Kejurnas Karate di Batu Jadi Ajang Tingkatkan Cinta Tanah Air

Peserta bertanding dalam Kejuaraan Nasional Karate Divif 2 Kostrad Open 2017 di GOR Gajah Mada Kota Batu, Jumat (21/7).
Peserta bertanding dalam Kejuaraan Nasional Karate Divif 2 Kostrad Open 2017 di GOR Gajah Mada Kota Batu, Jumat (21/7).

MALANGVOICE – Kejuaraan Nasional Karate Divif 2 Kostrad Open 2017 dibuka secara resmi oleh Panglima Divif 2 Kostrad, Mayjen TNI Agus Suhardi, Kamis (21/7) di GOR Gajah Mada Kota Batu. Momen tersebut juga dijadikan sarana meningkatkan cinta tanah air Indonesia.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Agus Suhardi berpesan agar para atlet selalu menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, dan menjaga sportivitas.
Kejuaraan ini digelar untuk mendapatkan atlet-atlet terbaik yang siap menghadapi pertandingan berskala nasional dan internasional.

“Manfaatkan momen ini sebaik-baiknya untuk menjadi atlet yang andal dan berprestasi,” kata Pangdivif 2 Kostrad.

Agus juga mengajak peserta menjunjung tinggi semangat patriotisme serta mematuhi ketentuan dan aturan yang berlaku selama pertandingan. Namun, diakuinya, ada misi utama yang diusung. Yakni menjadikan olahraga untuk meningkatkan cinta tanah air.

“Kami ingin menggelorakan kembali semangat generasi muda akan kecintaan nilai kebangsaan melalui olahraga,” jelasnya.

Ketua KONI Kota Batu Zainul Arifin menambahkan, total ada 1.500 peserta yang terbagi dalam 78 kontingen kabupaten/kota. Sebagai tuan rumah, pihaknya menjadikan momen ini cambukan untuk meningkatkan prestasi. “Tentunya kami terus memberikan pendampingan dan pembinaanal atlet untuk terus berprestasi,” kata pria akrab disapa Jinung ini.

Pembukaan kejurnas dimeriahkan dengan sajian tari tradisional Remo Dolet. Tarian yang menggambarkan sosok prajurit ini ditampilkan sebagai bentuk ucapan selamat datang.

Tampak hadir Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso dan Waka Polres Batu Kompol Nurmala dan Waka Polres Malang Kompol Decky Hermansyah.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Tingkatkan Wawasan, IPSI Kota Malang Gelar Workshop

Workshop pencak silat tradisi (istimewa)
Workshop pencak silat tradisi (istimewa)

MALANGVOICE – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang menggelar workshop pencak silat tradisi di Gedung Kesenian Gajayana, Malang, Minggu (1/10).

Peserta dari 12 perguruan pencak silat se Kota Malang belajar berbagai keografi pencak silat, penataan komposisi musik pencak silat dan peraturan festival pencak silat.

“Tentu workshop ini. penting karena sekaligus mensosialisasikan tata cara dan peraturan festival pencak silat baik terutama dalam segi penjurian,” kata Ketua IPSI Kota Malang, Nono Soehartono kepada MVoice, Minggu (1/10).

Dalam workshop itu hadir pula pemateri yaitu Agus Mardianto, dan Parso Paktri Brotowibisono. Harapannya, dengan mengikuti workshop ini para pelatih bisa meningkatkan wawasan dan pengetahuan pencak silat.

Nono mengatakan antusias peserta cukup tinggi. Dia berharap motivasi peserta maupun pelatih bisa terus dijaga dan konsisten sehingga prestasi-prestasi pencak silat Kota Malang juga bisa ditingkatkan.

“Semoga bisa ikut membantu meningkatkan prestasi dalam pecak silat ke depan,” harapnya.(Der/Ak)

Studi Banding ke Yogyakarta, KONI Kota Malang Bawa Pulang Banyak Manfaat

KONI Kota Malang studi banding ke KONI Provinsi DIY. (Istimewa)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang menggelar studi banding ke Yogyakarta. Di Kota Gudeg itu, rombongan yang dipimpin Ketua Umum Bambang DH Suyono singgah di kantor KONI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (14/12).

