Sukses Kandaskan Arema, Bendol Belum Berpikir Final

Pelatih Sriwijaya FC, Benny Dollo (kanan). (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pelatih Sriwijaya FC (SFC), Benny Dollo, tak ingin terlalu cepat memikirkan laga final menghadapi Persib Bandung. Dia ingin mengajak anak asuhnya bersantai sejenak, menikmati kemenangan atas Arema Cronus, pada leg kedua semi final Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, semalam.

“Final lawan Persib belum kami pikir. Sekarang biar kami nikmati dulu kemenangan dari Arema. Mungkin besok baru berpikir lagi,” kata Bendol, sapaan akrabnya, dihubungi MVoice, hari ini.

Dikatakan, para punggawa Laskar Wong Kito telah berjuang keras selama beberapa pekan terakhir, hingga mampu membawa tim lolos ke partai puncak. Pada laga semalam, perjuangan Titus Bonai dkk patut diapresiasi.

Menurut Bendol, strategi pelatih sukses dijalankan. “Saya tahu persis, Arema selalu bermain menggebu-gebu menekan. Mereka lupa pertahanan, kami manfaatkan Risky dan Anis Nabar yang punya kecepatan, untuk mengambil celah. Akhirnya berhasil,” tandasnya.

Permainan SFC sukses memupuskan harapan Singo Edan menuju final. Tim kebanggaan Aremania dipaksa menyerah 1-2, kalah agregat 2-3 dari SFC.-

BNN Kota Malang

Anggaran Dikepras, KONI Pertanyakan Visi Tingkatkan Prestasi Olah Raga

Ketua KONI Kota Malang, Bambang DH Suyono. (Istimewa)

MALANGVOICE – Ketua KONI Kota Malang, Bambang DH Suyono sangat menyayangkan terjadinya pemangkasan anggaran menjadi Rp 10 Miliar. Hal ini berseberangan dengan janji Wali Kota Anton yang akan menambah anggaran KONI menjadi Rp 15 Miliar.

Namun, dalam pembahasan Kebijakan Umum APBD Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS), Anton menyebut, KONI hanya mendapat jatah Rp 10 miliar. Jumlah itu bahkan lebih sedikit dari tahun 2015, yakni Rp 12,5 miliar.

Dengan anggaran sebesar itu Bambang mempertanyakan kembali lagi soal visi olah raga Kota Malang. ”Ini mau dibawa ke mana?” cetus Pak Yono, sapaan akrabnya, mempertanyakan pemangkasan.

Dikatakan, jika anggaran pembinaan minim prestasi yang didapat tentu tidak bisa maksimal. Ia menyanggah alasan Anton memangkas anggaran karena tidak ada kegiatan.

“Tahun 2016 ada PON, meskipun itu tanggung jawab provinsi, kami juga harus memperhatikan. Kota Malang rutin mengirimkan atlet ke PON, jumlahnya sekitar 50 atlet hasil pembinaan kami,” tambah mantan Sekda Kota Malang itu.

Selain itu, rencana Kota Malang menggelar Kejuaraan Maraton berskala internasional bisa amburadul. “Rencananya 2016 ada Kejuaraan Maraton tingkat internasional. Kalau tidak cukup ya bisa diturunkan jadi skala nasional saja,” keluhnya.

BNN Kota Malang

Saatnya Hero Tito Rebut Sabuk Juara Dunia

Petinju andalan d'Kross BC, Hero Tito. (Istimewa)

MALANGVOICE – Suksesi mengalahkan petinju Filipina, Roldan Aldea, Sabtu (10/10) lalu, Hero Tito membuka kans merebut juara dunia WPBF (World Profesional Boxing Federation). Petinju andalan d’Kross BC, itu berpotensi menggeser peringkat petinju kelas dunia lain.

“Ya, saya berharap tahun ini bisa dipromosikan kejuaraan Asia Pasifik. Agenda terdekat setelah ini ada pertandingan di Malang, tapi masih dibicarakan lagi dengan promotor,” ungkap Hero Tito kepada MVoice, siang ini.

