Maxwin Tawarkan Semua Masyarakat Dapat Miliki Saham Tanpa Riba

Senior Associate Maxwin Organization, Agung Riyadi. (Lisdya)

MALANGVOICE – Maxwin Organization menawarkan program kepemilikan saham dengan mudah. Bahkan, diklaim bebas bunga atau riba.

Dengan tagline semua orang bisa punya saham perusahaan, sekaligus organisasi yang berafiliasi dengan group belibisnis.com ini menawarkan program revolusioner Indonesia bebas riba.

Senior Associate Maxwin Organization, Agung Riyadi, menyampaikan, pihaknya memiliki program “Marketing Konglomerat”.

Ia menjelaskan, dengan marketing konglomerat ini semua elemen masyarakat bisa mengikuti, baik ibu rumah tangga, buruh, jurnalis, kalangan profesional, bahkan mahasiswa, mampu memiliki saham di satu perusahaan tertentu.

“Akan kami berikan pelatihan, karena kami ingin mereka go publish. Pelatihannya khususnya dalam hal jual belinya saham perusahaan,” kata Agung Riyadi dalam gelaran table talk, Kamis (8/11).

Ia pun memaparkan, untuk mendapatkan saham di perusahaan tertentu, anggota yang tergabung dalam program Marketing Konglomerat hanya mempertemukan pengusaha atau klien yang cashflow bisnisnya dengan pihak Maxwin.

“Seperti contoh, Anda mempunyai bisnis dan cashflow bisnisnya bermasalah, pertemukan dengan kami nanti akan kami bantu hingga go publish. Kalau go publish, saham 2,5 persen dari perusahaan tadi jadi miliknya,” ujar Agung.

Kendati demikian, Agung menjelaskan, tidak semua perusahaan akan dibantu oleh Maxwin hingga go publish. “Kalau di Malang ini ya, yang kemungkinan lolos ya kuliner, EO dan lain sebagainya itu. Karena kami melihat pangsa pasarnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, program Marketing Konglomerat merupakan bisnis yang ditawarkan Maxwin tanpa ada praktik riba. Yang terjadi adalah, perusahaan yang sedang low mampu bangkit kembali hingga go publish. Sementara bagi anggota Marketing Konglomerat selain berhasil membantu perusahaan yang tengah sekarat, juga mendapatkan bonus tambahan, yakni saham 2,5 persen.

Selain program Marketing Konglomerat, ada pula program partnership yang ditujukan bagi para pengusaha ataupun investor yang ingin berbisnis bersama Maxwin. Selain pengusaha, koperasi dan yayasan pun bisa ikut andil dalam program partnership Maxwin. (Der/Ulm)

Pemuda Olah Logam Bekas, Omzet Puluhan Juta Rupiah

Beberapa contoh karya Jonathan. (Anja Arowana)
Beberapa contoh karya Jonathan. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Limbah dari pabrik otomotif dan rumah tangga yang memiliki unsur kuningan, giral dan aluminium ternyata bisa menjadi bahan kerajinan bernilai jual tinggi. Ialah Jonathan Adi Prabowo, pemuda pengerajin patung logam beromzet puluhan juta.

Alumni jurusan Akutansi Universitas Brawijaya (UB) ini termotivasi membuat patung logam karena tertarik dengan ornamen-ornamen di Bali.

“Saya suka sama ornamen-ornamen hiasan di Bali, patung-patung di Bali juga. Makanya saya tertarik untuk berbisnis ini,” kata pemudia berusia 22 tahun ini.

Jonathan saat ditemui MVoice. (Anja Arowana)
Jonathan saat ditemui MVoice. (Anja Arowana)

Jonathan mengaku, pada mulanya dia sama sekali tidak punya skill mengolah logam. Barulah pada 2016, dia mendapatkan pelatihan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang. Sejak saat itu Jonathan mengasah sendiri ketrampilannya membuat gantungan kunci sederhana.

