Tambah Koleksi Foto di Spot Terbaik Kota Paris van Java

Orchid Forest Cikole. (22arahmadini.wordpress.com)

MALANGVOICE – Bandung dikenal dengan kota dengan banyak destinasi wisata, kuliner dan belanja. Tak ayal kota ini selalu banyak dikunjungi wisatawan.

Di Bandung Anda akan menjumpai destinasi yang menggabungkan keindahan alam pegunungan dan wahana atau fasilitas menarik.

Segera pesan tiket pesawat ke Bandung untuk menambah koleksi foto keren Anda dengan mengunjungi 5 tempat berikut.

Bird & Bromelia Pavilion

Mengenalkan burung pada si kecil di Bird & Bromelia Pavilion bisa jadi alternatif seru untuk aktivitas liburan keluarga. Bertempat di Pramestha Resort Town, taman burung ini merupakan salah satu wahana hiburan yang tersedia di sini. Terdapat lima zona yang mengelompokkan burung sesuai spesiesnya dengan jumlah 600 ekor jenis burung.

Dago Dream Park

Atmosfir khas Bali menyambut Anda setibanya di Dago Dream Park. Berada di perbukitan Lembang, Dago Dream Park punya berbagai wahana seru yang bisa Anda manfaatkan untuk berfoto. Misalnya, naik permadani terbang bak Aladdin dan Jasmine dengan latar hutan pinus lebat. Ada pula sky bike yang bisa Anda kayuh ke bagian tengah sling, sehingga saat difoto seolah tampak melayang.

Kampoeng Tulip

Tulip memang identik dengan Belanda. Di Kampoeng Tulip kamu bisa merasakan nuansa ala Negeri Kincir Angin itu tanpa perlu jauh-jauh terbang ke sana. Ragam spot foto seru tersedia di sini. Mulai dari kincir angin ikonik, rumah-rumah kecil dengan gaya pedesaan Eropa, atau mengayuh perahu bersama si kecil.

Rumah Guguk

Kalau kamu menyukai hewan kaki empat berbulu ini, Bandung punya Rumah Guguk sebagai destinasi wajib. Sebetulnya, Rumah Guguk adalah toko hewan peliharaan. Namun, selain membeli aksesori untuk anjing kesayangan, Anda juga dapat mampir ke bagian belakang rumah.

Ada kolam renang dan dekorasi penuh warna nan menggemaskan. Silakan berfoto dengan para anjing imut atau bercengkerama dengan anjing yang berukuran lebih besar dengan latar yang pastinya instagramable.

Orchid Forest Cikole

Orchid Forest Cikole, rumah bagi 157 spesies anggrek yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Bunga-bunga cantik tersebut mampu tumbuh dengan baik karena iklim Lembang yang sejuk. Selain menjadi tempat budidaya anggrek, Anda akan mendapati fasilitas outbound dan eko-edukasi.

Seru kan berfoto di 5 tempat wisata instagramable di Bandung? Langkah selanjutnya, Anda tinggal membuka aplikasi Airy untuk cari tahu harga tiket pesawat menuju Bandung. Tak perlu khawatir jika di tengah jalan ada perubahan rencana, fitur refund dan reschedule akan menyelamatkan liburan Anda. Temukan pula kemudahan merancang perjalanan bisnis dengan aplikasi yang sama. Satu hal yang pasti, semua transaksi pembelian Airy terjamin keamanannya dan bebas penipuan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Mencicipi Sajian Ketan ‘Legenda’ yang Tak Lekang Waktu di Kota Batu

Kedai pos ketan legenda yang berada di di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu (Ayun/MVoice)
Kedai pos ketan legenda yang berada di di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kota Batu memang punya segudang pesona. Saat berkunjung ke kota ini, ada banyak tempat wisata menarik yang bisa kamu eksplor. Mulai dari wisata alam, wisata buatan hingga wisata pertanian.

Tak hanya itu saja, tempat wisata kuliner dengan cita rasa lezat yang melegenda pun juga bisa kamu coba saat berkunjung ke kota yang mendapat julukan de Kleine Swizterland.

Bicara soal kuliner legenda di Batu, tentu tak lepas dari hidangan yang satu ini. Nah, Pos Ketan yang melegenda ini berada di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu.

