Yuk, Ramaikan Festival Coban Rais Kota Batu

Festival Coban Rais Siap Hibur Wisatawan. (Disparta Kota Batu)
Festival Coban Rais Siap Hibur Wisatawan. (Disparta Kota Batu)

MALANGVOICE – Wana wisata Coban Rais punya gawe mbois. Untuk pertama kali, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggelar Festival Coban Rais, Minggu (11/2).

Kegiatan ini digelar dengan konsep art culture alias kesenian budaya. Yakni dengan memberdayakan masyarakat dan kesenian lokal Kota Batu. Salah satunya, kesenian seperti kuda lumping, diiringi perpaduan karawitan dan musik band (musik kontemporer).

“Kegiatan ini akan diisi dengan potensi-potensi lokal. Sekaligus jadi upaya untuk pengembangan Sumber Daya Manusianya (SDM),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparta Kota Batu, Imam Suryono, Sabtu (10/2).

Plt Kepala Disparta Kota Batu Imam Suryono. (Aziz / MVoice)
Plt Kepala Disparta Kota Batu Imam Suryono. (Aziz / MVoice)

Momen tersebut, lanjut Imam, juga diramaikan bazar oleh masyarakat Desa Oro-Oro Ombo. Bazar diisi mulai makanan dan minuman khas daerah sekitar, kerajinan tangan dan sebagainya.

“Ya sekaligus untuk mengenalkan produk Desa Oro-Oro Ombo. Karena memang sesuai Visi Misi Wali Kota Dewanti Rumpoko, yakni Desa Berdaya Kota Berjaya,” jelas pria yang juga Staf Ahli Pemkot Batu ini.

Imam menambahkan, kegiatan ini adalah salah satu sarana mempromosikan wisata di Kota Batu. Terlebih sebelumnya wisata yang terletak di Oro-Oro Ombo ini, yakni Wana Wisata Batu Flower Garden bepredikat juara wisata buatan tingkat provinsi.

“Bulan ini bisa dikatakan di dunia pariwisata sedang masa low season. Karena itu dengan adanya kegiatan ini kami ingin membantu kunjungan wisatawannya,” tutupnya.

Nantinya tidak hanya Festival Coban Rais, namun digelar pula festival lainnya di desa-desa wisata. Agar memanjakan wisatawan selain wahana yang sudah disiapkan.

Rencananya kegiatan ini bakal berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Lokasi tepatnya di parkiran utama Coban Rais. Tunggu apalagi,? Yuk datang di festival sembari menikmati udara segar Coban Rais.(Der/Aka)

Meriah! Anak Jalanan dan Marjinal Unjuk Gigi di Panggung Gama Ananta

Foto foto kegiatan Gama Ananta. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sorak-sorai ratusan penonton terdengar berulang-ulang dalam Pagelaran Seni Love and Share ‘Gama Ananta’ di Aula Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sabtu (24/3).

Tajuk ‘Gama Ananta’ yang diambil dari bahasa Sansekerta memiliki arti perjalanan yang berwarna sebagai simbolis refleksi perjalanan dan memoar tentang proses SSCM selama enam tahun belakangan ini.

Fokus utama acara ini juga untuk mengangkat bakat serta kreativitas anak jalanan dan anak marjinal di Kota Malang. Anak-anak yang kerap dipanggil dengan sebutan Adik Bangsa tersebut telah berlatih selama kurang lebih 2 bulan untuk menampilkan beragam pementasan seperti musikalisasi puisi, fashion show, akustik, tari, dan lainnya. Tak hanya penampilan langsung di panggung, penonton juga dapat melihat hasil kreasi tangan dari para Adik Bangsa yang disuguhkan melalui lorong-lorong unik disepanjang pintu masuk acara.

Acara dibuka meriah oleh pertunjukan dongeng boneka tangan dari Gendong Indonesia. Penampilan adik-adik bangsa pun sangat menyedot antusias penonton yang hadir. Terlebih saat adik Rizal dan adik Sandi berlenggak-lenggok fashion show di panggung dengan gaya bak model papan atas.

Ketua Pelaksana Ilma Dhaniar, mengatakan, kepedulian pada anak-anak jalanan dan marjinal sudah bukan seharusnya mengandalkan pemerintah saja. Namun dimulai dari diri kita sendiri dengan hal-hal kecil, misalnya tidak menganggap remeh mereka.

