01 December 2022
01 December 2022
22.5 C
Malang
ad space

Desa Punten Hadirkan Wisata Budaya dan Sejarah untuk Pikat Wisatawan

Wisata alam Desa Punten, Kota Batu. (istimewa)

MALANGVOICE – Ikon-ikon wisata berbasis potensi desa dimunculkan untuk mendongkrak pertumbuhan desa wisata di Kota Batu. Kemunculan desa wisata berkorelasi erat dengan peningkatan taraf hidup perekonomian masyarakat.

Sebuah ironi jika sebagai kota wisata, masyarakat Kota Batu hanya menjadi penonton. Untuk itu desa wisata digenjot agar masyarakat merasakan dampak hiruk pikuk pariwisata.

Dinas Pariwisata Kota Batu pun mendukung pengembangan desa wisata melalui penguatan kelembagaan agar pengelolaannya bisa profesional dan berdampak kesinambungan.

Dalam kelembagaan itu akan dibentuk struktur kepengurusan yang diisi sosok berkomitmen dan memiliki kapasitas mengelola desa wisata. Melalui kelembagaan itu disiapkan pula akses informasi potensi desa dengan memanfaatkan medsos maupun website, sehingga bisa mempromosikan paket-paket wisata.

Wisata alam Desa Punten, Kota Batu. (Istimewa)

“Kelembagaan ini agar pengelolaannya tidak parsial. Penguatan kelembagaan desa wisata merupakan sebuah program yang difokuskan Dinas Pariwisata saat ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq.

Perhatian yang hanya diberikan ke destinasi wisata milik swasta bukanlah suatu cerminan dari jargon ‘Desa Berdaya, Kota Berjaya’. Untuk itu, ia ingin visi itu segera diwujudkan melalui pengembangan desa wisata. Salah satu potensi destinasi wisata yang dimunculkan kali ini yakni Desa Punten. Desa yang berada di Kecamatan Bumiaji ini aktif mempromosikan destinasinya melalui akun instagram desawisatapuntenae.

Punten memiliki berbagai macam potensi yang sangat mengagumkan, dengan karakter masyarakatnya yang gotong royong dan ramah. Mulai dari wisata, kearifan lokal, kuliner,dan budaya.

Berbagai macam wisata seperti Kampung Wisata Kungkuk dan Kampung Wisata Payan ada di Desa Punten. Destinasi wisata ini memiliki kearifan lokal dan adat istiadat yang masih dijunjung tinggi. Berbagai macam atraksi seni budaya tetap lestari di sini seperti Kuda Lumping, Tari Santar atau Tari Halaman.

Wisata edukasi ternak kelinci. (Istimewa)

Berbagai peninggalan sejarah juga terdapar di Desa Wisata Punten seperti Situs Lumpang, Watu Dakon, Gadung Melati, lalu Punden Ketumpuk, Mbah Gampeng, Purwosenjoto, Mbah Watu Gimbal, Lo Dengkol, dan Punden Sumber Gemulo.

Bila ingin menikmati sajian kuliner Desa Wisata Punten juga memiliki tempat makan dan juga café, salah satunya Café Sitangsu, Warung Lesehan Bambu dan masih banyak lagi lainnya. Hotel dan homestay yang sangat nyaman, ramah, aman, sehat dan menarik ada di sini seperti salah satu hotel yang sudah tak asing lagi, Hotel Purnama.

