Lawan Sriwijaya FC, Singo Edan Berbenah Perbaiki Finishing

Joko Susilo. (deny)

MALANGVOICE – Evaluasi terus dilakukan Arema FC di lanjutan Liga 1. Setelah ditahan imbang PS TNI di pekan ke-12, Singo Edan berharap bisa memaksimalkan laga untuk mendapat poin penuh di laga selanjutnya.

Asisten pelatih Arema FC, Joko Susilo, mengatakan, finishing menjadi masalah utama Cristian Gonzales dkk dalam menjebol gawang lawan.

“Setelah selesai pertandingan kemarin kami langsung evaluasi. Kami langsung perbaikan finishing,” kata Gethuk, sapaan akrab Joko Susilo.

Menjamu Sriwijaya FC di pekan ke-13, Jumat (7/7) nanti, Gethuk berharap masalah itu bisa segera diselesaikan, meski waktu yang ada untuk persiapan sangat mepet.

“Kami sudah tahu permasalahannya, yang jelas itu akan jadi evaluasi di pertandingan berikutnya,” tandasnya.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Arema FC Manfaatkan Waktu Mepet Lawan Sriwijaya FC

Esteban Vizcarra. (deny)

MALANGVOICE – Puas berbagi angka di kandang PS TNI, Senin (3/7) kemarin, tim Arema FC harus kembali fokus di pertandingan lanjutan Liga 1 saat menjamu Sriwijaya FC.

Pertandingan pekan ke-13 itu akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (7/7). Waktu yang mepet itu akan dimanfaatkan pelatih Arema FC, Aji Santoso, untuk persiapan dan evaluasi.

“Evaluasi kami mepet untuk lawan Sriwijaya. Kami hanya punya beberapa hari untuk istirahat,” ujarnya.

Bagi Aji, minimnya waktu recovery pemain sangat berpengaruh bagi tim. Apalagi diakui mantan juru taktik Persela Lamongan itu, bahwa kondisi skuat Singo Edan menurun pasca libur lebaran.

Karena itu, dalam waktu mepet ini pelatih 47 itu tahun akan memikirkan strategi khusus saat melawan Sriwijaya FC.

“Recovery memang kurang ideal. Tapi kita lihat nanti dua hari ke depan perlu rotasi apa tidak,” tandasnya.

Saat melawan PS TNI kemarin, kedua tim hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Arema memanfaatkan penangguhan peraturan adanya pemain U-23 dengan memainkan seluruh pemain senior dalam tim.

Puas Berbagi Poin dari PS TNI, Aji Santoso: Ini Bukan Hasil Buruk

Aji Santoso. (deny)

MALANGVOICE – Laga lanjutan pekan ke-12 Liga 1 antara PS TNI menjamu Arema FC berkesudahan dengan skor 0-0. Kedua tim tak mampu mencetak gol pada pertandingan sengit yang dihelat di Stadion Pakansari, Cibinong Bogor, Senin (3/7).

Menggunakan kostum merah, tim Singo Edan menunjukkan keperkasaan sejak menit awal babak pertama. Kerja sama apik antara Cristian Gonzales, Dendi Santoso dan Arif Suyono, langsung membahayakan gawang PS TNI. Namun peluang masih belum berbuah gol.

Pertandingan kemudian berlanjut dengan tempo cepat. PS TNI yang tak mau didekte tim tamu, langsung melancarkan serangan. Lewat Erwin Ramdani dan Wawan Febrianto sempat membuat barisan belakang Singo Edan deg-degan.

Di penghujung babak pertama, Singo Edan bisa saja unggul satu gol andai wasit tidak menganulir gol Arthur Cunha karena dinyatakan offside terlebih dahulu. Skor masih sama kuat 0-0.

Memasuki babak ke dua, Arema maupun PS TNI masih sama-sama ngotot mencuri gol demi tambahan poin di papan klasemen.

