28 November 2022
28 November 2022
22.5 C
Malang
ad space

Seni Pertunjukan Era New Normal Pemkot Batu Sukses Digelar

Pertunjukan seni Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Upaya menggenjot sektor pariwisata terus dilakukan Pemkot Batu sebagai faktor pemulihan perekonomian. Banyak cara dilakukan, antara lain membuka desa hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Namun, sosialisasi penyelenggaraan kegiatan hiburan atau pertunjukan seni juga perlu dilakukan. Seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata Kota Batu.

Acara tersebut berlangsung selama dua hari sejak Jumat (9/10/2020) hingga Sabtu (10/10/2020) ini mengajari bagaimana pertunjukan digelar di era new normal ini. Acara puncak berlangsung di GOR Gajah Mada pada malam hari dengan menghadirkan bintang tamu Ahmad Abdul.

Ahmad Abdul. (Istimewa)

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjelaskan, pandemi memberi dampak yang begitu luar biasa kepada sektor pertunjukan seni di Kota Batu. Padahal, Kota Batu memiliki potensi begitu besar dalam pertunjukan seni. Selain sebagai acara kebudayaan, pertunjukan seni juga terkadang dihadirkan saat acara-acara formal pemerintahan.

Maka dari itu, sejak keran kebiasaan baru dibuka, sektor pertunjukan seni didorong bisa aktif kembali. Jauh daripada itu dapat membantu pulihnya sektor perekonomian di Kota Batu.

“Pandemi brdampak pada sektor wisata dan seni pertunjukan yang selama berbulan-bulan tanpa ada event. Melalui simulasi event yang digelar 10 Oktober 2020 di GOR Gajah Mada Kota Batu ini, kami ingin menggerakan kembali pertunjukkan yang sempat terhenti,” ujar Dewanti, Sabtu (10/10/2020).

Dijelaskan Dewanti, protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama. Dalam simulasi, diterapkan pembelian tiket yang dipesan secara daring. Hingga peserta datang ke lokasi, ada petugas yang memeriksa kondisi kesehatan.

Peserta acara simulasi terdiri atas seniman tradisi, musisi, youtuber, vloger, delegasi duta wisata kang mas-nimas, videografer dan fotografer serta animator. Para peserta ini nanti akan dibina Disparta Kita Batu dalam bidang ekonomi kreatif di Kota Batu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Sidiq menerangkan, tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kualitas anak-anak milenial untuk memanfaatkan IT. Terutama dikaitkan dalam rangka mengangkat potensi wisata Kita Batu yang luar biasa.

“Kedua, menghadirkan para narasumber untuk memacu referensi manajemen pertunjukan yang baik. Harapannya Kota Batu memiliki talenta seni pertunjukan. Ini akan kami manfaatkan untuk ke depannya. Harapannya mereka bisa berkontribusi untuk Kota Batu,” ujar Arief.

Arief meyakini, anak-anak muda memiliki potensi memviralkan potensi wisata dan budaya Kota Batu di sosial media. Dengan adanya informasi yang viral, akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Kota Batu.

“Jadi, teman-teman mampu menjadi influencer, memviralkan tujuan wisata khususnya berbasis alam dan desa. Dampak positifnya wisatawan makin tertarik,” ujarnya.

Acara berlangsung dengan menerapkan porotokol kesehatan yang ketat. Selain cek suhu tubuh, jumlah peserta yang dipersilahkan masuk juga dibatasi agar ada jarak. Abdul membawakan sejumlah lagu hingga acara berakhir sekitar pukul 22.00 wib.(der)

Never Give Up, Cara Eternity Dengungkan Semangat Perjuangan di Tengah Pandemi

Eternity. (Istimewa)

MALANGVOICE – Band kolektif alt-rock anyar Kota Malang, Eternity, merilis single debutnya bertajuk Never Give Up, Minggu (27/9). Bimo Donoseputro dan empat rekannya menyerukan pantang menyerah di tengah-tengah pandemi atau wabah COVID-19.

Ya, melalui karya perdana tersebut, menunjukkan keyakinan besar Eternity, bahwa masih ada harapan dibalik pagebluk ini.

