Astra Honda Best Student 2020, Peserta Jatim Tunjukkan Karya Terbaik

AHM student.(istimewa)

MALANGVOICE – AHM Best Student 2020 memasuki babak seleksi regional Jawa 2 yang diselenggarakan secara virtual mulai tgl 12 – 20 Oktober 2020.

Peserta perwakilan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT yakni Muhammad Rafi Ramdhani – SMKN 1 Singosari dan Elfi Novita Anggraini dari SMK (STM) Turen mempresentasikan karyanya di hadapan juri dari PT Astra Honda Motor (AHM).

“Harapannya karya yang dihasilkan peserta AHM Best Student dapat mengispirasi siswa siswi di Jawa Timur dan perwakilan MPM Honda Jatim bisa lanjut sampai tahap Nasional,” kata Vinensia Kenanga selaku Corporate Secretary Head MPM Honda Jatim.

Sebelum masuk tahap seleksi regional Jawa ke-2, peserta perwakilan MPM Honda Jatim terlbih dahulu mengikuti seleksi di regional Jatim. Mereka bersaing bersaing dengan 20 karya dan ide inovasi dari 19 sekolah terpilih dari 70 karya, mengikuti seleksi regional AHMBS yang diadakan MPM Honda Jatim.

Memasuki tahun pelaksanaan ke-18, AHM Best Student terus disempurnakan untuk memberi manfaat lebih bagi peserta maupun penerima manfaat di sekitarnya. Pada tahun ini, AHM Best Student hadir dengan konsep pelaksanaan baru yang menyesuaikan dengan proses pembelajaran jarak jauh yang diterapkan di dunia pendidikan saat ini. Keseluruhan proses kompetisi mulai dari sosialisasi, seleksi, kegiatan pengayaan ilmu, hingga penganugerahan pemenang dilakukan secara daring.(der)

Mahasiswa UM Ciptakan Permen Pereda Perut Kembung

Mahasiswa memperkenalkan permen anti kembung. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Rasa permen yang manis dan selalu tersedia dalam berbagai varian rasa selalu menjadikannya primadona kuliner. Ini menginspirasi sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membuat permen berbahan dasar buah kapulaga.

Mereka adalah Difandini Risky, Rensa Dwi, dan Tia Kusniawati. Adalah Casum, yang merupakan akronim dari Candy Amomum Subulatum (Permen Kapulaga), juga berkhasiat sebagai permen anti kembung.

Kemasan permen Casum. (Anja Arowana)

Perut kembung merupakan bentuk penyakit sistem pencernaan yang disertai penimbunan gas di dalam lambung akibat proses fermentasi berjalan cepat. Terlebih lagi kalangan mahasiswa kurang menjaga pencernaan, dikarenakan padatnya kuliah sehingga mengabaikan kebutuhan nutrisi, memilih makanan instan, dan pola hidup yang tidak sehat. Hal tersebut dapat memicu masalah pencernaan.

Di Indonesia kebanyakan produk pengobatan yang mengatasi masalah pencernaan khususnya masalah lambung berbahan obat kimia sintetik yang memiliki tingkat toksisitas tinggi dan jika dikonsumsi terus menerus akan menimbulkan suatu efek tertentu.

“Pemanfaatan Amomum subulatum oleh kalangan masyarakat masih sebatas pembuatan ramuan tradisional sehingga pemanfaatannya belum berkembang,” tukas ketua kelompok, Difandini.

Dia menambahkan, persebaran Amomum subulatum di Indonesia cukup merata dan cukup mudah didapatkan. Buah kapulaga mengandung minyak atsiri dengan komposisi yaitu cineol, terpineol, borneol dan lain-lain. Kandungan yang dominan adalah 1,8-Cineole yang mencapai 73,27 persen.

“Nah, Cineole mempunyai sifat antibakteri yang dapat mengobati luka lambung (ulkus) dan dapat mencegah terjadinya gas pada perut serta melancarkan pencernaan,” tutupnya.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Ikhtiar Atasi Krisis Ekonomi, ACT Malang Global Wakaf Inisiasi Gerobak Dermawan

Gerobak dermawan ACT Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pandemi corona menjelma menjadi musibah multi dimensi yang berdampak kepada semua lapisan kehidupan, baik kesehatan masyarakat covid maupun sektor ekonomi masyarakat yang mulai hancur akibat resesi.

