Kejaksaan Beber Modus-modus Korupsi Dana Desa

MALANGVOICE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu memaparkan modus-modus korupsi dana-dana desa, Kamis (8/6), di hadapan pejabat dari 19 desa se-Kota Batu, sebagai langkah preventif alias pencegahan yang diinisiai korps Adhyaksa.

Baca juga: http://malangvoice.com/seluruh-kades-di-batu-dibekali-pengetahuan-soal-dana-desa/

Sebelum mulai pemaparan, Kepala Kejari Kota Batu, Nur Chusniah, memutar video Presiden Joko Widodo. Dalam video berdurasi tak lebih dari 10 menit itu, Presiden ke-7 menjelaskan tentang dana desa bersumber dari APBD yang terus meningkat setiap tahunnya.

Dijelaskan juga, karena besarannya hampir Rp 1 miliar per desa, para pejabat desa harus hati-hati memanfaatkan dana itu. Presiden juga meminta aparat penegak hukum mengawasi penggunaan dana desa, apakah sesuai atau ada penyimpangan.

”Kami (Kejaksaan) hadir mensinergikan dengan pemkot dari segi pencegaan dalam pengelolaan keuangan desa, tepatnya agar tidak terjadi penyimpangan,” kata Nur Chusniah.

Mantan Kabag Ligitasi dan Non Ligitasi Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini lantas memaparkan modus-modus korupsi dana bersumber dari desa. Peserta sosialiasi pengelolaan keuangan desa yang didominasi, kepala desa itu sontak dibuat salah tingkah.

Nah ini yang buat kami takut,” ujar salah satu peserta disambut gelak tawa peserta lainnya.

Ada 14 modus korupsi yang dipaparkan, salah satunya membuat Rancangan Anggaran biaya (RAB) di atas harga pasar yang kemudian membayarkan berdasarkan kesepakatan lain.

”Ada juga membuat perjalanan dinas fiktif, ndak tahunya untuk jalan-jalan sama mbok enom (ibu muda). Ini yang jangan ditiru ya bapak-bapak,” sambung Nur Chusniah.

Terlepas dari itu, kelahiran Bojonegoro 49 tahun silam ini mengingatkan agar para pejabat desa tidak bermain-main dengan keuangan desa. Baik bersumber dari ADD (alokasi dana desa) maupun DD (Dana Desa).

Sebab, jika memenuhi tiga unsur, yakni ada kerugian negara, digunakan untuk menguntungkan pribadi, dan pelayanan masyarakat tidak terlayani. Pelaku akan dijerat hukum sesuai peraturan yang berlaku.

”Kejaksaan akan terus komunikasi aktif dengan pemkot dalam rangka pencegahan,” tukasnya.

Kapolres: Polri Berdiri Tegak di Atas Semua Golongan

Pangarmatim Buka Bersama Prajurit dan PNS Lanal Malang

MALANGVOICE-Bertempat di gedung Gelombang Samudera dilaksanakan Safari Ramadhan Pangarmatim, Laksda TNI Darwanto SH MAP dan KDJAT (Ketua Daerah Jalasenastri Armatim) di Lanal Malang, disambut Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (E) Gendut Sugiono SH, Senin (05/06).

 

Ikut mendampingi Pangarmatin, diantaranya  Ir Armatim Kolonel Laut (P) Amrein SE, Asrena Armatim Kolonel Laut (P) Rony Saleh, Asintel Armatim Kolonel Laut (P) Arif Sumartono SSos, Asops Armatim Kolonel Laut (P) Ariyantyo Condrowibowo dan Aslog Armatim Kolonel Laut (T) Tri Suno Prasetyo PSE MM,

 

Dalam sambutan di hadapan ratusan prajurit TNI AL, PNS dan pengurus Jalasenastri Cabang 9 Korcab V Lanal Malang, Pangarmatim menyampaikan, acara buka bersama prajurit ini diselenggarakan sebagai upaya menjalin hubungan silaturahmi untuk meningkatkan rasa kebersamaan, soliditas dan solidaritas dalam mengemban tugas dan pengapdian sebagai prajurit.

 

Pangarmatim juga berpesan pada seluruh prajurit Lanal Malang, bahwa Ramadhan kali ini hendaknya dijadikan momentum menciptakan iklim maupun keadaan menuju yang lebih baik, melalui ketaatan dalam beribadah, karena dalam ibadah puasa terkandung nilai kedisiplinan, pengendalian diri serta membina kejujuran dan kesabaran.

 

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pemberian tali asih kepada anak yatim, qataman Al Quran serta Tausyiah oleh Drs Mochammad Sony Fauzi, pengasuh panti asuhan Nurul Ijah Madyopuro Malang, dilanjutkan ramah tamah buka puasa bersama prajurit.

