Seniman Batu Pamer Karya di Singhasari Resort

Pengunjung The Singhasari Resort menikmati pameran lukisan dari komunitas Akarasa KWB, Sabtu (17/2). (Aziz / MVoice)
Pengunjung The Singhasari Resort menikmati pameran lukisan dari komunitas Akarasa KWB, Sabtu (17/2). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Momen long weekend dimanfaatkan betul Pemkot Batu. Salah satunya dengan menggelar pameran lukisan di The Singhasari Resort, Beji, Kota Batu.

Ada ratusan lukisan yang dipajang. Seluruhnya karya sekitar 21 seniman lokal Kota Batu. Mereka bergabung dalam komunitas Akarasa.

Pameran yang berlangsung mulai 14 sampai 27 Februari ini dinaungi Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskoumdag) Kota Batu. Tujuannya agar industri kreatif dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian.

Kasie Pengembangan Usaha dan Pengembangan Eksport Impor di Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu, Inol Ertadiansyah mengatakan, Pemkot siap menggandeng para pelaku seni yang ada di Kota Batu untuk bisa maksimal dalam mengembangkan karyanya. Termasuk soal pemasarannya yang dikemas dengan pameran ini.

Pengunjung The Singhasari Resort menikmati pameran lukisan dari komunitas Akarasa KWB, Sabtu (17/2). (Aziz / MVoice)
Pengunjung The Singhasari Resort menikmati pameran lukisan dari komunitas Akarasa KWB, Sabtu (17/2). (Aziz / MVoice)

“Dengan menggandeng para seniman ini diharapkan pertumbuhan industri ekonomi kreatif di Kota Batu bisa lebih optimal,” kata Inol kepada MVoice.

Selain menunjang keberadaan Batu sebagai Kota Wisata, pemberdayaan seniman ini juga sebagai wujud menyukseskan program Presiden RI, Joko Widodo. Pendekatan pasar seni hingga bursa seni di Kota Batu, diharapkan pelaku seni Kota Batu bisa lebih berdaya saing dan perekonomiannya semakin terangkat.

“Para seniman Kota Batu harus ikut aktif dalam ekonomi kreatif. Sehingga mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi kreatif berarti kita menyuseskan program bapak Presiden,” tutup Inol.

Terpisah, Aditya Kurniawan, Public Relation The Singhasari Resort mengaku sangat mendukung acara pameran lukisan ini. Besar harapan bisa berkontribusi langsung untuk memamerkan karya lukis dari seniman Kota Batu kepada seluruh tamu maupun pengunjung hotel kelas bintang lima ini.

“Kekuatan produk dan karya lokal Batu memang harus dipublikasikan semaksimal mungkin, dengan pameran lukis ini, kami rasa bisa menjadi ajang publikasi yang efektif, bahwa kota Batu memiliki seniman seniman yang handal,” tukas Adit.(Der/Ery)

Sempat Diguyur Hujan, Animo Penonton Tak Surut di Malang Jazz Festival 2017

Aksi Teza Sumendra di MJF 2017. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Gelaran Malang Jazz Festival 2017 berlangsung sukses di Lembah Dieng, Sabtu (7/10). Meski sempat diguyur hujan, namun penonton tetap antusias memadati area sejak siang hingga malam.

Sedikitnya dua panggung yang disediakan Jade Indopratama selaku promotor tak pernah sepi. Pasalnya musisi papan atas Indonesia menyuguhkan penampilan apik nan memukau ribuan pasang mata yang hadir.

“Tahun kemarin juga hujan. Tapi tidak menyurutkan antusias penonton. Inilah karakter orang Malang sebagai pecinta musik,” kata CEO Jade Indopratama, Rachmad Santoso, kepada MVoice.

Event mengangkat tema The Urban Jazzy Festival kali ini menggandeng musisi lokal. Dengan total 70 musisi yang tampil malam itu. Setiap musisi punya ciri khas tersendiri dan penampilan berbeda, sebut saja Teza Sumendra dengan suara khas, Stars and Rabbit, Flanella, dan Sheila on 7 yang punya lagu-lagu hits, serta penampilan Krakatau Reunion yang tampil lengkap.

