Perkasa di Grup A, Kemenangan Dua Laga Pembuka Rusia Pasca-Uni Soviet

Suporter Timnas Rusia. (FIFA.com)
Suporter Timnas Rusia. (FIFA.com)

MALANGVOICE – Timnas Rusia tampil begitu perkasa pada babak penyisihan Grup A Piala Dunia 2018. Usai menggilas Arab Saudi dengan skor 5-0 pada laga perdana, tim berjuluk Sbornaya menghajar Mesir dengan skor 3-1, Rabu (20/6) dini hari tadi.

Ini merupakan pertama kalinya Rusia memenangkan dua laga pembuka di Piala Dunia setelah berganti nama dari Uni Soviet. Sukses serupa terkahir kali dicapai pada 1966 silam sebagai Uni Soviet, saat tim ini lolos sampai semifinal.

Selain itu, delapan gol Rusia dalam dua laga pembuka merupakan catatan tertinggi tim tuan rumah turnamen. Raihan itu setara dengan capaian Italia saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1934.

Hasil positif ini membawa Rusia bertengger perkasa di puncak klasemen sementara Grup A dengan poin 6. Peluang Rusia lolos ke fase selanjutnya terbuka lebar. Rusia bahkan dipastikan lolos jika Uruguay mampu mengalahkan Arab Saudi pada laga malam nanti.

Sejak Uni Soviet pecah, Rusia memang belum pernah mencapai fase gugur Piala Dunia dari tiga kali penampilan (1994, 2002, 2014). Mereka finis ketiga dalam ketiga edisi tersebut. Kini, sebagai tuan rumah Rusia memiliki kesempatan memperbaiki catatan.(Coi/Aka)

Porprov VI Jatim Rampung Surabaya Tak Terkejar, Kota Malang Merosot

Maskot di Porprov VI Jatim 2019. (Istimewa)

MALANGVOICE – Misi Kota Malang mempertahankan posisi runner up di ajang Porprov VI Jatim 2019 gagal.

Ajang Porprov Jatim yang digelar menjadi ajang empat tahunan ini menempatkan Kota Malang di posisi 4 dengan poin total 308 sampai penutupan pada Sabtu (13/7) kemarin. Kota Malang mendapat 139 medali, antara lain 40 emas, 49 perak dan 50 perunggu.

Jumlah itu terpaut sedikit dari peringkat 3 yang diduduki Kabupaten Sidoarjo. Kota Udang ini memiliki raihan 313 poin dengan total 139 medali. Antara lain 46 emas, 36 perak dan 57 perunggu.

Sedangkan di posisi runner up tahun ini dipegang Kota Kediri yang tampil konsisten sejak awal. Yakni memperoleh 377 poin dari total 153 medali. Antara lain 60 emas, 44 perak dan 49 perunggu.

Di posisi juara umum sudah bisa ditebak sebelumnya, yakni Kota Surabaya. Atlet Surabaya tak terkejar dengan raihan poin paling tinggi, yakni 708 dengan total 280 medali. Untum emas didapat 113 medali, 89 perak dan 78 perunggu.

Hasil ini tentu akan menjadi evaluasi bagi Kota Malang karena gagal mempertahankan posisi runner up di Porprov V Jatim 2015.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, bakal ada evaluasi terkait hasil tersebut.

“Atlet sudah berusaha maksimal. Tapi kita lihat, kontingen dari berbagai kota juga semakin baik dari Porprov sebelumnya,” kata Eddy.

Diketahui, ajang Porprov VII Jatim direncanakan bakal digelar kembali selama dua tahunan. Jika begitu ajang multi event olahraga ini akan dihelat pada 2021 dan yang menjadi tuan rumah direncanakan adalah Jember, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso.(Der/Aka)

Songsong Porprov 2019, KONI Kota Malang Uji Fisik Atlet

Para atlet menjalani tes fisik di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)
Para atlet menjalani tes fisik di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang mulai berancang-ancang menyongsong Porprov 2019. Persiapan dilakukan jauh-jauh hari agar kontingen Kota Malang mampu meraih prestasi maksimal.

