Menu Rahasia Rengginang Lorjuk Khas Madura

Makanan olahan dari lorjuk (blog.traveloka)

MALANGVOICE – Madura dikenal sebagai kota yang memiliki banyak sekali kebudayaan dan ciri khas di dalamnya, salah satunya adalah kuliner.

Salah satu makanan khas yang berasal dari Madura adalah Lorjuk. Lorjuk merupakan kerang bambu yang umumnya terdapat di pantai pesisir ataupun perairan di Pulau Madura. Kerang ini berbeda dengan kerang pada umumnya, bentuknya kecil dan panjang serta memiliki cangkang yang berwarna kecoklatan dengan garis – garis coklat kehijauan.

Untuk mendapatkan lorjuk ini masyarakat Madura memanfaatkan momen saat laut sedang pasang sehingga banyak lorjuk yang terjebak dalam alat tangkap yang dibuat dengan sangat sederhana.

Sedikit Informasi tentang Lorjuk

Masyarakat Madura memanfaatkan lorjuk untuk disantap sebagai jajanan ataupun bahan penyedap masakan sehingga makanan terasa jauh lebih nikmat. Lorjuk juga bisa dikonsumsi secara langsung sebagai masakan yang digunakan sebagai lauk utama ataupun bisa juga dicampurkan dengan kuliner yang lain misalnya soto.

Bentuknya yang sedikit kecil serta kesulitan untuk memperolehnya menjadikan kerang bambu yang satu ini memiliki harga yang agak mahal bila dibandingkan dengan olahan kerang lainnya.

Untuk menyiasati adanya lonjakan harga yang drastis, para pedagang mengolah lorjuk menjadi campuran yang gurih dan enak pada rengginang dan juga kacang.

Olahan Rengginang Lorjuk Khas Madura

Cemilan yang satu ini memang mudah untuk dibuat namun membutuhkan waktu yang cukup lama, sebab melalui beberapa tahapan yang sangat panjang seperti proses penjemuran yang memakan waktu hingga beberapa hari sampai benar – benar kering.

Cita rasa dari rengginang lorjuk memang tidak begitu jauh dengan rengginang pada umumnya, namun ciri khas dari rengginang ini adalah bentuknya yang sangat unik yang menjadikan ciri khas dari masyarakat Madura. Rasanya yang gurih menjadikan rengginang lorjuk menjadi makanan favorit orang Madura. Berikut ini merupakan bahan yang dibutuhkan untuk membuat rengginang lorjuk serta proses pembuatannya :

a. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat rengginang lorjuk

Bahan – bahan yang dibutuhkan untuk membuat rengginang dari kerang bambu adalah beras ketan yang putih sebanyak 1 kg, daun jeruk sekitar 5 lembar, ketumbar yang sudah dihaluskan sebanyak 1 sendok teh, garam sebanyak 1 sendok teh, air panas kurang lebih 500 ml, lorjuk atau kerang bambu yang sudah dikupas sebanyak 250 gr, santan kelapa sebanyak 300 ml, minyak yang digunakan untuk menggoreng rengginang lorjuk yaitu sekitar 1 liter, dan juga bawang putih yang sudah dihaluskan terlebih dahulu sekitar 5 siung saja.

b. Cara membuat rengginang lorjuk

Proses pembuat rengginang lorjuk yakni pertama beras ketan yang sudah disiapkan sebelumnya harus Anda cuci terlebih dahulu hingga bersih dan rendam beras ketan tersebut selama kurang lebih 5 jam. Setelah di rendam, beras ketan dikukus sampai memadat dan diangkat.

Langkah selanjutnya, siramlah kukusan beras ketan dengan air panas sambil Anda aduk terus sampai merata. Biarkan beras tersebut hingga 10 menit, atau sampai sedikit mengering dan tuangkan santan kelapa. Setelah itu, Anda bisa menambahkan bumbu yang sudah dihaluskan sebelumnya dan juga garam. Aduk kembali hingga beras ketan menyatu dengan bumbu dan santan.

Setelah itu, kukus kembali hingga matang dan beras ketan menjadi empuk. Cetak lah beras ketan tersebut menjadi bentuk yang Anda inginkan. Jemur rengginang yang sudah dibentuk di bawah sinar matahari langsung selama kurang lebih 3 hari atau hingga betul – betul mengering.

