Hujan Setengah Jam Rendam Tujuh Rumah di Kota Batu

Banjir yang terjadi di Kota Batu
Banjir yang terjadi di Kota Batu

MALANGVOICE – Hujan deras yang berlangsung sekitar setengah jam, pada Rabu (15/1) sore menyebabkan saluran air di depan kantor Kelurahan Sisir, Kota Batu meluap hingga ke jalan raya. Akibatnya sekitar tujuh rumah warga terendam air setinggi 20 cm.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirul Rochim mengatakan, genangan air diakibatkan hujan deras yang mengguyur Kota Batu sekitar pukul 16.30 – 17.00 WIB.

“Air yang tidak tertampung ini meluap ke jalan dan menggenangi tujuh rumah yang ada di sekitar bantaran sungai. Hingga air masuk ke dalam rumah setinggi 20 centimeter,” ujarnya.

“Seluruh rumah berada di RW 8 dan 9 Kelurahan Sisir tepatnya di samping Sungai Sisir. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menambahkan dari hasil kaji cepat kejadian banjir tersebut, pihaknya merekomendasikan agar jembatan di sebelah Kantor Kelurahan Sisir untuk direhabilitasi dan rekonstruksi. Lalu sedimentasi sungai diangkat.

“Ya, perlu adanya kerja bakti bagi seluruh warga untuk membersihan gorong-gorong di samping Pos Polisi Alun-Alun Kota Batu. Sebab dimungkinan tersumbat sampah,” tutupnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Dinosaurus Jatim Park 3 Terbakar

Dinosaurus Jatim Park 3 terbakar. (istimewa)
Dinosaurus Jatim Park 3 terbakar. (istimewa)

MALANGVOICE – Jatim Park 3 dihebohkan salah satu dinosaurusnya yang terbakar, Selasa siang (30/1). Koleksi dinosaurus jenis leher panjang itu terbakar diduga akibat percikan api pengerjaan pengelasan.

Hingga berita ini ditayangkan, Polres Batu tengah melakukan identifikasi TKP (tempat kejadian perkara). Polisi menyelidiki bagaimana penyebab pasti peristiwa yang menimpa destinasi wisata yang baru buka November 2017 tersebut.

Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group, Titik S Ariyanto, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan sekitar pukul 12.00 WIB. Diduga kuat kebakaran disebabkan pengerjaan pengelasan pada patung dinosaurus dikenal dengan nama Brachiosaurus tersebut.

Gallery link=”file” size=”full” td_select_gallery_slide=”slide” ids=”103592,103589″

“Ada orang ngelas, percikannnya kena angin kemudian kena ke dino tersebut. Memang mudah terbakar karena berbahan spons,” kata Titik kepada MVoice.

Petugasnya, lanjut Titik, langsung memadamkan menggunakan Apar. Namun, hal itu sedikit sulit dilakukan karena jangkauannya yang terbatas dan api cepat merembat. Yang terselamatkan hanya bagian leher sampai kepala saja. Sisanya hangus terbakar.

“Cuaca saat itu terik panas dan angin kencang. Tapi mesinya masih berfungsi,” sambung dia.

Titik menambahkan, dari peristiwa itu tidak ada korban jiwa, baik pekerja maupun pengunjung. Sebab, dinosaurus merupakan aksesoris yang berada di luar zona Dino Action.

“Dino Action masih on progress pengerjaannya. Dibuka untuk umum perkiraan Maret. Jadi tidak ada pengunjung juga di lokasi,” urainya.

Ditaksir kerugian yang dialami akibat peristiwa ini sebesar Rp 10 juta. Pihak manajemen, menurutnya, akan melakukan evaluasi begitu mendapatkan hasil penyelidikan polisi.