Mulai Sabtu (21/10) kemarin hingga beberapa pekan ke depan, ratusan atlet dari berbagai cabor menjalani tes fisik di Stadion Gajayana. Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Keolahragaan KONI Kota Malang, Sugiharto, menyebut, jadwal uji sesuai jenis cabor.

“Yang pertama bela diri, Sabtu (21/10) dan Minggu (22/10). Total selama dua hari ada 108 atlet,” kata Pak Gik, sapaan akrabnya.

Pekan depan, giliran olahraga terukur seperti renang, atletik, dan panahan yang menjalani tes. Selanjutnya, olahraga permainan, seperti sepak bola dan voli di pekan ke-3.

“Yang diujikan fisiknya, yaitu tes balek untuk menguji kapasitas oksigen maksimal, hampir sama dengan VO2MAX,” paparnya.

Tes ini diwajibkan bagi semua atlet, utamanya yang diproyeksikan turun di Porprov 2019. Setiap cabor, lanjut Pak Gik, memiliki nilai ideal yang berbeda untuk ukuran kapasitas oksigen maksimal.

“Balke standarnya tiap cabor berbeda. Kalau bela diri, 50 ml per kg berat badan per menit,” tambah alumnus Universitas Airlangga Surabaya ini.(Coi/Aka)

Pantang Putus Asa, Dua Pebulu Tangkis U-11 Masuk Semi-final

Aksi pemain kategori tunggal putra kelompok usia U-11 di babak perempat final SIRNAS-MILO Badminton Competition Malang di GOR Ken Arok Malang (29/9).
Aksi pemain kategori tunggal putra kelompok usia U-11 di babak perempat final SIRNAS-MILO Badminton Competition Malang di GOR Ken Arok Malang (29/9).

MALANGVOICE – SIRNAS-MILO Badminton Competition di GOR Ken Arok, Kota Malang memasuki babak perempat final, Jumat (29/9).

Ratusan peserta saling beradu strategi dan menunjukkan skill di kategori U-13 dan U-15. Termasuk 169 peserta kategori U-11.

Salah satu peserta yang berhasil lolos ke babak semi-final adalah Denis Azzarya dari Jaya Raya Jakarta setelah mengalahkan unggulan pertama dari Exist Jakarta, M. Dzacky dengan rubber game 21-16, 16-21, 21-16 pada pertandingan kategori tunggal putra.

“Ini pertama kalinya saya mengikuti SIRNAS-MILO Badminton Competition. Pertandingan hari ini cukup berat karena lawan saya cukup tangguh. Namun, pelatih saya tidak henti-hentinya memberikan
dukungan hingga akhirnya saya bisa menang,” ungkap Denis, sesuai rilis yang diterima MVoice.

Sutrisno, pelatih Denis Azzarya yang mendampingi pada pertandingan perempat final hari ini mengatakan, meski masih muda, namun Denis selalu mengikuti arahannya dan terus menunjukkan permainan yang baik sejak awal pertandingan.

“Semoga Denis dapat terus mempertahankan permainannya serta tetap fokus sehingga dapat melaju ke babak final dan meraih gelar juara,” katanya.

Pada pertandingan kategori tunggal putri kelompok usia U-11, Kavitha Nadjwa Aulia dari Exist Jakarta berhasil lolos ke
babak semi-final setelah mengalahkan Anggia Tri Agustin dari Jaya Raya Jakarta dengan rubber game 21-14, 13-21, 21-13.

“Di game kedua saya banyak melakukan kesalahan sendiri yang menjadi keuntungan dan menambah poin bagi
lawan. Namun saya bersyukur bisa kembali fokus di game ketiga dan mengalahkan Anggia. Semoga saya bisa kembali menunjukkan prestasi dengan menjadi juara di Malang,” ungkap Kavitha.

Pertandingan babak final SIRNAS-MILO Badminton Competition Malang akan diadakan pada hari Sabtu (30/9) di GOR
Ken Arok Malang.