“Waktu itu, ada pelatihan dari Disperindag. Jadi saya ikut. Latihan eleltroplatting pengecoran logam. Lalu diajari membuat kerajinan,” kata Jonathan.

Hingga saat ini, Jonathan mempunya 4 tukang di rumahnya. Kali ini bukan hanya gantungan kunci, Jonathan juga membuat keris, ornamen senjata-senjata tradisional khas daerah, patung dari ukuran kecil hingga besar, tingginya mencapai 1 meter. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 6 ribu – 1.5 juta. Dalam sebulan omzet Jonathan bisa sampai Rp 30 juta. Kerajinannya pun terjual diseluruh Indonesia sampai ke Singapore dan Thailand.

“Hotel, toko souvenir, dan orang yang punya hajatan biasanya pesan,” tukas dia.

Jonathan berencana akan terus mengembangkan bisnisnya dan memperbanyak pegawai. Dia juga berharap agar pemerintah selalu memberi dukungan untuk para pengerajin di Kota Malang.


Reporter: Anja Arowana
Editor; Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Aplikasi Game dan Kuliner Jadi Andalan Industri Kreatif Kota Malang

Pemkot Malang - Bekraf tandatangani momitmen bersama pengembangan ekonomi kreatif. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Pertumbuhan industri ekonomi kreatif di Kota Malang menunjukkan grafik positif dalam beberapa waktu terakhir ini, ditandai dengan banyaknya startup baru bermunculan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Malang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari sektor ini.

Melihat tumbuh dan kembangnya industri kreatif tersebut, Pemerintah Kota Malang mengajukan diri untuk dilakukan uji petik terhadap 3 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas kepada Tim Pemeringkatan Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di bawah naungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia.

Hasilnya, dua subsektor yakni Game Aplikasi dan Kuliner dijadikan fokus andalan di Kota Malang untuk dikuatkan dalam bentuk komitmen bersama antara Pemkot Malang dan Bekraf. Pemaparan Uji Petik Kota Kreatif dan Penandatangan Berita Acara Komitmen Bersama Antara Pemkot malang dan Bekraf, dilakukan di Ruang Sidang Balai Kota Malang, dan dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, H. Moch Anton dan Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkrawi, pada Selasa (20/6).

Kota Malang sendiri termasuk dari 40 kota/kabupaten yang sudah didatangi oleh Tim PMK3I untuk mendorong ekonomi kreatif. Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari, mengatakan, dua subsektor andalan Kota Malang ini berdasarkan penilaian tim independen, di samping keterlibatan para ahli dan akademisi.

Dengan begitu, diharapkan Kota Malang menjadi percontohan dan yang terbaik di Indonesia dalam hal mendorong ekonomi kreatif. “Uji petik sudah kami lakukan di berbagai daerah termasuk di Kota Malang, dengan harapan ekonomi kreatif ini mampu menjadi solusi dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hari Sungkari.

Penandatangan berita acara yang dilakukan pada hari ini, kata Hari, merupakan bentuk komitmen dari Pemkot Malang dan Bekraf untuk fokus mengembangkan dua sektor yang sudah diputuskan dalam uji petik yakni Game Aplikasi dan Kuliner. “Penandatanganan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah meningkatkan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, H. Moch Anton, mengatakan, potensi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang memiliki sendi penopang yang sangat kuat. Selain, potensi sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dari para anak muda kreatif yang tergabung dalam Malang Creative Fusion (MCF), kehadiran 55 perguruan tinggi sebagai sarana pengembangan dari sisi akademis juga sangat mendukung hal itu.

“Waktu awal Pemkot Malang membentuk MCF, kita sudah melihat potensi besar itu, sehingga saat ini bisa ditunjukkan hasil nyata,” kata suami Hj Dewi Farida Suryani itu.

Pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang mencapai angka 5,6 persen dengan tingkat inflasi yang cukup rendah yakni 2,6 persen, menunjukkan jika selama ini berbagai sektor termasuk sektor ekonomi kreatif berperan di dalamnnya.