Setelah kering, angkat dan panaskan minyak goreng terlebih dahulu. Setelah itu, masukkan rengginang dan gorenglah hingga mekar. Rengginang lorjuk siap untuk dinikmati.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Festival Bakso dan Cwimie Segera Hadir di Kota Malang

Febi Damayanti, Bendahara BPPD. (ist)

MALANGVOICE – Sudah bukan rahasia umum jika Malang terkenal dengan bakso dan cwimie. Mulai dari bakso bakar hingga varian mie yang berbeda-beda menjadikan Malang layak sebagai destinasi wisata kuliner.

Hal itu menjadi pemantik Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Malang menggelar Festival Bakso dan Cwimie (FBC). Dua menu andalan itu bakal dikolaborasikan pada ajang ini.

Febi Damayanti selaku Bendahara BPPD Kota Malang menjelaskan, pedagang bakso dan cwimie akan dikumpulkan dalam satu acara. Tujuannya agar mereka memperkenalkan produk dan bisa saling bekerjasama membangun Kota Malang sebagai kota bakso dan cwimie.

“Sebenarnya banyak makanan khas yang ada di Malang ini, tapi memang yang terkenal ini ya bakso dan cwimienya. Karena itu, BPPD menyatukan dua jenis makanan tersebut ke dalam festival mendongkrak Kota Malang sebagai kota kuliner bakso dan cwimie,” papar wanita berjilbab tersebut, Rabu (5/7).

Festival akan dikemas tidak seperti festival pada umumnya, melainkan seperti tempat nongkrong kuliner lengkap dengan pedestrian dan tempat makan dipinggir jalannya. Selain itu pembayarannya juga berbeda, yakni menggunakan non-tunai dengan harapan bisa membantu pemerintah dalam mensukseskan gerakan Bank Indonesia terkait Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).

“Jadi nanti konsepnya itu seperti tempat kongkow dimana kita juga menyediakan meja kursi untuk makan di tempat. Selain itu pembayaran juga bisa nontunai karena kami ingin membiasakan warga Malang untuk bertransaksi non-tunai,” terang Febi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FBC, Brando Alfonso, juga menjelaskan, momen penyelenggaraan even FBC ini bertepatan dengan agenda APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) Juli mendatang. Apakah sendiri dihadiri 90 kota seluruh Indonesia yang diwakili langsung Gubernur Jawa Timur, Walikota dan beberapa pejabat pemerintahan terkait, sehingga sangat berpotensi dalam memperkenalkan bakso dan cwimie ke tanah air.

“Akan ada ratusan orang dari 90 kota yang hadir ke Kota Malang, sehingga tujuan kita untuk mendongkrak Malang sebagai kota Bakso dan Cwimie ke Nasional dan Internasional terbuka lebar. Untuk itu kami berharap adanya kolaborasi yang bagus dengan para pelaku bisnis bakso dan cwimie yang ada di Malang Raya,” terang pria yang akrab disapa Nando tersebut.

FBC diselenggarakan pada tanggal 19 – 20 Juli 2017 mendatang di halaman depan Balai Kota Malang dan sepanjang Jalan Kertanegera. Sekitar 100 stan bakso dan cwimie disediakan panitia.

Tidak hanya memperkenalkan bakso dan cwimienya saja, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan beberapa hiburan mulai dari pertunjukan budaya, senam aerobic, hiburan musik dan bintang tamu Cak Kartolo yang akan berpartisipasi dalam mensukseskan festival kuliner tersebut.

“Intinya kami tidak hanya memperkenalkan kuliner khas Malang, tapi juga tradisi dan budayanya. Untuk itu setiap event selalu kita selipkan dengan pertunjukan seni budaya,” tutup Nando.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Smile Addict, Learning Cafe Baru dan Satu-satunya di Malang

Smile Addict Cafe Baru di Malang. (Instagram Smile Addict)

MALANGVOICE – Kelompok atau komunitas yang bingung mencari tempat nongkrong, kini tak perlu repot lagi. Smile Addict Learning Cafe hadir sebagai solusi.

Smile Addict Cafe adalah sebuah tempat makan, nongkrong dan ngopi dengan konsep learning cafe satu-satunya di Malang. Berlokasi di Jalan Sumbersari no 91, Kav 3, Malang, cafe ini baru saja resmi dibuka 28 September 2017.

Pemilik cafe, Sari Kurniawati, mengatakan cafenya menjawab kegelisahan anak-anak muda, anggota komunitas, yang selama ini kebingungan mencari tempat gathering.

