Ketemu Persebaya Surabaya, Ini Tanggapan Pelatih Arema FC

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC akan bertemu Persebaya Surabaya di final Piala Presiden 2019. Itu setelah tim Bajul Ijo mengalahkan Madura United di babak semifinal, Sabtu (6/4).

Tim Persebaya Surabaya unggul agregat gol 4-2. Pada leg pertama menang tipis 1-0 dan leg kedua tadi berhasil menang 3-2.

Menanggapi lawannya di final, pelatih Arema FC, Milomir Seslija, mengaku siap dengan siapapun tim yang akan dihadapi.

“Tak masalah dengan tim mana saja, kami selalu siap. Persebaya Surabaya dan Madura United adalah tim berbahaya,” katanya.

Menjalani final pada 9 dan 12 April nanti yang digelar home-away, pelatih asal Bosnia ini mengaku akan mempersiapkan segalanya. Ia mengatakan, sebelum final nanti Milo akan melihat beberapa tayangan video pertandingan lawannya. Hal itu untuk menganalisis strategi dan taktik yang akan digunakan.

“Saya akan lihat lawan dari video mungkin 2-3 kali pertandingan. Itu bisa jadi bahan analisis sebelum pertandingan,” jelasnya.

Milo percaya para pemainnya bisa melanjutkan perjuangan hingga menjadi juara.

“Kami sedang dalam kepercayaan diri yang baik dan berusaha tanpa beban. Kami sangat dekat dengan juara, jadi harus lanjutkan perjuangan,” tutupnya. (Der/Ulm)

Arema FC Diam-Diam Rekrut Satu Pemain Lokal

MALANGVOICE – Arema FC sudah dipastikan tanpa pemain asing asal Asia dalam lanjutan putaran kedua Liga 1 setelah gagal mendaratkan Jaycee John. Namun, diam-diam Singo Edan ini sudah meresmikan satu pemain lokal baru.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, membenarkan hal tersebut. Sang pemain anyar itu bahkan sudah didaftarkan dan siap bermain berkostum Arema.

“Sang pemain sudah didaftarkan sebelum penutupan. Tapi kami belum bisa mengenalkan pemain tersebut,” ucap Sudarmaji.

Bocoran nama pemain itu kuat disinyalir adalah Zulham Zamrun yang sebelumnya membela PSM Makassar. Entah apa alasan merekrut sang pemain meski saat ini yang dibutuhkan Arema adalah sosok striker, Sudarmaji juga enggan menjawab.

Terpisah, CEO Arema FC, Iwan Budianto juga masih menutup rapat informasi tersebut sampai ada rilis resmi dari manajemen.

“Saya tidak tahu itu, mungkin Pak Ruddy bisa menjawab,” singkatnya.(Der/Aka)

Bubar Pertandingan, Suporter Arema FC Masuk ke Lapangan

Suporter meluber ke lapangan di Stadion Kanjuruhan. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC memenangi duel big match melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (6/10) di Stadion Kanjuruhan dengan skor 1-0.

Gol Ahmad Nur Hardianto di menit 70 tak mampu dibalas tim tamu. Skor tersebut berakhir hingga babak kedua selesai.

Setelah wasit Dodi Setia Purnama meniup peluit tanda bubaran pertandingan, suporter Arema yang dikenal dengan sebutan Aremania perlahan masuk ke dalam lapangan.

Kondisi sempat ricuh karena mereka tak hanya menghampiri para pemain Arema FC, namun juga ke pemain Persebaya dan official. Beruntung anggota polisi dan TNI maupun match steward mampu menghalau massa dan mengamankan para pemain hingga masuk ke dalam ruang ganti.

Aksi itu ternyata mendapat perhatian dari kapten Arema FC, Hamka Hamzah. Menurut pemain asal Makassar itu, dengan melubernya penonton ke lapangan membuat pemain tak bisa merayakan kemenangan.

“Kami semua ingin merayakan euforia tapi ada beberapa yang masuk ke lapangan jadi euforia tak bisa dirasakan bersama,” kata Hamka.

Hamka sangat menyayangkan masih adanya suporter yang turun ke lapangan. Ia berharap di pertandingan kandang selanjutnya tidak terjadi hal serupa karena tidak menutup kemungkinan ada sanksi akibat tindakan itu.

