04 December 2022
04 December 2022
22.6 C
Malang
ad space

DPUPR Soroti Salah Satu Penyebab Banjir di Kota Malang

Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Musim kemarau identik dengan banyaknya daun kering berguguran. Daun kering ini bisa jadi faktor bencana banjir jika tidak ditangani dengan tepat.

Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, masyarakat harus menjaga kebersihan daun kering dengan mengumpulkan dalam bak sampah.

“Jangan malah kita membuangnya dan menumpuk dengan seenaknya ke gorong-gorong, akhirnya ketika hujan datang, gorong-gorong penuh dengan daun kering dan airnya tidak bisa mengalir. Sehingga menimbulkan banjir,” kata Hadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/8).

Ia melanjutkan, perlu juga dilakukan pembersihan gorong-gorong secara menyeluruh. Seperti mengeruk sedimen, membersihkan barang-barang bekas bongkaran atau barang-barang lainnya,

“Jangan malah dibuat untuk tempat sampah,” ujar pria akrab disapa Soni ini.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Malang, tidak hanya petugas DPUPR, melakukan normalisasi gorong-gorong.

“Mari sama-sama melakukan hal yang positif demi Kota Malang, ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Biduan Korban Arisan Online Mengadu ke Polisi, Ditaksir Kerugian Sampai Miliaran Rupiah

Korban arisan online mendatangi Polresta Malang Kota. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Sejumlah korban dugaan penipuan arisan online mendatangi Polresta Malang Kota, Senin (25/7). Mereka berniat mengadukan admin arisan online yang diduga kabur.

Kebanyakan korban yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut ini mengaku resah karena uang yang disetorkan kepada admin arisan tidak kembali.

Salah satu korban, Vita Alesya, mengatakan uangnya berjumlah Rp11,5 juta belum kembali. Ia mengaku mengikuti arisan online yang dibuat di grup WhatsApp ini karena keuntungan besar.

“Saya awal transfer itu Mei Rp7 juta dijanjikan kembali Rp10 juta. Lalu kedua Rp4,5 juta menjadi Rp6 juta,” kata Vita.

Salah satu korban menunjukkan bukti transfer arisan online. (Deny Rahmawan)

Beberapa korban yang ikut arisan mulai mempertanyakan nasib uang yang ia setor karena admin arisan online yang dikenal dengan nama panggung Ayas Vindy ini menghilang sejak 17 Juli.

Vita menambahkan, para korban bisa berjumlah ratusan orang dengan nominal kerugian bervariatif tergantung jumlah yang disetorkan masing-masing. Ia menduga total kerugian korban mencapai miliaran rupiah.

Sebenarnya kebanyakan korban sudah saling kenal. Hal itulah yang membuat para pengikut arisan percaya dan menyetorkan sejumlah uang kepada Ayas Vindy. Ayas Vindy juga diketahui sebagai biduan dangdut.

Beberapa korban sebelum ini sudah berupaya sendiri mencari keberadaan Ayas Vindy. Akan tetapi Ayas Vindy tidak bisa ditemui hingga akhirnya menempuh jalur hukum.

“Kami masih proses pengaduan, kemungkinan pekan depan akan kami update lagi apakah bisa diterima menjadi laporan atau belum. Kami ingin ada kejelasan dari kasus ini,” harapnya.(der)

PSS Sleman Antisipasi Serangan Balik Arema FC

Pemain PSS Sleman, Dedi Gusmawan dan pelatih Seto Nurdiantoro. (MVoice/Deny)

MALANGVOICE – PSS Sleman akan menghadapi Arema FC di pekan ke-3 Liga 1 2022. Laga ini tersaji di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Jumat (5/8).

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, mengatakan siap tampil maksimal meski tanpa skuad lengkap.

“Memang ada beberapa pemain yang nggak kita bawa seperti Bagus ada Kim, ada Nurdiansyah, yang ada beberapa kendala disitu memang tidak semuanya pemain siap tampil, tapi apapun itu untuk besok pemain lebih bisa tampil lepas seperti di dua pertandingan sebelumnya,” katanya, Kamis (4/8).

Baca Juga: Wujudkan Program Presisi Kapolri, Buher Paparkan Inovasi di Polresta Makota

PSS mempunyai motivasi tinggi jelang pertandingan besok. Pasalnya Tim Super Elang Jawa hanya meraih satu poin di dua pertandingan sebelumnya. Karena itu, ia menginginkan hasil maksimal saat lawan Arema.

Bagi Seto, melawan Arema di kandang sendiri bukan hal mudah. Ia mengaku tim Singo Edan punya kelebihan yang perlu diwaspadai.

“Ada kelebihnan Arema yang perlu diwaspadai, servis bola mati dan serangan balik. Kami antisipasi di sana, mudah-mudahan tidak jadi banyak pelanggaran di area berbahaya,” ungkap Seto.

Selain itu, Arema dianggap memiliki faktor luck yang cukup baik. Ia melihat laga sebelumnya saat melawan PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan, Arema menang tipis melalui gol Sergio Silva di menit 90+5.

“Arema faktor luck cukup besar, saya harus belajar dari Arema gimana cari faktor luck-nya,” celetuknya.

Sementara itu stopper PSS Sleman, Dedi Gusmawan, mengaku sudah siap menghadapi Arema dan menjalankan instruksi pelatih.

“Kita semua sebagai pemain sudah siap menjalankan apa yang diinstruksikan pelatih. Mudah-mudahan kami semua bisa menjalankan instruksi yang diberikan pelatih,” harapnya.(der)

Tingkatkan Profesionalisme dan Skill, Prajurit Korem 083/Bdj Dilatih Menembak

Latihan menembak prajurit Korem 083/Bdj. (istimewa)
Latihan menembak prajurit Korem 083/Bdj. (istimewa)

MALANGVOICE – Ratusan prajurit TNI di bawah Korem 083/Bdj menggelar latihan menembak, Selasa (12/12) di lapangan Rindam V/Brw, Sidodadi, Lawang, Kabupaten Malang. Latihan triwulan IV itu sebagai bentuk memelihara dan meningkatkan kemampuan masing-masing personel.

Dipimpin Perwira Seksi Latihan (Pasi Lat) Mayor inf Prasetyo, sebanyak 110 personel diasah kemampuannya membidik sasaran yang ditentukan dengan senjata pistol serta SS1.

“Latihan menembak tersebut merupakan satu program pembinaan latihan rutin TNI AD yang dilaksanakan setiap 3 bulan,” ungkapnya.

Dengan begitu, setiap personel akan terus terasah dan siap apabila dibutuhkan negara. Selain itu, Prasetyo, berharap para prajurit bertambah sikap profesionalisme saat bertugas.

Pasalnya, menjadi prajurit yang profesional, andal dan militan merupakan suatu kewajiban yang harus dimiliki prajurit Korem 083/Bdj. “Kemampuan menembak senjata ringan ini merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap prajurit. Agar terlatih dan mahir dalam menunjang tugas pokok kedepan yang semakin komplit,” ia menandaskan.(Der/Aka)

Awali Safari Ramadan, Sutiaji Ajak Jemaah Kontrol Pembangunan Kota Malang

Wali Kota Malang Sutiaji safari ramadan di Masjid Al Hidayah Pandanwangi, Selasa (7/5). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Safari ramadan 1440 hijriah Wali Kota Malang Sutiaji diawali di
Masjid Al Hidayah Jalan LA Sucipto Kelurahan Pandanwangi, Selasa (7/5). Momentum itu, Sutiaji ajak jemaah untuk ikut berpartisipasi mengontrol proses pembangunan Kota Malang.

Dalam sambutannya, Sutiaji menyampaikan agar masyarakat Kota Malang dapat terus memberikan dukungan dan turut serta mengontrol pembangunan di Kota Malang.

“Ke depan segalanya akan lebih terbuka, masyarakat dapat langsung mengontrol berbagai program dan alokasi dana yang akan digunakan untuk pembangunan di Kota Malang,” ujar Sutiaji.

Ajang safari ramadan, lanjut dia, meneruskan kegiatan terdahulu. Kegiatan yang positif dan memberikan nilai baik baik ini , menurutnya akan terus dilestarikan.

“Ini adalah malam pertama, tentunya misinya sama hanya saja akan ada penekanan- penekanan akan lebih diletakkan pada situasi saat ini; kegiatan ini akan menjadi media untuk menjelaskan pada masyarakat tentang proses – proses pembangunan,” ujarnya.

Suami Widayati ini menambahkan, bahwa masyarakat perlu tahu apa yang harus dikerjakan oleh walikota dan wakil walikota dalam banyak hal. Terutama tugas terkait pengentasan kemiskinan, meningkatkan kualitas taraf hidup masyarakat kota malang, infrastruktur dan lainnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat dapat segera melaporkan jika ada hal-hal yang tidak benar selama proses pembangunan di Kota Malang sedang berlangsung. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk menjadikan Kota Malang sebagai kota yang bermartabat.

Senada Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko juga mendukung penuh berbagai program dan kegiatan yang telah ditetapkan selama kepemimpinan mereka.

“Semoga kegiatan ini menjadi berkah dan memberikan nilai positif dalam rangka menjalin komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat; masyarakat dapat dengan bebas menyampaikan persoalan yang terjadi untuk segera dicarikan solusi terbaiknya,” jelas pria yang akrab disapa Bung Edy.

Momentum Safari Ramadan ini, telah diserahkan pula bantuan dari Pemkot Malang sebesar Rp 10 Juta kepada takmir masjid Al Hidayah agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masjid. (Hmz/ulm)

Waspada Penyakit Saat Kemarau, Apa Saja?

MALANGVOICE – Saat ini Indonesia tengah dilanda musim kemarau. Di Kota Malang sendiri khususnya, setelah hampir beberapa pekan mengalami suhu udara dingin, kali ini mengalami puncaknya musim kemarau.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Asih Tri Rachmi mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh, sebab di musim ini rentan mengalami berbagai penyakit, di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Syndrome Mata Kering (Dry Eyes), diare, demam tifoid atau tifus, serta heatstroke.

“Paling parah itu adalah ISPA, karena ISPA menyebabkan fungsi pernapasan menjadi terganggu. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan dan menyebabkan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini bisa berakibat fatal, bahkan sampai berujung pada kematian,” kata Asih kepada MVoice, Rabu (15/8).

Sekadar diketahui, ISPA merupakan penyakit yang mudah sekali menular. Orang-orang yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh dan orang-orang lanjut usia akan lebih mudah terserang penyakit ini. Anak-anak juga memiliki risiko yang sama, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sepenuhnya.

“Untuk mengantisipasi tidak menularnya penyakit ini saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker, karena penyakit ini sangat rentan,” pungkasnya.(Der/Aka)

Tampung Kreatif Karyawan, MPM Motor Gelar MPM Inovation Day

MPM inovation day. (Istimewa)

MALANGVOICE – Guna fasilitasi ide kreatif karyawan MPM Distributor dan MPMotor, MPM gelar kompetisi bertajuk MPM Innovation Day. Kegiatan ini diadakan pada 21 hingga 22 Januari kemarin, dan merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan di MPM Learning Centre Sedati Sidoarjo.

Pada tahun 2019 ini merupakan tahun penyelenggaraan yang ke delapan Pagelaran unjuk Kreativitas (PUK) dan kedua MPM Breakthrough dikemas menjadi MPM Innovation Day 2019 dengan tema Reframing The Future.

Ada 45 kelompok kreativitas yang terdaftar dari 11 divisi. Dari jumlah tersebut, yang berhasil menyelesaikan ada 17 kelompok. Kemudian disaring kreatifitasnya hingga menjadi delapan kelompok. Selain itu, ada enam inovasi dari tujuh inovasi yang mengikuti MPM Breakthrough yang kemudian dipilih menjadi tiga inovasi terbaik.

Pada pagelaran kali ini bermacam-macam inovasi yang di hasilkan oleh peserta mulai dari pelayanan ke konsumen hingga proses di lingkungan kerja.

Presiden direktur MPM, Suwito M mengatakan dengan pembaharuan proses kerja yang telah dilakukan oleh karyawan dapat membantu kinerja di lingkungan perusahan.

“Harapannya pada 2019 ini lebih semangat lagi untuk menciptakan inovasi dan menjadikan MPM lebih baik dan menjaga MPM lebih maju,“ katanya.

Pada MPM Innovation Day 2019 ini juga diadakan Town Hall yang juga merupakan agenda rutin tahunan.(Hmz/Aka)

Apresiasi Satgas TMMD Tak Kenal Lelah Melayani Masyarakat

Anggota satgas TMMD Jember. (Istimewa)

MALANGVOICE – Beberapa sasaran yang dikerjakan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 Kodim 0824/Jember memang sudah ada yang mencapai hampir seratus persen, namun ada beberapa titik sasaran yang belum terkerjakan termasuk Jembatan 3X6 meter yang menjadi dambaan masyarakat.

Dalam rangka mengejar target waktu yang semakin menipis Satuan Tugas (Satgas) TMMD bekerja tidak kenal waktu dan cuaca.
Hujan bahkan hingga lembur pada malam hari tak menyurutkan semangat anggota satgas.

Komandan Kompi Satgas TMMD Ke 104 Kapten Inf Suwarno pun memerintahkan kepada seluruh Komandan Pleton untuk melakukan upaya –upaya percepatan agar dalam tenggang waktu yang ditentukan.

Sementara itu Komandan Satuan Tugas (Dansatgas ) TMMD Ke 104 Kodim 0824 sekaligus Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Arif Munawar menyatakan rasa bangganya kepada pasukan Satgas TMMD Ke 104 yang bertugas di Desa Gunungmalang.

“Mereka luar biasa tidak mengenal lelah. Kondisi seperti inilah yang harus selalu kita tunjukkan kepada masyarakat, sebagai TNI yang selalu Semangat dan trengginas dalam bekerja,” katanya.

Ia menambahkan, TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember ini merupakan tanggung jawab semua yang tergabung daalam Satgas TMMD.

“Sehingga hal yang tidak dapat ditawar adalah pekerjaan harus selesai sesuai target waktu yang ditentukan, untuk itu saya bangga karena mereka tidak berhenti meskipun hujan bahkan lembur demi suksesnya TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember,” harapnya.(Der/Aka)

Hari Bhakti Pemasyarakatan, Seluruh Blok Kamar Lapas Lowokwaru Dirazia

Hasil razia di dalam Lapas Lowokwaru. (Istimewa)

MALANGVOICE – Petugas Lapas Kelas 1 Lowokwaru Malang menggelar razia dan penggeledahan setiap blok kamar WBP, Selasa (6/4). Penggeledahan ini dilakukan sebagai rangkaian Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57.

Razia dilakukan bersama tim BNN, Polresta Malang Kota, dan Kodim 0833/Kota Malang.

Hasilnya, petugas gabungan menyita beberapa barang terlarang yang ada di dalam kamar hunian WBP. Barang itu antara lain ponsel, charger, senjata tajam, korek api, dan beberapa peralatan lain.

Petugas merazia kamar hunian WBP Lapas Lowokwaru. (Istimewa)

Kalapas Kelas 1 Lowokwaru Malang, Danang Yudiawan, mengatakan, penggeledahan dilakukan selama dua jam mulai pukul 19.00 WIB. Setiap blok tak luput menjadi sasaran.

“Barang-barang itu kami kumpulkan dan disita. Nantinya kami selidiki darimana datangnya barang itu bisa sampai ke kamar hunian WBP,” kata Danang.

Bagi pemilik barang-barang itu nantinya akan diberi sanksi setelah adanya penyelidikan. Namun, ia bersyukur tidak ditemukan narkoba atau obat-obatan terlarang.

“Setelah penyelidikan itu barang semuanya akan kami musnahkan,” jelasnya.

Danang menyatakan secara tegas akan memperketat pengawasan terhadap WBP. Hal itu tentu bertujuan agar barang terlarang tidak sampai masuk ke dalam, terutama narkoba.

“Kami akan rutinkan razia gabungan seperti ini sehingga terjamin dari barang berbahaya di dalam kamar,” tandasnya.(der)

MCW Minta Kejaksaan Teruskan Penyelidikan Dugaan Korupsi Kayutangan Heritage

Proyek pembangunan Kayutangan Heritage (ilustrasi/Istimewa).

MALANGVOICE – Malang Corruption Watch (MCW) meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang terus mengusut dugaan korupsi proyek Kayutangan Heritage.

Permintaan ini dilontarkan MCW karena Kejari bakal menghentikan penyelidikan perkara tersebut.

MCW menyebut jika korupsi sebagai kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime). Sehingga Aparat Penegak Hukum (APH) diwajibkan untuk aktif mendalami kasus tindak pidana korupsi.

“Untuk itu, kami (MCW, red) meminta Kejari Kota Malang untuk mengusut dugaan kasus korupsi pengerjaan proyek Kayutangan Heritage yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak sehingga menimbulkan kerugian negara,” ucap Wakil Koordinator Badan Pekerja MCW, Ibnu Syamsu Hidayat, saat dihubungi awak media, Rabu (15/7).

Menurut Ibnu, pengerjaan penataan lingkungan Kayutangan Heritage ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan menggunakan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) di Tahun 2019 sebesar Rp1,9 miliar.

“Kejari harus jalan terus dan jangan menghentikan kasus dugaan korupsi pembangunan Kawasan Heritage ini dengan alasan kerugian negara tersebut akan dikembalikan, itu pandangan yang tidak memiliki dasar,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Ibnu, wacana Kejaksaan Kota Malang yang bakal menghentikan dugaan kasus korupsi pembangunan kawasan kayutangan bertentangan dengan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, yakni Pasal 4.

“Dengan begitu, dalam kasus Korupsi, pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3 telah memenuhi unsur-unsur pasalnya, maka pengembalian kerugian negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan pidana terhadap pelaku tindak pidana tersebut,” jelasnya.

Sebab, tambah Ibnu, pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara hanya merupakan factor yang meringankan/mengurangi pidana, bukan mengurangi sifat melawan hukumnya atau tidak menghapus tindak pidana.

“Dalam kasus ini, kami (MCW, red) menilai, dikembalikan sebelum atau sesudah penyidikan tetap merupakan tindakan melawan hukum. contoh. Seorang pencuri, lalu mengambilan barang curian sebelum orang lain tahu, ia tetap tindak pidana pencurian,” tegasnya.

Lantaran, tegas Ibnu, yang memiliki kewenangan dan pengawasan keuangan negara yang memiliki hak untuk memberikan tenggat waktu pengembalian kerugian negara hanya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Hanya BPK yang bisa melakukan itu semua, sesuai dengan Peraturan BPK Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pemantauan Pelaksana Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, Pasal 3 ayat (3),” pungkasnya.(der)