Dalam studi banding ini, rombongan KONI Kota Malang membawa sekitar 30 pengurus. Selain sang Ketua Umum, ikut pula para Wakil Ketua Umum yakni Damanhuri dan Husnun N Djurait.

Selain itu, Sekretaris Umum Husni Ali dan Wakil Sekretaris Umum Laily Fitriyah Liza Min Nelly juga tak ketinggalan. Di samping itu, para Ketua Bidang juga ikut serta, seperti Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Yudo Nugroho, Ketua Bidang Organisasi Mahmud Yunus, serta Ketua Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Data Yunan Helmy.

Ketua Umum KONI Kota Malang Bambang DH Suyono dalam kesempatan itu bertukar pikiran dengan para pengurus KONI Provinsi DIY. Dia mengaku banyak pelajaran didapat dari kunjungan ini.

“Mudah-mudahan apa yang bagus bisa diterapkan di Kota Malang, tak lain agar prestasi atlet kita meningkat,” paparnya. Mantan Sekretaris Daerah Kota Malang ini sempat mengajukan pertanyaan mengenai sengkarut di organisasi pengurus cabor (cabang olahraga).

“Contoh masalah di cabor adalah adanya kepengurusan ganda di Kota atau Kabupaten A dengan B,” kata Pak Yono, sapaan akrabnya.

Kabid Pembinaan Organisasi KONI Provinsi DIY, Triyandi Mulkan, merespon amat konkret. Dalam hal ini, solusi atas permasalahan itu adalah dengan dialog, termasuk jika ada pengurus tingkat kota atau kabupaten yang kurang harmonis dengan pengurus provinsi.

“Kalau masih tidak selesai kami mediasi dengan lebih tegas, karena juga menyangkut bantuan pembinaan,” tandasnya.(Coi/Yei)

Selamat dari Gempa di Palu, Atlet ISSI Kota Malang Alami Trauma

Seluruh atlet dan ofisial ISSI Kota Malang berada di Bandara Abd Saleh. (istimewa)
Seluruh atlet dan ofisial ISSI Kota Malang berada di Bandara Abd Saleh. (istimewa)

MALANGVOICE – Gempa dan tsunami yang melanda Palu akhir pekan lalu tak hanya membuat duka bagi keluarga yang kehilangan, tapi juga trauma bagi korban selamat. Termasuk atlet sepeda ISSI Kota Malang.

Sesuai rencananya, tiga atlet itu akan mengikuti lomba Down Hill Palu Nomoni Selena Down Hill 2018 pada 29-30 September. Namun, bencana datang lebih cepat sehari sebelum lomba dimulai.

Diceritakan salah satu kru ofisial dari tim ISSI Kota Malang, Rizal Arif Kurniawan, pada waktu gempa terjadi seluruh atlet sedang berada di hotel tempatnya menginap. Mereka baru saja istirahat setelah menjalani latihan di lokasi lomba.

“Waktu gempa itu semua panik. Akhirnya turun dari hotel dan lari ke start down hill di gunung. Itu kondisi air laut sudah kelihatan di jalan karena hotel kami memang dekat dengan pantai,” katanya saat dihubungi MVoice.

Rombongan atlet dan ofisial berjumlah empat orang, sekaligus meralat berita sebelumnya yang berjumlah tujuh orang bertahan di hutan hingga pukul 22.00 waktu setempat. Saat itu kata Rizal, suasana sudah sedikit tenang pascagempa. “Anak-anak sempat ke hotel untuk evakuasi barang. Setelah itu balik lagi ke hutan dan istirahat sampai pagi,” lanjutnya lagi.

Pagi harinya, Sabtu (29/9) seluruh atlet yang berada di hutan diselamatkan anggota TNI. Semuanya dievakuasi sekitar pukul 11.00 siang ke Makassar menggunakan pesawat Hercules.

“Semua alhamduliah tidak ada yang cedera. Penerbangan kemudian lanjut ke Jakarta dan sampai bandara Abd Saleh pada Minggu (30/9),” katanya.

Saat ini semua atlet sudah berada di rumah masing-masing. Rizal mengaku semua mengalami trauma dan diminta beristirahat.

