Disanksi Komdis, PS Malang Post Dilarang Melanjutkan Kompetisi

PS Malang Post saat menghadapi PS Satria beberapa waktu lalu. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Komisi Disiplin (Komdis) Asosiasi PSSI Kota Malang menjatuhkan sanksi pada PS Malang Post, Rabu (16/9). Sanksi itu diberikan melalui surat Keputusan Komdis No 342/IX/2015/Komdis.

Surat yang yang dikeluarkan tanpa tanggal, hanya tertuliskan bulan September 2015 itu, ditanda-tangani Ahmad Djunaedi SH dan diterima di kantor Harian Malang Post yang juga kantor PS Malang Post, Rabu (16/9) siang.

‚ÄčAda empat poin keputusan dalam surat itu, yakni membatalkan pertandingan antara PS Malang Post vs Gatra Mapan, membatalkan pertandingan PS Malang Post vs PS Satria, dilarang melanjutkan mengikuti kompetisi Divisi Satu tahun 2015, dan secara otomatis PS Malang Post berada di urutan ke-12.
Sanksi itu berawal ketika Komdis menyerahkan surat panggilan sidang kepada PS Malang Pos hari Senin (14/9) lalu, perihal memakai pemain tidak sah. Pada sidang itu, PS Malang Post disidang Komdis dan Komite Eksekutif PSSI Kota Malang.

PS Malang Post diminta menujukkan surat bukti, terkait keabsahan pemain yang dimilikinya, hingga batas waktu keesokan harinya pukul 15.00 WIB. Namun, PS Malang Post tidak memberikan surat tersebut dan akhirnya muncul surat dari Komdis yang langsung melarang PS Malang Post melanjutkan kompetisi.

Manajer Tim PS Malang Post Jon Soeparijono yang hadir dalam sidang itu, mempertanyakan keputusan Komdis. Menurutnya, sidang Komdis seusai Statuta pasal 33 memiliki kedudukan mandiri dalam melakukan pemeriksaan dan pengambilan keputusan.

“Tapi ini ada Komite Eksekutif ikut campur. Harusnya PO/PS hanya boleh disidang Komdis, tidak yang lain,” tegasnya.

400 Atlet Berpacu di Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup

Atlet sepatu roda. (Article.wn.com)

MALANGVOICE – Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kabupaten Malang, tetap komitmen meningkatkan pembinaan atlet sepatu roda meski cabang olah raga (cabor) ini belum dilombakan di ajang Porprov Jawa Timur.

Ketua Perserosi Kabupaten Malang, M Asyari mengatakan, setelah sukses menggelar Bupati Malang Cup 1, 2 dan 3 serta Piala Ibu Negara kini menyusul diagendakan Kejurnas antar klub bergengsi.

Hampir semua klub sepatu roda besar dan atlet nasional turun dalam ajang ini. Pihaknya sedang mempersiapkan Bupati Malang Cup ke-4 tahun 2015. Rencananya akan digelar di sirkuit sepatu roda Kanjuruhan, Kepanjen, 24-25 Oktober mendatang.

Besarnya antusias peserta, lanjut dia, pihaknya fokus persiapan akomodasi khususnya inventarisasi jumlah hotel dan penginapan. Diperkirakan kebutuhan kamar mencapai 150 kamar dengan estimasi jumlah peserta 400 atlet. Belum termasuk menggunakan rumah penduduk yang akan disulap menjadi homestay.

“Selain mengukur pembinaan atlet, selama ini juga menjadi ajang tumbuhnya sport industri mengingat hampir produsen peralatan sepatu roda juga hadir,” papar Manajer Administrasi PD Jasa Yasa itu. Even ini sekaligus mengenalkan obyek wisata di Kabupaten Malang, dalam hal ini sporty tourism, sambungnya,-

Laga Penentu, Arema Butuh Dukungan Aremania

General Manager Arema, Ruddy Widodo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema berharap Aremania mampu memenuhi Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, saat Singo Edan menjamu Bali United Pusam (BUP) di babak 8 Besar Piala Presiden 2015, Sabtu (19/9) mendatang.

General Manager Arema, Ruddy Widodo menegaskan, dengan sistem gugur berformat home-away laga kandang Arema sangat menentukan. “Ini big match juga, sangat mementukan masuk semifinal atau tidak. Jujur, secara kebutuhan tim, kami perlu dukungan Aremania,” ungkap pria berkaca mata itu.

Ruddy menambahkan, Aremania tidak perlu berpikir dua kali untuk datang langsung ke stadion. Pasalnya, bobot pertandingan cukup tinggi, mengingat sistem gugur yang dipakai dalam babak 8 besar.

“Apalagi mainnya akhir pekan. Kualitas lawan juga bagus, kalau BUP tidak bagus mana mungkin mereka mampu mengalahkan Persija 3-0,” urai Ruddy Widodo.-

Singo Edan Perlu Karakter Malangan

Pelatih Pra PON Papua, Djoko Susilo. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Permainan Arema Cronus selama mengikuti babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2015, mendapat komentar dari pelatih Pra PON Papua, Djoko Susilo. Sebagai Aremania, Djoko menilai karakter Malangan dalam permainan Arema belum mampu ditunjukkan.

