Polres Batu dan Satgas Saber Pungli Saling Lempar, Ada Apa?

Kabid Operasi Satgas Saber Pungli Brigjen Pol Widiyanto Poesoko. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Proses penanganan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum pegawai Pemkot Batu menemui jalan buntu. Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam dan Polres Batu bahkan saling lempar terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) pegawai di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu tersebut.

Padahal Kamis malam (24/8) beberapa jam usai OTT di kawasan Kota Malang, Kabid Operasi Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, Brigjen Pol Widiyanto Poesoko menjanjikan rilis Jumat pagi (25/8). Terlebih dua alat bukti, saksi dan uang Rp 25 juta yang diamankan telah dikantongi pihaknya.

Namun, hingga Jumat siang, Widiyanto didampingi Kasat Reskrim Polres Batu AKP Daky Dzul Qornain mengaku masih akan memanggil beberapa saksi untuk melengkai berkas penyidikan. Pimpinan pejabat terkait juga berencana dihadirkan. Namun, berjam-jam awak media menanti tidak ada satupun pejabat yang dimaksud hadir di Mapolres Batu.

Kabid Operasi Satgas Saber Pungli Brigjen Pol Widiyanto Poesoko. (Aziz Ramadani)

“Saya menunggu perkembangan dari tim Polres Batu. Kewenangan proses penyidikan di Kapolres Batu. Kabarnya masih akan minta keterangan korban,” kata Brigjen Pol Widiyanto Poesoko dihubungi MVoice melalui telepon selulernya, Sabtu (26/8).

Disinggung kenapa tidak langsung ditangani pihak Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, Jenderal Bintang Satu ini kembali menyarankan MVoice konfirmasi Polres Batu. Tepatnya untuk konfirmasi Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kota Batu yang dikepalai Waka Polres Batu, Kompol Nurmala. “Silahkan lebih lengkapnya di Polres Batu,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto juga memilih hemat bicara. Pria akrab disapa Buher mengatakan pihaknya masih dalam.proses penyidikan.

“Masih lidik. Lebih lengkapnya menghubungi Satgas Saber Pungli ,” ujar alumnus Akpol ,2000 ini singkat.(Choi/Yei)

Sopir Truk Maut Karang Ploso Diamankan Polisi

Truk maut menabrak rumah warga. (istimewa)

MALANGVOICE – Sopir truk maut kecelakaan di Jalan Kertonegoro, Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jumat (25/8) sore tadi diamankan polisi.

Sopir berinisial IP (28) asal Kota Malang, yang mengendarai truk tronton N 9065 UA diduga mengalami rem blong sehingga menyebabkan kecelakaan beruntun. Akibatnya, sebelas dikabarkan luka-luka dan empat dinyatakan tewas.

Truk maut menabrak rumah warga. (istimewa)

“Sudah diamankan Kanit Laka Polres Malang. Dia tida melarikan diri,” ujar Kasubbag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik.

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Truk tronton berjalan dari arah barat ke timur hilang kendali karena diduga rem blong.

Akibatnya, truk menyeruduk sepeda motor, mobil dan angkutan umun di Jalan Kertonegoro. Truk akhirnya berhenti setelah menabrak dua rumah warga dan mengakibatkan kerusakan parah.

Saat ini, jenazah korban kecelakaan mau dibawa ke RS Saiful Anwar. Sementara korban luka dirawat di RS Prasetya Husada.(Der/Ak)

MCW Tuntut Bongkar Gurita Korupsi Kota Batu

Koordinator Malang Corruption Watch M. Fahrudin.(istimewa)

MALANGVOICE – Geliat aparat penegak hukum mengungkap pusaran korupsi di Pemkot Batu diapresiasi Malang Corruption Watch (MCW). Terlebih dengan aksi OTT Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam terhadap oknum pegawai Pemkot Batu, Kamis lalu (24/8).

Koordinator MCW, M. Fahrudin mengatakan, aparat selanjutnya harus mengungkap tuntas sampai ke akar-akarnya. Sebab, seringkali pengungkapan kasus tidak pernah selesai sepenuhnya, hanya berhenti pada pemain lapangan (eksekutor) dan tidak dikembangkan pada keterlibatan pejabat internal pemerintah yang lebih tinggi.

“Kondisi tersebut mengkonfirmasi bahwa APH di Kota batu belum sepenuhnya serius mengungkapkan siapa dibalik gurita besar korupsi di Kota Batu dan terkesan tebang pilih,” kata Fahrudin.

OTT yang dilakukan oleh Satgas Saber Pungli terhadap oknum di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) tersebut lantas menambah tidak bekerjanya kepolisian dan kejaksaan di Kota Batu secara baik.

MCW mencatat ada beberapa dugaan korupsi yang tidak jelas penangannya dan kalaupun diproses hanya berhenti pada pemain lapangan (eksekutor).
Tercatat di antaranya,
1. dugaan korupsi PT BWR 2013
2. dugaan korupsi Roadshow (batu shining imvestment) 2015
3. dugaan korupsi pembangunan (pengadaan tanah) Block Office (sekarang: Balai Kota Among Tani)
4. dugaan korupsi piutang pajak Jatim Park Group
5. dugaan korupsi ruislagh tanah Dadaprejo
6. dugaan korupsi pengerjaan beberapa jalan di Kota batu 2014-2015
7. dan beberap dugaan korupsi lain.

Berangkat dari hal tersebut MCW bersama masyarakat Kota Batu mendesak Satgas Saber pungli segera menetapkan tersangka dan melakukan pengembangan kasus, menelusuri keterlibatan oknum lainnya. Melakukan penelusuran terhadap dugaan aliran dana yang berasal dari PT Gunadharna Anugerahjaya terhadap beberapa nama yang disebut.

“Jika tidak mampu menjalankan perannya. Maka KPK harus segera mengambil kasus tersebut. KPK ikut serta membongkar gurita Korupsi di Kota Batu,” pungkasnya.(Der/Ak)

Aliran Pungli Masuk Kantong Kejari dan Dewan?

MALANGVOICE – Tabir kasus OTT terhadap oknum pegawai Pemkot Batu perlahan terbuka. Hal ini seiring beredarnya data aliran penerima uang pungli dari kontraktor yang diketahui bernama PT Gunadharma Anugerahjaya.

Ada beberapa nama dan institusi yang tertera di data tersebut. Diantaranya Kejaksaan Negeri (Kejari) dengan nominal Rp 300 juta dan dewan nominal Rp 50 juta. Daftar tersebut juga dilengkapi tanggal penyerahan uang, yakni kurun waktu 4 Mei 2016 sampai 11 Februari 2017.

Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah meragu akan beredarnya daftar tersebut. Mantan Kabag Ligitasi dan Non Ligitasi Biro Hukum KPK ini juga tak risau. Sebab, tertera penerimaan Mei 2016, sedangkan dia baru dilantik Oktober 2016.

“Riil kerja Nopember, data itu perlu cek dan ricek karena dibuat sepihak perlu dibuktikan kebenarannya dulu,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Batu Hari Danah pun memilih hemat berbicara. Dihubungi melalui pesan singkat, Politisi Partai Gerindra enggan berkomentar.

“Saya kurang tahu (aliran uang pungli). Maaf belum bisa komentar,” tulisnya.

Terpisah, Kabid Operasi Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, Brigjen Pol Widiyanto Poesoko mengatakan, pihaknya masih fokus mendalami kasus tersebut. Perihal beredarnya daftar nama -nama penerima uang pungli, Widiyanto tak ingin berspekulasi.

“Daftar itu belum tentu benar. Belum ada aliran uang kepada siapa, ” ujarnya.(Der/Ak)

Tim Saber Pungli Sebut 18 Kali Korban Diperas Oknum Pegawai Pemkot Batu

Kabid Operasi Satgas Saber Pungli Brigjen Pol Widiyanto Poesoko, Jumat (25/8) di Mapolres Batu. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam masih proses pendalaman. Sebab, korban yang merupakan kontraktor beberapa proyek Pemkot Batu ditengarai dimintai uang lebih dari 18 kali.

Hal ini diungkapkan Kabid Operasi Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam Brigjen Pol Widiyanto Poesoko. Widiyanto menjelaskan, dari keterangan pelapor, setiap kali bertemu oknum pegawai di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, selalu dimintai sejumlah uang.

“Total ada 18 kali korban dimintai uang,” kata Widiyanto.

Namun, Widiyanto tak dapat memastikan rincian nominal uang tersebut. Ke mana saja aliran uang hasil pungli itu masuk, pihaknya juga enggan menjelaskan.

“Masih kami dalami, nominalnya juga. Beberapa keterangan saksi masih terus didalami,” urainya.

Terpisah, informasi yang dihimpun MVoice, kontraktor yang melaporkan praktik pungli telah menyerahkan sejumlah uang dengan nominal Rp 805 juta. Ada lebih dari 5 oknum yang mendapatkan uang yang nominalnya bervariatif. Data tersebut dihimpun dari foto lembaran kertas berisi aliran dana yang diberikan kontraktor sebanyak 17 kali. Foto tersebut beredar di media sosial. Perihal tersebut, Widiyanto enggan berkomentar.(Der/Yei)

Satgas Saber Pungli Siapkan Pemanggilan Sejumlah Pejabat Pemkot Batu

Kepala Bidang Operasi Satgas Saber Pungli, Brigjen Pol Widiyanto Poesoko meladeni pertanyaan awak media di Mapolres Batu, Jumat (25/8). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) masih belum menetapkan tersangka kepada pegawai di lingkungan Pemkot Batu yang terjaring OTT (operasi tangkap tangan) dugaan pungli, Kamis malam (24/8). Satgas Saber Pungli berencana memanggil sejumlah pejabat guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Kabid Operasi Satgas Saber Pungli, Brigjen Pol Widiyanto Poesoko mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman atas OTT yang juga mengamankan barang bukti uang sejumlah Rp 25 juta. Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihaknya akan memanggil sejumlah saksi tambahan, terutama dari lingkungan Pemkot Batu.

“Kami masih akan memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan,” kata Widiyanto didampingi Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Daky Zul Qornain, beberapa saat lalu.

Disinggung siapa saja yang akan dipanggil, pria yang menjabat sebagai Asisten Deputi Poldagri Kemenko Polhukam RI hemat bicara.

Jenderal bintang satu ini menambahkan, pemeriksaan akan dilakukan di Mapolres Batu. Sedikitnya ada empat petugas gabungan Satgas Saber Pungli yang dikerahkan dalam OTT ini. Pihaknya juga bekerja sama dengan Satgas Saber Pungli Kota Batu yang dikomandoi Waka Polres Batu Kompol Nurmala.

“Masih kami dalami, sebab dari keterangan pelapor sementara, pungli dilakukan sebanyak 18 kali selama 2017 ini,” pungkasnya.(Der/Yei)

Pasca OTT Kabid dan Staf, Wali Kota Batu dan Plt Kadinas Cipta Karya ‘Menghilang’

Balai Kota Among Tani, Kota Batu. (Miski)

MALANGVOICE – Sebanyak dua orang pegawai Pemkot Batu diciduk Tim Saber Pungli Mabes Polri, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kamis (24/8) malam.

Pantauan MVoice, aktivitas di ruang Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Cipta Karya, terlihat normal. Beberapa pegawai terlihat sibuk dibagian masing-masing.

Akan tetapi, Plt Kepala DPKPPCK, Himpun, tidak berada di kantor. Sama halnya dengan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. Ruangan wali kota di lantai 5 Gedung Balai Kota Among Tani, tertutup rapat.

“Bapak (Himpun) belum datang mas. Coba dicek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR),” kata petugas di DPKPPCK, beberapa menit lalu.

Selanjutnya MVoice meminta bertemu dengan Plt DPKPPCK di kantor DPUPR. Hasilnya pun sama, Himpun yang juga Kepala DPUPR tidak di tempat.

“Belum ada mas. Mungkin bapak ada rapat,” kata bagian resipsionis.

Sama halnya dengan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, yang tidak berada di ruangannya.(Der/Yei)

Kades Mojorejo Klaim Perizinan Masih Proses

Bangunan kantor Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo yang disegel Satpol PP, Kamis (24/8). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Penyegelan bangunan kantor Desa Mojorejo di Jalan Ir Soekarno, Kota Batu tanpa sepengetahuan Kepala Desa Suwarno. Pihaknya bahkan menampik kalau bangunan tersebut bermasalah.

“Izin (bangunan) masih diproses. Tidak ada masalah,” kata Suwarno ditemui MVoice usai mengikuti Sosialisasi Dana Desa dan TP4D di Kantor Kejari Batu, Kamis (24/8).

