KPU: Bacaleg yang Belum Mengundurkan Diri Tetap Masuk DCT

Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin usai sosialisasi bagi pemilih pemula di Aula SMA Tugu. (Lisdya)

MALANGVOICE – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Zaenudin menegaskan, para nama Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang tersangkut kasus korupsi namun belum mengundurkan diri hingga waktu yang telah ditetapkan, tetap tercantum dalam Daftar Calon Tetap (DCT).

“Nama mereka (bacaleg) masih tercantum di Daftar Calon Sementara (DCS), mereka belum mengundurkan diri ya mereka akan tercantum di DCT nanti,” ujar Zaenudin usai sosialisasi bagi pemilih pemula di Aula SMA Tugu, Kamis (6/9).

Bahkan, dikatakan Zaenudin jika bacaleg nanti terpilih dalam pemilu legislatif 2019 dan menang maka akan ada tahapan proses lain.

“Artinya dilantik dulu baru mungkin di proses PAW,” tambahnya.

Sekadar diketahui, hingga saat ini belum ada bacaleg, khususnya dari para anggota DPRD Kota Malang yang terlibat kasus suap APBD – Perubahan Tahun 2015, mengundurkan diri. “Belum ada sama sekali. Untuk waktu pengunduran hingga 10 September 2018 mendatang,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

BPBD Kota Malang Optimistis Hadapi Bencana saat Musim Hujan, Ini Syaratnya

Ilustrasi Banjir

MALANGVOICE – Berdasarkan kondisi cuaca belakang ini, wilayah Kota Malang dan sekitarnya telah memasuki musim penghujan. Sebagai langkah antisipatif bencana dampak peralihan musim, BPBD Kota Malang telah menyiapkan langkah strategis.

Analis Bencana BPBD Kota Malang Mahfuzi mengatakan, Lewat kemajuan teknologi, bencana (hidrometeorologi) sebenarnya dapat dicegah. Namun bukan dengan konsep zero disaster, melainkan zero victims. Berkembangnya ilmu hidraulika menghasilkan penemuan konstruksi bangunan air yang sejatinya berfungsi untuk mengendalikan daya rusak air (UU No 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air).

“Seperti pembangunan waduk, bendungan, embung adalah bertujuan mengendalikan volume air agar tak terjadi banjir dan tak makan korban,” ujarnya melalui keterangan tertulis diterima MVoice, Selasa (19/11).

Hal yang sama dalam ilmu hidrologi, risiko bencana kekeringan akibat kemarau panjang dapat dikurangi dengan penerapan modifikasi cuaca seperti pembuatan hujan buatan meskipun memakan biaya yang tak sedikit.

“Tanah longsor pun bisa direduksi risikonya dengan penerapan konstruksi revetment, bisa pula penanaman gebalan rumput. Tanah rawan longsor akibat kualitasnya yang kurang baik bisa diperbaiki dengan metode geotekstil,” imbuh pria kelahiran Banjarmasin ini.

Ekstremnya perubahan iklim membuat ekosistem penyeimbang tekanan udara menjadi berkurang yang berakibat peluang anomali cuaca seperti angin kencang atau udara makin panas membesar.

“Lewat pemuliaan tanaman, bisa dilakukan rekonstruksi genetika agar didapat tanaman yang tahan panas, berakar kuat dan tahan angin kencang,” sambung dia.

Alumni Teknik Pengairan UB ini menambahkan, bahwa proses pencegahan bencana tak melulu mengandalkan mitigasi struktural. Namun diimbangi pula dengan kegiatan edukasi, sosialisasi maupun simulasi. Termasuk melakukan pantauan dan monitoring di lingkungan masing-masing.

“Mitigasi non struktural bisa dengan kampanye sadar bencana. Sosialisasi di kawasan rawan bencana atau juga memantau daerah-daerah yang berpotensi bencana. Laporkan setiap ada potensi bencana sehingga sewaktu-waktu warga bisa diungsikan sebelum bencana melanda,” pungkasnya.(Der/Aka)

Laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya Hanya Ditonton 26.293 Suporter di Kanjuruhan

Mitra kerja penjualan tiket protes ke Panpel Arema FC. (deny rahmawan)
Mitra kerja penjualan tiket protes ke Panpel Arema FC. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Duel super big match Arema FC kontra Persebaya Surabaya dihelat di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (6/10) sore kemarin. Laga itu ditonton hanya 26.293 suporter bertiket di dalam stadion.

Padahal jauh-jauh hari manajemen melalui panpel Arema FC sudah mengumumkan tiket pertandingan 40 ribu lebih habis terjual. Pengamanan pun diperketat agar suporter tidak meluber, tapi ternyata masih banyak ruang kosong di stadion. Seperti bukan laga besar.