“Lewat single ini, kami ingin menyuarakan bahwa harapan itu akan selalu ada. Dan semesta pasti punya caranya sendiri untuk masing-masing kita,” tutur Bimo, vokalis sekaligus frontman Eternity.

Ia melanjutkan, lewat alunan musik yang up-beat ini, ada doa beserta harapan. Bahwa hari esok akan lebih baik nan indah. Eternity mencoba memotivasi diri sendiri dan seluruh pendengarnya agar jangan menyerah dan jangan pernah lelah menghadapi pandemi yang seolah tiada akhirnya ini.

“Harapan dan doa. Dua kata itu yang mungkin bisa mewakili intisari Never Give Up Dorongan pantang menyerah & keyakinan akan hari esok menjadi motivasi terbesar terciptanya karya ini,” pungkasnya.

Lagu ini dikemas dalam format video klip yang digarap oleh Grace Siena Tselci. Diakuinya, penggarapan video klip ini cukup challenging. Sebab, Equipment terbatas dan waktu penggarapan yang cukup singkat menjadi faktornya.

“Komposisi musik Never Give Up kompleks, dan konsep yang diambil full di studio, tentu mengharuskan saya untuk banyak meng-eksplore scene yang ga gitu2 aja,” paparnya.

Selain sebagai sutradara, Grace juga merangkap video editor dan merasa sangat dimudahkan dalam berproses. Ini karena bekerjasama dengan tim yang solid.

“Debuting as a Director, fortunately, saya sangat terbantu dengan tim yang cukup mampu menerjemahkan apa yang tertuang dari isi pikiran saya. Terlebih, MV ini digarap dalam waktu sehari saja,” imbuhnya.

Penggarapan single debut Eternity memakan sekitar tiga bulan. Mereka berkonsentrasi penuh menggarap materi-materi lagu di AA Studio, Malang. Penggarapan materi-materi kompleks mereka mengharuskan kelima orang ini untuk selalu bersama, karena setiap orang memiliki masukkan krusial masing-masing.

“Ya, tiap orang punya input sendiri-sendiri yang menjadi kesatuan unit ini. Aan (drummer) lebih ke arah produser & juga bertugas memberi sentuhan EDM, Adhit mengatur equipment & sound, Sokran menulis lagu, dan Bimo mengeksekusi di departemen vokal,” tutur Latih, bassist sekaligus vocal director.

“Sedangkan aransemen akhirnya digarap bersama-sama,” tambahnya.

Song Writer dan Lead Arranger, Sokran menambahkan, akibat latar belakang personel yang berbeda-beda, tak pelak banyak perdebatan yang terjadi dalam proses kreatif Eternity.

“Tapi di situ serunya. Perdebatan dalam band ini adalah perdebatan yang produktif. Dan hal tersebut benar-benar memotivasi kami untuk terus berkarya,” ujarnya.

Selain bisa disimak MV-nya, single ini juga akan tersedia di berbagai gerai digital. Dirilis terpisah, versi audio single ini akan tersedia mulai tanggal 2 Oktober 2020 di Spotify, iTunes, Deezer dan lain-lain.

Ke depannya, proses rilis single ini sepertinya akan dilakukan Eternity. Setelah itu, mereka akan merangkum karya-karya tersebut dalam sebuah album penuh yang dirilis pada tahun 2021.(der)

Lagu Jegal Sampai Gagal, Berry Minor – Tyzee Serukan Tolak RUU Omnibus Law

Berry Minor (ist)

MALANGVOICE – Gelombang penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja terus terjadi dengan berbagai cara. Salahsatunya dilakukan musisi Berry Minor melalui single terbarunya berjudul ‘Jegal Sampai Gagal’, rilis 11 Agustus 2020.

Konsisten di jalur Hip Hop Retorika, Berry Minor kali ini menggandeng Rapper Taufan aka Tyzee. Lagu Jegal Sampai Gagal mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut mengamati dan mendampingi proses pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR. Sebab, kuat dugaan RUU tersebut cenderung merugikan keberadaan kaum buruh. Sedangkan paling diuntungkan hanya investor atau pemilik modal.