Hal itu diperparah lagi banyak karyawan yang ter PHK dan dirumahkan sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Bahkan pengangguran meningkat tajam akibat pandemi selama 7 bulan terakhir, di Malang sendiri angka kemiskinan mencapai 35 ribu orang. Melihat latar belakang ekonomi yang makin terpuruk, ACT Malang – Global Wakaf bersama Coach Askan Setiabudi pemiliki kedai motivator menginisasi program untuk memberdayakan ekonomi masyarakat khususnya di Malang Raya.

Program tersebut diberi nama Gerobak Dermawan, yaitu memberikan lapangan kerja kepada para calon penerima manfaat berbentuk sebuah gerobak dan menjual produk olahan cokelat menjadi minuman berbagai rasa dengan nama produk cokelat sokelat.

Gerobak Dermawan disediakan kedai motivator lengkap beserta dengan peralatan dan kebutuhan penjualan, seperti bahan dasar cokelat, belender, cup atau gelas dan tools marketing.

Status dari Gerobak Dermawan sendiri adalah gerobak wakaf yang didanai dari kedermawanan masyarakat Indonesia dengan akad wakaf, sehingga tidak ada kepemilikan atas gerobak dermawan tersebut, akan tetapi calon penerima manfaat bisa mengelola dan menjual semua penjualan produk pada gerobak dermawan yang sudah disediakan.

“Nantinya penerima manfaat mendapatkan hak menggunakan gerobak ini, menjalankan usahanya sehingga memiliki pendapatan dari berjualan,” ucap Askan Setiabudi.

ACT – Global Wakaf menyediakan penerima manfaat yang benar – benar membutuhkan, khususnya kepada masyarakat yang belum memiliki pendapatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Harapannya penemira manfaat yang mndapatkan amanah untuk mengelola gerobak dermawan dapat mandiri ekonominya.

“ejatinya gerobak dermawan ini memang untuk memberikan pemberdayaan ekonomi kepada para penerima manfaat ” ucap Diki Taufik Sidiq selaku branch manager ACT Malang.

Selain mendapatkan manfaat ekonomi dari gerobak dermawan, calon penerima manfaat mendapatkan pelatihan tekning marketing, pembinaan spiritual dan pengembangan diri sehingga kapasitas dan kemampuannya dapat meningkat.

“Kami tidak hanya fokus pada ekonomi saja, tetapi aspek potensi dan kemampuan diri harus ikut ditingkatkan,” tambah diki.

Peluncuran Gerobak Dermawan sendiri dilakukan secara simbolis dengan penandatanganan MoU Kerjasama ACT – Global Wakaf dengan Coach Askan Setiabudi selaku pemilik Kedai Motivator pada tanggal 25 september 2020 bertempat di Kedai Motivator, Tologomas Kota Malang.

Bagi sahabat dermawan yang ingin berpartisipasi dalam patungan untuk penyediaan gerobak dermawan bisa melalui link berikut: https://malang.indonesiadermawan.id/GerobakDermawan

14 Tahun Kiprah d’Kross, Jadikan Refleksi untuk Terus Berprestasi

Frontman d'Kross Ade Herawanto membentangkan syal Arema. (istimewa)

MALANGVOICE – Genap 14 tahun sudah usia d’Kross Community tahun ini. Tak terhitung sudah prestasi yang ditorehkan d’Kross Community sejak kali pertama berkiprah, tepat 17 Oktober 2006 silam.

Namun, hal itu tak membuat komunitas itu mendongak dengan panji kebesaran yang makin berkibar. Sang frontman, Ade Herawanto, berharap pencapaian selama 14 tahun ini bisa menjadi refleksi untuk terus berkontribusi.