Pembangunan kantor Desa Mojorejo, lanjut Suwarno, merupakan kompensasi dari kerjasama pembangunan Warung Wareg yang seluruhnya berdiri di tanah kas desa tersebut. Biaya yang dikeluarkan untuk membangun kantor desa senilai Rp 1,4 miliar lebih.

“Bangunan ini (kantor desa) nanti jadi aset desa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Saptol PP Kota Batu menyambangi Warung Wareg dan Kantor Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo di Jalan Ir Soekarno Kota Batu, Kamis siang (24/8). Dua bangunan yang hampir selesai pengerjaannya itu disegel sementara. Penyebabnya, pembangunan tidak mengantongi izin resmi.(Der/Yei)

Satgas Saber Pungli OTT Pegawai Pemkot Batu

Kepala Bidang Operasi Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Mabes Polri, Brigjen Widiyanto Poesoko, di Mako Polres Batu, Kamis malam (24/8). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE- Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Mabes Polri, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemkot Batu, Kamis malam (24/8).

Operasi
yang dipimpin langsung Kepala Bidang Operasi Satgas Saber Pungli Mabes Polri, Brigjen Widiyanto Poesoko itu berhasil mengamankan dua pegawai di lingkungan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Cipta Karya (DPKPPCK) Kota Batu.

“Kami memantau sejak 10.00 pagi tadi dan baru OTT 19.00 malam tadi di Kota Malang. Kabid (kepala bidang) dan seorang staf,” kata Widiyanto ditemui awak media di Mako Polres Batu beberapa saat lalu.

Widiyanto melanjutkan, operasi dilakukan setelah sebelumnya mendapatkan laporan yang mengaku kontraktor beberapa proyek untuk Pemkot Batu. Kontraktor dalam laporannya di Mabes Polri mengaku dimintai pungutan.

“Ada laporan masyarakat ke Jakarta, kami langsung lakukan penyedilikan di sini, dan ternyata A1,” sambung pria dengan pangkat bintang satu dipundaknya.

Barang bukti yang berhasil disita dalam OTT beberapa jam lalu itu uang sejumlah Rp 25 juta. Meskipun begitu, pihaknya belum menetapkan status tersangka kepada keduanya.

“Masih proses klarifikasi, besok secepatnya kami rilis,” pungkasnya.(Der/Ak)

Pemkot Batu Bentuk Tim Pengawas Hewan Kurban

Penjual hewan kurban di kawasan Kota Batu. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Pemkot Batu bersiap melakukan pengawasan peredaran hewan kurban jelang Idul Adha, 1 September mendatang. Pengawasan khususnya hewan kambing dan sapi.

Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu, Hendri Suseno mengatakan, persiapan pengawasan didahului dengan pembentukan tiga tim pengawas. Tim ini nantinya akan monitoring 8 titik pusat penjualan hewan kurban di Kota Batu. Titik penjualan tersebut data sementara yang didapat pihaknya.

“Pengawasan ini mulai tahapan cek kondisi kesehatan hewan sampai proses penyembelihannya,” kata Hendri ditemui MVoice, Kamis (24/8).

Tim tersebut, lanjut Hendri, akan ditempatkan satu ahli dokter hewan, guna pendampingan dalam memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban. Pengawasan akan lebih diperketat, utamanya, pasca penyembelihan. Tim akan memeriksa kesehatan daging kurban yang sudah dipotong itu sebelum didistribusikan.

“Contohnya yang kami antisipasi apabila ditemukan cacing pita dalam bagian organ hati sapi. Ini yang paling urgen dan sangat berbahaya bagi kesehatan,” urainya.

Dokter Hewan Dinas Pertanian Kota Batu, Lisa Dyah Andarini menambahkan, pihaknya akan mengadakan sejumlah pelatihan dan bimbingan teknis kepada 35 takmir masjid se-Kota Batu.
Materi bimtek meliputi cara pemotongan hewan kurban sampai teknik pencacahan daging.

“Kami akan mendatangkan pemateri dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Senin (27/8),” ujarnya.

“Terpenting lebih perhatian kepada kesejahteraan hewan. Intinya, pemotongan hewan tidak sampai membuat hewan ini menderita,” tandasnya.(Der/Ak)