“Kreasi adik-adik bangsa itu tidak bisa dianggap remeh begitu saja, begitu pun dengan keberadaan mereka. Mereka sama seperti anak-anak pada umumnya. Bahkan saya terharu melihat penampilan mereka di panggung,” ujar Ilma.

Selain beragam penampilan seni, ada juga sesi penghargaan yang diberikan Save Street Child Malang kepada adik-adik bangsa berprestasi, ter-rajin, dan ter-kreatif. Tak lupa penghargaan kepada tokoh-tokoh Inspiratif SSCM yang selama 6 tahun telah memfasilitasi rumah belajar dan membantu banyak hal.

Acara ini pun ditutup dengan apik dan heboh oleh penampilan Unda-Undi. Zunnun Ferdia, salah satu pengunjung, mengaku sangat menikmati sajian dari adik-adik Bangsa.

“Kebetulan ini pertama kali aku datang ke Love and Share, karena yang tahun-tahun lalu sebenarnya sudah tahu tapi nggak sempet dateng. So much fun! Apalagi pas fashion show. Terharu banget lihat tokoh inspiratif yang dapat penghargaan,” ujar Zunnun. (Der/Ery)

Buruan Daftar! Ribuan Alumni Sudah Siap Ramaikan Gebyar Reuni Akbar ‘Agitma Bersinergi untuk Negeri’

Alumni SMAN 3 Malang dalam program Ludruk rutin, salah satu rangkaian kegiatan reuni akbar. (Istimewa)
Alumni SMAN 3 Malang dalam program Ludruk rutin, salah satu rangkaian kegiatan reuni akbar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Ribuan alumni SMAN 3 Malang dipastikan bakal hadir dalam Gebyar Reuni Akbar Gema Silaturahim Lintas Angkatan ‘Agitma Bersinergi untuk Negeri’ 17-19 Agustus 2017.

Menurut informasi yang diterima MVoice dari panitia bagian registrasi, Tousa A, alumni yang mendaftar kegiatan reuni mencapai 2.500 orang. Jumlah itu sudah melampaui target yang direncanakan panitia.

“Lebih dari 2500 orang juga tidak masalah. Karena kami mengundang alumni sebanyak-banyaknya. Pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 19 Agustus lho,” tukas dia saat dihubungi MVoice.

Alumni tertua yang juga dipastikan datang dalam reuni adalah mantan mentri Kehutanan RI yang juga merupakan alumni angkatan 1952, Jamaluddin. Ternyata animo alumni untuk kembali bersilaturahmi melalui reuni akbar tahun ini cukup tinggi.

Tousa berharap, alumni bisa hadir meramaikan acara puncak. Apalagi nanti diagendakan kegiatan karnaval atau fun walk, bazaar, dan berbagai kegiatan mengasyikkan lainnya.

“Wah nanti pasti meriah. Apalagi nanti alumni bisa fun walk atau karnaval memakai kostum unik dari asal mereka masing-masing,” tutupnya.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

47 Alat Musik Daerah Tambah Koleksi MMI

Wali Kota Malang, HM Anton mengunjungi MMI. (Muhammad Choirul)
Wali Kota Malang, HM Anton mengunjungi MMI. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Kota Malang telah rampung. Meski begitu, masih ada sisa kegembiraan dari ajang tahunan itu, terutama bagi Museum Musik Indonesia (MMI).

Betapa tidak, sebanyak 47 alat instrumen musik daerah menambah koleksi museum musik pertama di Indonesia ini. Jumlah itu berasal dari sumbangan 35 wali kota berbagai daerah yang tak lain peserta Rakernas Apeksi pekan lalu.

Jenisnya pun beragam, mulai dari Sasando, Gong, hingga Rebana. Praktis, hal ini menjadi berkah tersendiri bagi MMI.

Pendiri MMI, Hengky Herwanto, mengatakan, tambang itu kian melengkapi katalog MMI, yang saat ini sudah sekitar 23 ribu koleksi. Selain alat musik, jumlah meliputi beragam benda lain, termasuk koleksi piringan hitam, kaset, CD dan sebagainya.

