Wali Kota Malang Sosialisasikan ‘Rambu-Rambu’ Selama Ramadan 1440 Hijriah, Ini Rinciannya

Wali Kota Malang Sutiaji saat sosialisasi bulan suci Ramadan di Hotel Savana, Jumat (3/5). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang Sutiaji resmi mengeluarkan aturan tertulis selama Ramadan 1440 hijriah. Orang nomor satu di Pemkot Malang ini mensosialisasikan aturan itu kepada seluruh forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, penguasa hiburan malam, hotel dan restoran di Hotel Savana, Jumat (3/5). Berikut isi pengumuman yang ditekennya 30 April;

Pengumuman Walikota Malang Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Menyambut dan Menghormati bulan suci Ramadan 1440 Hijriah

Dalam rangka menyambut dan menghormati bulan suci Ramadan 1440 Hijriah Pemerintah Kota Malang mengumumkan kepada seluruh masyarakat Kota Malang khususnya;

A. Bagi umat Islam untuk:
1. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT dalam menjalankan segala perintahnya dengan melaksanakan ibadah puasa dan ibadah sunnah lainnya serta menjauhi larangannya

2. Memberikan suri tauladan yang baik serta meningkatkan amal sosial

3. Melaksanakan syiar agama sehingga tampak dan terasa dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di negara kita yang berketuhanan yang maha esa

4. Melaksanakan pembayaran zakat infaq dan shodaqoh untuk disalurkan kepada fakir miskin yang berhak menerima

5. Meningkatkan usaha dan kegiatan pendidikan keagamaan dalam bentuk ceramah keagamaan di masjid musala dan langgar serta tempat-tempat ibadah yang sudah ditentukan

B. Bagi pemeluk agama selain Islam diharapkan

1. Kesadaran dan kesediaan saling menghormati saudara sebangsa dan setanah air yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan

2. Mengusahakan untuk tidak makan minum serta merokok secara demonstratif baik di warung maupun di tempat lainnya atau perbuatan-perbuatan lain yang dapat mengganggu perasaan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa ramadan

3. Bagi warga yang mengadakan pesta pernikahan atau pesta peringatan lainnya pada siang hari harus dilakukan di tempat tertutup

C. Bagi para pengusaha

1. Diskotik, panti pijat, spa, pub, bar , karaoke, cafe dan klub malam ditutup

2. Panti pijat tunanetra pijat refleksi dan spa khusus wanita buka seperti biasa

3. Spa, shiatzu, diskotik, bar, karaoke, cafe dan klub malam yang merupakan bagian dari fasilitas Hotel ditutup

4. Billiard dibuka mulai pukul 23 WIB hingga pukul 02.00 WIB

5. PlayStation permainan ketangkasan sejenisnya dibuka mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB kecuali pada hari Minggu buka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB

6. Warnet tutup pukul 17.00 WIB – 21.00 WIB

7. Bioskop dibuka mulai pukul 13 .00 WIB sampai pukul 17.00 WIB dan selanjutnya dapat dibuka kembali mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB kecuali pada hari Minggu buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB dan buka kembali mulai pukul 20.00 WIB hingga 24.00 WIB

8. Bagi pengusaha restoran Rumah Makan warung makan dan minuman depot makan dan minuman yang buka pada siang hari agar menutup jendela atau menutup dengan kain atau alat penutup lainnya sehingga tidak tampak langsung dari luar sedangkan bagi restoran atau rumah makan yang ada fasilitas live musik tunggal seperti piano atau keyboard fasilitas live musik disebut hanya boleh diselenggarakan pukul 17.00 WIB hingga pukul 21 .00 WIB

9. Bagi restoran rumah makan dan sejenisnya yang ada fasilitas live musik musik tunggal seperti piano atau keyboard fasilitas live musik bernuansa islami pada pukul 17.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB dengan tingkat volume yang rendah dan tidak mengganggu

