Diikuti 6.000 Peserta, Sejumlah Tokoh Nasional Dipastikan Hadir

Segenap pengurus KAHMI Kota Malang menggelar jumpa pers di Kopilogi. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Jalan sehat bertajuk ‘Uklam-uklam Tahes’ yang digeber Korps Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dipastikan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Selain itu, sekitar 6.000 peserta diprediksi turut serta dalam event yang dipusatkan di depan Balai Kota Malang, Minggu (30/7) ini.

Ketua Pelaksana, Ulil Azmi, mengatakan, 6.000 peserta tersebut telah melaksanakan pendaftaran secara online. Dengan begitu, kemungkinan bertambahnya jumlah peserta masih ada, mengingat pendaftaran hingga saat ini masih dibuka.

“Ini sudah melebihi target, karena awalnya kami hanya menargetkan 4.000 peserta. Selain anggota KAHMI dari berbagai daerah se-Indonesia, masyarakat umum juga mendaftar,” ungkapnya.

Dia menyebut, jumlah tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan semua kegiatan serupa sebelumnya. Perlu diketahui, agenda ini merupakan kegiatan rutin yang digelar KAHMI secara berkala di tempat berbeda.

“Sebelumnya di Bandung, peserta hanya sekitar 1.000, di Malang banyak yang tertarik datang dari luar kota karena mungkin suasana Malang yang bagus,” imbuhnya.

Di sisi lain, sejumlah tokoh yang telah memastikan hadir antara lain Mahfud MD, Akbar Tanjung, Ferry Mursyidan Baldan, Aidul Fitriciada Azhari, dan tiga Kepala Daerah di Malang Raya. Mereka juga dijadwalkan hadir dalam Welcome Dinner yang masuk rangkaian kegiatan ini, di Ridwan Hisjam Center, Perum Permata Jingga, Sabtu (29/7) malam.

“Welcome dinner nanti dihadiri sekitar 300 orang perwakilan kontingen berbagai daerah,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Penasaran Batu Mulia Kerajaan Singhasari dan Majapahit, Ayo Datang ke Acara Ini

Poster kegiatan. (Istimewa)
Poster kegiatan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Jika Anda gemar mengoleksi atau setidaknya suka mengamati batu mulia atau akrab dikenal masyarakat sebagai ‘batu akik’, maka tak ada salahnya mampir ke Focus Group Discussion Forum Komunikasi Batu Mulia Nusantara, 16 November 2017 mendatang, di Auditorium Lantai 6 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB).

Selain FGD tersebut akan digelar juga pameran batu mulia serta keris dari Kerajaan Singhasari dan Majapahit. Tema yang akan diangkat dalam kegiatan kali ini adalah ‘Geliat Batu Mulia Nusantara Berawal dari Keluhuran Singhasari dan Kejayaan Majapahit’.

Acara ini akan menghadirkan narasumber-narasumber ternama di bidangnya, antara lain Agus Hendratno dari Departemen Teknik Geologi FT UGM, Nanang Rachmat Zakaria dari Garuda Khatulistiwa Malang, Eka Maulana, dan lain-lain.

Batu mulia sangat berharga. Di era kerajaan dan kesultanan dahulu batu menjadi media komunikasi peradaban bahkan alat legitimasi. Sumber kekayaan alam ini harus dijaga dan dilestarikn untuk menjaga kedaulatan sumber daya alam mineralogi.(Der/Aka)

Rayakan Kemerdekaan, Balai Kota Among Tani Gelar Wayangan

Pertunjukan Wayang Kulit menyambut HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Balai Kota Among Tani. (istimewa)
Pertunjukan Wayang Kulit menyambut HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Balai Kota Among Tani. (istimewa)

MALANGVOICE – Menyambut HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Sabtu malam (12/8) esok, digelar pertunjukan wayang kulit bertempat di parkiran Balai Kota Among Tani. Bertindak sebagai dalang adalah Ki Ardhi Purboantono.

Dalang asli Arema ini bakal membawakan lakon Sang Duta Pamungkas. Turut menyemarakkan sebagai bintang tamu, Marwoto, Yati Pesek dan Lusi Brahman. Acara dimulai pukul 19.00 sampai selesai.