“Tentu jadi evaluasi dan antisipasi agar pekerja lebih waspada lagi. Kami tidak ingin kejadian terulang,” tutupnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Destinasi Wisata Baru di Kota Batu, Isinya Ratusan Jenis Anggrek Cantik

Ratusan bunga anggrek cantik bisa ditemui di De’Orchiganic (Ayun)

MALANGVOICE – Tak perlu jauh-jauh ke Singapura untuk melihat ratusan jenis anggrek yang cantik. Di Kota Batu, ada greenhouse De’Orchiganic untuk menikmati keindahan bunga itu.

Ladang Anggrek, di Desa Dadaprejo Kota Batu bisa menjadi destinasi wisata yang perlu dikunjungi untuk menghabiskan libur bersama keluarga.

Di tempat ini, ragam jenis bunga Anggrek cukup lengkap, begitu juga dengan fasilitas pendukung wisatanya. Karena Ladang Anggrek sendiri tidak hanya fokus pada budidaya anggrek saja, tetapi juga pembibitan hingga pemasarannya. Semua sektor itu bisa dinikmati dalam satu tempat yang sama.

Seperti jenis anggrek mulai dari Grammatophyllum, Phalaenopsis, Dendrobium, Vanda, hingga Cattleya. Ladang Anggrek resmi di buka oleh Wali Kota Batu pada Jumat (5/4) lalu.

“Ya, yang menarik dari lokasi Ladang Anggrek, selain lokasinya cukup bagus, ditambah banyaknya jenis anggrek yang mekar menjadikan ladang anggrek semakin bagus untuk berfoto,” ungkap Oktavian Nuzila (22) salah seorang pengunjung, Selasa (9/4).

Selain itu, di sini juga cocok untuk mengisi hari libur. Pengunjung bebas mengabadikan gambar. Selain itu juga bisa mengetahui dan mempelajari dengan banyaknya jenis bunga anggrek.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sandriana Kelurahan Dadaprejo, Fathul Yasin mengatakan, di sini pengunjung tidak hanya disuguhkan dengan banyaknya tanaman anggrek, pengunjung juga bisa mendapatkan edukasi pembibitan dan juga bisa membeli tanaman anggrek dengan harga yang cukup terjangkau.

“Untuk harga menyesuaikan jenis anggreknya, seperti jenis anggrek Dendrobium masih kecil dijual seharga Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu. Sedangkan yang sudah berbunga harganya bisa sampai jutaan,” ujar Yasin

Selain itu, juga tergantung jenis silangan anggrek itu. Semakin langka, semakin mahal juga harganya. Karena nama hasil silangan itu harus didaftarkan di Inggris untuk mendapatkan legalitas.

Dirinya menyarankan, bagi pengunjung yang tengah mempunyai anggrek atau merawat, baiknya diletakan di lokasi terbuka dan di suhu 35 derajat. Selain itu agar tidak terlalu banyak di siram.

“Minimal 3 kali di siram dan usahakan Anggrek yang sudah mekar jangan sampai terkena air, sebab hal itu menyebabkan bungga mudah busuk,” tandasnya. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

Atlet Muda Paralayang Jombang Tewas Terjatuh di Gunung Banyak Kota Batu

Korban Cherly Aurelya semasa hidup. (Istimewa)

MALANGVOICE – Area terbang olahraga paralayang Gunung Banyak Kota Batu kembali memakan korban. Atlet muda asal Kabupaten Jombang Cherly Aurelya (20) tewas akibat jatuh di ketinggian sekitar 150 meter, Selasa (12/5).

Jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. Polisi juga sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian menunggu keluarga korban untuk izin autopsi.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Korban yang telah memiliki lisensi terbang junior itu memang tengah melakukan latihan sejak, Sabtu lalu (9/6).

“Dari lidik, parasut korban mengembang dengan baik saat take off. Namun karena angin kencang mendadak collapse, parasut menutup,” beber Kasat Reskrim Polres Batu AKP Anton Widodo.

Suasana ruang jenazah RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Selasa (12/6). (Aziz Ramadani/MVoice)

Korban, lanjut Anton, jatuh di area perbukitan dengan ketinggian 100-150 meter. Luka yang dialami pada bagian dada dan tulang belakang.

