Koalisi Fraksi Raksasa DPRD Kota Malang Terancam Gagal

Suasana lobi gedung DPRD Kota Malang. (Aziz Ramadani/MVoice)
Ilustrasi DPRD Kota Malang. (Aziz Ramadani/MVoice)
Article top ad

MALANGVOICE – Rencana koalisi fraksi raksasa DPRD Kota Malang 2019-2024 terancam gagal. Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menolak dengan alasan tak mengejar kuantitas.

Seperti diketahui, menyambut periode legislatif yang baru, beberapa partai yang tak memenuhi syarat minimal empat kursi dewan mewacanakan koalisi. Adalah PAN dengan tiga kursi, Demokrat tiga kursi, NasDem dua kursi, Perindo dan PSI masing-masing satu kursi. Namun, rencana tersebut diambang kegagalan.

Sikap penolakan itu datang dari partai berlogo matahari putih. Sekretaris DPD PAN Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mengatakan, pihaknya lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas koalisi fraksi.

“Idealnya cukup dua sampai tiga partai saja. Bukan sekadar pertimbangan kuantitasnya saja. Gemuk kalau lambat dan tak seirama juga tidak bagus, ” kata Dito kepada MVoice.

Ia melanjutkan, penolakan koalisi fraksi raksasa telah mempertimbangkan tujuan jangka panjang. Terutama terkait kinerja koalisi. Pihaknya enggan mengambil risiko, jika kelak salah satu partai koalisi malah memperlambat kerja kedewanan.

“Kami tidak ingin ada masalah dikemudian hari, maka harus diminimalisir sejak awal, karena koalisi fraksi ini untuk jangka panjang,” urainya.

“Terlalu gemuk (fraksi koalisi) rawan konflik,” imbuh alumnus FIA Universitas Brawijaya ini.

Dito menambahkan, penting juga faktor kesamaan visi dan misi koalisi.

“Harus ada kesamaan pandangan berpolitik. Jangan samakan (kerja) partai dengan LSM,” pungkasnya.(Hmz/Aka)