Artinya dari jumlah penonton bertiket di stadion berjumlah 26.293, masih banyak tiket yang belum terjual.

Hal itu juga terbukti dengan protes dari mitra kerja penjualan tiket dari panpel. Dibalik euforia kemenangan mereka kecewa karena tiket yang dipegang masih banyak.

“Satu rekanan itu bawa 25 tiket, teman-teman malah belum ada yang laku sama sekali padahal kami jualnya sesuai harga,” kata Amin, salah satu mitra kerja penjualan tiket.

Rekanan mitra kerja itu menginginkan tanggung jawab panpel agar bisa mengembalikan tiket tak terjual. “Katanya yang tidak punya tiket tidak boleh ke stadion, terus ternyata di stadion malah buka tiket box. Jadinya di kami gak laku,” tambahnya.

Berbeda dengan big match lain melawan Persib atau Persija, tiket di rekanan mitra kerja selalu habis. Mereka menyayangkan hal itu.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, menerima keluhan para mitra kerjanya. Ia mengatakan sepinya penonton karena beberapa hal, salah satunya perubahan jadwal pertandingan. Sejatinya, Arema FC lawan Persebaya Surabaya dihelat pada 30 September, namun adanya insiden suporter tewas membuat PSSI menghentikan liga dan baru dimulai pada 5 Oktober.

“Jadwal itu paling mempengaruhi, karena kebanyakan yang datang dari luar kota tidak bisa hadir. Karena main Sabtu mungkin banyak yang sekolah atau kerja,” kata Haris.

Haris sendiri belum mengetahui pasti berapa tiket yang dikembalikan mitra kerja maupun yang tidak terjual di tiket box. “Ini kami sepakat untuk menurkar tiket mitra kerja. Belum tahu berapa yang dikembalikan, kami masih hitung,” tandasnya.(Der/Aka)

Komunitas W12 Gelar Pameran Patung dan Lukis di DKM

Pembukaan pameran lukisan Warta 12. (Istimewa)

MALANGVOICE – Komunitas seniman yang tergabung dalam Warta 12 menggelar pameran patung dan lukis di Dewan Kesenian Malang (DKM) Jalan Mojopahit. Pameran ini berlangsung mulai 7-14 Oktober.

Pameran ini merupakan agenda tahunan yang menyajikan tema agama dan budaya dari semua peserta, di antaranya Anthony Wibowo, Antonius, Tengkek, Gembyak, Irawan, St Rubi, Guntur, Fenny R, Yohanes Irianto, JA Purnomo, Andi Harisman, Erik, Azis, Agoes dalbo, Kukuh dan Yon.

“Pameran ini sebagai apresiasi seni bagi masyarakat Malang,” kata panitia penyelenggara pameran, St Rubi kepada MVoice.

Pelukis yang tinggal di Jalan Maninjau Dalam ini menambahkan, setiap karya yang dipamerkan mengandung makna tertentu sesuai dengan tema yang diambil.

Selain itu, dalam acara pembukaan diisi dengan beberapa acara musik dari grup musik Antonius dan diisi aksi petik dawai Sapeh dari Azis.

“Kami juga menggalang dana bagi korban bencana alam di Palu dan Donggala,” tandasnya. (Der/Ulm)

Sebelum Ugal-ugalan, Dua Pelaku Sempat Nyabu dan Curi Motor

Polisi menunjukkan barang bukti hasil kejahatan pelaku. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Hasil pengembangan kasus mobil ugal-ugalan yang menyeruduk banyak kendaraan pada Senin (30/4) malam akhirnya dirilis Polres Malang Kota.

Kedua orang yang diamankan dari dalam mobil Xenia hitam bernopol N 671 BW adalah pelaku curanmor.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, menyatakan kedua pelaku berinisial AS alias Agus (37) warga Jatigui, Sumberpucung, Kabupaten Malang dan RY alias Ricky (26) warga Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang.

“Ya, kedua pelaku adalah pelaku kasus curanmor,” katanya, Selasa (1/5).

Dijelaskan lebih lanjut, awalnya kedua pelaku itu berpesta sabu-sabu di dalam mobil sewaan. Selanjutnya, mereka berinisiatif mencuri sepeda motor karena kehabisan uang ingin membeli sabu-sabu.

Polisi menunjukkan barang bukti hasil kejahatan pelaku. (deny rahmawan)

“Karena gak punya uang, akhirnya mereka mencoba mencuri motor. Waktu itu lihat sepeda di Jalan Lahor dan RY langsung beraksi sementara AS nunggu di mobil,” lanjutnya.

Aksi RY itu kemudian diketahui warga. Ia segera lari menyelamatkan diri dan kembali masuk ke mobil. Karena dalam keadaan ‘mabuk’ setelah mengonsumsi sabu-sabu, kendaraan yang melaju di jalan tidak beraturan sehingga menabrak banyak pengendara.