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, bahkan mengajak masyarakat untuk datang menyaksikan pagelaran kebudayaan asli Indonesia tersebut. Hal ini terlihat dari postingan di akun media sosial Instagram @eddy_rumpoko.

“Kagem bapak-ibu sederek sedoyo, monggo sami rawuh nguri-nguri kabudayan jawi. Mengeti 72 tahun kemerdekaan RI,” tulis pria akrab disapa ER ini.

a


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Gali Dinamika Seni, Seniman Beberkan Cara Manajemen Art Lewat Seminar Residual

Seminar nasional bersama seniman dsn kurator. (Anja a)
Seminar nasional bersama seniman dsn kurator. (Anja a)

MALANGVOICE – Seniman di Indonesia punya potensi yang besar. Melihat hal itu, Tyaga Art Management menilai potensi ini bisa digali lagi menjadi lebih dinamis dan terarah. Kali ini, lewat serangkaian event bertajuk Residual, Tyaga Art Management menggelar seminar nasional tentang Manajemen Seni Rupa, di Hotel Swiss Bellin, Malang, Minggu (22/4).

Direktur Tyaga Art Management, Nur Iksan mengatakan, acara Residual sudah dilaksanakan sejak Februari.

“Meliputi workshop, pameran dan acara seminar ini menjadi penutup rangkaian acara Residual,” katanya.

Residual, lanjut dia, merupakan tema besar acara ini. Yang maksudnya, residu atau endapan dari sebuah pemikiran, seni dan juga emosi, tertuang dalam suatu karya seni.

Para pembicara. (Anja a)
Para pembicara. (Anja a)

“Pameran seni juga selanjutnya bukan hanya sekedar menunjukkan karya, tapi juga melibatkan sisi displai dan pendukung-pendukung lainnya. Harapannya ekosistem seni di Jawa Timur menjadi lebih dinamis,” kata dia lagi.

Seminar ini mengundang antusiasme para seniman lintas generasi di Kota Malang dan luar kota. Menghadirkan 3 (tiga) praktisi manajemen senirupa, yaitu Mikke Susanto, Konsultan Kuratorial Museum Istana Kepresidenan; Putu Wijaya, pemilik Sangkring Art Space; dan Pustanto, Kepala Galeri Nasional Indonesia, peserta belajar tata kelola sebuah pameran seni yang baik. Bukan hanya itu, pakar juga berbagi tips menarik terkait tata kelola pendisplay-an sebuah karya seni yang bagus, dan pengenalan tentang jenis-jenis pameran.(Der/Aka)

Siap Pecahkan Rekor Muri, 520 Musisi Bersatu di Event 104 Sound System

Technical Meeting jelang event 104 sound system. (Lisdya Shelly)
Technical Meeting jelang event 104 sound system. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Tahun 2018 merupakan tahun ke empat bagi Musik Malang Bersatu (MBB) dalam membuat event kolosal. Sesuai dengan usia Kota Malang ke-104, event ini bertajuk 104 Sound System.

Ketua Musik Malang Bersatu Jadmiko Adi Widodo, mengatakan bahwa konsep ini terbentuk dari 104 komunitas sound system beserta 520 musisi se Malang Raya.

“Awalnya komunitas sound system itu membuat event kolosal dan menggandeng 520 musisi. Ini rekor Muri di Indonesia bahkan di Asia,” tegas Jadmiko saat ditemui MVoice di Stadion Gajayana Kota Malang, Jum’at (4/5).

Pemecahan rekor muri ini menurut Jadmiko sendiri adalah dengan berkumpulnya 104 sound system ini dapat mencapai 520 ribu watt tenaga listrik.

“Ini belum pernah digelar di Indonesia. Nantinya Kapolres Malang Kota juga akan mendukung acara ini dan akan mengundang pihak Muri untuk meliput kegiatan kami,” imbuhnya.

Jadmiko menambahkan bahwa event ini merupakan salah satu tujuan untuk memajukan musik di Kota Malang. Ia berharap, seluruh masyarakat dan pemerintah daerah se-Malang Raya dapat mendukung event ini.

