Kota Malang Siapkan 10 Wakilnya di Sea Games

Ketua Umum KONI Kota Malang, Bambang DH Suyono. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Sebanyak 10 pelaku olahraga asal Kota Malang disiapkan menyongsong Sea Games 2017, Agustus mendatang. Jumlah itu terdiri dari pelatih atau ofisial, serta atlet-atlet binaan KONI Kota Malang.

Sebagian besar mereka tengah menjalani Pusat Latihan Nasional (Pelatnas) di masing-masing cabang olahraga (cabor). Rincinya, dari balap sepeda menyumbang tiga atlet yakni Elga Kharisma, Crismonita Dwi Putri, dan Popo Ario Sejati, serta dua ofisial yaitu Sugeng Tri Hartono dan Zainul Siswanto.

Dari cabor panjat tebing, sukses M Abudzar Yulianto pada ajang PON 2016 lalu masih diharapkan jadi tuah Kota Malang. Di cabor ini, seorang lagi disiapkan sebagai ofisial, yakni Firman Yanuar.

Sementara itu sisanya merupakan atlet andalan di cabor angkat besi, sepatu roda, dan atletik, masing-masing Acchedya Jagadhita, Yossie Aditya Nugraha, serta Atjong Tio Purwanto. Ketiga nama itu juga sempat meraup emas di ajang PON 2016 di Jawa Barat.

Sebagian besar nama-nama itu telah malang-melintang di berbagai ajang baik tingkat nasional maupun internasional. Ketua KONI Kota Malang, Bambang DH Suyono, percaya mereka mampu memberi yang terbaik demi mengharumkan nama Kota Malang dan Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan, Pak Yono, sapaan akrabnya, sudah mengimbau kepada atletnya untuk latihan secara rutin dan mengikuti sejumlah event baik yang ada di dalam maupun luar daerah. Beragam kejuaraan ini diperlukan sebagai batu loncatan menuju Sea Games.

“Ibaratnya seperti pisau, semakin tajam kalau terus-terusan diasah. Kami berharap para atlet juga begitu. Terus melakukan latihan rutin dan juga lomba,” papar mantan Sekda Kota Malang ini.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Meriah, Final Bola Basket Rektor Cup UMM Jadi Kompetisi Paling Dinanti

Pertandingan basket. (Istimewa)
Pertandingan basket. (Istimewa)

MALANGVOICE – Ratusan supporter memadati Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis, (22/3). Para mahasiswa, dosen hingga alumni dari berbagai jurusan berbondong-bondong datang untuk menyaksikan Final Pertandingan Bola Basket Piala Rektor Cup UMM.

Mengusung tema ‘Get Your Own Victory’ Wakil Ketua Pelaksana Cabang Perlombaan Bola Basket Rektor Cup UMM 2018, Arief Andrian mengatakan, rangkaian acara ini merupakan upaya untuk menjaring minat dan bakat dari mahasiswa khususnya bola basket. Kompetisi ini juga diharapkan dapat menjaring bibit-bibit unggul untuk tim bola basket UMM kedepannya.

“Ini juga untuk memperkuat tim bola basket UMM ketika mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional maupun internasional,” ujar mahasiswa yang juga merupakan anggota dari Civitas Bola Basket Muhammadiyah Malang (CIBBM) tersebut.

Babak final pertandingan berlangsung meriah. Pada menit kelima quarter pertama pertandingan tim putri Fakultas Psikologi memimpin dengan score 9, sedangkan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) tertinggal tujuh angka dengan score 2. Pada akhir pertandingan, Fakultas Psikologi keluar sebagai juara dengan skor 40-44.

Sementara itu pada tim putra, ada Fakultas Teknik (FT) melawan Fakultas Hukum (FH) dimana FH keluar sebagai juara dengan skor 39-41. Suara gemuruh dari supporter kedua tim terdengar di sepanjang pertandingan berlangsung.

Tidak hanya menarik animo mahasiswa dan civitas akademika, gelaran Rektor Cup juga menjadi ajang yang dirindukan para alumni. Menanti final kompetisi terbesar di UMM tersebut, para alumni rela datang untuk menyaksikan tim fakultasnya bertanding.