“Arema belun aman keluar dari zona degradasi. Kalau kena sanksi tanpa penonton kasian, siapa yang kasih dukungan. Tolong ditahan bersama, kami di lapangan, kalian di tribun sama-sama merayakan kemenangan,” harapnya. (Der/Ulm)

Gantikan Jokowi, Puan Maharani Serahkan Trofi Piala Presiden ke Arema FC

Penyerahan trofi Piala Presiden 2019. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC keluar sebagai juara Piala Presiden 2019. Keberhasilan itu berkat keunggulan agregat di partai final melawan Persebaya Surabaya dengan skor 4-2.

Di leg pertama, kedua tim bermain imbang 2-2, Selasa (9/4) di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Kemudian di leg kedua, Arema FC menang 2-0 di Stadion Kanjuruhan, Jumat (12/4).

Trofi Piala Presiden 2019 diberikan langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, yang menggantikan Presiden RI Joko Widodo karena batal hadir. Ia didampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim Brigjen Pol Luki Hermawan serta pengurus PSSI.

“Selamat kepada Arema FC sebagai pemenang Piala Presiden. Semoga sepak bola Indonesia semakin berkembang,” katanya.

Perayaan juara ini terasa spesial karena berada di kandang Arema FC sendiri. Otomatis kemenangan itu juga dirayakan puluhan ribu suporter yang hadir dalam pertandingan itu.

Selain pemberian trofi kepada juara pertama dan runner up, ajang pramusim ini juga memberkkan beberapa gelar. Berikut deretan gelar dalam Piala Presiden 2019:

Suporter terbaik – The Jakmania
Pemain muda terbaik – Irfan Jaya (Persebaya)
Best Player – Hamka Hamzah
Top Skor – Bruno Matos (Persija) dan Manu Jalilov (Persebaya) dengan 5 gol
Tim Fair Play – Persija Jakarta
Wasit Terbaik – Nuzul Fadilah
Semi-finalis – Kalteng Putra dan Madura United. (Der/Aka)

Makan Konate Terkesan Dukungan Aremania di Stadion Kanjuruhan

MALANGVOICE – Gelandang anyar Arema FC, Makan Konate, terkesan dengan dukungan puluhan ribu Aremania di Stadion Kanjuruhan saat melawan Persija Jakarta, Minggu (5/8).

Hal itu yang menjadi pelecut Singo Edan untuk menyamakan kedudukan hingga menit akhir babak kedua.

Gol Marko Simic dibalas Konate dengan sepakan keras yang tak mampu dihalau kiper Persija Jakarta, Sahar Ginanjar hingga skor berubah menjadi 1-1.

“Kami banyak peluang tapi tidak ada rezeki. Ball possession juga lebih dari Persija. Tapi mereka dapat satu peluang dan bisa gol,” katanya.

“Saya sangat senang dengan banyaknya penonton. Itu memberi motivasi lebih bagi tim. Jadi saya anggap kami bermain 12 orang melawan 11 orang. Aremania luar biasa,” lanjutnya.

Kendati begitu, pemain berkebangsaan Mali ini berharap Arema bisa terus bangkit hingga merajai puncak klasemen Liga 1.

“Kami harus fokus lagi dan percaya pada tim untuk bisa naik ke klasemen atas,” harapnya.(Der/Ak)

Diminta Angkat Kaki dari Arema FC, Ini Jawaban Aji Santoso

Suporter Arema, Aremania berusaha menghadang bus yang digunakan pemain Arema.(Miski)
Suporter Arema, Aremania berusaha menghadang bus yang digunakan pemain Arema.(Miski)

MALANGVOICE – Hasil imbang yang diraih Arema FC saat menjamu Pusamania Borneo FC, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (30/7) malam, memancing emosi Aremania.

Betapa tidak, Arema diharap memberi hasil baik di laga terakhir putaran pertama ini. Apalagi bermain di kandang sendiri.

Teriakan ‘Aji out’ semakin lantang hampir dari semua tribun penonton. Kondisi itu juga terlihat saat pemain, tim official dan pelatih Arema FC masuk dalam bus usai pertandingan.

Pelatih Arema FC, Aji Santoso.(Miski)
Pelatih Arema FC, Aji Santoso.(Miski)

Puluhan suporter meneriaki ‘Aji out’ sembari menghadang jalan bus. Petugas kepolisian berusaha keras membuka jalan bagi kendaraan yang mengangkut pemain Arema tersebut.