“Apakah ada unsur kelalaian dari korban masih kami selidiki mendalam, atau kah faktor alam,” tutupnya.

Peristiwa serupa terjadi terakhir Oktober 2017 silam. Korban adalah Syaiful Iqbal Ashofa (40), anggota dewan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Diketahui korban juga seorang atlet atau pilot yang memiliki lisensi terbang. (Der/Ery)

BNN Kota Malang

Brigjen Krishna Murti Ternyata Juga Aremania

Brigjen Pol Krishna Murti mengenakan syal Arema di Lippo Plaza Batu, Sabtu (21/7). (Aziz Ramadani/MVoice)
Brigjen Pol Krishna Murti mengenakan syal Arema di Lippo Plaza Batu, Sabtu (21/7). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Malang rupanya daerah penghasil banyak tokoh besar, salah satunya Brigjen Pol Krishna Murti. Pria akrab disapa KM ini juga fans Arema FC atau Aremania.

Ini terungkap saat konferensi pers jelang nobar film 22 Menit di Cinemaxx Lippo Plaza Batu, Sabtu (21/7). KM bahkan mengaku senang menonton Arema berlaga di kandang.

“Saya TK (taman kanak-kanak) besar di Karangploso. Dulu saya masih ingat saat Arema main. Saya naik sepeda ke Malang,” kenang KM.

Alumnus Akpol 1991 ini juga mengimbau agar suporter Arema tak gampang ribut. Bahkan sampai terjadi bentrokan.

“Yopo kabare Arema? Ojok sampek rusuh maneh, ya,” tutup mantan Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini.

Dalam akun Instagram @krishnamurti_bd91, dia juga menyempatkan menyambangi SMPN 1 Malang di Jalan Lawu. Dia merupakan lulusan sekolah tersebut. Dalam keterangan foto yang diunggah pun ditulis dengan bahasa walikan khas Malang. KM juga menyempatkan sarapan di warung pecel Jalan Diponegoro Kota Batu. Dia terkesan dengan hawa dingin kota berjuluk Swiss Kecil yang tak berubah.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

10 Hari Tertimbun Reruntuhan, Jenazah Reza Kambey Berhasil Dievakuasi

Reza C Kambey semasa hidup. (Reza Kambey)
Reza C Kambey semasa hidup. (Reza Kambey)

MALANGVOICE – Jenazah atlet paralayang Kota Malang, Reza Christianto Kambey, berhasil ditemukan. Reza yang sudah sepekan lebih hilang kontak, berhasil dievakuasi tim Basarnas dari bawah reruntuhan hotel Roa-Roa, Palu, dalam keadaan meninggal dunia.

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur, Arif Eko Wahyudi, menceritakan, selama 10 hari proses pencarian, hingga evakuasi Hotel Roa-Roa selesai, jenazah Fahmi belum ditemukan. Tapi memang ada satu jenazah yang diduga itu Reza dan sudah dievakuasi saat kedatangan Presiden Jokowi, Rabu (3/10).

“Selain itu, saat proses evakuasi, ditemukan tiga jenazah perempuan dan satu jenazah pria. Tiga jenazah perempuan ini sudah berhasil diidentifikasi pihak keluarga. Berarti hanya satu jenazah pria dari Hotel Roa-Roa yang belum diidentifikasi, kami menduga itu adalah Reza,” kata Fahmi.

Pihaknya sempat kesulitan mengidentifikasi apa benar jenazah tersebut adalah Reza. Apalagi jenazah tersebut memakai kaos biasa tanpa satu pun identitas.

“Kalau tiga jenazah atlet lainnya seperti Ardi Kurniawan, Fahmi Rizky, Lee Dong Jin membawa id card paralayang dan memakai kaos KONI,” kata Arif.

Terpisah, sang istri, Veny Mayangsari, mengungkapkan sudah mengikhlaskan kepergian suaminya.