Jual beli serangan terus dilakukan hingga menit 63 kala Ferry Aman Saragih mempunyai peluang emas yang bisa menjadi gol andai sepakannya lebih tepat mengarah ke gawang.

Tim tuan rumah pun tak ingin tinggal diam saja, beberapa serangan terus dilancarkan dari sisi sayap. Namun kekuatan barisan belakang Singo Edan lagi-lagi masih sulit ditembus.

Akhirnya hingga akhir babak ke dua tidak ada gol tercipta. Kedua tim harus puas berbagi poin karena skor imbang 0-0.

Atas hasil itu, Pelatih Arema FC, Aji Santoso, menilai poin yang didapat bisa jadi modal pemain untuk menghadapi Sriwijaya FC di laga selanjutnya.

“Malam ini Arema bisa curi poin dari PS TNI, kami syukuri. Ini bukan hasil buruk, modal ini cukup mempertebal kepercayaan diri lawan Sriwijaya,” ujarnya setelah pertandingan.

Atas hasi itu, Arema kini menempati peringkat 5 klasemen dengan raihan 19 poin.

M Rafli Punya Motivasi Khusus Lawan PS TNI

M Rafli saat berlatih bersama skuat Singo Edan. (deny)

MALANGVOICE – Laga lanjutan Liga 1 antara Arema FC kontra PS TNI, Senin (3/7) nanti malam dijadikan motivasi khusus bagi M Rafli. Apalagi sejak adanya perubahan penangguhan peraturan pemain U-23.

Menurut gelandang serang Arema FC itu, tanpa adanya regulasi bisa jadi pembuktian siapa yang layak tampil di lapangan sesuai kualitas dan skema pelatih.

“Kalau buat saya pribadi jadi lebih semangat, dan membuktikan kepada pelatih bahwa pemain di bawah U-23 itu pantas main bukan karena regulasi,” ujarnya.

Bermain di Stadion Pakansari, Bogor, markas PS TNI, pelatih Arema FC, Aji Santoso membawa 18 pemain terbaiknya. Senada dengan Rafli, Aji tak akan terpengaruh dengan peraturan U-23, ia tetap profesional memasang pemain sesuai kesiapan.

Hal itu dilakukan dengan harapan bisa menuai poin dan kembali bersaing di papan atas klasemen Liga 1.

“Tentunya dipertandingan besok saya akan memasang pemain yang siap, apakah itu pemain dibawah U-23 maupun pemain senior,” pungkas Aji.

Bermodal Kemenangan Terakhir, Arema FC Optimis Raih Poin di Pakansari

Skuat Arema FC saat berlatih. (deny)

MALANGVOICE – Arema FC bertekad mencari poin penuh saat bertandang ke Stadion Pakansari, Bogor, markas PS TNI di lanjutan Liga 1, Senin (3/7). Berbekal modal apik di pekan sebelumnya saat menghempas Bali United, pelatih Arema FC, Aji Santoso, berharap hasil positif itu bisa dilanjutkan di pekan ke-12 ini.

“Arema dan PS TNI sama-sama punya modal bagus di pertandingan sebelumnya. Artinya laga besok malam pasti berjalan seru dan cukup ketat,” ujarnya, Minggu (2/7).

Meski berangkat tanpa diperkuat marquee player, Juan Pablo Pino, karena cedera dan kapten Johan Ahmat Farizi yang menerima larangan bermain akibat kartu merah, Aji Santoso tetap optimis. Sebab dia sudah mengantongi kekuatan lawan.

“Kami sudah antisipasi kekuatan PS TNI dan mengembangkan posisi positif di Arema. Paling tidak kami harus mendapatkan poin,” tutup pelatih 47 tahun.

IB Jelaskan Alasan PSSI Tangguhkan Pemain U-23 di Liga 1

Iwan Budianto. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Kepala Staf Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, menyebut regulasi penangguhan U-23 di Liga 1 banyak menuai pro-kontra dari beberapa klub. “Banyak memang yang bilang seperti itu, katanya menguntungkan Persib dan Arema,” ujarnya, Sabtu (1/7).

