Peringati HUT RI, Santika Premiere Gelar Donor Darah

Pendonor darah di Santika Premiere Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, Hotel Santika Premiere Malang mengadakan kegiatan donor darah, Rabu (16/8).

Public Relation Officer Santika Premiere Malang, Erwinda Moonica mengatakan, antusias peserta donor cukup tinggi. Total 76 orang mendaftarkan diri untuk mendonorkan darah.

“Dari 76 pendonor darah, ternyata 67 orang berhasil mendonorkan darah hari ini,” kata Winda saat dihubungi MVoice, Rabu (16/8).

Winda menambahkan, donor darah merupakan salah satu dari tanggung jawab sosial Santika Premiere.

“Ini salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) kami,” tukasnya.

Bukan cuma CSR, lanjut Winda, kegiatan donor ini sekaligus menjadi persembahan Santika Premiere Malang untuk Indonesia. Besar harapan agar Santika Premiere terus memberikan layanan terbaik dan menjadikan pengalaman menginap para tamu lebih bahagia dan berkesan.

Usai mendonorkan darahnya, peserta kemudian menyantap hidangan dan snack yang sudah dihidangkan, seperti bubur kacang ijo, aneka donat, telur rebus, gorengan, kopi dan teh.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Kado Ultah Arema, d’Kross Luncurkan ‘Kembali Berpesta’

MALANGVOICE – Menyambut hari jadi ke-30 Arema pada 11 Agustus mendatang, d’Kross menyiapkan kado spesial. Band yang terbentuk pada 17 Oktober 2006 itu akan merilis album baru, tentu sebagai kado untuk Aremania.

“Ini akan menjadi kado khusus di ulang tahun Arema,” seru sang frontman, Sam Ade d’Kross. Hal ini kian melengkapi kiprah d’Kross yang memang sejak awal identik dengan ciri khas khazanah lokal bhumi Arema.

Pemilik nama lengkap Ir H Ade Herawanto MT itu menyebut, hadirnya album baru ini, diharapkan mengobati kerinduan fans. ‘Kembali Berpesta’ menjadi judul album baru band yang kini digawangi Ined (drum), Bachtiar (gitar), Menyax (bass) dan Yokiwuz (vokal) tersebut.

Pasca terakhir merilis mini album pada 2015 lalu, inilah momentum yang dirasa tepat untuk kembali meramaikan jagad musik Nusantara. Sebab, kiprah d’Kross selama ini memang tak diragukan lagi.

Melewati perjalanan lebih dari satu dasawarsa jelas bukan hal mudah dilalui sebuah band komunal. Apalagi, dalam kurun selama itu, rentetan album demi album terus dilahirkan.

Beragam karya ini sebagai buah kreativitas dan cita rasa musikalitas mumpuni. Lagu ‘Kabar Damai’ dan ‘Malang ke Bulan’ tentu sudah tak asing lagi di telinga pecinta musik Tanah Air.

Bahkan lewat ‘Bhumi Arema’ dan ‘Salam Satu Jiwa’, nama d’Kross seolah tak bisa dipisahkan lagi sebagai bagian penting perjalanan klub dan kelompok suporter Singo Edan. “Bersama d’Kross, mari kita kembali berpesta,” timpal Ade lagi.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Launching dan Bedah Album ‘Kembali Berpesta’

Proses launching album d'Kross 'Kembali Berpesta'. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Album baru d’Kross ‘Kembali Berpesta’ dilaunching, Kamis (10/8). Peluncuran itu dilakukan secara simbolis dengan potong tumpeng dan bedah album di sebuah cafe di Jalan Diponegoro, Kota Malang.

Ade Herawanto selaku frontman d’Kross menyampaikan, album baru ini melengkapi perjalanan band komunal ini selama lebih dari satu dasawarsa tahun lamanya. Kembali Berpesta juga disiapkan khusus sebagai kado ultah Arema.

“Sudah 11 tahun kami berpkiprah di dunua musik. Alhamdulillah kami masih ada untuk bumi Arema,” katanya.

Beberapa tamu undangan, seperti Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, Dandim 0833/Kota Malang, dan Kajari Kota Malang ikut dalam launching ‘Kembali Berpesta’. Ada juga perwakilan dari musisi lokal dan Aremania.

