Film Coco, Petualangan Miguel di Dunia Kematian dengan Plot Twist ‘Menguras’ Air Mata

Petualangan Miguel di dunia kematian. (Newyorktimes)

MALANGVOICE – Film Coco bisa jadi alternatif pilihan film yang bisa Anda tonton bersama anak-anak dan keluarga di akhir pekan ini. Film jebolan Pixar ini mengangkat pesan tentang ikatan kuat keluarga dan usaha keras untuk mewujudkan mimpi.

Menurut informasi yang dikutip dari laman The New York Times, Jumat (1/12), Coco berkisah tentang keluarga Rivera di Meksiko. Mereka sehari-hari hidup sebagai tukang sepatu yang cukup terkenal di negara itu. Meski begitu, salah satu anggota keluarga tersebut, Miguel (Anthony Gonzalez), tidak ingin menjadi tukang sepatu dan ingin mewujudkan impiannya menjadi penyanyi terkenal.

Sayang, keinginan Miguel yang berusia 12 tahun itu ditentang keluarga besarnya. Sudah lama keluarga Rivera melarang musik di tengah keluarga tersebut setelah kakek buyutnya meninggalkan keluarga demi musik. Tapi, Miguel bertekad mewujudkan impiannya tersebut agar bisa menjadi seperti idolanya, Ernesto de la Cruz (Benjamin Bratt).

Saat perayaan Día de los Muertos (Hari Kematian), Miguel pergi ke pemakaman dan berusaha mencuri gitar Ernesto untuk membuktikan bakat musiknya. Tak disangka, dia seperti terkena kutukan dan bertemu sejumlah keluarganya yang sudah meninggal, termasuk nenek buyutnya, Imelda (Alanna Ubach).

Bersama Imelda dan sejumlah anggota keluarga Rivera yang sudah meninggal, Miguel diajak ke Dunia Orang Mati (Land of the Dead). Di sana, dia bertemu seorang penipu bernama Hector (Gael García Bernal as Hector) yang tidak bisa menyeberang ke Dunia Orang Hidup karena tidak seorang pun mampu mengingatnya.

Imelda berusaha mengembalilkan Miguel ke Dunia Orang Hidup (Land of the Living) dengan syarat dia tidak boleh bermusik lagi. Syarat itu ditolak Miguel dan dia pun kabur. Miguel kemudian mendapatkan bantuan dari Hector untuk berusaha menemui Ernesto yang dia sangka adalah kakek buyutnya alias suami Imelda.

Bersama Hector, petualangan Miguel pun dimulai. Tak disangka, di tengah perjalanan itu, Miguel akhirnya mampu menyibak misteri masa lalu keluarganya. Judul film ini, Coco, adalah nama anak Imelda dan suaminya atau kakek buyut Miguel. Tokoh ini sudah tua dan renta tapi dia menjadi salah satu tokoh utama di film ini.

Anda akan dimanjakan dengan gambar yang bagus dan alur cerita dibuat sedemikian apik-nya dengan plot twist yang bakal menguras air mata. Coco adalah perpaduan gambar, tokoh dan cerita yang menarik serta menakjubkan. Coco sepertinya dibuat tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk orang dewasa. Bagaimana menurut Anda? (Der/Yei)

BNN Kota Malang

Via Vallen Muncul di MJF 2018?

MALANGVOICE – Malang Jazz Festival (MJF) tahun ini kembali hadir dengan mempersembahkan The Urban Jazzy Festival.

The Urban Jazzy Festival kali ini akan mengusung Kahitna, Pusakata, Mocca, serta Nitta Aartsen & Friends. Selain itu ada nama Via Vallen yang akan meramaikan acara.

Munculnya nama Via Vallen dalam line up musisi yang berpartisipasi dalam gelaran tersebut menjadi pertanyaan. Dikarenakan secara genre, Via Vallen berlatar belakang penyanyi dangdut.