“Kota Malang ini memiliki penduduk yang padat, dan masalah besar dari segi ekonomi adalah inflasi, namun dengan adanya anak muda kreatif ini angka inflasi kita masih lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.

Si Tohir Mampu Tekan Kematian Bayi Sapi, Peternak Terbantu

Sapi yang memakai alat Si Tohir. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Indonesia mengalami peningkatan permintaan daging sapi sebesar 4 persen setiap tahun. Namun, kematian bayi sapi (pedet) akibat kurangnya perhatian pemilik mengakibatkan pertumbuhan jumlah sapi di Indonesia kurang optimal.

Menjawab keluhan peternak di Desa Cepoko, Kecamatan Sumber Lawang, Sragen, tiga mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), Pipik Lestari, Yusron Hamidi dan Tri Rahmawatiningsih, dalam bimbingan Dr Eng Cahya Cahya Rahmad ST MKom merealisasikan Si Tohiratau Sistem Monitoring Kelahiran Pedet Berbasis Raspberry Pi.

Teknologi ini dapat memantau atau mendeteksi ciri-ciri fisik sapi yang akan melahirkan dan memberikan informasi secara realtime kepada peternak. Uniknya, alat bernama Si Tohir ini sangat mudah digunakan dan praktis sehingga bisa dipindah dan diperbanyak.

Selain itu, Si Tohir juga mampu memberikan informasi berupa gambar, teks, maupun video kepada peternak sapi secara realtime melalui Telegram. Telegram merupakan aplikasi messager yang dapat di pasang pada smartphone peternak.

Alat ini merupakan gabungan beberapa alat dan sensor yang bertugas mendeteksi ciri-ciri fisik dan perilaku pada sapi sebelum melahirkan. Deteksi meliputi suara, gerak ekor, dan pergerakan sapi yang selanjutnya akan di informasikan kepada pemilik.

Tim inovator Si Tohir. (Anja Arowana)

Si Tohir terdiri dari 2 sub bagian yaitu sistem yang berupa website dan alat itu sendiri. Web digunakan untuk input data kawin dan perhitungan perkiraan kelahiran pedet dengan menggunakan kalender 21.

Sedangkan alat Si Tohir sendiri merupakan alat yang di pasang di ekor sapi terdiri dari sensor tilt yang digunakan untuk mendeteksi gerakan ekor sapi. Sensor tilt dibantu dengan sensor imu yang di setting hanya membaca inputan gerakan ekor sapi dengan arah vertikal atau naik turun saja.

Setelah seperangkat sensor tilt mendeteksi gerakan pada ekor sapi maka selanjutnya akan dikirim ke raspberry pi melalui bluetooth HC06. Kemudian sistem mengirim notifikasi pesan ke telegram pengguna berupa teks, gambar, maupun video.

Dalam uji lapangan, didapatkan bahwa sebagian besar peternak mengaku terbantu dengan alat ini, mereka berharap alat ini dapat diproduksi secara massal sehingga dapat memberikan keuntungan dan kemudahan bagi peternak.

Lewat inovasi ini tim Polinema akan berlaga di Monitoring Evaluasi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 30 pada 18-19 Juli 2017. Di ajang ini tim juga membawa misi menyuarakan pemanfaatan teknologi untuk membantu kehidupan manusia khususnya di bidang teknologi peternakan.

“Saatnya mahasiswa membawa langkah perubahan serta memanfaatkan teknologi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena sejatinya teknologi bukanlah predator melainkan ujung tombak inovator,” kata salah seorang anggota tim melalui rilis yang diterima MVoice.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Tahun Politik, BeliBisnis.com Tawarkan Program Akses Dana Murah

Founder BeliBisnis.com, Maximillan Wienardi Nyoto. (Muhammad Choirul)
Founder BeliBisnis.com, Maximillan Wienardi Nyoto. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Tahun 2018 yang merupakan tahun politik bagi sejumlah daerah disambut BeliBisnis.com dengan meluncurkan program inovatif. Bersama Venture Capital, perusahaan yang bergerak di bidang jual-beli perusahaan ini mempersembahkan ‘Program Dana Tanpa Syarat’.