Berikut beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan di Desa Wisata Punten :
Paket Edukasi Pertanian [IDR 25k] (Pertanian Jeruk, Pertanian Bunga Krisan, Pertanian Bunga Mawar, Pertanian Apel, Pertanian Sayur, Pertanian Jarum Tiram)
Paket Edukasi Peternakan [IDR 25k] (Peternakan Sapi, Peternakan Kelinci, Peternakan Hamster)
Paket Edukasi Industri [Kunjungan IDR 30k/Praktek IDR 100k] (Industri Keripik Apel, Industri Keripik Bayam, Industri Tingting Jahe, Industri Minuman Sari Buah, Industri Pengolahan Sampah TPS-3R)
Wisata Budaya (Tari Reyog, Bantengan, Samboyo, Kuda Lumping, Pencak Silat).
Paket Outbound [IDR 180k] (Camping Ground, Adventure Jeep, Adventure ATV, Berkuda, Edukasi Kampung Ramah Anak)
Paket Live Inn 2 Hari 1 Malam [Pelajar IDR 300k/Dewasa IDR 320k] min 50pax. Fasilitas : Homestay 1 malam, Makan 3x, Kunjungan Edukasi ke 1 lokasi, Presentasi, Gebyar Budaya, Kendaraan Shuttle.
Paket Live Inn 3 Hari 2 Malam [Pelajar IDR 550k/Dewasa IDR 600k] min 50pax. Fasilitas : Outbound (Icebreaking+3 Haerop), Homestay 2 malam, Makan 6x, Kunjungan Edukasi ke 1 lokasi, Presentasi, Gebyar Budaya, Kendaraan Shuttle.
Paket Live Inn 3 Hari 2 Malam [Pelajar IDR 420k/Dewasa IDR 470k] min 50pax. Fasilitas : Homestay 2 malam, Makan 5x, Kunjungan Edukasi ke 1 lokasi, Presentasi, Gebyar Budaya, Kendaraan Shuttle.
Paket Studi Banding Desa Wisata [IDR150k] Fasilitas : Welcome Drink+snack, Workshop Desa Wisata di Balai Desa Punten, Edukasi 1 (by guest order), Edukasi 2 (Ikon Pertanian Jeruk Punten), dan makan siang dengan Nuansa Alam.

Selain beberapa hal di atas wisatwan juga dapat mengunjungi Kampung Idaman, Kampung Ramah Anak, Sumber Air Ngesong Banyuning, dan Kembang Asmoro di Desa Wisata Punten.(der/adv)

Disparta Kota Batu Gelar Sambang mBatu, Bukti Pariwisata dan Kesenian Bangkit

Jaran Kepang dan Bantengan di Sendra Tari Arjuna Wiweha. (Aan)

MALANGVOICE – Geliat pariwisata dan kesenian di Kota Batu kembali bangkit kembali. Hal ini ditandai dengan pagelaran yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu dengan tajuk Samgang mBatu, Sabtu (03/04).

Pagelaran itu dilaksanakan di panggung pertunjukan Sendra Tari Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir Kota Batu. Beberapa pertunjukan kesenian tradisional dipertunjukan dalam pagelaran itu.

Mulai dari Jaran Kepang, Bantengan, Tari Sando asli Kota Batu, dan tari tradisional lainnya. Tak tanggung-tanggung, para pengunjung datang dengan membawa enam bus pariwisata.

Para pengunjung itu datang jauh-jauh dari Lamongan, Surabaya dan Jawa Tengah seperti Yogyakarta dan Solo. Kedatangan mereka terpuaskan dengan pertunjukan yang memukau serta tempat pertunjukan dengan background gunung Arjuna yang memesona.

“Tempat pertunjukannya bagus, masih terlihat sawah-sawah di belakangnya. Juga Gunung Arjunanya keren, cocok dibuat pertunjukan seperti ini,” jelas Ucok wisatawan asal Solo.

Tari Sando. (Aan)

Ia merasa Sendra Tari Arjuna Wiwaha merupakan tempat pertunjukan yang keren. Ia berharap semakin banyak pertunjukan yang keren ditampilkan di tempat itu.

“Semoga nanti kalau ada kesempatan kesini lagi ada pertunjukan yang lebih keren lagi. Ini sudah keren sih, tapi kalau kesini lagi pertunjukannya sama kan bosan,” jelasnya sambil terkekeh.

Sementara itu Kepala Disparta, Arief As Siddiq mengatakan pertunjukan ini memeliki beberapa tujuan. Antara lain mewujudkan eksistensi jati diri Kota Batu melalui seni budaya.

Juga sebagai daya tarik wisata yang aman sehat, bersih dan lestari. Tak hanya itu, tujuannya juga untuk membangun dan melestarikan seni budaya Kota Batu untuk generasi masa depan yang mengkilat dan berkarakter.

“Dari event ini, saya berharap kegiatan seni di Kota Batu supaya tetap bisa eksis dengan Prokes yang ketat. Pada gilirannya nanti, saya berharap  perekonomian bisa kembali normal seperti sebelum pandemi,” tandasnya.(der)

Merasa Dirugikan, Hawai Waterpark Serahkan Masalah Reza Fahd ke Polisi

Direktur Utama Hawai Waterpark, Bambang Judo memantau proses swab antigen karyawan. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Pengelola Hawai Waterpark merasa dirugikan dengan aksi wisatawan positif Covid-19 asal Samarinda bernama Reza fahd bersama keluarganya saat berlibur pada Januari lalu.

