Wisatawan Kota Batu Wajib Kantongi Surat Rapid Antigen

Suasana rapat Forkopimda (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Forkopimda Kota Batu gelar rapat membahas Surat Edaran (SE) untuk mengatur libur Natal dan tahun baru (nataru) agar aman dan nyaman. Rapat itu digelar di Ruang Rapat Utama Balai Among Tani, Kota Batu, Senin (21/12) sore.

Dalam rapat itu diputuskan wisatawan yang hendak berkunjung ke Kota Batu harus sudah melakukan rapid test antigen dengan hasil non reaktif. Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Dewanti mewanti-wanti bagi wisatawan yang tidak mengantongi surat rapid akan dipulangkan ke daerah asalnya. “Nanti kita hubungi daerah asalnya agar dipastikan untuk pulang ke rumahnya,” jelas Dewanti.

Hal itu dilakukan agar Kota Batu terhindar dari resiko adanya klaster baru. Selain itu ada beberapa kebijakan lain untuk menghindarkan Kota Batu dari resiko tersebut.

Yakni, penutupan Alun-alun Kota Batu dan tidak ada acara pada malam tahun baru. “Di hotel kita larang untuk mengadakan acara, hanya boleh makan malam untuk pengunjung hotel,” jelasnya.

Sedangkan untuk penutuoan Alun-alun Kota Batu ini dilakukan pada malam tahun baru. “PKL yang disana terpaksa harus libur satu hari dulu,” jelasnya.

Dewanti mengatakan bahwa pihaknya memberi fasilitas untuk pindah tempat. Namun jika dirasa terlalu merepotkan ya ia berharap pihak PKL untuk mengikhlaskan satu hari saja.

Sementara itu Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo mengungkapkan bahwa pengamanan nataru dilakukan dengan satgas gabungan. Pasalnya pengamanan untuk menjamin kanyamanan libur nataru diperlukan sinergi dari semua pihak.

Catur bertutur bahwa sekeras-kerasnya aparat perkerja, jika tidak didukung masyarakat akan sia-sia. “Maka dari itu kita juga memerlukan kesadaran dari masyarakat untuk menjaga dirinya sendiri,” tandasnya.(der)

3 Relawan Kota Batu Bantu Selamatkan Buaya Terpasung Ban

Kondisi buaya yang terpasung ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Prambors Radio)
Kondisi buaya yang terpasung ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Prambors Radio)

MALANGVOICE – Belum lepasnya ban yang terpasung di tubuh buaya berjenis Crocodylus Porosus di Sungai Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebanyak 3 orang relawan Kota Batu yaitu dua pawang Predator Fun Park dan 1 dari BKSDA Malang ikut turun membantu pelepasannya.

Mereka diantaranya yaitu Joe Javanese dan Sugeng yang merupakan pawang di Predator Fun Park. Kemudian Dwi Rubingi dari BKSDA Malang. Ketiganya berangkat sejak Senin (10/2).
Salah satu pawang Predator Fun Park, Joe Javanese mengatakan bantuan itu karena uji coba dua kali pelepasan ban belum membuahkan hasil. Sehingga, dia bersama dua orang lainnya akan ikut membantunya.

”Sebelumnya oleh Panji belum bisa. Kemudian, diupayakan lagi oleh BKSDA Sulteng dan Polair Polda Sulteng juga belum membuahkan hasil. Makanya, kami coba ikut membantu,” kata dia.

Dia menambahkan, untuk keberangkatannya tersebut didukung oleh Pemkot Batu, Predator Fun Park dan BKSDA Malang. Kemudian, juga dukungan dari Pemkot Palu yang sebelumnya sudah melakukan koordinasi.

Sementara itu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan hanya bisa berdoa semoga upaya tersebut bisa membuahkan hasil. Sekaligus, dia berharap semoga sama-sama bisa kembali dengan selamat pula.

”Harapan kami di Pemkot Batu. Semoga, bisa membantu membebaskan buaya tersebut. Tapi, bisa kembali ke sini juga dalam keadaan selamat,” kata dia diwawancarai di tempat terpisah.

Seperti diketahui, kondisi buaya terpasung ban di Sungai Palu itu sudah berlangsung selama empat tahun terakhir. Hingga kini, belum ada satu pun warga yang bernyali untuk membebaskannya.