“Saya sudah alumni, tapi saya sengaja menyempatkan waktu untuk menonton final pertandingan ini. Tiap tahun perlombaannya makin ramai, rasanya saya merasa rugi kalau nggak nonton”, ujar Nur Laili Tsani Maulida, alumni FPP UMM.

Ketua pelaksana Rector Cup 2018, Nur Subekhi memaparkan, Rector Cup merupakan ajang tahunan UMM yang ditujukan sebagai wadah kreasi dan prestasi bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa semester dua, empat dan enam.

“Ini juga mencerminkan proses edukasi yang dikembangkan UMM dalam rangka membangun kualitas pribadi dan mental mahasiswa yang mampu berkompetisi secara sehat dan jujur,” ungkap Subekhi.(Der/Aka)

Lawan Persema, Persikoba Bakal Bermain Ofensif

Pemain Persikoba berusaha menyundul bola tendangan sudut melawan Singhasari FC, Minggu (14/5). Dalam laga ini Persikoba menang 2-0. (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Persikoba bakal menerapkan permainan menyerang saat melawat ke Stadion Gajayana, Rabu esok (17/5) menantang tuan rumah Persema. Dalam pertandingan ketiga, lanjutan Liga 3 Kapal Api tersebut, tim kebanggaan Kota Batu berambisi mencuri poin penuh.

Manager Persikoba, Muhajir mengatakan, strategi ofensif bakal diterapkannya sejak menit pertama babak pertama. Formasi yang dipakai yakni 3-4-3 dengan mengandal pemain tengahnya nomor punggung 4, Supriyanto Sabar. Sedangkan untuk lini depan, eksekutornya dipercayakan kepada nomor punggung 6, Fergiawan K. “Kami yakinkan kepada seluruh pemain untuk terus fight (berjuang). Setiap laga seolahnya pertandingan final,” kata Muhajir kepada MVoice beberapa saat lalu.

Muhajir menambahkan, strategi yang diterapkan dipastikan efekif. Sebab, skuad utamanya dalam kondisi 100% fit. “Insya Allah besok kami siap 100% untuk mengalahkan tuan rumah dan mencuri poin penuh,” pungkasnya.

Perlu diketahui juga, pada laga sebelumnya, Minggu (14/5), Persikoba sukses menumbangkan Singhasari FC dengan skor 2-0 tanpa balas. Sepanjang 90 menit waktu normal, Fergiawan K Cs terus bermain menyerang.

Dewanti Tawari Atlet Peraih Medali Asian Games Jadi PNS

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyambut Jafro dkk atlet paralayang peraih medali Asian Games 2018 di Balai Kota Among Tani, Jumat (31/8). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Lima atlet paralayang Kota Batu yang berlaga di Asian Games 2018 ditawari jadi ASN (dulu PNS). Ini tidak lain bentuk apresiasi atas capaian Juara Umum cabor paralayang.

Ya, kelima atlet Kota Batu, Jafro Megawanto, Jony Efendy, Roni Pratama, Ika Ayu Wulandari dan Rika Wijayanti menorehkan prestasi memuaskan. Total enam medali berhasil diraih.

Rinciannya, dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu. Didapat dari berbagai kategori lomba, dua emas diraih pada nomor Ketepatan Mendarat (KTM) beregu putra, dan individual putra atas nama Jafro Megawanto.

Untuk perak diraih tim putri dari nomor Ketepatan Mendarat beregu. Tiga perunggu disumbang masing-masing di nomor ketepatan mendarat individual putri atas nama Rika Wijayanti, lintas alam beregu putra, dan lintas alam beregu putri. Sebagai apresiasi kepada atlet, Pemkot Batu melalui KONI telah menyiapkan bonus.

“Ya ada uang pembinaan,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko ditemui awak media.

Disinggung apakah nominalnya sama atau lebih besar dari yang sudah ditetapkan Kementerian, yakni Rp 1,5 miliar, Dewanti menjawab diplomatis.

“Ya surprise. Kalau lebih besar ya Alhamdulillah,” sambung dia.

Masih kata Dewanti, terkait komitmen pemerintah pusat yang menjanjikan pula bonus untuk menjadikan ASN bagi atlet peraih medali, pihaknya masih akan berkoordinasi.