“Proses perancangan dengan mekanisme yang lebih baik dan berpihak pada buruh harus dikawal. Bukan malah timpang, lebih condong ke kepentingan pemilik modal dan pelaku usaha besar,” kata Fahzlurr Berry Almustapha.

Lagu ini, lanjut dia, terdapat beberapa poin seruan dan tuntutan. Diantaranya, menolak upah pekerja dengan hitungan perjam. Menolak adanya penghapusan jaminan keuangan cuti hamil, dan seterusnya. Pada intinya, RUU Omnibus Law Cipta Kerja hanya memuluskan kepentingan penguasa tanpa memperhatikan kualitas dan kesejahteraan pekerjanya.

“Kebijakan ini bisa saja menjadi momok untuk pekerja. Bahkan disinyalir dapat dimanipulasi oleh pelaku usaha dengan menggunakan regulasi tersebut untuk menghindari upah minimum,” bebernya.

Berry berharap, mengawasi dan mengontrol arah kebijakan pemerintah dalam sistem demokrasi merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara, tak terkecuali generasi muda dan pelaku seni pada khususnya.

“Sebagaimana dikatakan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan. Mengamati kebijakan pemerintah bukan tugas aktivis saja,” pungkasnya.

Lagu video lirik Jegal Sampai Gagal ini bisa disimak di kanal YouTube Kadit Rudit https://youtu.be/Do8pDNwugrY. Merupakan wadah anak muda pelaku musik hiphop di Kota Malang yang juga mendukung sistem demokrasi di Indonesia agar lebih baik dan adil.(der)

Mbois! Bakal Ada Mini Orkestra di Balai Kota Malang

MALANGVOICE – Balai Kota Malang dalam waktu dekat bakal disulap menjadi panggung mini orkestra. Kegiatan yang diinisiasi Malang Musik Bersatu Indonesia (MMBI) ini juga mengusung kampanye disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Humas MMBI Isa Aprilia mengatakan, mini orkestra mengangkat tema “masker wis duwe ayo digawe” ini bakal melakukan aksi pembagian masker kepada masyarakat, melalui komunitas musik Kota Malang.

“Orkestra akan memainkan lagu – lagu perjuangan diselingi dengan bincang – bincang santai dengan Pak Sutiaji Walikota Malang perihal Covid-19 di kota Malang,” jelasnya.

Perempuan berjilbab ini melanjutkan, ada beberapa alasan mengapa memilih Balaikota Malang sebagai panggung orkestra. Paling disorot adalah, struktur bangunan balaikota sangat menarik untuk dieksplorasi serta memiliki nilai estetika.

“Ini harus diviralkan sehingga mampu menjadi nilai edukasi, nilai penguat heritage balaikota sekaligus memberi pesan bahwa balaikota dan pimpinan daerah tidaklah bersifat elite,” ujarnya.

Ketua MMBI Bagus Prakoso menambahkan, bahwa gelar kampanye “masker wis duwe ayo digawe” by mini orkestra, tidak luput dari dukungan sahabat-sahabat Generator Musik Malang diantaranya ,Muhammad Faizal Ants Studio, Wahyu kcmt, Ook ,serta rekan rekan pengurus MMBI lainnya. MMBI adalah connecting dari hampir semua komunitas musik Malang Raya, semisal Guitarissick and Magic, MDC,KUBAM,VOM,Kibordis Malang, MSC, MGC, MLC dan lain sebagainya. Rencananya, hajat dari MMBI ini akan dihelat antara akhir Juli atau awal Agustus.
“Kami sedang matangkan dengan tim Pemkot Malang, dan insyaallah akan kita live streaming kan,” kata Bagus.

Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi upaya MMBI yang ikut aktif mengampanyekan tentang Covid-19. Hal itu penting untuk terus digalakkan, mengingat sebagian masyarakat masih menganggap enteng penularan virus tersebut.

“Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemakaian masker (selama pandemi Covid-19), membutuhkan dukungan dari semua komunitas untuk menggelorakan kampanye pakai masker,” ujarnya.(der)

Suguhkan Hiphop Retorika, Berry Minor Kecam Buzzer dan Penyebar Hoax

Musisi Malang Berry Minor. (Istimewa)

MALANGVOICE – Musisi Berry Minor merilis single barunya berjudul Narasi Fana, pada1 Juli 2020. Mengusung genre Hiphop Retorika, musisi Malang ini mengecam fenomena yang terjadi di media sosial, terutama ulah Buzzer dan penyebar hoax.