Peluang Hero memperbaiki peringkat sangat terbuka lebar. Sebab, dalam rentang sebulan terakhir dia memenangkan dua pertandingan. Sebelum menjungkalkan Roldan Aldea, September lalu, dia menghajar petinju asal Jepang, Hurricane Futa, di Hangzhou, Tiongkok.

Hasil itu cukup membanggakan publik Bumi Arema. Owner d’Kross BC, Ir Ade Herawanto, ingin prestasi petinjunya terus meningkat.

“Karena beberapa kemenangan itu bisa memperbaiki peringkat Hero pada sejumlah badan tinju dunia. Ini harus segera disusul pertandingan-pertandingan lain sesering mungkin sehingga kans juara dunia makin dekat. Target finalnya adalah menjadi juara dunia,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang itu.

BNN Kota Malang

‘Final Ideal’ Diakui Joko Menjadi Beban

Pelatih Arema, Joko Susilo, memberi arahan pada para pemain. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo menyesalkan kekalahan 1-2 dari Sriwijaya FC (SFC) pada leg kedua semi final Piala Presiden 2015, di Stadion Manahan, Solo, semalam.

Hasil itu membuat Arema Cronus gagal ke final, kalah dengan agregat 2-3. Padahal, sebelumnya Arema digadang-gadang mengisi slot partai puncak bersama Persib Bandung.

Joko Susilo menilai, rumor final ideal itu menjadi beban tersendiri bagi tim besutannya, sehingga tak mampu bermain maksimal.

“Buaian banyak orang kalau kami ke final lawan Persib, ini jadi beban. Saya akui itu kesalahan tim pelatih karena tidak mampu menghilangkan beban, harusnya rumor itu jadi motivasi,” kata Gethuk, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, satu gol Cristian Gonzales yang dianulir wasit pada babak pertama, juga menambah beban mental pemain. Kendati demikian, ia enggan menghardik keputusan wasit yang menganggap Gonzales berada di posisi offside.

“Tentu kami kecewa, karena menurut saya tidak offside. Tapi itu kan penglihatan saya. Belum tentu penglihatan saya benar karena wasit punya penglihatan sendiri. Inilah yang namanya pertandingan, keputusan wasit harus diterima,” tandas mantan bintang Arema di era Galatama itu.-

BNN Kota Malang

Bendol Akui Arema Sempat Repotkan SFC

Pelatih Sriwijaya FC, Benny Dollo. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Sriwijaya FC (SFC) berhasil menjungkalkan Arema Cronus dengan skor 2-1 pada leg kedua semi final Piala Presiden 2015 di Stadion Manahan, Solo, semalam. Meski begitu, Arema dinilai cukup memberi perlawanan sengit.

Pelatih SFC, Benny Dollo mengakui, Singo Edan cukup dominan dengan penguasaan bola. Terbukti, tensi permainan sempat dikendalikan tim kebanggaan Aremania itu, terutama pada menit-menit awal.

“Arema 15 menit babak pertama dominan dengan bola-bola pendek. Itu memang ciri khas mereka,” papar Bendol, sapaan akrabnya.

Pelatih yang pernah membawa Arema dua kali juara Copa Indonesia itu menerapkan respon cepat. Bendol berupaya memecah konsentrasi para pemain Singo Edan.

“Akhirnya kami turun ke bawah untuk mempersempit ruang gerak Arema. Saya lihat itu cukup berhasil,” tandasnya.

Polesan Bendol menjadi kunci sukses mengandaskan Arema dengan agregat 3-2 dan mengambil satu tiket final. Laskar Wong Kito ditantang Persib Bandung yang lebih dulu memastikan lolos ke final.

BNN Kota Malang

Arema Belum Mampu Atasi Kepanikan

Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo, menilai, kekalahan 1-2 dari Sriwijaya FC (SFC) pada leg kedua semi final Piala Presiden 2015, di Stadion Manahan, Solo, semalam, disebabkan anak asuhnya belum mampu mengatasi kepanikan.

“Saya melihat kepanikan jadi kelemahan kami sejak beberapa pertandingan terakhir. Ini belum bisa terpecahkan,” kata Gethuk, sapaan akrabnya.