Dari segi penjualan tiket, Rachmad menargetkan 3 hingga 3,5 ribu terjual. Akan tetapi, masih kurang sedikit menutup target karena musik jazz masih terbilang baru di Malang.

“Ini merupakan tantangan bagi kami karena Malang merupakan barometer musik rock dan pop. Sedangkan jazz ini baru dan kami mencoba kekuatan musik ini,” lanjutnya.

Penonton makin terhibur ketika Teza Sumendra mengisi panggung utama. Ia tampil memukau dengan membawakan beberapa lagu. Kemudian tak kalah heboh saat Eros dkk tampil. Pembawa lagu Sephia itu membuat penonton ikut bergoyang. Tentu dengan nuansa jazz.

Tata cahaya dan setting panggung ikut memberi nuansa berbeda dengan konsep urban di tengah panorama alam yang eksotis.

Terakhir, penampilan Krakatau Reunion dengan formasi lengkap, seperti Indra Lesmana, Trie Utami, Gilang Ramadhan, Dwiki Dharmawan, Donny Suhendra dan Pria Budi Darma, menutup Malang Jazz Festival 2017 dan membuat penonton pulang dengan senyum.

Rachmad berharap, tahun ini bisa memancing animo masyarakat untuk gelaran yang sama di tahun depan. Pihaknya sedikit memberi bocoran bakal mengundang musisi internasional.

“Ya moga-moga lah bisa tahun depan,” tandasnya.(Der/Yei)

Kenalkan Sejarah Lokal, Festival Celaket Gelar Ketoprak Kanjuruhan Kawurcita

Penampilan pertunjukan ketoprak di Festival Kampung Celaket (Lian).
Penampilan pertunjukan ketoprak di Festival Kampung Celaket (Lian).

MALANGVOICE – Pertunjukan ketropak dengan lakon ‘Kanjuruhan Kawurcita’, merupakan salah satu rangkaian acara Festival Kampung Celaket ke-7, yang berlangsung di Sasana Kridha Budaya, Kelurahan Celaket, Sabtu (28/7).

Cerita yang diangkat bertujuan untuk memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi muda.

“Tidak banyak masyarakat Malang yang tahu tentang sejarah Kanjuruhan, selain itu misi kami mengenalkan sejarah lokal agar masyarakat dapat mengapresiasi nenek moyang Malang memiliki sejarah yang panjang,” tutur penanggung jawab acara, Achmad Winarto.

Menurut pengamatan Winarto, saat ini generasi muda enggan mempelajari kesenian dan budaya sendiri. Hal itu disebabkan derasnya pengaruh budaya luar, serta kurangnya komitmen dari pemerintah terhadap pelestarian seni tradisi daerah.

“Buktinya, selama ini tidak ada penganggaran khusus untuk pelestarian budaya dari pemerintah, jadi dia (komunitas penggiat budaya) dibiarkan tumbuh begitu saja. Tidak ada pembinaan, pengawasan secara berarti, periodik dan terus menerus,” jelas Winarto saat ditemui Mvoice.

Winarto juga menambahkan, acara tersebut atas dasar urunan dari komunitas masyarakat penggiat budaya.

“Seperti sekarang, ini hasil dari urunan kami, walaupun akhirnya dinas akan membantu, tetapi niat dasarnya dari masyarakat,” imbuhnya.

Winarto berharap, pemerintah Daerah dapat memberikan apresiasi dalam bentuk pembinaan serta menfasilitasi masyarakat komunitas penggiat budaya dalam rangka melestarikan kesenian dan budaya daerah.

“Harusnya Pemerintah Daerah memberikan fasilitas dan pembinaan, tidak hanya mencomot, mengambil orang-oranh yang sudah jadi untuk ditampilkan dan diakui sebagai binaannya,” pungkasnya.(Der/Aka)

Malam Ini, Ari Lasso & The Groove Suguhkan Kejutan

Ari Lasso dan The Groove siap hanyutkan Malang dengan musik jazz. (deny)
Ari Lasso dan The Groove siap hanyutkan Malang dengan musik jazz. (deny)

MALANGVOICE – Rangkaian gelaran Malang Jazz Festival 2017 akan berlangsung Sabtu (29/4) malam ini. Ari Lasso dan The Groove akan meramaikan acara dengan tema “The Heart of East Java”.