Beberapa kali upaya sudah dilakukan. Namun, upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil sampai sekarang.(Der/Aka)

Wisata Edukasi dengan Ribuan Kincir Angin Warna-Warni di Kota Batu

Pengunjung saat asik berswafoto di Bumi Kitiran Kota Batu (Ayun/MVoice)
Pengunjung saat asik berswafoto di Bumi Kitiran Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Perkembangan sektor pariwisata di Kota Batu terus meningkat beberapa tahun terakhir. Bukan hanya keindahan alam yang dipertontonkan, tapi juga kreativitas masyarakat dalam menciptakan atraksi wisata buatan.

Salah satunya bisa kita jumpai wisata Bumi Kitiran di Dusun Binangun, Bumiaji, Kota Batu.

Sebidang lahan di tengah area persawahan “disulap” menjadi kebun yang dipenuhi puluhan ribu kincir angin beraneka warna, seperti merah, kuning, hijau, biru, merah jambu, dan oranye.

Deretan kincir angin yang disusun sedemikian rupa menghasilkan pemandangan yang indah.

“Total kitirannya kurang lebih 24 ribu. Lengkap dengan penyangganya. Dan puluhan ribu kitiran itu ditancapkan di lahan seluas 6.000 meter persegi,” ujar Owner Bumi Kitiran, Sukaji Widya Antoko.

Ia menambahkan, destinasi wisata buatan yang baru saja di launching 18 Agustus lalu terinspirasi dari Taman Dewari Megelang, Jawa Tengah.

Ia sengaja membuat Bumi Kitiran yang sebelumnya merupakan lahan pertanian jeruk, lantaran ingin memberikan alternatif destinasi wisata yang berbeda dan belum ada sebelumnya di Kota Batu.

Menurut dia, melihat potensi wisata yang besar sehingga ia membuat hamparan kitiran berwarna-warni.

“Selain itu kami ingin mengedukasi wisatawan dan anak-anak pada khususnya agar melestarikan budaya mainan asli Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Aji itu.

“Ya, meski sudah dilaunching, kami harus terus berbenah. Rencananya ke depan kami akan buat taman bunga di beberapa titik dan tempat untuk nongkrong. Sehingga wisatawan dapat lebih lama di Bumi Kitiran,” imbuhnya.

Kemudian, untuk tiket masuk pengunjung cukup merogoh kocek Rp 10 ribu per orang. Jam bukanya sejak pukul 07.00 – 17.00 WIB setiap hari.

Sedangkan, untuk akses terbilang cukup mudah. Dari Alun-Alun Kota Batu, wisatawan hanya butuh waktu sekitar 20 menit ke lokasi. Untuk menuju lokasi, memang saat ini belum ada papan penunjuk arah.

Namun wisatawan bisa menggunakan Google Map agar lebih mudah menuju Bumi Kitiran.

Tak hanya pemandangan ribuan kitiran yang berbaris rapi, pesona pegunungan yang mengitari Kota Batu juga bisa dinikmati dari taman tersebut. Jika wisatawan berkunjung sore hari, pesona lain yang bisa dinikmati yakni panorama matahari terbenam (sunset).

Khalimatus Suhriyah (23) wisatawan asal Madura sengaja mengunjungi Bumi Kitiran menyatakan rasa kagumnya. Ia terpesona lalu datang bersama teman-temannya untuk foto di tempat wisata tersebut.

“Luar biasa tempat wisata Bumi Kitiran ini. Di sini saya bisa melepas stres dan mengenang masa kecil. Sangat unik dan bisa dibilang tidak ada di Malang Raya,” ungkapnya.

Sementara, Plt. Dinas Pariwisata Kota Batu (Disparta) mengatakan itu merupakan destinasi sangat bagus.

“Yang diharapkan kami kan seperti itu. Jadi warga ikut serta dalam pengembangan wisata. Kalau itu berkembang jadi sebuah destinasi wisata, ya anti akan kami bantu dari segi sarana dan prasarana,” tutupnya. (Hmz/Ulm)

Warga Batu Geger, Perempuan Hamil 8 Bulan Dievakuasi dari Kuburan

Anggota Tagana KWB melakukan evakuasi orang diduga sakit jiwa dan tengah mengandung 8 bulan, di Makam Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Rabu malam (28/6). (istimewa)

MALANGVOICE – Ketenangan warga di lingkungan Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu dibuat geger, Rabu (28/6) malam lalu. Pasalnya, suara perempuan mengerang kesakitan hinggap ke telinga warga.

