Polsek Sukun Ungkap Kasus Pencurian Laptop di Kos, Dua Orang Diringkus

Salah satu pelaku. (istimewa)
Salah satu pelaku. (istimewa)

MALANGVOICE – Polsek Sukun berhasil mengungkap kasus pencurian laptop pada Jumat 12 Januari 2018 lalu. Dua pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti hasil curian laptop merek Compact.

Pelaku, FAA alias Ferry (41) warga Saptorenggo, Pakis, Kabupaten Malang menjadi eksekutor pencurian laptop milik Erick Setiawan (22) di kos di Jalan Sigura-gura Pondok Harapan Indah, Sukun, Kota Malang.

Pelaku mencari kamar yang kosong kemudian masuk menggunakan kunci yang diletakkan di dalam sepatu.

Pelaku kemudian mengambil laptop dan segera melarikan diri. “Setelah berhasil mencuri, pelaku kemudian menjual laptop ke seseorang berinisial MT (34),” kata Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta, Kamis (25/1).

Dari laporan korban, akhirnya polisi melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Polisi mencium jejak pelaku dan mengamankan barang bukti laptop saat hendak dijual kembali oleh MT.

“Dari tangkapan itu, kami berhasil mengungkap kasus pencurian yang dilakukan Ferry. Keduanya kami amankan ke Polsek Sukun,” lanjut Anang.

Kedua pelaku kini masih berada di dalam tahanan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ferry diancam pasal 362 KUHP, sementara MT dikenai pasal 480 KUHP karena menjadi penadah.(Der/Aka)

BP2D Kota Malang Jemput Bola Beri Pelayanan di Roadshow Bus KPK

Pelayanan BP2D Kota Malang di Jalan Gajahmada. (Istimewa)
Pelayanan BP2D Kota Malang di Jalan Gajahmada. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyemarakkan kegiatan roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi, BP2D juga berpartisipasi dengan membuka stand pelayanan perpajakan di Jalan Gajahmada, pada hari Jumat hingga Minggu besok. Hari terakhir digelar di Jalan Ijen.

Selain dapat memperoleh informasi tentang 9 jenis pajak daerah serta edukasi perpajakan daerah lainnya, warga Kota Malang khususnya para Wajib Pajak juga bisa melakukan pembayaran pajaknya langsung di lokasi (on the spot).

Bersama penyidik (PPNS) Pemkot Malang dan menggandeng aparat penegak hukum antara lain Polres Malang Kota dan Kejaksaan Negeri Malang, bersamaan juga dilakukan giat pemeriksaan gabungan di lokasi.

Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT, berharap partisipasi jemput bola pihaknya kali ini bisa bermanfaat bagi warga Kota Malang, utamanya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Serta juga sebagai upaya mendorong efektivitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas petugas pajak dalam menjalankan tugasnya sehingga mewujudkan semangat anti korupsi,” katanya. (Der/Ulm)

ACT Siap Siaga Bantu Korban Terdampak Kebakaran Hutan

istimewa.

MALANGVOICE – Kebakaran hutan yang terjadi di Pulau Sumatera dan Kalimantan mendapat banyak respon dari seluruh elemen masyarakat, tak terkecuali Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Sebagai lembaga kemanusiaan, ACT melalui tim medisnya sedang melakukan pelayanan medis bagi warga yang terdampak bencana kabut asap. Diketahui memang saat ini di Riau dan Kalimantan Barat telah dinyatakan darurat kabut asap.

Tim medis ACT, Dr. Muhammad Riedha mengatakan, jika kabut asap memang sangat berbahaya bagi kondisi kesehatan masyarakat. Asap yang menyebar dapat menimbulkan efek langsung pada kesehatan. “Dampaknya bisa berpengaruh pada iritasi mata, hidung, tenggorokan, juga alergi kulit,” ungkapnya.

Selain itu, masyarakat bisa saja terjaring infeksi saluran pernapasan atau ISPA dan penyakit alergi seperti asma. Dampak asap terhadap kesehatan juga sangat berpengaruh pada kelompok usia rentan seperti bayi-balita, orang lanjut usia, ibu hamil dan menyusui. Asap yang mengandung polutan berbahaya dapat berpengaruh pada kesehatan mereka.

“Selain melalui udara yang dihirup alat pernapasan, polutan yang terbawa asap bisa juga jatuh ke aliran air atau makanan yang kemudian dikonsumsi makhluk hidup,” paparnya.

