Mengenang Rudi Satrio Lelono (Sam Idur): Pendidik, Seniman Serba Bisa Yang Bersahaja

Oleh : SUGENG WINARNO

Rudi Satrio Lelono atau biasa disapa Sam Idur telah berpulang. Kabar yang menyebar lewat WhatsApp, Twitter, Instagram, dan Facebook Jum’at sore itu bikin kaget banyak orang. Banyak yang tak percaya Sam Idur begitu cepat meninggalkan kita semua. Tak pernah terdengar keluhan sakit serius dari seniman dan dosen nyentrik asli Malang ini.

Komunitas seniman, Aremania, jurnalis, pendidik, dan beragam kelompok pegiat seni budaya Malang Raya sangat kehilangan. Saya dan sejumlah teman di kampus Universitas Muhammadiyah Malang juga begitu kehilangan sosok pendidik yang sangat bersahaja ini. Orangnya low profile, sederhana, dan suka berbagi ilmu dengan sesama. Sam Idur adalah sosok yang menyenangkan, enak diajak ngobrol, dan punya sense of humor yang tinggi.

Sam Idur dikenal sebagai sosok yang bicaranya ceplas ceplos, jujur, dan terbuka. Ide-de dan gagasannya sering di luar kewajaran (out of the box), yang bikin saya dan beberapa teman dosen kagum. Ide-ide brilliant sering muncul dari buah pikir Sam Idur. Beliau secara formal memang hanya mengenyam pendidikan S1, namun dalam banyak hal, beliau setara dengan para doktor bahkan profesor.

Pada Jum’at (22/3/2019) malam itu semua berkumpul di rumah duka. Hujan gerimis yang tak henti semalaman seakan jadi pertanda bahwa alam juga turut menangis atas kepergian Sam Idur. Sejumlah seniman, Aremania, wartawan, mahasiswa, dosen, dan semua kolega, berkumpul mendo’akan kepergian Sam Idur untuk selama-lamanya. Walikota Malang, Setiaji juga tampak diantara para pentakziah malam itu.

Tak berlebihan kalau menempatkan Sam Idur sebagai salah satu seniman Kota Malang. Beberapa even seni dan budaya besar Kota Malang tak bisa dilepaskan dari ide, gagasan, dan kerja nyata Sam Idur. Even Malang Tempoe Duloe (MTD) misalnya. Sam Idur adalah salah satu orang dibalik layar MTD Kota Malang yang digelar rutin itu.

Beberapa minggu sebelum kepergiannya, Sam Idur dan sejumlah seniman Kota Malang bertemu Walikota dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) untuk urusan kebudayaan. Melalui pesan WA, Sam Idur mengabarkan pada saya bahwa dirinya dan sejumlah seniman sedang audiensi dengan Walikota untuk pengukuhan Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M).

Sam Idur dan beberapa rekan berkeinginan mengembangkan dan melestarikan kebudayaan khas Malang dari segala aspek. Sam Idur juga sangat peduli pada perkembangan seni musik Kota Malang. Sam Idur sepertinya tidak rela kalau Malang sebagai kota lahirnya para seniman musik tanah air akan tenggelam. Sam Idur ingin kiblat musik, terutama musik bergenre rock agar tetap dipegang Kota Malang.

Beberapa media massa Kota Malang juga sangat kehilangan Sam Idur. Sam Idur sangat lama berada di balik layar Radio KDS 8, Malang TV, dan sejumlah media elektronik lokal Malang. Hingga akhir hayatnya, Sam Idur juga masih tercatat sebagai salah satu Manajer Kreatif media online, Malang Voice. Saya adalah salah satu pembaca setia “Paitun Guldul” yang biasa ditulis Sam Idur di Malang Voice.

Melalui Paitun Gundul, saya sering tersenyum dan tertawa membaca tulisan Sam Idur. Tak jarang kalau ketemu saat mau ngajar, saya membincangkan Paitun Gundul. Bahkan sering ide tulisan muncul berawal dari guyunan kami di sofa ruang dosen lantai 6 itu. Rasa humor Sam Idur sangat tinggi, itu salah satu kemampuan beliau hingga semua persoalan bisa dibawa dengan lebih santai.