Program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan akses dana murah tak terbatas. Sejalan dengan itu, tawaran dari program BeliBisnis.com juga layak dipertimbangkan para politisi karena diperkirakan dapat memberikan citra positif bagi calon kepala daerah.

Founder BeliBisnis.com, Maximillan Wienardi Nyoto, menjelaskan bahwa program ini bisa direalisasikan bersama pemerintah daerah, partai politik, atau pun instansi lain yang bersedia. Dia menuturkan, BeliBisnis.com menawarkan sinergi yang memungkinkan masyarakat daerah akan menikmati keuntungan-keuntungan atas keikutsertaannya.

“Adapun program-program BeliBisnis.com, di antaranya akses dana tanpa riba. Untuk part 1, ada Rp 5 triliun yang bisa diakses melalui Program Trading Invoice di setiap daerah yang pemerintah daerahnya bersedia bersinergi,” tandasnya.

Selanjutnya, ada pula pendampingan manajemen untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) menuju World Class Enterprise hingga siap diprivatisasi. Pendampingan ini bisa berlangsung melalui ‘Program GO PRIVATE – GO PUBLIC’.

Dia juga menyebutkan bahwa program ini berpotensi menaikkan nilai omset UKM hingga 598 persen per tahun. “Selain itu, bila program BeliBisnis.com berjalan, akan menimbulkan multiplayer effect yang dasyat,” serunya.

Efek yang dia maksud tentu saja adalah dampak positif, seperti hilangnya dominasi perbankan. Rasionalisasinya, lanjut dia, karena program ini tidak butuh jaminan dan tanpa riba.

Sejalan itu, partisipasi aktif masyarakat bisa dimaksimalkan. Hal ini memungkinkan terdongkraknya Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyusul munculnya banyak modern enterprise.

“Semua itu dimungkinkan terjadi karena kami telah menyiapkan program ini secara integreted. Juga didukung penuh semua pihak yang masing-masing secara sadar mengambil bagian mewujudkan financial freedom yang menguntungkan dan demi Indonesia lebih baik, sejahtera, serta berkeadilan,” pungkasnya.(Coi/Aka)

Setara Amerika Serikat, War Room Kota Makassar Dilengkapi Sistem CCTV Canggih

Mini War Room di stan Kota Makassar, ICE Apeksi 2017. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Makassar membuktikan kotanya layak dijuluki Smart City karena berbagai inovasinya. Salah satu gebrakan yang baru dirilis adalah War Room, yaitu program pemasangan CCTV di berbagai penjuru daerah di Makassar yang bertujuan menekan angka kriminalitas di kota angin mamiri tersebut.

Kasubid Pengembangan Inovasi Daerah, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Makassar, Drs Burhanuddin MSi, menjelaskan, kamera yang digunakan War Room juga tidak sembarangan karena memakai teknologi terkini yang memiliki pixel besar, sehingga jika ada satu peristiwa yang terekam kamera, maka bisa di zoom in (perbesar) dengan kualitas baik.

Drs Burhanuddin MSi (kiri) dan Dr Assiiqin (kanan) saat ditemui MVoice (Anja)

“Kamera ini berbeda dengan kamera CCTV biasa yang memiliki pixel kecil, yang membuat sulit mengidentifikasi satu kejadian. Wajah penjahat bisa kita lihat dari CCTV ini. CCTV nya juga bisa berputar 360 derajat. Tidak ada yang lolos dari pengawasan,” papar Burhanuddin saat ditemui MVoice di Indonesia City Expo, Malang, Jumat (21/7)

Keunggulan lain dari War Room ini adalah bisa mendeteksi logam, senjata tajam, dan busur panah. Sehingga, para pelaku kejahatan bisa dicegah terlebih dahulu sebelum melakukan aksinya.

“Pengguna lalu lintas juga tidak bisa macam-macam. Karena semua aktivitas lalu lintas akan terekam di big data. Pusatnya ada di War Room lantai 10 gedung Pemkot Makassar,” kata dia lagi.