“Kalau saya sebagai arek Malang menilai Arema, karakter Malangannya belum muncul. Padahal Arema ini punya ciri khas tersendiri dengan karakternya,” ungkap pria asal Dampit, Kabupaten Malang.

Mantan pelatih Persiwa Wamena dan Semen Padang itu mengaku masih mengamati perkembangan Arema. Ia memberi contoh, ketika Arema menghadapi PSGC Ciamis di babak penyisihan, Arema seakan kehilangan tittle tim kasta teratas Liga Indonesia.

“Hanya sekali menang di babak penyisihan, saya sangat sayangkan itu. Harusnya bisa lebih baik. Apalagi ini tim sehat, mereka tidak dibubarkan seperti tim lain ketika kompetisi berhenti,” urainya.

Djoko juga menyebut, kepergian Suharno sedikit banyak mempengaruhi peforma tim. Menurutnya, Arema perlu sosok motivator yang mampu menggantikan posisi Suharno selama ini. “Tim sekelas Arema yang memiliki banyak pendukung, saya rasa formasinya harus lengkap di tubuh official dan tim pelatih,” kata Djoko Susilo yang juga pernah mengarsiteki Persekam Kabupaten Malang ini.-

Arema Atur Taktik Hadapi BUP

Pemain asing Arema, Morimakan Koita berduel menghadapi pemain Pra PON Papua di Stadion Gajayana, kemarin. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Skuad Arema Cronus telah merampungkan materi peningkatan fisik. Pelatih Arema, Joko Susilo, mulai memberi materi latihan taktik, jelang menghadapi Bali United Pusam (BUP) pada babak 8 besar Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) mendatang.

“Dua hari yang tersisa, Rabu (16/9) dan Kamis (17/9) kita masuk materi taktik. Selain itu juga memperbaiki transisi menyerang-bertahan,” kata Gethuk, sapaan akrabnya.

Setelah itu, lanjut Gethuk, latihan pada Jumat (18/9) lusa, Arema tinggal menyempurnakan kondisi untuk turun esok harinya.

Pelatih asal Cepu itu menambahkan, kebutuhan di sektor gelandang juga menjadi perhatian. Dalam uji coba menghadapi Pra PON Papua kemarin, Gethuk menjajal hampir semua gelandang yang ia punya.

Hal itu dilakukan untuk mencari pemain yang pas menggantikan posisi Bustomi. “Saat open play lawan Papua, kami coba 5 gelandang, hasilnya sudah saya temukan beberapa pemain yang pas di posisi Bustomi,” tandasnya.

Harga Tiket Tetap, Aremania Diharap Penuhi Stadion

Media Officer Arema, Sudarmaji. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Rencana panpel menaikkan harga tiket pertandingan babak 8 besar Piala Presiden antara Arema Cronus kontra Bali United Pusam (BUP) batal direalisasikan.

Setelah rapat dengan jajaran manajemen Arema, harga tiket pertandingan yang bakal berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) mendatang, sama seperti pertandingan babak penyisihan.

Media Officer Arema, Sudarmaji, mengatakan, alasan tidak menaikkan harga tiket adalah pertimbangan jadwal babak 8 besar. Usai menjalani laga home, sepekan kemudian Arema bertandang ke markas BUP, di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali.

Singo Edan membutuhkan dukungan penuh Aremania pada dua laga itu. “Harapannya, Aremania yang berencana berangkat ke Bali tetap bisa memenuhi Stadion Kanjuruhan. Kalau tiket naik, ditakutkan Aremania lebih mekilih hanya nonton di Bali,” ungkap Sudarmaji.

Pria asal Banyuwangi itu menambahkan, antusias Aremania mendukung tim kesayangannya ke Pulau Dewata cukuo tinggi, jika belajar dari pengalaman sebelumnya. “Di Bali selain dukung Arema, nawak-nawak sekaligus bisa rekreasi,” imbuh pria tambun itu.

Dengan tak berubahnya harga tiket, praktis tiket ekonomi tetap seharga Rp 25 ribu, VIP Rp 100 ribu, dan VVIP Rp 150 ribu.

Papua Mendapat Pelajaran Berharga

Pelatih tim Pra PON Papua, Djoko Susilo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Tim Pra PON Papua memetik pelajaran berharga usai mengalami kekalahan 0-1 dari Arema Cronus pada laga uji coba di Stadion Gajayana, Kota Malang, Selasa (15/9) sore.

Pelatih tim Pra PON Papua, Djoko Susilo mengakui, targetnya sudah terpenuhi. “Sejauh ini trend anak-anak selalu naik. Kami main lawan klub lokal di Papua selalu menang besar, tapi di sini kami dapat tekanan, bagi saya penting,” ujar Djoko.