Sering smartphone saya bunyi cling, setelah saya cek ternyata kiriman WA Sam Idur yang berisi tautan (link) beberapa berita yang dimuat di Malang Voice. Tak jarang pula berita itu menjadi bahan diskusi kami, mulai dari konten beritanya, teknik menuliskannya, dan beragam hal terkait praktik jurnalisme. Sam Idur sering meminta saya untuk menilai berita di Malang Voice.

Beliau ingin memastikan berita Malang Voive tidak ngawur. Seperti yang beliau sering sampaikan tagline Malang Voive itu “Asli Gak Ngawur!”. Apa yang dilakukan Sam Idur untuk Malang Voive memang luar biasa. Beliau mau terus belajar dan sharing dengan sesama dosen dan mahasiswa dengan sangat terbuka. Sifat suka memberi ilmu dan semangat belajar beliau juga sangat tinggi. Beliau adalah sosok teman belajar dan mengajar yang menyenangkan.

Bagi Arema FC, kehadiran Sam Idur berkontribusi cukup berarti. Logo Arema FC adalah salah satu bukti karya Sam Idur untuk tim berjuluk Singo Edan itu. Sam Idur telah memberi makna dan filosofis yang dalam pada logo Arema FC. Logo Arema FC dibuat Sam Idur bukan sekedar untuk identitas club, namun lebih dalam, logo itu adalah do’a untuk keberhasilan Arema dan masyarakat Malang.

Sam Idur juga menulis lirik lagu untuk Arema Voice. Lagu bertajuk “Singa Bola” adalah karya Sam Idur. Lagu itu hingga sekarang masih menjadi lagu andalan yang selalu diputar saat Arema berlaga di stadion Kanjuruhan. Lagu ciptaan Sam Idur itu telah menjadi suntikan spirit untuk para pemain Arema yang sedang bertanding dan bagi Aremania dalam bersemangat mendukung tim kebanggaan warga Malang Raya itu.

Walau nyentrik, Sam Idur sebenarnya sosok yang religius. Hampir tiap hari beliau mengungah hadist-hadist di laman Facebook-nya. Kisah-kisah bijak Dakwah yang disampaikan Sam Idur mendapat respon yang positip dari pertemanan beliau di Facebook. Sam Idur memang bukan kiai, tapi materi dan model dakwah yang dijalankan efeknya cukup kuat mengajak umat dalam kebajikan.

Sam Idur yang lahir 14 Juli 1963 di Bareng, Kota Malang itu kini telah berpulang. Sepertinya gambar profil yang saya lihat di WA beliau itu sebagai pertanda. Di profile picture WA beliau ada gambar Sam Idur saat kecil dan foto beliau sekarang, ada tulisan 201963, yang saya maknai 2019 dari 1963. Bagi saya itu seperti firasat kepergian beliau. Dalam usia 56 tahun, Sam Idur berpulang, meninggalkan satu istri dan dua anak.

Sosok pendidik dan seniman serba bisa itu mewariskan sejumlah karya untuk kita kenang, lestarikan, dan teruskan. Tulisan ini hanya secuil dari kesaksian saya tentang Sam Idur. Tentu masih banyak kiprah baik Sam Idur yang tidak saya ketahui. Saya yakin siapapun teman, sahabat, kolega yang mengenal Sam Idur mengakui beliau adalah orang yang baik.

Semoga segala kebaikan yang ditanam Sam Idur selama hidup bisa menghantarkannya memanen kemuliaan di surga. Selamat Jalan Sam Idur.

(*) SUGENG WINARNO, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Via Vallen Muncul di MJF 2018?

MALANGVOICE – Malang Jazz Festival (MJF) tahun ini kembali hadir dengan mempersembahkan The Urban Jazzy Festival.

The Urban Jazzy Festival kali ini akan mengusung Kahitna, Pusakata, Mocca, serta Nitta Aartsen & Friends. Selain itu ada nama Via Vallen yang akan meramaikan acara.

Munculnya nama Via Vallen dalam line up musisi yang berpartisipasi dalam gelaran tersebut menjadi pertanyaan. Dikarenakan secara genre, Via Vallen berlatar belakang penyanyi dangdut.

CEO J Entertainment, Rachmad Santoso menjelaskan, dalam pertunjukannya, Via Vallen akan tampil dengan konsep jazz, dengan diiringi lantunan musik dari band lokal Malang, Equinox.

“Even ini membawa kita ke suasana urban jazz, kami hadirkan Via Vallen yang akan berkolaborasi dengan band lokal Malang, yakni Equinox,” kata Rachmad Santoso usai Press Conference di Hotel Harris, Senin (20/8).