Ya, maraknya para pelaku penyebar berita secara terorganisir atau disebut buzzer membuat turunnya nilai-nilai fakta di era demokrasi digital ini. Berry Minor sebagai pelaku musik meresahkan beredarnya berita simpang siur yang tidak memiliki dasar koheren antara berita yang disajikan dan realitanya.

“Awalnya, para buzzer di media sosial hanya digunakan sebagai promotor barang komersial saat platform media sosial seperti Facebook dan Twitter belum ada fitur untuk menjajakan iklan,” kata Berry kepada MVoice, Senin (6/7).

Sementara itu, lanjut dia, dalam dunia politik, para pelaku bekerja untuk dua tujuan, yakni pembingkaian dan amplifikasi isu-isu politik tertentu sesuai kepentingan partai politik, tokoh politik, ataupun ideologi pribadi. Seperti maraknya para pelaku konten kreator yang membawa isu sosial dan politis namun secara praktis mereka tidak pernah terlibat dalam aktivitas tersebut atau disebut pseudo aktivisme.

“Bagi saya idealnya aktivisme di sosial media bisa selaras dengan aktivitas sosial di dunia nyata seperti aktivitas perjuangan HAM, buruh (kelas pekerja), pejuang kesetaraan gender, ekologi dan terafiliasi dengan beberapa ornamen masyarakat seperti, mahasiswa, akademisi, seniman dan para pelaku lain agar kita dapat mengerti bagaimana kondisi di lapangan ter-update dan faham detail permasalahannya,” bebernya.

Karya apik Berry Minor bisa dinikmati di
Sini
(der)

MPM Edukasi Safety Riding dengan Games Menarik di Gelaran Elementary School Games

Gelaran Elementary School Games. (istimewa)
Gelaran Elementary School Games. (istimewa)

MALANGVOICE – Pada gelaran KFC Elementary School Games yang diselenggarakan di Grand City Convex, Surabaya, mulai 12-15 Maret 2020 ini, PT Mitra Pinasthika Mulia ( MPM) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT mendukung kegiatan yang diselenggarakan PT DBL Indonesia.

Pada kegiatan yang diikuti oleh sekolah tingkat dasar di Kota Surabaya ini bertujuan menggali potensi dan juga kemampuan yang dimiliki oleh siswa siswi SD dan juga melatih anak untuk menjadi pribadi yang lebih positif. Seperti pada Zona Honda, di sini MPM menghadirkan edukasi keselamatan berkendara kepada peserta dengan games yang menarik.

“Sesuai dengan komitmen dalam melakukan kampanye keselamatan berkendara. Pada Zona Honda, kami sosialisasikan Cari_Aman dengan pengenalan rambu – rambu lalu lintas dan perlengkapan berkendara. Semua itu diberikan dalam bentuk permainan seperti menggunakan Honda Riding Trainer ( HRT ) dengan didampingi oleh orang tua,” kata Hilmy selaku Instruktur Safety Riding MPM.

Selain safety riding juga ada Honda BeAT Quiz Bowl yakni permainan games dengan tim yang terdiri dari 1 guru dan 1 murid.(Der/Aka/Adv)

Antusias Siswa Siswi Sekolah di Malang Mengikuti Edukasi Safety Riding

Safety riding di sekolah. (Istimewa)
Safety riding di sekolah. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) distrubutor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT memberikan edukasi kepada siswa siswi sekolah di Malang pada 10 – 11 Maret 2020.

Dengan mengambil tema Kemanapun Perginya Selalu Cari_Aman, sebanyak 150 peserta yang berasal dari SMAN 10 Malang dan SMK Brawijaya Batu mengikuti edukasi safety riding bertujuan agar memahami pentingnya keselamatan lalu lintas, mengetahui rambu-rambu lalu lintas, serta keselamatan saat berada di sekitar jalan raya.

Selain itu juga diberikan pengetahun edukasi kelengkapan keselamatan berkendara yang wajib dipakai sebagai dasar agar mendapatkan hal hal berharga dalam hidupnya.

