28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Dewan Kembali Tagih Pengisi Jabatan Sekda

DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Legislatif tak bosan-bosan memagih Pemkot Batu segera mengisi kursi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Pihaknya khawatir jika tak segera terisi, maka penyusunan APBD 2018 tersendat.

“Tak hanya itu, apa mungkin bisa dalam waktu sisa dua bulan menghabiskan anggaran PAK 2017 sekaligus menyusun laporannya,” kata Cahyo Edi Purnomo, Ketua DPRD Kota Batu, Selasa (17/10).

Pada momen yang baik ini, lanjut Cahyo, eksekutif harus segera bangkit. Meskipun memang dalam suasana yang berkabung sepeninggal Eddy Rumpoko akibat tersandung masalah hukum oleh KPK.

“Saya sampaikan ke Plt Wali Kota (Punjul Santoso) agar tidak ada kelumpuhan kerja, segeralah mengisi jabatan Sekda,” tutup politisi PDI Perjuangan ini.

Seperti diketahui, hingga saat ini kursi jabatan Sekda Kota Batu kosong. Ini setelah ditinggal Alm Achmad Suparto wafat. Pemkot mengklaim sudah mengantongi lima pejabat untuk dijadikan Plt Sekda. Ini atas hasil koordinasi dengan Gubernur Jatim dan Menteri Dalam Negeri.(Der/Yei)

TSP Balitjestro Digenjot Hasilkan Produk Turunan Lukratif

Jestro Fresh hasil olahan dari produk turunan jeruk yang dibudidayakan di kebun Balitjestro, Junrejo, Kota Batu

MALANGVOICE – Diversifikasi produk menjadi penentu meningkatkan nilai ekonomi pada produk primer. Sentuhan teknologi inovasi dan riset produk menjadi tahapan mutlak untuk menghasilkan olahan produk turunan untuk meningkatkan profibilitas usaha.

Peran badan penelitian sangat diperlukan untuk menyumbangkan buah pemikirannya dalam membantu peningkatan nilai ekonomis pada produk primer melalui inovasi teknologi terapan. Perlakuan ini berlaku pula pada hasil panen buah, tak terkecuali jeruk.

Sejak ditetapkan sebagai komoditi buah nasional pengganti subtitusi impor, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Tlekung Kota Batu dituntut menghasilkan varietas jeruk unggulan. UPT yang bertanggung jawab kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura ini, menjadi ujung tombak menghasilkan inovasi mulai dari varietas baru, manajemen budidaya tanaman hingga pasca panen serta olahan produk turunan.

Kepala Balitjestro, Harwanto mengatakan, dari hasil pasca panen buah jeruk dilanjutkan dengan mengolah produk primer tersebut ke dalam beberapa produk turunan. Sehingga bisa menciptakan peluang yang lukratif untuk meningkatkan nilai ekonomis.

Beberapa produk turunan dari bahan baku buah jeruk yang dihasilkan seperti, minuman jestro fresh berupa sari buah jeruk dan yogurt, hand sanitizer, lilin, manisan, lemon tea, sabun tangan, hand gel, wingko jeruk. Produk olahan itu dibuat dari beberapa varietas jeruk seperti jeruk keprok 55, keprok terigas, jeruk siam madu. Saat ini ada 258 koleksi sumber daya genetik dengan jenis dan varietas, 18 varietas jeruk telah dilepas ke pasaran.

“Jeruk dengan grade rendah, berukuran kecil diolah jadi produk turunan. Nilainya pasti rendah apalagi kalau panen raya harganya pasti murah. Biar punya nilai tambah kami jadikan produk olahan,” kata Harwanto.

Beberapa produk itu telah diajukan dan kini masih proses mendapatkan perizinan industri rumah tangga (PIRT). Salah satu produk olahan yang siap dilepas ke pasaran yaitu minuman sari jeruk berlabel Jestro Fresh. Per harinya Balitjestro memproduksi 100 liter yang dikemas ke dalam 500 botol berukuran 200 ml. Per liternya mengandung 350 mililiter sari jeruk.

“Setelah proses PIRT selesai baru akan dilepas ke pasaran melalui kerjasama pihak ketiga. Lisensi dari kami, tapi untuk komersialisasi dan produksi massal ada pada pihak ketiga, karena tugas fungsi kami hanya pada penelitian inovasi,” papar dia.