“Bukan lantas menjadi tinggi, tapi justru harus menjadi refleksi. 14 tahun yang sudah dilalui, semoga tidak terhenti. Semoga makin berprestasi dan terus bisa bermanfaat,” seru Sam Ade d’Kross, sapaan akrab sang frontman.

Menginjak usia remaja jika diibaratkan seorang insan, komunitas yang berangkat sebagai wadah elemen suporter ini bertekad untuk tetap lantang menyuarakan perdamaian baik antar suporter maupun elemen-elemen lain.

Sam Ade juga bertekad d’Kross bisa konsisten dan menjaga reputasi Aremania yang selama ini identik sebagai suporter teladan yang penuh dengan berbagai kreasi, inovasi dan contoh bagi suporter lain se-Tanah Air.

“Selalu kita gaungkan kabar damai ke seantero negeri bahkan ke seluruh penjuru dunia,” tukas tokoh Aremania yang juga dikenal sebagai musisi dan tokoh olahraga tersebut.

Aremania Dewata. (Istimewa)

Di bidang olahraga, ada d’Kross Boxing Camp yang sukses melahirkan banyak petinju mentereng. Salah satunya adalah Hero Tito, binaan Sasana d’Kross yang berhasil menggapai mimpi jadi juara dunia tinju internasional berbagai kelas. Keseriusan Sam Ade di cabor adu bogem ini juga terlihat dengan mengantongi lisensi promotor nasional dan internasional dari berbagai badan tinju dunia.

Pria yang sehari-hari menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang itu juga dikenal sebagai pembina tinju amatir Jawa Timur, bahkan juga aktif di asosiasi nasional.

Tak cukup di situ, Sam Ade dan komunitas d’Kross juga aktif mengayomi cabor lain, seperti misalnya Perguruan Silat Cimande hingga bergelut di cabang otomotif seperti motocross.

Setali tiga uang, band d’Kross pun terus berkarya dan telah merilis belasan album kontemporer, mulai dari album berisi lagu dan chant suporter, rock, punk-ska hingga campursari. Band d’Kross juga sudah manggung keliling Indonesia, untuk menghibur fans dan tentunya arek-arek Malang Perantauan, seperti di Batam, Kalimantan, Bali serta Lombok.

Tak terbatas di cabang olahraga dan musik, d’Kross Community juga aktif dalam kegiatan seni, budaya, pam swakarsa dan berbagai kegiatan sosial.

Masa pandemi covid-19 tak menghalangi segenap awak d’Kross Community untuk terlibat dalam bermacam kegiatan bakti sosial. Seperti dalam rangkaian HUT ke-33 Arema, bulan Agustus lalu, d’Kross bersama Aremania Medis dan lintas komunitas lain menggelar pemeriksaan dan pengobatan gratis di sejumlah titik Malang Raya.

Untuk menggalang donasi bagi kemanusiaan, Sam Ade dkk juga menggelar konser virtual untuk memeriahkan hari jadi klub kebanggaan arek-arek Malang. Hasil yang terkumpul disalurkan ke panti asuhan, pondok anak yatim piatu, serta para lansia dan kaum dhuafa.

“Dari kegiatan ini, kami berharap bisa menginisiasi dan menginspirasi berbagai komunitas lain di Bhumi Arema maupun suporter-suporter lain se-Indonesia,” ujar Sam Ade yang memang gemar turun langsung ke masyarakat.

Menurut pria yang dalam setiap kesempatan selalu menekankan pentingnya sikap egaliter ini, paling tidak dari kegiatan tersebut bisa mensupport dan mendampingi masyarakat yang sedang kesusahan, apalagi di masa pandemi seperti sekarang.

“Meski hanya sekadarnya, namun sangat besar artinya bagi nilai-nilai gotong royong dan semangat satu jiwa melawan pandemic covid-19 ini. Tentu saja dengan background serta kemampuan dan keahlian masing-masing komunitas serta elemen masyarakat yang terlibat,” tuturnya.

Kebiasaan ini sudah dilakukan Sam Ade bersama para founding father d’Kross, bahkan sejak tahun 2005 silam dan diteruskan sampai sekarang bersama segenap awak komunitas dengan menggandeng berbagai pihak.