“Tentunya ini sangat membantu karena dengan makin banyaknya koleksi, MMI bisa menjadi tujuan wisata dan berdampak positif kepada Kota Malang,” ujar Hengky, sapaan akrabnya.

Pria yang identik dengan ikat kepala ini juga mengapresiasi Pemerintah Kota Malang yang selama ini sudah memberikan dukungan terhadap museum musik tersebut. Selama ini, MMI mendapat banyak dukungan, salah satunya pemakaian fasilitas Gedung Cendrawasih.

“Harapan kami bisa melestarikan budaya bangsa termasuk alat musik tradisional yang sudah disumbangkan kepada kami,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

#PahlawanDigital Ajari Anak Muda Malang Piawai Ambil Foto Produk

Audience sedang memperhatikan cara mengambil foto produk berkualitas. (Anja Arowana)
Audience sedang memperhatikan cara mengambil foto produk berkualitas. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – #PahlawanDigital menggelar roadshow bertema ‘Improve Your Online Business with Brilliant Product Foto’ di Ngalup.Co Coworking Space, hari ini (21/7). #PahlawanDigital diprakarsai Jagoanhosting.com dan didukung Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Dalam acara tersebut, fotografer profesional muda asal Kota Malang, Septa Twi. Septa menerangkan, foto produk sangat berpengaruh dalam kesuksesan operasi bisnis. Dia juga menjelaskan, untuk menghasilkan foto produk yang berkualitas tidak dibutuhkan peralatan mahal. “Cukup dengan peralatan sehari-hari,” kata Septa.

Acara menghadirkan 3 fotografer muda profesional. (Anja Arowana).
Acara menghadirkan 3 fotografer muda profesional. (Anja Arowana).

Septa juga mengajak audience untuk praktek mengambil foto produk dengan teknik yang sudah diterangkan. Semisal, untuk mengambil foto berlatar putih, pastikan pengaturan kecerahan cahaya dimaksimal, contrast juga dinaikkan levelnya. Menggunakan aplikasi Android Snapseed, foto terlihat lebih dramatis dan profesional.

Public Relation Direct Intermedia, Yukiko Ayu Kartika, acara ini bertujuan untuk menumbuhkan entrepreneur baru dengan memanfaatkan teknologi digital dengan anak muda sebagai motor penggeraknya.

Program ini juga merupakan program kolaborasi yang menjembatani anak muda dan UMKM yang belum Go Online untuk melakukan re-packaging dan re-branding produk UMKM lokal agar dapat bersaing di pasar Internasional.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Sempat Diguyur Hujan, Animo Penonton Tak Surut di Malang Jazz Festival 2017

Aksi Teza Sumendra di MJF 2017. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Gelaran Malang Jazz Festival 2017 berlangsung sukses di Lembah Dieng, Sabtu (7/10). Meski sempat diguyur hujan, namun penonton tetap antusias memadati area sejak siang hingga malam.

Sedikitnya dua panggung yang disediakan Jade Indopratama selaku promotor tak pernah sepi. Pasalnya musisi papan atas Indonesia menyuguhkan penampilan apik nan memukau ribuan pasang mata yang hadir.

“Tahun kemarin juga hujan. Tapi tidak menyurutkan antusias penonton. Inilah karakter orang Malang sebagai pecinta musik,” kata CEO Jade Indopratama, Rachmad Santoso, kepada MVoice.

Event mengangkat tema The Urban Jazzy Festival kali ini menggandeng musisi lokal. Dengan total 70 musisi yang tampil malam itu. Setiap musisi punya ciri khas tersendiri dan penampilan berbeda, sebut saja Teza Sumendra dengan suara khas, Stars and Rabbit, Flanella, dan Sheila on 7 yang punya lagu-lagu hits, serta penampilan Krakatau Reunion yang tampil lengkap.

Dari segi penjualan tiket, Rachmad menargetkan 3 hingga 3,5 ribu terjual. Akan tetapi, masih kurang sedikit menutup target karena musik jazz masih terbilang baru di Malang.

“Ini merupakan tantangan bagi kami karena Malang merupakan barometer musik rock dan pop. Sedangkan jazz ini baru dan kami mencoba kekuatan musik ini,” lanjutnya.

