Puti Soekarno Yakin Ekonomi Kreatif Berkembang Baik di Jatim

Puti dan Krisdayanti usai mengisi acara Cooking Competion yang telah diselenggarakan oleh Makobu. (Lisdya Shelly/MVoice).
Puti dan Krisdayanti usai mengisi acara Cooking Competion yang telah diselenggarakan oleh Makobu. (Lisdya Shelly/MVoice).

MALANGVOICE – Bakal calon wakil Gubernur Jatim, Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri, mengaku pertumbuhan ekonomi kreatif di Jatim bisa berkembang lebih baik.

Puti sapaan akrabnya, menyatakan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6 persen ini dinilai mempunyai potensi yang cukup besar untuk membangun Jawa Timur.

“Kalau ekraf banyak ya contohnya,” ujar Puti saat usai menghadiri acara yang diselenggarakan Krisdayanti di toko Makobu Cake, Sabtu (10/2).

Selain itu, komunitas ekraf yang ada di Kota Malang, menurut Puti harus didukung penuh pemerintah provinsi yang bekerja sama dengan pemerintah kota.

“Kami harus melihat mana yang tumbuh dan mana yang tidak, kemudian masuk dalam intervensi, baik tadi bagaimana memberikan permodalan dan membantu pemasaran dan packaging,” imbuhnya.

Dengan melihat ekraf seperti oleh-oleh yang didirikan sahabatnya, yakni Krisdayanti, Puti semakin yakin bahwa perkembangan ekonomi di Jatim bisa berkembang pesat.

“Saya datang kesini bukan kampanye lo ya, cuma ingin mencicipi kue nya Yanti (Krisdayanti). Ya saya sama memang Yanti mendukung satu sama lain,” pungkasnya.(Der/Aka)

Usai Nataru, Harga Bahan Makanan Mulai Melonjak

Penjual bawang putih di Pasar Kasin. (Lisdya)

MALANGVOICE – Pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah bahan makanan seperti bumbu dapur dan sayuran mengalami lonjakan yang signifikan.

Harga bawang putih melonjak hingga Rp 50 ribu per kilo. Sebelumnya harga bawang putih hanya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilo.

“Iya kenaikannya sejak tahun baru hingga hari ini,” kata salah satu penjual di Pasar Mergan, Wawan, Kamis (3/1).

Selain bawang, harga lainnnya yang mengalami lonjakan yang cukup signifikan adalah wortel. Wortel saat ini dijual di pasar dengan harga sekitar Rp 25 ribu per kilo yang sebelumnya Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilo.

Tak hanya di Pasar Mergan, kenaikan serupa juga dialami di Pasar Kasin. Bila di Pasar Mergan harga bawang yang cukup tinggi, di Pasar Kasin harga kencur yang mendominasi.

Penjual bumbu dapur, Wasiah mengaku, harga kencur saat ini mengalami kenaikan hingga 3 kali lipat dari biasanya.

“Sekarang kencur per kilo itu Rp 65 ribu sampai Rp 67 ribu,” ujar Wasiah.

Padahal, harga kencur sebelumnya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilo. Naiknya harga kencur disebabkan karena adanya kenaikan yang dilakukan oleh Agen.

“Karena ini kami mengambil di pasar induk (Gadang), ya kami menyesuaikan harganya,” tandasnya.(Hmz/Aka)