Selain itu, Rachmad juga menjelaskan bahwa dalam musik dunia internasional, nama Via Vallen masuk dalam bursa musisi yang diperhitungkan. Ini terlihat saat dirinya tampil dalam ajang olahraga bergengsi Asian Games 2018.

“Via Vallen hadir dalam pembukaan Asian Games, dan penampilan sangat memukau, ini salah satu pertimbangan kami,” tambahnya.

Rachmad mengklaim jika kolaborasi antara Equinox dan Via Vallen dalam gelaran festival jazz tahun ini akan menjadi sejarah baru dalam belantika musik jazz nusantara.

“Mereka akan menampilkan suguhan menarik dalam urban jazz festival kali ini, kawin silang antara dangdut dan jazz akan terlihat epik dalam even kali ini,” pungkasnya.

MJF nantinya akan berlangsung pada 7 Oktober 2018 mendatang di Harris Hotel and Conventions Malang.(Der/Ak)

Konser Ditunda, d’Kross Siapkan Tour Khusus

Personel d'Kross. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Rencana launching album baru d’Kross sekaligus perayaan HUT ke-30 Arema di depan Stasiun Kota Baru Malang, harus dibatalkan. Kabar itu disampaikan langsung frontman d’Kross, Ade Herawanto, Kamis (10/8).

Sejatinya, konser peluncuran album ‘Kembali Berpesta’ itu akan digelar pada Jumat (11/8) sejak pagi. Kemudian dilanjutkan dengan acara napak tilas.

Ade menyebut ada beberapa masalah sehingga gelaran itu dibatalkan. “Kebetulan pihak sponsor belum deal. Jadi konser ditunda,” ujarnya.

Pria yang sekaligus menjabat Kepala BP2D ini sangat menyesali batalnya kegiatan itu. Ia akan menggantinya dengan tour ke beberapa daerah.

“Ya kami akan sambang ke beberapa tempat di Kabupaten Malang dan Kota Malang dulu tentunya. Setelah itu kami ada jadwal ke Cirebon, Palu, Makassar, Bali sambil menunggu kepastian sponsorship,” tandasnya.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Besok, 1500 Seniman ‘Serbu’ ICCCF 2017

Pertunjukan ICCCF tahun 2015 lalu sangat meriah. (Istimewa)

MALANGVOICE – International Celaket Cross Culture Festival (ICCCF) 6th, bakal kembali digelar. Festival budaya terbesar di Malang kali keenam ini dihelat pada 24-25 November, di depan Kantor Balai Kota Malang.

Sama halnya dengan gelaran sebelumnya, suguhan festival budaya kali ini akan melibatkan 1500 seniman, yang diharapkan mampu menyedot puluhan ribu pengunjung.

Penggagas acara, Hanan Djalil, kepada MVoice, mengatakan, kegiatan yang berlangsung dua hari berturut-turut itu akan dihadiri sejumlah tokoh, seniman dan budayawan ternama kaliber nasional.

Tema yang diusung adalah ‘Dalam Kepak Sayap Garuda Kita Bersaudara’. Hanan menjelaskan, tema itu mengangkat isu terkini mengingat banyak masyarakat yang mempersepsikan adanya letupan-letupan kecil yang berisiko membuat perpecahan dalam negeri.

“Nah kami sebagai seniman, turun tangan dan berkontribusi juga dalam menjaga NKRI dengan segala taruhannya,” katanya saat dihubungi MVoice, Kamis (23/11).

Tahun ini ICCCF akan dimeriahkan 6 pertunjukan seni. Semuanya merupakan model tarian dari hasil kreasi para seniman.

“Ada Singo Barong Celaket, Jaranan Banyuwangi, Gandrung dan tarian kreasi lainnya dari Jawa Timur. Nanti 1.500 seniman ini tampil, termasuk seniman tari jaranan,” tambahnya.

Selain itu, ICCCF juga akan memberikan penghargaan pada seniman asal Malang, Jawa Tengah, Jawa Barat, jajaran DPRD dan beberapa ASN dari Kota maupun Kabupaten Malang.