Penonton makin terhibur ketika Teza Sumendra mengisi panggung utama. Ia tampil memukau dengan membawakan beberapa lagu. Kemudian tak kalah heboh saat Eros dkk tampil. Pembawa lagu Sephia itu membuat penonton ikut bergoyang. Tentu dengan nuansa jazz.

Tata cahaya dan setting panggung ikut memberi nuansa berbeda dengan konsep urban di tengah panorama alam yang eksotis.

Terakhir, penampilan Krakatau Reunion dengan formasi lengkap, seperti Indra Lesmana, Trie Utami, Gilang Ramadhan, Dwiki Dharmawan, Donny Suhendra dan Pria Budi Darma, menutup Malang Jazz Festival 2017 dan membuat penonton pulang dengan senyum.

Rachmad berharap, tahun ini bisa memancing animo masyarakat untuk gelaran yang sama di tahun depan. Pihaknya sedikit memberi bocoran bakal mengundang musisi internasional.

“Ya moga-moga lah bisa tahun depan,” tandasnya.(Der/Yei)

Diikuti 6.000 Peserta, Sejumlah Tokoh Nasional Dipastikan Hadir

Segenap pengurus KAHMI Kota Malang menggelar jumpa pers di Kopilogi. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Jalan sehat bertajuk ‘Uklam-uklam Tahes’ yang digeber Korps Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dipastikan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Selain itu, sekitar 6.000 peserta diprediksi turut serta dalam event yang dipusatkan di depan Balai Kota Malang, Minggu (30/7) ini.

Ketua Pelaksana, Ulil Azmi, mengatakan, 6.000 peserta tersebut telah melaksanakan pendaftaran secara online. Dengan begitu, kemungkinan bertambahnya jumlah peserta masih ada, mengingat pendaftaran hingga saat ini masih dibuka.

“Ini sudah melebihi target, karena awalnya kami hanya menargetkan 4.000 peserta. Selain anggota KAHMI dari berbagai daerah se-Indonesia, masyarakat umum juga mendaftar,” ungkapnya.

Dia menyebut, jumlah tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan semua kegiatan serupa sebelumnya. Perlu diketahui, agenda ini merupakan kegiatan rutin yang digelar KAHMI secara berkala di tempat berbeda.

“Sebelumnya di Bandung, peserta hanya sekitar 1.000, di Malang banyak yang tertarik datang dari luar kota karena mungkin suasana Malang yang bagus,” imbuhnya.

Di sisi lain, sejumlah tokoh yang telah memastikan hadir antara lain Mahfud MD, Akbar Tanjung, Ferry Mursyidan Baldan, Aidul Fitriciada Azhari, dan tiga Kepala Daerah di Malang Raya. Mereka juga dijadwalkan hadir dalam Welcome Dinner yang masuk rangkaian kegiatan ini, di Ridwan Hisjam Center, Perum Permata Jingga, Sabtu (29/7) malam.

“Welcome dinner nanti dihadiri sekitar 300 orang perwakilan kontingen berbagai daerah,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

‘M30is Ilakes_Kembali Berpesta’, Sajikan Keseruan dengan Kegiatan Positif

Manajemen dan personil d'Kross bersama Media Officer Arema FC, Sudarmaji telah melakoni serangkaian talk show di radio-radio dan televisi lokal Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Peringatan HUT ke-30 Arema 11 Agustus 2017 mendatang dipastikan diwarnai dengan beragam keseruan. Manajemen Arema FC bersama d’Kross Community mengusung tema ‘M30is (baca: Mbois) Ilakes_Kembali Berpesta’ pada rangkaian kegiatan ini.

Tagline tersebut bakal direalisasikan dengan kegiatan-kegiatan positif, tanpa harus mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan. Beragam sosialisasi pun telah digencarkan kepada masyarakat.

Manajer Media Officer Arema FC, Sudarmaji, memberi ketegasan, dengan tagline Mbois Ilakes_Kembali Berpesta, pihaknya ingin mengisi perayaan HUT ke-30 Arema ini dengan kegiatan-kegiatan positif.

“Jadi kami imbau rekan-rekan Aremania-Aremanita tidak perlu konvoi keliling Malang Raya, cukup kita bersenang-senang bersama di depan Stasiun Kota Baru seharian penuh,” seru pria asal Banyuwangi itu.