Usut punya usut, suara itu berasal dari komplek pemakaman Kelurahan Sisir. Petugas Tagana Kota Wisata Batu (KWB) pun didatangkan guna melakukan evakuasi.

Kehebohan kian menjadi setelah perempuan tanpa identitas tersebut ditemukan dalam kondisi perut membuncit. Koordinator Tagana KWB, Simon Purwoali, mengatakan, kegegeran bermula sekitar pukul 19.00.

Saksi yang pertama kali menemukan, yakni Jaswadi, mendengar rintihan dan teriakan dari arah kuburan tersebut. Saat dicek, dilihatnya perempuan dengan kondisi lusuh, mengenakan atasan warna merah.

Perempuan berambut panjang itu tak mampu menyembunyikan perutnya yang tampak besar. ”Saksi yang juga perangkat Kelurahan Sisir lantas menghubungi Dinas Sosial (Dinsos) dan meneruskan ke kami (Tagana KWB),” kata Simon.

Personel Tagana KWB, lanjut Simon, yang tengah siaga di Posko Mudik Jalan Ir Soekarno, Desa Beji, Kecamatan Junrejo didatangkan menuju lokasi. Perempuan yang sementara ditengarai berasal dari Purwokerto itu dievakuasi menuju Rumah Sakit Karsa Husada Kota Batu.

Pemeriksaan medis terhadap perempuan diduga gangguan jiwa. (istimewa)

”Setelah dicek ternyata benar hamil usia delapan bulan. Namun belum ada tanda kelahiran. Setelah itu dirujuk menuju IGD RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar), sekitar pukul 23.30,” urainya.

Diduga perempuan ini mengalami gangguan jiwa. Kasi Bantuan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kota Batu, Fatonah, membenarkan pihaknya kini menangani orang dengan ganguan jiwa (ODGJ) yang hamil 8 bulan.

Dia menegaskan, kasus tersebut bakal ditangani dengan baik, mulai dari perawatan medis hingga pembiayaannya. ”Pasien saat ini sudah menjalani rawat inap di RSSA serta penanganan kejiwaan dari ahlinya,” tukas Fatonah saat dihubungi Mvoice, beberapa saat lalu.

Sebagai Tuan Rumah, Dewanti: KPK Tidak Pamit ke Saya

Walikota Batu, Dewanti Rumpoko saat diwawancarai awak media (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – KPK geledah dua OPD di Balai Kota Among Tani, Kamis (07/01). Dua OPD itu ialah DPMPTSP-TK dan Damkar.

Penggeledahan tersebut berlangsung selama 5 jam mulai pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Setelah melakukan penggeledahan di dua OPD tersebut, KPK membawa lima koper. Tiga koper dari DPMPTSP-TK dan dua koper dari Damkar.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, kedatangan KPK ini tidak pamit kepada dirinya terlebih dahulu. “Tanya mereka kok tidak pamit sama tuan rumah, kenapa?” kata Dewanti.

Dewanti melanjutkan bahwa KPK datang langsung ke dua OPD tersebut tidak kepada dirinya. “Saya rapat pagi di Malang, siang rapat lagi sampai sore dan tidak menerima tamu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengimbau pada OPD yang didatangi oleh KPK untuk kooperatif.

“Saya sebagai orang nomor 2 di sini mengimbau kepada seluruh ASN seluruh kepala OPD termasuk Pak Sekda untuk proaktif dan bisa menerima juga memberikan informasi yang sebenar-benarnya,” jelas Punjul.

Punjul mengaku dirinya tidak tahu urusan KPK apa, apakah KPK mencari data atau bagaimana. Ia melanjutkan, karena itu sudah menjadi tanggungjawab dan pekerjaanya ya harus diberikan informasi sesuai porsinya.

“Kalau tahu ya dipaparkan kalau endak ya gimana. Itu sudah saya yakin kepala-kepala OPD sudah paham terkait itu,” tandasnya.(der)

Dinosaurus Jatim Park 3 Terbakar

Dinosaurus Jatim Park 3 terbakar. (istimewa)
Dinosaurus Jatim Park 3 terbakar. (istimewa)

MALANGVOICE – Jatim Park 3 dihebohkan salah satu dinosaurusnya yang terbakar, Selasa siang (30/1). Koleksi dinosaurus jenis leher panjang itu terbakar diduga akibat percikan api pengerjaan pengelasan.