10. Bagi pedagang takjil pengisi bulan dan pelaku promosi diperbolehkan dengan ketentuan sebagai berikut;
A. tidak berada pada jalan
B. tidak menutup Jalan
C. tidak mengganggu lalu lintas
D. tidak menutup akses jalan keluar atau masuk rumah atau tempat usaha atau bangunan
E. pelaksanaan kegiatan mulai pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB dengan toleransi waktu 30 menit sebelum mulai dan setelah pelaksanaan kegiatan
F. membuang sampah ke tempat pembuangan sampah terdekat dan
G. berpakaian nuansa muslim atau sopan

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.(Der/Aka)

Pegawai Toko Kena Tipu, HP Amblas

Aksi pelaku terekam CCTV. (istimewa)

MALANGVOICE – Aksi penipuan dan pencurian dialami penjaga toko di makanan ringan di Landungsari, Lowokwaru, Kota Malang. Korban, Yeti Fitriani (19) terpaksa kehilangan HP miliknya.

Aksi itu diketahui terjadi pada Senin (17/9). Saat itu Yeti sedang bekerja seperti biasa di dalam toko. Dalam kondisi yang sepi, korban didatangi seseorang yang diduga sebagai maling.

Kepada wartawan, korban mengaku pria tersebut bertingkah kenal dengan bos Yeti yang bernama Johan. “Dia tanya apa bos saya ada di toko ini,” katanya.

Setelah beberapa berbincang, pelaku meminjam HP korban dan berdalih akan memfoto sebuah pekarangan pesanan bos korban.

“Dia bilang mau cek tanah. Saya percaya saja, soalnya HP nya jadul,” lanjut korban.

Beberapa saat kemudian korban mencoba mengonfirmasi kepada bosnya. Namun, ia terkejut karena bosnya tak pernah menyuruh siapapun ke toko. Yeti akhirnya sadar menjadi korban pencurian. Ia segera melapor ke Polres Malang Kota.

Beruntung Yeti masih mengingat ciri-ciri korban dan ada bukti rekaman CCTV toko yang bisa diserahkan ke polisi. “Pelaku terekam CCTV. Semog bisa segera tertangkap,” tandasnya. (Der/Ulm)

Personel Pengamanan TPS di Lapas Ditambah

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Ratusan personel baik TNI maupun Polri telah disiapkan guna mengamankan Pemilu pada Rabu (17/4) di seluruh TPS Kota Malang.

Kendati demikian, ada TPS rawan dan harus mendapat penjagaan ketat dari anggota pengamanan. TPS tersebut yakni yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Ada dua TPS rawan, yakni di Lapas Lowokwaru dan Sukun,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, Selasa (16/4).

Guna mengantisipasi adanya kecurangan di Lapas, dijelaskan Asfuri pihaknya telah menyediakan beberapa personel Polri.

Perlu diketahui, Polri telah menerapkan pola pengawasan 1 banding 3. Atau 1 personel polisi mengawasi 3 TPS yang tersebar di setiap wilayah.

“Kalau di TPS lain polisi yang berjaga hanya 1. Tetapi kalau di Lapas kami lebihkan. Karena di lapas kondisinya berbeda,” paparnya.

Lebih lanjut, Asfuri mengimbau kepada masyarakat untuk melapor kepada petugas apabila terjadi kecurangan atau kondisi yang tidak kondusif saat pencoblosan berlangsung.

“Nanti kami back up dan tindak lanjuti kalau ada yang tidak beres,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Bung Edi Menekankan Pentingnya Derajat Kesehatan Lansia

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menghadiri Pra Musrenbang Lansia RKPD 2021 digelar Barenlitbang Kota Malang di Hotel Savana, Kamis (21/11). (Humas Pemkot Malang)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menghadiri Pra Musrenbang Lansia RKPD 2021 digelar Barenlitbang Kota Malang di Hotel Savana, Kamis (21/11). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Pemkot Malang memberikan perhatian serius terhadap keberadaan warga lanjut usia alias lansia. Menjadi fokus utama program kerja salahsatunya tentang meningkatkan derajat atau taraf kesehatan lansia.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat menghadiri Pra Musrenbang Lansia RKPD 2021 digelar Barenlitbang Kota Malang di Hotel Savana, Kamis (21/11).
Ia menekankan pentingnya menghimpun beragam pemikiran dalam merumuskan serta menyusun program kegiatan pembangunan kota Malang untuk tahun anggaran 2021.

“Salah satunya dari bapak atau ibu lansia. Terlebih angka harapan hidup di Indonesia dari waktu ke waktu makin baik,” ujar pria akrab disapa Bung Edi ini.

Angka harapan hidup di Kota Malang pada kisaran 72 tahun.

“Ini artinya kesadaran hidup sehat makin baik, maka maknanya peran Lansia semakin diharapkan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, patut diprioritaskan adalah membangun derajat kesehatan. Karena, menurutnya, begitu faktor itu terwujud, maka aspek kemandirian, sejahtera, dan bermartabat akan otomatis terbangun.

“Dan dengan potensi pengalaman lansia, itu yang harus dimanfaatkan secara positif dan konstruktif, sehingga dengan pengalaman itu juga yang menyimpan dan menjadi sejuta energi pembangunan kota Malang,” urai Politisi Golkar ini.

Secara khusus, Bung Edi juga menekankan pentingnya mengoptimalkan secara terus menerus kawasan ramah lansia. Diantara parameternya adalah mewadahi secara baik fasilitasi kesehatan lansia, kemandirian, pengkayaan taman taman lansia, posyandu lansia serta aksesibilitas infrastruktur yang memadai dan ramah lansia.(Hmz/Aka)

Begini Tips Bangkitkan Semangat Kerja Usai Libur Lebaran

Ilustrasi seseorang sedang bekerja di kantoran (www.womantalk.com)
Ilustrasi seseorang sedang bekerja di kantoran (www.womantalk.com)

MALANGVOICE – Libur lebaran telah usai, sekitar sepuluh hari lamanya Anda sudah melewatinya bersama keluarga dan orang tercinta selama lebaran. Nah, sudah saatnya kembali beraktivitas seperti biasa.

Namun, euforia libur lebaran sulit dihilangkan. Sehingga membuat semangat untuk kembali bekerja jadi menurun. Gimana tidak, libur lebaran memanjakan kita dengan banyak makanan lezat, waktu berkualitas dengan keluarga dan berbagai hal menyenangkan lainnya.

Guna membangkitkan semangat bekerja, berikut MVoice paparkan beberapa tips agar Anda kembali semangat bekerja setelah libur lebaran.

1. Ingat Kembali Tujuan Awal Bekerja

Pertama kali yang harus kamu lakukan coba untuk mengingat kembali, apa yang menjadi tujuanmu bekerja. Semisal Anda ingin naik pangkat menjadi manager di kantormu.

Nah, jadikan tujuanmu itu sebagai motivasi. Dengan mengingat hal tersebut, akan membuatmu semangat untuk kembali bekerja. Karena waktu santaimu telah berakhir dan sekarang saatnya kamu mengejar mimpimu kembali.

2. Susun Kembali Jadwal Kegiatanmu

Saat semangat sudah berkumpul, mulailah untuk membuat jadwal kegiatanmu kembali.
Hari libur yang terbilang lama sering membuat kamu lupa pada planning dan jadwalmu.

Buka note book kamu dan susun lagi jadwalmu. Apa yang sudah kamu lakukan dan apa yang akan kamu lakukan setelah liburan ini. Tulis kembali resolusi terbaikmu di sana.

3. Datang ke Tempat Kerja Lebih Awal

Libur telah berakhir, artinya semua akan kembali ke rutinitas semula. Biasanya kemacetan akan kembali terjadi. Agar mood kamu tetap terjaga dan terhindar dari kemacetan, usahakan berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya.

4. Tampil Beda

Dengan tampil beda di minggu awal kerja usai liburan dinilai akan menjaga mood-mu. Misalnya, mengenakan pakaian yang jarang di pakai atau mengubah tatanan rambut dan menambah sedikit polesan make up agar terlihat fresh.(Der/Aka)

Sah, Akhirnya Kota Malang Punya Perda Cagar Budaya dan KTR

Ketua DPRD Kota Malang, Abdul Hakim, menandatangani pengesahan Ranperda. (Muhammad Choirul) 

MALANGVOICE – Kota Malang akhirnya memiliki Perda Cagar Budaya dan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dua Ranperda tersebut disahkan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (3/1).

Sebelumnya, dua rancangan regulasi ini sempat mengalami pembahasan alot baik di tingkat Panitia Khusus (Pansus) maupun rapat bersama antara eksekutif dan legislatif. Namun, dalam pandangan akhir fraksi hari ini, mayoritas fraksi menyepakati dua Ranperda tersebut.

Dengan begitu, Ranperda bisa diundangkan menjadi Perda yang sah dan mengikat secara hukum. Ketua DPRD Kota Malang, Abdul Hakim, menegaskan, pengesahan ini tak lepas dari penggodokan panjang yang sebelumnya sudah dilakukan sesuai dengan tahapan berdasar aturan peraturan perundangan.

“Ranperda ini  juga sudah dikirimkan kepada provinsi dan mendapatkan evaluasi oleh Gubernur Jawa Timur,” kata politisi PDIP iki kepada awak media yang juga mengikuti jalannya Rapat Paripurna.

Setelah melalui berbagai proses tahapan tersebut, maka Ranperda ini akan segera dikirimkan kepada eksekutif untuk segera diterapkan. Hakim menilai, keberadaan dua aturan ini sangat penting sebagai payung hukum bagi masyarakat.

“Kami berharap aturan ini bisa berjalan dengan efektif dan membawa dampak yang baik bagi masyarakat dalam upaya menjaga Cagar Budaya di Kota Malang maupun untuk membatasi ruang bagi para perokok aktif di area publik,” pungkasnya.(Coi/Aka)

Mempesona, Ini Dia Penampakan Jembatan Kaca di Jodipan

Para model turut menyemarakkan peresmian jembatan kaca. (Muhammad Choirul)

Kurangi Pemakaian Plastik, Siswa SDN Sukun 1 Bagikan 600 Kantong Kertas

Aksi siswa - siswi SDN Sukun 01 bagi - bagi kantong kertas memperingati HPSN, Kamis (21/2). (Linda)

MALANGVOICE – Siswa – siswi SDN Sukun 1 Kota Malang membagikan ratusan kantong kertas, Kamis (21/2). Total ada 600 lembar kantong kertas dibagikan ke pedagang pasar dan toko -toko di sekitaran kawasan sekolah.

Bagi – bagi kantong kertas ini memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh tepat hari ini. Tujuannya menggugah kesadaran agar mengurangi penggunaan kantong plastik yang semakin mengkhawatirkan bagi kelestarian lingkungan. Ya, aksi ratusan siswa – siswi didominasi kelas 4 dan 5 itu merupakan wujud kepedulian mereka terhadap maraknya sampah plastik yang merusak.

Kantong kertas tersebut juga dibuat oleh siswa-siswi sendiri dengan total 20 buah per siswa.

Koordinator Kegiatan, Juliono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran siswa-siswi akan pentingnya menjaga lingkungan. Terutama agar bebas dari sampah plastik.

“Bukan hanya soal pemberian gratis kami kepada pedagang tetapi yang paling penting adalah menumbuhkan kesadaran siswa-siswi agar mengurangi penggunaan plastik,” jelasnya.

Juliono menambahkan, juga sangat penting menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pedagang soal penggunaan sampah plastik yang merusak lingkungan.

“Seperti diketahui Indonesia menduduki peringkat kedua untuk produksi sampah di dunia, dan itu sangat memperihatinkan, makanya butuh kesadaran dari banyak pihak untuk mengurangi produksi tersebut. Salah satunya dengan pemanfaatan kertas,” urainya.

Pembagian kantong kertas ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan tahun sebelumnya, yakni kegiatan kampanye dengan pemberian stiker sosialisasi di jalan sekitar sekolah.

“Tahun lalu hanya kampanye saja dengan memberi stiker peduli lingkungan, tahun ini baru kita aksi dengan memberikan secara lansung kepada masyarakat,” sambung dia.

Selain membagikan kantong keretas, mereka juga melakukan pemungutan sampah.

“Jadi selain anak-anak membagikan kantong kertas, guru-guru di sini juga dikerahkan untuk memungut sampah di daerah Bimasakti dan Puskesmas Sukun,” pungkasnya. (Der/Aka/MG2)

Polisi Amankan Seprei dan Pakaian UY Berbekas Darah dari Kamar Kos

Panit Reskrim Polsek Lowokwaru, Iptu Didik Arifianto. (deny rahmawan)
Panit Reskrim Polsek Lowokwaru, Iptu Didik Arifianto. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kasus pembuangan bayi kini diserahkan ke Unit PPA Polres Malang Kota. Sebelumnya, polisi sektor Lowokwaru memeriksa beberapa orang sebagai saksi termasuk UY (23), mahasiswi asal Sidoarjo yang kos di Jalan Joyo Tambaksari, Merjosari.

Polisi juga sempat melakukan olah TKP di tempat kos UY, Kamis (11/1) malam. Dalam penyelidikan itu, polisi mengamankan beberapa barang bukti.

“Saat olah TKP di kamar UY ditemukan bekas darah di seprai dan pakaian yang dipakai kemarin malam. Keduanya kami bawa,” kata Panit Reskrim Polsek Lowokwaru, Iptu Didik Arifianto.

Bayi tersebut, kata Didik, lahir pada rentang waktu Rabu (10/1) malam hingga Kamis (11/1) dini hari. “Korban sendirian di kamar,” lanjutnya.

Sementara itu, UY kini mendapat pendampingan dari Women Crisis Center (WCC) Dian Mutiara. Pendampingan itu berupa bantuan psikologis dan hukum.
“Dia merupakan korban pemerkosaan. Alasan UY tidak cerita karena takut ketahuan anak kos dan membebani orangtuanya. Kami bakal terus mendampingi UY,” tandas pendamping psikologis UY, Maryam Jameela.(Der/Aka)

Seorang Warga Jalan Lembayung Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Kamar

Proses evakuasi korban dari dalam rumah. (istimewa)

MALANGVOICE – Seorang warga di Jalan Lembayung, Bumiayu, Kedung Kandang, Kota Malang ditemukan tak bernyawa, Kamis (20/12).

Korban, M Riyono (31) ditemukan tergeletak di rumahnya sendiri sekitar pukul 17.30 WIB. Informasi yang didapat, saat itu ada seorang rekannya yang hendak masuk ke dalam rumah dengan maksud meminta nomor handphone.

Namun, saksi tersebut justru melihat korban dalam kondisi telentang di atas kasur. Karena dipanggil tidak ada respon, saksi memeriksa korban dan ternyata sudah kaku tidak bernapas. Saksi kemudian memanggil tetangga sekitar.

Beberapa saat kemudian warga datang bersama anggota polisi mengevakuasi korban.

Kasubbag Humas Polres Malang Kota, Ipda Made Marhaeni, mengatakan, berdasar keterangan warga, korban terakhir diketahui pada Rabu (19/12) kemarin dan sempat mendengar korban di kamar mandi pada pukul 2.00 WIB.

“Informasinya, korban punya riwayat sakit jantung. Korban sempat dibawa ke RSSA sebelum diserahkan kembali ke keluarga untuk dimakamkan,” jelas Marhaeni. (Der/Ulm)

Komunitas