“Setelah itu kabur naik mobil dari depan Hotel Savana sampai diberhentikan warga yang mengejarnya di Sawojajar. Akhirnya ada petugas yang ke lokasi dan mengamankan pelaku ini,” ujar Asfuri.

Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti kunci T serta dua sepeda motor hasil curian. Komplotan itu ternyata adalah pemain lama yang baru keluar dari penjara, alias residivis.

“Kedua pelaku sempat dilumpuhkan petugas karena melawan. Mereka dikebai pasal 363 KUHP,” tegas Asfuri. (Der/Ery)

1.200 Personel Gabungan Siap Amankan Perayaan Nataru

MALANGVOICE – Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, Polres Malang Kota mengerahkan 520 anggotanya yang terlibat dalam Operasi Lilin Semeru 2017. Apel gelar pasukan dilakukan di Alun-alun Kota Malang, Kamis (21/12).

Pihaknya dibantu unsur lain dari TNI dan Pemkot Malang serta elemen masyarakat dengan jumlah total 1200. “Operasi ini aktif mulai 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri.

Apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2017. (istimewa)

Selain itu, Polres Malang Kota menyiapkan beberapa pos yang ditempatkan di beberapa titik. Tujuannya, agar memudahkan pemantauan dan memberikan rasa aman pada masyarakat di pusat perbelanjaan atau tempat ibadah.

Asfuri menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan Brimob untuk menyisir beberapa lokasi untuk memastikan tidak ada ancaman serius bagi masyarakat.

“Jelang malam Natal nanti ada penyisiran di berbagai tempat termasuk gereja. Tapi kami yakin Kota Malang bisa aman terkendali,” harapnya.(Der/Yei)

Sutiaji Minta Kinerja OPD Pemkot Malang Tidak Lemot

Suasana penandatanganan kinerja OPD Pemkot Malang, Rabu (16/1). (Aziz Ramadani /MVoice)

MALANGVOICE – Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang dilarang lelet alias lemot. Sebab, tiga bulan sekali bakal dimonitoring dan evaluasi.

Hal ini semakin dipertegas dengan program lelang kinerja yang digagas Wali Kota Malang, Sutiaji. Seluruh OPD melakukan penandatanganan perjanjian kinerja Tahun 2019 di Ruang Rapat Balai Kota Malang. Perjanjian kinerja harus memacu implementasi kinerja dan tanggung jawab. Tidak boleh ada lagi hal hal yang tertunda atau tidak terlaksana.

“Nanti jangan lagi ada alasan. Programnya dan anggaran digeser -geser karena banyak alasan. Tidak ada lagi yang begitu ya,” kata Sutiaji dalam sambutannya.

Sutiaji melanjutkan, dengan perjanjian ini juga menjadi landasan dirinya menentukan pemberian reward dan punishment kepada OPD berdasarkan capaian kinerjanya masing-masing. Maka, kata Sutiaji, yang terpenting, OPD mempertanggungjawabkan kinerjanya.

“Ini wujud nyata komitmen dan dasar dari monitoring, evaluasi dan supervisi yang akan saya lakukan,” sambung politisi Demokrat ini.

Usai penandatanganan ini, OPD di lingkungan Pemkot Malang wajib menyerahkan jadwal atau agenda kerjanya. Sehingga dapat dimonitor dan evaluasi per tiga bulan. (Hmz/Ulm)

Viral Ajakan Aksi Bela Kalimat Tauhid, Sutiaji Imbau Semua Pihak Menahan Diri

Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Beredar viral ajakan aksi bela kalimat Tauhid di media sosial direspon Wali Kota Malang Sutiaji. Orang nomor satu di Pemkot Malang ini mengimbau semua pihak menahan diri.

“Semua sudah ada prosedurnya, sehingga diharapkan semua pihak bisa menahan diri. Tidak perlu ada gerakan massa. Kota Malang yang kondusif harus kita jaga bersama,” tegas Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (25/10).

Sutiaji menambahkan, bahwa aparat sudah bergerak sesuai dengan kapasitasnya dan melakukan langkah sesuai kewenangannya. Sehingga pihaknya mengimbau masyarakat mempercayakan kepada pihak berwenang tersebut.

“Saya bersama jajaran Forpimda dan saya percaya juga tokoh agama dan tokoh masyarkat di kota Malang, tidak menghendaki itu di bawa -bawa ke Bumi Arema yang kondusif ini,” sambung dia.

Siapapun yang bertindak dan mengarah pada provokasi maka domain keamanan yang akan bertindak. Sehingga diimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan dan menyikapi cuitan pada sosial media.