Berdiri sejak tahun 1967, Pos Ketan Legenda kini memiliki puluhan varian toping. Mulai dari rasa original yang terdiri dari parutan kelapa, bubuk kedelai dan gula jawa, rasa keju susu, hingga rasa duren yang disajikan bersama buah duren asli.

Khotiul Jannah, pengunjung asal Pasuruan mengungkapkan belum ke Kota Batu jika belum mencicipi legitnya sajian ketan di kota dingin ini.

“Tekstur ketannya memang begitu pulen dan terasa meleleh di dalam mulut. Ini menjadi alasan saya kuliner ke Kota Batu. Karena ketan di sini beda dengan lainnya. Meski dibiarkan seharian teksturnya tak keras,” ujarnya.

Sugeng Hadi generasi kedua penerus bisnis Pos Ketan Legenda mengatakan usaha ketan ini pertama kali dirintis oleh neneknya, Siami.

“Resep itu seperti yang dijual oleh nenek sejak 57 tahun silam, hingga ketan kini identik dengan Kota Batu,” ungkapnya saat diwawancarai MVoice.

Pos Ketan Legenda juga mampu menjaga konsistensi rasa sejak 1967. Menurut Sugeng tak ada kiat khusus untuk memasak ketan.

“Paling penting pilih ketan yang berkualitas baik. Kami pilih ketan dari Thailand yang kualitasnya paling baik. Ini lebih mudah diolah dan awet daripada ketan lokal,” imbuhnya.

Untuk penambahan legenda pada nama Pos Ketan diberikan lantaran ketan ini memang melegenda di kalangan pelanggan setia. Warung ketan telah hadir sejak 52 tahun lalu dan masih ramai hingga saat ini.

Pos Ketan Legenda juga dikenal dengan waktu operasional panjang yakni sejak pukul 16.00-03.00 WIB.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Imam Suryono mengatakan kuliner merupakan aset andalan untuk menjual dan meningkatkan perekonomian di suatu daerah.

“Banyak daerah dikenal karena kulinernya. Kuliner memberikan pula manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat,” tuturnya.

Nah, untuk mencicipi kenikmatan ketan legendaris ini, kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 6 ribu hingga Rp 16 ribu saja tergantung dengan varian rasa dan topping yang ingin dipilih.

Legitnya ketan Kota Batu menjadi destinasi kuliner yang sayang jika dilewatkan saat berada di kota dingin ini.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Yuk! Nikmati Pesona Alam Kampung Wisata Kungkuk di Perbukitan

Lokasi wisata Kampung Kungkuk. (Anja a)

MALANGVOICE– Jika kamu ingin menghabiskan hari libur dengan menikmati pesona alam, maka berkunjunglah ke Kampung Kungkuk.

Kampung Wisata Kungkuk merupakan salah satu wisata alam yang terletak di Dusun Kungkuk, Desa Punten dan dikelilingi perbukitan dengan udaranya yang sejuk.

Koordinator Umum Kampung Wisata Kungkuk, Suwito Pamungkas, mengatakan Kampung Kungkuk ini juga merupakan sekolah alam.

“Disini fokusnya edukasi, objek pembelajaran. Tamu yang datang kesini bisa langsung berinteraksi dengan aktivitas manusia,” katanya saat ditemui MVoice.

Suwito menjelaskan, Kampung Kungkuk menawarkan belasan paket yang menunjang aktivitas rekreasi edukatif semisal petik jeruk, ternak kelinci, wisata UKM dan outbond. Selain itu, pengunjung bisa memanfaatkan homestay, dan camping ground.

“Mayoritas tamu di sini rombongan. Jadi kami sediakan banyak paket. Setiap objek wisatanya ada unsur edukasinya namun tetap menjunjung kearifan lokal,” katanya.

Menurut Suwito, tak sedikit tamu yang datang dari luar kota. Diantaranya, Depok, Yogyakarta, Bali, Surabaya dan Luar Jawa. Disisi lain, kampung ini juga tengah dalam tahap pengembangan baik fasilitas maupun penambahan wahana, seperti kolam renang atau tempat main anak.