“Sekalipun menemukan tempat yang enak, tapi biasanya berisik, lalu ada yang makanannya nggak enak, banyak asap rokok lagi. Kalau di cafe kami, kami menyediakan tempat yang nyaman, full wifi, makanan enak murah meriah, dan bebas asap rokok,” katanya saat ditemui MVoice.

Smile Addict memang mengangkat konsep healthy environment, sehingga pengunjung tidak diperbolehkan merokok. Menu yang disajikan kebanyakan snack ringan seperti toast, french fries dan lainnya yang tentunya ramah di kantong.

Selain itu, Smile Addict memang mengutamakan segmentasi pasar dari komunitas yang ada di Malang Raya karena Smile Addict ingin menjadi fasilitator dan bagian dari kegiatan positif dan sosial.

“Nama Smile Addict dipilih karena tersenyum merupakan awal memulai mod yang positif dan baik,” tukas Sari.

Dalam peluncurannya, Smile Addict mengeluarkan kartu member bagi komunitas seperti Lukis Bareng Ngalam, Cat Lovers Malang, Gerakan 1000 Guru, Gerakan Dongeng Indonesia, Backpacker Dunia, Akar Tuli dan sebagainya. Member akan mendapatkan diskon 10 persen tiap pemesanan. Setelah 5 kali kunjungan, komunitas akan mendapatkan diskon 20 persen. Fasilitas yang didapatkan yaitu tentunya ruang kumpul lengkap dengan LCD, snack, minuman. Karena terbatas, komunitas di Malang Raya yang ingin menjadi member segeralah mendaftar langsung ke cafe.

“Kami batasi karena kami ingin memastikan pengunjung yang menjadi member kami dapat menikmati suasana learning senyaman mungkin,” tutupnya.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

Hmmm… Soto Mat Tjangkir Ini Benar-benar Gurih

Seporsi soto (anja)
Seporsi soto (anja)

MALANGVOICE – Suka makan soto Kudus? Sekarang Anda bisa menikmatinya di Malang tanpa jauh-jauh ke Kudus. Soto Mat Tjangkir bisa ditemui di Jalan Saxophone, Karangploso Malang.

Soto Mat Tjangkir ini lokasi awalnya di Alun-alun Simpang 7, jantung kota Kudus, dan berkembang pesat hingga sekarang sudah memiliki banyak sekali cabang di seluruh Indonesia, termasuk salah satunya di Malang.

Seporsi Soto Ayam + Nasi Putih ini harganya cuma Rp 15 ribu saja. Uniknya soto ayam ini disajikan dalam mangkuk mungil seperti cangkir.

Soto Mat Tjangkir ini punya karakteristik kuah soto yang bening, bukan model soto bersantan. Jadi kuahnya berupa kaldu ayam yang ditambah dengan sohun, tauge, tomat, suwiran ayam plus taburan bawang putih goreng.

Kalau suka soto yang manis, tinggal tambahkan saja kecap manis plus perasan jeruk nipis.

Sebagai pelengkap makan soto, tersedia perkedel kentang Rp 5 ribu. Plus aneka sate-satean seperti sate ayam, sate jeroan, sate kerang, sate telur puyuh yang harganya Rp 6 ribu saja per tusuknya.

BNN Kota Malang

Mencicipi Sajian Ketan ‘Legenda’ yang Tak Lekang Waktu di Kota Batu

Kedai pos ketan legenda yang berada di di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu (Ayun/MVoice)
Kedai pos ketan legenda yang berada di di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kota Batu memang punya segudang pesona. Saat berkunjung ke kota ini, ada banyak tempat wisata menarik yang bisa kamu eksplor. Mulai dari wisata alam, wisata buatan hingga wisata pertanian.

Tak hanya itu saja, tempat wisata kuliner dengan cita rasa lezat yang melegenda pun juga bisa kamu coba saat berkunjung ke kota yang mendapat julukan de Kleine Swizterland.

Bicara soal kuliner legenda di Batu, tentu tak lepas dari hidangan yang satu ini. Nah, Pos Ketan yang melegenda ini berada di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu.

Berdiri sejak tahun 1967, Pos Ketan Legenda kini memiliki puluhan varian toping. Mulai dari rasa original yang terdiri dari parutan kelapa, bubuk kedelai dan gula jawa, rasa keju susu, hingga rasa duren yang disajikan bersama buah duren asli.