CEO J Entertainment, Rachmad Santoso menjelaskan, dalam pertunjukannya, Via Vallen akan tampil dengan konsep jazz, dengan diiringi lantunan musik dari band lokal Malang, Equinox.

“Even ini membawa kita ke suasana urban jazz, kami hadirkan Via Vallen yang akan berkolaborasi dengan band lokal Malang, yakni Equinox,” kata Rachmad Santoso usai Press Conference di Hotel Harris, Senin (20/8).

Selain itu, Rachmad juga menjelaskan bahwa dalam musik dunia internasional, nama Via Vallen masuk dalam bursa musisi yang diperhitungkan. Ini terlihat saat dirinya tampil dalam ajang olahraga bergengsi Asian Games 2018.

“Via Vallen hadir dalam pembukaan Asian Games, dan penampilan sangat memukau, ini salah satu pertimbangan kami,” tambahnya.

Rachmad mengklaim jika kolaborasi antara Equinox dan Via Vallen dalam gelaran festival jazz tahun ini akan menjadi sejarah baru dalam belantika musik jazz nusantara.

“Mereka akan menampilkan suguhan menarik dalam urban jazz festival kali ini, kawin silang antara dangdut dan jazz akan terlihat epik dalam even kali ini,” pungkasnya.

MJF nantinya akan berlangsung pada 7 Oktober 2018 mendatang di Harris Hotel and Conventions Malang.(Der/Ak)

BNN Kota Malang

Gali Dinamika Seni, Seniman Beberkan Cara Manajemen Art Lewat Seminar Residual

Seminar nasional bersama seniman dsn kurator. (Anja a)
Seminar nasional bersama seniman dsn kurator. (Anja a)

MALANGVOICE – Seniman di Indonesia punya potensi yang besar. Melihat hal itu, Tyaga Art Management menilai potensi ini bisa digali lagi menjadi lebih dinamis dan terarah. Kali ini, lewat serangkaian event bertajuk Residual, Tyaga Art Management menggelar seminar nasional tentang Manajemen Seni Rupa, di Hotel Swiss Bellin, Malang, Minggu (22/4).

Direktur Tyaga Art Management, Nur Iksan mengatakan, acara Residual sudah dilaksanakan sejak Februari.

“Meliputi workshop, pameran dan acara seminar ini menjadi penutup rangkaian acara Residual,” katanya.

Residual, lanjut dia, merupakan tema besar acara ini. Yang maksudnya, residu atau endapan dari sebuah pemikiran, seni dan juga emosi, tertuang dalam suatu karya seni.

Para pembicara. (Anja a)
Para pembicara. (Anja a)

“Pameran seni juga selanjutnya bukan hanya sekedar menunjukkan karya, tapi juga melibatkan sisi displai dan pendukung-pendukung lainnya. Harapannya ekosistem seni di Jawa Timur menjadi lebih dinamis,” kata dia lagi.

Seminar ini mengundang antusiasme para seniman lintas generasi di Kota Malang dan luar kota. Menghadirkan 3 (tiga) praktisi manajemen senirupa, yaitu Mikke Susanto, Konsultan Kuratorial Museum Istana Kepresidenan; Putu Wijaya, pemilik Sangkring Art Space; dan Pustanto, Kepala Galeri Nasional Indonesia, peserta belajar tata kelola sebuah pameran seni yang baik. Bukan hanya itu, pakar juga berbagi tips menarik terkait tata kelola pendisplay-an sebuah karya seni yang bagus, dan pengenalan tentang jenis-jenis pameran.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Lewat Pameran Foto “Komtemporer”, Sisakan Jejak Masa Lalu di Tengah Modernisasi

Pameran foto KIV 2017. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Sebagai generasi muda yang dianggap kekinian ternyata sebagian besar masih peduli dengan kejayaan di masa lalu. Semua itu tertuang dalam pameran foto bertajuk Komtemporer Invasion (KIV) 2017.