“Kami berupaya menciptakan suasana senyaman mungkin untuk pengunjung. Harapan kami pengunjung semakin banyak dan tentunya Kampung Kungkuk juga semakin dikenal,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

BNN Kota Malang

Pasar Andhong, Suguhkan Aneka Jajanan Tempo Dulu

Salah satu penjual cenil di Pasar Andong yang sedang melayani pembelinya (Ayun)

MALANGVOICE – Tak hanya sebagai tempat wisata. Kampung wisata ‘De Berran’, yang berada di Godorejo, Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu juga mengenalkan jajanan tempo dulu. Di sana, warga menjual berbagai makanan dan minuman serta alat-alatnya bernuansa tempo dulu. Seperti cenil, minuman dawet, klanting dan lainnya.

Menariknya, warga yang membeli harus dengan mata uang zaman dahulu yang masih dalam bentuk sen. Meski begitu, warga yang ingin membeli tak perlu khawatir. Begitu sudah masuk, petugas pintu masuk akan memberikan lima lembar uang pecahan 1, 2, 3, 5 dan 10 sen.

Diketahui, harga per item makanan dan minuman yang dijual pun berbeda-beda. Misalnya saja seperti jajan cenil yang dipatok dengan harga 2 sen dan dawet harganya 5 sen.

Adanya pasar Andhong tersebut pun menggugah masyarakat. Baik mereka yang penasaran atau ingin mengenang masa tempo dahulu. Seperti yang dirasakan Aris Badar Risqullah, warga Gondorejo, Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu itu.

“Jadi ikut merasakan kalau mau beli makanan dan minuman itu pakai uang itu. Apalagi, wadahnya juga menggunakan daun. Serasa zaman dulu,” ungkapnya sambil tertawa.

“Terus, ditambah para penjualnya yang rata-rata memakai kebaya. Kesan tempo dulunya jadi sangat kental dan begitu terasa,” imbuhnya.

Adanya pasar ini ditempatkan di tempat wisata selain menarik wisatawan juga memberikan kesan agar tempat wisata itu menarik.

Selain itu, wadah untuk makanan dan minuman rata-rata tidak menggunakan barang pecah belah atau plastik. Melainkan menggunakan bahan seperti dedaunan. Selain ramah lingkungan, juga tidak terlalu banyak sampah yang dibuang.

Selain itu pastinya juga memberikan edukasi ke masyarakat untuk mengurangi sampah plastik.

Sogik Sugiono, pengelola Kampung Wisata De Berran mengatakan bahwa gagasan Pasar Andhong ini memang baru pertama dibuat di tempat wisata ini. Dengan tujuan untuk meramaikan tempat wisata dan mengenalkan berbagai macam kuliner khas daerah.

“Pasar tradisional di sini cuma pas hari Minggu saja. Kalau hari lain mereka biasanya jualan dipasar,” ucapnya.

“Selain itu, kami juga ingin membantu perekonomian masyarakat sekitar yang sekaligus juga mengenalkan kepada generasi muda makanan khas Indonesia tempo dulu ini,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Ayo Belajar Panah di Gunung Banyak

Lokasi wisata panahan (anja)
Lokasi wisata panahan (anja)

MALANGVOICE – Kawasan wisata Gunung Banyak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi destinasi bersama teman maupun keluarga.

Pengelola menyajikan wahana wisata baru yaitu panahan atau archery. Wahana baru ini melengkapi wahana yang sudah lama ada dan paling tersohor, yakni paralayang. Lokasi keduanya pun tidak berjauhan. Lokasi panahan berada sedikit dibawah lokasi paralayang.

Instruktur panahan, Wawan Kristiawan mengatakan, pihaknya ingin memberikan fasilitas baru yang belum ada di kawasan wisata lain. Pengelola memilih panahan.

Salah seorang pengunjung (anja)
Salah seorang pengunjung (anja)

Wawan mengatakan, pengunjung bisa belajar memanah menggunakan panah tradisional. Panah tradisional lebih nyaman dipakai dan cocok untuk pemula

Dengan membayar Rp 10.000 saja, Anda bisa dapat tujuh kali tembakan plus pelajaran pertama.

Ternyata panahan cukup diminati, dalam sehari saja bisa ada 100 pengunjung mampir karena penasaran sensasi memanah.