Selain perebutan gelar juara di babak final, Nestlé MILO juga akan menghadirkan legenda bulu tangkis Indonesia Ricky Soebagdja, yang akan memberikan edukasi mengenai pentingnya peran orangtua dalam memperhatikan asupan nutrisi bagi anak aktif serta Candra Wijaya yang akan memberikan coaching clinic tentang teknik dasar bulu tangkis kepada para peserta.(Der/Aka)

Dipecundangi Persiga 2-4, Peluang Arema Indonesia Semakin Tipis

Arema Indonesia saat meladeni Persiga Trenggalek di Stadion Gajayana, Kota Malang.(ist)

MALANGVOICE – Arema Indonesia dipermalukan di kandang saat menjamu Persiga Trenggalek, di Stadion Gajayana, Rabu (23/8). Arema kalah dengan skor 2-4.

Hasil pahit ini mempersempit peluang Arema Indonesia untuk lolos ke 12 besar Liga 3 Zona Jawa Timur.

Arema Indonesia tertinggal 0-3 di babak pertama. Tiga gol Persiga dicetak Ali Mustofa (dua gol) dan Setia Indrawan. Sampai turun minum, skor 0-3 tak berubah.

Arema baru bisa memperkecil ketertinggalan setelah Dzulkarnaen berhasil menjebol gawang Persiga. Skor berubah 1-3. Kedua tim pun saling jual beli serangan.

Persiga justru menambah gol di menit 81. Gol tersebut dicetak Ali Mustofa sekaligus mengemas hat-trick dalam laga itu.

Lagi-lagi Dzulkarnaen memperkecil ketertinggalan setelah berhasil mengoyak gawang Persiga untuk kedua kalinya. Namun, usahanya tak mampu menyelamatkan Singo Edan dari kekalahan. Wasit pun meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Skor 2-4 untuk kemenangan Persiga.

Kekalahan ini pun ditanggapi datar pelatih sementara Arema Indonesia, Eko Susilo. Ia mengaku tidak punya waktu banyak lantaran baru mengisi kursi pelatih.

“Kami kehilangan sang kapten, Rofik dan ini berpengaruh pada tim,” katanya.

Eko menilai lini belakang Singo Edan rapuh dan pemain teledor. Ia menyadari anak asuhnya bermain canggung lantaran target menang untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

“Kami punya satu pertandingan dan kami harus menang,” papar dia.(Der/Ak)

Jaring Atlet Berprestasi, IPSI Kota Malang Gelar Kejuaraan Wali Kota Cup 2017

Ketua IPSI Kota Malang, Nono Suhertono bersama pemenang kejuaraan. (istimewa)

MALANGVOICE – Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup 2017 yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang, rampung digelar, Sabtu (23/9).

Kejuaraan tahunan dengan melibatkan 75 peserta mulai remaja dan dewasa dari 9 perguruan silat se Kota Malang ini dihelat sejak 21 September lalu Gedung Rajabasa, Sukun, Kota Malang.

Penutupan kejuaraan dihadiri langsung Ketua IPSI Kota Malang, Nono Suhertono, sekaligus memberikan piala kepada pemenang. Kali ini, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menjadi juara umum dengan menyabet 4 emas, 3 perak dan 1 perunggu.

“Secara umum hasilnya masih perlu dipoles lagi khususnya ketahanan fisik. Namun, secara umum perolehan medali cukup merata, artinya peta kemampuan atlet tiap perguruan hampir sederajat,” kata Nono.

Diadakannya kejuaraan ini juga termasuk program kerja IPSI Kota Malang untuk mencari bakat atlet yang disiapkan mengikuti PON Remaja pada November di Sidoarjo dan persiapan Porprov 2019.

“Kami akan menyaring atlet untuk kejuaraan bergengsi mendatang, termasuk Porprov,” tandasnya.(Der/Yei)

Derby Malang, Arema Indonesia Menang Tipis 1-0 Vs Asifa

Arema Indonesia saat menjamu Asifa Malang di Stadion Gajayana, Kota Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Arema Indonesia memetik kemenangan pada lanjutan putaran kedua grup E Liga 3 Zona Jawa Timur. Singo Edan menang tipis 1-0 atas Asifa Malang, di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (13/8).