Pameran yang digelar di cafe Godbless, Blimbing, Kota Malang ini mengusung tema “Old But Gold”. Dimulai sejak Senin (11/12) hingga Rabu (13/12), even tahunan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Merdeka (Unmer) Malang angkatan 2016 ini menyuguhkan foto zaman dahulu yang masih bisa dilihat pada zaman sekarang.

“Kami sengaja membuat tema itu untuk mengingat bagaimana sesuatu hal di zaman dahulu itu bisa bertahan sampai sekarang,” ujar ketua panitia KIV 2017, Ary Kusuma, kepada MVoice.

Dijelaskan lebih lanjut, ada sekitar 80 foto yang mejeng di pameran tersebut. Setiap foto memiliki cerita dan arti sendiri di dalamnya. Lewat pameran itu, pria asal Kota Batu ini berharap ada kepedulian dari generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan peninggalan di zaman dahulu.

“Mulai fashion, makanan, hingga bangunan zaman dahulu ada di pameran ini. Kami harap bisa lebih diperhatikan dan tidak ditinggalkan dengan gaya modern saat ini,” tambahnya.

Selain pameran ada juga bazaar, games dan live music, serta workshop yang diisi pemateri berkompeten. Antara lain fotografer Tempo dan anggota PFI, Aris Novia Hidayat, dan fotografer senior, M Ibnu Hernanda.

Seperti diketahui, Komtemporer Invasion adalah kata gabungan. Komtemporer berasal dari komunikasi dan kontemporer serta Invasion berarti serangan. Sehingga, bisa diartikan “Serangan dalam Modernisasi”.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

Mengenang Rudi Satrio Lelono (Sam Idur): Pendidik, Seniman Serba Bisa Yang Bersahaja

Oleh : SUGENG WINARNO

Rudi Satrio Lelono atau biasa disapa Sam Idur telah berpulang. Kabar yang menyebar lewat WhatsApp, Twitter, Instagram, dan Facebook Jum’at sore itu bikin kaget banyak orang. Banyak yang tak percaya Sam Idur begitu cepat meninggalkan kita semua. Tak pernah terdengar keluhan sakit serius dari seniman dan dosen nyentrik asli Malang ini.

Komunitas seniman, Aremania, jurnalis, pendidik, dan beragam kelompok pegiat seni budaya Malang Raya sangat kehilangan. Saya dan sejumlah teman di kampus Universitas Muhammadiyah Malang juga begitu kehilangan sosok pendidik yang sangat bersahaja ini. Orangnya low profile, sederhana, dan suka berbagi ilmu dengan sesama. Sam Idur adalah sosok yang menyenangkan, enak diajak ngobrol, dan punya sense of humor yang tinggi.

Sam Idur dikenal sebagai sosok yang bicaranya ceplas ceplos, jujur, dan terbuka. Ide-de dan gagasannya sering di luar kewajaran (out of the box), yang bikin saya dan beberapa teman dosen kagum. Ide-ide brilliant sering muncul dari buah pikir Sam Idur. Beliau secara formal memang hanya mengenyam pendidikan S1, namun dalam banyak hal, beliau setara dengan para doktor bahkan profesor.

Pada Jum’at (22/3/2019) malam itu semua berkumpul di rumah duka. Hujan gerimis yang tak henti semalaman seakan jadi pertanda bahwa alam juga turut menangis atas kepergian Sam Idur. Sejumlah seniman, Aremania, wartawan, mahasiswa, dosen, dan semua kolega, berkumpul mendo’akan kepergian Sam Idur untuk selama-lamanya. Walikota Malang, Setiaji juga tampak diantara para pentakziah malam itu.

Tak berlebihan kalau menempatkan Sam Idur sebagai salah satu seniman Kota Malang. Beberapa even seni dan budaya besar Kota Malang tak bisa dilepaskan dari ide, gagasan, dan kerja nyata Sam Idur. Even Malang Tempoe Duloe (MTD) misalnya. Sam Idur adalah salah satu orang dibalik layar MTD Kota Malang yang digelar rutin itu.