 

 

 

Ops Pekat Semeru 2017, Polres Malang Kota Sita Ribuan Botol Miras

Polres Malang Kota merilis hasil Ops Pekat Semeru 2017. (deny)
MALANGVOICE – Operasi Pekat Semeru 2017 usai digelar. Selama 14 hari sejak 23 Mei hingga 5 Juni, didapat tujuh kasus yang berhasil diungkap jajaran Polres Malang Kota.
Sebanyak tujuh kejahatan itu antara lain, premanisme, prostitusi, judi, narkoba, penggunaan senjata tajam, dan minuman keras.
Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, mengatakan, dari semua tangkapan itu berhasil pula ditangkap 20 tersangka untuk ditahan. “Sementara ada puluhan pelaku lain yang kami bina atau dikenakan tipiring,” katanya.
Dari ungkap kasus itu, polisi menyita barang bukti berupa 1371 botol minuman keras berbagai merek, senjata tajam, dadu, uang tunai, handphone, celana dalam, sprei dan sertifikat rumah.
Dari semua barang bukti itu, hanya minuman keras yang akan dimusnahkan dalam waktu dekat.
“Kami akan musnahkan semuanya di kantor Balai Kota Malang. Ini semua dilakukan agar saat Ramadan dan lebaran suasana tetap kondusif,” tandasnya.

 

Yasonna Laoly Resmikan Pondok di Lapas Lowokwaru

Menkumham Yasonna Laoly di Lapas Lowokwaru. (deny)

MALANGVOICE – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI, Yasonna Laoly, meresmikan Ponpes At Taubah, di Lapas Kelas 1 Lowokwaru, Malang, Senin (5/6).

Ponpes yang dikelola pihak Lapas Lowokwaru itu baru pertama di Indonesia. Sehingga, Yasonna Laoly sangat memberi apresiasi tinggi pada Ponpes At Taubah.

“Membina keimanan adalah cara terbaik dilakukan lapas,” ujarnya.

Menkumham Yasonna Laoly di Lapas Lowokwaru. (deny)

Setelah menandatangani prasasti tanda peresmian ponpes, Yasonna berpesan pada seluruh santri agar bisa lebih baik menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Saya percaya semakin tinggi iman bisa menjadi lebih baik lagi diri seseorang yang tidak lagi merusak,” lanjutnya.

Seperti diketahui, saat ini sudah ada 400 santri yang menghuni ponpes. Kesemuanya diseleksi dengan ketat agar bisa masuk, antara lain tes baca tulis Al Quran, salat dan pengetahuan agama.

Ponpes yang baru selesai dibangun tahun ini berkapasitas 600 santri. Para santri menghuni sel khusus di dalam pondok.

Dua Siswa SMA 1 Muhammadiyah Malang Jadi Duta Antihoax

Dua siswa SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang didapuk sebagai Duta Antihoax saat foto bersama Ketua AJI Malang, Hari Istiawan usai acara aJi gOes tO School (JOOS), Senin (5/6).(Miski)

MALANGVOICE – Dua siswa SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang, Rifqi Arya Mustofa dan Nabila Aboed Alkatiri, didapuk menjadi duta antihoax. Kedua pelajar tersebut diharapkan turut serta mengkampanyekan antihoax di masyarakat.

Bagi Rifqi, dipercaya sebagai duta antihoax merupakan suatu kehormatan dan sekaligus amanah yang harus diemban.

Siswa SMA 1 Muhammadiyah saat selfie sembari kampanye antihoax.(Miski)

“Berangkat dari sendiri, kemudian mengajak teman-teman dan masyarakat sekitar,” katanya usai mengikuti Talk Show Cerdas Bermedia Sosial yang merupakan serangkaian aJi gOes tO School (JOOS), diselenggarakan AJI Malang dan PROPR Ilmu Komunikasi UMM.

Menurutnya, dampak berita bohong bisa meresahkan masyarakat. Sebagai kaum pelajar, sudah sepatutnya tidak terjebak dalam informasi maupun pemberitaan di media massa.

Meski demikian, siswa kelas X MIPA ini belum pernah mengalami hal tersebut. Namun, beberapa kali mendapat broadcast dan share berita ke laman media sosialnya.

“Dengan mengedepankan dampak, saya yakin teman-teman mulai sadar akan bahaya share informasi dan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ungkap siswa kelahiran 16 Juli 2001 ini.

Senada dengan Rifqi, Nabila, mengakui, menjadi duta antihoax bukanlah tugas mudah. Menurutnya, ada beban dan tanggung jawab sosial untuk menyebarluaskan bahaya antihoax ke masyarakat.