Bertempat di Baiduri Ballroom, Ari Lasso dan The Groove akan tampil ditemani para musisi Malang. Sebut saja paduan musik keroncong jazz Malang Utara, Saxomunity Malang, MMI Light Jazz, Trixie Jazzy dan banyak lainnya.

Promotor acara, Jade Indopratama dan Graha Bangunan bersama J-Entertainment ingin rangkaian acara Malang Jazz Festival tahun ini memiliki konsep menarik dengan dengan menghadirkan dua bintang tamu itu.

Ari Lasso dinilai sebagai penyanyi solo terbaik di Indonesia yang punya daya tarik tersendiri. Ia diharap bisa mengajak dan membawa ribuan fansnya dari berbagai kalangan untuk menikmati musik jazz.

“Acara ini juga banyak didukung pemerintah setempat dan bermanfaat sebagai juga sebagai menarik wisatawan dari mana saja,” kata CEO Jade Indopratama, Rachmad Santoso.

Sementara itu, Ari Lasso, mengatakan, sangat senang bisa datang ke Malang. Ia siap memberi kejutan bagi penonton yang hadir.

“Ini menjadi suatu penghargaan dan tantangan tersendiri bagi saya untuk bisa menghibur,” katanya.

Selanjutnya Tue Groove akan tampil reuni bersama Rika Roeslan. Mereka siap membawa penonton bernostalgia.

10 Ribu Tusuk Bakso Bakar Dibagikan Gratis di Pucuk Coolinary Festival

Erick Harijanto dan food blogger asal Malang. (deny rahmawan)
Erick Harijanto dan food blogger asal Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Sebanyak 100 tenant akan memeriahkan Pucuk Coolinary Festival di Kota Malang, 1-2 September mendatang. Acara festival kuliner terbesar ini juga akan membagikan 10 ribu tusuk bakso bakar gratis kepada pengunjung di Lapangan Rampal.

“Kami sudah bekerja sama dengan bakso President untuk menyajikan 10 ribu tusuk bakso bakar selama festival berlangsung,” kata Marketing Manager RTD Tea & Juice, PT Mayora Indah Tbk, Erick Harijanto, Kamis (30/8).

Even yang pertama kali digelar di Kota Malang ini sesuai konsep akan dibagi menjadi tiga zona. Yakni zona gurih, pedas dan manis. Pastinya setiap zona akan disesuaikan dengan makanan yang disediakan tenant.

Erick mengaku, Kota Malang dipilih bukan karena sebab. “Kami ingin memberikan apresiasi bagi sahabat kuliner di Malang. Kami hadirkan 100 tenants kuliner manis, gurih dan pedas. Semuanya merupakan kuliner andalan Kota Malang,” jelasnya lagi.

Selain itu, selama festival akan ada sesi happy hour atau jam khusus bagi pengunjung bisa mendapatkan harga spesial Rp 10 ribu di semua tenant. Ada juga Spicy King Noodle Contest dengan berlomba menyantap mie jumbo pedas dalam level dan waktu yang ditentukan.

“Intinya kami berharap Pucuk Coolinary Festival ini dapat mewadahi para UMKM di Indonesia khususnya Kota Malang agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta mengenalkan kuliner favorite khas daerah,” tandasnya.

Ditambahkan food influencer lokal, Akbar Umara atau yang akrab dikenal dengan Doyoke, menyatakan sangat tertarik menghadiri Pucuk Coolinary Festival.

Malahan, ia berpesan kepada pengunjung agar tidak datang sendirian. “Biar tidak kena food coma, artinya kekenyangan. Jadi ajak orang lain supaya bisa saling icip makanan,” tutupnya.(Der/Aka)

Trio Nawak Ewed Launching Album Baru ‘Yang Terlupakan’

Press conference Nawak Ewed di God Bless Cafe Malang. (Anja Arowana)
Press conference Nawak Ewed di God Bless Cafe Malang. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Trio baru bernama Nawak Ewed lahir, Minggu (13/8). Digawangi gitaris kenamaan Noldy Benyamin P, Hengky Saing, dan Tatok Utoro, band ini mengeluarkan album bernuansa 70-an dan 80-an dengan eksekusi modern.