Hingga berita ini ditayangkan, Polres Batu tengah melakukan identifikasi TKP (tempat kejadian perkara). Polisi menyelidiki bagaimana penyebab pasti peristiwa yang menimpa destinasi wisata yang baru buka November 2017 tersebut.

Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group, Titik S Ariyanto, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan sekitar pukul 12.00 WIB. Diduga kuat kebakaran disebabkan pengerjaan pengelasan pada patung dinosaurus dikenal dengan nama Brachiosaurus tersebut.

Gallery link=”file” size=”full” td_select_gallery_slide=”slide” ids=”103592,103589″

“Ada orang ngelas, percikannnya kena angin kemudian kena ke dino tersebut. Memang mudah terbakar karena berbahan spons,” kata Titik kepada MVoice.

Petugasnya, lanjut Titik, langsung memadamkan menggunakan Apar. Namun, hal itu sedikit sulit dilakukan karena jangkauannya yang terbatas dan api cepat merembat. Yang terselamatkan hanya bagian leher sampai kepala saja. Sisanya hangus terbakar.

“Cuaca saat itu terik panas dan angin kencang. Tapi mesinya masih berfungsi,” sambung dia.

Titik menambahkan, dari peristiwa itu tidak ada korban jiwa, baik pekerja maupun pengunjung. Sebab, dinosaurus merupakan aksesoris yang berada di luar zona Dino Action.

“Dino Action masih on progress pengerjaannya. Dibuka untuk umum perkiraan Maret. Jadi tidak ada pengunjung juga di lokasi,” urainya.

Ditaksir kerugian yang dialami akibat peristiwa ini sebesar Rp 10 juta. Pihak manajemen, menurutnya, akan melakukan evaluasi begitu mendapatkan hasil penyelidikan polisi.

“Tentu jadi evaluasi dan antisipasi agar pekerja lebih waspada lagi. Kami tidak ingin kejadian terulang,” tutupnya.(Der/Aka)

Tuntut Keringangan Selama Pandemi, Demonstran Mahasiswa UMM Unjuk Rasa Dobrak Portal

Aliansi Mahasiswa Bergerak mendobrak paksa portal UMM

MALANGVOICE – Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) unjuk rasa di depan kampus, Selasa (16/2). Unjuk rasa ini diakibatkan tidak ada penurunan SPP saat pandemi Covid-19.

Selama satu jam berdemo, para demonstran yang menamakan diri mereka Aliansi Mahasiswa Bergerak itu tidak diperkenankan masuk ke dalam kampus UMM.

Mahasiswa akhirnya memaksa masuk dengan mendobrak portal. Dobrakan itu sempat ditahan oleh beberapa Satpam UMM namun tak kuasa menahan dorongan Aliansi Mahasiswa Bergerak.

Ada sembilan tuntutan dari Aliansi Mahasiswa Bergerak, yakni pemotongan SPP 50% selama pandemi. Pembebasan Pembayaran SPP Untuk Mahasiswa yang Sudah Tidak Mengambil Mata Kuliah.

Dierikan kuota gratis selama perkuliahan daring. Penghentian peningkatan biaya SPP 5% Per Tahun. Ringankan biaya magang selama pandemi.

Diberikan perpanjangan masa pembayaran SPP. Dikembalikannya 50% uang P2KK dan Pesmaba Mahasiswa Baru dikarenakan para Mahasiswa baru tidak melaksanakan P2KK offline dan tidak semuanya para Mahasiswa baru melaksanakan Pesmaba secara offline.

Dihentikannya pungli parkir Masjid untuk mahasiswa UMM dikarenakan itu terrmasuk fasilitas kami dari uang SPP yang kami bayarkan. Berikan efektifitas pembelajaran selama pandemi.

Hingga berita ini tayang, Pihak Rektorat UMM Belum menemui para demonstran. Ketika Satpam rektorat ditanyai apakah Rektor UMM, Fauzan ada, ia menjawab ada.