“Kami akan fasilitasi itu. Tapi apakah penempatan di Kota Batu atau di pemerintah pusat saya mintakan Pak Sekda untuk mencari tahu,” urai perempuan bergelar Magister Psikologi ini.

Terlepas dari itu, Dewanti berharap euforia ini dapat jadi motivasi dan spirit kepada seluruh anak-anak dan pemuda di Kota Batu, sebab para anak muda di kota kecil ini punya potensi yang tidak kalah dengan kota besar maupun kota lainnya.

“Bahkan dengan orang-orang se- Asia. Asal bersatu, mau berusaha, semangat belajar, mau menjadi orang yang bekerja keras, akhirnya bisa hasilkan seperti ini (prestasi),” tutupnya. (Hmz/Ulm)

KONI Kota Malang Kirim Enam Atlet di Asian Games 2018

Eddy Wahyono saat ditemui Malangvoice di Kantor KONi Malang. (Agus Safarudin).
Eddy Wahyono saat ditemui Malangvoice di Kantor KONi Malang. (Agus Safarudin).

MALANGVOICE – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, mengirim enam atlet untuk mengikuti gelaran Asian Games 2018 di Jakarata dan Palembang pada Agustus mendatang.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono mengatakan, enam Atlet tersebut mewakili cabang olahraga (cabor) balap sepeda, atletik, sepatu roda dan panjat tebing.

Dari enam cabang tersebut diwakili atlet asal Malang di antaranya, Elga Kharisma pada balap sepeda BMX dan track, Crismonita Dwi Putri pada balap sepeda track, Popo Ario Sejati pada balap sepeda MTB downhill, Atjong Tio Purnawanto pada atletik 300 m halang rintang, Yossy Aditya N pada sepatu roda individual dan tim, dan M Abudzar pada panjat tebing speed dan lead.

Edy Wahyono menyampaikan, selain mengirimkan atlet, KONI Kota Malang juga mengirim tiga pelatih balap sepeda dan tiga wasit yang akan berangkat bersama atlet pada bulan Agustus.

“Jadi Kota Malang mengirimkan 12 orang, terdiri dari enam atlet, tiga Pelatih dan tiga wasit,” katanya saat ditemui di ruangannya, Rabu (11/7).

Untuk memacu semangat para atlet, KONI Kota Malang akan memberikan apresiasi serta reward kepada atlet yang mampu mencapai target, yakni mendapatkan medali emas pada ajang internasional tersebut.

“Kami berharap para atlet mampu mencapai target, dan mendapatkan medali emas di Asian Games kali ini,” harapnya.(Der/Aka)

Bung Edi Inginkan Regenerasi Sepakbola Tiru Brasil Hingga Spanyol

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi mengapa peserta Kompetisi Sepakbola U-11 Piala Rektor UMM di Lapangan UMM, Jumat (19/10). (Humas Pemkot Malang)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi mengapa peserta Kompetisi Sepakbola U-11 Piala Rektor UMM di Lapangan UMM, Jumat (19/10). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Regenerasi pemain sepakbola usia dini jadi perhatian Pemkot Malang. Tujuannya tidak lain untuk melahirkan atlet berprestasi masa depan.

“Semakin maju sepakbola suatu negara maka semakin maju pula cara pandang mereka mengenai regenerasi,” kata Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko membuka Kompetisi Sepakbola U-11 Piala Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (19/10).

Proses regenerasi, lanjut dia, merupakan hal yang sangat krusial dalam dunia olahraga, khususnya sepakbola. Sebab pembinaan atlet usia dini akan berbuah hasil prestasi yang membanggakan.
Dicontohkannya, negara dengan tradisi kuat di dunia sepakbola seperti Brasil, Argentina, Belanda, Perancis, Spanyol, Jerman dan Inggris, tidak pernah kehabisan sumber daya manusia, khususnya pemain bola handal dari waktu ke waktu.