“Saya sebagai istri dan segenap keluarga sudah mengikhlaskan kepergian mas Reza. Saya mohon dengan sangat untuk teman-teman mas Reza mengikhlaskan juga. Inshaa Allah khusnul khotimah. Mohon teman-teman memaafkan kesalahan saya dan juga mas Reza,” kata Veny lewat pesan singkat kepada wartawan, Senin (8/10).(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Menengok Desa Toleransi yang Menggetarkan Hati di Kota Batu

Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama yang berada di RW 06, Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kota Batu. (Foto: Ayun/MVoice)
Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama yang berada di RW 06, Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kota Batu. (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kota Batu merupakan desa sadar kerukunan. Tingginya toleransi antarwarga dan kondusivitas kehidupan di tengah perbedaan keyakinan membuat desa itu meraih penghargaan tersebut.

Sungguh desa yang menggetarkan perasaan ke-Indonesia-an. Meski dihuni warga beragama Islam, Kristen, Hindu dan Budha aura penuh toleransi begitu membuncah di sana.

Masjid dan Gereja yang berdiri berdampingan. Kemudian, juga ada Vihara dengan megah nan damai di kampung itu. Warga yang sangat rukun menjadikanya tambah adem ayem.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Batu Muhammad Ruba’i mengatakan desa itu dicanangankan lantaran memiliki indikator hidup berdampingan. Meskipun yang tinggal di sana memeluk agama yang berbeda-beda.

“Di sana tanpa dipaksakan kerukunan sudah diberlakukan setiap hari. Misalnya setiap perayaan Natal sebelumnya, umat yang agamanya berbeda mengucapkan selamat dengan berkeliling ke rumah satu ke yang lain,” ujarnya

“Hal itu juga dilakukan saat Idul Fitri, dan sebaliknya. Dan itu dilakukan setiap ada perayaan apa pun itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bila desa Sadar Kerukunan Umat Beragama itu sudah ada sejak sebelum dicanangkan.

Lalu alasan Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) Kota Batu mencanangkan tersebut karena sudah tercover dilaksanakan kerukunan umat beragama.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

“The Godfather of Broken Heart” Didi Kempot Akan Hibur Sobat Ambyar Kota Batu

Poster konser
Poster konser "The Godfather of Broken Heart" Didi Kempot di Kota Batu

MALANGVOICE – The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot, siap hadir dalam acara Gebyar Musik dan Seni di Stadion Brantas, Kota Batu, Selasa (12/11) besok.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Imam Suryono mengatakan bila penyanyi asal Solo yang sedang naik daun ini turut menyemarakkan HUT ke-18 Kota Batu sebagai bintang tamu dalam acara bertajuk Gebyar Musik dan Seni 2019.

“Penggemar Didi Kempot saat ini cukup banyak di seluruh Indonesia. Apalagi di Kota Batu, penggemarnya juga terbilang cukup banyak,” ujarnya.

“Nah, Pemkot Batu menghadirkan Didi Kempot untuk mengobati kerinduan mereka dengan sang idola,” sambungnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Batu, Suliana menambahkan bila HUT Kota Batu memang jatuh pada 17 Oktober lalu. Tapi, rangkaian kegiatan HUT ada hingga akhir November.

“Rangkaian acara HUT masih banyak. Ada festival sego empok, pasar murah, KWB Super Adventure, gebyar produk UMKM, dan pemilihan bintang radio nasional,” ungkapnya.

Nah, bagi Sobat Ambyar yang belum sempat bertemu penyanyi campursari fenomenal ini. Datang dan temui langsung The Godfather of Broken Heart di Stadion Brantas sejak Pukul 13.00 WIB.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Ini Rute yang Akan Dilalui Peserta Karnaval Umum Kemerdekaan di Kota Batu

Rute karnaval umum HUT Kemerdekaan RI ke 74 di Kota Batu yang akan dilaksanakan Sabtu (24/8) mendatang.

MALANGVOICE – Karnaval umum dalam rangka HUT Kemerdekaan ke 74 RI akan digelar di Kota Batu akhir pekan ini, Sabtu (24/8). Aneka kebudayaan akan ditampilkan dalam iring-iringan.