Khotiul Jannah, pengunjung asal Pasuruan mengungkapkan belum ke Kota Batu jika belum mencicipi legitnya sajian ketan di kota dingin ini.

“Tekstur ketannya memang begitu pulen dan terasa meleleh di dalam mulut. Ini menjadi alasan saya kuliner ke Kota Batu. Karena ketan di sini beda dengan lainnya. Meski dibiarkan seharian teksturnya tak keras,” ujarnya.

Sugeng Hadi generasi kedua penerus bisnis Pos Ketan Legenda mengatakan usaha ketan ini pertama kali dirintis oleh neneknya, Siami.

“Resep itu seperti yang dijual oleh nenek sejak 57 tahun silam, hingga ketan kini identik dengan Kota Batu,” ungkapnya saat diwawancarai MVoice.

Pos Ketan Legenda juga mampu menjaga konsistensi rasa sejak 1967. Menurut Sugeng tak ada kiat khusus untuk memasak ketan.

“Paling penting pilih ketan yang berkualitas baik. Kami pilih ketan dari Thailand yang kualitasnya paling baik. Ini lebih mudah diolah dan awet daripada ketan lokal,” imbuhnya.

Untuk penambahan legenda pada nama Pos Ketan diberikan lantaran ketan ini memang melegenda di kalangan pelanggan setia. Warung ketan telah hadir sejak 52 tahun lalu dan masih ramai hingga saat ini.

Pos Ketan Legenda juga dikenal dengan waktu operasional panjang yakni sejak pukul 16.00-03.00 WIB.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Imam Suryono mengatakan kuliner merupakan aset andalan untuk menjual dan meningkatkan perekonomian di suatu daerah.

“Banyak daerah dikenal karena kulinernya. Kuliner memberikan pula manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat,” tuturnya.

Nah, untuk mencicipi kenikmatan ketan legendaris ini, kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 6 ribu hingga Rp 16 ribu saja tergantung dengan varian rasa dan topping yang ingin dipilih.

Legitnya ketan Kota Batu menjadi destinasi kuliner yang sayang jika dilewatkan saat berada di kota dingin ini.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Sempol Bumbu Kari Apel? Coba Saja di Sini…

Sempol bumbu kari apel (anja)
Sempol bumbu kari apel (anja)

MALANGVOICE – Kota Malang terkenal dengan jajanan sempol, makanan yang terbuat dari komposisi telur, tepung dan gilingan ayam, yang kemudian ditusuk dengan bambu dan digoreng.

Semakin enak dan lezat, karena kini hadir varian baru sempol yaitu sempol bumbu kari apel. Dari namanya saja sudah khas Malang. Para pelancong harus mencicipi kuliner karya chef Karyono, dari Fenix Restaurant Gets Hotel Malang.

Sempol ini disajikan dengan baluran bumbu kari apel di bagian dalam dan luarnya. Potongan apel Malang diiris kecil-kecil dan dicampurkn dalam adonan sempol dan bumbu kari. Jadi ketika menggigit sempol, akan ada sensasi tekstur apel yang renyah dan rasa sedikit asam khas buah apel.

Bisa membuat latte art bersama barista professional (anja)
Bisa membuat latte art bersama barista professional (anja)

“Setelah daging ayam dicincang, kemudian dicampur dengan potongan halus bawang merah dan bawang putih, adonan tersebut lalu diblender dan ditambahkan dengan tepung kanji dan tepung terigu, serta campuran bumbu kari dan potongan Apel Malang dan diaduk. Lalu dililitkan pada tusuk sate,” papar Chef Karyono.

Tak cukup sempolnya saja, jangan lupa celupkan sempol ke bumbu saus kari apel yang lezat.

Untuk sausnya, Chef Karyono membuatnya dari bumbu kari cair dengan potongan Apel Malang, dan tambahan bubuk cabai lalu dimasak hingga mendidih dan mengental.

“Wah ini sih beda sama sempol-sempol di sudut-sudut jalan ya. Ini lebih istimewa,” kata salah seorang pengunjung restaurant.

Satu porsi Sempol Kari Apel di Fenix Restaurant Gets Hotel dibanderol dengan harga Rp 10 ribu. Pengunjung juga bisa mencoba untuk memasak sendiri Sempol Kari Apel dalam Fun Cooking Class di Fenix Restaurant Gets Hotel Malang.