“Edukasi ini sangat penting untuk generasi muda terutama di tingkat pendidikan paling bawah, di mana anak anak dengan sangat mudah untuk diberikan bekal ilmu safety riding sehingga ke depan dapat memahami dan mempraktekkan hal hal baik yang berkaitan dengan keselamatan saat berada di lalu lintas,” kata Mizidianto selaku instruktur Safety Riding MPM.(Der/Aka/Adv)

Godbless Siap Obati Kerinduan Masyarakat Pecinta Musik Rock di Malang

Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda (Baju Hijau) saat press Conference. (Toski D)
Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda (Baju Hijau) saat press Conference. (Toski D)

MALANGVOICE – Group Band Legendaris Godbless bakal tampil di peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 dengan tema Ngalam Ngerock Kembali.

Dalam acara Ngalam Ngerock Kembali ini, bisa dibilang puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang bakal digelar pada 4 Maret 2020 mendatang di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM).

“Dalam rangkaian peringatan HPN tahun 2020 ini, PWI Malang Raya akan menggelar konser musik rock dengan tema Ngalam Ngerock Kembali dengan menghadirkan Godbless sebagai bintang tamu utama,” ungkap Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda, saat press Conference, Sabtu (8/2).

Menurut pria yang akrab disapa King, dengan sajian musik rock dari band rock legendaris tersebut, diharapkan memenuhi rasa rindu masyarakat Malang Raya.

“Kami memilih musik rock karana Malang kan barometer musik rock di Indonesia. Untuk itu, kami mengundang Godbless untuk mengobati kerinduan masyarakat pecinta musik rock di Malang. Apalagi sejumlah personel band ini berasal dari Bumi Arema,” jelasnya

Sementara itu, perwakilan event organizer konser Ngalam Ngerock Kembali, Myro Production, Ari Rustin Saraswati mengatakan, dalam konser musik rock ini mencetak lebih dari 4 ribu tiket.

“Tiket tersebut kami bagi dua kategori, yakni kategori festival dan VIP. Tiket Festival dijual dengan harga Rp100 ribu dan VIP dengan harga Rp250 ribu, bisa didapatkan di berbagai ticket box di wilayah Malang Raya dan secara online,” ulas wanita yang akrab disapa Ocha.

Konser musik Ngalam Ngerock Kembali ini akan digelar mulai pukul 18.00 WIB pada Rabu (4/3). Konser musik ini juga menghadirkan group band pembuka kebanggaan warga Malang, d’Kross.

Sekadar informasi, dalam kegiatan konser musik rock tersebut juga akan digelar bazar UMKM di sekitar gedung Graha Cakrawala. Bazaar UMKM tersebut sesuai dengan tema HPN tahun 2020, yaitu Peran Pers dalam mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Malang dan Jatim.

Sebelum digelarnya konser musik rock Ngalam Ngerock Kembali ini, PWI Malang Raya sudah melaksanakan kunjungan untuk bersilahturahmi dengan beberapa Forkopimda dan instansi seperti Danrem 083 Baladhika Jaya, Kapolresta Malang Kota, Dandim 0833 Kota Malang, Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu dan beberapa yang lain.

Bahkan berbagai kegiatan seperti tasyakuran HPN, khataman Al Quran, santunan anak yatim piatu, diskusi, kompetisi olahraga, kompetisi E-Sport, PWI Idol, launching buku PWI, Olahraga bersama TNI Polri, Pelatihan Jurnalistik dan yang lainnya, untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di wilayah Malang Raya.(Der/Aka)

Tiga Guest Desainer Meriahkan Malam Puncak Malang Fashion Week 2019

Konferensi pers Malang Fashion Week 2019. (Lisdya)
Konferensi pers Malang Fashion Week 2019. (Lisdya)

MALANGVOICE – Malam puncak Malang Fashion Week 2019 bakal dimeriahkan oleh tiga guest desainer, yakni Azlan dari Malaysia, Lenny Agustin dari Jakarta dan desainer kondang Ivan Gunawan.

Ketua Penyelenggara Malang Fashion Week 2019, Farhan Alif Dafa mengatakan, para desainer nantinya bakal menunjukan karya-karyanya lewat peragaan busana.