Menurut IB, sapaan Iwan Budianto, peraturan adanya pemain U-23 di tiap klub Liga 1 untuk menjaring pemain muda yang diproyeksi ke Sea Games dan Asian Games mendatang. Sejauh ini, hingga pekan ke-11 PSSI sudah mendapat pemain muda berkualitas untuk mengangkat nama Indonesia di kancah internasional.

“Penerapan itu hasilnya bagus sekali. Banyak pemain muda berbakat bermunculan yang selama ini tidak terpantau,” katanya.

Alasan PSSI menangguhkan peraturan adanya pemain U-23 di tiap klub Liga 1 karena para pemain muda sudah dipilih dan namanya didaftarkan ke AFC. Sehingga PSSI tidak lagi mencari pemain muda.

“Jadi tidak ada kesempatan pemain lain yang dimasukkan sehingga aturan U-23 tidak difungsikan sampai Sea Games 2017 ini usai,” lanjut IB.

Sebenarnya, dengan pemanggilan pemain muda dari tiap tim itu, kompetisi Liga 1 harus diberhentikan. Namun, masih kata IB, operator menilai pemberhentian KOMPETISI membuat tim juara tidak bisa didaftarkan untuk berkancah di level Asia, sehingga kompetisi tetap dilanjutkan dengan peraturan yang diubah.

“Operator kan mengejar waktu supaya juara Liga 1 bisa ikut AFC Cup. Saya kira pro-kontra itu biasa tapi karena regulasi sudah dibuat jadi ya dijalankan,” tutupnya.

Songsong Lanjutan Liga 1, Arema FC Bertekad Perbaiki Rekor Tandang

Aji Santoso. (deny)

MALANGVOICE – Melawan PS TNI pada lanjutan pekan ke-12 Liga 1, Arema FC berhasrat memperbaiki rekor buruk di laga away. Selama putaran pertama, tim berjuluk Singo Edan ini belum menunjukkan hasil maksimal.

Terbukti, Cristian Gonzales dkk hanya sekali menang melawan Persiba Balikpapan di laga tandang. Kemenangan itu pun didapat saat pertandingan dihelat di Stadion Gajayana, Kota Malang.

“Kami belum pernah dapat poin penuh di laga tandang. Sekarang yang penting dapat poin entah tiga atau satu,” ujar pelatih Arema FC, Aji Santoso.

Melawan tim berjuluk The Army, Singo Edan bukan tanpa hambatan. Dua pemain andalan, Bagas dan Hanif terpaksa absen karena mengikuti agenda timnas. Selain itu, PS TNI, kata Aji, saat ini punya permainan bagus dengan pelatih Ivan Kolev.

Karenanya, pelatih 47 tahun ini berharap kondisi pemain bisa kembali sempurna setelah liburan dan bisa bermain maksimal.

“Sekarang kami fokus ke PS TNI dulu. Apalagi persaingan di klasemen juga ketat karena jaraknya sedikit,” pungkasnya.

Kembali Berlatih, Skuat Singo Edan Diharap Segera Komplit

Skuat Arema FC. (deny)

MALANGVOICE – Arema FC kembali menjalani latihan setelah mendapat jatah libur lebaran. Johan Ahmat Farizi dkk kembali berkumpul di bawah arahan Aji Santoso, di Stadion Kanjuruhan, Rabu (28/6).

Meski tidak seluruh pemain hadir dalam sesi latihan perdana, namun semuanya tampak serius mengikuti instruksi pelatih. Menurut Aji Santoso, latihan itu merupakan rekondisi tubuh setelah liburan.

“Ya ini tadi hanya mengembalikan kondisi pemain supaya tidak drop,” kata mantan Pelatih Persebaya Surabaya ini.

Melawan PS TNI pada pekan ke-12, pelatih Singo Edan ini berharap kondisi pemain bisa kembali normal dan bisa bermain bagus.

“Lusa nanti baru pemusatan lawan PS TNI. Saya harap semua bisa datang, kecuali pemain yang dipanggil timnas tidak bisa diganggu gugat,” tandasnya.

Arema FC akan meladeni tantangan PS TNI pada pekan ke-12, pada 3 Juli mendatang di Stadion Pakansari. Singo Edan kini berada di posisi 6 dengan raihan 18 poin.

Lebaran Tanpa Orang Tua, Kampung Halaman Aji Santoso Terasa Kurang Lengkap

Suasana berkumpul keluarga besar Aji Santoso. (istimewa)

MALANGVOICE – Momen Lebaran bagi umat muslim selalu dirayakan dengan suka cita. Betapa tidak, Idul Fitri ini jadi ajang semua keluarga berkumpul, bersilaturahmi dan saling bermaafan.

Suasana itu juga dirasakan pelatih Arema FC, Aji Santoso. Pria 47 tahun ini merayakan lebaran di kampung halaman, Kepanjen, Kabupaten Malang bersama sanak-saudara.

Bagi Aji, Lebaran selalu ditunggu setiap tahun karena jadi momen penting kebersamaan dengan keluarga.

“Saya selalu kumpul sama keluarga di Kepanjen. Senang sekali bisa bersama-sama keluarga,” katanya, Minggu (25/6).

Maklum, kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk sedikit meninggalkan kesibukan dan tekanan melatih Singo Edan yang berkancah di kompetisi Liga 1.

Kendati begitu, mantan pelatih Timnas U-23 ini merasa sedikit ada yang kurang pada Lebaran tahun ini, yakni kehadiran kedua orangtua yang sudah berpulang atau meninggal dunia.

“Sekarang kumpul keluarganya lebih lengkap semua adik kakak dan keponakan tapi minus kedua orangtua,” tutupnya sambil berharap tahun berikutnya dirinya lebih baik lagi.

Selanjutnya, Aji akan kembali ke Kota Malang setelah berlibur dua hari kedepan dan kembali memikirkan Arema FC. Aji harus kerja keras lagi setelah banyak tekanan dari suporter karena penampilan Kurnia Meiga dkk menurun.

Untungnya, Aji berhasil menjawab kritikan Aremania dan masih membuktikan dirinya layak duduk di kursi panas pelatih Arema FC setelah mengemas tiga poin di laga terakhir melawan Bali United.

Jadwal Padat, Punggawa Arema Dibekali PR Selama Berlebaran

Pelatih Arema FC, Aji Santoso. (deny)

MALANGVOICE – Selama menjalani libur Hari Raya Idul Fitri, pemain Arema FC diminta menjaga kondisi tubuhnya sendiri agar kembali fit saat bertanding.

Tim Singo Edan dijadwalkan libur pada 23 – 28 Juni 2017. Selanjutnya, mereka harus segera menggelar persiapan melawan PS TNI pada lanjutan Liga 1, 3 Juli 2017 mendatang.

Dengan begitu, pelatih Arema FC, Aji Santoso, memberi pekerjaan rumah (PR) pada Kurnia Meiga dkk untuk menjaga kondisi tubuh selama libur.

“Ya minimal hari ke-3 setelah Lebaran harus memikirkan kondisi agar tidak turun. Pemain harus bisa mengukur dan mengatur kondisinya sendiri,” kata Aji, Rabu (21/6).

Saat kembali menjalani sesi latihan, tim kebanggaan Aremania ini diharapkan tidak banyak bermasalah dengan penurunan kondisi pemain. “Paling tidak ya 20 persen itu wajar,” lanjutnya.

Melawan PS TNI, Singo Edan tak ingin kembali kehilangan poin setelah sebelumnya bermain buruk di beberapa pertandingan. “Kalau poin ya pasti harus dapat positif. Minimal bisa ambil poin lah,” tandas Aji.

Komunitas