“Datang ke Malang juga belum komunikasi. Sekarang masih trauma jadi biar istirahat dulu,” tandasnya.(Der/Aka)

Gagal Raih Podium di Seri Terakhir, Doni Tata Tetap Juarai TGA 2017

Pebalap TGA 2017. (istimewa)
Pebalap TGA 2017. (istimewa)

MALANGVOICE – Doni Tata menasbihkan dirinya menjadi jawara di Trial Game Asphalt (TGA) 2017 kelas FFA 250 cc. Meskipun mantan pebalap Moto 2 ini gagal naik podium di final race seri ketiga, ia punya poin apik di dua seri sebelumnya.

Di seri ketiga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (16/12), Doni Tata hanya finish di peringkat 4. Jauh di belakang Raffi G Tangka, Farudila Adam dan Gerry Salim.

Tidak sempurnanya seri ketiga ini diakui Doni memang kurang persiapan. Ia mengaku tak mempersiapkan ban untuk menghadapi lintasan basah. “Di race kali ini ban basah habis di Purwokerto. Jadi saya pakai ban kering, cukup susah memang mengontrol sepeda,” katanya.

Mengetahui kondisi tersebut, Doni punya strategi lain. Pria asal Sleman, Yogyakarta, ini hanya menargetkan posisi lima besar. Hal itu cukup mengamankan poin untuk menjadi juara dari bekal dua seri sebelumnya.

Di seri terakhir, perlawanan Gerry dikatakan Doni sangat hebat. Selain masih muda, rider asal Jatim ini punya semangat tinggi mengejar prestasi. Doni tak kaget ketika Gerry berhasil juara 1. “Gerry sangat kenceng di lintasan kering. Dia masih muda dan haus kemenangan. Apalagi banyak pengalaman di level Asia,” lanjutnya.

Hasil yang didapat ini, lanjut Doni, diharap bisa jadi motivasi pebalap lain untuk berprestasi. Pasalnya TGA 2017 adalah ajang penuh gengsi yang harus diikuti.

“Semoga jadi motivasi dan TGA tahun depan harus banyak sesinya. Even ini sangat bergengsi,” tukas Doni.(Der/Aka)

Anggaran Terbatas, KONI Kota Malang Ajak Cabor Efisiensi Dana

Ketua Umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, Eddy Wahyono, tetap optimistis bisa mempertahankan posisi runner up di ajang Porprov 2019 mendatang.

Dikatakan Eddy Wahyono, sudah ada anggaran sekitar Rp6 – 7 miliar untuk operasional atlet di Porprov yang digelar di empat kota/kabupaten tersebut.

Dana yang digunakan itu bisa dibilang mencapai separuh dari anggaran yang diterima KONI Kota Malang di 2019 ini yang mencapai Rp12,5 miliar.

“Ini tantangan bagi kami meski anggaran terbatas,” kata Eddy, Kamis (21/2) saat membuka rapat kerja pelaksanaan kegiatan KONI Kota Malang 2019.

Menurut Eddy Wahyono, dana tersebut harus digunakan seefisien mungkin agar bisa mencukupi operasional KONI Kota Malang selama satu tahun ini. Karena itu seluruh cabor hari ini dikumpulkan untuk membahas anggaran tersebut.

“Penyampaian efisiensi pada cabor supaya mereka paham tentang anggaran itu,” tandasnya.(Der/Aka)

Persaingan Ketat di Babak Final, Siswi Kelas 5 SD Klaten Juarai SIRNAS-MILO Badminton Competition

Evelin (hijau) saat menghadapi lawannya. (istimewa)
Evelin (hijau) saat menghadapi lawannya. (istimewa)

MALANGVOICE – SIRNAS-MILO Badminton Competition Malang memasuki babak final, Sabtu (30/9). Dari beberapa laga sengit yang tersaji di GOR Ken Arok, akhirnya mendapat juara.

Dari kategori putri U-11, Evelin Gracia Parapat dari Champion Klaten berhasil menjadi pemenang. Siswi SDN 2 Tlobog Klaten ini mengalahkan rekan satu klubnya, Louisa Jovanka Sandi Wina Oei straight game 21-13, 21-12.