Ucapan mantan wartawan itu diamini Frontman d’Kross, Sam Ade Herawanto. Dia menjelaskan, acara utama sengaja dipusatkan di satu titik agar terasa lebih spesial dan semarak.

Mereka pun menggandeng pemerintah daerah se-Malang Raya serta jajaran Forkopinda dan sinergi lintas sektoral untuk mensukseskan acara ini. Dengan begitu, masyarakat dari berbagai elemen di bhumi Arema bisa berkumpul bersama merayakan anniversary Singo Edan.

“Konser ini demi menghibur nawak-nawak Aremania dan Aremanita berpesta merayakan ulang tahun klub kesayangannya dengan bernyanyi dan berjingkrak bersama disertai pesta flare dan smoke bomb hingga kembang api,” imbuh Ade yang juga Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) ini.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Idang Rasjidi dan Djaduk Ferianto Siap Kolaborasi di Urban Jazzy Festival

Urban Jazzy Festival, Idang Rasjidi and Syndicate. (Istimewa)
Urban Jazzy Festival, Idang Rasjidi and Syndicate. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pihak Promotor Jade Indopratama Group resmi merilis Idang Rasjidi – Sindicate Project dan Djaduk Ferianto “Kuaetnika” feat. Endah Laras sebagai line up tambahan bersama Magnitudo dan MLD Jazz Project session 3.

Bergabungnya musisi-musisi jazz tersebut semakin memperkuat line up yang telah diusung sebelumnya, yaitu Kahitna, Mocca, Pusakata, Via Vallen serta musisi kebanggaan Malang Raya seperti Equinox, Sal Priadi dan Sumber Kencono. Ditambah lagi dengan hadirnya komunitas Soundcloud Malang dan beberapa komunitas anak muda lainnya di MJF Present Urban Jazzy Festival 2018.

Selain itu musisi jazz kawakan, Nita Aartsen & Friends dengan formasi Eric Theux (Perancis) dan Kuba Skowronski (Polandia) serta komunitas-komunitas jazz mulai Ngalam Jazz Community, Saxomunity Malang, dan Fusion Jazz Community Surabaya yang tentunya akan menghadirkan suasana festival jazz berkelas.

Mengambil lokasi di pelataran out door Hotel Harris and Convention Malang akan disulap menjadi venue yang menciptakan suasana khas urban festival. Acara berlangsung mulai 7 Oktober mendatang.

Konsep festival dihadirkan dengan menyajikan one stop entertainment selama berlangsungnya event. Terdapat booth & stand penunjang serta fasilitas lainnya yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan audience.

Konsep Festival Stage mengedepankan festival experiences dimana semua audiences berkumpul di venue, baik di depan panggung dan mingle di area activities dan kuliner di sekitar panggung. Audiens diajak untuk berinteraksi dan melebur dalam atmosfer festival.

J-Entertainment sudah menyiapkan beberapa golongan tiket bagi penggemar musik jazz. Meski tiket early bird sudah habis dalam waktu tiga hari, namun masih ada tiket presale dan mahasiswa. Bagi yang ingin mendapatkan privilege khusus, tersedia tiket VIP yang dibanderol Rp 400 ribu.(Der/Aka)

Konser Ditunda, d’Kross Siapkan Tour Khusus

Personel d'Kross. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Rencana launching album baru d’Kross sekaligus perayaan HUT ke-30 Arema di depan Stasiun Kota Baru Malang, harus dibatalkan. Kabar itu disampaikan langsung frontman d’Kross, Ade Herawanto, Kamis (10/8).

Sejatinya, konser peluncuran album ‘Kembali Berpesta’ itu akan digelar pada Jumat (11/8) sejak pagi. Kemudian dilanjutkan dengan acara napak tilas.

Ade menyebut ada beberapa masalah sehingga gelaran itu dibatalkan. “Kebetulan pihak sponsor belum deal. Jadi konser ditunda,” ujarnya.

Pria yang sekaligus menjabat Kepala BP2D ini sangat menyesali batalnya kegiatan itu. Ia akan menggantinya dengan tour ke beberapa daerah.

“Ya kami akan sambang ke beberapa tempat di Kabupaten Malang dan Kota Malang dulu tentunya. Setelah itu kami ada jadwal ke Cirebon, Palu, Makassar, Bali sambil menunggu kepastian sponsorship,” tandasnya.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Komunitas