Rombongan Reza Fahd Adrian masuk ke Malang Night Paradise, salah satu objek wisata di Hawai Waterpark pada 26 Januari. Di sana, rombongan berfoto kemudian diupload ke media sosial hingga viral.

Direktur Utama Hawai Waterpark, Bambang Judo Utomo, mengatakan, ulah Reza Fahd itu sangat merugikan.

“Ini sangat merugikan, kami sudah koordinasi dengan Kapolresta Malang Kota agar masalah ini ditindaklanjuti.,” kata Bambang, Rabu (9/2).

Meski belakangan Reza Fahd meminta maaf dan menjelaskan kronologi awalnya, namun Hawai Waterpark Group tetap menyerahkan masalah ini ke polisi.

“Otomatis kami tidak terima, kami serahkan pihak berwajib,” lanjutnya.

Direktur Utama Hawai Waterpark, Bambang Judo. (deny rahmawan)

Sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19, Hawai Waterpark menggelar swab antigen kepada 30 karyawan. Termasuk karyawan yang berada di Malang Night Paradise dengan kawalan Satgas Covid-19 serta Dinas Kesehatan Kota Malang.

Bambang mengaku, swab massal ini sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap dua pekan sekali.

“Hari ini tadi syukurlah hasilnya semua negatif. Kalau misalkan ada yang positif akan kami koordinasikan dengan satgas dan menutup tempat wisata Malang Night Paradise,” lanjutnya.

Selain itu, Bambang menyatakan akan semakin memperketat masuk wisatawan ke dalam seluruh arena Hawai Waterpark.

Hawai Group Malang merupakan salah satu tempat wisata percontohan. Kami juga masuk yang pertama buka kembali
dengan menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sejak PPKM Jawa-Bali dilonggarkan. Penggunaan aplikasi tracer
PeduliLindungi tetap dilaksanakan hingga saat ini di semua wahana Hawai Group Malang.

Selanjutnya, penerapan screening test di area entrance akan lebih diperketat lagi. Setiap pengunjung wajib sudah divaksinasi minimal dosis pertama, dengan tetap diimbau untuk memakai masker dan tidak sembarangan melepasnya selama berada di area Hawai Group Malang.

Terkait alasan mengapa yang bersangkutan bisa lolos screening di pintu masuk, Bambang beralasan karena kemungkinan hasil
pemeriksaan antigen-nya tidak atau belum masuk ke dalam sistem. Jadi, saat melakukan scan barcode statusnya
menunjukkan bahwa yang bersangkutan dan keluarganya memenuhi syarat untuk masuk. Sebaliknya, jika indikator
menunjukan warna hitam, petugas di area entrance pasti tidak akan memperbolehkan yang bersangkutan untuk masuk ke
area.

“Kami merasa ada banyak kemungkinan yang bersangkutan bisa lolos screening. Tapi, kesalahan protokol screening
pengunjung masuk oleh pihak Hawai Group Malang bukan termasuk salah satunya,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan, tes swab yang dilakukan Hawai Waterpark Group ini termasuk rutin dilakukan.

“Swab antigen sebagai jaminan dari hawaii watwrpark clear aman. Sebelumnya sudah rutin di periode sebelumnya jiga rutin menggelar swab,” singkat Husnul.

Mobil Tenaga Listrik Karya Anak UB Jadi Koleksi Museum Angkut

Aristo EV 1 mobil tenaga listrik FT Universitas Brawijaya dihibahkan ke Museum Angkut, Senin (12/2). (Aziz / MVoice)
Aristo EV 1 mobil tenaga listrik FT Universitas Brawijaya dihibahkan ke Museum Angkut, Senin (12/2). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Museum Angkut Jatim Park Grup kembali menambah koleksinya. Teranyar adalah mobil listrik karya mahasiswa Apatte 62 Brawijaya jurusan teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya.

Serah terima mobil dengan bernama Aristo EV 1 berlangsung di Hall Museum Angkut, Senin (12/2). Aristo EV 1, mobil dengan bentuk seperti kapsul berwarna merah putih ini miliki catatan prestasi mumpuni di bidangnya. Baik kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Mobil itu berhasil juara 2 nasional pada kejuaraan energy marathon challenge 2014. Lalu peringkat 8 Shell Eco Marathon Asia 2014 Manila, Philipina. Dan peringkat 5 Shell Eco Marathon Asia 2015 Manila, Philipina.