Komunitas yang bermarkas di Jalan Sekayan, Bunul ini juga terlibat aktif dalam berbagai upaya konservasi lingkungan hidup di sekitar.

Dalam sebuah kesempatan ke Nusa Tenggara Timur medio 2016, awak d’Kross bersama petinggi marinir TNI Angkatan Laut; Brigjen Siswoyo ikut berperan dalam menamai salah satu pulau terluar NKRI yang berbatasan dengan Australia. Pulai itu dinamai Pulau Singo Edan dan didaftarkan secara resmi di badan dunia.

Dengan refleksi dan apa yang sudah dijalani 14 tahun ini, Sam Ade berharap komunitas ini bisa terus berkontribusi positif dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, bersinergi dengan lintas elemen, mulai dari kelompok suporter, seniman, budayawan, insan musik, teknokrat, akademisi, pemuka agama, tokoh publik, buruh, ormas, sipil, birokrat, wakil rakyat, jajaran TNI-Polri dan para penegak hukum, serta seluruh lapisan masyarakat pada umumnya.(der)

Safari Ramadhan, d’Kross Community Blusukan dan Santuni Anak Yatim

MALANGVOICE- Seperti tahun-tahun sebelumnya, d’Kross Community kembali menggelar Safari Ramadan SI bulan suci, dipimpin langsung sang frontman, Ir H Ade Herawanto MT. Rombongan mengunjungi sejumlah pondok pesantren (ponpes), panti asuhan, dan blusukan kampung, Kamis (15/6).

Selain menyambung silaturahmi antar warga dan sesama kaum muslimin, lewat kegiatan ini juga diberikan paket santunan kepada kaum dhuafa, anak yatim-piatu, dan janda-janda tidak mampu.

Sebagai Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, Sam Ade d’Kross turut mengajak seluruh pegawai dan staf Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya, mulai tenaga Non Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pejabat struktural BP2D antusias dalam berbagi kebaikan, membaur bersama seluruh awak d’Kross Community yang berasal dari berbagai kalangan, komunitas dan lapisan masyarakat.

Bantuan pada Safari Ramadan kali ini diberikan kepada perwakilan warga Kelurahan Kasin, Kelurahan Gadang dan Kelurahan Jodipan. Rombongan juga bersilaturahmi dengan segenap pengurus, santri dan santriwati Ponpes Nurul Muttaqin Al-Barokah asuhan KH Nurhadi, kawasan Tlogowaru.

Perjalanan dilanjutkan ke Panti Asuhan Yayasan Sunan Kalijaga (Yasuka) bimbingan Ustadz M Munir Cholily, kawasan LA Sucipto, Blimbing. Hingga kemudian kegiatan pada sore hari dituntaskan di kawasan Muharto, Kotalama, bersama warga non-panti binaan Perguruan Pencak Silat Cimande.

Di Jalan Muharto, acara dipusatkan di Masjid Baitus Shomad dengan rangkaian kegiatan sholawat dipandu ta’mir setempat, Ustadz Abdul Hamid, sampai dengan solat magrib berjamaah dan buka bersama. Bantuan dan santunan untuk anak yatim-piatu dan kaum dhuafa juga dibagikan di acara bersamaan.

Dihantam Pandemi, Tony Aksa & Yudek Tetap Berkarya Keluarkan Single Baru

Tony Aksa dan Yudek. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kiprah musisi Malang dalam menciptakan musik memang tak bisa dipandang sebelah mata. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, namun musisi Malang tetap berkarya.

Seperti satu lagi single dari dua musisi asli “arek” Malang yang berisikan gambaran keadaan saat awal pandemi Covid-19 yang dampaknya adalah masyarakat dirundung rasa panik dan ketakutan.

Di kala semua orang merasa takut akan sesuatu, Tony Aksa yang juga merasakan dan mengalami dampaknya mencoba mengungkapkan perasaan terdalamnya lewat sebuah lagu yang berjudul ‘Rindu Sedia Kala’. Dalam lagu ini Tony Aksa berharap agar keadaan lekas pulih membaik seperti sediakala.