Mantan pelatih Persiwa Wamena dan Semen Padang itu menilai, menghadapi tim sekelas Singo Edan merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan. Ia tak mencari kalah-menang, namun lebih mengasah mental tanding anak asuhnya.

“Hasilnya, anak-anak tidak minder lawan nama besar Arema. Meskipun pemain sudah capek, tapi moril mereka bagus, berani memberi perlawanan,” ungkap pria asal Dampit, Kabupaten Malang itu.

Laga menghadapi Arema merupakan uji coba terakhir bagi Pra PON Papua. Sebelumnya, mereka telah menjalani 9 uji coba selama di Pulau Jawa. “Setelah ini kami pulang dan langsung persiapan akhir sebelum Pra PON mulai 4 Oktober,” ungkap Djoko.-

Unggul Tipis, Gethuk Maklumi Kondisi Pemain

Pelatih Arema, Joko Susilo, usai pertandingan di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Arema Cronus hanya mampu unggul tipis 1-0 atas tim Pra PON Papua, di Stadion Gajayana, Kota Malang, Selasa (15/9) sore ini.

Pada laga yang digelar 2 x 30 menit itu, gol semata wayang Singo Edan dicetak Suroso pada menit 43 melalui sundulan kepala memanfaatkan bola mentah tepisan kiper Pra PON Papua.

Pelatih Arema, Joko Susilo menurunkan pemain lapis kedua di pertandingan itu. Di lini depan ada nama Sunarto dan Arif Suyono.

Sektor tengah terdapat Hendro Siswanto, Morimakan Koita, Dio Permana, dan Ferry Aman Saragih. Sementara di barisan belakang ada nama Purwaka Yudhi, Suroso, Benny Wahyudi, dan Gilang Ginarsa.

Nama-nama itu turun di babak pertama, dengan gawang yang dijaga Kurnia Meiga. Di babak kedua, Meiga digantikan I Made Wardana.

Pelatih yang akrab disapa Gethuk itu juga memasukkan tiga pemain lain, yakni Oky Derry Adryan, Nanda Bagus, dan M Junda Irawan. Ketiganya menggantikan Benny Wahyudi, Purwaka Yudhi, dan Hendro Siswanto.

Di pertengahan babak kedua, I Made Wardana ditarik digantikan Utam Rusdiana untuk mengawal gawang Arema hingga laga usai.

Menanggapi hasil ini, Joko Susilo maklum atas raihan itu. Pasalnya, para pemain baru saja menjalani penggemblengan latihan fisik pada beberapa sesi latihan.

“Melihat potensi pemain lapis kedua yang hari ini bermain, saya pikir ini bagus. Dalam kondisi habis latihan fisik berat, mereka masih bisa main. Hanya saja saat transisi menyerang ke bertahan agak bermasalah. Tapi itu bisa dimaklumi,” tandasnya.-

Pemain Lapis Dua Tak Mampu Cetak Gol

Para pemain kedua kesebelasan siap berlaga. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Arema Cronus menurunkan pemain lapis kedua pada laga uji coba menghadapi tim Pra PON Papua, di Stadion Gajayana, Kota Malang, Selasa (15/9).

Hingga babak pertama usai, Arema masih belum mampu mencetak gol. Sebaliknya, tim lawan juga tak mampu mengembangkan permainan menghadapi Singo Edan.

Di babak pertama, gawang Arema dijaga Kurnia Meiga. Sementara, di lini depan ada nama Sunarto dan Arif Suyono.

Sektor tengah terdapat Hendro Siswanti, Morimakan Koita, Dio Permana, dan Ferry Aman Saragih. Sementara di barisan depan ada nama Purwaka Yudhi, Suroso, Benny Wahyudi, dan Gilang Ginarsa.

Meski menguasai pertandingan dalam laga ini, Arema belum mampu membuka kemenangan. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.-

Arema Jajal Strategi Khusus Hadapi BUP

Para pemain Arema saat sesi latihan di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pada laga uji coba menghadapi Pra PON Papua di Stadion Gajayana, Selasa (15/9) sore nanti, Arema Cronus bakal menjajal strategi khusus jelang menghadapi Bali United Pusam (BUP).

Pelatih Arema, Joko Susilo mengaku tak ada target terkait hasil pertandingan uji coba nanti. Target Arema, tak lain adalah menjalankan program latihan.

“Uji coba hanya persiapan untuk menghadapi Bali, tidak terlalu serius meraih skor. Ini rangkaian program latihan saja,” kata Gethuk, sapaan akrabnya.

Terkait komposisi pemain yang diturunkan, Gethuk menyebut, bisa jadi para pemain itu cerminan yang bakal diturunkan saat menghadapi BUP.

“Tapi dilihat saja nanti. Wartawan pasti bisa menilai sendiri siapa-siapa yang turun dan pakai strategi bagaimana,” pungkas Gethuk.-

Komunitas