“Sedikit banyak mendapat pengetahuan baru dari para pemateri tadi. Seperti contoh-contoh informasi dan berita hoax dan tindakan apa yang perlu dilakukan,” jelas dara kelahiran 11 April 2000 itu.

Berita bohong sebenarnya tidak akan menjadi viral apabila pengguna media sosial tidak serta merta menyebarluaskan. Pengguna media sosial, lanjut dia, harus cerdas memilah setiap informasi yang diterima.

“Jangan lantas dan mudah percaya. Kecuali sudah jelas fakta dan latar belakangnya,” papar dia.

Keduanya pun optimistis ke depan masyarakat, khususnya pengguna media sosial akan lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi.

“Bukan hanya kami saja, tapi dibutuhkan peran serta semua lapisan masyarakat. Karena, hoax menjadi ancaman bagi persatuan bangsa,” tandasnya.

Perangi Hoax, AJI Malang Dorong Literasi Media Digalakkan

Kegiatan aJi gOes tO School (JOOS) yang berlangsung di SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Fenomena berita bohong atau dikenal dengan hoax sangat meresahkan akhir-akhir ini. Untuk memerangi tersebut dibutuhkan peran serta masyarakat luas, tak terkecuali pelajar.

Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Abdul Malik, mengatakan, AJI mendorong literasi media digalakkan.

Selain itu, AJI mengajak masyarakat lebih cerdas memilih informasi yang benar dan tidak.

“Ketika sudah mengetahui berita itu benar dan tidak. Diharapkan masyarakat ikut kampanye terhadap orang lain, sehingga ada efek domino,” jelasnya dalam acara pembukaan aJi gOes tO School (JOOS), di SMA 1 Muhammadiyah, Senin (5/6).

aJi gOes tO School (JOOS) diselenggarakan atas kerja sama AJI Malang dan PROPR Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Di antaranya Talk Show, Pameran, Mengenal Kegiatan Jurnalis, Pemilihan Duta Antihoax dan Kampanye Antihoax serta Ngabuburit bersama.

Talk Show dengan tema “Cerdas Bermedia Sosial” menghadirkan Pendiri Mediadiet dan Kaprodi Ilmu Komunikasi Unitri, Ellen Meianzi Yasak, Spesialis Media sosial Harian Surya, Adrianus Adhi serta Aktifis Media Sosial, Sophia Mega.

Sementara, Humas SMA 1 Muhammadiyah Kota Malang, Yuni Lestari, mengakui, kegiatan ini bermanfaat bagi siswa. Ke depan, lanjut dia, siswa lebih cerdas menerima informasi dan berita.

“Kami harapkan siswa lebih bijak menggunakan media sosial dan bisa menyaring informasi yang didapat,” ungkapnya.

Ia sepakat berita bohong sangat meresahkan masyarakat. Dampak hoax sangat terasa di masyarakat, bahkan menimbulkan gesekan dan konflik sosial.

“Kalau sudah bisa membedakan informasi yang jelas sumbernya dan tidak. Kami yakin siswa tidak akan serta merta menyebar informasi tersebut”

“Di SMA 1 Muhammadiyah juga terdapat klub jurnalistik, sehingga ini selaras dengan kegiatan di sekokah,” tambahnya.

Ketua PROPR, Rifqy Luqmannurrahmat, menyebut, selain memiliki tanggung jawab tugas kampus, pihaknya merasa punya tanggung jawab sosial ke masyarakat.

“Masalah hoax yang meresahkan misalnya. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menyadarkan pelajar. Berbekal dari pengetahuan tersebut, setidaknya bisa meminimalisir berita bohong,” tandasnya.

Golkar Kecamatan Blimbing Bagi-bagi Takjil

Pengurus Golkar Kecamatan Blimbing membagikan takjil. (istimewa)

MALANGVOICE – Sebagai bentuk peduli sesama di bulan Ramadan, partai Golkar Kecamatan Blimbing berbagi takjil, Minggu (4/6).

Bertempat di Kantor Pimpinan Kecamatan (PK) Blimbing, Jalan Panji Suroso, Arjosari, pembagian 200 bungkus takjil itu dihadiri Fraksi Golkar Dapil Blimbing, Bambang Sumarto, seluruh pengurus HWK, dan pengurus Golkar serta ketua partai kelurahan se kecamatan Blimbing.

Setiap pengguna jalan yang melintasi depan kantor PK Blimbing Golkar sangat senang dan antusias diberi takjil untuk berbuka puasa.

Dalam kesempatan itu, Bambang Sumarto, menyampaikan, bahwa pembagian itu merupakan bentuk terhadap kesetiakawanan sosial dari Golkar.

“Apalagi di bulan suci Ramasan ini, Golkar sangat peduli terhadap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Lebih lanjut, bapak tiga anak itu berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan sekaligus menebar kebaikan pada masyarakat di bulan Ramadan.

“Kegiatan itu sangat bagus. Saya harap bisa terus dilanjutkan di masa mendatang,” tandasnya.

Jokowi Tepis Soal Isu Dirinya Komunis

Joko Widodo

MALANGVOICE – Isu tentang faham komunis sempat disinggung Presiden Joko Widodo, Sabtu (3/6), saat menghadiri Kajian Ramadhan PW Muhammadiyah Jatim, di Dome UMM. Presiden ke-7 RI ini menampik soal bangkitnya faham yang dicetus Karl Marx tersebut.

Soal faham komunis, hal itu disampaikan Jokowi di akhir pidatonya. Belakangan ini, menurutnya, banyak isu beredar tentang bangkitnya komunis. Bahkkan dia menantang kepada siapapun yang mengetahui keberadaan adaya paham komunis, tunjukkan di mana pastinya.

”Banyak isu-isu tentang komunis bangkit, pertanyaannya di mana? kalau memang ada tunjukkan pada saya,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, persoalan komunis juga sempat dikaitkan dengan dirinya sendiri. Bahkan, orang tuanya juga sempat dituding sebagai seorang yang menganut faham tersebut.

”Ini supaya clear. Saya juga dikait-kaitkan (soal komunis), ditarik pula orang tua saya, dan itu tidak logis,” ujarnya. Sebetulnya saya males menanggapi, tapi mumpung ada kesempatan ini, ya ngomong,” imbuhnya.

Jokowi kembali menagaskan, bahwa di masa kepemimpinannya, tidak ada bahkan tidak boleh ada faham komunis. Payung hukum yang melarang faham tersebut tumbuh di Indonesia, menurutnya, telah sangat jelas.

“Aturannya jelas, ada pada TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966,” beber dia.

Terlepas dari itu, Jokowi juga menegaskan perihal persekusi.
Persekusi, menurutnya, sangat berlawanan dengan asas-asas hukum negara Indonesia. Perorangan maupun organisasi apapun, menurutnya, dilarang main hakim sendiri.

”Apalagi atas nama penegakan hukum. Itu (persekusi) tidak boleh dan tidak ada, kita nantinya jadi negara barbar,” jelasnya.

Terkait persekusi, Jokowi telah memerintahkan Kapolri (Jenderak Polisi Tito Karnavian) untuk menindak tegas.

“Perseorangan atau dari kelompok manapun, segera hentikan (praktik persekusi) dan serahkan persoalan yang ada ke aparat hukum dan kepolisian,” pungkasnya.

Jokowi Malah Sambat ke Warga Muhammadiyah?

Presiden RI Joko Widodo didampingi Rektor UMM Fauzan menyapa mahasiswa dan awak media di luar Dome UMM, sore tadi (3/6). (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Safari Ramadhan Presiden RI Joko Widodo di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jadi ajang sambat. Di hadapan ratusan warga Muhammadiyah se-Jatim dan mahasiswa UMM, Presiden juga mengajak membangkitan etika berbangsa dan bernegara yang besar.

Sambat pertama Jokowi, sapaan akrab Presiden RI ke-7 itu adalah beberapa bulan terakhir banyak terjadi saling memfitnah, saling mencela, saling menjelekkan dan saling mendemo.

Anggaran ratusan miliar, menurutnya, terbuang hanya untuk melakukan pengamanan proses demonstrasi tersebut. ”Apa yang salah dari negeri ini? Anggaran kita banyak yang habis untuk hal-hal tidak perlu,” kata Jokowi yang saat itu mengenakan jas almamater UMM.

Sambat berikutnya, Jokowi mengungkapkan, saat ini telah banyak yang lupa tentang arti bersaudara. Indonesia, menurutnya, ada dan lahir dari keberagaman, yakni beragam agama, suku dan ras. Ada 714 suku, 1.100 lebih bahasa lokal, 516 kota/kabupaten, 34 provinsi dan 17.000 pulau.

”Betapa sangat beradabnya kita dengan keberagaman ini,” sambung dia.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak seluruh elemen masyarakat kembali menjadi jati diri bangsa yang besar. Kembali kepada etos kerja yang tinggi, yang disiplin, dan etika berbangsa dan bernegara yang tinggi.

”Meskipun saya tahu yang baik-baik ini ada di Muhammadiyah, maka dari itu saya mengajak jajaran pengurus dan anggota, mengajak bersama kembali kepada hakekat berbangsa dan bernegara yang baik, sehingga bisa kembali konsentrasi hal positif,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan seluruh peserta Kajian Ramadhan yang memenuhi Dome UMM.