Betapa tidak, d’Kross tak bisa dipisahkan dengan perjalanan tim dan suporter Singo Edan. Beberapa lagunya selalu dinyanyikan untuk membakar semangat Arek Malang lewat Bhumi Arema dan Kabar Damai serta Salam Satu Jiwa.

Pada lagu barunya, nuansa punk-ska dan rock alternative sangat terasa. Beberapa lagu jadi andalan, seperti Arema E’ dan ‘Mars Arek-arek Malang’.

Tak ketinggalan ada ‘Medley Chant Stadium’ yang berisi kumpulan chant khas suporter Singo Edan yang selama ini kerap dinyanyikan ketika Aremania-Aremanita mendukung tim pujaannya berlaga di Stadion Kanjuruhan maupun Stadion Gajayana.

Chant-chant seperti Kami Selalu Ada, Bhumi Arema dan Sore Ini diaransemen ulang dengan irama yang rancak dan tak kalah enerjik dari versi aslinya.

“Album ini memang didedikasikan bagi Aremania atau Aremanita yang baru gede. Apalagi bagi anak lulusan SMP dan SMA sangat menyukai genre punk,” lanjut Sam Ade.

Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, menyampaikan selamat atas launching album baru d’Kross. Ia berharap band itu bisa terus berkarya dan memberi motivasi bagi musisi lokal lain.

“Semoga mendapatkan animo di masyarakat,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan.

Album ini diketahui sudah terjual lebih dari seribu keping lewat outlet resmi dan online.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Malam Ini, Ari Lasso & The Groove Suguhkan Kejutan

Ari Lasso dan The Groove siap hanyutkan Malang dengan musik jazz. (deny)
Ari Lasso dan The Groove siap hanyutkan Malang dengan musik jazz. (deny)

MALANGVOICE – Rangkaian gelaran Malang Jazz Festival 2017 akan berlangsung Sabtu (29/4) malam ini. Ari Lasso dan The Groove akan meramaikan acara dengan tema “The Heart of East Java”.

Bertempat di Baiduri Ballroom, Ari Lasso dan The Groove akan tampil ditemani para musisi Malang. Sebut saja paduan musik keroncong jazz Malang Utara, Saxomunity Malang, MMI Light Jazz, Trixie Jazzy dan banyak lainnya.

Promotor acara, Jade Indopratama dan Graha Bangunan bersama J-Entertainment ingin rangkaian acara Malang Jazz Festival tahun ini memiliki konsep menarik dengan dengan menghadirkan dua bintang tamu itu.

Ari Lasso dinilai sebagai penyanyi solo terbaik di Indonesia yang punya daya tarik tersendiri. Ia diharap bisa mengajak dan membawa ribuan fansnya dari berbagai kalangan untuk menikmati musik jazz.

“Acara ini juga banyak didukung pemerintah setempat dan bermanfaat sebagai juga sebagai menarik wisatawan dari mana saja,” kata CEO Jade Indopratama, Rachmad Santoso.

Sementara itu, Ari Lasso, mengatakan, sangat senang bisa datang ke Malang. Ia siap memberi kejutan bagi penonton yang hadir.

“Ini menjadi suatu penghargaan dan tantangan tersendiri bagi saya untuk bisa menghibur,” katanya.

Selanjutnya Tue Groove akan tampil reuni bersama Rika Roeslan. Mereka siap membawa penonton bernostalgia.

Lebih Segar, d’Kross Bangkitkan Mars Legendaris ‘Malang Kota Subur’

Surat berisi notasi lagu ‘Malang Kota Subur’ dikirimkan mantan guru senior SMAN 3 Malang, Ny Naning Suwito kepada frontman d’Kross, Sam Ade Herawanto yang juga Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (eks Dispenda) Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Album baru bertajuk ‘Kembali Berpesta’ dijamin bakal mengobati kerinduan fans d’Kross. Pasalnya, selain berisi lagu anyar lain bernuansa ska seperti ‘Tamasya’, ‘Best Friends Forever’ dan ‘Jomblo Ngenes (Jones)’, beberapa repackage dari tembang lawas ikut melengkapi deretan track di album ini.