Dipaparkan Burhanuddin, War Room Makassar terkoneksi dengan 300 CCTV dalam kota yang beroperasi selama 24 jam. Kamera CCTV War Room mampu memperbesar tampilan obyek (zoom) hingga 4 km. CCTV itu juga dilengkapi dengan infra red yang mampu mendeteksi senjata tajam dari sensor suhu tubuh subjek pengamatan. Gambar yang terekam juga tajam mampu menembus kaca depan pengendara mobil sehingga wajah pengendara dapat terlihat jelas.

Data yang tertangkap CCTV akan terekam dan disimpan dalam server yang hanya dapat diakses seizin Pemerintah kota Makassar. Teknologi War Room Makassar tidak hanya melayani kebutuhan pengamanan dalam kota, lebih dari itu juga berfungsi mengontrol jalannya pelayanan publik di kantor – kantor pemerintah.

Fitur yang dimiliki juga dapat menyajikan data tracking kendaraan Tangkasaki (Truk Angkutan Sampah Kita), Home Care (Dottoro ta) dilengkapi jumlah bahan bakar yang digunakan dan jalur yang dilalui.

War Room, Program pemasangan CCTV diseluruh penjuru Kota Makassar (Makassartoday.com)

Informasi medis tentang jumlah kamar rawat inap yang terintegrasi dalam sistem War Room juga dapat diakses lewat sistem ini. Pemutakhiran paling anyar dari sistem War Room Makassar adalah terintegrasinya layanan Call Center 112 yang melayani kondisi darurat masyarakat selama 24 jam seperti ambulans, dan kebakaran.

“Pemkot Makassar juga bersinergi dengan Polrestabes Makassar dalam mendukung upaya kepolisian menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Burhanuddin.

Inovasi seperti ini sebenarnya bukan pertama di dunia, negara-negara maju sudah menerapkannya, salah satunya Amerika Serikat. Biro Investigasi Federal/Federal Bureau Investigation (FBI) sangat mengandalkan kamera seperti ini untuk melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku kriminal.

War Room Makassar tidak hanya menjadi perbincangan dalam negeri, negara lain juga memuji program yang digagas oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto ini. Makassar disulap Danny menjadi kota yang modern dan diperhitungkan di dunia internasional.

Teknologi War Room Makassar diakui paling canggih di Indonesia. Tak ada satu pun kota di nusantara yang memiliki sistem platform keamanan kota berbasis digital selengkap Makassar.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Wow! Mahasiswa UM Ciptakan Bioetanol dari Buah Bintaro

Tim pengolah buah Bintaro (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menemukan cara untuk menghasilkan bioetanol dari buah bintaro. Mahasiswa tersebut tergabung dalam tim BIOACTION yaitu Rangga Ega Santoso, Nur Fitriana, Maria Carolina, dan Firda Chynthia.

Menurut ketua tim, Rangga Ega, Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Kebutuhan Etanol di Indonesia masih sangat tinggi yakni 3 juta kiloliter per-tahunnya. Sedangkan produksi Etanol di Indonesia masih sebanyak 535 ribu kiloliter per tahun. Berarti saat ini, Indonesia masih kekurangan pasokan etanol sebesar 2,465 juta kiloliter lagi.

Formula yang mereka ciptakan mengolah tanaman Bintaro yang termasuk tumbuhan mangrove yang tumbuh melimpah di daerah tropis. Tumbuhan ini masih belum dimanfaatkan secara penuh.

Buah bintaro (istimewa)

“Buah Bintaro ini mengandung serat lignoselulosa menyerupai buah kelapa. Komponen selulosa di dalamnya berpotensi sebagai substrat dalam pembuatan bioetanol melalui serangkaian proses yang cukup kompleks namun tetap merujuk pada penelitian serupa sebelumnya,” kata Rangga

Formula yang berbeda, lanjut dia, dapat menghasilkan peningkatan hasil bioetanol dari katalis asam sulfat yang eknomis dan proses fermentasi yang lebih singkat. Hasil temuan mereka pun berhasil lolos dan didanai dalam PKM Nasional 2017.

