28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

BPCB Jatim Rekonstruksi Struktur Candi Songgoriti

Ekskavasi Candi Songgoriti. Hal ini untuk mengetahui bentuk utuh struktur bangunan candi yang dibangun pada abad 10 Masehi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim melakukan ekskavasi Candi Songgoriti yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu.

Ekskavasi candi berukuran 14,36 meter x 10 meter itu memakan waktu selama 10 hari. Pengerjaannya dimulai sejak 12-21 November.

Material batu andesit mendominasi struktur bangunan candi petirtan itu. Arsitektur salah satu fitur peninggalan klasik di Jawa Timur ini, Berlanggam Samudramanthana. Berdasarkan pola denah dan gaya ukirannya menunjukkan Candi Songgoriti termasuk gaya seni klasik tua sekitar abad 10 Masehi.

Pada batur candi sisi utara dan timur terdapat enam jaladwara yang mengindikasikan bahwa bangunan tersebut merupakan petirtaan seperti Candi Tikus.

Ketua Tim Ekskavasi, Muhammad Ichwan menyatakan, ekskavasi mengarah pada kegiatan rekonstruksi untuk mengetahui bentuk dan keruangan candi secara utuh. Hal ini bagian dari upaya konversasi terhadap entitas peninggalan cagar budaya.

“Tahun 2014 lalu kami juga sudah melakukan ekskavasi. Namun pada saat itu untuk kepentingan cagar budaya. Sedangkan ekskavasi kali ini untuk mengetahui bentuk dan keruangan candi. Sehingga bentuknya bisa lebih terlihat dibandingkan sebelumnya,” tutur Ichwan.

Ichwan menyebutkan, sebelum melakukan ekskavasi pada tahun 2014 dan 2021 ini, pada zaman Belanda dahulu juga pernah dilakukan ekskavasi, tepatnya pada tahun 1921-1936. Menurutnya ekskavasi yang telah dilakukan itu belum sepenuhnya tuntas karena masih ada beberapa bagian candi yang terpendam.

“Dari hasil pemugaran yang baru saja berjalan ini kami mendapatkan beberapa komponen ditemukan. Salah satunya menemukan tatanan batu yang berada di antara candi dan baturnya,” beber dia.

Karena hanya diberikan waktu ekskavasi selama 10 hari, jika waktu tersebut dirasa kurang, maka akan meminta rekomendasi ekskavasi tambahan di dalam laporan yang disusun.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini para arkeologi belum memiliki referensi kuat terkait bentuk Candi Songgoriti seutuhnya. Meski begitu banyak yang berpendapat candi tersebut berfungsi sebagai patirtan. Karena di candi itu terdapat dua sumber mata air yang berbeda. Yakni sumber mata air hangat dan dingin.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan ada sejumlah komponen candi yang seharusnya berada di bagian atas ditemukan berserakan di bawah candi. Sehingga sangat perlu dilakukan rekonstruksi candi untuk kepentingan lebih lanjut.

Untuk informasi, Candi Songgoriti ditemukan pertama kali oleh Van Ijsseldijk pada tahun 1799. Pemerintah Hindia Belanda melakukan pemugaran pertama kali terhadap candi itu pada tahun 1849 dan 1863 diketuai oleh Rigg dan Brumund. Knebel juga melakukan inventarisasi serta pemugaran pada tahun 1902 dan 1921.

Sementara itu, Juru Kunci Candi Songgoriti, Haryoto mengatakan, candi itu dibangun pada tahun 888 M atau Abad ke-9 di masa pemerintahan Mpu Sindok. Candi tersebut dibangun oleh Mpu Supo, dimana letak makamnya tak jauh dari lokasi candi. Atau biasa disebut dengan makam Mbah Patok.

“Dalam sejarah pembangunan candi, dulunya kawasan Songgoriti, terutama pada lokasi candi, adalah kawah. Lokasi itu tak dapat digunakan sebagai hunian oleh masyarakat,” katanya.

Kemudian setelah dibangun candi oleh Mpu Supo, maka sumber airnya sedikit mengecil. Dampaknya, kawasan yang menjadi perbatasan Gunung Arjuno dan Gunung Kawi itu saat inj bisa digunakan sebagai hunian.

”Jadi begitu saktinya Mpu Supo, sehingga daerah Songgoriti bisa dihuni dengan nyaman sampai sekarang. Serta adanya candi itu juga digunakan sebagai tembok dari derasnya air kawah,” ujar Haryoto.