Tak hanya itu, tim tanggap darurat hingga posko bencana asap ACT juga turut bersiaga. Hal ini sebagai bukti nyata ACT dalam proses pemadaman api serta menampung bantuan dari masyarakat untuk kemudian disalurkan ke warga terdampak.

Kampanye #BantuMerekaBernapas menjadi semangat dalam menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan. Semangat kebersamaan ini yang akan terus dihidupkan melalui Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan yang digalakkan oleh ACT dengan mengajak seluruh bangsa untuk memberikan kontribusi terbaiknya. Gerakan #IndonesiaDermawan adalah gerakan inklusif yang berusaha mengajak publik berkontribusi menyelesaikan permasalahan kemanusiaan di Indonesia dan dunia berupa advokasi dan implementasi nilai-nilai kedermawanan ke seluruh masyarakat.

Perlu diketahui, hingga saat ini, jumlah hutan dan lahan yang terbakar di seluruh Indonesia mencapai 328.722 hektar dengan luas daerah bahaya hingga 86.455.896 hektar bila dilihat pada situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Data dari Climate Early Warning System (CEWS) BMKG pun menggambarkan sebaran titik panas di Indonesia saat ini paling banyak berada di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Kepala Informasi Pusat Perubahan Iklim, Dodo Gunawan mengatakan, hal tersebut dipengaruhi oleh puncak kemarau yang tengah berlangsung dan ditambah oleh fenomena El Nino yang cukup berpengaruh.

Dari pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (19/9) pagi, kualitas udara di beberapa kota terdampak asap kebakaran lahan dan hutan masih berada di level tidak sehat. Seperti di Pekanbaru, Riau, kualitas udara dengan kosentrasi PM10 atau partikulat yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron, menunjukkan tidak sehat.

Kota lain di Sumatra, seperti Jambi, kualitas masih berada di level sedang. Sebelumnya, pada Kamis dini hari tadi, berada di level sangat tidak sehat. Lain hal dengan di Palembang. Grafik yang dipublikasi BMKG menunjukkan kenaikan level Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), dan kini berada di level berbahaya.

“Jadi saat ini musim kemarau, kondisinya kering, tidak ada hujan, dan kondisi ini juga cukup panjang. Jadi dengan kondisi seperti itu, dapat memicu mudahnya lahan terbakar. Apalagi di tempat-tempat yang saat ini banyak kebakaran hutan dan lahan itu memang lahannya gambut. Jadi itu sangat mudah sekali dan sangat rentan,” ujar Dodo di Gedung BMKG, Jakarta Pusat.

Banyak daerah yang juga berada dalam keadaan darurat asap. Ia mencontohkan Pekanbaru yang pada saat itu nilai ambang batasnya berada di atas 150 mikron. Menggunakan indikator partikulat (PM10) dari BMKG, kualitas PM10 yang lebih dari 150 mikron dapat dikatakan berbahaya.

“Jadi nilai ambang batas yang diperkenankan untuk PM10 itu 150 mikron. Nah, melebihi nilai (150 mikron) itu, berbahaya untuk kesehatan. Jadi itu yang menyebabkan darurat asap karena konsentrasi dari PM10 yang sudah melebihi ambang batas, sehingga berbahaya untuk kesehatan. Dan itu kita lihat tadi ada di provinsi dengan jumlah hotspot (titik panas) yang sangat banyak,” terang Dodo.

Dodo mengatakan, sejauh ini pemerintah sudah mengantisipasi dampak kabut asap seperti dengan membuat hujan buatan, ataupun mengadakan pemadaman langsung dan water bombing.

“Bila hujan dating maka akan sangat efektif menghadapi kondisi sekarang. Di lahan yang sifatnya gambut, kalau kurang air untuk memadamkannya, cuma permukaannya saja yang padam, tapi di bawahnya masih tetap ada api. Jadi asap akan tetap keluar walaupun api di permukaannya sudah hilang. Beda dengan kebarakan di tanah yang biasa,” pungkasnya.(Der/Aka)

Vonis Berubah, Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Dihukum Mati

Kajari Kota Malang, Andi Darmawangsa. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Pelaku pembunuhan mutilasi di Pasar Besar Malang, Sugeng Santoso divonis hukuman mati. Vonis ini mengubah hukuman sebelumnya, yakni penjara 20 tahun.

Vonis hukuman mati ini diputuskan dari MA pada 27 Agustus 2020 dan salinan putusan diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang pada Jumat pekan lalu. Putusan itu diketok majelis yang diketuai Andi Abu Ayyub Saleh.