Konsep itu dijadikan patokan untuk album baru mereka yang bertajuk ‘Yang Terlupakan’, sudah dirilis dalam format fisik (CD) secara independent. Mini album tersebut menyuguhkan 5 trek berlirik plus dua komposisi instrumental yang berorientasi gitar.

Tajuk album ‘Yang Terlupakan’ diambil dari satu lagu di dalam album yang paling berkesan bagi personil Nawak Ewed.

“Yang Terlupakan ini mewakili karakter dan jiwa kita. Kita cari musik yang sederhana dan berkesan,” kata salah satu personil, Tatok Utoro, Minggu (13/8).

Lagu-lagu dalam album ini mengangkat lirik yang unik yang mengingatkan pendengar pada kenangan. Salah satu judul lagu yang menarik lainnya adalah ‘Alun-alun’, ‘Pasar Klojen’.

“Kalau mendengarkan lagu ini ya sekaligus mengenang masa-masa muda dulu waktu main ke Alun-Alun begitu. Not musik yang kami pilih juga not sederhana. Feel 80-an nya bisa kita rasakan juga dari lirik-lirik ini,” tukas Noldy.

Mereka berharap, album ini bisa menjadi penghibur para pendengar sekaligus menggiring pendengar mengenang era 80-an.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

The Groove Ajak Penonton Goyang

Penampilan The Groove. (deny)
Penampilan The Groove. (deny)

MALANGVOICE – Penampilan The Groove, malam ini, di Baiduri Ballroom, membuat penonton berkeringat.

Aksi energik band yang tenar pada 2000-an ini membuat penonton berjingkrak bersama. Ribuan penonton yang hadir seakan tak kenal lelah mengikuti nyanyian Rieke Roeslan dari lagu awal hingga terakhir.

Beberapa lagu bahkan dikemas dengan nuansa jazz. The Groove menyanyikan lagu “Bila” dan dilanjutkan dengan “Sepi”. Penonton semakin semangat ketika mereka membawakan lagu “Dahulu”.

The Groove memainkan musik dengan campuran jazz yang lembut dan unik yang semakin membuat acara meriah. “Ayo goyang bareng-bareng,” seru Rieke.

Penampilan The Groove akhirnya ditutup dengan lagu Khayalan. Selanjutnya, bintang tamu lain, Ari Lasso akan mengisi panggung dalam acara malam ini.

Ari Lasso juga ditantang memainkan musik dengan nuansa jazz. Ia akan membawakan sekitar 12 lagu.

Dijamin Mbois! Simak Jadwal Reuni Akbar Sinergi Agitma Untuk Negeri

Poster kegiatan Reuni Akbar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Ikatan Alumni SMAN 3 Malang atau biasa dikenal Ika Smari Agitma akan menggelar rangkaian kegiatan Gebyar Reuni Akbar Gema Silaturahim Lintas Angkatan mengangkat tema Agitma Bersinergi untuk Negeri.

“Tema ini mewakili serangkaian kegiatan dari alumni yang sudah kami lakukan selama setahun ini. Tentu saja kegiatan ini tujuannya untuk memberikan dampak positif bagi kemajuan almamater sekaligus memberikan sumbangsih positif untuk masyarakat Malang pada umumnya,” papar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ika Smari Agitma, Bagus Tjahja Kartika, saat dihubungi MVoice, Jumat (4/8).

Para alumni yang tergabung dalamIka Smari Agitma seusai rapat. (Istimewa)

Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan alumni selama setahun terakhir seperti program alumni mengajar yang dimotori angkatan 97, pagelaran kesenian ludruk di TIM Jakarta yang dimainkan alumni dan pemain profesional cak Kartolo cs, alumni Gathering Olah Raga dan Sarapan Bareng di Sekolah oleh DPC Malang, lalu baksos di desa Baran dimotori angkatan 85 dg support DPC Malang n DPP.