Berdasarkan sejarahnya, Candi Songgoriti bermula dari keinginan Mpu Sindok yang ingin membangun tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan. Yang berlokasi di kawasan pegunungan dan didekatnya terdapat sumber mata air.(der)

Simak Tips dan Trik Aman Berkendara Motor Off Road

Motor off road Honda. (istimewa)

MALANGVOICE – Salah satu motor off-road yang saat ini digemari beberapa kalangan membuat kehadiran motor trail mulai eksis lagi bahkan berbagai komunitasnya tumbuh di berbagai daerah.

Dalam pengoperasiannya, motor off-road ini tidak memiliki perbedaan yang mencolok seperti kebanyakan motor berperseneling lainnya, hanya saja, dikarenakan memang diciptakan untuk medan yang lebih ekstrem, maka ada hal-hal khusus yang patut diperhatikan oleh para pemula sebelum mengendarai motor jenis satu ini.

Sekilas motor off-road ini memang sama saja dengan motor yang menggunakan perseneling lainnya. Karena motor off-road ini diperuntukkan medan ekstrem, sehingga motor ini didesain khusus untuk menghadapi medan tersebut.

Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Hari Setiawan memberikan beberapa tips yang dapat diketahui sebagai pemula sebelum mengendarai motor trail atau off-road di medan ekstrem.

Hal pertama yang perlu dipersiapkan, yakni kelengkapan pelindung tubuh. Berkendara off road juga tidak lepas dengan penggunaan riding gear yang tepat sehingga tetap menjaga keselamatan pengendara di tengah keseruan. Riding gear yang digunakan untuk kegiatan off road maupun di jalan raya tidak jauh berbeda, namun terdapat beberapa elemen riding gear yang memiliki bentuk dan spesifikasi yang berbeda.

Siapkan sepeda motor trail dengan melakukan pengecekan kondisi motor apakah layak untuk digunakan. Dan kenali kondisi lintasan dan jenis-jenisnya dengan tujuan agar mampu memperkecil risiko terjatuh dan cedera.

Pengendara motor trail sangat memerlukan lebih banyak teknik ketimbang menjadi pengendara kendaraan jenis lainnya, jadi posisi tubuh, kestabilan, arah sepeda motor, kecepatan motor, cara pengereman, serta pemakaian tenaga mesin harus diperhatikan.

Bagi pengendara yang memiliki postur badan di bawah 170 cm, pasti sering kali merasa ada motor yang terlalu tinggi, terlalu berat, dan lainnya. Umumnya jenis motor trail, seperti CRF150L atau CRF 250 Rally memiliki dimensi sangat tinggi dan atau lebih berat dibanding lainnya. Namun semua orang memiliki kesempatan untuk mengendarai motor, baik trail atau cross, maupun tipe sport.

Tekniknya yakni pada waktu naik motor, posisi standar tetap miring, kemudian kaki (bagian kiri) menginjak step, lalu badan berdiri (seperti naik tangga), kemudian kaki kanan melangkahi jok dan mendarat di step kanan.

Setelah itu motor trail menyala posisi mesin siap menyala yang patut diperhatikan ketika bermanuver motor trail jelas berbeda dengan motor sport. Di mana posisi badan ikut miring atau kerap disebut cornering atau belok rebah. Dan kalau tanjakan, gerakan badan, kalau naik badan agak depan, kalau turun tarik ke belakang. Geser ke kanan kiri pantatnya, dan harus turunin kaki pabila akan kepeleset.

Berkendara di medan yang halus seperti beraspal ataupun di medan ekstrem, tetap saja ketika menggunakan motor off-road, ada hal-hal sama yang wajib dilakukan, yaitu penguasaan akselerasi, pengoplingan sampai pengereman motor dengan cermat dan seksama.

Hal tersebut dirasa sangat penting untuk dilakukan agar terhindar dari kecelakaan atau terpelanting dari motor karena salah akselerasi, salah kopling atau juga salah dalam pengereman. Di medan yang jalannya kurang rata, maka disarankan untuk tetap mengendarai motor di kecepatan rendah dan jaga kopling di gigi 2.