Salah satu pengunjung yang sempat mencoba wahana baru ini, Agnes Pratiwi, mengatakan panahan merupakan olahraga yang seru. Dia penasaran ingin tahu bagaimana cara memanah.

“Biar kayak di film-film Hunger Games, yang tokoh utamanya kan pintar memanah ya. Keren gitu. Eh, ternyata susah,” kata dia

BNN Kota Malang

Hari Ini Jembatan Kaca Diresmikan

Jembatan kaca Ngalam Indonesia. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Jembatan kaca yang menghubungkan dua kampung tematik di Kota Malang, Jawa Timur, yaitu Kampung Wisata Jodipan (KWJ) di Kelurahan Jodipan dan Kampung Tridi di Kelurahan Kesatrian diresmikan, Senin (9/10). Jembatan yang disebut jembatan kaca Ngalam Indonesia ini berdiri di atas Sungai Brantas ini sekaligus menjadi jembatan kaca pertama di Indonesia.

Jembatan didominasi warna kuning emas, dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter sehingga bisa digunakan dua jalur atau dua orang yang berjalan berpapasan. Diestimasikan, jembatan dapat menampung sekitar 50 orang dan menanggung beban 250 kilogram.

KWJ dan kampung Tridi terletak berseberangan dan dipisahkan aliran sungai Brantas. Sebelum jembatan dibangun, wisatawan yang ingin menikmati kedua sisi kampung harus menaiki puluhan anak tangga dan memutar lewat Jembatan Brantas. Munculnya Jembatan Kaca menjadi fasilitas baru bagi warga sekaligus alternatif bagi pengunjung. Diharapkan, selain mempermudah akses, kekerabatan antar kampung pun kian rekat untuk mempercantik Kota Malang.

Selain itu, lantaran berlantai kaca, warga dan pengunjung diajak menikmati pemandangan dasar sungai dari atas jembatan. Kaca yang transparan memiliki sensasi tersendiri layaknya Jembatan Kaca di Zhangjiajie Cina. Kini, jembatan kaca menjadi spot foto baru bagi netizen yang kerap mengunggah foto-foto menariknya di media sosial.

Mahasiswa UMM memainkan peran penting di balik berdirinya jembatan kaca ini. Hal itu berawal dari KWJ yang merupakan inisiasi delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM yang tergabung dalam kelompok praktikum Public Relations (PR) Guys Pro. Lahirnya KWJ menjadi inspirasi bagi berdirinya Kampung Tridi yang berada di seberang sungai.Sejak diresmikan September 2016, kedua kampung itu selalu padat pengunjung.

Sementara jembatan kaca merupakan hasil desain dua mahasiswa Teknik Sipil UMM, yaitu Mahatma Aji dan Khoriul di bawah binaan dosen mereka, Ir Lukito Prasetyo. Hal itu lantaran pengalaman mereka sebagai Juara Umum Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Tahun 2015. Untuk pembangunan, mereka difasilitasi oleh Indana, pemilik produk Mix One.

Menurut Lukito, jembatan ini tidak hanya memiliki fungsi penghubung semata, tapi juga memiliki nilai estetika. Oleh sebab itu, dari sekian desain yang dipamerkan pada Walikota Malang, terpilihlah model jembatan gantung dengan tambahan kaca sebagai material pijakannya. “Agar pada malam hari, pijakan jembatan yang terbuat dari kaca dapat memperlihatkan lampu-lampu yang indah,” tutur Lukito.

Setelah disetujui berbagai pihak, jembatan itu akhirnya dikerjakan dengan membutuhkan waktu lima bulan, yaitu sejak 8 Mei hingga 7 Oktober 2017. Vice President Indana Steven menjelaskan, tak sedikit biaya dihabiskan untuk pembuatan jembatan kaca. Lebih-lebih, kata Steven, ada sekitar enam ton cat tersalurkan untuk memperindah KWJ dan Kampung Tridi.

“Indana sebagai perusahaan cat asal Malang, akan terus membantu pembangunan di Kota Malang. Wujud kepedulian sosial ini sebagai bentuk terima kasih kami pada warga,” ujarnya.