Beberapa minggu sebelum kepergiannya, Sam Idur dan sejumlah seniman Kota Malang bertemu Walikota dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) untuk urusan kebudayaan. Melalui pesan WA, Sam Idur mengabarkan pada saya bahwa dirinya dan sejumlah seniman sedang audiensi dengan Walikota untuk pengukuhan Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M).

Sam Idur dan beberapa rekan berkeinginan mengembangkan dan melestarikan kebudayaan khas Malang dari segala aspek. Sam Idur juga sangat peduli pada perkembangan seni musik Kota Malang. Sam Idur sepertinya tidak rela kalau Malang sebagai kota lahirnya para seniman musik tanah air akan tenggelam. Sam Idur ingin kiblat musik, terutama musik bergenre rock agar tetap dipegang Kota Malang.

Beberapa media massa Kota Malang juga sangat kehilangan Sam Idur. Sam Idur sangat lama berada di balik layar Radio KDS 8, Malang TV, dan sejumlah media elektronik lokal Malang. Hingga akhir hayatnya, Sam Idur juga masih tercatat sebagai salah satu Manajer Kreatif media online, Malang Voice. Saya adalah salah satu pembaca setia “Paitun Guldul” yang biasa ditulis Sam Idur di Malang Voice.

Melalui Paitun Gundul, saya sering tersenyum dan tertawa membaca tulisan Sam Idur. Tak jarang kalau ketemu saat mau ngajar, saya membincangkan Paitun Gundul. Bahkan sering ide tulisan muncul berawal dari guyunan kami di sofa ruang dosen lantai 6 itu. Rasa humor Sam Idur sangat tinggi, itu salah satu kemampuan beliau hingga semua persoalan bisa dibawa dengan lebih santai.

Sering smartphone saya bunyi cling, setelah saya cek ternyata kiriman WA Sam Idur yang berisi tautan (link) beberapa berita yang dimuat di Malang Voice. Tak jarang pula berita itu menjadi bahan diskusi kami, mulai dari konten beritanya, teknik menuliskannya, dan beragam hal terkait praktik jurnalisme. Sam Idur sering meminta saya untuk menilai berita di Malang Voice.

Beliau ingin memastikan berita Malang Voive tidak ngawur. Seperti yang beliau sering sampaikan tagline Malang Voive itu “Asli Gak Ngawur!”. Apa yang dilakukan Sam Idur untuk Malang Voive memang luar biasa. Beliau mau terus belajar dan sharing dengan sesama dosen dan mahasiswa dengan sangat terbuka. Sifat suka memberi ilmu dan semangat belajar beliau juga sangat tinggi. Beliau adalah sosok teman belajar dan mengajar yang menyenangkan.

Bagi Arema FC, kehadiran Sam Idur berkontribusi cukup berarti. Logo Arema FC adalah salah satu bukti karya Sam Idur untuk tim berjuluk Singo Edan itu. Sam Idur telah memberi makna dan filosofis yang dalam pada logo Arema FC. Logo Arema FC dibuat Sam Idur bukan sekedar untuk identitas club, namun lebih dalam, logo itu adalah do’a untuk keberhasilan Arema dan masyarakat Malang.

Sam Idur juga menulis lirik lagu untuk Arema Voice. Lagu bertajuk “Singa Bola” adalah karya Sam Idur. Lagu itu hingga sekarang masih menjadi lagu andalan yang selalu diputar saat Arema berlaga di stadion Kanjuruhan. Lagu ciptaan Sam Idur itu telah menjadi suntikan spirit untuk para pemain Arema yang sedang bertanding dan bagi Aremania dalam bersemangat mendukung tim kebanggaan warga Malang Raya itu.