Seluruh olahan produk turunan itu, dikaji dan diolah di laboratorium Taman Sains Pertanian (TSP) yang dibagi tiga cluster, mulai dari perbenihan, budidaya tanaman, hingga pasca panen. Buah pasca panen yang dihasilkan kemudan ditampung dan disortir sesuai klasifikasi ukuran. Setelah disortir, grade terendah akan diolah menjadi aneka ragam produk turunan di gedung TSP ini.

“TSP ini merupakan inkubator bisnis melatih pelaku UMKM, inovasi pertanian sehingga petani bisa mengolah produk primer jadi produk turunan,” ungkap Harwanto.(der)

Halal Bihalal Pemkot Batu Diramaikan Sejumlah Artis Papan Atas

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat berada di panggung bersama Ada Band (Humas for MVoice)

MALANGVOICE – Guna menghindari pegawai bolos kerja pada hari pertama masuk setelah Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menggelar halal bihalal dengan Pegawai Negeri Sipil beserta jajarannya di halaman Balai Kota Among Tani, Senin (10/6). Ada Band dan Zanzibar hadir memeriahkan acara tersebut.

Pantauan MVoice para PNS itu mengantre untuk bersalaman di depan Graha Pancasila. Tak hanya itu saja, mereka juga mengantre untuk berswafoto di spot foto.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, dalam halal bihalal tersebut, Pemerintah Kota Batu mengundang beberapa bintang tamu seperti Ada Band dan Zanzibar sebagai hadiah untuk PNS yang sudah bekerja selama setahun.

“Apalagi sebulan terakhir ini mereka luar biasa melakukan pekerjaan dengan baik,” ujarnya kepada awak media.

“Kalau kami tidak mengundang artis top ya mereka jarang bisa bertemu langsung seperti ini, merasakan hal-hal yang bagaimana berbagi kebersamaan kesenangan dengan artis ibu kota,”

Dengan adanya kegiatan tersebut, Dewanti berharap mampu menjalin silahturahmi dengan berbagai stakeholder. Selain itu juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Batu.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Gebyar Ketupat juga pernah mendatangkan artis top ibu kota. Di antaranya yang pernah tampil sederet artis terkenal seperti Armand Maulana hingga Virgoun. (Hmz/ulm)

PJT I Optimistis Tahun 2022 Momen Pulihkan Pendapatan Sektor Pariwisata

Pemandangan alam yang indah menjadi daya tarik yang ditawarkan destinasi wisata Bendungan Selorejo, Ngantang, Kabupaten Malang. (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Perusahaan Umum Jasa Tirta I (PJTI) optimistis tahun 2022 menjadi momen memulihkan pendapatan. Setelah dua tahun, yakni 2020 dan 2021 mengalami defisit imbas merosotnya kunjungan wisatawan ke Bendungan Selorejo.

Dirut PJT I, Raymond Valiant Ruritan mengatakan, merosotnya tingkat kunjungan seiring dengan pengetatan mobilitas masyarakat. Mengingat dua tahun terkahir, gelombang pandemi masih tinggi.

“Kerugian yang kami tanggung mencapai ratusan juta. Meski begitu tak ada satupun karyawan yang di-PHK,” ujar Raymond.

Menginjak tahun 2022, tingkat kunjungan mulai bergeliat. Seperti yang terjadi pada libur lebaran awal Mei lalu. Situasi ini pun disambut PJT I untuk bisa menutup kerugian ratusan juta.

“Kami optimis tahun ini bisa menutup kerugian. Targetnya jangan sampai rugi lagi. Apalagi pemerintah melonggarkan mobilitas masyarakat,” ujar dia.

Ia mengatakan, pada situasi normal, pengunjung yang berwisata ke Bendungan Selorejo bisa mencapai 5000-7000 pengunjung. Jumlah itu menyusut saat masa pandemi menjadi 3000-4000 pengunjung.

“Bersyukur tahun ini mulai dilonggarkan. Bagaimanapun, sektor pariwisata menjadi andalan utama penggerak perekonomian kawasan Malang Raya,” ujar dia.

Saat ini, tren pariwisata yang sedang digemari adalaj wisata berbasis alam. Dalam hal ini, Bendungan Selorejo adalah pilihan tepat. Tempat wisata tersebut menawarkan obyek wisata alam dengan pemandangan waduk atau danau yang dikelilingi oleh beberapa gunung diantaranya Gunung Kelud, Gunung Anjasmoro serta Gunung Kawi.