Tim berjuluk Singo Edan itu sempat menyamakan kedudukan 1-1 melalui gol Lancine Kone, namun harus kembali kecolongan di menit 74 melalui gol TA Musafri setelah mendapat umpan lambung Risky Dwi Ramadani.

Menurut Gethuk, gol balasan itu membuat anak asuhnya tak mampu mengendalikan permainan.

“Karena panik itu, akhirnya sistem yang sudah kami sepakati tidak berjalan seperti yang kami mau,” tambahnya.

Pada laga itu, dua gol bersarang ke gawang Kurnia Meiga. Namun, Gethuk enggan menyebut gol terjadi karena kesalahan Meiga, meski sebelumnya kiper langganan Timnas Indonesia itu sempat diragukan tampil.

“Meiga siap, kondisinya bagus. Jadi tidak ada alasan tidak memainkan dia, gol juga bukan kesalahan dia tapi murni kesalahan tim,” tandasnya.

BNN Kota Malang

Manahan, Akankah Selalu Angker bagi Singo Edan?

Stadion Manahan Solo

MALANGVOICE – Arema Cronus gagal menyanggah rumor angker Stadion Manahan, Solo. Saat menghadapi Sriwijaya FC (SFC) pada leg kedua semi final Piala Presiden 2015, malam ini, Arema masih dihantui bayang-bayang ‘catatan buruk di Manahan’, sehingga harus takluk 1-2 dari SFC sekaligus gagal melaju ke final.

Dua kali pertemuan kedua kesebelasan pada laga sebelumnya ketika dihelat di Stadion Manahan berpihak pada SFC. Laskar Wong Kito selalu menuai kemenangan, masing-masing terjadi pada final Piala Indonesia 2009/2010 dengan skor 2-1, dan semi final Inter Island Cup 2012 dengan hasil 1-0.

Catatan buruk Arema di Stadion Manahan tak hanya terjadi saat meladeni SFC. Sejak tahun 2000 silam hingga malam ini, tercatat Arema sudah 11 kali bertanding.

Dari 11 laga itu, tim kebanggaan Aremania itu hanya mampu menorehkan 3 kemenangan. Sisanya, Arema harus puas dengan 2 kali seri dan menderita 6 kali kekalahan. Tampaknya, catatan itu yang membuat SFC memilih Manahan sebagai venue leg kedua ketika Palembang dipastikan tidak memungkinkan menggelar laga.

Ribuan Aremania yang tak pernah absen saat Singo Edan berlaga di Manahan, seperti angin lalu. Hal itu juga terjadi pada laga malam ini. Arema tak mampu meraih kemenangan, meski didukung langsung ribuan Aremania.

Dari aspek geografis, jarak tempuh ke Solo juga lebih dekat Malang dibanding Palembang. Sesumbar pelatih Arema, Joko Susilo, yang menganggap keangkeran Manahan hanya rumor, tak terbukti. Hasil akhir malam ini, menunjukkan Manahan masih tidak ramah bagi Arema.

Berikut Catatan Pertandingan Arema di Stadion Manahan:

17 Februari 2000 (Liga Indonesia)
Pelita Solo vs Arema 1-1

18 Juli 2001 (Liga Indonesia)
Pelita Solo vs Arema 1-2

6 April 2003 (Liga Indonesia)
Persijatim Solo FC vs Arema 2-2

18 Juli 2006 (Babak 8 Besar Liga Indonesia)
Arema vs PSIS Semarang 0-1

20 Juli 2006 (Babak 8 Besar Liga Indonesia)
Persiba Balikpapan vs Arema 0-3

24 Juli 2006 (Babak 8 Besar Liga Indonesia)
Arema vs Persik Kediri 0-1

21 Oktober 2007 (Liga Indonesia)
Persis Solo vs Arema 0-1

1 Agustus 2010 (Final Piala Indonesia)
Sriwijaya FC vs Arema 2-1

6 Mei 2012 (ISL)
Persija Jakarta vs Arema 1-0

16 Desember 2012 (Semifinal Inter Island Cup)
Sriwijaya FC vs Arema 1-0

11 Oktober 2015 (Semifinal Piala Presiden)
Sriwijaya FC vs Arema 2-1

BNN Kota Malang

Lupakan Final, Arema…!