Walau nyentrik, Sam Idur sebenarnya sosok yang religius. Hampir tiap hari beliau mengungah hadist-hadist di laman Facebook-nya. Kisah-kisah bijak Dakwah yang disampaikan Sam Idur mendapat respon yang positip dari pertemanan beliau di Facebook. Sam Idur memang bukan kiai, tapi materi dan model dakwah yang dijalankan efeknya cukup kuat mengajak umat dalam kebajikan.

Sam Idur yang lahir 14 Juli 1963 di Bareng, Kota Malang itu kini telah berpulang. Sepertinya gambar profil yang saya lihat di WA beliau itu sebagai pertanda. Di profile picture WA beliau ada gambar Sam Idur saat kecil dan foto beliau sekarang, ada tulisan 201963, yang saya maknai 2019 dari 1963. Bagi saya itu seperti firasat kepergian beliau. Dalam usia 56 tahun, Sam Idur berpulang, meninggalkan satu istri dan dua anak.

Sosok pendidik dan seniman serba bisa itu mewariskan sejumlah karya untuk kita kenang, lestarikan, dan teruskan. Tulisan ini hanya secuil dari kesaksian saya tentang Sam Idur. Tentu masih banyak kiprah baik Sam Idur yang tidak saya ketahui. Saya yakin siapapun teman, sahabat, kolega yang mengenal Sam Idur mengakui beliau adalah orang yang baik.

Semoga segala kebaikan yang ditanam Sam Idur selama hidup bisa menghantarkannya memanen kemuliaan di surga. Selamat Jalan Sam Idur.

(*) SUGENG WINARNO, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

BNN Kota Malang

Buruan Daftar! Ribuan Alumni Sudah Siap Ramaikan Gebyar Reuni Akbar ‘Agitma Bersinergi untuk Negeri’

Alumni SMAN 3 Malang dalam program Ludruk rutin, salah satu rangkaian kegiatan reuni akbar. (Istimewa)
Alumni SMAN 3 Malang dalam program Ludruk rutin, salah satu rangkaian kegiatan reuni akbar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Ribuan alumni SMAN 3 Malang dipastikan bakal hadir dalam Gebyar Reuni Akbar Gema Silaturahim Lintas Angkatan ‘Agitma Bersinergi untuk Negeri’ 17-19 Agustus 2017.

Menurut informasi yang diterima MVoice dari panitia bagian registrasi, Tousa A, alumni yang mendaftar kegiatan reuni mencapai 2.500 orang. Jumlah itu sudah melampaui target yang direncanakan panitia.

“Lebih dari 2500 orang juga tidak masalah. Karena kami mengundang alumni sebanyak-banyaknya. Pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 19 Agustus lho,” tukas dia saat dihubungi MVoice.

Alumni tertua yang juga dipastikan datang dalam reuni adalah mantan mentri Kehutanan RI yang juga merupakan alumni angkatan 1952, Jamaluddin. Ternyata animo alumni untuk kembali bersilaturahmi melalui reuni akbar tahun ini cukup tinggi.

Tousa berharap, alumni bisa hadir meramaikan acara puncak. Apalagi nanti diagendakan kegiatan karnaval atau fun walk, bazaar, dan berbagai kegiatan mengasyikkan lainnya.

“Wah nanti pasti meriah. Apalagi nanti alumni bisa fun walk atau karnaval memakai kostum unik dari asal mereka masing-masing,” tutupnya.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria
BNN Kota Malang

‘M30is Ilakes_Kembali Berpesta’, Sajikan Keseruan dengan Kegiatan Positif

Manajemen dan personil d'Kross bersama Media Officer Arema FC, Sudarmaji telah melakoni serangkaian talk show di radio-radio dan televisi lokal Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Peringatan HUT ke-30 Arema 11 Agustus 2017 mendatang dipastikan diwarnai dengan beragam keseruan. Manajemen Arema FC bersama d’Kross Community mengusung tema ‘M30is (baca: Mbois) Ilakes_Kembali Berpesta’ pada rangkaian kegiatan ini.