Hanan berharap, gelaran tahun ini bisa berjalan sukses dan mengobati rindu masyarakat akan pertunjukan seni lokal

“Melihat antusiasme ICCCF tahun lalu, saya kira masyarakat sudah rindu dengan pertunjukan seni lokal. Apalagi dengan adanya budaya asing yang masuk di Indonesia, saya harap masyarakat semakin sadar akan pentingnya budaya lokal sebagai salah satu fondasi kunci dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk bermanfaat bagi masyarakat Celaket,” pungkasnya.(Der/Yei)

Idang Rasjidi dan Djaduk Ferianto Siap Kolaborasi di Urban Jazzy Festival

Urban Jazzy Festival, Idang Rasjidi and Syndicate. (Istimewa)
Urban Jazzy Festival, Idang Rasjidi and Syndicate. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pihak Promotor Jade Indopratama Group resmi merilis Idang Rasjidi – Sindicate Project dan Djaduk Ferianto “Kuaetnika” feat. Endah Laras sebagai line up tambahan bersama Magnitudo dan MLD Jazz Project session 3.

Bergabungnya musisi-musisi jazz tersebut semakin memperkuat line up yang telah diusung sebelumnya, yaitu Kahitna, Mocca, Pusakata, Via Vallen serta musisi kebanggaan Malang Raya seperti Equinox, Sal Priadi dan Sumber Kencono. Ditambah lagi dengan hadirnya komunitas Soundcloud Malang dan beberapa komunitas anak muda lainnya di MJF Present Urban Jazzy Festival 2018.

Selain itu musisi jazz kawakan, Nita Aartsen & Friends dengan formasi Eric Theux (Perancis) dan Kuba Skowronski (Polandia) serta komunitas-komunitas jazz mulai Ngalam Jazz Community, Saxomunity Malang, dan Fusion Jazz Community Surabaya yang tentunya akan menghadirkan suasana festival jazz berkelas.

Mengambil lokasi di pelataran out door Hotel Harris and Convention Malang akan disulap menjadi venue yang menciptakan suasana khas urban festival. Acara berlangsung mulai 7 Oktober mendatang.

Konsep festival dihadirkan dengan menyajikan one stop entertainment selama berlangsungnya event. Terdapat booth & stand penunjang serta fasilitas lainnya yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan audience.

Konsep Festival Stage mengedepankan festival experiences dimana semua audiences berkumpul di venue, baik di depan panggung dan mingle di area activities dan kuliner di sekitar panggung. Audiens diajak untuk berinteraksi dan melebur dalam atmosfer festival.

J-Entertainment sudah menyiapkan beberapa golongan tiket bagi penggemar musik jazz. Meski tiket early bird sudah habis dalam waktu tiga hari, namun masih ada tiket presale dan mahasiswa. Bagi yang ingin mendapatkan privilege khusus, tersedia tiket VIP yang dibanderol Rp 400 ribu.(Der/Aka)

Didi Kempot Siap Jadi Pembeda di Kickfest XIII Malang

Panitia Kickfest XIII Malang. (deny rahmawan)
Panitia Kickfest XIII Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Penampilan Didi Kempot dipastikan jadi pembeda di gelaran Telkomsel Kickfest XIII Malang. Acara pameran clothing ini akan dihelar di Lapangan Rampal, 6-8 September.

Panitia Kickfest XIII memastikan Didi Kempot jadi salah satu pengisi line up dari puluhan musisi yang ada. Penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart ini siap menghibur sobat ambyar bareng musisi lain, seperti Ardhito Pramono, Efek Rumah Kaca, Sal Priadi, Weird Genius and Midnight Quickie feat Elian dan musisi lokal lain.

Perwakilan Kreatif Independent Clothing Komuniti (Kick), Ade Andriansyah, mengatakan, hadirnya Didi Kempot diharap membawa suasana baru dan menciptakan kekhasan dari Kickfest tahun ini. Diketahui, ajang kali ini membawa tema Unite atau kebersamaan.

“Kami ingin berikan banyak ragam di event nanti. Mulai musisi, komunitas, dan kuliner yang memiliki keberagaman akan dihadirkan tahun ini,” katanya.

Tema Unite dipilih sebagai bentuk kepedulian dengan situasi yang terjadi di Indonesia. Banyaknya perselisihan, permusuhan antar sesama pun pecah akhir-akhir ini. Dengan Kickfest XIII diharap bisa menyerukan persatuan dengan sebuah karya dan kreativitas.

“Dengan berbagai program acara yang mengangkat tema keberagaman dan kebersamaan, diharap dapat mendukung potensi brand clothing peserta untuk berinovasi. Sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelasnya.