Di sana juga menjadi tempat favorit para pemancing. Selain alam, wisatawan juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas seperti penginapan dan tempat kulineran khas yakni berbagai hasil waduk seperti ikan bakar dengan aneka sambal yang nikmat.

Pengunjung juga bisa memancing bersama keluarga dengan berkeliling danau dengan mengendarai perahu yang ada disana. Untuk jasa perahu, wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp 20 ribu saja.

“Semangat kami di tahun ini memang adalah mengembalikan ruh wisata alam yang sejuk dan asri alami seperti disini,” pungkasnya.

Tanggapan Somasi, Pemkot Batu: Tak Menyentuh Subtansi

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berbincang dengan salah satu pedagang di Pasar Induk Kota Batu (MG1)

MALANGVOICE – Pemkot Batu memberikan tanggapan atas somasi yang dilayangkan pedagang Pasar Induk Kota Batu di unit I dan unit II. Somasi dilayangkan pedagang melalui kuasa hukumnya MS Alhaidary kepada Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Kepala Diskominfo Kota Batu, Onny Ardianto surat balasan telah dikirimkan. Balasan itu menanggapi surat nomor 0219-S.23/NLTGS/MSA/XII/2021 tanggal 23 Desember perihal somasi I lelang bangunan toko dan kios unit I dan unit II Pasar Kota Batu.

Onny mengatakan, tanggapan itu dikirimkan ke kantor MSA Law pada Rabu kemarin (29/12). Ia menyebutkan, isi materi tanggapan atas somasi pedagang. Antara lain Pemkot Batu memerlukan penjelasan terlebih dahulu terkait legal standing kuasa hukum yang ditunjuk pedagang.

“Bahwa beberapa ketentuan peraturan perundang-undangan mensyaratkan pentingnya keberadaan surat kuasa khusus. Sebagai landasan bagi MSA Law Firm untuk bertindak mewakili kepentingan pedagang sebagai pemberi kuasa, maka kami menunggu penjelasan saudara terkait hal ini,” ucap Onny membacakan isi tanggapan.

Sementara itu, kuasa hukum pedagang, MS Alhaidary menilai tanggapan itu sama sekali tak menyentuh subtansi persoalan yang dihadapi pedagang. Karena persoalan utama pedagang mempermasalahkan lelang kios di unit I dan unit II.

Namun, lanjut Alhaidary, Pemkot Batu justru mempersoalkan surat kuasa atas dirinya yang ditunjuk sebagai kuasa hukum pedagang. Ia mengakui jika tak melampirkan surat kuasa dalam somasi. “Hak pemkot menanyakan legal standing saya sebagai penerima kuasa,” kata dia.

Alhaidary berargumen, somasi merupakan langkah non litigasi. Sehingga tak ada keharusan yang mengatur untuk melampirkan surat kuasa. Berbeda ketika nantinya masuk ranah litigasi di pengadilan. Baru dirinya diwajibkan menunjukkan atau melampirkan surat kuasa sebagai kuasa hukum.

“Saya pastikan, surat kuasa dari pedagang sudah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadiln Negeri Malang,” terang dia.

Alhaidary berpendapat, seharusnya tanggapan Pemkot Batu lebih mengarah pada penjelasan mengenai dasar alasannya melelang toko atau kios di unit I dan unit II. Karena dalam proses lelang, tak ada satupun pedagang yang diajak berkoordinasi. Apalagi ada hak-hak sekecil apapun yang melekat pada pedagang.

“Apa susahnya memberikan penjelasan masalah itu. Sehingga para pedagang bisa mengerti, legowo dan tidak harus melakukan tuntutan hukum apapun. Langkah berikutnya, saya akan berkoordinasi dulu dgn para pedagang pemberi kuasa,” tukas dia.(der)

Jumlah Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kota Batu Bertambah 4.965 orang

Syaifuddin Zuhri. (Mvoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 4.965 orang menambah jumlah Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP)- 2 Kota Batu. Total DPTHP Kota Batu kini menjadi 153.738. Sebelumnya, jumlah pemilih dalam Pilgub Jatim 2018 lalu sebanyak 148.773 orang.