Tagline tersebut bakal direalisasikan dengan kegiatan-kegiatan positif, tanpa harus mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan. Beragam sosialisasi pun telah digencarkan kepada masyarakat.

Manajer Media Officer Arema FC, Sudarmaji, memberi ketegasan, dengan tagline Mbois Ilakes_Kembali Berpesta, pihaknya ingin mengisi perayaan HUT ke-30 Arema ini dengan kegiatan-kegiatan positif.

“Jadi kami imbau rekan-rekan Aremania-Aremanita tidak perlu konvoi keliling Malang Raya, cukup kita bersenang-senang bersama di depan Stasiun Kota Baru seharian penuh,” seru pria asal Banyuwangi itu.

Ucapan mantan wartawan itu diamini Frontman d’Kross, Sam Ade Herawanto. Dia menjelaskan, acara utama sengaja dipusatkan di satu titik agar terasa lebih spesial dan semarak.

Mereka pun menggandeng pemerintah daerah se-Malang Raya serta jajaran Forkopinda dan sinergi lintas sektoral untuk mensukseskan acara ini. Dengan begitu, masyarakat dari berbagai elemen di bhumi Arema bisa berkumpul bersama merayakan anniversary Singo Edan.

“Konser ini demi menghibur nawak-nawak Aremania dan Aremanita berpesta merayakan ulang tahun klub kesayangannya dengan bernyanyi dan berjingkrak bersama disertai pesta flare dan smoke bomb hingga kembang api,” imbuh Ade yang juga Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) ini.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti
BNN Kota Malang

Padi Reborn dan Anji Sebar ‘Cinta’ di Malang

Padi Reborn dan Anji menyapa penggemarnya di Malang. (deny rahmawan)
Padi Reborn dan Anji menyapa penggemarnya di Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Konser akbar di Malang menghadirkan Padi Reborn dan Anji di Graha Cakrawala, Rabu (14/2) malam ini. Masih dalam suasana Valentine’s Day, konser itu mengusung tema Ternyata Cinta.

Acara yang diseponsori Telkomsel ini bakal memanjakan para fans dua band dan musisi kondang Indonesia tersebut. Pasalnya, Padi sempat tujuh tahun tak muncul bersama.

“Ini kesempatan yang sangat kami tunggu untuk tampil di depan ‘Sobat Padi’. Ini impian yang lama kami inginkan,” kata Piyu Padi.

Tampil bersama Anji dalam satu panggung, menurut Piyu, hal itu sangat spesial. Pasalnya Padi punya kedekatan khusus dengan mantan vokalis band Drive tersebut.

Di sisi lain, malam ini Padi Reborn menyiapkan 13 lagu khusus untuk penggemarnya di Malang. “Ada sekitar 13 lagu. Pasti seru malam ini,” ujarnya.

Selain itu, konser ini juga bertajuk amal. Pasalnya, penyelenggara, yakni Telkomsel menggandeng lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penyelenggara ingin konser tersebut berdampak positif bagi orang lain.

“Ada lelang barang pribadi Padi Reborn dan Anji yang digunakan untuk amal. Penggalangan donasi juga diberikan ke Suku Asmat, Papua,” kata Kepala Cabang ACT Jatim, Ponco Sri ariyanto, saat konferensi pers di Hotel Ibis Style.

Ditambahkan Anji, dalam konser nanti ia akan menyanyikan lagu yang dijadikan salah satu sound track film. Namun ia enggan menyebutkan apa judul lagu tersebut.

“Ya, semoga setelah lihat konser ini bisa berbunga-bunga dan bahagia,” tutupnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Kembangkan Inovasi Teknologi, Teknik Kimia UB Akan Gelar I-Challenge 2018

Foto kegiatan I-Challenge tahun lalu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebagai bagian dari masyarakat global, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB) ikut berpartisipasi dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada di dunia akibat dari perkembangan teknologi yang begitu pesat. Partisipasi tersebut dilakukan dengan mengembangkan teknologi-teknologi yang mudah diterapkan.

