KONI Asah Kualitas Ratusan Atlet yang Bakal Berlaga di Porprov Jatim 2025

MALANGVOICE– Kota Batu bertekad tampil gemilang di ajang Porprov Jatim IX 2025. Apalagi Kota Batu menjadi salah satu tuan rumah event olahraga tingkat regional yang digelar di kawasan Malang Raya. Karena itu, Komite Olaharaga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu menargetkan 10 besar.

Target yang ditetapkan dinilai realistis bagi KONI Kota Batu. Mengingat ratusan atlet dari berbagai cabor menunjukkan trend positif dengan berhasil membawa medali di berbagai level kompetisi bergengsi. Seperti pada gelaran Kejurda, Porprov, Kejurprov, Kejurnas hingga PON XXI 2024 Aceh-Sumut. Pada ajang PON, atlet Kota Batu yang memperkuat kontingen Jatim berhasil menyumbangkan 3 medali emas, 5 medali perak dan 6 medali perunggu.

Banyaknya atlet-atlet yang mencetak prestasi di sejumlah ajang bergengsi merupakan kabar menggembirakan. Sekaligus trend positif atas perkembangan olahraga di Kota Batu. Sehingga KONI Kota Batu terus mematangkan kualitas para atlet agar tampil lebih gemilang dibandingkan pada Porprov VIII Jatim 2023. Di ajang Porprov 2023 lalu, Kota Batu hanya bisa menempati peringkat 14 dengan koleksi 22 medali emas, 13 medali perak dan 13 perunggu.

Batu Secret Zoo Kedatangan Keluarga Baru dari Jepang

“Harapan kami, para atlet ini bisa tampil lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dalam persiapan internal, kami berikan pembinaan melalui puslat kepada atlet ring 1 yang dapat prestasi di Porprov 2023. Termasuk atlet-atlet di cabor unggulan. Sehingga membawa prestasi lebih baik bagi Kota Batu di ajang Porprov 2025,” ujar Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi.

Sentot mengatakan, para pelatih masing-masing cabor juga diharuskan menyusun program latihan kepada para atlet yang ditempa di pusat latihan kota (puslatkot). Selain itu, para atlet tersebut mengikuti tes dan pengukuran VO2MAX yang digelar KONI Batu di GOR Gajah Mada beberapa waktu lalu. Kegiatan ini bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (UM).

Tes fisik ini untuk mengukur tingkat kebugaran dan progres atlet selama mengikuti puslatkot dengan pendekatan sport science. Hasil tes ini akan dipergunakan sebagai pedoman latihan untuk masing-masing atlet. Setiap atlet cabor menjalani tes yang berbeda satu dengan lainnya. Tesnya didasarkan pada kebutuhan masing-masing atlet saat bertanding. Sehingga bisa jadi pedoman menentukan program latihan. Sekaligus bertujuan untuk menyeleksi kualitas atlet jelang Porprov Jatim 2025.

Kegiatan ini diikuti 150 atlet dari 27 cabang olahraga yang mengikuti Puslat KONI Kota Batu. Sedikitnya ada 15 tes yang diikuti, yakni lari 20 m, T Tes, Spider Tes, Beep Test, Body Composition, Whole Body Reaction, Sit And Reach, Push up, Sit Up, Wall Squat, Bass Test, Hand Grip, Side Step Test, Vertikal Jump dan Lempar Bola Medicine.

“Kondisi atlet Puslat Ring 1 bulan Februari dan Ring 2 yang dilaksanakan bulan Maret, kita ingin tahu bagaimana perkembangan masing-masing atlet menuju Porprov Jatim 2025, apakah sudah sesuai dengan kemampuan dari masing-masing cabor atau belum,” ujar Sentot.

Kegiatan ini menurut Sentot adalah kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan KONI Kota Batu yang merupakan bagian dari upaya untuk menerapkan sport science dalam pembinaan atlet yang akan diterjunkan ke Porprov Jatim 2025. Hasil tes pengukuran masing-masing atlet Kota Batu ini akan dianalisa oleh Tim UM untuk bahan paparan kelebihan dan kekurangan atlet yang perlu diperbaiki dalam latihan selanjutnya.

“Karena itu saya minta kepada para pelatih untuk mendampingi atletnya saat tes, agar tahu persis bagaimana kekurangan dan kelebihan atletnya yang bisa diasah,” ujarnya.

Dari sisi anggaran, KONI Kota Batu mengusulkan sekitar Rp12 miliar kepada Pemkot Batu untuk menunjang pelaksanaan Porprov mendatang. Anggaran itu tidak hanya difokuskan untuk meningkatkan kualitas para atlet. Namun juga ditujukan untuk pembenahan sarpras venue. Karena sebagai tuan rumah, Kota Batu bertekad akan memberikan pelayanan terbaik bagi atlet yang akan bertanding di ajang Porprov Jatim.

“Pastinya optimis bisa tercipta kesuksesan penyelenggaraan sebagai tuan rumah, prestasi terbaik untuk atlet dan sukses pemberdayaan perekonomian melalui olahraga,” ujar Sentot.

Menurutnya, Pemkot Batu telah memberikan perhatian dan dukungan anggaran pembenahan sarpras olahraga. Seperti perbaikan GOR Ganesha, GOR Gajah Mada serta venue-venue lainnya. Tercatat ada 15 venue dan 5 venue opsional untuk arena pertandingan sejumlah cabor yang ditempatkan di Kota Batu.

Antara lain, Paralayang, MTB, Pordasi HBA, Barongsai, Grasstrack, Bridge, Catur, E Sport, Gateball, Gulat, IBCA MMA, Tarung Derajat, Tenis Meja, Tinju dan Wushu. Sementara lima cabang olahraga opsional yang mungkin diselenggarakan adalah Kick Boxing, Gantole, Arung Jeram, Menembak dan IODI.

“Dari pendataan KONI Jatim ada 15 cabor yang dipertandingkan di Kota Batu. Cabor yang digelar di Kota Batu adalah cabor unggulan. Antara lain paralayang, ISSI, gulat, wushu, tarung derajat, MBA,” lanjut Sentot.(der)

spot_img

Berita Terkini

Arikel Terkait