Menurut Evelin, kemenangan itu bukan hal mudah. Ia mengaku sudah mempersiapkan diri dengan latihan rutin selama dua bulan sebelum kompetisi. Selama di lapangan pertandingan, ia terus menunjukkan kemampuan dan rasa percaya diri setiap laga. Dan kemenangan ini merupakan pengalaman pertamanya.

“Semoga kemenangan yang saya raih ini dapat menjadi langkah awal untuk meraih cita-cita menjadi juara dunia,” katanya Evelin dari rilis yang diterima Mvoice.

Pelatih Champion Klaten, Jan Peter,
mengungkapkan, meski fisik Evelin termasuk kecil, namun ia cukup lincah dan agresif dalam mengembalikan pukulan lawan. Itu semua, kata Peter, juga berkat kemauan dan semangat pantang menyerah.

“Saya yakin kemenangan pertama Evelin di Malang ini akan semakin memotivasi untuk lebih giat lagi berlatih sehingga dapat terus meraih prestasi di bidang olahraga bulu
tangkis,” ungkapnya.

Sementara pada pertandingan tunggal putra kelompok usia U-13, Alwi Farhan dari Exist Jakarta berhasil mengalahkan
rekan satu klubnya Denis Farell Satria Pradana dengan straight game 21-16, 21-13.

“Saya bersyukur dan akan terus melatih pola permainan dan kekuatan fisik agar dapat terus berprestasi dan meraih poin sebanyak-banyaknya sehingga nantinya dapat masuk ke Pelatnas,” ungkap Alwi yang sebelumnya menjadi juara dua di Banten dan juara satu di kompetisi yang sama ini.

Pertandingan babak final SIRNAS-MILO Badminton Competition Malang hari ini semakin dimeriahkan dengan kedatangan legenda bulu tangkis Indonesia, Candra Wijaya. Peraih medali emas Olimpiade Sidney 2000 ini memberikan coaching clinic pada anak sekolah dasar.(Der/Ak)

Songsong Porprov 2019, KONI Kota Malang Uji Fisik Atlet

Para atlet menjalani tes fisik di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)
Para atlet menjalani tes fisik di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang mulai berancang-ancang menyongsong Porprov 2019. Persiapan dilakukan jauh-jauh hari agar kontingen Kota Malang mampu meraih prestasi maksimal.

Mulai Sabtu (21/10) kemarin hingga beberapa pekan ke depan, ratusan atlet dari berbagai cabor menjalani tes fisik di Stadion Gajayana. Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Keolahragaan KONI Kota Malang, Sugiharto, menyebut, jadwal uji sesuai jenis cabor.

“Yang pertama bela diri, Sabtu (21/10) dan Minggu (22/10). Total selama dua hari ada 108 atlet,” kata Pak Gik, sapaan akrabnya.

Pekan depan, giliran olahraga terukur seperti renang, atletik, dan panahan yang menjalani tes. Selanjutnya, olahraga permainan, seperti sepak bola dan voli di pekan ke-3.

“Yang diujikan fisiknya, yaitu tes balek untuk menguji kapasitas oksigen maksimal, hampir sama dengan VO2MAX,” paparnya.

Tes ini diwajibkan bagi semua atlet, utamanya yang diproyeksikan turun di Porprov 2019. Setiap cabor, lanjut Pak Gik, memiliki nilai ideal yang berbeda untuk ukuran kapasitas oksigen maksimal.

“Balke standarnya tiap cabor berbeda. Kalau bela diri, 50 ml per kg berat badan per menit,” tambah alumnus Universitas Airlangga Surabaya ini.(Coi/Aka)

POR SD/MI Rampung, Kota Malang Juara 3

Kontingen Kota Malang untuk POR SD/MI. (Istimewa)
Kontingen Kota Malang untuk POR SD/MI. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kontingen Kota Malang menuai sukses dalam ajang Pekan Olah Raga (POR) tingkat SD/MI se – Jawa Timur. Pada ajang yang digelar di Kabupaten Lumajang itu, para atlet cilik Kota Malang menyabet gelar juara ke-3.