Bahan dasar mobil ini adalah karbon fiber. Tenaganya memanfaatkan baterai lithium dengan intensitas baterai 85 persen. Untuk kecepatannya mobil sekitar 320 kilometer per kilowatt perjam. Mobil itu dirakit pada tahun 2012 dan tuntas di tahun 2013

Manajer Apatte 62 UB, Tiara Shinta menjelaskan, hibah kerja sama ini bertujuan jadi ajang mengedukasi para wisatawan. Khususnya para pelajar dan mahasiswa.

“Kalau kami taruh di sini banyak aspek bisa jadikan pembelajaran. Supaya tahu bahwa Indonesia, khususnya di Malang punya mobil dan bisa membuat mobil listrik,” ujar Tiara.

Sementara itu Operational Manager Museum Angkut Endang A. Shobirin menjelaskan, Museum Angkut merupakan destinasi wisata yang peka terhadap perkembangan dunia teknologi, edukasi dan inovasi. Sesuai dengan visi dan misi, pihaknya sangat peduli dunia pendidikan. Terlebih produk ramah teknologi kaitannya produk gerakan hemat energi. Tak terkecuali apa yanh diusung oleh Universitas Brawijaya ini melalui mobil Aristo EV 1 tersebut.

“Terima kasih kontribusi para mahasiswa UB yang telah menciptakan sesuatu yang menginspirasi. Tentu semakin menginformasikan dan mengedukasi wisatawan bahwa di sini tidak hanya mobil zaman kuno. Melainkan juga teknologi alat angkut terbaru juga ada,” tutup Endang.(Der/Aka)

Pementasan Arjuna Wiwaha Undang Decak Kagum 200 Peserta ISS dari 46 Negara

Lakon Arjuna Wiwaha dipentaskan di hadapan ratusan peserta ISS di Sendratari Arjuna Wiwaha. (MVoice/M. Noer Hadi)

MALANGVOICE – Swiss kecil begitulah julukan yang disematkan pada Kota Batu. Meski wilayahnya kecil hanya terdiri dari tiga kecamatan, namun pesona alamnya mengundang decak kagum. Hamparan hijau pegunungan mengelilingi daerah yang berada di ujung barat kawasan Malang Raya ini.

Keunggulan itu menjadi magnet menarik kunjungan wisatawan domestik maupun luar negeri. Belum lagi pertunjukkan seni tradisinya yang memukau. Segala daya tarik itu disajikan kepada 200 peserta International Student Summit (ISS) 2022 Universitas Muhammadiyah Malang.

Ratusan peserta dari 46 negara mendapat jamuan makan malam yang difasilitasi Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. Bukan hanya itu, para peserta juga menikmati pertunjukkan seni tradisi yang memainkan kakawin Arjuna Wiwaha. Cerita itu diangkat dari karya sastra hasil buah pemikiran pujangga Mpu Kanwa.

Baca juga:

Deteksi Dini Rokok Ilegal, Pemkot Malang Beli Alat X-Ray Seharga Rp1 Miliar

Konsumen Wajib Tahu Prosedur dan Hak Service di AHASS

Museum HAM Munir, Menjaga Prinsip Universal Kemanusian

Jalur Penghubung Batu-Malang Ambles, Perbaikan Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Ratusan peserta ISS dari 46 negara menari bersama usai menyaksikan pementasan Arjuna Wiwaha yang ditampilkan di Sendratari Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir. (MVoice/M. Noer Hadi)

“Kami bangga, tamu luar negeri datang ke Kota Batu. Sekalipun kotanya kecil namun indah. Pilihan tepat untuk tempat melepas penat,” ujar Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat menyambut rombongan peserta ISS 2022 di Sendratari Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir pada Selasa malam (28/11).

Sendratari Arjuna Wiwaha, kata Dewanti, suatu infrastruktur kesenian yang menjadi kebanggaan Kota Batu. Suatu ruang elaborasi melakukan eksplorasi seni budaya tradisi. Hal ini agar seni tradisi Kota Batu tumbuh sejajar dengan Yogyakarta maupun Bali yang menjadi pusaran kebudayaan.