“Karena ini potensi buat Malang dan acara seperti ini sulit diulang kembali. Nanti event tanggal 9 Meo dan tiketnya gratis,” pungkasnya.(Der/Aka)

Konser Ditunda, d’Kross Siapkan Tour Khusus

Personel d'Kross. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Rencana launching album baru d’Kross sekaligus perayaan HUT ke-30 Arema di depan Stasiun Kota Baru Malang, harus dibatalkan. Kabar itu disampaikan langsung frontman d’Kross, Ade Herawanto, Kamis (10/8).

Sejatinya, konser peluncuran album ‘Kembali Berpesta’ itu akan digelar pada Jumat (11/8) sejak pagi. Kemudian dilanjutkan dengan acara napak tilas.

Ade menyebut ada beberapa masalah sehingga gelaran itu dibatalkan. “Kebetulan pihak sponsor belum deal. Jadi konser ditunda,” ujarnya.

Pria yang sekaligus menjabat Kepala BP2D ini sangat menyesali batalnya kegiatan itu. Ia akan menggantinya dengan tour ke beberapa daerah.

“Ya kami akan sambang ke beberapa tempat di Kabupaten Malang dan Kota Malang dulu tentunya. Setelah itu kami ada jadwal ke Cirebon, Palu, Makassar, Bali sambil menunggu kepastian sponsorship,” tandasnya.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Besok, Festival Serba Budaya Tani Dimulai

Festival Kampung Tani Living In Harmoni. (Disparta Kota Batu)
Festival Kampung Tani Living In Harmoni. (Disparta Kota Batu)

MALANGVOICE – Festival Kampung Tani bertajuk ‘Living In Harmoni’ kembali hadir. Even tahunan ini dibuka, besok Sabtu-Minggu 8-9 September dan dilanjut pada 15-16 September, dan 22-23 September. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Kampung Wisata Tani, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.

Sebagai agenda pembuka, ada rembug budaya Jawa Timur, pentas TPQ, Bartani Kopi Kotekan. Kemudian pada 9 September dilanjutkan dengan Temassae Guyub Rukun, Lomba Tahun Batu Islam (Tabais), dan Bartani Kopi Kotekan (unek-unek).

Minggu kedua, pada 15 September dilaksanakan Jagong Temassae, Ngliwet Anglo, Pentas Teater Jawa Timur, dan Apresiasi Karya Seni. Lalu, 16 September, ada Berkah Bumi, Rantang Lurik, Memedi Sawah, Kebul Bontotan, Bancaan Fotografi, Pentas Duta Seni Jawa Timur, dan Bartani Foto-Kopi Jreng.

Di Minggu ketiga, 22 September, digelar enjoy culture,tembang sabin, dan sendratani. Sebagai penutup, pada 23 September ada Living In Harmoni.
Seluruh kegiatan ini tanpa dipungut biayanya alias gratis. Dengan diselenggarakan festival diharapkan mampu mewadai semua kreativitas yang ada di Kelurahan Temas.

“Ini sudah menjadi agenda tahunan di sini. Karena memang setiap desa memiliki cara khusus dalam menggelar selamat desa,” kata Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono, Jumat (7/9).

Ya, gelaran Festival Kampung Tani sekaligus selamatan desa ini menonjolkan tentang budaya pertanian. Sebab, 75 persen warga Kelurahan Temas berprofesi sebagai petani.
Kegiatan ini juga merupakan pemberdayaan masyarakat yang memiliki kelompok seni.

Apalagi di Kota Batu ini memiliki kurang lebih hingga 300 kelompok seni. Dengan ada even ini lanjut Imam, juga upaya untuk mewujudkan visi Kota Batu yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’.

“Agar kelompok seninya terus terwadahi dan melestarikan kebudayaan,” tutup pria juga menjabat Staf Ahli Pemkot Batu ini.(Hmz/Aka)

‘M30is Ilakes_Kembali Berpesta’, Sajikan Keseruan dengan Kegiatan Positif

Manajemen dan personil d'Kross bersama Media Officer Arema FC, Sudarmaji telah melakoni serangkaian talk show di radio-radio dan televisi lokal Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Peringatan HUT ke-30 Arema 11 Agustus 2017 mendatang dipastikan diwarnai dengan beragam keseruan. Manajemen Arema FC bersama d’Kross Community mengusung tema ‘M30is (baca: Mbois) Ilakes_Kembali Berpesta’ pada rangkaian kegiatan ini.