Yang istimewa, ada aransemen ulang lagu legendaris ‘Malang Kota Subur’ dengan nuansa punk-rock. Para musisi dan kritikus pun mengapreasi positif langkah d’Kross mengangkat kembali lagu tersebut.

“Ini membangkitkan kembali memori publik tentang lagu legendaris ini, karena sebenarnya masih banyak lagu legendaris lain yang seharusnya diketahui oleh generasi muda Kota Malang saat ini,” ungkap musisi senior, Mamek HS.

Dia menilai, hal ini bisa berdampak positif menjadi stimultan bagi pemerintah kota. Tentu saja, untuk menggiatkan kembali kecintaan anak didik terhadap daerahnya.

Dikatakannya, mereka mereka diajarkan lagi bangga menjadi arek Malang lewat lagu ini. “Selain berisi pesan moral yang baik, lagu tersebut sekaligus menjadi media untuk mempromosikan Kota Malang,” paparnya.

Lebih jauh, Mamek menyebut Malang sebagai barometer musik nasional. Kalau sepakbola Malang bisa menjadi besar, lanjutnya, kini juga saatnya musik Bhumi Arema kembali berjaya.

Pendapat senada juga dilontarkan Danar Rahadian. Musisi senior Malang itu menilai lagu ‘Malang Kota Subur’ sebagai sebuah identitas yang melekat pada masyarakat.

“Jadi kalau ditarik mundur, lagu itu seolah menjadi lagu wajib anak sekolah sejak era 70’an. Bagi generasi saat ini, mungkin sudah banyak yang tidak tahu. Padahal bagi generasi kami dulu, sampai sekarang pun liriknya masih melekat kuat di kepala,” kenang pria yang juga dikenal sebagai instruktur dan pengawas keselamatan kerja tingkat nasional ini.

Bagi Danar, aransemen apapun sah-sah saja dilakukan terhadap lagu kebanggaan warga Malang ini. Tentu saja, dengan catatan bahwa aransemen tidak mengurangi esensi, makna dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.

“Jadi ketika didengungkan kembali, audience masih merasakan feel dari mars legendaris ini,” tandasnya.

Apresiasi turut disampaikan musisi senior Malang lainnya, Rudy Satrio Lelono. Menurutnya, apa yang dilakukan d’Kross bisa menjadi teladan dan mengilhami band lain untuk mengikuti jejak.

“Bagus, karena generasi saat ini perlu terus dipupuk semangat kecintaannya terhadap negeri. Lagu-lagu kebanggaan daerah dan bertema nasionalis sangat dibutuhkan di era saat ini,” urainya.

Rudy berharap lahirnya kembali ‘Malang Kota Subur’ dapat menjadi titik kebangkitan yang disuarakan d’Kross.

“Apalagi pesan moralnya disampaikan dengan bahasa universal, yakni musik dan dibalut nuansa kekinian. Semoga dapat diterima semua kalangan sehingga memberi efek positif,” lanjut musisi yang mengarrange sejumlah mars-mars Arema, salah satunya lagu ‘Singa Bola’ itu.

Bahkan salah seorang mantan guru senior di SMAN 3 Malang, Ny Naning Suwito sempat mengirimkan surat khusus kepada frontman d’Kross, Sam Ade Herawanto, berisi notasi asli lagu gubahan R Dirman Sasmokoadi tersebut.

Karena itulah, momentum lahirnya kembali lagu ini juga bakal semakin terasa, seiring bakal ditampilkannya lagu ‘Malang Kota Subur’ di acara Reuni Akbar 65 Tahun SMAN 3 Malang, pada 19 Agustus mendatang.

Banyaknya kejutan di album baru bukan berarti band yang selama ini kental nuansa rock itu berubah haluan 180 derajat. Justru lewat album baru ini, Ined dkk sukses mentransformasi musik rock menjadi lebih ‘kaya’ dengan kolaborasi aneka genre secara smooth dan tetap enerjik.

Penggarapannya pun menggandeng gitaris kenamaan dari ibukota, Noldy Benyamin Pamungkas.Fill gitar yang meraung dan melengking dengan ciri khas distorsi dan reverb kental ala Noldy akan menjadi ‘roh’ di album berdesain colorfull tersebut.