Karnaval akan dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga sore hari.

Iring-iringan peserta karnaval akan dimulai dari Jalan Panglima Sudirman (Balai Kota Among Tani).

Kemudian, untuk panggung kehormatan berada di depan Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Panglima Sudirman. Selanjutnya, mengambil rute di jalan Gajahmada dan finish di Jalan Agus Salim.

“Ya, untuk tahun ini memang rutenya berbeda dibanding tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya mengambil start dari jalan Sultan Agung. Sedangkan sekarang dari Balai Kota Among Tani,” ujar Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Rencananya karnaval umum tersebut akan diikuti sebanyak 24 desa/kelurahan di Kota Batu.

Selain itu perwakilan dari masing-masing kecamatan yakni Kecamatan Bumiaji, Junrejo, dan Batu dengan mengusung ‘,Sumber Daya Manusia (SDM) unggul Indonesia Maju’.

Sementara, guna menghindari adanya kemacetan, para pengendara dari arah Pujon menuju ke arah Malang dapat melewati Jalan Trunojoyo – Jalan Hasanuddin – Jalan Suropati – Jalan Abdul Gani. Lalu melewati Jalan Sultan Agung – Jalan Diponegoro.

Sedangkan pengendara yang akan menuju arah Pujon dapat melewati Jalan Diponegoro – Jalan Sultan Agung – Jalan Abdul Gani – Jalan Suropati – Jalan Hasanuddin – Jalan Trunojoyo.

Nah, bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Batu lebih baik menghindari beberapa ruas jalan tersebut. Tentunya agar tidak terjebak macet dan tetap berwisata dengan nyaman. (Der/ulm)

BNN Kota Malang

Waduh, Aliran Suap Proyek disebut untuk Dana Kampanye?

Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Edi Setiawan, salah satu tersangka kasus dugaan suap proyek mebel APBD Pemkot Batu 2017 dipanggil Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin (4/12). Mantan Kabag Unit Layanan Pengadaan Kota Batu ini memenuhi pemanggilan sebagai saksi atas terdakwa Filipus Djap.

Dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim, Edi blak-blakan menjelaskan peran dan kronologis hingga akhirnya ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 16 September silam. Edi kooperatif menjawab setiap pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU). Fakta mengejutkan terungkap, bahwa Edi Setiawan dimintai Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko untuk menghimpun uang digunakan sebagai dana kampanye Pilkada Kota Batu 2017.

“Pak Eddy minta minimal Rp 5 miliar untuk dana kampanye Pilkada 2017,” beber Edi Setiawan.

Pria berstatus ASN di lingkungan Pemkot Batu ini tak menampik hal tersebut. Bahkan, menurutnya Eddy Rumpoko memang tengah membutuhkan uang. Tidak sampai di situ saja, Edi Setiawan juga mengungkapkan Filipus Djap mengalokasikan uang untuk kejaksaan, kepolisian dan inspektorat.

“Sebab proyek pekerjaan Filipus Djap tahun 2016 dipermasalahkan inspektorat. Itu sangat mengganggu,“ urainya.

Dalam sidang tersebut pula, Edi Setiawan menuturkan bahwa untuk memenangkan tender milik terdakwa Filipus Djap atas perintah Eddy Rumpoko. Ada dua proyek yakni pengadaan mebel atas nama PT Dailbana Prima Indonesia dan proyek pengadaan baju PNS atas nama CV Amerta Wisesa. Nilai proyek tersebut menelan anggaran Rp 5,2 miliar untuk pengadaan mebel dan Rp 1,4 miliar untuk seragam.

“Proses lelang berjalan normatif. Saya perintahkan PPK (pejabat pembuat komitmen) untuk ‘mengondisikan’ proyek tersebut, “ bebernya.

Atas pemenangan tender tersebut, mantan walikota Batu mendapatkan bonus fee proyek 10 persen dari terdakwa Filipus Djap.(Der/Yei)

BNN Kota Malang