Lalu, untuk kegiatan pre-reuni akbar lain yang sedang dipersiapkan bisa dilihat berikut ini sebagaimana yang telah dirangkum MVoice dari panitia :

1. Bakti Almamater – Bedah Musholla sekolah yang dikoordinasikan angkatan 88 didukung seluruh alumni.

Program kerja merehab dan meng-upgrade fasilitas musala sekolah agar lebih nyaman untuk mendukung pembinaan character siswa. Kegiatan ini dimulai tanggal 18 Juni.

2. Kegiatan Turnamen Golf yang akan dilaksanakan tanggal 6 Agustus di Pondok Indah Jakarta.

Turnamen ini dimaksudkan untuk menggalang dana kegiatan reuni akbar dan charity sekaligus ajang silaturahim para golfer dari Malang.

3. Pagelaran Musik Tembang Kenangan untuk para alumni.

Sedang, untuk acara puncak reuni ada beberapa kegiatan seperti:

1. Tanggal 17 Agustus, Wisata Kemerdekaan di Malang.

Para alumni yang akan bereuni masing-masing angkatan akan melakukan kegiatan wisata secara mandiri untuk mempererat silaturahim sambil liburan menikmati wisata Malang. Dalam kegiatan wisatanya mereka diharapkan melakukan kegiatan unik seperti upacara bendera di tempat wisata dan membuat foto-foto yang instagramable untuk dimuat di media-media sosial dan diharapkan menjadi viral sehingga ada manfaat promosi wisata Malang.

Kepada para angkatan yang berwisata juga diharapkan melakukan kegiatan sosial untuk masyarakat sehingga perjalanan wisatanya menorehkan jejak kebaikan.

2. Tanggal 18 Agustus adalah acara Kongress Organisasi Ika Smari Agitma yang dihadiri perwakilan cabang dan angkatan.

Dalam acara ini akan dilakukan pengesahan pembentukan badan hukum Perkumpulan Ika Smari Agitma. dan dilanjutkan pencanangan Penggalangan Dana Abadi yang akan dikembangkan dan hasilnya digunakan untuk mendukung kegiatan Alamater dan masyarakat. Lalu diakhiri dengan pencanangan Pembentukan Badan Usaha Alumni.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

NuPho 2017, Melahirkan Insan Cinta untuk Negeri Lewat Fisika

Animo event NuPho tahun lalu sangat tinggi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika ‘Nucleon’ Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan salah satu program kerja berskala nasional yang memfasilitasi siswa-siswi SMP/SMA/Sederajat untuk mengasah kemampuan dan semangat kompetisi mereka satu sama lain dalam ajang olimpiade fisika nasional atau yang biasa dijuluki Nucleon Physics Olympiad (NuPhO) 2017.

Kali ini, HMJ Fisika Nucleon semakin memperluas jangkauan publikasi dan pelaksanaannya dengan membuka rayon baru di kota-kota yang tersebar di seluruh nusantara, di antaranya yaitu rayon Kupang, Mojokerto, Palembang, Ponorogo, dan Semarang. Hingga total rayon pelaksana pada NuPhO 2017 adalah sebanyak 32 rayon.

Tidak berhenti dengan hal itu, tahun ini NuPhO mengusung tema yang lebih spesifik untuk target sasaran Olimpiade Fisika Nasional. Setiap tahun NuPhO hadir dengan tema yang berbeda, dimana dalam setiap tema terukir filosofi dan cita-cita pencapaian NuPhO pada tiap periodenya. Pada tahun 2017, NuPhO kembali dengan mengusung tema ‘Melahirkan Insan Cita Untuk Negeri’.

“Insan cita merupakan dunia cita, yakni ideal yang terwujud dalam pribadi seorang manusia yang berilmu pengetahuan untuk kehidupan masyarakat. Harapan kami generasi muda Indonesia yang selalu penuh akan karya dan kreasi, bisa menerapkan dan mengembangkan ilmu fisika untuk kemajuan Indonesia tercinta,” ujar Ketua Pelaksana Nucleon Physics Olympiad 2017, Yusuf Rizal.