“Ada tiga guest desainer yang nantinya akan menutup Malang Fashion Week,” ujarnga.

Pada Malang Fashion Week hari ini, Minggu (10/11) dibagi menjadi beberapa sesi, yakni sesi pertama berlangsung peragaan busana muslim dan modis ware. Sedangkan untuk sesi kedua ada Savana dari Surabaya.

“Dan untuk malam hari mengusung tema urban, yakni menyesuaikan dengan fesyen sehari-hari milenial perkotaan,” paparnya.

Lenny Agustin diketahui nanti bakal memeragakan delapan outfit yang menyatukan budaya Kalimantan dan Jawa. “Kami mengusung tema yang sangat muda dan powerfull. Tentunya rancangan kami menggunakan teknik sulam dari Swedia yang terinspirasi dari budaya Kalimantan,” ujarnya saat konferensi pers.

Sedangkan Azlan bakal memamerkan delapan baju karyanya yang terinspirasi dari batik Trengganu. “Ini bisa dibilang recycle untuk bahannya, dan hanya untuk cowo outfitnya,” terangnya.

Sementara itu, desainer asal Malang, Yeti Topiah bakal memamerkan karyanya yang bertemakan Burodame. Ia menjelaskan, jika koleksinya ini terinspirasi dari wanita kantoran yang identik dengan wanita modern.

“Untuk warna saya terinspirasi dari warna batik pandan arum seperti biru, coklat dan hijau. Dan kami mengeluarkan delapan outfit,” tandasnya.(Der/Aka)

Didi Kempot Siap Jadi Pembeda di Kickfest XIII Malang

Panitia Kickfest XIII Malang. (deny rahmawan)
Panitia Kickfest XIII Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Penampilan Didi Kempot dipastikan jadi pembeda di gelaran Telkomsel Kickfest XIII Malang. Acara pameran clothing ini akan dihelar di Lapangan Rampal, 6-8 September.

Panitia Kickfest XIII memastikan Didi Kempot jadi salah satu pengisi line up dari puluhan musisi yang ada. Penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart ini siap menghibur sobat ambyar bareng musisi lain, seperti Ardhito Pramono, Efek Rumah Kaca, Sal Priadi, Weird Genius and Midnight Quickie feat Elian dan musisi lokal lain.

Perwakilan Kreatif Independent Clothing Komuniti (Kick), Ade Andriansyah, mengatakan, hadirnya Didi Kempot diharap membawa suasana baru dan menciptakan kekhasan dari Kickfest tahun ini. Diketahui, ajang kali ini membawa tema Unite atau kebersamaan.

“Kami ingin berikan banyak ragam di event nanti. Mulai musisi, komunitas, dan kuliner yang memiliki keberagaman akan dihadirkan tahun ini,” katanya.

Tema Unite dipilih sebagai bentuk kepedulian dengan situasi yang terjadi di Indonesia. Banyaknya perselisihan, permusuhan antar sesama pun pecah akhir-akhir ini. Dengan Kickfest XIII diharap bisa menyerukan persatuan dengan sebuah karya dan kreativitas.

“Dengan berbagai program acara yang mengangkat tema keberagaman dan kebersamaan, diharap dapat mendukung potensi brand clothing peserta untuk berinovasi. Sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelasnya.

Perwakilan Kick Malang, Rizky Ardiansyah, menambahkan, Kickfest XIII Malang menghadirkan 100 stan dan 80 brand dari dalam negeri. Sama dengan tahun sebelumnya, ada juga stand kuliner dan creative area yang disediakan bagi pengunjung.

Namun, tahun ini ada yang baru, yakni spot Ruang Ide. Ruang Ide merupakan inovasi baru bagi brand untuk bekerja sama dengan musisi dalam menciptakan karya.

“Produk-produk ini diproduksi terbatas dan hanya ada di Kickfest XIII saja. Hasil penjualan pun kami akan sumbangkan ke Kitabisa.com,” tambahnya.

Tahun ini ajang Kickfest XIII yang juga terselenggara berkat kerja sama PT Dyandra Prosindo ini ditarget mampu menyedot 50 ribu pengunjung selama tiga hari. (Der/Ulm)