah di Jawa Timur yang akan menjadi model percontohan program ini. Hadirnya badan usaha ini menjadi wadah penguatan ekonomi desa sekaligus membangun kemandirian masyarakat guna peningkatan taraf hidup masyarakat. Sehingga turut berperan sebagai ujung tombak dalam menggerakkan ekonomi desa di Kota Batu.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menuturkan, koperasi bukan sekadar wadah simpan pinjam, tetapi pusat kebersamaan, solidaritas, dan pemberdayaan warga. Sehingga diharapkan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi kerakyatan.

“Semangat gotong royong dan nasionalisme yang diusung koperasi ini harus menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata,” ujarnya.

Menurut Wawali Heli, koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan akses permodalan, mendorong pertumbuhan UMKM, mengurangi ketergantungan pada rentenir, serta menciptakan peluang usaha baru. Pemerintah Kota Batu berkomitmen memberikan dukungan berupa pembinaan, pelatihan manajemen koperasi, dan sinergi program pemberdayaan ekonomi rakyat.

Kota Batu yang kaya akan potensi pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif, menurutnya, membutuhkan peran koperasi sebagai jembatan untuk mengolah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi nyata. KKMP diharapkan menjadi contoh baik bagi kelurahan lainnya dalam membangun kemandirian ekonomi berkelanjutan. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi bergantung pada komitmen, kejujuran, dan profesionalitas pengurus serta anggota.

“Koperasi akan maju bila dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Modal dan fasilitas hanyalah penunjang; yang utama adalah semangat kebersamaan,” tegasnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait