Kangen Masa Kecil, Ayo Main Tamagotchi Lagi

Tamagotchi (Istimewa)

MALANGVOICE – Mereka yang menghabiskan masa kecil di era-90 an pasti ingat dengan mainan ini. Mainan kecil mirip gantungan kunci namun memiliki layar dan berisi permainan binatang peliharaan virtual ini dikenal dengan tamagotchi.

Kini bagi Anda yang kangen dengan mainan itu tak perlu khawatir, karena perusahaan Bandai America dikabarkan akan memproduksi dan memasarkan kembali Tamagotchi secara global. Rencananya produk ini dibuat cukup terbatas dan dibanderol Rp 210 ribu. Alamak, lebih mahal dari harganya dulu.

“Sekarang sedang ada tren besar dengan nostalgia dekade 90-an, jadi (Tamagotchi) sejalan dengan apa kami lihat sedang terjadi di pop culture,” ujar Liz Grampp, VP Marketing and Brand Management Bandai America, dikutip dari halaman Verge, Rabu (11/10).

Produk Tamagotchi yang lahir kembali ini berbentuk lebih kecil dibanding dulu, tapi rupa fisiknya yang serupa telur, berikut layar LCD monokrom untuk menampilkan sosok binatang peliharaan virtual, tetap dipertahankan. Tentu saja rencana Bandai America ini membuat pecinta mainan retro ini tersenyum sumringah.(Der/Ak)

Bagaimana, sudah tak sabar ingin memiliki peliharaan virtual?

BNN Kota Malang

Mbois, Inovasi Cicilan ini Ramah untuk Kantong Mahasiswa

Farah Shabrina (berhijab) salah satu Student Ambassador di Universitas Negeri Malang saat bertransaksi melalui cicil.co.id. (istimewa)

MALANGVOICE – Bagi anda mahasiswa yang doyan belanja tapi belum mapan soal finansial, cicil.co.id jadi kabar membahagian. Sebuah financial technology platform terbaru ini memungkinkan mahasiswa untuk berbelanja online dengan cicilan ringan perbulannya.

”Kami berharap solusi kami dapat membantu teman-teman mahasiswa karena saat ini opsi pembayaran cicilan bagi mahasiswa sangatlah terbatas,” kata Founder cicil.co.id, Mr. Edward Widjonarko.

Edward menambahkan, bahwa inovasi ini terinspirasi dari pengalaman pribadi. Yakni saat masih mahasiswa, diakui betapa frustrasinya tidak dapat membeli barang impian atau kebutuhan kuliah karena besarnya harga yang harus dibayar untuk uang muka.

”Dengan layanan khusus mahasiswa ini, mahasiswa tidak perlu lagi menunggu berbulan-bulan untuk membeli barang impian,” ujarnya.

Caranya sangat sederhana. Mahasiswa dapat memilih produk dari berbagai e-commerce terpercaya dengan cara copy link produk lalu paste ke cicil.co.id. Persyaratannya pun cukup mudah. Pemohon merupakan mahasiswa aktif, daftarkan dahulu profil, paste link barang yang diinginkan dari salah satu e-commerce, kemudian atur simulasi cicilan.

”Lalu kami akan memverifikasi data maximal 3 hari kerja. setelah profil disetujui, pemohon hanya perlu melakukan verifikasi langsung dan penandatanganan persetujuan cicil bersama Student Ambassador kami. Setelahnya, dapat melakukan transaksi dengan menggunakan fasilitas cicil sesuai dengan batas transaksi yang diberikan,” urainya.

Lalu, bagaimana jika misalnya lupa untuk membayar cicilan? Nah, pemohon tidak perlu khawatir. Pihaknya akan mengirimkan email pengingat beberapa hari sebelumnya.

”Sehingga pemohon tidak lupa untuk membayar kewajiban cicilan,” tukasnya.

Yuppie Witanto Kepala Marketing cicil.co.id menambahkan, inovasi ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiwa yang ingin belajar tentang start-up. Pihaknya akan melatih kemampuan dan menambah pengalaman marketing melalui program Student Ambassador.