Cara melatihnya cukup mudah, jalankan motor dengan kecepatan rendah, lalu buat angka 8. Semakin pelan lebih baik, dan latih terus hingga bisa berbelok dengan setang sampai mentok. Bisa juga latih keseimbangan dalam keadaan motor statis.

Jika terjatuh dari motor, maka disarankan agar turut menggunakan kaki atau lebih tepatnya bagian paha luar untuk mengangkatnya. Jangan hanya mengandalkan kekuatan lengan atau tubuh bagian atas saja. Prinsipnya seperti mengangkat beban berat dari bawah. Kekuatan dimaksimalkan dengan bantuan otot tubuh bagian bawah.

“Yang terpenting saat naik motor trail reflek nya harus cepat menyeimbangi pergerakan motornya, kenali Motor, kuasai Akselerasi, dan salalu Cari_aman saat naik motor trail,” tutup Hari.(der)

Solusi Makan Praktis, Enak, dan Sehat, Frozen Box Malang Semakin Diminati

Olahan makanan produk Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Malang dikenal dengan banyak sekali produk kuliner. Mulai jajanan pasar hingga makanan restoran atau siap saji. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak usaha kuliner menciptakan inovasi agar bisa tetap survive, salah satunya makanan frozen food.

Ya, salah satu olahan makanan beku milik Frozen Box contohnya. Berawal dari ide membuat makanan agar bisa bertahan lama, ternyata digemari banyak orang.

Gurame bumbu kuning Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

Tim marketing Frozen Box, Riza Alfianto, mengatakan, produknya ini bisa tahan selama enam bulan di dalam freezer dan praktis langsung dimasak.

“Selama pandemi kami mencoba mengolah bahan sendiri dan memasarkan ke teman-teman, alhamdulillah ternyata diterima dengan baik. Kemudian kami coba terjunkan ke pasar dan hasilnya bagus,” kata Riza di kantor ruko Jalan Wilis Kavling 4, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang,

Riza mengatakan, selama Ramadan ini penjualannya meningkat drastis. Disebutkan seperti olahan gurame selama April bisa terjual 300 bugkus, lele bumbu kuning 150 bungkus, dan lele fillet bisa mencapai 200 bungkus.

“Yang paling banyak permintaan ini ada lele fillet dengan harga 35 ribu rupiah per 250 gram. Pesananya mencapai 200 bungkus di awal bulan ini, karena kami ada bonus tepung bumbu biar pembeli lebih mudah untuk mengolah,” jelasnya. Hal itu belum ditambah olahan lain seperti ayam fillet dan sayap.

Selain tahan lama, produk Frozen Food ini dibuat menggunakan bahan pilihan. Semua merupakan budidaya sendiri hasil kerja sama petani dengan sistim pakan organik. Kerja sama ini sekaligus membawa keuntungan bagi petani yang kehilangan pasokan selama pandemi.

“Jadi kami bisa klaim makanan ini sangat sehat tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Frozen Box mendatang akan melakukan ekspansi penjualan ke kota-kota besar. Penambahan menu juga akan dilakukan, seperti ikan dori, kakap, dan kerapu.

“Penjualan selama ini melalui reseller dan langsung melalui akun @feozenboxmalang serta banyak mitra yang tersebar di Malang. Selanjutnya semoga bisa merambah ke kota-kota besar karena tidak ada masalah soal pengiriman jarak jauh,” tandasnya.(der)

Rayakan Idulfitri di Hotel Tugu dengan Menyantap Kambing Panggang Suku Bedouin

Kambing Guling Bang Jamil yang dipanggang dengam baluran rempah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyambut Idul Fitri 1442 H, Hotel Tugu Malang menyiapkan menu istimewa. Jika biasanya opor ayam, kali ini kuliner yang disiapkan lain dari yang lain.

Menghadirkan “Lamb and Ketupat Festivities”, Hotel Tugu menyajikan menu spesial ini mulai 11-31 Mei 2021 di Melati Restaurant yang juga melayani Catering & Hampers.

“Pastinya kami ingin berbagi aneka ragam masakan daging kambing lezat dan ketupat yang sudah menjadi makanan khas Idul Fitri,” kata Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario Saputro.

Dalam keterangan tertulisnya kepada malangvoice.com, Kamis (6/5), Budi menambahkan, pihaknya menyiapkan menu spesial Kambing Panggang Suku Bedouin.

“Menu ini berupa kambing muda yang juicy lalu dipanggang dengan lapisan daun kurma di antara dua lempengan hot stone,” terangnya.