Namun masyarakat masih memiliki pengetahuan minim mengenai pekembangan teknologi yang dilakukan oleh mahasiswa, dan kurangnya tingkat apresiasi terhadap penelitian-penelitian dan berbagai bentuk pengembangan teknologi yang ada. Sehingga diperlukan wadah agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan teknologi yang diinisiasi oleh mahasiswa dan dapat mengapresiasi hal tersebut demi mendukung kelancaran usaha untuk memecahkan permasalahan lingkungan yang ada.

Hal tersebut melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia UB menyelenggarakan kegiatan Indonesia Chemical Engineering Event (I-Challenge). Kegiatan ini akan digelar Sabtu, 17 Maret 2018 mendatang di gedung Samantha Krida UB.

Kabag Humas UB, Kotok Gurino mengatakan, salah satu kegiatan I-Challenge 2018 adalah International Exhibition, yang merupakan sebuah ajang kompetisi pameran produk inovasi teknologi yang dapat memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menampung ide inovatif dan kreatif dari mahasiswa, khususnya untuk mahasiswa ASEAN dengan tema ‘Applicable Innovation to Actualize Sustainable Develepment Goals’. Sementara Sub tema yang nanti akan dilombakan adalah Innovation for Better Sanitation and Life Below Water, Innovation for Affordable and Clean Energy, dan Innovation for better life on Land.

“Peserta yang akan mengikuti acara International Exhibition akan melalui tahap seleksi abstrak, seleksi full paper, study case dan pameran produk. Dengan mengikuti kegiatan tersebut diharapkan inovasi dari mahasiswa dapat diaplikasikan secara langsung, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Acara I-Challenge 2018 akan ditutup dengan closing ceremony yang bertempat di Dekanat Fakultas Teknik dengan memberikan pengumuman juara serta penyerahan hadiah.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

#PahlawanDigital Ajari Anak Muda Malang Piawai Ambil Foto Produk

Audience sedang memperhatikan cara mengambil foto produk berkualitas. (Anja Arowana)
Audience sedang memperhatikan cara mengambil foto produk berkualitas. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – #PahlawanDigital menggelar roadshow bertema ‘Improve Your Online Business with Brilliant Product Foto’ di Ngalup.Co Coworking Space, hari ini (21/7). #PahlawanDigital diprakarsai Jagoanhosting.com dan didukung Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Dalam acara tersebut, fotografer profesional muda asal Kota Malang, Septa Twi. Septa menerangkan, foto produk sangat berpengaruh dalam kesuksesan operasi bisnis. Dia juga menjelaskan, untuk menghasilkan foto produk yang berkualitas tidak dibutuhkan peralatan mahal. “Cukup dengan peralatan sehari-hari,” kata Septa.

Acara menghadirkan 3 fotografer muda profesional. (Anja Arowana).
Acara menghadirkan 3 fotografer muda profesional. (Anja Arowana).

Septa juga mengajak audience untuk praktek mengambil foto produk dengan teknik yang sudah diterangkan. Semisal, untuk mengambil foto berlatar putih, pastikan pengaturan kecerahan cahaya dimaksimal, contrast juga dinaikkan levelnya. Menggunakan aplikasi Android Snapseed, foto terlihat lebih dramatis dan profesional.

Public Relation Direct Intermedia, Yukiko Ayu Kartika, acara ini bertujuan untuk menumbuhkan entrepreneur baru dengan memanfaatkan teknologi digital dengan anak muda sebagai motor penggeraknya.

Program ini juga merupakan program kolaborasi yang menjembatani anak muda dan UMKM yang belum Go Online untuk melakukan re-packaging dan re-branding produk UMKM lokal agar dapat bersaing di pasar Internasional.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria
BNN Kota Malang