“Hal ini terwujud karena pembinaan atlet usia dini hingga atlet muda yang baik dan terancana. Pembinaan sepakbola usia dini sebagai pembinaan dasar atau pembinaan awal dari rangkaian pembinaan jangka panjang sangat penting,” urai pria akrab disapa Bung Edi ini.

banner

Kompetisi seperti yang digelar UMM, diharapkan menjadi suatu cara dalam melakukan pembinaan. Sehingga diharapkan menjadi indikasi akan kemajuan sepakola Indonesia pada masa mendatang.

“Melalui kompetisi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga dalam pengembangan potensi diri para generasi muda serta memupuk kebersamaan dan persaudaraan,” ujarnya.

Sofyan Edi Jarwoko juga berharap, selain sebagai ajang pembinaan atlet usia muda, even kompetisi sepakbola juga mampu sebagai sarana menumbuhkan rasa kebersamaan dan persaudaraan sekaligus menanamkan semangat sportifitas yang mengalir dalam diri atlet muda.

“Kita berharap para anak muda, khususnya di Kota Malang mampu menjadi tulang punggung Bangsa Indonesia di masa mendatang,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Derby Malang, Persema 1953 Vs Arema Indonesia Diwarnai Kisruh di Lapangan

Persema 1953 dan Arema Indonesia. (Deny rahmawan)
Persema 1953 dan Arema Indonesia. (Deny rahmawan)

MALANGVOICE – Derby Malang antara Persema 1953 melawan Arema Indonesia di lanjutan Liga 3, berakhir ricuh, Rabu (2/8). Kedua tim harus menghentikan laga pada menit 81 karena suasana di Stadion Gajayana tidak kondusif.

Wasit Rahman Effendi terpaksa menghentikan laga karena pemain kedua tim saling serang. Aksi itu juga mengakibatkan oknum suporter turun ke lapangan. Meski aksi itu tak berlangsung lama karena aparat keamanan dengan sigap menghalau suporter untuk kembali ke tribun.

Kericuhan itu pecah karena salah satu pemain Persema 1953 dilanggar pemain Arema Indonesia. Seluruh pemain Bledhek Biru melakukan protes keras kepada wasit namun tak digubris. Sikap wasit itu kemudian berbuntut pemain dan ofisial Persema mogok main dan meninggalkan lapangan.

Di kubu Arema, tim ofisial dan pemain meminta laga dilanjutkan. Namun permintaan itu berbuah kartu merah yang diberikan pada Yance Asep Duwiri yang sekaligus memantik kemarahan seisi stadion.

Tim Persema dan wasit akhirnya dibawa ke luar lapangan dan masuk ke ruang ganti demi keamanan. Wasit enggan meneruskan pertandingan dan akhirnya berakhir dengan skor 1-1.

Persema lebih dulu unggul lewat Andhika Agrapana di babak pertama sebelum disamakan oleh Moch Zulkarnaen dari kubu Singo Edan di babak ke dua.

Hasil itu dirasa kurang puas bagi Arema Indonesia karena masih menyisakan waktu 10 menit apabila pertandingan diteruskan. “Seharusnya bisa diteruskan. Kami rugi karena waktu masih panjang,” kata pelatih Arema Indonesia, Totok Anjik.

Sedangkan dari kubu Persema 1953, mengaku meninggalkan lapangan permainan karena faktor keamanan atas instruksi pengawas pertandingan. “Dari segi keamanan tidak menjamin,” tandasnya.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Satu Grup dengan Persebaya, Persema U-17 Target Sapu Bersih

Pemain Persema U 17.(Persema for MVoice)
Pemain Persema U 17.(Persema for MVoice)

MALANGVOICE – Undian lanjutan kompetisi Piala Suratin U-17 sudah resmi dirilis. Persema U-17 berada di grup N bersama tiga tim lain, yakni Persebaya, Persik dan PSSS Situbondo. Pertandingan rencananya berlangsung tanggal 6,7, dan 9 Agustus 2017 mendatang.

Anak asuh Dwi Karyawanto tersebut berpeluang menjadi tuan rumah selain tim asal Surabaya, Persebaya. Namun, Manajer Persema U-17, Totok Soekardjito, mengatakan, tuan rumah pertandingan grup N belum diputuskan.

“Jadi tuan rumah, oke. Main di Surabaya, juga tidak masalah,” kata Totok, kepada MVoice, melalui pesan WhatsApp.