Ada lagi Kambing Guling Bang Jamil dengan daging kambing Australia yang dipanggang dengan baluran rempah istimewa racikan chef.

“Masih seputaran kuliner kambing, kami sediakan juga Ketupat Gulai Iga Kambing Muda. Menu ini sangat nikmat dengan gulai kambing, sate kambing, kerupuk ikan, kecap manis, sambal dan jeruk nipis,” ujarnya.

Bagi yang kurang berselera dengan menu daging kambing, sudah disiapkan Ketupat orem-orem Malang yang disajikan dengan orem–orem tempe khas Malang beserta udang goreng kering, sambal hijau dan peyek germut.

“Selain aneka ragam ketupat, Nasi Kuning Bebek Goreng bumbu Lengkuas juga menambah keragaman menu spesial Idul Fitri kali ini,” sambungnya.

Suasana Idul Fitri kali ini yang berbeda karena tak bisa mudik, justru dianggap peluang bagi Hotel Tugu Malang dengan tawaran paket bermalam ‘Eid Holiday Deal’ dan ‘Dreaming of  Vacation’.

Manjakan diri dengan pengalaman bermalam tak terlupakan, termasuk sarapan Idul Fitri nan mewah, jamuan Afternoon Tea, serta makan malam romantic untuk berdua atau menikmati BBQ bersama keluarga dan orang terkasih.

“Kami juga menyediakan pilihan aktivitas untuk mengisi waktu luang para tamu seperti merangkai bunga, bike tour, dan  private antique collection tour,” ujarnya.
 
Selain itu, Hotel Tugu Malang juga memberikan pilihan “Dine Anywhere You Desire” dengan ragam kuliner menggiurkan dari dua restoran.

Tidak main-main, dua restoran ini telah mengantongi awards best interior oleh Restaurant Guru, yaitu Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Memiliki ragam venue tematik nan unik, tamu dapat memilih lokasi bersantap yang sesuai dengan mood dan preferensi sehingga terasa seperti di rumah sendiri. Mulai dari makan siang dinaungi pohon-pohon palem yang rindang, bersantai menikmati afternoon tea di SaigonSan Rooftop, hingga makan malam romantis di tepi kolam dengan lilin-lilin cantik.(end)

Berkreasi Selama Pandemi, “Downpour” Jadi Sajian Pembuka dari Diseased

Personel Diseased. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Malang selalu punya kejutan dalam ranah permusikan duniawi. Kabar terbaru datang dari Diseased, side project baru bernuansa lama yang awali debut baru baru ini.

Diseased resmi meluncurkan karya pertamanya “Downpour” pada 14 April 2021 lalu. Grup yang digawangi personel yang tak asing di ranah musik Kota Malang macam Alfin (Noose Bound), Oki (Toxictoast), Hanip (Today Alive), Icang (Noose Bound), serta Odi (Goldleaf) ini sajikan Emo Revival dalam karya terbarunya.

Diseased. (Istimewa)

“Penulisan “Downpour” sendiri bermakna sulitnya manusia untuk meninggalkan masa lalu yang cukup menyesakkan,” tutur sang vokalis, Odi.

Bicara menegenai Diseased dan lahirnya “Downpour” ini, lagu tersebut merupakan sebuah achivement dari kegabutan selama pandemi, mereka ingin berusaha untuk tetap produktif meski pandemi belum jelas kapan akan selesai.

“Downpour” diproduksi secara mandiri oleh Alvin untuk urusan mixing serta mastering. Sementara untuk urusan liriknya, ditulis langsung oleh Odi. Serta dirilis oleh Spires Record.

“Downpour” dapat dinikmati secara resmi melalui beberapa platform digital.(der)

Susu Kambing Etawa Ketua LVRI Jadi Langganan Keturunan Syekh Abdul Qadir Jaelani

Ketua LVRI Kota Batu, Handri Isriawan dengan kambing etawanya (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Berawal dari iseng mengisi waktu liburan dengan ternak kambing etawa, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu, Handri Isriawan berhasil tembus pasar Jatim hingga Arab. Produk yang dijual dari hasi ternaknya itu ialah susu kambing etawa yang dinilai bermanfaat bagi kecerdasan anak hingga mencegah penyakit jantung.