Tak hanya membuat Sempol Kari Apel, pengunjung juga bisa mencoba membuat Nasi Bakar Kari Apel dan membuat Latte Art bersama Barista profesional.

BNN Kota Malang

Kenyang Bos! Makan Ayam Panggang Uempuk di Chicken Run

Menu chicken run. (IG malang kuliner)
Menu chicken run. (IG malang kuliner)

MALANGVOICE – Wahai kalian para pecinta kuliner ayam-ayaman, belum afdol jika belum icip-icip menu ayam panggang di Chicken Run. Yap, brand yang terkenal menyajikan menu ayam ini digawangi pembalap ganteng Rifat Sungkar. Sebelumnya, brand ini sudah buka di Jakarta dan Bandung.

Konsep mereka menyajikan menu ayam panggang empuk dengan aneka saus pilihan. Pengunjung Chicken Run bisa bebas melihat mas-mas yang memotong daging ayam sembari mengoleskan saus kecap ke ayam yang dipanggang slow roasted (panggang perlahan) yang dipajang di dinding-dinding kaca.

Karena metode panggang itu, daging yang dihasilkan matang merata dengan daging yang lebih lembut dan kulitnya yang tipis dan gurih. Makan seperemat porsi atau full satu ekor ayam pasti nagih karena rasanya tidak membuat eneg.

Selain ayam, Chicken Run juga menyajikan menu sandwhich. Dan harganya, dijamin ramah di kantong kok. Satu ekor ayam seperampat porsi dibanderol Rp 25 ribu. Lalu untuk full porsi Rp 75 ribu.

Langsung saja meluncur ke Jalan Retawu No.4, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65115, Indonesia. Chicken Run buka jam 10.00-22.00 WIB.(Der/Ak)

BNN Kota Malang

Numani Senang, Lezatnya Nugget Berbahan Utama Rumput Laut Cocok untuk Diet

Nugget Rumput Laut yang sudah matang dan siap disantap (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) baru saja menciptakan makanan olahan nugget Numani Senang berbahan utama rumput laut. Mereka adalah Tristanti Rakhmaningrum, Anggia Kususma, Respati Satriyanis, Umdatul Muftin, dan Vany Zuhriya Zain oleh bimbingan Dr Murni Sapta Sari MSi.

Tristanti mengatakan, bahan rumput laut yang mereka ambil berasal dari Kabupaten Pacitan, tepatnya di Kecamatan Ngadirojo yang memiliki potensi sumber daya alam prospektif khususnya bidang perikanan di kawasan pantai. Bukan hanya ikan, ternyata daerah tersebut punya komoditas rumput laut yang besar.

Kemasan Nugget Rumput laut (Anja Arowana)

“Produksi rumput laut bisa sampai 13 ribu kilogram lebih tahun 2010 lalu. Jenis rumput laut yang banyak di daerah Ngadirojo adalah Eucheuma cottonii. Sayangnya rumput laut disana dijual dalam bentuk bahan mentah. Jadi untuk peningkatkan nilai produk harus ada inovasi baru,” kata dia kepada Mvoice.

Kemudian, Tristanti dan timnya membuat nugget rumput laut dengan cara mengganti bahan utama daging sebagai nugget dengan rumput laut yang dihaluskan. Metode pengolahannya pun hampir sama dengan metode membuat nugget pada umumnya.

Rumput laut jenis ini, lanjutnya, selain mengandung karagenan yang tinggi, apabila dalam bentuk tepung dapat mengandung serat pangan total mencapai 91,3% berat kering dan iodium sebesar 19,4 µg/g berat kering

“Cocok buat diet lho, karena lemaknya rendah, ” tukasnya.

Hasil inovasi mereka pun berhasil didanai penuh oleh DIKTI dalam program PKM Nasional 2017. Mereka berharap mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas produk hasil olahan rumput laut yang dapat menjadi produk unggulan khas daerah Pacitan, membantu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Ngadirojo.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Pasar Senggol ‘Jaman Now’ di Warung Mamah Sum Gendut

Suasana pasar senggol jaman now. (Anja a)
Suasana pasar senggol jaman now. (Anja a)

MALANGVOICE – Warung Mamah Sum Gendut, di Jalan Pahlawan Trip B-36, menggelar konsep baru menikmati makanan mulai 15 November sampai 31 Desember nanti.

Warung Mamah Sum menggelar Pasar Senggol ‘Jaman Now’. Gerobak-gerobak makanan lezat dan murah meriah sengaja didatangkan ke warung. Pelanggan bisa mencicipi aneka menu selain menu umum Warung Mamah Sum.