Selain hits single ‘Kembali Berpesta’, lagu baru lain yang masih kental nuansa Malangan adalah ‘Sing Tawur Ngesroh’. “Pesan moral dari lagu itu sebenarnya cukup sederhana. Jadi dalam menyelesaikan masalah, tidak harus dengan kekerasan. Sekarang sudah bukan zamannya tawuran. Justru sekarang saatnya generasi muda bergaul melalui banyak kegiatan positif,” ulas Yokiwuz, vokalis d’Kross.

Sam Ade d’Kross rencananya akan ikut naik panggung membawakan lagu legendaris ini pada Reuni Akbar 65 Tahun SMAN 3 Malang, pada 19 Agustus mendatang.

“Tentu akan terasa istimewa bisa mendengarkan kembali lagu tersebut sambil mengenangnya bersama teman-teman kami saat acara reuni nanti,” kata Ketua Panitia Reuni Akbar 65 Tahun SMANTI, Hari Resofianto.

Performance d’Kross di acara reuni tersebut sekaligus mengawali rangkaian tour album ‘Kembali Berpesta’, setelah lebih dulu digelar kegiatan bedah album pada 10 Agustus nanti dan launching bersamaan peringatan HUT ke-30 Arema sehari kemudian.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Malang Jazz Festival Hadir Kembali, Buruan Beli Tiket Sebelum Ludes!

Poster Malang Jazz Festival (istimewa)

MALANGVOICE – Festival Jazz Tahunan terbesar di Malang Raya ‘Malang Jazz Festival’ kembali digelar. Kali ini Malang jazz Festival mengusung tema “The Urban Jazzy Festival” yang digelar di panggung terbuka Kwasan Wisata Lembah Dieng Malang, tanggal 7 Oktober 2017 nanti.

Akan menjadi tantangan tersendiri bagi Promotor Jade Indopratama Grup yang menggandeng Graha Bangunan dan J Entertainment sebagai Event Organizer untuk mewujudkan konsep urban ditengah panorama alam yang eksotis. Harapannya ini akan menjadi pengalaman menarik bagi penonton dan pecinta musik Malang Raya.

Hiburan musik berkelas di Malang Raya ini akan dimeriahkan sederet musisi papan atas Indonesia seperti Krakatau Reunion yang akan tampil lengkap dengan personel Indra Lesmana, Trie Utami, Gilang Ramadhan, Dwiki Dharmawan dan Pra Budi Darma, Syaharani & Queenfireworks, Sheila on 7, Teza Sumendra dan The Overtunes.

Bukan tidak mungkin line up akan bertambah seiring berjalannya waktu dan tingginya animo masyarakat. Selain didukung musisi-musisi papan atas tersebut, Malang Jazz Festival tahun ini juga didukung puluhan musisi Malang Raya yang tergabung dalam berbagai komunitas.

Perkembangan musik di Malang Raya demikian pesatnya. Salah satu misi Malang Jazz Festival adalah untuk memberikan wadah berkreasi dan apresiasi bagi musisi-musisi Malang Raya mengembangkan potensinya.

Beberapa komunitas player seperti bass, drum, dan lain-lain akan ambil bagian dalam festival ini, mereka akan menyuguhkan karya terbaiknya serta siap berkolaborasi menghadirkan konsep baru yang mungkin belum pernah ditampilkan di publik.

Tiket Malang Jazz Festival ini akan dibagi menjadi 2 kelas utama, VIP dan Festival. Masing�masing kelas terbagi lagi menjadi 2 bagian yaitu VIP 1 dan VIP 2 serta kelas Festival A dan Festival B.

Yang berbeda tahun ini adalah pembagian area (layout) posisi penonton. Posisi kelas Festival akan berada tepat di depan panggung, namun tetap dengan harga yang terjangkau. VIP 1 dan VIP 2 yang selama ini selalu ludes sebelum hari H akan menempati tribun yang dirancang khusus dengan view yang lebih nyaman tanpa terhalang kelas Festival yang berada di depannya.

Tiket Presale dijual terbatas mulai tanggal 14 Agustus 2017 dengan harga Festival B Rp. 100.000 Festival A Rp. 150.000 VIP 2 Rp.350.000 dan VIP 1 Rp. 1.000.000. Untuk harga normal kelas Festival B Rp. 140.000 Festival A Rp.175.000 VIP 2 Rp. 450.000 dan VIP 1 Rp. 1.250.000.