Persema punya misi menyapu bersih setiap pertandingan. Dengan sistem setengah kompetisi, kata dia, Persema setidaknya memaksimalkan perolehan poin. Sebab, di putaran kali ini, hanya juara grup yang lolos ke putaran selanjutnya.”Dua runner up terbaik juga akan lolos, tapi kami akan menentukan nasib kami sendiri,” ungkapnya.

Para pemain Persema akan melangsungkan Training Center (TC) mulai Senin (31/7) besok. Selama TC, pemain akan berada di mess Paskas Lanud Abd Saleh selama satu minggu.

“Tim-tim di grup N punya pemain berkualitas. Makanya, kami mempersiapkan diri semaksimal mungkin,” pungkasnya. Persema U-17 keluar sebagai juara grup I dengan 16 poin pada putaran kedua Piala Suratin U-17.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Studi Banding ke Yogyakarta, KONI Kota Malang Bawa Pulang Banyak Manfaat

KONI Kota Malang studi banding ke KONI Provinsi DIY. (Istimewa)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang menggelar studi banding ke Yogyakarta. Di Kota Gudeg itu, rombongan yang dipimpin Ketua Umum Bambang DH Suyono singgah di kantor KONI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (14/12).

Dalam studi banding ini, rombongan KONI Kota Malang membawa sekitar 30 pengurus. Selain sang Ketua Umum, ikut pula para Wakil Ketua Umum yakni Damanhuri dan Husnun N Djurait.

Selain itu, Sekretaris Umum Husni Ali dan Wakil Sekretaris Umum Laily Fitriyah Liza Min Nelly juga tak ketinggalan. Di samping itu, para Ketua Bidang juga ikut serta, seperti Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Yudo Nugroho, Ketua Bidang Organisasi Mahmud Yunus, serta Ketua Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Data Yunan Helmy.

Ketua Umum KONI Kota Malang Bambang DH Suyono dalam kesempatan itu bertukar pikiran dengan para pengurus KONI Provinsi DIY. Dia mengaku banyak pelajaran didapat dari kunjungan ini.

“Mudah-mudahan apa yang bagus bisa diterapkan di Kota Malang, tak lain agar prestasi atlet kita meningkat,” paparnya. Mantan Sekretaris Daerah Kota Malang ini sempat mengajukan pertanyaan mengenai sengkarut di organisasi pengurus cabor (cabang olahraga).

“Contoh masalah di cabor adalah adanya kepengurusan ganda di Kota atau Kabupaten A dengan B,” kata Pak Yono, sapaan akrabnya.

Kabid Pembinaan Organisasi KONI Provinsi DIY, Triyandi Mulkan, merespon amat konkret. Dalam hal ini, solusi atas permasalahan itu adalah dengan dialog, termasuk jika ada pengurus tingkat kota atau kabupaten yang kurang harmonis dengan pengurus provinsi.

“Kalau masih tidak selesai kami mediasi dengan lebih tegas, karena juga menyangkut bantuan pembinaan,” tandasnya.(Coi/Yei)

Tim Pencak Silat Kota Malang Sabet 9 Penghargaan Internasional

Tim puncak silat Kota Malang sukses menorehkan prestasi. (Bagian Humas Pemkot Malang)
Tim puncak silat Kota Malang sukses menorehkan prestasi. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Tim seni pencak silat Kota Malang mendulang prestasi membanggakan di level internasional. Mereka berhasil menyabet sembilan penghargaan pada ajang ‘Seni Pencak Silat Internasional’ di Purwakarta pada 20 – 23 April lalu.

Sembilan penghargaan itu masing-masing, Penata Silat Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penata Spiritual Terbaik, Penyaji Terbaik, Penata Busana Terbaik, Busana Terbaik, Pemusik Terbaik, Spiritual Terbaik dan Pesilat Terbaik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan, kesuksesan grup pencak silat tersebut tak terlepas dari peran serta pemerintah. Dikatakan, Pemkot terus aktif memberikan fasilitas dan motivasi agar tetap berkarya dengan baik.

“Tim pencak silat Kota Malang ini kerap diundang tampil di luar negeri seperti Tiongkok dan Korea Selatan,” kata Ida Ayu, Kamis (27/4).

Komunitas