“Tempat kebanggaan menampilkan pertunjukkan seni tradisi. Di balik gedung ini tampak jelas ketika sore hari pemandangan Gunung Arjuna. Kesannya makin syahdu dan romantis sembari menikmati pertunjukkan seni budaya,” imbuh Dewanti.

Baca juga:

Stadion Kanjuruhan Dibagi Sistem Zona, Wajib Single Seat

Flower Art Carnival Pertegas Kota Batu sebagai Sentra Bunga Hias Nasional

Event Padhang Bulan, Disparta Berkomitmen Bangkitkan Ikon Wisata Budaya Kota Batu

Disparta Kota Batu Genjot Seni Tradisi Sebagai Ikon Wisata Budaya

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq cukup optimis, potensi pariwisata Kota Batu tersebar luas hingga mancanegara. Karena melalui kunjungan itu, peserta akan mempromosikan pariwisata Kota Batu saat kembali ke negara asalnya.

Menurutnya, Kota Batu sangat memungkin untuk bisa sejajar dengan Yogyakarta maupun Bali. Karena selama ini kedua daerah itu ditempatkan sebagai doksa pusaran kebudayaan. Keyakinan Arief tersebut, berkaca pada segudang kualitas yang dimiliki pelaku seni tradisi maupun budayawan.

Ia menambahkan, di Kota Batu terdapat 13 sanggar dan 548 kelompok seni yang konsen pada aras pelestarian seni budaya tradisi. Sehingga pemerintah juga hadir memfasilitasi ruang infrastruktur kesenian sebagai ruang pentas, salah satunya melalui Sendra Tari Arjuna Wiwaha.

“Mereka butuh ruang dan dukungan untuk menampilkan kreasinya kepada audiens. Makanya kami memfasilitasi tempat yang representatif, yakni Sendra Tari Arjuna Wiwaha sehingga bisa menjadi ikon wisata budaya Kota Batu,” papar Arief.

Baca juga:

12 Mahasiswa Asing Program I-YES Kepincut Keindahan Kota Batu

Beri Catatan Merah, MCW Ingatkan Mendagri dalam Penunjukkan Pj Wali Kota Batu

Masa Kerja PPK-PPS Lebih Panjang, Antusias Pendaftar Cukup Tinggi

Destinasi wisata budaya menjadi prioritas yang terus dipacu Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. Strategi itu sebagai upaya untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Terlebih tahun ini target kunjungan dipatok 5 juta wisatawan.Untuk mendukung terwujudnya pengembangan wisata budaya, Disparta menyajikan berbagai pertunjukkan seni tradisi di Sendratari Arjuna Wiwaha.

Ia menambahkan, penamaan Sendratari Arjuna Wiwaha dikaitkan dengan topomini gunung yang berada di Kota Batu, yakni Gunung Arjuna. Selain itu Arjuna juga lekat dengan nama lakon pewayangan. Lakon ini nantinya akan ditransformasikan dalam bentuk tarian yang akan dipentaskan di Sendratari Arjuna Wiwaha kepada wisatawan.

“Kami ingin Kota Batu seperti Yogyakarta yang punya Ramayana, Bali yang punya Tari Kecak. Nah di Batu ini punya Tari Arjuna Wiwaha,” ucap dia.(der)

Liburan Tutup Tahun, Petik Strawberry di Pandanrejo Yuk!

isata Petik Strawberry Pandanrejo diresmikan hari ini. (Istimewa)

MANGVOICE – Liburan akhir tahun paling enak petik buah strawberry bersama keluarga atau sahabat. Wisata petik strawberry memang sedang populer di berbagai daerah, khususnya daerah perbukitan. Di Kota Batu misalnya, wisatawan akrab dengan aktivitas petik buah apel. Tapi apakah Anda tahu, di wisata ini juga ada kampung wisata khusus petik strawberry.

Wisatawan kini bisa berkunjug ke Desa Wisata Petik Strawberry di Desa Pandanrejo, Bumiaji, Batu. Hari ini, Rabu (26/12), Desa Wisata Strawberry baru saja diresmikan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Menurut Dewanti, wisata petik straberry memiliki potensi untuk menarik wisatawan dari luar daerah. Selain itu, Desa Wisata Strawberry diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Kebun strawberry ini melibatkan puluhan petani di Pandanrejo.