”Student Ambassador akan menjadi duta promosi serta public relations cicil.co.id di wilayah kampusnya masing-masing,” jelasnya.

Farah Shabrina salah satu Student Ambassador di Universitas Negeri Malang mengatakan, cicil.co.id memang bermanfaat sekali. Dia kini terbiasa bersosialisasi dengan banyak orang asing, serta cepat mendapat teman banyak.

”Cicil.co.id memberi pengalaman kerja yang sangat efektif, saya merasa dihargai di posisi ini,” pungkasnya.(Coi/Aka)

BNN Kota Malang

Mbois! Pasar Online Malang, Aplikasi Android Penjual Khusus Malang Raya

Tampilan aplikasi Pasar Online Malang dan Roy Maulana, pencipta aplikasi. (Anja a)
Tampilan aplikasi Pasar Online Malang dan Roy Maulana, pencipta aplikasi. (Anja a)

MALANGVOICE – Kini penjual atau pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Malang Raya bisa menjajal aplikasi Android, Pasar Online Malang. Aplikasi ini dibuat warga asli Malang, Roy Maulana.

Pria yang akrab disapa Roy ini, mengatakan, pembuatan aplikasi ini diharapkan mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan media sosial lebih optimal. Aplikasi ini bisa jadi solusi para pemilik usaha yang selama ini seringkali berjualan di dunia online. Bedanya, aplikasi ini hanya dikhususkan penjual dari Malang saja. Sehingga, para pembeli dari seluruh dunia, bisa lebih mudah jika berbelanja produk dari Malang.

“Penjualnya khusus Malang saja. Kalau pembelinya bebas dari semua Kota bisa belanja disini,” katanya saat dihubungi MVoice.

Aplikasi Android ini didesain sederhana dan lugas. Layaknya lapak pasar, pengguna Android setelah login, bisa menemui beberapa kategori produk yang diinginkan. Ada mainan, produk kreatif, kecantikan, fashion, buku dan sebagainya.

Setelah memilih kategori, pengguna akan menemukan tampilan berbagai macam online shop. Pengguna tinggal klik saja tombol simbol ‘Whatsapp’ jika ingin menghubungi pembeli. Aplikasi akan menyambungkan langsung dengan chat Whatsapp penjual, tanpa repot-repot menyimpan kontak di dalam smartphone.

“Untuk cara pesan dan transaksi, akan diserahkan pada penjual masing-masing. Tiap toko cara order dan transaksinya beda,” kata Roy.

Aplikasi ini bisa diunduh gratis di Google Playstore. Saat ini ada 100 pengguna yang sudah mendownloadnya. Para penjual bisa menikmati fasilitas aplikasi gratis selama dua bulan. Selanjutnya akan dikenai biaya retribusi sebesar Rp 100 ribu/bulan. Cara mendaftarkan toko/produk di aplikasi ini bisa langsung menghubungi developer di kontak yang disediakan. Jika dirasa berjualan di aplikasi ini tak efektif, penjual boleh mengundurkan diri kapan saja.

“Teman-teman penjual dan pembeli mungkin masih ragu-ragu memakai aplikasi ini. Namun, kami berusaha untuk mengembangkan aplikasi ini agar bisa digunakan banyak orang. Harapannya berbelanja produk asal Malang jadi lebih mudah,” tutupnya.

Sebagai tips, Roy menyarankan pengguna untuk selalu mengklik tombol ‘update’ di dalam aplikasi untuk pengoptimalan fungsi aplikasi yang sudah diperbaharui.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Peternak Puyuh Kesulitan dengan Pakan dan Sangkar, Unitri Beri Solusi!

Solusi untuk peternak puyuh. (istimewa)

MALANGVOICE – Usaha ternak puyuh dapat dikembangkan sebagai usaha mikro dengan pemanfaatan tempat yang tidak luas dan pemanfaatan modal awal yang relatif kecil. Sayangnya, peternak puyuh biasanya kesulitan karena harga pakan yang mahal dan harga telur rendah.

Untuk itu Universitas Tribhuana Tungga Dewi (Unitri) Malang memberi solusi berupa mesin pembuat palet dengan komposisi campuran bahan pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi burung puyuh. Dan juga desain sangkar yang pas dan tahan lama untuk kebutuhan peternak

“Kalau bikin pakan sendiri, produksi telurnya rendah kalau pakai pakanbuatan pabrik, mereka merugi sekitar 3 bulan. Lalu umur omlakai sangkar burung puyuh juga sikat cuma 3-4 tahun saja. Mereka harus buat sangkar baru lagi setelahnya. Biaya lagi,” papar penggagas ide, Riyanto Joko dan Eka Fita Sari.

Alat pembuat pakan puyuh. (istimewa)

Bentuk pakan butiran ini merupakan bentuk pakan yang disukai oleh burung puyuh. Dengan bentuk yang disukai oleh burung puyuh akan berdampak sisa pakan yang dikonsumsi burung puyuh relatif sedikit. Konsumsi pakan yang tercukupi ini diharapkan berdampak pada produksi telur yang prosentasenya tinggi dan stabil.

Sangkar burung puyuh juga didesain agar lanen telur diambil dari dalam sangkar diantara kerumunan burung puyuh. Pengambilan ini menyebabkan tangan peternak selalu masuk kedalam sangkar dan bersinggungan dengan puyuh. Karena setiap hari bersinggungan dengan tangan menyebabkan puyuh tidak terlalu sensitif dan tidak mudah stres, sehingga produksi telur relatif lebih stabil.

“Harapannya solusi ini bisa mempermudah peternak meraih untung banyak dengan biaya perawatan dan pakan yang lebih ekonomis,” tutup Joko.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

Galaxy A8, Amunisi Samsung Terbaru dengan Kamera Mbois dan Layar Bezel-less

Samsung Galaxy A8 diperkirakan akan lebih unggul dari desain seri A sebelumnya. (youtube.com)

MALANGVOICE – Samsung dikabarkan segera meluncurkan smartphone seri A terbaru. Ponsel pintar ini dikabarkan mengangkat desain layar bezel-less dengan performa kamera ‘mbois’.

Menurut informasi yang dirangkum MVoice dari Phone Arena, Senin (27/11), desain layar ini mirip seperti Samsung S8. Tapi, ada fitur unggulan lain menempatkan dual camera di bagian depan. Tapi fans akan dibuat penasaran, karena Samsung belum mengumumkan resmi berapa megapixel kamera A8 ini.

Dengan penggunaan desain bezel-less dan layar penuh ini, tentu tidak ada tombol home fisik. Sensor sidik jari kemungkinan akan ditempatkan di bagian belakang.

Samsung diperkirakan akan memperkenalkan lini Galaxy A terbaru di bulan Desember atau awal tahun 2018. Bersiaplah! (Der/Yei)

BNN Kota Malang

Gahar! Hardcore iCafe Sediakan Fasilitas Standar Internasional Bagi Gamers

Puluhan komputer dengan spesifikasi prima disiapkan. (Anja)
Puluhan komputer dengan spesifikasi prima disiapkan. (Anja)

MALANGVOICE Hardcore iCafe baru saja diresmikan sebagai sebagai GeForce-Certified Platinum iCafe. Hardcore iCfe yang dulunya hanyalah warnet sederhana dengan beberapa komputer dan fasilitas tidak berstandar itu kini berubah total dengan fasilitas gaming terbaik dan terstandar untuk e-sports (olahraga digital) level dunia.

Hardcore iCafe mempersenjatai diri dengan NVlDlA GeForce GTX GPU, siap menyuguhkan pengalaman gaming terunggul kepada para gamers yang akan mengasah kemampuan di tempat tersebut.

Selain itu, dukungan teknologi terdepan NVIDlA serta standardisasi yang tinggi yang dihadirkan Hardcore iCafe diharapkan dapat mengoptimalkan kontribusinya sebagai salah satu fasilitas yang siap digunakan untuk mendukung pembinaan e-sports Indonesia, khususnya mencetak atlet-atlet gaming maupun para analis serta komentator andal yang bisa memiliki prestasi membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, pemilik Hardcore iCafe, Stevanus, mengaku sangat bangga Hardcore menjadi GeForce-Certified iCafe Platinum pertama di Indonesia dan sekaligus berkesempatan untuk menjadi salah satu fasilitas e-Sports berstandar internasional di lndonesia.

“Dukungan teknologi terdepan dan standardisasi internasional menjadikan kami memiliki kesempatan yang semakin besar dalam turut mengoptimalkan pembinaan prestasi generasi digital Indonesia. Khususnya yang berada di Malang dan sekitarnya, dalam mengembangkan diri menjadi insan berprestasi yang mampu mengharumkan nama sekolah, daerah, maupun Indonesia melalui e-Sports,” kata dia.

Baca Juga: Asyik! Dukung E-Sports, NVDIA Buka iCafe di Kota Malang

Bukan berarti sebagai tempat gaming, iCafe akan bebas dan tempat santai tanpa peraturan, justru Hardcore iCafe akan menerapkan aturan yang ketat dan berorientasi pada pembinaan guna mampu menciptakan potensi-potensi di dunia e-sports Malang dan sekitarnya agar ke depannya dapat berkontribusi terhadap perkembangan e-sport tanah air.

Untuk mendukung komitmen tersebut, Stevanus telah melengkapi iCafenya dengan fasilitas yang dapat dimanfaatkan peminat e-Sports dalam mengoptimalkan bakat serta kemampuannya, seperti fasilitas Battle Arena, Broadcast Studio. Bootcamp, dan premium gaming mom. Khusus untuk fasilitas Virtual Reality Roam akan siap dihadirkan di Bulan Februari mendatang.

Melalui suguhan teknologi dan fasilitas yang lengkap dan canggih, iCafe yang berlokasi di Jalan Dieng No 27 D-F, Bareng, Kota Malang, ini juga memungkinkan pemuda mengasah bakat dan kemampuan sebagai pemandu atau komentator jalannya pertandingan yang juga dituntut piawai dalam menganalisa dalam bahasa yang cerdas dan segar, meningkatkan kemampuan sebagai Youtuber, atau sebagai games programmer yang mampu bersaing di tingkat internasional.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Ekstrak Kulit Buah Naga Bisa Menjadi Obat Pendamping Penderita Kanker

Ekstrak kulit buah naga bisa jadi obat pendamping. (Red Velvet Confections)
Ekstrak kulit buah naga bisa jadi obat pendamping. (Red Velvet Confections)

MALANGVOICE – Buah naga memiliki kandungan antioksidan tinggi, karena buah naga juga mengandung vitamin C dengan kadar yang cukup tinggi. Dari hasil penelitian terbukti bahwa kulih buah naga merah mengandung senyawa antioksidan lebih baik bila dibandingkan dengan daging buahnya.

Pakar Biomedik dari Universitas Brawijaya, Imam Prabowo, menjelaskan, antioksidan diperlukan bagi tubuh manusia karena merupakan perlindungan terhadap sel dalam melawan radikal bebas.

Imam Prabowo, Pakar Biomedik. (istimewa)
Imam Prabowo, Pakar Biomedik. (istimewa)

“Merupakan penghambat proses oksidasi walaupun dalam konsentrasi yang relatif sedikit. Akibat yang ditimbulkan oleh oksidan bila tidak dihambat oleh antioksidan adalah kerusakan DNA yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi dan memungkinkan terjadinya kanker,” paparnya.

Dia menambahkan, selama ini, pada pemberian Cisplatin (CIS) sebagai salah satu elemen kemoterapi dalam pengobatan Karsinoma Nasofaring (KNF) (salah satu jenis kanker), berdampak pada kerusakan sel kanker dan sel sehat.

Namun, pada pemberian ekstrak kasar kulit buah naga merah dan cisplatin, bisa mencegah terjadinya translokasi p21 ke sitoplasma dan menurunkan derajat toksisitas radikal bebas serta akan makin memperjelas peran p21 pada sel kanker nasofaring tidak berdeferensiasi yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr.

Dari hasil uji formulasi dan uji klinis yang dilakukannya, ternyata dosis senyawa ekstrak kasar kulit buah naga dapat menjadi pilihan obat pendamping.

“Ekstrak kulit buah naga bisa dijadikan sebagai kemopreventive pada penderita kanker yang menjalani kemoterapi dengan Cisplatin (CIS), walaupun harus dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dosis dan keamanan obat,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Mbois! Belajar Bahasa Isyarat Lebih Mudah dengan Aplikasi Difodeaf

DEFODEAF permudah tuna rungu berkomunikasi. (Istimewa)
DEFODEAF permudah tuna rungu berkomunikasi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (Filkom UB) Program Studi Teknik Informatika (Prodi TIF) angkatan 2016 membuat aplikasi penerjemah bahasa verbal menjadi bahasa isyarat yaitu Difodeaf (Dictionary for Deaf).

Mereka adalah Anjas pramono, Jauhar Bariq Rachmadi dan Avisenna Abdillah Alwi. Dijelaskan Anjas, Difodeaf adalah aplikasi ponsel berbasis Android yang dapat membantu berkomunikasi antara orang normal dan penderita tuna rungu.

Caranya, aplikasi ini akan membantu pengguna untuk mempelajari bahasa isyarat. Difodeaf dilengkapi fitur yang dapat mengubah kata dari bahasa Inggris atau bahasa Indonesia menjadi gambar ilustrasi dalam bahasa isyarat.

“Lebih tepatnya gambar yang ditampilkan dalam bentuk file .gif. Jadi untuk bahasa isyarat yang perlu ada gerakan tangan bisa dipahami. Aplikasi kami ini tidak hanya menerjemahkan kata saja, tapi juga bisa untuk kalimat,” jelas Anjas.

Dasar yang digunakan dalam penerjemahan pada aplikasi Difodeaf adalah American Sign Language (ASL). Sehingga bahasa isyarat dalam Difodeaf dapat digunakan untuk skala internasional, tidak terbatas untuk lokal atau nasional saja. Rencananya aplikasi ini akan terus dikembangkan dengan melakukan penambahan perbendaharaan kata. Selain itu aplikasi ini kedepannya direncanakan untuk bisa diunduh secara gratis di Google Play Store.

“Harapannya dengan adanya Difodeaf, keterbatasan komunikasi antara penyandang tuna rungu dan wicara dengan masyarakat umum dapat diselesaikan. Selain itu semoga bisa menggugah masyarakat umum juga supaya bisa lebih aware dengan keberadaan difable disekitarnya,” tambah Anjas.

Aplikasi Difodeaf ini juga telah membawa Anjas beserta tim meraih penghargaan dalam ajang kompetisi internasional. Penghargaan berupa silver medal berhasil di dapat dalam ajang kompetisi interansional Crown International Invention, Innovation and Articulation (I-IDEA 2018 CROWN) yang diselenggarakan di Universiti Teknologi MARA, Malaysia (26/4/2018).(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Qur’ani, Aplikasi Belajar Al-qur’an Ciptaan Mahasiswa UM

Mahasiswa UM pencipta Aplikasi Qur'ani. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Penyandang tunarungu kini bisa lebih mudah memahami dan belajar Al-Qur’an dengan aplikasi yang diciptakan sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang. Adalah Qur’ani, aplikasi pembelajaran membaca Al-qur’an inovasi M Ilham Nurhakim, Rony Aldhea Dwi Cahya, dan Elien Widayuk.

“Selama ini pendidikan bagi penyandang tunarungu di Indonesia tertinggal dari negara-negara lain. Demikian penyandang tunarungu di Indonesia lulus tanpa penguasaan bahasa. Nah, aplikasi ini hadir sebagai solusi belajar Al-qur’an bagi mereka. Masyarakat umum juga bisa menggunakannya,” kata Ilham.

Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur lengkap membaca Al-Quran, memuat tampilan huruf hijaiyah, iqro jilid 1-6, juz amma, dan evaluasi. Setiap kontennya menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

“Di dalamnya ada 28 huruf hijaiyah. Semisal, pengguna bisa belajar melafalkan huruf alif dengan menekan tombol microfone. Selanjutnya akan muncul suara yang diucapkan. Konten juga dilengkapi play suara dan isyarat tangan berupa animasi,” tambah dia.

Selain itu, ada pula tampilan iqra jilid 1 sampai jilid 6 dimana anak atau pengguna bisa memilih tiap kontennya sesuai kemampuan. Konten iqra juga dilengkapi sistem suara dan animasi isyarat.

Untuk fitur juz amma, aplikasi menyediakan konten bacaan surat pendek dengan teks arab, terjemahan, dan juga latin untuk memudahkan pembelajaran. Video bahasa isyarat surat pendek juga menjadi pelengkap aplikasi ini.

“Bahasa isyarat ini sebagai salah satu cara menghafal dan memahami Al-qur’an bagi penyandang tunarungu,” tutup Ilham.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Aplikasi Game dan Kuliner Jadi Andalan Industri Kreatif Kota Malang

Pemkot Malang - Bekraf tandatangani momitmen bersama pengembangan ekonomi kreatif. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Pertumbuhan industri ekonomi kreatif di Kota Malang menunjukkan grafik positif dalam beberapa waktu terakhir ini, ditandai dengan banyaknya startup baru bermunculan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Malang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari sektor ini.

Melihat tumbuh dan kembangnya industri kreatif tersebut, Pemerintah Kota Malang mengajukan diri untuk dilakukan uji petik terhadap 3 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas kepada Tim Pemeringkatan Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di bawah naungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia.

Hasilnya, dua subsektor yakni Game Aplikasi dan Kuliner dijadikan fokus andalan di Kota Malang untuk dikuatkan dalam bentuk komitmen bersama antara Pemkot Malang dan Bekraf. Pemaparan Uji Petik Kota Kreatif dan Penandatangan Berita Acara Komitmen Bersama Antara Pemkot malang dan Bekraf, dilakukan di Ruang Sidang Balai Kota Malang, dan dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, H. Moch Anton dan Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkrawi, pada Selasa (20/6).

Kota Malang sendiri termasuk dari 40 kota/kabupaten yang sudah didatangi oleh Tim PMK3I untuk mendorong ekonomi kreatif. Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari, mengatakan, dua subsektor andalan Kota Malang ini berdasarkan penilaian tim independen, di samping keterlibatan para ahli dan akademisi.

Dengan begitu, diharapkan Kota Malang menjadi percontohan dan yang terbaik di Indonesia dalam hal mendorong ekonomi kreatif. “Uji petik sudah kami lakukan di berbagai daerah termasuk di Kota Malang, dengan harapan ekonomi kreatif ini mampu menjadi solusi dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hari Sungkari.

Penandatangan berita acara yang dilakukan pada hari ini, kata Hari, merupakan bentuk komitmen dari Pemkot Malang dan Bekraf untuk fokus mengembangkan dua sektor yang sudah diputuskan dalam uji petik yakni Game Aplikasi dan Kuliner. “Penandatanganan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah meningkatkan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, H. Moch Anton, mengatakan, potensi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang memiliki sendi penopang yang sangat kuat. Selain, potensi sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dari para anak muda kreatif yang tergabung dalam Malang Creative Fusion (MCF), kehadiran 55 perguruan tinggi sebagai sarana pengembangan dari sisi akademis juga sangat mendukung hal itu.

“Waktu awal Pemkot Malang membentuk MCF, kita sudah melihat potensi besar itu, sehingga saat ini bisa ditunjukkan hasil nyata,” kata suami Hj Dewi Farida Suryani itu.

Pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang mencapai angka 5,6 persen dengan tingkat inflasi yang cukup rendah yakni 2,6 persen, menunjukkan jika selama ini berbagai sektor termasuk sektor ekonomi kreatif berperan di dalamnnya.

“Kota Malang ini memiliki penduduk yang padat, dan masalah besar dari segi ekonomi adalah inflasi, namun dengan adanya anak muda kreatif ini angka inflasi kita masih lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.

BNN Kota Malang