Sejak menit pertama, Arema langsung menggempur lini pertahanan Asifa. Peluang pertama gagal dikonversi menjadi gol.

Nova Ardiyanto membawa Arema Indonesia unggul pada menit 20. Skor 1-0 untuk Arema.

Sampai turun minum, anak asuh Totok Anjik belum bisa menambah pundi-pundi golnya. Tim tamu juga urung menjebol gawang Arema yang dikawal Awaluddin.

Kedua kesebelasan kembali jual beli serangan. Namun, baik pemain Arema Indonesia maupun Asifa belum mampu menembus lini pertahanan. Beberapa peluang tercipta pada 10 menit pertama babak kedua.

Kedua pelatih bersamaan memasukkan pemain baru untuk menambah daya gedor. Arema Indonesia menguasai jalan pertandingan. Tak ketinggalan Farid Thio juga mengancam gawang Arema. Rifqo Saiful Islam mendapat peluang emas, sayang sepakannya dari dalam kotak penalti masih menyamping.

Arema mendapatkan hadiah tendangan bebas setelah pemainnya dilanggar di luar kotak penalti oleh pemain belakang Asifa. Sayang tendangan Faizun Uluzidan jauh di atas gawang.

Istyo Nur Rokhim hampir membawa Asifa menyamakan kedudukan. Pemain nomor 8 itu lepas dari pengawalan pemain belakanh, sayang sepakan kaki kirinya hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Wasit sempat beberapa kali menghentikan pertandingan setelah pemain kedua tim tergeletak di tengah lapangan. Tak gol tambahan yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dengan kedudukan 1-0 untuk Arema Indonesia.

Kemenangan tersebut disambut baik Pelatih Arema, Totok Anjik. Menurutnya, secara penguasaan bola, anak asuhnya kalah dengan Asifa. Intensitas serangan pun demikian.

“Apa yang saya berikan saat latihan tidak berjalan sama sekali. Kami menang kali ini karena modal semangat,” katanya, usai pertandingan.

Totok memuji penampilan Asifa yang sepanjang babak kedua terus menggempur lini pertahanan Arema. laga derby Malang menjadi salah satu alasan anak asuhnya tampil kurang maksimal.

“Anak-anak nervous. Banyak yang cedera dan akumulasi kartu. Namun, hasil kali ini positif bagi tim menyambut dua laga terakhir,” ungkapnya.

Sementara, Pelatih Asifa, Sugeng Widodo, mengaku kecewa anak asuhnya gagal menang atas Arema. Secara permainan, Farid dkk tampil dominan. Beberapa peluang di mulut gawang juga tercipta, tapi belum berhasil menyarangkan bola.

“Penyelesaian akhir yang kurang. Padahal, anak-anak punya banyak peluang,” pungkasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Laga Perdana, Persema U-17 Ditahan Imbang Persik 1-1

Laga Perdana, Persema U-17 Ditahan Imbang Persik 1-1
Laga Perdana, Persema U-17 Ditahan Imbang Persik 1-1

MALANGVOICE – Ambisi Persema U-17 untuk meraih poin penuh di laga perdana, Piala Suratin U-17 gagal terwujud. Persema hanya mampu mendapat satu poin karena hasil imbang 1-1, pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan Persebaya, Senin (7/8).

Persema bahkan kecolongan lebih dulu, tepatnya menit 3. Pemain lawan mampu menyarangkan si kulit bundar ke gawang yang dijaga Sisko Dewantara.

Enam menit berselang, Persema baru bisa menyamakan skor sehingga kedudukan 1-1.