Selain itu Plt Dinas Pariwisata Batu, Imam Suryono, mangatakan, sesuai dengan visi Kota Batu menciptakan Desa Berdaya Kota Berjaya, maka pemerintah mendorong desa-desa potensial di Kota Batu menjadi desa yang inovatif dan menarik dijadikan lokasi wisata.

“Dengan dijadikannya Pandanrejo sebagai desa wisata, tentunya akan mendorong pertumbuhan perekonomian lain di bidang kuliner, dan potensi lainnya. Kami harap wisatawan bisa menikmati desa-desa wisata yang ada di Kota Batu,” tukasnya.

Di Pandanrejo, masyarakat menawarkan wisata petik strawberry dan berbagai produk olahan berbahan strawberry seperti minuman strawberry, kripik, selai dan jus. Pengunjung bisa memetik sendiri dari kebun strawberry yang terhampar luas.

Pengunjung yang masuk ke lokasi akan disambut beraneka pernak-pernik strawberry. Selain itu, pemandangan yang indah di lokasi ini bisa jadi background swafoto yang menarik. Berada di ketinggian 700-2000 meter di atas permukaan laut pun membuat suhu di Desa Wisata Petik Strawberry sejuk. Sangat cocok dijadikan jujukan rekreasi alam bersama keluarga. (Hmz/Ulm)

Obyek Wisata Selorejo Akhirnya Dibuka untuk Umum

Suasana di Bendungan Selorejo. (Toski D).

MALANGVOICE – Obyek wisata Selorejo yang berada di wilayah Ngantang, akhirnya dibuka lagi untuk umum usai tutup selama kurang lebih lima bulan akibat virus Covid-19.

Manajer Pariwisata Selorejo, Bayu Pramudya mengatakan, obyek wisata Selorejo ini dikelola Perum Jasa Tirta I (PJT I). Dibukanya obyek wisata tersebut tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, bahkan diberlakukan juga pembatasan jumlah wisatawan dan menjaga jarak.

“Sebenarnya, tempat ini (Wisata Selorejo) sudah awal bulan lalu (September) sudah buka. Di dalam wisata Selorejo juga diterapkan protokol kesehatan,” ucapnya, saat ditemui awak media, Minggu (22/11).

Menurut Bayu, dengan menggandeng Forum Jurnalist Kali Brantas (FJKB) diharapkan dapat menggeliatkan kembali obyek wisata Selorejo, usai mati suri akibat pendemi Covid-19.

“Di sini (Wisata Selorejo) sempat mati suri selama 4-5 bulan. Tidak ada pendapatan sama sekali. Kami harap rekan media menyiarkan atau menginformasikan ke masyarakat, jika wisata Selorejo ini telah dibuka kembali,” jelasnya.

Sebab, lanjut Bayu, saat ini hanya obyek wisata yang mulai dikunjungi wisatawan, dan untuk hotel, villa masih jauh dari sebelum adanya Pandemi Covid-19.

“Tamu wisata mulai pulih, tapi tamu hotel belum pulih, masih relatif jauh dari sebelum Pandemi, banyak promo untuk menarik pengunjung, salah satunya paket camping, dan sekolah berkuda, serta paket perahu juga kami gelakan,” terangnya.

Akan tetapi, tambah Bayu, management wisata Selorejo menggalakkan penerapan protokol kesehatan bagi siapapun, bahkan karyawan, mitra usaha pedagang, pengemudi perahu, dilengkapi dengan masker dan face shield, serta memberlakukan pembatasan pengunjung.

“Standar protokol kesehatan wajib kami terapkan, dan kami berlakukan pembatasan jumlah pengunjung yang hanya separuh dari kapasitas. Di masa normal, disini memiliki kapasitas 10 ribu pengunjung, dan saat ini dibatasi 5 ribu orang per hari. Tentunya ada syaratnya, apabila berkunjung adalah dalam kondisi sehat. Di pintu masuk ada pengukuran suhu dan mengisi buku tamu tentang riwayat data diri,” tandasnya.(der)

Wisata Pantai Kabupaten Malang Mulai Uji Coba Dibuka

Pengunjung Pantai Balekambang saat mencoba aplikasi PeduliLindungi. (Mvoice/Humas Perumda Jasa Yasa).

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mulai membuka tempat wisata setelah masuk level 2 dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Hal itu tertuang dalam surat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang nomor 556/810/35.07.108/2021 tentang pembukaan tempat wisata.