Adalah Tony Aksa, gitaris dari Taxi band yang sempat populer dengan single ‘Hujan Kemarin’ yang menjadi figur dalam single ini. Dalam single ini, Tony Aksa menggandeng vokalis bersuara khas yaitu Yudek. Suara serak dari Yudek dan alunan gitar akustik dari Tony Aksa menjadi penyempurna dalam single Rindu Sedia Kala.

Dibawah naungan LR manajemen, Tony Aksa & Yudek yang dimanajeri langsung oleh kepala desa Ngijo Karangploso yang dijuluki LR (Lurah Rocker) oleh warga setempat karena kegemarannya menyanyikan lagu-lagu Rock era 90 an, tengah sibuk melakukan rangkaian promo single Rindu Sedia Kala.

Penggarapan lagu ini juga dibantu beberapa rekan antara lain. Indra yang dulu juga tergabung dalam Band Taxi ikut membantu dalam pengisian keyboard, string, mixing mastering di studio Gio Production. Dan juga penggarapan video dibantu oleh Antonblack, Alim Anima, dan Oche. Video lengkap Rindu Sedia Kala bisa dilihat di youtube channel ‘Tony Aksa’.

“Semoga single ini bisa diterima masyarakat luas dan semoga bisa mewakili doa dan harapan seluruh lapisan masyarakat agar kita semua bisa segera pulih dari keterpurukan selama masa pandemi virus corona,” ujar Tony Aksa.(der)

Lombe, Tradisi yang Bikin Petani Sumenep Kaya Raya

Tradisi Lombe di Madura (istimewa)

MALANGVOICE – Tradisi yang satu ini memang jarang didengar. Tradisi unik ini berasal dari pulau Kangean, Sumenep, Madura, bernama Lombe.

Tradisi ini mirip karapan sapi namun menggunakan dua ekor kerbau. Berkat ajang tradisi yang digelar dua kali setahun ini, petani dan peternak kerbau di Sumenep mampu berinvestasi dan menjadi kaya.

Hal itu diketahui dari hasil penelitian sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) jurusan Geografi 2015, yakni Misbahaul Ulum, Kartika Hardiyati dan Irfan dimentori dosen pembimbing Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu M.Si.

Tim peneliti tradisi lombe (Istimewa)

Misbahaul mengatakan, motivasinya untuk memperkenalkan tradisi dari daerah asalnya ini sederhana.

“Saya ingin teman-teman saya, kampus, dan bahkan masyarakat Madura terutama pemerintahnya mengenal dan melestarikan tradisi ini karena tidak banyak yang tahu,” kata dia.

Padahal, lanjutnya, Lombe mampu meningkatkan taraf sosial hingga ekonomi masyarakat sekitar, tentu disamping sebagai hiburan tradisi masyarakat.

“Dari segi sosial kalau misalnya menang, itu mereka bisa naik taraf sosialnya jadi lebih disegani,” tambah dia.

Misbahaul menunjukkan buku hasil penelitiannya dan tim (Anja Arowana)

Selain itu, harga jual kerbau jantan yang mampu memenangkan perlombaan ini bisa naik hampir 50% dari harga jual asli dari kerbau itu sendiri.

“Awalnya kan harga kerbau 35 juta saja. Tapi kalau kerbaunya menang nanti dia bisa naik harganya hingga 55 juta rupiah per-ekor. Bapak saya juga akhirnya bisa menguliahkan saya disini (UM) karena kerbau,” tukasnya.

Disamping meningkatkan harga jual dan tingkat sosial sang pemilik, ajang ini ternyata juga berhasil membuat angka populasi kerbau di daerah ini naik drastis karena masyarakat mulai sadar dengan prospek yang dijanjikan oleh kerbau.