Perwakilan Kick Malang, Rizky Ardiansyah, menambahkan, Kickfest XIII Malang menghadirkan 100 stan dan 80 brand dari dalam negeri. Sama dengan tahun sebelumnya, ada juga stand kuliner dan creative area yang disediakan bagi pengunjung.

Namun, tahun ini ada yang baru, yakni spot Ruang Ide. Ruang Ide merupakan inovasi baru bagi brand untuk bekerja sama dengan musisi dalam menciptakan karya.

“Produk-produk ini diproduksi terbatas dan hanya ada di Kickfest XIII saja. Hasil penjualan pun kami akan sumbangkan ke Kitabisa.com,” tambahnya.

Tahun ini ajang Kickfest XIII yang juga terselenggara berkat kerja sama PT Dyandra Prosindo ini ditarget mampu menyedot 50 ribu pengunjung selama tiga hari. (Der/Ulm)

Kado Ultah Arema, d’Kross Luncurkan ‘Kembali Berpesta’

MALANGVOICE – Menyambut hari jadi ke-30 Arema pada 11 Agustus mendatang, d’Kross menyiapkan kado spesial. Band yang terbentuk pada 17 Oktober 2006 itu akan merilis album baru, tentu sebagai kado untuk Aremania.

“Ini akan menjadi kado khusus di ulang tahun Arema,” seru sang frontman, Sam Ade d’Kross. Hal ini kian melengkapi kiprah d’Kross yang memang sejak awal identik dengan ciri khas khazanah lokal bhumi Arema.

Pemilik nama lengkap Ir H Ade Herawanto MT itu menyebut, hadirnya album baru ini, diharapkan mengobati kerinduan fans. ‘Kembali Berpesta’ menjadi judul album baru band yang kini digawangi Ined (drum), Bachtiar (gitar), Menyax (bass) dan Yokiwuz (vokal) tersebut.

Pasca terakhir merilis mini album pada 2015 lalu, inilah momentum yang dirasa tepat untuk kembali meramaikan jagad musik Nusantara. Sebab, kiprah d’Kross selama ini memang tak diragukan lagi.

Melewati perjalanan lebih dari satu dasawarsa jelas bukan hal mudah dilalui sebuah band komunal. Apalagi, dalam kurun selama itu, rentetan album demi album terus dilahirkan.

Beragam karya ini sebagai buah kreativitas dan cita rasa musikalitas mumpuni. Lagu ‘Kabar Damai’ dan ‘Malang ke Bulan’ tentu sudah tak asing lagi di telinga pecinta musik Tanah Air.

Bahkan lewat ‘Bhumi Arema’ dan ‘Salam Satu Jiwa’, nama d’Kross seolah tak bisa dipisahkan lagi sebagai bagian penting perjalanan klub dan kelompok suporter Singo Edan. “Bersama d’Kross, mari kita kembali berpesta,” timpal Ade lagi.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

The Singhasari 5th Ambal Warsa Akan Dimeriahkan Aneka Lomba, Buruan Daftar!

Poster perayaan ulang tahun Singhasari Resort & Convention. (Istimewa)

MALANGVOICE – Merayakan ulang tahun ke-5, Singhasari Resort & Convention menggelar aneka lomba pada 27 Agustus 2017. Lomba itu meliputi lomba mewarnai, fashion show dan cerdas cermat, berhadiah tabungan senilai jutaan rupiah. Ada pula hadiah tropi, sertifikat dan marchandise.

Nama perayaan ulang tahun kali ini adalah ‘The Singhasari 5th Ambal Warsa’. Nama tersebut berarti Ulang tahun ke 5 dari The Singhasari dalam Bahasa Jawa. Bahasa Jawa diambil untuk tema tahun ini karena kami ingin memberikan tema acara yang sesuai dengan ciri khas dari The Singhasari Resort and Convention Batu.

Public Relation Singhasari Resort, Aditya, mengatakan pendaftaran sudah dibuka sejak 30 July dan berakhir 25 Agustus 2017. Lomba diperuntukkan bagi siswa-siswi di Kota Malang mulai usia 4-14 tahun.

Pendaftaran dapat dilakukan di Singhasari Resort & Convention Jalan Ir Soekarno 120 Beji Batu atau ke guru TK. Pendaftaran ulang akan dilaksanakan tanggal 27 Agustus pukul 08.00-11.30 WIB (sebelum pelaksanaan lomba).