Keisengan itu dimulai pada tahun 2011 dengan beternak kambing etawa sejumlah 2 ekor. Kini keisengan itu berbuah manis hingga kambing etawanya menjadi 200 ekor.

Handri mengatakan bahwa produksi air susu kambing etawa per hari bisa menghasilkan 35-40 liter dalam kondisi normal. “Saat ini kondisinya lagi kering sehingga hanya bisa menghasilkan 20 liter saja perhari,” keluhnya.

Harga air susu kambing etawa dipatok Handri dengan harga Rp27 ribu per liternya. “Pada masa pandemi ini permintaan air susu kambing etawa meningkat, namun sayang kambingnya lagi kering dan sedikit menghasilkan susu,” tambahnya.

Air susu kambing etawa Handri sudah merambah pasar Jawa Timur, yakni Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, dan lain-lain. Bahkan ia memiliki langganan dari Arab, tak main-main langganannya itu adalah anak keturunan ke 26 wali besar pada masanya, Syekh Abdul Qadir Jaelani yang bernama Syekh Ahmad Jaelani.

“Sejak tahun 2017 Syekh Ahmad Jaelani selalu ke sini setiap tahun, namun tahun ini tidak karena pandemi covid-19,” jelas Handri. Handri mengatakan bahwa susu kambing etawa miliknya memiliki kelebihan dibanding susu kambing etawa yang lain.

“Saya begitu memperhatikan kebersihan kambing dan kandangnya, selain itu saya meberi makan kulit ari kedelai yang diambil langsung dari kediri,” jelasnya. Sehngga susu kambing miliknya berbeda dengan yang lain dengan rasa yang enak dan tidak amis.(der)

Dukung Pembelajaran Daring, Hipakad Malang Raya Beri 10 HP untuk Siswa Berprestasi

DPC Hipakad Malang Raya beri bantuan kepada 10 anak berprestasi dan kurang mampu. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Puncak perayaan HUT ke-3 Hipakad dirayakan DPD Hipakad Jatim di Kebun Teh Wonosari Lawang, Kabupaten Malang, 19-20 September 2020.

Acara itu digelar dengan tema “Menumbuhkan dan Menguatkan Semangat Satu Jiwa, Satu Korsa, Satu Komando”.

Dalam kesempatan itu tak hanya dimaksimalkan untuk pembekalan kader dan anggota, tapi juga dirangkai dengan bakti sosial kepada warga kurang mampu.

Bakti sosial ini dicanangkan DCP Hipakad Malang Raya yang memberikan bantuan berupa 10 ponsel pintar Android kepada anak berprestasi dan kurang mampu.

Ketua DPC Hipakad Malang Raya, Afan Ari Kartika, mengatakan, bakti sosial ini sebenarnya sudah dirancang sejak lama. Namun, baru terealisasi saat perayaan HUT Hipakad.

“Harusnya diberikan awal September ini, tapi kami undur dan dibarengkan acara DPD ini,” kata Afan.

Penerima bantuan ponsel ini dipilih dengan seleksi yang benar agar tepat sasaran. Seleksi dilakukan di tiap Koramil wilayah Kodim 0833/Kota Malang. Sehingga setiap Koramil mengirim dua penerima ponsel.

“Tiap Koramil ada dua penerima. Tujuan kami adalah mendukung pembelajaran secara daring di rumah,” jelasnya.

Tak hanya itu, DPC Hipakad Malang Raya terbilang sangat gemar membantu sesama. Afan mengatakan, saat ini sedang mengupayakan bantuan untuk kesembuhan AM bocah 6 tahun yang berjuang penyakit tumor.

Bocah yang tinggal di Joyoutomo ini kesulitan biaya pengobatan karena tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari program Presiden Jokowi.

“Jadi dari mulai proses awal check up, laboratorium dan teknis pengobatan DPC Hipakad yang handle itu. Kami koordinasi dengan RST Soepraoen supaya operasi bisa berjalan lancar sambil juga kami bantu pengurusan KIS,” ujar Afan.

Ia berharap hal ini akan terus dilakukan sehingga bisa bermanfaat bagi warga lain yang sangat membutuhkan bantuan. Ia terus akan mengorbakan semangat jiwa kemanusiaan kepada anggotanya untuk terus berbuat kebaikan.

“Bantuan kami berikan ini semuanya swadaya dari anggota. Karena kami semangat untuk terus gotong royong membantu satu sama lain,” tandasnya.(der)