“Dengan begitu, temuan ini mengacu pada PerPres No.5 Tahun 2006 Pasal 1 untuk diversifikasi energi guna mewujudkan ketercapaian Kebijakan Energi Nasional (KEN) 2025 khususnya pada sektor energi biomassa,” tutup dia.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Qur’ani, Aplikasi Belajar Al-qur’an Ciptaan Mahasiswa UM

Mahasiswa UM pencipta Aplikasi Qur'ani. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Penyandang tunarungu kini bisa lebih mudah memahami dan belajar Al-Qur’an dengan aplikasi yang diciptakan sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang. Adalah Qur’ani, aplikasi pembelajaran membaca Al-qur’an inovasi M Ilham Nurhakim, Rony Aldhea Dwi Cahya, dan Elien Widayuk.

“Selama ini pendidikan bagi penyandang tunarungu di Indonesia tertinggal dari negara-negara lain. Demikian penyandang tunarungu di Indonesia lulus tanpa penguasaan bahasa. Nah, aplikasi ini hadir sebagai solusi belajar Al-qur’an bagi mereka. Masyarakat umum juga bisa menggunakannya,” kata Ilham.

Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur lengkap membaca Al-Quran, memuat tampilan huruf hijaiyah, iqro jilid 1-6, juz amma, dan evaluasi. Setiap kontennya menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

“Di dalamnya ada 28 huruf hijaiyah. Semisal, pengguna bisa belajar melafalkan huruf alif dengan menekan tombol microfone. Selanjutnya akan muncul suara yang diucapkan. Konten juga dilengkapi play suara dan isyarat tangan berupa animasi,” tambah dia.

Selain itu, ada pula tampilan iqra jilid 1 sampai jilid 6 dimana anak atau pengguna bisa memilih tiap kontennya sesuai kemampuan. Konten iqra juga dilengkapi sistem suara dan animasi isyarat.

Untuk fitur juz amma, aplikasi menyediakan konten bacaan surat pendek dengan teks arab, terjemahan, dan juga latin untuk memudahkan pembelajaran. Video bahasa isyarat surat pendek juga menjadi pelengkap aplikasi ini.

“Bahasa isyarat ini sebagai salah satu cara menghafal dan memahami Al-qur’an bagi penyandang tunarungu,” tutup Ilham.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Pertama Digelar di Malang, BCA Expo 2019 Targetkan Transaksi Rp100 Miliar

Jo Rudy Kurniawan, Kepala Kantor Wilayah VII BCA (tengah) bersama Executive Vice President Consumer Loan BCA, Felicia M. Simon dan pimpinan BCA serta The Araya. (deny rahmawan)
Jo Rudy Kurniawan, Kepala Kantor Wilayah VII BCA (tengah) bersama Executive Vice President Consumer Loan BCA, Felicia M. Simon dan pimpinan BCA serta The Araya. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – BCA Expo 2019 siap digelar di Kota Malang. Kegiatan rutin PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini bakal berlangsung selama dua hari, mulai 28-29 September di halaman Taman Indie Araya.

Event ini bekerja sama dengan The Araya menghadirkan beberapa produk unggulan BCA dan menggabungkan pameran mobil, properti, dealer motor, dan beberapa anak perusahaan BCA sekaligus demi menjawab berbagai kebutuhan nasabah.

Pertama di Malang, BCA Expo 2019 ini setidaknya akan melibatkan 15 merek mobil, 7 merek sepeda motor dari 18 dealer dan developer Kota Malang. Tentunya banyak penawaran promo menarik dari sisi pembiayaan properti dan kendaraan bermotor.

“Kali ini BCA hadir untuk memberikan fasilitas One Stop Shopping yakni fasilitas pembelian hingga pembiayaan kepada pengunjung BCA Expo Malang 2019,” ujar Jo Rudy Kurniawan, Kepala Kantor Wilayah VII BCA.