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Yuk, Ramaikan Festival Coban Rais Kota Batu

Festival Coban Rais Siap Hibur Wisatawan. (Disparta Kota Batu)
Festival Coban Rais Siap Hibur Wisatawan. (Disparta Kota Batu)

MALANGVOICE – Wana wisata Coban Rais punya gawe mbois. Untuk pertama kali, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggelar Festival Coban Rais, Minggu (11/2).

Kegiatan ini digelar dengan konsep art culture alias kesenian budaya. Yakni dengan memberdayakan masyarakat dan kesenian lokal Kota Batu. Salah satunya, kesenian seperti kuda lumping, diiringi perpaduan karawitan dan musik band (musik kontemporer).

“Kegiatan ini akan diisi dengan potensi-potensi lokal. Sekaligus jadi upaya untuk pengembangan Sumber Daya Manusianya (SDM),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparta Kota Batu, Imam Suryono, Sabtu (10/2).

Plt Kepala Disparta Kota Batu Imam Suryono. (Aziz / MVoice)
Plt Kepala Disparta Kota Batu Imam Suryono. (Aziz / MVoice)

Momen tersebut, lanjut Imam, juga diramaikan bazar oleh masyarakat Desa Oro-Oro Ombo. Bazar diisi mulai makanan dan minuman khas daerah sekitar, kerajinan tangan dan sebagainya.

“Ya sekaligus untuk mengenalkan produk Desa Oro-Oro Ombo. Karena memang sesuai Visi Misi Wali Kota Dewanti Rumpoko, yakni Desa Berdaya Kota Berjaya,” jelas pria yang juga Staf Ahli Pemkot Batu ini.

Imam menambahkan, kegiatan ini adalah salah satu sarana mempromosikan wisata di Kota Batu. Terlebih sebelumnya wisata yang terletak di Oro-Oro Ombo ini, yakni Wana Wisata Batu Flower Garden bepredikat juara wisata buatan tingkat provinsi.

“Bulan ini bisa dikatakan di dunia pariwisata sedang masa low season. Karena itu dengan adanya kegiatan ini kami ingin membantu kunjungan wisatawannya,” tutupnya.

Nantinya tidak hanya Festival Coban Rais, namun digelar pula festival lainnya di desa-desa wisata. Agar memanjakan wisatawan selain wahana yang sudah disiapkan.

Rencananya kegiatan ini bakal berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Lokasi tepatnya di parkiran utama Coban Rais. Tunggu apalagi,? Yuk datang di festival sembari menikmati udara segar Coban Rais.(Der/Aka)

JRSF 2017 Tak Hanya Fokus Musik Reggae, Tapi Juga Kepedulian Alam

Agung Ngurah (memegang mic) membuka JRSF 2017. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kota Batu bakal jadi tempat terselenggaranya even musik besar bertajuk Jatim Reggae Star Festival (JRSF) 2017, Sabtu (16/12).

Belasan musisi top akan memeriahkan ajang yang pernah sukses di Bali sebanyak tiga kali tersebut. Selain itu, JRSF 2017 juga mengusung aksi charity dengan mendonasikan sebagian hasil penjualan tiket untuk lingkungan.

“10 persen dari penjualan tiket akan kami serahkan ke komunitas peduli lingkungan. mengubah pandangan mereka yang mungkin pada awalnya tidak peduli terhadap kelestarian lingkungan menjadi peduli,” ujar Ketua Panitia JRSF 2017, Aji Agung Ngurah, Kamis (14/12).

Sebagai bentuk nyata, Agung, menambahkan, pada Sabtu (16/12) pagi sebelum dimulai acara, para musisi dan artis yang terlibat bakal bersama-sama membersihkan Sungai Brantas di Kota Batu.

Acara itu bekerja sama dengan Polres Batu, komunitas Sapu Bersih Nyemplung Kali (Sabers Pungli), Pemkot Batu, dan masyarakat sekitar. Tujuannya, kata Agung, sebagai aksi nyata berkontribusi membersihkan lingkungan.

“Mudah-mudahan semuanya tergerak untuk ikut peduli lingkungan. Kami ingin tak hanya fokus pada musik saja,” tambahnya.

“Kami berharap even ini bisa menjadi wadah pecinta reggae di Jatim khususnya di Malang Raya. Dengan target 10 ribu pengunjung,” Agung menandaskan.(Der/Yei)

Komunitas