Arema saat menghadapi SFC di Stadion Kanjuruhan. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Arema Cronus harus melupakan ambisinya meraih gelar juara Piala Presiden 2015, setelah takluk 1-2 dari Sriwijaya FC (SFC), pada leg kedua semi final Piala Presiden 2015 di Stadion Manahan, Solo, malam ini.

Hasil itu mengantarkan SFC lolos ke final dengan agregat 3-2. Di final, SFC ditantang Persib Bandung. Sementara Arema, harus puas menjalani perebutan juara tiga melawan Mitra Kukar.

Pada laga itu, sejak menit-menit awal kedua tim sudah menjalankan jual beli serangan. Bertanding dengan dukungan penuh ribuan Aremania yang hadir langsung di Solo, Singo Edan beberapa kali membangun serangan.

Silih berganti Ferry Aman Saragih dan Hasyim Kipuw menyisir sektor sayap. Menit 4, Samsul Arif Munip melakukan penetrasi. Pergerakan mantan pemain Persibo Bojonegoro itu cukup mengancam, namun penyelesaian akhirnya belum membuahkan hasil.

Tak ingin terbawa permainan Arema, SFC sedikit menurunkan tensi. Tim asuhan Benny Dollo ini beberapa kali memilih bermain lambat di wilayahnya sendiri.

Meski begitu, Arema tetap menguasai pertandingan. Menit 14, Johan Alfarizi melepaskan umpan lambung ke kotak penalti. Bola mengarah tepat pada Cristian Gonzales.

Pemain berjuluk El Loco itu menanduk bola dan berhasil menjebol gawang SFC. Namun, gol itu dianulir lantaran wasit menganggap El Loco lebih dulu berada pada posisi offside. Skor 0-0 belum berubah.

Menit 23, giliran Laskar Wong Kito mendapat peluang. Berawal dari tendangan bebas yang dieksekusi Titus Bonai, terjadi kemelut di mulut gawang Arema. Beruntung barisan belakang Arema sigap sapu bersih bola.

Petaka melanda Arema di menit 43. Asri Akbar menjadi momok tim besutan Joko Susilo. Menghadapi hadangan 3 pemain Arema, pemain nomor punggung 6 itu berhasil lolos dan melesakkan tendangan keras dari luar kotak penalti. Gol Asri Akbar merubah skor menjadi 1-0 untuk SFC. Hasil ini bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, tensi pertandingan masih tinggi. Jual beli serangan diperagakan kedua kesebelasan. Arema yang tertinggal, lebih banyak melancarkan serangan.

Usaha Fabiano Beltrame dkk baru menemui hasil di menit 73. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Dendi Santoso, bola disambut tandukan Fabiano Beltrame.

Sundulan sang kapten itu mentah ke udara dan langsung disambut tendangan salto Lancine Kone. Bola melaju keras, tak mampu diantisipasi kiper SFC, Dian Agus. Gol, Arema menyamakan skor menjadi 1-1, agregat sementara imbang 2-2.

Gol itu disambut gembira ribuan Aremania di tribun Stadion Manahan. Namun, genggap gempita Aremania tak berlangsung lama. Menit 79, SFC kembali unggul setelah TA Musafri mencetak gol melalui sundulan, memanfaatkan umpan lambung Rizki Dwi.

SFC kembali unggul dengan skor 2-1, dan membuat agregat menjadi 3-2 untuk tim kebanggaan warga Sumatera Selatan. Hasil ini bertahan hingga laga usai dan mengantarkan SFC menuju partai puncak. Sementara, Arema harus mau angkat koper dari bursa perebutan juara Piala Presiden 2015.

BNN Kota Malang

Gol El Loco Dianulir, Sementara Arema Tertinggal 0-1

Arema saat menghadapi SFC di Stadion Kanjuruhan. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Arema Cronus sementara tertinggal 0-1 dari Sriwijaya FC (SFC), pada leg kedua semi final Piala Presiden 2015 di Stadion Manahan, Solo, malam ini. Hingga babak pertama usai, gol semata wayang Asri Akbar membuat agregat sementara menjadi 2-1 untuk SFC.