“Pak rektor ada, tapi masih ada tamu, lagi MoU,” jelasnya.(der)

Hujan Setengah Jam Rendam Tujuh Rumah di Kota Batu

Banjir yang terjadi di Kota Batu
Banjir yang terjadi di Kota Batu

MALANGVOICE – Hujan deras yang berlangsung sekitar setengah jam, pada Rabu (15/1) sore menyebabkan saluran air di depan kantor Kelurahan Sisir, Kota Batu meluap hingga ke jalan raya. Akibatnya sekitar tujuh rumah warga terendam air setinggi 20 cm.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirul Rochim mengatakan, genangan air diakibatkan hujan deras yang mengguyur Kota Batu sekitar pukul 16.30 – 17.00 WIB.

“Air yang tidak tertampung ini meluap ke jalan dan menggenangi tujuh rumah yang ada di sekitar bantaran sungai. Hingga air masuk ke dalam rumah setinggi 20 centimeter,” ujarnya.

“Seluruh rumah berada di RW 8 dan 9 Kelurahan Sisir tepatnya di samping Sungai Sisir. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menambahkan dari hasil kaji cepat kejadian banjir tersebut, pihaknya merekomendasikan agar jembatan di sebelah Kantor Kelurahan Sisir untuk direhabilitasi dan rekonstruksi. Lalu sedimentasi sungai diangkat.

“Ya, perlu adanya kerja bakti bagi seluruh warga untuk membersihan gorong-gorong di samping Pos Polisi Alun-Alun Kota Batu. Sebab dimungkinan tersumbat sampah,” tutupnya.(Der/Aka)

Jatim Park 2 dan 3 serta Pupuk Bawang Cafe Jadi Sasaran Penyidik KPK

Penyidikan KPK di Balai Kota Among Tani Batu. (Aan)

MALANGVOICE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali lakukan penyidikan di Balai Kota Among Tani Batu, Jumat (19/03). Penyidikan itu masih terkait dengan Kasus dugaan TPK penerimaan gratifikasi di Pemkot Batu tahun 2011-2017.

Lembaga antirasuah itu melakukan pemeriksaan terhadap berbagai saksi-saksi. Saksi itu seluruhnya berasal dari pihak wiraswasta.

Hal itu disampaikan Plt. Juru Bicara KPK bidang Penindakan Ali Fikri. Saksi-saksi itu sebagai berikut:

Direktur PT Gunadharma Anugerah Jaya, Nofan Eko Prasetyo; Direktur Operasional Pupuk Bawang Cafe and Dining, Wiraswasta Riali; dan Staf Ahli Pengembangan pada Jatim Park 2 dan Jatim Park 3.

“Dari pengetahuan para saksi tersebut, Tim Penyidik KPK masih terus menggali dugaan penerimaan gratifikasi, diantaranya dalam bentuk sejumlah uang oleh pihak yang terkait dengan perkara ini,” jelas Ali.(end)

Atlet Muda Paralayang Jombang Tewas Terjatuh di Gunung Banyak Kota Batu

Korban Cherly Aurelya semasa hidup. (Istimewa)

MALANGVOICE – Area terbang olahraga paralayang Gunung Banyak Kota Batu kembali memakan korban. Atlet muda asal Kabupaten Jombang Cherly Aurelya (20) tewas akibat jatuh di ketinggian sekitar 150 meter, Selasa (12/5).

Jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. Polisi juga sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian menunggu keluarga korban untuk izin autopsi.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Korban yang telah memiliki lisensi terbang junior itu memang tengah melakukan latihan sejak, Sabtu lalu (9/6).

“Dari lidik, parasut korban mengembang dengan baik saat take off. Namun karena angin kencang mendadak collapse, parasut menutup,” beber Kasat Reskrim Polres Batu AKP Anton Widodo.

Suasana ruang jenazah RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Selasa (12/6). (Aziz Ramadani/MVoice)

Korban, lanjut Anton, jatuh di area perbukitan dengan ketinggian 100-150 meter. Luka yang dialami pada bagian dada dan tulang belakang.

“Apakah ada unsur kelalaian dari korban masih kami selidiki mendalam, atau kah faktor alam,” tutupnya.

Peristiwa serupa terjadi terakhir Oktober 2017 silam. Korban adalah Syaiful Iqbal Ashofa (40), anggota dewan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Diketahui korban juga seorang atlet atau pilot yang memiliki lisensi terbang. (Der/Ery)