“Mulai tahun 2010-an, tradisi ini semakin digandrungi. Semua berbondong-bondong ikut. Bukan karena mengejar hadiahnya, tapi karena memang masyarakat senang. Akhirnya semua semangat beternak kerbau. Menjadikannya sebagai investasi untuk masa depan,” tutupnya.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Kaos Kobong Glow in The Dark, Usung Nilai Kearifan Lokal Banyuwangi

Kaos Bernuansa Kearifan Lokal (istimewa)

MALANGVOICE – Slogan ‘Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing’ rupanya benar-benar diterapkan sekelompok mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Pasalnya, kelompok yang terdiri dari lima mahasiswa ini menciptakan kaos bermuatan bahasa dan budaya lokal Banyuwangi sebagai karya ilmiah yang mereka ajukan pada gelaran Pekan Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K).

Karya yang diberi nama Kaos Beranimasi Muatan Bahasa Osing (Kobong) Glow in the Dark ini menjadi salah satu dari 38 karya PKM UMM yang mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) eksternal di Universitas Negeri Malang (UM) (12/7).

Salah satu anggota tim, Robby Cahyadi mengungkapkan karya PKM-K yang dibuatnya bersama tim mendapat apresiasi dari tim peninjau monev. Menurutnya, ini karena sejumlah keunggulan yang dimiliki, yakni bahan kaos yang digunakan berstandar distro, bahasa yang memiliki filosofi, mengangkat budaya lokal, dan tulisan di bagian belakang kaos dapat menyala dalam gelap (glow in the dark).

“Tidak ada pertanyaan yang diajukan untuk Kobong Glow in the Dark, Alhamdulillah. Kita optimis untuk bisa maju ke PIMNAS,” ujar Robby.

Karya ini terbilang unik karena menggabungkan ide desain visual dengan bahasa dan budaya lokal. Bagian depan karya ini adalah gambar-gambar budaya khas Banyuwangi, seperti blangkon atau barong. Menariknya, gambar-gambar ini dikemas dalam bentuk animasi tiga dimensi.

Tulisan Gemelaring yang berarti ‘terus berproses sampai sukses’ menghiasi bagian depan kaos di atas gambar tiga dimensi. Di bagian belakang kaos, terdapat tulisan Using Ngewod Selawase yang berarti bahasa Banyuwangi tidak akan mati selamanya.

“Sasarannya adalah semua usia, baik anak-anak maupun orang lansia, jadi kami buat desain yang bagus untuk semua usia,” imbuh mahasiswa semester empat ini.

Sejauh ini, Kobong glow in the dark sudah dipesan banyak orang. Kaos ini juga sudah bermitra dengan beberapa distro dan agen penjual pakaian di Rembang, Tuban, dan Pasuruan. Berbekal modal 10 juta dari Dikti, kini laba yang dikantongi lima mahasiswa ini mencapai enam juta. Bukan hal mudah untuk membuat karya yang dijual seperti sekarang, mereka butuh hingga lima kali penyempurnaan.

“Kami buat pertama, lalu ada masukan dari pembeli, kami perbaiki lagi, sampai lima kali,” kisah Robby.

Terkait strategi pemasaran, Robby mengaku mereka memanfaatkan semua media sosial, seperti Blackberry Messenger (BBM), whatsapp, line, dana kun Instagram Kobong Glow in the Dark dengan nama @kobong-gemelaring.

Tim ini beranggotakan lima mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yakni Robby Cahyadi, Rosidi Hadi Siswanto, Rani Rahmawati, Dewi Larasetiani, dan Risnawati. Meski tak semuanya berasal dari Banyuwangi, namun mereka menyiasatinya dengan membuat kamus bahasa Osing untuk mendukung kemampuan mereka mempelajari bahasa Osing, sehingga memperkaya kosakata dalam membuat kaos.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Tim Emergency Response ACT Diterjunkan Bantu Tim SAR Cari Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Tim Emergency Response ACT. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap diterjunkan membantu evakuasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1).

Pesawat tujuan Jakarta-Pontianak itu terakhir tertangkap radar penerbangan pada perairan Kepulauan Seribu sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Adanya informasi pesawat hilang kontak itu membuat pencarian langsung dilakukan. Tim ACT pun dikirim ke Pelabuhan Dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu malam untuk membantu petugas. Komandan Tim ER-ACT Kusmayadi melaporkan, tim telah bergabung dengan Tim SAR gabungan.