Pelatih Arema FC, Aji Santoso, menanggapi hal tersebut saat konferensi pers. Menurutnya, ia datang dan melatih Arema FC atas permintaan pengurus.

“Gini lho, yang mendatangkan saya pengurus. Gak ada urusan dengan suporter,” kata dia.

Aji akan mundur dari bangku pelatih Singo Edan apabila satu orang saja pengurus memintanya mundur.

Namun, jika yang memintanya mundur adalah suporter, Aji menilai hal tersebut tidak beralasan.

“Satu aja pengurus minta saya mundur, saya akan mundur,” ungkapnya meyakinkan.

Selama ini, pemain dan pelatih tidak salah. Hanya saja Arema FC kurang beruntung karena sulit mencetak gol di beberapa pertandingan yang berakhir kekalahan dan imbang.

“Jika saya ke luar dari Arema, saya masih laku di mana-mana,” papar dia.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Dilaporkan Pendukung Arema FC ke Polisi, Akmal Marhali Beri Penjelasan

Akmal Marhali. (Instagram @akmalmarhali)

MALANGVOICE – Akmal Marhali mengaku kaget dirinya diadukan ke polisi oleh kelompok suporter Arema FC, Sabtu (22/12).

Koordinator Save Our Soccer (SOS) diadukan ke Polres Malang Kota terkait pernyataannya soal rangkap jabatan pengurus sepakbola dalam diskusi beberapa waktu lalu di Surabaya.

“Saya juga baru tahu, kalau menurut saya gagal paham ini teman-teman dengan pernyataan saya. Jangan-jangan dia juga tidak megetahui atau tidak punya rekamann pembicaaraan yang saya sampaikan waktu itu,” kata Akmal.

Akmal sendiri siap seandainya pengaduan itu jadi delik laporan. Ia mengaku bertanggung jawab dengan perkatannya karena tidak bermaksud untuk menyudutkan Arema FC maupun PSIS seperti yang dilakukan kelompok suporter tersebut.

“Tidak masalah buat saya, karena saya bisa mempertanggungjawabkan semuanya. Saya kasihan kalau gugatannya mentah karena salah menginterpretasikan berita di koran,” lanjutnya.

Akmal menjelaskan pernyataannya dalam diskusi tersebut terkait rangkap jabatan dalam pengurus sepakbola harus disudahi. Ucapannya itu dimaksud agar publik tidak beranggapan miring tentang klub atau membuat conflict of interest.

“Apalagi di partai krusial. Sehingga kedepannya jangan dikaitkan dengan orang-orang di PSSI,” jelasnya.

Ia mencontohkan dalam diskusi beberapa waktu lalu ada dua tim, yakni Arema FC dan PSIS. Di kubu Arema FC ada nama Iwan Budianto yang selain menjadi CEO Arema juga sebagai Kepala Staf Ketua Umum PSSI. Sedangkan Yoyok Sukawi selaku CEO PSIS juga merangkap sebagai Exco PSSI.

Kedua tim itu sempat terseok-seok di awal putaran pertama Liga 1. Namun akhirnya bisa bergerak menjauhi zona degradasi dan finish di posisi aman. Arema di peringkat enam dan PSIS di peringkat 10.

“PSIS awal musim di bawah bersama Arema, kemudian ketika mereka selamat dari degredasi akhirnya orang berkesimpulan, jangan-jangan ada orang dalam nih. Padahal itu semua hasil perjuangan pemain,” ia menambahkan.

Apabila publik sudah berpikir demikian, maka dampaknya bisa ke pemain di lapangan. Perjuangan pemain jadi dikaitkan dengan rangkap jabatan pengurus klub yang ada di PSSI. “Karena itu rangkap jabatan harus disudahi. Mereka harus memilih antara megang klub atau mengurus PSSI. Tidak ada soal match fixing atau sebagainya,” tutupnya.(Der/Ulm)

Takafumi Akahoshi Sedikit Kecewa di Debutnya Bersama Arema FC

Takafumi Akahoshi menjalani debutnya bersama Arema FC. (deny rahmawan)
Takafumi Akahoshi menjalani debutnya bersama Arema FC. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Takafumi Akahoshi menjalani debutnya saat Arema FC menjamu PSIS Semarang di lanjutan Liga 1, Sabtu (31/8).

Pemain asal Jepang ini menggantikan Ridwan Tawainela di menit 72. Takafumi dipercaya pelatih Milomir Seslija untuk mengisi posisi tengah.

Saat masuk ke lapangan, pemain akrab disapa Aka ini mendapat sambutan hangat dari Aremania.

Namun sayang, debut Aka belum berbuah manis karena Arema FC ditahan imbang 1-1 sama di pertandingan tersebut.

Meski begitu, Aka mengaku senang bisa bermain malam ini. “Senang bisa bermain malam ini. Tapi saya juga kecewa karena kami tidak bisa menang,” katanya usai pertandingan.

Menurutnya, atmosfer pertandingan di Stadion Kanjuruhan sangat bagus. Banyaknya suporter bisa membuat Aka termotivasi.

“Suasana sangat amazing, tapi saya berharap menang di pertandingan ini. Kami harus fokus di pertandingan mendatang,” tandasnya.

Arema FC ditahan imbang PSIS Semarang dengan skor 1-1. Gol tuan rumah dicetak Hamka Hamzah (16′) dan dibalas gol tim tamu dari Claudir Marini (77′). (Der/Ulm)

Bendera Raksasa Dibentangkan di Stadion Kanjuruhan Sebelum Kickoff Arema FC vs PSIS

Aremania di Stadion Kanjuruhan. (deny rahmawan)
Aremania di Stadion Kanjuruhan. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Bendera Indonesia raksasa berukuran 60×100 meter bakal dibentangkan di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (31/8).

Bendera tersebut akan dibentangkan di dalam lapangan sebelum kick off antara Arema FC vs PSIS Semarang di lanjutan Liga 1.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, menyatakan, bendera itu tak hanya dibentangkan begitu saja. Banyak artian yang terkandung di acara tersebut.

“Menutup putaran pertama di Liga 1 dengan kegiatan ini dan juga menutup bulan sakral Agustus yang bulan kemerdekaan RI,” katanya, Jumat (30/8).

Bendera itu akan dibawa ke dalam lapangan oleh 600 orang. Jumlah itu terdiri dari 345 Aremania dan sisanya dari unsur lain, seperti TNI, Polri, wartawan serta FKPPI.

Soal izin, Sudarmaji nemastikan tidak ada masalah. Pasalnya pembentangan bendera itu dilakukan sebelum kickoff dan tidak mengganggu jadwal lain.

“Pihak sponsor utama juga sangat senang denga kegiatan ini, jadi tidak masalah. Kemudian setelah itu dilanjutkan penampilan d’Kross dengan beberapa lagu,” ia menandaskan.(Der/Aka)

Adam Alis Inginkan Banyak Gol Saat Bertemu Persegres

Adam Alis. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Gelandang Arema FC, Adam Alis, berhasrat mengakhiri hasil kurang apik timnya. Di lima pertandingan terakhir Liga 1, Singo Edan belum pernah meraih kemenangan, hanya mampu bermain tiga kali imbang dan sisanya kalah.

“Saya ingin maksimalkan empat pertandingan sisa,” kata Adam.

Arema berpeluang mendapat kemenangan saat bertemu Persegres Gresik United, di Stadion Kanjuruhan, Rabu (25/10). Pemain asal Jakarta ini berharap bisa mendapat hasil positif. Ia mengaku sudah mempersiapkan diri dengan baik.

Kendati begitu, Persegres, kata Adam, tak bisa diremehkan. Menurutnya setiap tim yang bertemu dengan Arema semangatnya bisa berlebih, itu yang harus ia waspadai. “Saya tidak mau remehkan lawan. Mereka pasti termotivasi saat tanding dengan Arema, karena bisa live juga,” ujarnya.

Sedikit menoleh ke belakang, Adam tak ingin beberapa kesalahan timnya terulang. Banyak faktor yang dianggap Adam membuat Arema tidak mendapat hasil baik, salah satunya karena kurang beruntung. Karena itu, dalam laga nanti, mantan pemain Persija Jakarta ini akan berjuang semaksimal mungkin.

“Kami kurang kompak dan finishing saja. Tapi selama ini sudah latihan dengan baik. Mudah-mudahan bisa banyak gol dan saya cetak gol,” harapnya.(Der/Yei)

Komunitas