“Jangan kita mudah untuk nge share, dan lebih lebih komentar atau statement yang mengarah pada sikap serta aksi yang bersifat membenturkan atau justru memperkeruh hal yang harusnya sudah ditangani,”

Perlu diketahui, imbauan Sutiaji ini merespon unggahan kegiatan aksi bela kalimat tauhid di grup-grup WhatsApp dan sosial media. Seperti banyak dilansir dalam info media, terdapat pemberitahuan bahwa kegiatan akan dilangsungkan di Masjid Jenderal Ahmad Yani Jalan Kahuripan 12 Malang. Rencananya, aksi akan berlangsung Jumat 26 Oktober 2018 bada magrib atau sekitar pukul 18.00 WIB.

“Kepada organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan dan juga organisasi kemahasiswaan yang ada di kota Malang, kami mengimbau untuk tidak merespon ajakan yang dikesankan membawa misi keagamaan tersebut,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Banjir Hadiah, Parade Muharram Diikuti 50.000 Peserta

Pelaksanaan Parade Muharram 1439 H di sekitar Balai Kota Malang. (Istimewa)
Pelaksanaan Parade Muharram 1439 H di sekitar Balai Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sekitar 50.000 peserta mengikuti Parade Muharram 2017. Ajang ini dibuka langsung Wali Kota Malang, HM Anton, dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah, Sabtu (14/10) di halaman Balai Kota Malang.

Para peserta memulai parade melalui start dan finish di Balai Kota Malang. Sedangkan rutenya, yakni Jalan Kahuripan – Jalan Basuki Rahmat – Masjid Jami – Jalan Al Hasyim Asy’ari – Jalan Ade Irma S – Jalan Pasar Besar – Jalan Kidul Dalem – Jalan Arif Rahman – Jalan Majapahit.

Melalui tema ‘Merajut Ukhuwah Islamiyah dalam Bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945’, peserta tampak begitu antusias. Mereka berasal dari seluruh TK/RA/TA/BA, MI, MTs, MA negeri maupun swasta serta Pondok Pesantren di Kota Malang.

Turut memeriahkan juga MUI bersama ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, muslimat NU, Fatayat dan Aisyiyah. Wali Kota Malang, HM Anton, menyerukan agar ajang ini dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Tentu saja, untuk menambah eratnya kebersamaan serta meningkatkan semangat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah insaniyah. “Setiap perhelatan yang bernafaskan keislaman, belasan ribu umat islam ikut andil dalam ajang silaturahmi yang sarat dengan suasana kekerabatan yang amat harmonis,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Anton, kegiatan ini juga berfungsi sebagai alat pemersatu. “Semoga dengan kebersamaan dan kerukunan, akan membawa pada kondisi daerah yang makin kondusif sehingga mampu menunjang pelaksanaan pembangunan dengan lebih baik,” harapnya.

Banyak hadiah dibagikan pada acara ini. Mereka yang beruntung mendapatkan hadiah umroh antara lain M Hasan dari Bumiayu, Budi dari Ngaglik dan M Cholili dari Madrasah Darul Quran.(Coi/Aka)

Curi HP Berkedok Asmara Dibongkar Polisi

Polisi mengamankan pelaku. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Modus pencurian sekarang sangat beragam. Baru-baru ini Polsek Klojen mengungkap pencurian berkedok asmara.

Pelaku, Yunius Herman (27) warga asli Kesamben yang tinggal di Jalan Patimura ini ditangkap polisi karena kedapatan mencuri ponsel milik MY (29) merek Vivo. Aksi itu dilakukan pada 25 Maret lalu.

Dijelaskan Kapolsek Klojen, Kompol Budi Harianto, pelaku ini awalnya mencari sasaran korban lewat Facebook. Setelah berkenalan, keduanya memadu asmara selama dua bulan.

Pada waktu kejadian, pelaku mengantar korban ke apotek di kawasan Sawojajar, Kedung Kandang untuk membeli obat. Saat korban masuk ke dalam apotek, pelaku menunggu di luar.

“Di luar, tas korban dititipkan ke pelaku. Saat itu pelaku mengambil HP korban,” kata Budi.

Korban waktu kembali dari apotek belum sadar HP nya sudah berpindah tangan. Pelaku kemudian mengantar korban ke tempat kerjanya di Matos. Barulah di sana korban merasa HP nya hilang dan melapor ke Polsek Klojen.

“Mendapat laporan korban, kami langsung bergerak. Dari penyelidikan beberapa saksi, akhirnya mengarah ke satu pelaku, yakni teman dekat korban,” ujarnya.

Polisi akhirnya dengan mudah menangkap pelaku di kawasan Sawojajar. Dari penyidikan lebih lanjut ternyata pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama.

“Atas perbuatannya kami kenai pelaku pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” jelas Budi.(Der/Aka)

Komunitas