Minggu (10/1) pagi, tim sudah bersiap mengikuti apel siaga tim SAR. Kusmayadi membagi tim SAR ke beberapa kelompok, sebagian akan ikut pencarian ke laut di kapal milik Kementerian Perhubungan, sebagian lagi ditugaskan untuk ikut identifikasi barang atau temuan yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air SJ182.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Tim SAR gabungan, mendirikan posko, dan menyiapkan perbekalan secukupnya. Tim ER-ACT yang diturunkan merupakan relawan yang telah mengikuti pelatihan penyelamatan di air (water rescue). Kami membawa sejumlah keperluan, antara lain kantong jenazah, APD lengkap, dan menaati protokol kesehatan. Mohon doanya,” kata Kusmayadi.

ACT memberangkatkan 10 personel saat ini. Kusmayadi menjelaskan, karena lokasi perkara masih berada di Jakarta, pergantian tugas juga akan dilakukan seiring masa tanggap darurat dan perkembangan pencarian.

Sementara itu, Nircho Dwi Anggoro dari Tim Program ACT Pontianak, melaporkan suasana di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat masih sepi pada Ahad pukul 06.00 WIB.

“Menurut informasi yang kami terima, insyaallah pengambilan sampel DNA keluarga korban pesawat hilang Sriwijaya SJ 182 akan dilanjutkan pukul 09.00 WIB pagi ini,” kata Nircho. ACT Pontianak pun tengah berikhtiar membersamai para keluarga korban dengan dukungan makanan siap santap Humanity Food Van.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) siang. Pesawat dengan nomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 tidak dapat dikontak pada posisi 11 mil laut di utara bandara Soekarno Hatta-Tangerang.(der)

Peduli Sesama, CHPM Berbagi Kebahagian Bersama Anak Yatim Piatu dan Dhuafa

Kegiatan CHPM (Istimewa)

MALANGVOICE, Community Helper’s Project Malang (CHPM) berbagi kegembiraan dengan puluhan anak yatim piatu dan anak dari keluarga kurang mampu. Komunitae ini membantu kebutuhan sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa dengan membeli perlengkapan seperti pakaian hingga tas di salah satu pusat perbelanjaan kawasan Alun-alun Kota Malang pada Jumat (17/5) lalu.

Inisiator sekaligus Leader dari CHPM, yaitu Lie Fermita Prayitno mengatakan bahwa agenda yang dilakukan tersebut murni gerakan sosial untuk berbagi kebaikan di Bulan Ramadan dengan mengumpulkan donasi dari berbagai kalangan. Hasil donasi disalurkan untuk memenuhi bagi anak-anak kurang mampu “Untuk Ramadhan tahun ini kami mengangkat tema : Happy Kids Sharing Happiness,” kata Fermita

Selain memberikan perlengkapan bagi anak yatim piatu dan dhuafa, CHPM juga menggelar buka puasa bersama. Tujuannya agar pada bulan Ramadan tahun ini bisa mendapat berkah dan berbagi dengan kalangan tidak mampu.

“Kedepan Comunity Helper Project ini akan menggagas dan mengagendakan program-program sosial lainnya, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan, dengan harapan akan semakin banyak masyarakat yang peduli dan peka terhadap lingkungan masyarakat sekitar,” imbuhnya

Fermita juga berharap, agar kebaikan ini terus digaungkan, sehingga dengan peka terhadap permasalahan sosial, maka akan bisa membantu mereka yang membutuhkan.

“Kami berharap banyak masyarakat yang mau berbagi dan mendonasikan sebagian rejekinya untuk saling tolong menolong melalui tindakan kecil namun nyata kepada orang-orang yang membutuhkan,” Pungkasnya.

Salah satu anak yang mendapat bantuan, menyampaikan kegembiraannya dan ucapan terimakasih kepada CPHM. Pasalnya, baru kali ini ia bisa membeli kebutuhan lebaran sendiri bersama-sama dengan teman-temannya yang lain. Hal itu diakui tidak pernah dirasakan pada bulan Ramadan sebelumnya.(Hmz/Aka)