Prestasi ini tidak lepas dari banyaknya medali yang dikumpulkan. Berdasarkan hasil akhir dari semua cabang olah raga, Kota Malang membawa pulang sebanyak 9 emas, 9 perak dan 17 perunggu.

Capaian itu hanya tipis di bawah Kabupaten Gresik sebagai runner up dengan koleksi 10 emas, 9 perak, dan 4 perunggu. Selain itu, capaian ini juga terlampaui oleh kontingen Kota Surabaya yang pada tahun ini kembali menjadi juara umum. Pada kesempatan ini, Kota Malang sendiri mengirimkan sebanyak 148 atlet, 36 pelatih dan 32 orang official.

Wali Kota Malang, H Moch Anton mengapresiasi raihan prestasi para atlet cilik Kota Malang di ajang tersebut. Anton menegaskan, semangat menumbuhkan bibit baru dalam dunia olahraga terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang.

Sejumlah cabang olahraga, selama ini sudah berhasil membawa nama harum Kota Malang di level internasional. “Usia emas berada di rentang 14 tahun sampai 25 tahun. Sedangkan, persiapan menuju itu membutuhkan waktu pembinaan sekitar 6 tahun sampai 10 tahun,” tambahnya.

Karena itu, lanjut Anton, pembinaan olahraga harus dimulai sejak dini. ” Atas nama Pemkot Malang saya mengapresiasi penuh raihan para atlet SD/MI di ajang bergengsi itu,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, Nuzul Nurcahyo. Dia juga mengapresiasi raihan positif yang diperoleh oleh para atlet di ajang POR SD/MI se Jawa Timur.

Dikatakan, prestasi atlet itu menunjukkan jika Kota Malang bibit-bibit atlet potensial di masa mendatang. “Dispora Kota Malang mengapresiasi raihan Kontingen dalam ajang POR SD/MI ini adalah prestasi yang cukup baik,” kata Nuzul Nurcahyo.

Dijelaskan, pembinaan terhadap para atlet terus dilakukan sejak usia dini, sehingga nantinya mampu membawa nama baik Kota Malang di ajang pesta olahraga yang lebih besar baik skala nasional bahkan internasional.

“Pembinaan terhadap atlet terus kita lakukan agar muncul bibit-bibit baru dalam dunia olah raga,” tukasnya.(Coi/Aka)

Atlet Kota Malang Angkat Medali di Asian Mountain Bike Series 2018 Malaysia

MALANGVOICE – Atlet asal Kota Malang kembali meraih prestasi membanggakan. Kali ini dari kejuaraan Asian Mountain Bike Series 2018 di Sabbah, Malaysia 28-29 Juli lalu.

Atlet ISSI Kota Malang, Angga Dwi Hesta meraih juara III kategori XCO Man Junior, sedangkan untuk putri di kelas Cross Country Olympic (XCO) Woman Junior disabet dua atlet sekaligus, yakni Dewika Mulya Sova a II dan Okky Lafidawati juara III.

Pelatih ISSI Kota Malang, Sugianto Styawan, mengaku, persaingan merebut medali di ajang itu cukup sulit. Lawan terberat, kata dia berasal dari Thailand. Hal itu terbukti atlet dari negara Seribu Pagoda yang menjadi juara I.

Terlebih, masih kata Sugianto, persiapan para atlet juga kurang sehingga mempengaruhi performa dalam kejuaraan tersebut.

“Persiapan anak-anak itu kurang. Hanya dua kategori dan tidak ada spesialisnya. Sebelum ke Malaysia itu juga mengikuti kejurnas di Bantul, jadi waktunya juga mepet,” katanya.

Meski begitu, Sugianto merasa bangga dengan hasil yang didapat. Para atlet binaannya mampu menaiki podium dan mengangkat nama Indonesia. Ia berharap regenerasi atlet terus berlanjut sehingga muncul penerus juara lain di kemudian hari.

“Semoga atlet lebih diperhatikan lagi biar banyak regenerasi. Mereka ini juga masih junior dipersiapkan di Porprov mendatang agar target tercapai,” tandasnya.(Der/Aka)

Komunitas