Sejak menit-menit awal, kedua tim sudah menjalankan jual beli serangan. Bertanding dengan dukungan penuh ribuan Aremania yang hadir langsung di Solo, Singo Edan beberapa kali membangun serangan.

Silih berganti Ferry Aman Saragih dan Hasyim Kipuw menyisir sektor sayap. Menit 4, Samsul Arif Munip melakukan penetrasi. Pergerakan mantan pemain Persibo Bojonegoro itu cukup mengancam, namun penyelesaian akhirnya belum membuahkan hasil.

Tak ingin terbawa permainan Arema, SFC sedikit menurunkan tensi. Tim asuhan Benny Dollo ini beberapa kali memilih bermain lambat di wilayahnya sendiri.

Meski begitu, Arema tetap menguasai pertandingan. Menit 14, Johan Alfarizi melepaskan umpan lambung ke kotak penalti. Bola mengarah tepat pada Cristian Gonzales.

Pemain berjuluk El Loco itu menanduk bola dan berhasil menjebol gawang SFC. Namun, gol itu dianulir lantaran wasit menganggap El Loco lebih dulu berada pada posisi offside. Skor 0-0 belum berubah.

Memit 23, giliran Laskar Wong Kito mendapat peluang. Berawal dari tendangan bebas yang dieksekusi Titus Bonai, terjadi kemelut di mulut gawang Arema. Beruntung barisan belakang Arema sigap sapu bersih bola.

Petaka melanda Arema di menit 43. Asri Akbar menjadi momok tim besutan Joko Susilo. Menghadapi hadangan 3 pemain Arema, pemain nomor punggung 6 itu berhasil lolos dan melesakkan tendangan keras dari luar kotak penalti. Gol Asri Akbar merubah skor menjadi 1-0 untuk SFC. Hasil ini bertahan hingga turun minum.-

BNN Kota Malang

Ayo Arema, Menang atau Pulang!

Skuad Arema Cronus. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Arema Cronus dijamu Sriwijaya FC (SFC) pada leg kedua semi final Piala Presiden 2015 di Stadion Manahan Solo, malam ini. Kemenangan menjadi harga mati, jika Singo Edan ingin lolos ke partai puncak.

Sebab, Arema gagal memanfaatkan peluang meraih kemenangan pad leg pertama beberapa waktu lalu. Kala itu, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Arema ditahan imbang SFC 1-1.

Pelatih Arema, Joko Susilo, menegaskan, anak asuhnya harus bekerja keras untuk memenuhi target menang. Sejumlah persiapan, mulai dari fisik, teknik, taktik dan strategi pun sudah digeber sejak di Malang.

Gethuk, sapaan akrabnya, juga meminta pemain melupakan hasil buruk pada laga sebelumnya, termasuk rekor pahit berlaga di Stadion Manahan.

“Kami tidak lagi lihat itu. Sekarang fokus untuk menang. Saya sampaikan, terkait komentar-komentar pesimis di luar sana, soal tim yang dinilai tidak padu atau yang lain, saya tidak pusing. Yang terpenting semua elemen mulai manajemen, pelatih, pemain, dan suporter fokus untuk pertandingan,” tegasnya.

Laga yang rencananya disiarkan langsung Indosiar pukul 18.00 WIB itu, diprediksi menyedot antusias tinggi. Ribuan Aremania sudah berbondong-bondong menyerbu Solo untuk mendukung tim kebanggaannya.

Berikut perkiraan starting line up SFC vs Arema:

Sriwijaya FC
Dian Agus P, Jecky Pasarela, Abdoulaye Maiga, Fachrudin Arianto, Wildansyah, Yu Hyun Koo, Asri Akbar, T.A Musafry, Titus Bonai (C), Patrich Wanggai, Yohannis Nabar.

Arema Cronus
I Made Wardhana, Hasyim Kipuw, Fabiano Beltrame (C), Purwaka Yudhi, Johan Alfarizi, Juan Revi, I Gede Sukadana, Hendro Siswanto, Samsul Arif Munip, Sunarto, Cristian Gonzales.

BNN Kota Malang