Kenali Tren Diet Vertikal

Ilustrasi
Ilustrasi

MALANGVOICE – Tren diet kini terus mengalami pergantian seiring berjalannya waktu. Setelah diet karnivora dan diet vegan, sekarang ada istilah diet vertikal.

Nah, diet ini merupakan tentang mengonsumsi sejumlah makanan padat nutrisi yang mudah dicerna untuk menjadi lebih kuat dan memaksimalkan latihan.

Melansir dari berbagai sumber, diet ini dinamakan vertikal lantaran semua nutrisi mikro yang dibutuhkan diletakkan di bagian bawah sebagai fondasi. Sumber kalori utama dari diet ini juga ada di bagian tersebut, khususnya daging merah dan nasi putih.

BNN Kota Malang

Diet ini meliputi nutrisi padat dalam jumlah terbatas dan makanan mudah dicerna. Fokus diet ini lebih ke mikronutrien seperti mineral, antioksidan, dan vitamin. Daripada makronutrien seperti lemak, karbohidrat, dan protein.

Sementara, untuk makanan yang perlu dihindari untuk diet ini adalah bawang bombai, kopi, sayuran tinggi raffinose, beras merah, bawang putih, gula tambahan, kacang legume, minyak nabati yang diproses, gandum, dan gandum utuh.

Selain itu, diet ini juga mengoptimalkan kesehatan usus, memperbaiki defisiensi nutrisi, memperbaiki defisiensi hormon dan meningkatkan energi, ketahanan, dan stamina.

Diet vertikal ini tidak diperuntukkan bagi vegan dan vegetarian ya. Jadi, jika Anda vegetarian, jangan ikuti diet in (Der/Ulm)