“Sugeng divonis hukuman mati,” kata Kepala Kejari Kota Malang, Andi Darmawangsa, Senin (14/9).

Dari sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Sugeng hukuman seumur hidup. Namun, PN Malang memvonis Sugeng penjara 20 tahun, atau lebih ringan dari tuntutan jaksa. Vonis itu kemudian diperkuat di tingkat PT Surabaya.

Andi menjelaskan, salinan putusan ini belum diberikan kepada Sugeng dan kuasa hukumnya. Namun, Sugeng berhak mengajukan grasi dan peninjauan kembali (PK).

“Nanti setelah salinan putusan diterima Sugeng dan kuasa hukumnya, kami tinggal menunggu apa langkahnya. Hanya dua itu yang bisa dilakukan, grasi dan PK,” lanjut Andi.

Apabila Sugeng tidak mengajukan grasi atau PK, maka kejaksaan siap membuat surat pernyataan Sugeng menerima putusan itu kemudian kembali diserahkan ke MA.

“Soal pelaksanaan putusannya atau eksekusi itu ya nunggu dari pusat. Kami tidak tahu ya karena eksekusi itu juga dari pusat,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Sugeng Santoso menjadi pelaku tunggal pembunuhan dan mutilasi seorang wanita di area parkir Pasar Besar Malang pada Mei 2019.

Tubuh perempuan tanpa identitas itu awalnya ditemukan terpotong menjadi enam bagian. Polisi kemudian mencari pelaku dari bukti tulisan “Sugeng” di telapak kaki korban.

Sugeng kemudian ditangkap tak jauh dari lokasi dan ditetapkan tersangka. Ia kemudian menjalani beberapa sidang dan divonis 20 tahun penjara di PN Malang.(der)

Pemkot dan Pemkab Malang Segera Tuntaskan Polemik Sumber PDAM

Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Bupati Malang Sanusi. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Polemik pemanfaatan sumber air antara Kabupaten Malang dan Kota Malang tak temui jalan tengah. Tak ingin berlarut-larut, kedua daerah sepakat segera bertemu membahas solusi.

Wakil Bupati Malang, M. Sanusi berharap permasalahan pemanfaatan air di wilayahnya, terutama sumber air Wendit untuk segera diselesaikan. Namun, menurutnya, alangkah ideal agar pemanfaatan air tersebut diberlakukan sistem bagi hasil yang menguntungkan kedua belah pihak.

“Sumbernya kan juga dari Kabupaten Malang. Idealnya memang ada pembagian yang fair (adil) kedua belah pihak dan tidak semata (Kota Malang) mencari keuntungan saja,” kata Sanusi,
belum lama ini.

Politisi PKB ini menambahkan, pihaknya menginstruksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang untuk melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota Malang agar dapat dibahas segera solusi permasalahan sumber air tersebut.

“Masing-masing PDAM dan sekda saya minta ada pertemuan, targetnya selesai ya Januari ini,” pungkasnya.

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, sumber air pada dasarnya merupakan potensi milik negara. Sebelumnya permasalahan yang sama juga sudah dibicarakan bersama dengan difasilitasi oleh Kementerian PUPR.

“Pemahaman harus sama, sebab sumber air itu bukan milik daerah, melainkan potensi milik negara, kita sudah difasilitasi kementrian, ini nanti saya bicarakan duduk bersama -sama, bicara regulatif,” kata Sutiaji.

“Intinya kami tidak ego sektoral, ending (hasil akhir) haruslah kemakmuran masyarakat,” pungkas Politisi Demokrat ini.(Der/Aka)

Jadi Polresta Malang Kota, Polda Jatim Berikan Tambahan Personel dan Pemekaran Wilayah

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan usai mengukuhkan Polresta Malang Kota. (deny rahmawan)
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan usai mengukuhkan Polresta Malang Kota. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Polres Malang Kota kini statusnya naik menjadi Polresta. Pengukuhan perubahan tipe ini dilakukan Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Kamis (28/11).

Naiknya status menjadi Polresta Malang Kota ini berdasar penilaian dan pertimbangan beberapa aspek. Kota Malang dinilai banyak situasi yang berkembang pesat, mulai pendidikan, sektor wisata, dan perputaran ekonomi serta tingkat kriminalitas.

Karena itu, perlu ada penyesuaian kinerja dari Polresta Malang Kota. “Sehingga perubahan tipe ini membawa dampak dan tanggung jawab yang besar bagi setiap jajarannya,” kata Luki.