Namun, dalam surat tersebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan setiap pengelola tempat wisata, salah satunya dengan memberikan batasan jumlah pengunjung yakni 25 persen dari kapasitas maksimal.

Keputusan tersebut langsung direspon positif oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jasa Yasa Kabupaten Malang.

Perumda Jasa Yasa langsung melakukan uji coba pada sejumlah tempat wisata yang dikelolanya untuk memastikan kesiapan beroperasinya tempat wisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Uji coba telah kami lakukan mulai kemarin (Sabtu 6/11). Seperti di Pantai Balekambang. Tadi sudah ada sekitar 100 an pengunjung. Mungkin sampai 200 (pengunjung),” ucap, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Jasa Yasa, Husnul Hakim, saat dihubungi, Ahad (7/11).

Husnul menjelaskan, dalam uji coba tersebut, prokes tetap menjadi perhatian. Semua pengunjung yang masuk diperiksa menggunakan thermogun, dan kendaraannya juga disemprot dengan menggunakan cairan disinfektan.

“Semuanya juga harus sudah menggunakan aplikasi peduli lindungi. Semua (tempat wisata) yang kami kelola juga kami sediakan tempat cuci tangan. Tapi sebenarnya kalau sarpras prokes sudah kita lakukan sejak lama. Hanya saja kan ditutup sudah sekitar lima bulan,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut Husnul, setiap pegawai dan pengunjung juga wajib dilakukan skrining sebelum masuk ke tempat wisata.

“Untuk anak berusia 12 tahun juga diperbolehkan masuk ke tempat wisata yang sudah menggunakan aplikasi peduli lindungi. Tapi, tetap harus didampingi orang tua,” terangnya.

Namun begitu, tambah Husnul,dalam keadaan tidak bisa digunakannya aplikasi peduli lindungi dengan kondisi tertentu, pengunjung dan pegawai tetap diperbolehkan masuk dengan menunjukan kartu vaksin Covid-19.

“Namun tetap harus waspada. Termasuk kepada pemilik warung, juga harus sudah vaksin. Kalau belum ya terpaksa tidak boleh buka dulu,” pungkasnya.(der)

Pengelola Desa Wisata Dicetak Menjadi Instruktur Outbond Andal

Pelatihan pemandu wisata outbond digelar DPC HPOI Kota Batu dan Disparta Kkta Batu. (MVoice/M. Noer Hadi)

MALANGVOICE – Pengelola desa-desa wisata se Kota Batu dibekali pengetahuan baru sebagai pemandu wisata outbond.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Batu bekerja sama dengan DPC Himpunan Provider Outbond Indonesia (HPOI) Kota Batu. Pelatihan diselenggarakan selama tiga hari mulai 21 hingga 23 November di Hotel Selecta.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk mencetak instruktur-instruktur outbond handal di tiap desa-desa wisata se Kota Batu. Para pengelola destinasi wisata akan diberi materi pelatihan oleh instruktur outbond berpengalaman yang tergabung dalam DPC HPOI Kota Batu.

Ada beberapa materi pelatihan yang akan ditularkan kepada peserta. Antara lain perencana program kegiatan rekreasi dan pembelajaran, pelaksanaan pemanduan, pemanduan kegiatan tali rendah dan tali tinggi, praktik pemanduan outbond hingga penanganan risiko dalam kegiatan.

“Materi terakhir, evaluasi pelaksanaan outbond yang telah dilaksanakan peserta pelatihan. Mereka dibekali pengetahuan setiap proses dari hulu hingga hilir, mulai perencanaan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi,” ujar Arief.

Pengelola desa wisata se Kota Batu dibekali pengetahuan memandu penyelenggaraan outbond. (MVoice/M. Noer Hadi)

Baca juga:

Olah Umbi Porang, Desa Oro-oro Ombo Juara Kreasi Kuliner Khas Desa Wisata

Tinjau Kesiapan Venue Porwanas, Ketua PWI Pusat Minta Junjung Sportivitas dan Silaturahmi

Menebus Rindu, Ribuan Rider Menyerbu Jalanan Kota Batu

Batu Art Festival, Lomba Hias Pohon Berhadiah Puluhan Juta

Ia mengatakan, Disparta mendorong terbentuknya wahana-wahana outbond di tiap desa/kelurahan wisata se Kota Batu. Strategi itu dinilai cukup ampuh untuk menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke desa wisata. Sejalan dengan itu, disiapkan pula pemantapan sumber daya manusia. Sehingga mereka memiliki kemampuan memandu jalannya outbond.

“Diharapkan nantinya terbentuk instruktur handal disertai pelayanan terbaik. Tentu juga didukung area dan sarpras yang memadai. Hadirnya wahana outbond mempercepat pengembangan desa wisata yang berdampak akselerasi perputaran ekonomi,” pungkasnya.

Ketua DPC HPOI Kota Batu, Usman Hadi menyampaikan, permainan outbond memberi nilai lebih menarik minat kunjungan. Karena daya tarim itu akan semakin menghidupkan desa-desa wisata hingga akhirnya mendatangkan pundi-pundi pendapatan masyarakat setempat.

Untuk itu, HPOI yang diisi trainer-trainer handal ikut andil menggenjot kualitas desa wisata. Salah satunya melalui upaya transfer pengetahuan di bidang pelatihan pemanduan outbond kepada pengelola desa wisata. Terlebih wahana outbond cukup digemari saat ini seiring adanya pergeseran selera pasar wisatawan.

Usman menyampaikan, outbond bukan hanya sekedar menghadirkan permainan yang sifatnya rekreasional semata. Menurutnya, permainan hanya sebuah simulasi yang di dalamnya terkandung suatu nilai berharga. Melalui permainan, peserta dibentuk untuk membangun sinergitas, karakter individu serta kerja sama tim dalam menghadapi tantangan nyata.

Karena itu, lanjut Usman, instruktur outbond dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan. Termasuk juga memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik serta peka memahami karakter tiap peserta. Mengingat instruktur memiliki peran vital mengarahkan peserta saat mengikuti jalannya permainan.

“Makanya pengelola desa wisata diberi pelatihan agar menjadi instruktur handal. HPOI memberikan pendampingan membangun SDM di bidang penyelenggaraan outbond,” pungkasnya.(der)

Bermain dengan Rusa di “Istana Negara”

Rusa kecil yang dilepas di wana wisata Legend Star, Jawa Timur Park 3, Kota Batu (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Layaknya berkunjung ke kediaman presiden Republik Indonesia (RI) di Bogor, kawasan wisata replika “Istana Negara” di Kota Batu ini juga menghadirkan rusa.

Wana wisata itu tepatnya berada di The Legend Star Jawa Timur Park 3. Wisatawan yang berkunjung bisa juga bermain dan memberi makan secara langsung rusa kecil.

Dari pantauan MVoice, keseruan dan keasyikan tampak dari wisatawan yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Dengan manjanya, rusa yang masih kecil itu dielus-elus dan diberikan makanan.

Sebanyak 14 rusa, pengelola Jatim Park 3 sengaja langsung menghadirkannya di kawasan replika Istana Negara yang dibuat sama persis dengan di Bogor. Jika sebelumnya rusa ini berada di dalam area khusus, kali ini dilepas bebas.

Terlihat, salah satu Rusa kecil sedang bergerilya menyambut pengunjung. Ia tengah berlarian di area luar pagar menyambut wisatawan yang membawa makanan untuknya.

“Tadinya agak takut, soalnya rusanya kan lari-larian. Tapi semakin lari dia terus datang, ternyata emang mau ngambil makanan yang aku bawa ini,” ungkap salah satu pengunjung asal Surabaya, Monica Anggun Pratiwi

Operational Manager The Legend Star JTP 3, Tossy Kusdianto mengatakan jika Rusa di area Istana negara memang kerap kali keluar sendiri. Karena masih kecil dan bisa melewati sela-sela pagar untuk bermain bersama pengunjung.

“Ya memang kalau yang kecil itu selalu keluar pagar, dan suka berlari-larian menyambut pengunjung wahana ini,” ujarnya.

Tossy menambahkan, jelang liburan sekolah dan lebaran rencananya semua rusa yang dimiliki The Legend Star akan dibuka buat pengunjung.

“Tapi memang rencananya sebanyak 14 Rusa yang kita miliki saat ini akan kita lepas. Sehingga nanti harapannya pengunjung mau menyatu dengan mereka, nggak takut lagi. Dan sebagai edukasi juga untuk mengenalkan rusa itu,” pungkasnya. (Der/Ulm)