Marketing Mamah Sum Gendut, Yuli Indrayani, mengatakan, konsep pasar senggol belum pernah dilaksanakan tiga tahun belakangan. Jadi, tak ada salahnya jika Mamah Sum mengobati rasa kangen pelanggan dengan menghadirkan pasar senggol kekinian alias jaman now.

Gerobak-gerobak makanan menyediakan berbagai menu. (Anja a)
Gerobak-gerobak makanan menyediakan berbagai menu. (Anja a)

“Menu-menu pasar senggolnya menyesuaikan menu utama Mama Sum, mulai dari siomay, pecel, rawon, martabak, terang bulan, dan mie pedes. Untuk mie pedes ini kita racik sendiri bumbunya dari macam-macam sambal andalan Mamah Sum,” kata Yuli sat ditemui MVoice, Junat (17/11).

Pelanggan Mama Sum mencicipi menu bakaran. (Anja a)
Pelanggan Mama Sum mencicipi menu bakaran. (Anja a)

Setidaknya ada lima buah rombong yang ditambahkan di Warung Mamah Sum. Tiap rombongnya menyajikan 10 varian menu. Harganya? Jangan khawatir, makanan harga mulai Rp 2 ribu sampai Rp 22 ribu saja.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Ingin Nongkrong dengan Konsep Barang Bekas? Ini Tempatnya

Pengunjung saat asik berswafoto di Retrorika Cafe Bar & Resto, Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Berkonsep recycle reuse, Retrorika Cafe Bar & Resto menyajikan nuansa berbeda dan unik di antara kafe yang ada di Kota Batu. Sembari bersantai, pengunjung bisa menikmati suasana dan pemandangan Kota Apel.

Ya, kafe ini terletak di Desa Bumiaji, Kota Batu. Hampir 90 persen bahan interior dan eksterior penghias kafe ini dari barang bekas. Tak heran jika kafe ini menjadi perhatian khusus kalangan anak muda. Lantaran kafe ini mengusung konsep green house dan eco-friendly.

Owner Retrorika Cafe Bar & Resto, Swiss Winnasis mengatakan jika awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi barang-barang bekas. Ia tak pernah merasa gengsi untuk mengumpulkan barang bekas dari rongsokan.

“Retrorika sengaja saya konsep ramah lingkungan. Baik dari bangunan hingga pengolahan limbah sampahnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kafe ini merupakan satu-satunya kafe yang memiliki konsep ramah lingkungan atau Eco-Friendly. Sehingga, mulai dari bahan bangunan hingga cara pengolahan limbah dapur sangat ramah lingkungan.

Selain tempat nongkrong, Retrorika Cafe Bar & Resto juga memiliki ratusan koleksi tanaman sukulen berbagai jenis. Sehingga menjadikan kafe ini menjadi satu-satunya kafe di Indonesia yang memamerkan koleksi tanaman sukulen berbagai jenis

Tak hanya itu saja, di dalam kafe juga terdapat perpustakaan mini. Buku-buku di sana tertata rapi di lesung bekas.

Buku-buku itu juga merupakan koleksi pribadi milik Swiss. Tanaman yang ada di sana tidak hanya sekadar dijadikan pajangan saja, namun juga dijual.

Lokasi kafe itu adalah rumah tinggalnya. Sampai sekarang Swiss sangat menerima jika ada yang menghibahkan barang bekas kepada dirinya.

“Untuk menu makanannya juga masih tradisional, semua makanan dimasak fresh. Tidak ada makanan yang disimpan di dalam freezer,” bebernya.

Tidak hanya ornament nya yang dari barang bekas, bahkan sampahnya juga dimanfaatkan untuk peternak. Jika ada sampah plastik, diberikan ke bank sampah. Sementra sampah dapur diberikan ke peternak bebek.

Kafe ini buka sejak pagi pukul 10.00 WB – 23.00 WIB. Diketahui, Swiss hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk mempersiapkan semua ini.

Ella Sani (23) pengunjung asal Lumajang menyatakan suka dengan kafe ini. Dikatakannya, selama kurang lebih satu jam di sana ia menghabiskan waktu hanya untuk berswafoto.

“Awalnya penasaran, karena saya tau di Instagram teman-teman pada foto di kafe ini. Ternyata keren banget dan sangat instagramable,” tutupnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang