Kian Dekat Hari Pencoblosan, Wanedi Optimis Menang

Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi. (Muhammad Choirul)
Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pasangan Calon (Paslon) Menawan kian semangat menyongsong pelaksanaan Pilwali 2018. Pelaksanaan pencoblosan yang tinggal menghitung hari, justru kian membangkitkan daya juang pasangan ini.

Calon Wakil Wali Kota Malamg nomor urut 1, Ahmad Wanedi, optimis memenenangkan pesta demokrasi lima tahunan ini. Sebab berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan oleh tim, Paslon ini unggul dari paslon lain dengan mutlak.

Meski tidak menyebutkan angka hasil survei, namun terdapat beberapa indikator yang menguatkan hal tersebut. Ini tidak lepas dari kekuatan partai pengusung dari PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PPP dan Nasdem yang masih solid dan terus bergerak.

PDI Perjuangan diketahui merupakan partai pemenang Pileg dengan raihan suara hampir mendekati 100 ribu. Belum lagi empat partai pengusung dan pendukung dari PAN, PPP, Hanura dan NasDem diketahui memiliki basis massa yang kuat.

Kekuatan itu masih ditopang dengan relawan, kalangan nasionalis serta kalangan Muslimat hingga Fatayat yang sudah mendeklarasikan untuk memenangkan Paslon Menawan.

“Insya Allah kemenangan sudah dekat, semoga Kota Malang akan lebih baik di masa mendatang,” tegas Wanedi.(Coi/Ak)

Koalisi Enam Partai, Lawan atau Kawan Petahana?

Pertemuan antara Golkar, PPP, Demokrat, Gerindra, PAN, dan Hanura membahas rencana koalisi besar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kans koalisi besar enam partai kian terbuka lebar. Konsolidasi terus dilakukan enam partai tersebut, yakni Golkar, Hanura, PAN, PPP, Gerindra, dan Demokrat.

Pertemuan yang digelar Minggu (17/12) lalu di Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang memberi sinyal bahwa koalisi ini segera terbentuk. Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban, menegaskan, komunikasi lebih intensif bakal terus dilakukan.

“Memang sejak awal pertemuan – pertemuan dengan enam partai ini sudah direncanakan. Tentu kami menyamakan persepsi untuk bagaimana membangun Kota Malang, bagaimana partai-partai ini bisa bersama saat Pilwali,” ujar Nanda, sapaan akrabnya, belum lama ini.

Meski demikian, enam partai ini belum spesifik membahas pasangan calon yang akan diusung. Jika mengacu pada dinamika politik saat ini, terdapat beberapa nama kuat untuk diusung.

Nanda sendiri sudah mendapat sinyal ‘lampu hijau’ dari tiga partai, yakni Hanura, PAN, dan PPP. Selanjutnya, Partai Golkar juga memiliki sosok penting yang digadang – gadang bakal ikut bertarung dalam Pilwali, yakni Sofyan Edy Jarwoko yang tak lain Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang.

Selain itu, dari Demokrat terdapat nama Gufron Marzuqi yang merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang. Ketiga nama yang telah disebutkan itu sebelumnya sempat dikabarkan bakal mendampingi petahana, Anton.

Nanda sendiri belum lama ini diminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang untuk menjadi kandidat N2 mendampingi Anton. Sementara, dalam beberapa konsolidasi internal Partai Golkar, Sofyan Edy Jarwoko juga sempat didorong para kadernya untuk mengambil posisi N2 pendamping Anton.

Sedangkan nama terakhir, yakni Gufron Marzuqi, bahkan terdaftar sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Malang dalam penjaringan yang digeber PKB. Praktis, kemungkinan gerbong enam partai ini menjadi kawan petahana cukup terbuka.

Di sisi lain, spekulasi memilih sebagai penantang petahana juga mencuat. Apalagi, jika benar-benar terbentuk, kekuatan enam partai ini terbilang amat kuat.

Dari daftar perolehan kursi sendiri, enam partai ini total mengantongi 24 kursi legislatif. Jumlah itu tentu lebih dari cukup untuk mengusung pasangan calon sendiri yang berpotensi mematahkan dominasi petahana.

Apalagi, sejauh ini Anton baru mendapat dukungan tiga partai, yakni PKB, PKS, dan Nasdem, dengan total kursi legislatif hanya 10. Meski demikian, belum ada keputusan final gerbong enam partai ini bakal menjadi kawan atau lawan petahana dengan mengusung pasangan calon sendiri.

“Belum bicara calon, sifatnya masih general, masih akan ada pertemuan berikutnya,” imbuh Nanda. Hal senada diungkapkan Sofyan Edy Jarwoko. Pria yang akrab disapa Bung Edy ini menyebut, jika perlu komunikasi lebih lanjut untuk membahas hal ini.

“Kami harus tahu dulu, siapa calon yang disodorkan partai-partai ini. Saya yakin semua sudah menyiapkan,” tambah mantan Anggota DPRD Kota Malang ini.

Di sisi lain, Bung Edy juga terus mengikuti perkembangan peta politik di Kota Malang. Melalui sejumlah media, dia pun juga telah mendapat informasi perihal Nanda yang didukung PAN, Hanura dan PPP.

“Namun ini belum final, termasuk siapa wakilnya, masih jauh berbicara itu. Kami masih membahas visi misi ke depan agar bisa membangun Kota Malang lebih baik,” pungkasnya.(Coi/Yei)

BPF Malang: Kondisi Sekarang Waktu Tepat Investasi Emas

Pimpinan cabang BPF Malang, Andri. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Adanya vaksinasi di Indonesia diprediksi semakin memperkuat sektor perekonomiannya setelah sempat lesu pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Hal ini diamini pimpinan cabang Best Profit Futures (BPF) Malang, Andri.

Andri mengatakan, adanya vaksinasi merupakan angin segar bagi perekonomian termasuk investasi berjangka.

“Kami doakan vaksinasi di Indonesia bisa lancar dan menambah laju ekonomi masyarakat,” katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Sebenarnya masa pandemi seperti ini banyak nasabah yang justru berinvestasi ke emas pada pasar komoditas. Andri mengatakan, harga emas cukup menarik pasar. Hal ini juga dipengaruhi beberapa indikator. Selain pandemi, kondisi pasca kerusuhan di gedung Capitol Amerika beberapa waktu lalu merupakan indikator utama pergerakan harga emas. Karena ketika dollar Amerika turun, diikuti harga emas tinggi.

Saat ini emas berada di kisaran 1.837 hingga 1.845/ troy ounce.

“Jadi sekarang waktu tepat berinvestasi emas karena kondisi dollar AS melemah. Ini juga adanya pelantikan Presiden terpilih Joe Biden,” ujarnya.

“Namun dengan terpilihnya Joe Biden itu juga punya pengaruh positif terhadap harga emas, karena dia kan seorang demokrat, mendukung pergerakan harga emas. Jadi ada 2 faktor itu,” ia menambahkan.

BPF Malang sendiri pada tahun ini mengarapkan adanya penambahan nasabah sebanyak 25 persen dari tahun lalu, yakni 300 nasabah baru. Pada 2020 tercatat ada 289 nasabah dengan kenaikan 39,61 persen.

Salah satu upaya agar menumbuhkan nasabah baru itu adalah terus menerapkan fondasi yang ditanamkan melalui brand values yaitu fairness, commitment, communicative, caring.

“Tahun ini kami pertajam lagi perbanyak wakil pialang sehingga semuanya berjalan terus malah meningkat. Kegiatan kerja sama kuliah tamu dan CSR kami jalankan terus serta transaksi naik 25 persen mencapai 128 ribu lot,” tandasnya.(der)

Panglima TNI : Bahaya Proxy War, Tak Jelas Siapa Kawan Maupun Lawan

Panglima TNI memaparkan bahaya proxy war di UIN Malang. (Anja a)
Panglima TNI memaparkan bahaya proxy war di UIN Malang. (Anja a)

MALANGVOICE – Dalam beberapa kesempatan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo kerap kali memberikan pernyataan mengenai bahayanya proxy war.

Ketakutan itu sering diungkapkannya saat masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan TNI Darat (KSAD). Menurutnya, proxy war adalah kekuatan besar yang memainkan perannya secara tidak langsung melalui pihak ketiga.

“Melalui perang proxy, tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan dari jauh,” kata Gatot saat memberikan ceramah di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Jumat (24/11).

Gatot mengatakan, perang proxy merupakan kepanjangan tangan suatu negara berupaya mendapatkan kepentingan strategisnya. Namun demi menghindari keterlibatan secara langsung dengan melakukan perang yang mahal dan berdarah.

“Perang ini, kita tidak dapat mengenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan, karena musuh sendiri mengendalikan non state actors dari jauh. Contoh keberhasilan proxy war bisa dilihat dari negara Suria. Jangan sampai Indonesia yang damai tenteram porak poranda terpecah belah karena provokasi,” jelasnya.

Menurutnya, proxy war ada karena perkembangan jumlah penduduk yang semakin pesat. Bayangkan saja, bumi yang hanya menampung 4 miliar penduduk saja, kini terisi 7 miliar penduduk. Artinya penduduk sudah overload. Ini menyebabkan ketersediaan pangan menipis, pola hidup berubah, jumlah kematian anak dan bayi meningkat, perkembangan pesat teknologi dan sosial media. Dari situlah proxy war lahir.

Di Indonesia, jelasnya, proxy war sudah berlangsung dalam beragam bentuk. Selain gerakan separatis, upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah jurus. Di antaranya demonstrasi massa, sistem regulasi yang merugikan, maupun bentrok antar kelompok.

“Demonstrasi yang membawa tuntutan tidak masuk akal dan bersifat memaksa misalnya patut dicurigai sebagai indikasinya proxy war di Indonesia,” jelasnya.

Di luar kejadian antar-kelompok, banyaknya bentrok di Tanah Air di kalangan pelajar hingga mahasiswa juga menyita perhatian jenderal bintang empat kelahiran Tegal itu.

“Apakah pertikaian antar kelompok yang terjadi di Indonesia bukan sengaja diciptakan dan didesain oleh aktor dalan negeri yang dikendalikan oleh negara lain,” tegasnya.

Sebagai solusinya, jelas Nurmantyo yang pernah menjabat sebagai Pangkostrad itu, semua komponen perlu back to basic. Memahami bahwa cinta dan kepedulian terhadap kepentingan negara harus menjadi kepentingan tertinggi di atas segala-galanya.(Der/Aka)

Anton Ajak ASN dan TNI – Polri Jaga Netralitas di Tahun Politik

Wali Kota Malang, H Moch Anton, bersama jajaran Forkopimda. (Istimewa) 
Wali Kota Malang, H Moch Anton, bersama jajaran Forkopimda. (Istimewa) 

MALANGVOICE – Pada 2018 ini Kota Malang menggelar dua agenda pesta demokrasi, yakni Pilgub dan Pilwali. Segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI – Polri diharapkan mampu menjaga netralitas di tahun politik ini. 

Hal itu diserukan Wali Kota Malang, H Moch Anton, saat upacara rutin gabungan di Alun-Alun Merdeka, Rabu (17/1). “Saya berharap seluruh ASN, TNI dan Polri agar dapat menjaga netralitas dalam Pilkada sebagaimana diatur dalam undang-undang tentang Pilkada, undang-undang tentang ASN, TNI maupun Kepolisian,” kata Anton.

Lebih lanjut, Anton menekankan, kebersamaan dan keguyuban antar lembaga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. “Kebersamaan yang kuat antara ASN, TNI dan Polri diharapkan mampu mensukseskan dua agenda tersebut,” imbuhnya.

Forum kebersamaan seperti upacara gabungan ini bisa menjadi jembatan komunikasi dan koordinasi antar lembaga. Ajang ini digeber dengan harapan mampu menciptakan suasana yang kondusif dan aman.

“Dengan adanya kebersamaan, saya yakin dan percaya masalah yang terjadi dapat dipecahkan bersama. Upaya ini akan berujung pada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat,” tukasnya.

Dalam upacara ini sendiri, juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, Dandim 0833, Letkol Inf Nurul Yakin, dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkot Malang. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan ucapan terima kasih kepada 66 ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Malang yang sudah masuk massa purna tugas.

Selanjutnya, Anton berpesan agar agenda pembangunan Kota Malang tetap berlangsung dengan baik di tengah pelaksanaan Pilwali dan Pilkada. Dikatakan, sektor pemerintahan yang kuat, bersih akuntabel dan partisipatif diharapkan mampu memberikan citra positif. 

Ini dibutuhkan rangka menjaga kedaulatan dalam hubungan internasional hingga memantapkan kepercayaan investor untuk menumbuh kembangkan perekonomian secar sehat dan produktif.

“Karena itu upaya mewujudkan clean dan good government juga harus dibangun dengan penuh kesungguhan. Semua program nasional harus dapat berjalan lancar, tepat waktu dan tepat sasaran sesuai perencanaan,” pungkasnya.(Coi/Aka)

Deg-degan Kasir Swalayan Rapid Test Dadakan

Karyawan hingga pengunjung Adika Swalayan rapid test, Sabtu (23/5). (Aziz Ramadani MVoice)
Karyawan hingga pengunjung Adika Swalayan rapid test, Sabtu (23/5). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Operasi gabungan Satgas COVID-19 Kota Malang sidak ke Swalayan Adika, Sabtu (23/5). Petugas medis kemudian melakukan sampling rapid test sejumlah lima orang, mulai pengunjung dan karyawan swalayan.

Sebelumnya, petugas telah melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun kepada setiap pengunjung dan karyawan swalayan. Dari lima sampling rapid test, hasilnya non reaktif alias negatif. Beberapa karyawan bertugas sebagai kasir tampak khawatir menunggu hasil rapid test dengan cara mengambil sedikit sampling darah tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi mengatakan, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan rutin melakukan sweeping ke tempat – tempat berpotensi mengundang keramaian warga, termasuk swalayan. Sebab, penularan virus bisa terjadi jika masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan serta physical distancing.

“Kalau melanggar ya hukumnya rapid test ini,” kata dia.

Hasil sidak ke Adika Swalayan, lanjut dia, juga ditemukan adanya pelanggaran. Sebab, pada lantai dua swalayan yang menyediakan pakaian tetap buka. Padahal telah diatur tegas dalam peraturan wali kota tentang penerapan PSBB. Bahwa pelaku usaha boleh buka khusus untuk penyediaan sembako.

“Selain sembako atau kebutuhan pokok sehari-hari dilarang buka,” pungkasnya.

“Ini tadi sudah kami minta tutup yang lantai II,” imbuhnya.(Der/Aka)

Jokowi Nonton Film di Matos, Pengunjung Dibikin Heboh

Presiden RI, Joko Widodo mengunjungi Matos. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Kota Malang diawali dengan mengunjungi Gor Ken Arok pagi hari hingga malam hari ini di Malang Town Square (Matos), Rabu (28/3) malam.

Orang nomor satu di Indonesia itu otomatis menghebohkan pengunjung yang ada di Matos. Mereka tak mengira presiden bisa datang ke salah satu mall terbesar di Kota Malang itu.

Meski dikawal Paspampres, pengunjung tak menyurutkan niat untuk bertemu langsung Jokowi. Bahkan hanya untuk mengabadikan momen langka tersebut. Akibatnya, Jokowi pun diserbu banyak orang mulai lantai bawah hingga atas.

Presiden RI, Joko Widodo mengunjungi Matos. (Lisdya Shelly)
Presiden RI, Joko Widodo mengunjungi Matos. (Istimewa)

Tak banyak yang tahu kabar kedatangan Jokowi ke Matos. “Gak tahu ya, pas mau nonton disini kok gak boleh masuk katanya ada Jokowi. Tapi seneng ya, mau nyoba foto sama Jokowi sih,” ujar salah satu pengunjung, Vina.

Kunjungan Jokowi yang sempat menghebohkan pengunjung Matos ternyata untuk menyaksikan sebuah film ‘Yowis Ben’ yang dibintangi langsung Arek Malang, Bayu Skak yang disutradarai Fajar Nugros.

Jokowi beserta rombongan masuk ke dalam bioskop dengan disambut Bayu Skak dengan senyum khasnya.

Selain itu, tampak terlihat juga beberapa pemain ‘Yowis Ben’ seperti Joshua Suherman, Brandon Salim. Dan ada beberapa artis Ibu Kota seperti Luna Maya, dan Ernest Prakoso. Turut terlihat artis Malang, Devina Aurel.(Der/Aka)

Edukasi Sedot Tinja Terjadwal, Tingkatkan Kesadaran Kebersihan Lingkungan

Pasukan penyedot tinja yang siap beraksi melayani masyarakat. (Ist)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam hal ini DPUPRPKP melalui UPT Pengolahan Air Limbah Daerah (PALD) meluncurkan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT).

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, dengan adanya LLTT, penyedotan lumpur tinja dari septictank di Kota Malang akan dilakukan secara terjadwal atau berkala. Meski begitu, bukan berarti menghilangkan keberadaan on call, sebab LLTT hanya memberikan pelayanan sesuai waktu yang dijadwalkan.

Layanan in call diperlukan saat-saat insidentil sehingga masyarakat diharapkan bisa meningkat kesadaran supaya tidak buang air besar sembarangan (BABS).

“Ada berbagai manfaat yang diperoleh dari layanan penyedotan terjadwal ini, antara lain, meringankan belanja rumah tangga karena pembayaran diangsur setiap bulan. Selanjutnya tidak ragu menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih, kenudian dapat memperbaiki kualitas dan kesehatan masyarakat, serta memelihara fungsi tangki septik,” ujarnya, Kamis (17/6).

Dari situ, pria nomor satu di Kota Malang ini, menyampaikan perlu adanya kolaborasi yang dilakukan antara sarana dan prasarana yang disediakan untuk pola hidup masyarakat. Dengan adanya penyedotan lumpur tinja secara berkala ini dianggap bisa lebih mempermudah masyarakat.

Sutiaji menambahkan, dengan jadwal yang tertata dianggap bisa mengurangi penumpukan lumpur tinja yang nantinya akan berkaitan dengan higienis sumber air bawah tanah. Dan kolaborasi dengan stakeholder sudah terjalin dengan baik. Sejauh ini, sudah ada 14 perusahaan yang bergabung dengan Pemkot Malang.

“Pembiasaan pola hidup bersih dan sehat sangatlah penting. Rencananya, Pemkot Malang akan berkolaborasi juga dengan TP PKK Kota Malang melalui dasawisma,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan, kesadaran masyarakat akan kebersihan sanitasi terus meningkat. Hal itu dibuktikan dengan pendapatan asli daerah (PAD) dari pembuangan limbah secara terjadwal cenderung meningkat.

Pembuangan limbah oleh perusahaan sedot tinja saat ini juga terarah di Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Supit Urang. Di IPLT itu, limbah akan diolah dan dimanfaatkan menjadi pupuk.

“Kami juga melakukan kemudahan pembayaran, karena jadwal pembuangan tidak tentu, maka jam operasional kami 24 jam. Nanti bayarnya pakai barcode saja di IPLT,” terangnya

“Selain itu, sebenarnya target utama dari Bapak Wali bukanlah untuk meningkatkan pendapatan, tetapi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dengan melakukan penyedotan lumpur tinja secara terjadwal,” imbuhnya.

Pihaknya juga telah bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tugu Tirta. Ke depan pembayaran bisa diangsur setiap bulan yang dititipkan di rekening PDAM. Tarif pengurasan tangki septik dipatok Rp15.000 per kubik.

“Berdasarkan data DPUPRPKP Kota Malang, capaian akses sanitasi layak terus meningkat dan telah menyentuh angka 84,12 persen pada tahun 2020. Artinya Kota Malang makin sejalan dengan mimpi bebas BABS atau kini sering dikenal dengan 100 persen Open Defecation Free (ODF),” tandasnya.(end)

Mal di Kota Malang Sudah Buka, Wajib Penuhi Lima Ketentuan Ini

Suasana Matos yang terlihat cukup sepi, (MG2).

MALANGVOICE – Mal di Kota Malang sejak Selasa (31/8) resmi dibuka. Namun ada beberapa ketentuan yang harus diikuti sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang.

Hal itu dibenarkan Wali Kota Malang, Sutiaji yang menyetujui pembukaan mal di Kota Malang.

“Ketentuannya sudah ada di dalam (SE) Wali Kota Malang,” ujarnya, Selasa (31/8).

Berdasarkan SE Wali Kota Malang, ada 5 poin ketentuan yang harus diterapkan mal agar diperbolehkan untuk buka selama PPKM berlangsung.

Pertama, Kapasitas pengunjung yang datang maksimal sebanyak 50 persen, lalu jam operasional dibatasi hingga pukul 21.00 dan harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat sesuai ketentuan yang diatur Kementerian Perdagangan.

Dua, wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai mal tersebut.

Tiga, rumah makan atau restoran yang ada didalam mal dapat menerima Dine-In dengan kapasitas maksimal 50 persen, satu meja maksimal dua orang, dan jarak masing-masing meja 1,5 meter serta waktu makan maksimal 30 menit.

Empat, penduduk dengan usia dibawah 12 tahun dilarang masuk kedalam Mal.

Lima, bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam Mal ditutup atau tidak boleh beroperasi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelolaan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya, Suwanto mengatakan jika pihak mal Malang sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari untuk pembukaan mal.

“Untuk seluruh mall di Malang karena memang persiapan kami sudah mateng instruksi dari asosiasi pusat sudah jelas bahwa kami harus menyiapkan aplikasi peduli lindungi dan prokes itu harus ketat itu sudah kami lakukan semua,” terangnya.

Ia pun menambahkan untuk pengunjung yang hanya mengikuti vaksin dosis I juga bisa masuk.

“Nanti semua akan mengikuti pengecekan QR-code dan nanti terdeteksi yang belum dan sudah di vaksin. Terus diarahkan cuci tangan, di thermo gun baru boleh masuk,” imbuhnya.

Terpisah, Direktur Malang Town Square (Matos), Fifi Trisjanti bersyukur mal sudah bisa kembali buka. Ia juga telah mempersiapkan berbagai macam promo dan beberapa hal baru untuk menarik minat pengunjung.

“Kita bersyukur sekali sudah diberi kelonggaran Pemerintah untuk buka. Kami berharap dengan dibukanya kembali mal, Occupancy bisa kembali naik,” tandasnya.(der)

250 Paket Sembako Disebar ke Tukang Becak dan Ojol di Malang

Penyerahan sembako di kawasan Kawi. (deny rahmawan)
Penyerahan sembako di kawasan Kawi. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Komunitas Toyota Avanza Club Indonesia (TACI) Chapter Malang Raya membagi 250 paket sembako, Jumat (3/4). Pembagian ini merupkan langkah nyata membantu masyarakat di tengah wabah Covid-19.

Ratusan paket sembako ini diberikan khusus untuk pengemudi ojek online dan tukang becak. “Kami berusaha meringankan beban yang terdampak virus corona,” kata Ketua TACI Chapter Malang Kota, Bambang Sukoco.

Pembagian sembako dilakukan bertahap di tiga titik. Pertama di kawasan Dieng kemudian dilanjutkan ke Kawi dan diakhiri di Pasar Besar. Ia berharap sedikit bantuan ini bisa bermanfaat sambil menunggu wabah Covid-19 segera berakhir.

“Memang ada bantuan dari pemerintah daerah, tapi sambil menunggu itu kami lebih dulu memberikan sembako,” lanjutnya.

Sementara itu pengemudi ojol, Awan, mengaku sangat terbantu dengan pemberian sembako ini. Pasalnya, sejak ada zona merah di Malang belum ada bantuan sama sekali dan kerja pun sulit.

“Kami jelas pendapatan turun karena orderan sepi. Sekarang paling banyak tiga kali orderan saja. Tapi bersyukur karena baru ini dapat bantuan,” tandasnya.(Der/Aka)