Ada keuntungan tersendiri bagi penonton yang telah ambil bagian dalam rangkaian #RoadToMalangJazzFestival bersama Ari Lasso dan The Groove bulan April lalu. Penyelenggara
memberikan penawaran istimewa berupa berupa Tiket dengan harga khusus bagi penonton yang bisa menunjukkan tiket Road to Malang Jazz Festival 2017.

Ada pula program diskon menarik bagi
pengguna kartu kredit dan kartu Debit BNI. Penonton bisa dengan mudah memperoleh tiket dan penawaran terbaiknya dengan mengakses fitur dan layanan tanpangantri.com. Tiketbox juga tersedia di Indomaret, beberapa Radio, Kafe, Resto dan hang out place yang tersebar di wilayah Malang Raya, Surabaya dan Blitar.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Konser Ditunda, d’Kross Siapkan Tour Khusus

Personel d'Kross. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Rencana launching album baru d’Kross sekaligus perayaan HUT ke-30 Arema di depan Stasiun Kota Baru Malang, harus dibatalkan. Kabar itu disampaikan langsung frontman d’Kross, Ade Herawanto, Kamis (10/8).

Sejatinya, konser peluncuran album ‘Kembali Berpesta’ itu akan digelar pada Jumat (11/8) sejak pagi. Kemudian dilanjutkan dengan acara napak tilas.

Ade menyebut ada beberapa masalah sehingga gelaran itu dibatalkan. “Kebetulan pihak sponsor belum deal. Jadi konser ditunda,” ujarnya.

Pria yang sekaligus menjabat Kepala BP2D ini sangat menyesali batalnya kegiatan itu. Ia akan menggantinya dengan tour ke beberapa daerah.

“Ya kami akan sambang ke beberapa tempat di Kabupaten Malang dan Kota Malang dulu tentunya. Setelah itu kami ada jadwal ke Cirebon, Palu, Makassar, Bali sambil menunggu kepastian sponsorship,” tandasnya.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

DBA 2 Kisahkan Aremania Perantauan di Kalimantan

Proses shooting DBA 2 di Kalimantan. (istimewa)

MALANGVOICE – Cerita perjalanan Pacho di film Darah Biru Arema (DBA) 2 terus berlanjut. Proses pembuatan film itu sudah dilakukan hingga saat ini.

Banyak tema dikemas dalam film yang menceritakan kisah Aremania itu termasuk suporter perantauan. Karenanya, proses shooting film dilanjutkan di daerah Kalimantan Timur.

Publicist DBA 2, Akbar Umara, menjelaskan, cerita Aremania perantuan akan dimasukkan dalam film. Nantinya akan ada kejutan dan konflik cerita di Kalimantan.

“Cerita ini berbeda dengan kisah Pacho. Yang pasti akan dikemas dengan baik,” katanya, Minggu (30/4).

Tim DBA 2 akan kembali ke Malang setelah sepekan menjalani shooting di sana. Nantinya, akan dilanjutkan dengan beberapa kisah unik lain. “Memang DBA 2 mengambil tema berbeda dalam satu film,” lanjutnya.

Semua proses film sudah bisa diintip bagaimana penggarapannya di channel Youtube DBAFilm Official. “Masalah ceritanya masih dirahasiakan. Tapi prosesnya bisa dilihat terus karena kami selalu update,” tandasnya.

1987 Doorprize Disiapkan, Wali Kota Siapkan Paket Umroh

Manajemen dan personel d'Kross telah melakoni serangkaian talk show di radio-radio dan televisi lokal Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak 1987 doorprize menarik disiapkan pada perayaan HUT ke-30 Arema yang dipusatkan di depan Stasiun Kota Baru, Jumat (11/8) nanti. Menariknya, tiga Kepala Daerah bakal terlibat pada ajang bertema ‘M30is (baca: Mbois) Ilakes_Kembali Berpesta’ ini.

Tak tanggung-tanggung, Wali Kota Malang, H Moch Anton bahkan telah menyediakan hadiah paket umroh bagi nawak-nawak Aremania dan Aremanita. “Ini agar Arema, Aremania dan Aremanita makin mbois ilakes dan selalu satu jiwa!” seru suami Hj Dewi Farida Suryani itu.

Beragam ide lain juga dimunculkan untuk memeriahkan hari lahir klub pujaan Aremania dan Aremanita ini. Gelontoran total 1987 doorprize sendiri akan dibagikan selama kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00-23.00 WIB ini.

Selain acara utama, sejumlah kegiatan lain juga disiapkan, diawali dengan kegiatan renungan detik-detik kelahiran Arema dan tahlil akbar pada 10 Agustus malam. Ajang itu merefleksi 30 tahun perjalanan klub serta merenungi eksistensi Singo Edan sejak awal kemunculannya 1987 silam. Adapun kegiatan juga dilanjutkan dengan ziarah bersama ke makam para pejuang Arema yang telah tiada.

Pada 11 Agustus pagi diadakan Qataman Quran di Kantor Arema FC. Siang hari seusai Solat Jumat lantas dilanjutkan Konser 30 Tahun Arema Mbois Ilakes_Kembali Berpesta dengan menghadirkan musisi-musisi kenamaan Malang Raya, termasuk band d’Kross yang melaunching album barunya di hari bersamaan.

Keesokan harinya atau pada 12 Agustus, bakal digelar Orkestra Kolosal Aremania di Stadion Kanjuruhan. Pertunjukan ini bakal melibatkan sekitar 45 ribu suporter yang pada hari itu memberikan dukungan bagi tim pujaannya melakoni super big match kontra Persib Bandung dalam laga lanjutan Liga 1.

Tak sampai di situ saja, pada tanggal 13 Agustus kegiatan bergeser ke Malang bagian timur, tepatnya di daerah Tumpang, Kabupaten Malang. Pagi harinya diadakan Jalan Sehat Arek Malang, bersamaan itu juga dihelat lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak.

Puncak perayaan anniversary 30 Tahun Singo Edan ditutup dengan kegiatan Arema Sinau bersama Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun dan Kiai Kandjeng. Masih dipusatkan di Tumpang, pengajian bergaya dialog ala Cak Nun ini ditujukan untuk membangkitkan spirit arek-arek Malang, utamanya Aremania-Aremanita dan seluruh generasi muda guna meningkatkan kualitas spiritual dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

#PahlawanDigital Ajari Anak Muda Malang Piawai Ambil Foto Produk

Audience sedang memperhatikan cara mengambil foto produk berkualitas. (Anja Arowana)
Audience sedang memperhatikan cara mengambil foto produk berkualitas. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – #PahlawanDigital menggelar roadshow bertema ‘Improve Your Online Business with Brilliant Product Foto’ di Ngalup.Co Coworking Space, hari ini (21/7). #PahlawanDigital diprakarsai Jagoanhosting.com dan didukung Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Dalam acara tersebut, fotografer profesional muda asal Kota Malang, Septa Twi. Septa menerangkan, foto produk sangat berpengaruh dalam kesuksesan operasi bisnis. Dia juga menjelaskan, untuk menghasilkan foto produk yang berkualitas tidak dibutuhkan peralatan mahal. “Cukup dengan peralatan sehari-hari,” kata Septa.

Acara menghadirkan 3 fotografer muda profesional. (Anja Arowana).
Acara menghadirkan 3 fotografer muda profesional. (Anja Arowana).

Septa juga mengajak audience untuk praktek mengambil foto produk dengan teknik yang sudah diterangkan. Semisal, untuk mengambil foto berlatar putih, pastikan pengaturan kecerahan cahaya dimaksimal, contrast juga dinaikkan levelnya. Menggunakan aplikasi Android Snapseed, foto terlihat lebih dramatis dan profesional.

Public Relation Direct Intermedia, Yukiko Ayu Kartika, acara ini bertujuan untuk menumbuhkan entrepreneur baru dengan memanfaatkan teknologi digital dengan anak muda sebagai motor penggeraknya.

Program ini juga merupakan program kolaborasi yang menjembatani anak muda dan UMKM yang belum Go Online untuk melakukan re-packaging dan re-branding produk UMKM lokal agar dapat bersaing di pasar Internasional.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Komunitas