Konvoi Perguruan Silat Bertingkah Arogan, Tendang Pengguna Jalan hingga Terjatuh

Polisi membawa sepeda motor sebagai barang bukti ke Mapolres Malang Kota. (deny rahmawan)
Polisi membawa sepeda motor sebagai barang bukti ke Mapolres Malang Kota. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Aksi ugal-ugalan terjadi di jalanan Kota Malang, Sabtu (22/9) malam. Sejumlah massa yang diketahui dari sebuah perguruan silat PSHT tanpa alasan jelas secara arogan membuat ricuh.

Puluhan orang yang menaiki sepeda motor itu seakan menguasai jalanan dengan membawa bendera dan tongkat panjang. Mereka dilaporkan rusuh di Jalan Bendungan Sutami hingga Jalan S Supriadi.

Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta, membenarkan aksi tersebut. Pihaknya setelah mendapat laporan masyarakat langsung terjun ke lokasi dan melakukan penghadangan.

“Mereka mengibarkan bendera dan menendang pengendara lain yang tidak mau minggir dari jalan. Dari laporan itu kami hadang di pos Kacuk,” kata Anang.

Sementara ini di Polsek Sukun, kata Anang, sudah ada tiga korban yang melapor. Rata-rata mengalami luka ringan karena terjatuh dari sepeda motor.

Anggota Polsek Sukun dibantu jajaran Polres Malang Kota kemudian berhasil mengamankan sebanyak 41 orang dan 27 sepeda motor. “Semua dibawa ke Mapolres Malang Kota untuk penyelidikan lebih lanjut. Korban akan divisum dan semua laporan diproses sesuai hukum,” jelasnya lagi.

Saat ini, anggota polisi masih berjaga dan melakukan penyisiran dibantu warga sekitar. Diduga masih ada oknum lain yang bersembunyi di rumah warga.

“Anggota masih bersiaga di lokasi karena warga Ngaglik mencari anggota PSHT tersebut,” tegasnya.(Der/Aka)