Tagline tersebut bakal direalisasikan dengan kegiatan-kegiatan positif, tanpa harus mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan. Beragam sosialisasi pun telah digencarkan kepada masyarakat.

Manajer Media Officer Arema FC, Sudarmaji, memberi ketegasan, dengan tagline Mbois Ilakes_Kembali Berpesta, pihaknya ingin mengisi perayaan HUT ke-30 Arema ini dengan kegiatan-kegiatan positif.

“Jadi kami imbau rekan-rekan Aremania-Aremanita tidak perlu konvoi keliling Malang Raya, cukup kita bersenang-senang bersama di depan Stasiun Kota Baru seharian penuh,” seru pria asal Banyuwangi itu.

Ucapan mantan wartawan itu diamini Frontman d’Kross, Sam Ade Herawanto. Dia menjelaskan, acara utama sengaja dipusatkan di satu titik agar terasa lebih spesial dan semarak.

Mereka pun menggandeng pemerintah daerah se-Malang Raya serta jajaran Forkopinda dan sinergi lintas sektoral untuk mensukseskan acara ini. Dengan begitu, masyarakat dari berbagai elemen di bhumi Arema bisa berkumpul bersama merayakan anniversary Singo Edan.

“Konser ini demi menghibur nawak-nawak Aremania dan Aremanita berpesta merayakan ulang tahun klub kesayangannya dengan bernyanyi dan berjingkrak bersama disertai pesta flare dan smoke bomb hingga kembang api,” imbuh Ade yang juga Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) ini.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Lewat Pameran Foto “Komtemporer”, Sisakan Jejak Masa Lalu di Tengah Modernisasi

Pameran foto KIV 2017. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Sebagai generasi muda yang dianggap kekinian ternyata sebagian besar masih peduli dengan kejayaan di masa lalu. Semua itu tertuang dalam pameran foto bertajuk Komtemporer Invasion (KIV) 2017.

Pameran yang digelar di cafe Godbless, Blimbing, Kota Malang ini mengusung tema “Old But Gold”. Dimulai sejak Senin (11/12) hingga Rabu (13/12), even tahunan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Merdeka (Unmer) Malang angkatan 2016 ini menyuguhkan foto zaman dahulu yang masih bisa dilihat pada zaman sekarang.

“Kami sengaja membuat tema itu untuk mengingat bagaimana sesuatu hal di zaman dahulu itu bisa bertahan sampai sekarang,” ujar ketua panitia KIV 2017, Ary Kusuma, kepada MVoice.

Dijelaskan lebih lanjut, ada sekitar 80 foto yang mejeng di pameran tersebut. Setiap foto memiliki cerita dan arti sendiri di dalamnya. Lewat pameran itu, pria asal Kota Batu ini berharap ada kepedulian dari generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan peninggalan di zaman dahulu.

“Mulai fashion, makanan, hingga bangunan zaman dahulu ada di pameran ini. Kami harap bisa lebih diperhatikan dan tidak ditinggalkan dengan gaya modern saat ini,” tambahnya.

Selain pameran ada juga bazaar, games dan live music, serta workshop yang diisi pemateri berkompeten. Antara lain fotografer Tempo dan anggota PFI, Aris Novia Hidayat, dan fotografer senior, M Ibnu Hernanda.

Seperti diketahui, Komtemporer Invasion adalah kata gabungan. Komtemporer berasal dari komunikasi dan kontemporer serta Invasion berarti serangan. Sehingga, bisa diartikan “Serangan dalam Modernisasi”.(Der/Yei)

NuPho 2017, Melahirkan Insan Cinta untuk Negeri Lewat Fisika

Animo event NuPho tahun lalu sangat tinggi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika ‘Nucleon’ Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan salah satu program kerja berskala nasional yang memfasilitasi siswa-siswi SMP/SMA/Sederajat untuk mengasah kemampuan dan semangat kompetisi mereka satu sama lain dalam ajang olimpiade fisika nasional atau yang biasa dijuluki Nucleon Physics Olympiad (NuPhO) 2017.