Ketua KPU Kota Batu, Syaifuddin Zuhri menjelaskan, jumlah DPTHP2 sebesar 153.738 pemilih ini telah ditetapkan dalam Rapat Pleno KPU Kota Batu.

“Lalu penetapan di tingkat kota ini akan dilanjutkan dengan rekapitulasi di tingkat provinsi hingga Pusat,” ujar dia, saat ditemui wartawan.

Ia menjelaskan bahwa jumlah pemilih di Kota Batu saat Pilgub 2018 lalu adalah 148.773 pemilih. Kemudian ada penambahan dari pemilih pemula sehingga jumlahnya menjadi 151.531 pemilih.

“Setelah diteliti lagi, jumlah di atas berubah lagi dalam DPTHP-1 menjadi 151.438 pemilih. Karena dalam penelitian ditemukan adanya 93 orang menjadi pemilih ganda,” tambahnya.

Sebelumnya, lanjut Syaifuddin, hasil itu sudah diplenokan di KPU Provinsi dan KPU pusat. Namun ada masukkan dari Badan Pengawasan dan Pemilu (Bawaslu) terkait adanya pemilih ganda.

Selanjutnya, dalam hasil DPTHP-2 ditetapkan Pemilih Kota Batu berjumlah 153.738 orang. Rinciannya, di Kecamatan Batu 70.165 pemilih, Kecamatan Bumiaji 45.775 pemilih, dan Kecamatan Junrejo 37.798 pemilih.

Diketahui, sebelum menetapkan DPTHP-2 ini KPU Kota Batu telah membuat Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP). Dan bertambahnya DPT ini adalah satu faktornya penyebabnya. Yakni terdapat pemilih pemula, saat pemilih pemula usia 17 tahun namun belum melakukan perekaman atau sedang dalam diproses masuk DPT. (Der/Ulm)

Belis Kitchen & Bar Aston Inn Batu Tawarkan Promo di Malam Valentine

Aston Inn Batu menawarkan promo Valentine's Day bertajuk Spread Love. (Aston Inn Batu/Malangvoice)

MALANGVOICE – Sebagai salah satu hotel tujuan wisatawan, Aston Inn Kota Batu selalu menyuguhkan promo menarik di setiap momen. Strategi itu sekaligus agar bisa memanjakan tamu hotel.

Di bulan Februari ini, Aston Inn Batu menawarkan promo Valentine’s Day bertajuk Spread Love. Dengan harga Rp 250 ribu per orang, pengunjung bisa menikmati romantic table set decoration; 5 course western romantic set menu; romantic song with Relish Band; mocktails dan giveaway.

“Februari dikenal sebagai bulan kasih sayang oleh banyak orang. Sehingga kami menawarkan promo menarik merayakan Hari Kasih Sayang untuk mewujudkan moment special agar tidak terlupakan,” tutur Banquet Sales Executive Aston Inn, Ayu Ratna.

Ayu mengatakan, suguhan itu bisa dinikmati tepat di Hari Valentine 14 Februari nanti pukul 19.00 di Belis Kitchen & Bar. Bagi 5 pasangan yang memesan lebih awal akan mendapatkan discount sebesar 20 persen.

“Ada suguhan varian menu baru di Belis Kitchen yang bernuansa romantic serta ada giveaway. Yang pasti menambah kebahagian bagi para pasangan yang join di acara ini. Pilih ASTON Inn Batu sebagai tempat untuk menghabiskan hari kasih sayang,” ujar Ratna.(der)

Pemkot Batu Canangkan Destinasi Baru Tiap Tiga Tahun

Plt Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono saat menghadiri Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Wana Wisata Coban Rais, Desa Oro -Oro Ombo, Kamis (12/10). (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata Kota Batu menargetkan setiap tiga tahun sekali lahir destinasi wisata baru. Ini merespon jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat.

Tahun 2016 misalnya, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu tercatat 3,9 juta orang.

“Target kunjungan wisatawan tahun lalu sudah melebihi capaian. Namun, Pemkot Batu akan terus berupaya membuat destinasi wisata baru. Tentunya dominasi wisata alam,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Pemkot Batu Imam Suryono, dalam sambutannya membuka Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Wana Wisata Coban Rais, Desa Oro-Oro Ombo, Kamis (12/10).

Karena itu, lanjut Imam, dengan target tiga tahun satu destinasi baru pihaknya optimis kunjungan wisatawan terus meningkat.

“Kalau ada destinasi baru pasti banyak orang tertarik untuk terus ke Kota Batu,” sambung Imam.

Destinasi baru, lanjut Imam, merupakan salah satu upaya mewujudkan Kota Batu sebagai kota wisata International berbasis potensi lokal. Sebab, banyak sekali potensi lokal di Kota Batu yang bisa dikembangkan. Perlu juga program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bidang pariwista.

Harapannya, wisata baru yang dibangun bisa menyerap tenaga kerja sekitar sehingga berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. “Masing-masing desa memiliki potensi lokal yang bisa dikembangkan. Pemkot akan melakukan pendampingan maksimal,” pungkasnya.(Der/Yei)

Arema Tak Peduli Siapapun Lawan di Semifinal Piala Presiden 2022

Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida. (Istimewa)

MALANGVOICE – Arema FC lolos ke babak semifinal Piala Presiden 2022 setelah menumbangkan Barito Putera dari adu penalti di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (2/7).

Kini, tim Singo Edan tinggal duduk manis menunggu siapa lawannya di babak empat besar antara PSIS Semarang atau Bhayangkara FC. Kedua tim itu baru akan bertanding sore ini, Ahad (3/7).

Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, mengatakan tidak peduli siapapun calon lawannya di babak semifinal Piala Presiden 2022 nanti. Menurutnya, kedua tim calon lawannya ini sama-sama kuat.

“Kemungkinan besok 50:50, yang jelas dua tim itu sama-sama bagus,” ujar Almeida.

Pelatih berkebangsaan Portugal ini mengaku siapapun tim yang akan dihadapi, Arema harus siap.

“Kami harus siap memberikan yang terbaik, Arema harus siap siapapun calon lawannya,” ujarnya.

Melihat dari pertandingan melawan Barito Putera, tim Arema FC yang menjadi tuan rumah gagal mencetak gol di 90 menit pertandingan. Alhasil skor 0-0 menutup laga dan dilanjutkan dengan adu penalti.

Almeida sempat memainkan striker baru, Abel Camara di babak kedua. Namun, pemain jebolan Balenenses SAD itu tak bisa berbuat banyak karena jarang mendapat kesempatan emas mencetak gol.

Beruntung dalam adu penalti, kiper Arema Edilson Maringa tampil cemerlang dengan menepis dua eksekutor dari Barito Putera. Meskipun demikian, dari kubu Arema juga satu kali gagal menciptakan gol penalti dari kaki Evan Dimas.(der)

Antisipasi PMK Menyebar Luas, Peternak Sapi Perah Kota Batu Minta Perketat Alur Distribusi

Warga Dusun Brau membersihkan kandang ternak sapi. Mayoritas warga Dusun Brau bekerja sebagai peternak sapi perah. (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 33 ekor sapi di Kota Batu terindikasi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyakit yang disebabkan virus itu menyerang hewan ternak milik sejumlah warga di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Munculnya kasus ini membuat peternak sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari waspada. Apalagi mayoritas warga di wilayah Kecamatan Bumiaji ini menggantungkan hidupnya pada produksi susu sapi perah.

Populasi sapi di Dusun Brau jumlahnya dua kali lipat dibandingkan populasi penduduknya. Sebagian besar susu sapi yang dihasilkan warga ditampung oleh Koperasi Margo Makmur Mandiri.

Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir mengingatkan agar alur distribusi perdagangan sapi diperketat. Langkah ini sebagai antisipasi agar penyakit ini tak menyebar luas.

“Kami imbau untuk sementara waktu tidak mendatangkan sapi dari luar daerah, khususnya daerah yang terjangkit wabah PMK,” tutur Munir.

Hingga saat ini belum ada temuan PMK di wilayah Dusun Brau. Sekalipun PMK tak berpotensi menular kepada manusia (zoonosis), pihaknya menekankan pentingnya menjaga kebersihan sanitasi kandang. Selain itu, menjaga agar alat perah tetap steril.

Lebih lanjut, pihaknya akan mengajukan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu untuk menyemprotkan disinfektan pada seluruh kandang ternak. Tak ketinggalan juga pemberian nutrisi agar imunitas ternak tetap terjaga guna mengantisipasi penularan.

“Ternak sapi perah menjadi sandaran perekonomian masyarakat Dusun Brau. Kami harap wabah ini tak sampai ke sini,” harap Munir.(der)