Sebelumnya, Indana telah banyak menyelesaikan program CSR. Sebut saja Kampung Hijau Decofresh, Kampung Warna-warni (KWJ), Kampung Tridi, Kampung Putih, dan mural flyover Arjosari. Saat ini, Indana juga tengah mengerjakan Kampung Arema yang posisinya berada tepat di sebelah barat Kampung KWJ dan Kampung Tridi. Berbeda dengan konsep sebelumnya, Kampung Arema identik warna biru di tiap-tiap dinding dan atapnya.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

Dua Tahun Berturut, Selecta Raih 1 Juta Kunjungan

Taman Rekreasi Selecta. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu kembali ukir 1 juta jumlah kunjungan selama dua tahun berturut. Tahun ini, rekor tersebut dibukukan, Minggu (26/11).

Sebelumnya, tahun 2016 Selecta menorehkan satu juta jumlah kunjungan wisatawan, tercatat pada 26 Desember 2016. Bahkan, hingga tutup tahun, jumlahnya terus bertambah mencapai 1.077.000 pengunjung.

Jumlah itu memang belum memenuhi target tempat wisata yang terletak di Desa Tulungrejo, Bumiaji, itu tahun 2017. Sebab, target kunjungan wisatawan 2017 ini adalah 1,2 juta. Namun, di sisa waktu hingga pengujung 2017, pengelola Selecta optimistis bisa melampaui target.

Direktur PT. Selecta, Sujud Hariadi, mengatakan, tercapainya total 1 juta wisatawan lebih awal ini jadi kabar membahagiakan. Maka, diperkirakannya kunjungan bisa melebihi target yang ditetapkan.

“Ini sebuah prestasi. Sudah dua tahun ini Selecta bisa mendatangkan hingga satu juta wisatawan,” kata Sujud.

Sujud melanjutkan, konsistensi jumlah kunjungan wisatawan tak terlepas dari inovasi yang terus diciptakan. Dicontohkannya, Selecta terus memberikan fasilitas pelayanan maksimal, mulai perawatan, kebersihan, bertambahnya wahana yang menarik dan unik. Paling penting, penambahan spot-spot foto yang ‘Instagramable’.

Total wahana di Selecata saat ini ada delapan. Meliputi flying fox, berkuda, family coaster, perahu ayun, sky bike, sepeda air, cinema 4 dimensi, dan kidie ride.

“Kami selalu mengevaluasi Selecta. Apa yang kurang ditambahi untuk memanjakan wisatawan,” ujarnya.

Momen kunjungan 1 juta, PT Selecta memberikan surprise alias kejutan.Tepatnya untuk wisatawan dengan tiket seri nomor 1 juta. Pengunjung beruntung adalah Ashab Basarudin, wisatawan asal Mojokerto.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Punjul Santoso, mengapresiasi sukses Selecta yang sejak dua tahun terakhir mampu menembus satu juta pengunjung serta pemberian reward kepada wisatawan. Menurut dia, diraihnya kunjungan satu juta di bulan November menunjukkan peningkatan yang signifikan terkait kunjungan di Selecta.

“Ini dapat dicapai karena manajemen memberikan fasilitas yang nyaman kepada pengunjung,” tutup Punjul.(Der/Ak)

BNN Kota Malang

5 Destinasi Wisata Pantai Kabupaten Malang yang Romantis

Pesona Pantai Teluk Asmara. (Lisdya)

MALANGVOICE – Malang kini terkenal dengan banyak lokasi wisata yang menarik karena keindahan alamnya. Salah satunya adalah pantai.

Nah, bagi Anda yang masih bingung untuk mengisi waktu luang libur Lebaran, kali ini MVoice telah merangkum beberapa destinasi wisata pantai di Kabupaten Malang yang mempesona nan romantis.

1. Pantai Banyu Meneng

Destinasi Pantai Banyu Meneng memiliki ombak cukup tenang, sehingga aman untuk digunakan berenang. Bahkan, Anda dapat mengabadikan momen Anda dengan keluarga, teman atau kekasih tanpa perlu khawatir ombak.

Lokasi pantai ini terletak di Desa Sumberbening Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

2. Pantai Sendiki

Pantai ini punya pasir putih yang menggoda dan lanskap yang mempesona. Hanya saja akses menuju lokasi ini masih sulit dilalui. Namun, saat tiba di lokasi, Anda akan disuguhkan dengan beberapa spot foto hingga rumah pohon yang akan menjadikan foto Anda instagramable banget.

3. Pantai Watu Leter

Pantai ini berada persis di sebelah Pantai Gua China. Nama pantai ini adalah Pantai Watu Leter yang berada di desa Sitiarjo, kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Selain ombak tenang dan aman untuk berswafoto, Anda juga dapat menyaksikan penyu bertelur, namun jika Anda beruntung ya.

4. Pantai Batu Bengkung

Pantai Batu Bengkung memang tak asing bagi warga Malang. Pantai yang memiliki ombak besar ini memang tidak ramah untuk dicumbui dengan cara berenang. Namun Anda dapat menikmati keindahan lanskap visual yang mempesona di kawasan ini. Tak sedikit pula para remaja berkemping di pantai ini, dikarenakan pantai ini punya sunset yang indah.

5. Pantai Teluk Asmara

Terakhir adalah Pantai Teluk Asmara, meski akses sulit seperti Pantai Sendiki, namun pantai ini menawarkan banyak keindahan saat Anda sampai di anak tangga.

Saat akan menuruni bukit, nampak terlihat pantai ini sedikit mirip dengan Raja Ampat Papua. Nah, di bukit ini Anda bisa berswafoto untuk mengabadikan momen Anda. Ombak yang tenang pun dapat membuat Anda berjelajah ke karang-karang pinggir pantai.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Asia Tenggara, Dua Ada di Indonesia

Pantai Kuta, Lombok. (WisataID)

MALANGVOICE – Di wilayah Asia Tenggara banyak sekali destinasi wisata yang sebenarnya wajib dikunjungi. Pasalnya, kawasan Asia Tenggara mencakup 11 negara, ribuan pulau, dan ratusan budaya tradisional dan keajaiban alam yang unik.

Nah, bagi kalian yang ingin berpetualangan, MVoice sudah merangkum lima lokasi menarik untuk dikunjungi.

Coron, Filipina
Pulau Palawan telah menjadi tujuan wisata teratas selama bertahun-tahun. Banyak turis berbondong-bondong ke El Nido untuk melihat langsung inspirasi di balik Alex Garland’s The Beach, yang terletak beberapa ratus kilometer utara Pulau Coron.

Teluk Thailand
Teluk Thailand termasuk salah satu destinasi yang harus dikunjungi. Di sana banyak pulau kecil dengan beragam aktivitas dan pemandangan alam menakjubkan.

Di seberang Teluk di sebelah timur adalah pulau Phu Quoc Vietnam dan 27 pulau yang hampir tidak berpenghuni yang membentang lebih dari 500 kilometer persegi, termasuk Hon Thom dan Hon Xuong.

Sumatera, Indonesia
Pulau terbesar di Indonesia ini adalah yang terbesar keenam di dunia, terletak tepat di garis khatulistiwa di negara barat yang berbatu. Menjelajahi bagian utara pulau Anda akan menemukan Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia dengan pulau yang baru lahir, Palau Samosir.

Samosir memiliki sejarah yang kaya dan eksotis yang didominasi oleh masyarakat adatnya, suku Batak, yang saat ini masih mempraktikkan dan mematuhi banyak elemen budaya asli mereka.

Kuta Lombok, Indonesia
Berbeda dengan Bali, di Kuta Lombok ini bisa dibilang masih alami. Di sana banyak pantai pasir putih dan perbukitan yang indah.

Para wisatawan yang datang juga kebanyakan memanfaatkan ombak pantai untuk berselancar. Peselancar dari semua tingkatan akan kesulitan untuk beralih dari tujuan kelas dunia ini, dengan beberapa hotspot menawarkan selancar menuju ke pasir putih yang menakjubkan atau pantai batu vulkanik.

Malaka, Malaysia
Sebagai kota yang berpusat pada makanan, rumah bagi sejumlah budaya ekspresif, Malaka telah menjadi tujuan selama berabad-abad sebagai pelabuhan yang menarik para pedagang dari India, Cina, Timur Tengah, Portugal, Belanda, dan Inggris.