Kali ini, HMJ Fisika Nucleon semakin memperluas jangkauan publikasi dan pelaksanaannya dengan membuka rayon baru di kota-kota yang tersebar di seluruh nusantara, di antaranya yaitu rayon Kupang, Mojokerto, Palembang, Ponorogo, dan Semarang. Hingga total rayon pelaksana pada NuPhO 2017 adalah sebanyak 32 rayon.

Tidak berhenti dengan hal itu, tahun ini NuPhO mengusung tema yang lebih spesifik untuk target sasaran Olimpiade Fisika Nasional. Setiap tahun NuPhO hadir dengan tema yang berbeda, dimana dalam setiap tema terukir filosofi dan cita-cita pencapaian NuPhO pada tiap periodenya. Pada tahun 2017, NuPhO kembali dengan mengusung tema ‘Melahirkan Insan Cita Untuk Negeri’.

“Insan cita merupakan dunia cita, yakni ideal yang terwujud dalam pribadi seorang manusia yang berilmu pengetahuan untuk kehidupan masyarakat. Harapan kami generasi muda Indonesia yang selalu penuh akan karya dan kreasi, bisa menerapkan dan mengembangkan ilmu fisika untuk kemajuan Indonesia tercinta,” ujar Ketua Pelaksana Nucleon Physics Olympiad 2017, Yusuf Rizal.

Nucleon Physics Olympiad 2017 terdiri dari serangkaian acara yang diawali dengan babak penyisihan pada hari Minggu, 24 September 2017 bertempatkan di 32 cabang sekolah masing-masing rayon yang tercantum pada official poster. Pada babak ini, peserta yang terdiri dari dua orang (satu team) dihadapkan dengan soal multiple choice.

Dari total peserta pada satu rayon, selanjutnya akan diambil 10% untuk dapat melanjutkan ke babak perempat final. Babak ini dilaksanakan di Gedung FMIPA Universitas Negeri Malang pada hari Sabtu, 07 Oktober 2017. Total peserta 10% dari masing-masing 32 rayon akan berkompetisi mengerjakan soal essay dan akan diseleksi 8 tim terbaik untuk melanjutkan pada babak semifinal.

Selanjutnya, delapan tim tersebut harus beradu kecakapan mempresentasikan suatu fenomena Fisika yang disajikan dewan juri yang merupakan jajaran dosen Fisika Universitas Negeri Malang.

Setelah melewati proses penilaian dengan segala aspek pertimbangan, dari jumlah tim yang berada pada babak semifinal, akan diambil 4 tim dengan nilai terbaik untuk memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan pada babak final.

Dilaksanakan esok harinya yakni pada hari Minggu, 08 Oktober 2017 di Gedung Aula O1 FMIPA, babak final terdiri dari tiga tahap ; meliputi sesi praktikum, sesi animasi, dan sesi kuis sebelum didapatkan tim terbaik yang akan menyandang predikat Juara 1 NuPhO 2017.

NuPhO dikemas sedemikian rupa dimana pada setiap babak menyajikan pesan dan kesan yang bertujuan untuk melatihan pola pikir dan semangat juang generasi muda bangsa Indonesia. Selain itu, pada babak perempat final dan seterusnya, para peserta dilatih untuk bersikap kritis dan jeli dalam setiap permasalahan yang dihadapinya.

Siswa diharapkan untuk menentukan suatu problem solving dari permasalahan tersebut. Dan itulah yang menjadi salah satu target luaran terselenggaranya NuPhO di setiap tahunnya. Tidak cukup dengan hal itu, NuPhO adalah ajang kompetisi bergengsi dan disupport oleh Kemenristek, pada setiap tahunnya SMP/SMA/Sederajat bersaing mendapatkan Piala Bergilir Kemenristek dan Piala Tetap untuk masing-masing pemenang, serta Tabanas.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Komunitas