BCA Expo 2019 Malang tidak hanya akan menawarkan fasilitas cicilan berbunga rendah, tetapi juga akan menawarkan produk andalan dari beberapa anak perusahaan BCA.

“BCA akan menghadirkan unit-unit bisnis seperti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Sepeda Motor (KSM), Kredit Pemiiikan Rumah (KPR), dan Kartu Kredit, termasuk juga beberapa produk andaian dari BCA Insurance, BCA Life, BCA Sekuritas, dan BCA Syariah,” jelas Rudy.

Dalam even tahun ini, dikatakan Executive Vice President Consumer Loan BCA, Felicia M. Simon, target pengunjung diusahakan mencapai 10 ribu dengan transaksi properti dan kendaraan bermotor mencapai Rp 100 miliar.

“Ini angka awal event besar, pasti secara kontinyu event akan dihelat terus setiap tahun,” tandasnya.(Der/Aka)

Untung Rugi Lakukan ‘Pinjaman Online’

ilustrasi. (Israel21c)

MALANGVOICE – Di era yang serba canggih ini, semua mengandalkan teknologi. Tak terkecuali hutang melalui pinjaman online.

Pinjaman online lahir dipicu karena gaya hidup masyarakat yang membutuhkan hal serba cepat. Lewat fasilitas dengan aplikasi di Android atau IOS ini, orang bisa meminjam uang tanpa perlu bertatap muka.

Seperti pinjaman konvensional, pinjaman online juga menawarkan berbagai jenis pinjaman uang, seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), kredit kendaraan, kredit kepemilikan rumah, dan kredit usaha. Umumnya, jenis pinjaman dibedakan berdasarkan jumlah pinjaman, jangka waktu, jaminan (agunan) dan suku bunga.

Namun, kerap kali konsumen sangat dirugikan oleh pihak lembaga keuangan online. Seperti RSM (21), remaja asal Kota Malang, yang mencoba pinjam online.

“Ya, saya memang mencoba pinjam online. Pertama memang sangat mudah, tanpa bertatap muka kita (peminjam) langsung menerima (uang). Tapi setelah tahu teknisnya, jujur saya sangat kecewa,” katanya kepada MVoice, Kamis (7/3).

Pinjaman online pun juga punya tanggal jatuh tempo yang sudah ditetapkan sebagai batas akhir pembayaran. RSM mengaku, jika ia telat membayar kepada lembaga keuangan online, maka akan dikenakan denda untuk pembayaran yang terlambat.

“Saya kira hanya membayar pinjaman beserta bunganya, saya malah harus mengeluarkan dana tambahan untuk membayar denda,” jelasnya.

Tak hanya berhenti sampai di situ, seperti yang dialami oleh ES (46), saat ia terlambat bayar dalam kurun waktu tertentu, pihak lembaga kredit terus menelepon, bahkan sampai menelpon ke nomor telepon temannya hingga sanak keluarga.

“Bahkan bisa lebih ganas dari debt kolektor yang lainnya. Itu saya cuma telat satu hari saja, untuk itu saya menyarankan jangan sampai telat membayar bagi teman-teman yang meminjam uang secara online,” terangnya.

Permasalahan-permasalahan yang terjadi saat pinjam online tersebut membawa dampak yang tidak ringan. Akibat penagihan ke nomor telepon yang ada di ponsel, peminjam menjadi di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja, trauma (karena pengancaman, kata-kata kotor, dan pelecehan seksual).

Dan akibat bunga yang sangat tinggi misalnya, banyak peminjam yang tidak mampu membayar akhirnya frustasi.

Oleh karena itu, dilansir dari web LBH Jatim, pihaknya telah membuka pos pengaduan pinjaman online sejak 15 Februari lalu.

Pengaduan dapat dilakukan dengan mengisi formulir di situs web LBH atau mengunjungi LBH Jatim, dengan menyertakan bukti-bukti fintech terkait.(Der/Aka)

Komunitas