Nucleon Physics Olympiad 2017 terdiri dari serangkaian acara yang diawali dengan babak penyisihan pada hari Minggu, 24 September 2017 bertempatkan di 32 cabang sekolah masing-masing rayon yang tercantum pada official poster. Pada babak ini, peserta yang terdiri dari dua orang (satu team) dihadapkan dengan soal multiple choice.

Dari total peserta pada satu rayon, selanjutnya akan diambil 10% untuk dapat melanjutkan ke babak perempat final. Babak ini dilaksanakan di Gedung FMIPA Universitas Negeri Malang pada hari Sabtu, 07 Oktober 2017. Total peserta 10% dari masing-masing 32 rayon akan berkompetisi mengerjakan soal essay dan akan diseleksi 8 tim terbaik untuk melanjutkan pada babak semifinal.

Selanjutnya, delapan tim tersebut harus beradu kecakapan mempresentasikan suatu fenomena Fisika yang disajikan dewan juri yang merupakan jajaran dosen Fisika Universitas Negeri Malang.

Setelah melewati proses penilaian dengan segala aspek pertimbangan, dari jumlah tim yang berada pada babak semifinal, akan diambil 4 tim dengan nilai terbaik untuk memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan pada babak final.

Dilaksanakan esok harinya yakni pada hari Minggu, 08 Oktober 2017 di Gedung Aula O1 FMIPA, babak final terdiri dari tiga tahap ; meliputi sesi praktikum, sesi animasi, dan sesi kuis sebelum didapatkan tim terbaik yang akan menyandang predikat Juara 1 NuPhO 2017.

NuPhO dikemas sedemikian rupa dimana pada setiap babak menyajikan pesan dan kesan yang bertujuan untuk melatihan pola pikir dan semangat juang generasi muda bangsa Indonesia. Selain itu, pada babak perempat final dan seterusnya, para peserta dilatih untuk bersikap kritis dan jeli dalam setiap permasalahan yang dihadapinya.

Siswa diharapkan untuk menentukan suatu problem solving dari permasalahan tersebut. Dan itulah yang menjadi salah satu target luaran terselenggaranya NuPhO di setiap tahunnya. Tidak cukup dengan hal itu, NuPhO adalah ajang kompetisi bergengsi dan disupport oleh Kemenristek, pada setiap tahunnya SMP/SMA/Sederajat bersaing mendapatkan Piala Bergilir Kemenristek dan Piala Tetap untuk masing-masing pemenang, serta Tabanas.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Festival Mbois 2, Insan Kreatif Bertemu Tularkan Ide dan Ilmu. Ini Jadwalnya!

Poster Festival Mbois 2 (Istimewa)

MALANGVOICE – Berkomitmen untuk menjadi titik temu para pelaku sektor industri kreatif di Malang Raya, MCF kembali menghadirkan even keren Festival Mbois 2, tanggal 2-5 Nov 2017 di Malang City Point.

Salah seorang panitia, Andiena Paramitha menjelaskan, Festival Mbois adalah ajang bertemu, berkolaborasi (menggarap dengan tekun dan cermat), berkooperasi (mengerjakan secara bersama-sama sesuai kapasitas masing-masing), dan gelar karya para insan kreatif Malang agar seluruh karya kreatif yang digelar dapat dilihat, disentuh, dimengerti dan dimiliki oleh masyarakat Malang.

Kegiatan terdiri dari pameran dan bazar kreatif, seminar digital dan non digital, bincang komunitas dan asosiasi dunia kreatif (ideashare), ideashout, bincang dengan para pakar, dan tentu saja pagelaran serta pemberian penghargaan bagi insan kreatif Malang. Dari jam 10 pagi hingga jam 22.00 WIB tidak ada jam yang kosong dari kegiatan kreatif yang dipersembahkan untuk warga Malang.

“Sebuah karya tak bisa disebut bernilai seni & kreatif jika tidak membahagiakan. Mari hadir, mari saling kenal dan saling membahagiakan. Mari kita berpesta,” ajaknya.

Pastikan untuk KEPO kenapa gambar poster-poster yang digalakkan harus ‘BOTOL’, dan bagaimana sebuah ‘BOTOL’ jadi hal penting di acara ini.(Der/Aka)

Komunitas