Tim Bhledek Biru mendominasi jalannya pertandingan. Beberapa peluang emas di depan gawang lawan tersaji, tapi gagal dikonversi menjadi gol.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 untuk kedua tim. Hasil sama dialami Persebaya. Menjamu Situbondo di rumah sendiri, Persebaya tak mampu mengungguli Situbondo. Sampai pertandingan habis, skor berakhir 1-1.

Persema akan kembali melakoni pertandingan, Selasa (8/8) besok. Persema bakal mendapat perlawanan sengit dari Situbondo.

“Anak-anak menguasai permainan, tapi tidak berhasil mencetak gol untuk kemenangan,” kata Manajer Persema U-17, Totok Soekardjito, melalui pesan singkat WhatsApp ke MVoice.

Peluang Persema lolos terbuka lebar. Hasil menang atas Situbondo mutlak diraih apabila ingin melaju ke babak selanjutnya.

“Semoga besok (Selasa, red) keberuntungan berpihak ke kami,” papar dia.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Kakak – Adik Asal Malang Sabet Medali Kejuaraan Wushu di Brasil

MALANGVOICE – Kakak adik asal Malang berhasil menyabet medali di World Junior Wushu Championship 2018 di Brasil. Keduanya adalah Ahmad Ghifari Fuaiz dan Aqila Ghaida Fuaziah.

Ahmad Ghifari mendapat satu medali perak (Jian Shu) dan satu perunggu, sedangkan adiknya, Aqila mendapat satu medali perak (Dao Shu C).

Mereka berlaga mewakili kontingen Indonesia yang mengirimkan 20 atlet pada kejuaraan yang berlangsung 9-16 Juli tersebut.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, menarima langsung kedatangan kedua atlet tersebut saat kembali ke Malang. Ia mengaku bangga dengan prestasi Ahmad Ghifari dan Aqila.

“Kami bangga terhadap adik-adik ini. Meski belum emas tapi sudah mengharumkan nama Kota Malang dan Indonesia tentunya,” kata Eddy, Rabu (1/8).

Dengan adanya prestasi ini, ia berharap kepada pengurus wushu Kota Malang terus mendorong atlet agar mampu bersaing dan mendapatkan medali.

“Ini termasuk aset. Diharapkan juga nanti bisa dipersiapkan untuk Porprov 2019,” jelasnya.

Seperti diketahui, kontingen Indonesia dalam kejuaraan itu meraih 2 medali emas, 10 perak dan 7 perunggu.(Der/Aka)

Atlet Futsal dan Sepak Bola Kota Malang Dikirim ke Tim PON 2020

Ketua PSSI Kota Malang, Haris Thofly. (deny rahmawan)
Ketua PSSI Kota Malang, Haris Thofly. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Empat atlet futsal Kota Malang dikirim untuk persiapan PON 2020 di Papua. Para pemain ini semua tampil di Porprov VI Jatim 2019 kemarin.

Keempatnya adalah Sigit Joko Pamungkas, M Nofal, Fani Rakhasiwi dan Andhika Agraprana.

Ketua PSSI Kota Malang, Haris Thofly, mengatakan, dipanggilnya empat pemain itu merupakan sebuah kebanggaan. Itu menunjukkan kualitas atlet Kota Malang masih bisa bersaing. Meski tim futsal di ajang Porprov VI Jatim kemarin hanya mampu meraih perak.

“Pemain kemarin sudah menunjukkan kerja kerasnya di lapangan saat Porprov 2019. Sekarang buktinya ada yang dipanggil untuk PON 2020,” katanya.

Selain itu, ada satu pemain tim sepak bola asal Kota Malang juga dipanggil tim PON, yakni Dicky Agung alias Bayem. Pemain berposisi striker itu sebelumnya juga dipercaya tampil di Porprov VI Jatim.

Haris mengatakan, PSSI akan terus melakukan pembinaan kepada atlet muda. Hal itu penting dilakukan agar bisa meraih target maksimal di ajang Porprov VII Jatim yang rencananya bakal digelar pada 2021.

“Ajang kemarin diharap bisa jadi awal kebangkitan futsal dan sepak bola di Kota Malang,” tandasnya.(Der/Aka)

Komunitas