Setiap budaya yang berkunjung meninggalkan jejak pengaruhnya yang terlihat hari ini melalui arsitektur yang beragam, masakan khas Malaka, dan budaya yang mengakar yang mungkin juga merupakan dunia yang jauh dari Kuala Lumpur yang berdekatan. Selain itu jangan lupa untuk sewa pocket wifi Malaysia agar tetap terkoneksi dengan internet.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Asyiknya Berkunjung ke Destinasi Wisata Ramah Anak di Yogyakarta

Taman Gembira Loka. (istimewa)

MALANGVOICE – Sejak dulu, Kota Yogyakarta telah menjadi salah satu magnet wisata terbesar di Pulau Jawa. Kekayaan budaya serta kearifan masyaratnya yang ikonik membuat kota ini selalu menjadi pilihan teratas bagi para wisatawan yang hendak merasakan nuansa asli khas tanah Jawa.

Seiring dengan waktu, ada semakin banyak destinasi wisata yang dibuka dan hotel murah di Yogyakarta. Hal ini membuat kota tersebut tidak pernah sepi dikunjungi meski di luar musim liburan.
Pada dasarnya, hampir semua kawasan wisata di Yogyakarta dapat dikategorikan sebagai destinasi ramah anak. Sebagai referensi pribadi, ada 4 destinasi wisata ramah anak yang bisa Anda jadikan pilihan utama, apa saja?

Kebun Binatang Gembira Loka

Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Selain bisa mendekatkan anak pada alam, Anda juga dapat memberikan sejumlah edukasi seputar dunia binatang pada si kecil.

Selain menyaksikan aneka hewan langka dan menarik, Anda juga bisa mengajak si kecil untuk melakukan sejumlah aktivitas seru, seperti menunggang gajah, masuk ke gua replika, dan mengendarai perahu bebek.

Taman Pintar

Jika sang buah hati memiliki rasa ingin tahu yang besar dan menyukai hal-hal bertema sains, Taman Pintar Yogyakarta adalah lokasi wisata yang perlu Anda datangi. Di tempat ini Anda dan si kecil bisa melakukan banyak aktivitas unik, seperti berkunjung ke Planetarium dan menyaksikan peragaan ilmiah di Science Theater.

Tak hanya itu, Taman Pintar juga memiliki sejumlah wahana pendukung yang tak kalah menarik untuk disinggahi, seperti Kampung Kerajinan, Gedung Oval, Gedung Kotak, dan Wahana Bahari. Fasilitas-fasilitas tersebut dirancang untuk mengakomodasi anak dari berbagai umur, mulai dari yang paling kecil hingga yang sudah remaja.

De Mata Trick Eye Museum

De Mata Trick Eye Museum adalah sebuah museum ilusi yang membuat Anda dan si kecil dapat mengambil berbagai foto unik. Tempat wisata yang berada di basement XT Square Yogyakarta ini memiliki lebih dari 100 latar foto 3 dimensi dengan berbagai tema, mulai dari kawasan bersalju, gunung berapi, hingga dinosaurus.

Aneka latar yang menarik dijamin tidak akan membuat si kecil bosan untuk singgah di sini. Berkat animo masyarakat yang tinggi, De Mata kini telah membuka beberapa wahana baru seperti De Arca dan Dwalik yang turut mengusung konsep wahana illusi.

Jogja Bay

Iklim Jogja yang dikenal agak panas membuat kawasan taman bermain air sangat populer dikunjungi oleh orang dewasa dan anak-anak. Bagi Anda yang ingin merasakan keseruan bermain air di kota ini, taman air Jogja Bay adalah destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan.

Berada di daerah Maguwoharjo yang memiliki banyak hotel murah, Jogja Bay menghadirkan konsep wisata air terpadu dengan beragam fasilitas pendukung. Beberapa fasilitas yang bisa Anda coba adalah Memo Racer, Bekti Adventure, Timo-Timo Rider, dan Ziggy Giant Barrel.

Selain keempat destinasi wisata di atas, Yogyakarta sejatinya masih menyimpan banyak tempat menarik lain yang aman dan ramah anak.(Der/Aka)

BNN Kota Malang