Untuk menunjang kinerja Polresta Malang Kota yang dipimpin AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, Polda Jatim akan menyiapkan tambahan personel dan peralatan.

Selain itu bakal ada pemekaran wilayah untuk digabung ke wilayah Polresta Malang Kota. Luki menjelaskan, wilayah itu kemungkinan besar yang terdekat dengan Kota Malang di wilayah utara.

“Wilayah ada proses, ada wilayah kabupaten yang dekat dengan kota akan diambil, Singosari dan Lawang tapi nanti akan dibicarakan lebih lanjut,” tandasnya.

Diketahui, imbas perubahan tipe ini membuat penyesuaian di tubuh jajaran Polresta Malang Kota.(Der/Aka)

Sutiaji Imbau ASN Waspadai Bencana

Wali Kota Malang, Sutiaji. (Aziz Ramadani/ MVoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang Sutiaji mengimbau seluruh ASN Pemkot Malang mewaspadai bencana. Hal ini bercermin kepada bencana angin puting beliung atau angin ribut yang melanda Sumberbrantas Kota Batu.

“Saudara kita di Batu, seperti yang kita ketahui bersama sedang dirundung bencana angin ribut, sementara kita pun belum selesai dalam memadamkan api di titik- titik TPA Supit Urang Mulyorejo, Kecamatan Sukun. Ini harus menjadi perhatian dan kewaspadaan kita bersama,” kata Sutiaji, belum lama ini.

Alumnus IAIN Malang ini menambahkan, indikasi akan datangnya musim hujan mulai terlihat. Ia meminta perhatian dan kewaspadaan, terlebih hujan disertai angin.

“Mari hidupkan kegiatan kerja bakti dan bersih – bersih, harus digerakkan serta dilakukan secara masif di setiap wilayah kecamatan maupun kelurahan,” ujarnya

Bencana asap berasal kobaran api TPA Supit Urang, secara khusus Sutiaji memerintahkan Camat Sukun beserta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga wilayah kecamatan Sukun melalui RT/RW, terkait dengan langkah antisipasi terhadap polusi atau pun dampak kesehatan masyarakat.

“Tidak perlu menunggu kejadian, kita harus antisipatif dan pro aktif, ” tegasnya.

Sutiaji juga menekankan agar dihidupkan terus kegiatan rutin jumat bersih dan optimalkan operasi rabu rapi dan tertib. Sutiaji juga menyampaikan empati dan simpati Pemkot Malang dan warga kota Malang kepada Pemkot Batu dan warga kota Batu.

Sementara itu, Plt Kepala Disperkim Kota Malang, Hadi Santoso menjelaskan, Tim Perkim terus melakukan langkah monitoring dan melakukan pemaprasan terhadap ranting- ranting pohon yang rapuh.

“Tentu dengan keterbatasan personil, maka sasaran dilakukan secara bertahap. Itu juga sama kita lakukan melalui satgas PUPR dalam melakukan normalisasi drainase dan saluran air yang terhambat material atau pun sampah yang menumpuk, ” beber pria akrab disapa Soni itu. (Hmz/Ulm)

Pjs Wali Kota Malang Teken Komitmen Bersama Pemberantasan Korupsi

Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wayudi, menghadiri rapat koordinasi dan penandatanganan komitmen bersama program pemberantasan korupsi terintegrasi di Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (Istimewa)
Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wayudi, menghadiri rapat koordinasi dan penandatanganan komitmen bersama program pemberantasan korupsi terintegrasi di Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi, turut menandatangani komitmen bersama pemberantasan korupsi, Selasa (7/3). Bersama Ketua DPRD Kota Malang, Abdul Hakim, prosesi penandatanganan berlangsung di Gedung Grahadi, Surabaya, di sela rapat koordinasi di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Wahid Wahyudi menegaskan, beberapa hal yang menjadi stressing dalam rapat koordinasi ini telah ditindaklanjuti di Kota Malang. Disebutkan, di antaranya e-budgeting dan Unit Pengendali Gratifikasi yang kini telah ada di Kota Malang.

“Tentu kami (Pemkot Malang) terus berkomitmen untuk membangun kualitas penganggaran yang memang pro pelayanan, termasuk dari sisi transparansi dan akuntabilitasnya. Karenanya, sejak awal di Kota Malang, saya tekankan pentingnya pemanfaatan IT,” tambah Wahid Wahyudi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menegaskan komitmen ingin merubah budaya antri korupsi menjadi anti korupsi. “Itu perlu dikonstruksi dengan baik, sungguh-sungguh dan berintegritas,” tegas Soekarwo.

Ditambahkannya, terdapat sejumlah wilayah rawan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Di antaranya tahap penyusunan APBD, pengelolaan Pajak dan Retribusi, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan, Belanja Hibah dan Bantuan Sosial serta Biaya Perjalanan Dinas.

“Khusus untuk tahap penyusunan APBD, meskipun sudah ada e-planning dan e-budgeting tapi masih saja ada (ditemukan) pemerasan dan suap, ini karena faktor (rendahnya) integritas,” sesalnya pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Sementara, La Ode M Syarif, Komisioner KPK RI selaku pembicara utama menyentil para penyelenggara negara untuk belajar dari warisan budaya. Dia memaparkan perbandingan antara bangunan kuno dan masa kini.

“Heritage yang sering kita lihat atau kita datangi sesungguhnya jadi pelajaran berharga. Pelajaran berharga, bahwa bangunan bangunan lama tua bersejarah usianya bertahun tahun, sementara faktor kekinian banyak kualitas gedung saat ini mudah roboh. Ini realita, bahwa ada kesalahan dalam perencanaan, pengerjaan dan atau pengawasannya,” pungkasnya.(Coi/Aka)

Biasa Transaksi di Sawojajar, Kurir Narkoba Diciduk Polisi

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menunjukkan barang bukti hasil tangkapan pelaku narkoba. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Seorang kurir narkoba ditangkap jajaran Satreskoba Polres Malang Kota. Pria berinisial VX alias Viccy (25) asal Lesanpuro, Kedung Kandang, Kota Malang, tak berkutik ketika diringkus di Jalan Danau Kerinci, Senin (10/9).

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menjelaskan, tertangkapnya pelaku berdasar informasi warga yang menyebut adanya transaksi narkoba di wilayah tersebut.

“Setelah kami selidiki ternyata benar ada pelaku. Kami langsung amankan dan geledah pelaku,” katanya, Kamis (13/9).

Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik kecil berisi sabu-sabu yang disimpan di dalam bungkus snack.

Polisi kemudian melanjutkan pemeriksaan ke rumah pelaku dan ditemukan 101,42 gram dan pil ekstasi 50 butir.

“Pelaku itu sebagai kurir yang baru dua pekan bekerja. Dia kerjanya hanya mengantar pesanan. Sekarang pemasoknya masih kami cari,” jelas Asfuri.

Dari setiap mengantarkan pesanan, Viccy diberi upah senilai Rp 50 ribu. Selama ini pelaku mengakui masih empat kali bertransaksi di sekitaran Kota Malang.

“Tentunya ini masih kami kembangkan untuk mendapatkan barang bukti dan bandar yang lebih besar,” tandasnya.

Viccy kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia diancam pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan penjara maksimal 5 tahun penjara. (Der/Ulm)

Beginilah Kepribadian Lukman, Mahasiswa UB yang Tewas Membusuk

Akhmad Muwafik memberikan keterangan soal kematian salah satu mahasiswa Sosiologi. (Anja Arowana)
Akhmad Muwafik memberikan keterangan soal kematian salah satu mahasiswa Sosiologi. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Lukman Arifin, mahasiswa Jurusan Sosiologi, Universitas Brawijaya (UB) Malang, ditemukan di kamar kos dalam kondisi yang sudah membusuk, Senin (7/8) malam.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik UB, Akhmad Muwafik mengatakan, Lukman termasuk mahasiswa yang pendiam dan tidak banyak teman.

“Kalau saya bilang anaknya ini introvert,” tukas dia saat ditemui MVoice.

Lukman juga diketahui sedang mengerjakan skripsi. Namun menurut catatan dosen pembimbing, Lukman masih melakukan konsultasi skripsi satu kali saja.

“Jadi baru mulai mengerjakan (skripsi). Padahal sudah semester 9,” katanya lagi.

Pihak kampus mengaku belum tahu pasti motif Lukman sehingga nekat menghabisi nyawanya sendiri. Dari sisi ekonomi keluarga, orangtua Lukman tergolong mampu. Desas desus Lukman tidak mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) juga ditampik Muwafik. Sampai saat ini, pihak kampus baik Fakultas maupun Rektorat tidak menerima pengajuan keringanan pembayaran uang kuliah dari Lukman.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kematian Lukman diduga karena mengirup/keracunan gas freon. Diketahui dari penemuan di TKP sebuah tabung freon dan slang yang masih menempel di mulut korban.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria