Tes Urine, Pilot dan Kru Pesawat Abd Saleh Negatif Konsumsi Narkoba

Kru pesawat di Bandara Abd Saleh menjalani tes urine.(Kepala UPT for MVoice)

MALANGVOICE – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang memastikan pilot dan kru pesawat di Bandar Udara (Bandara) Abd Saleh bersih dari pemakaian narkoba. Kepastian ini didapat usai dilakukan tes urine.

Tes urine yang berlangsung atas kerja sama pihak Bandara dan Lanud Abdul Rachman Saleh, tersebut berlangsung, Selasa (11/7). Sebanyak 24 orang kru pesawat dari empat maskapai, seperti Garuda Indonesia, Citilink, Batik dan Sriwijaya Air, mengikuti tes tersebut.

“Hasilnya negatif. Tidak ada kru yang kedapatan memakai narkoba. Sebenarnya ada lima maskapai, tapi satu maskapai Wings Air jadwal keberangkatannya pagi,” kata Kepala BNN, AKBP I Made Arjana, beberapa menit lalu.

Kru pesawat di Bandara Abd Saleh menjalani tes urine.(Kepala UPT for MVoice)

Tes urine, kata dia, secara rutin dilakukan di Bandara, terminal dan objek vital lainnya. Tujuannya tidak lain memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sayang, tes urine berlangsung tertutup. Otoritas Bandara Abd Saleh melarang awak media mengambil gambar.

Kegiatan ini sebagai rangkaian peringatan Hari Anti Narkoba Internasional. Pencegahan secara dini dimaksimalkan supaya dapat meminimalisir peredaran dan pemakaian narkoba.

“Ini jadi terapi ke masyarakat lain. Supaya tidak menggunakan narkoba. Narkoba bahaya bagi kehidupan,” tegasnya.

Pihaknya pun mewanti-wanti kru pesawat agar tidak memakai narkoba.”Biar masyarakat tidak khawatir saat menggunakan pesawat. Kalau kru pesawat bersih dari narkoba, saya yakin kejadian di Bandara lain tidak akan terulang,” jelasnya.

Sekadar diketahui, seorang pilot terbukti positif mengonsumsi narkoba di Bandara Lombok, Nusa Tenggara Barat. Oknum pilot tersebut diamankan BNN.

Kepala UPT Bandara Abd Saleh, Suharno, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, tes urine penting bagi semua kru pesawat.

“Kami juga rutin menyosialisasikan hal ini. Kami tidak ingin kasus di tempat lain terjadi di sini,” paparnya.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Selama 2017, BNN Kabupaten Malang Rehab 30 Orang Pengguna Narkoba

Kepala BNN Kabupaten Malang, AKBP I Made Arjana.(Miski)

MALANGVOICE – Jumlah pengguna narkoba di Kabupaten Malang terbilang tinggi. Hingga pertengahan tahun 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah merehabilitasi 30 orang.

Di tahun sebelumnya, sebanyak 185 orang berhasil direhabilitasi. Baik yang menjalani rawat inap dan jalan.

“Kami tempatkan korban pemakai narkoba di tempat rehabilitasi yang bekerjasama dengan kami maupun milik pemerintah,” kata Kepala BNN Kabupaten Malang, AKBP I Made Arjana.

Fakta di lapangan, banyak masyarakat enggan melaporkan sanak keluarga dan kerabatnya yang kedapatan menggunakan narkoba. Masyarakat menilai hal tersebut sebagai aib.

Padahal, kata Made, pengguna narkoba tidak akan dikenakan hukuman penjara, melainkan menjalani rehabilitasi. Dengan catatan, narkoba tersebut murni digunakan dirinya sendiri atau tidak diedarkan. Biaya rehabilitasi pun ditanggung negara.

“Kecuali dia pengedar dan sindikat narkoba. Urusannya masuk ranah hukum,” jelasnya.

Untuk peredaran narkoba di Kabupaten Malang, tambah dia, kebanyakan lewat darat. Apalagi Kabupaten Malang cukup luas.

“Ada yang lewat Lawang, Dau-Karangploso dan perbatasan dengan daerah lain. Kami bekerjasama dengan semua stakeholder untuk memutus mata rantai sindikat,” pungkas dia.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Perlintasan KA Sering Makan Korban, Dishub: Kesadaran Warga Kurang

Perlintasan KA di samping Kantor Kejari terpasang palang pintu.(Miski)

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, enggan disalahkan atas banyaknya kecelakaan di perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu.

Kecelakaan terjadi, Senin (10/7) malam. Mobil nopol N 1203 D tertabrak kereta di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Ardirejo, Kepanjen. Beruntung tidak sampai menelan korban jiwa.

Kepala Dishub, Hafi Lutfi, mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan PT KAI mengenai hal tersebut. Selama lima bulan menjabat Kepala Dishub, ia baru sekali mengajukan adanya rambu-rambu di perlintasan.

“Bulan April kami sudah ajukan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Kami mengerti, memang ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dulu,” kata dia, saat dihubungi, beberapa menit lalu.

Menurutnya, keberadaan palang pintu juga diikuti dengan petugas yang jaga. Sejauh ini palang pintu terpasang di jalan-jalan yang ramai dilintasi kendaraan.

Sedangkan, di perlintasan yang tidak terlalu padat kendaraan, telah terpasang rambu-rambu dan peringatan. Meski demikian, Hafi tidak hafal jumlahnya, namun, lebih dari 10 perlintasan yang tanpa palang pintu di Kabupaten Malang.

“Tidak ada gunanya rambu-rambu, jika tidak diikuti dengan kesadaran warga. Toh, palang pintu sudah di tutup, tetap saja ada yang menerobos,” ungkapnya.

Pihaknya juga memeringati bahwa sekian meter sebelum kereta melintas, ada hantaran magnet yang dihasilkan. Sehingga kendaraan apapun akan mengalami mati mesin saat melintasi rel.

“Ada juga warga yang buka jalan sendiri, sekalipun hanya dilewati roda dua. Kami tidak bosan mengimbau warga agar hati-hati, demi keselamatannya,” tandas dia.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Selamat dari Maut, Poo Puspo: Kami Masih Beruntung

Pengemudi Mobil Katana N 1203 D yang tertabrak Kereta Api Majapahit.(Miski)
Pengemudi Mobil Katana N 1203 D yang tertabrak Kereta Api Majapahit.(Miski)

MALANGVOICE – Pengemudi mobil Katana nopol N 1203 D, Poo Puspo Ook Nugroho, bersama ketiga ponakannya berhasil menyelamatkan diri sebelum kendaraannya tertabrak Kereta Api Majapahit, Senin (10/7) malam.

“Kami masih beruntung dan bisa selamat dari maut,” katanya, beberapa menit lalu.

Menurutnya, ia bersama ponakannya hendak ke Kota Malang. Poo rutin setiap hari Senin dan Kamis pergi ke Kota Malang guna mengikuti kursus bahasa mandarin.

Berangkat dari rumah sebelum pukul 19.00 WIB. Sesampainya di perlintasan tanpa palang pintu, mesin kendaraan seketika mati.

Warga mengevakuasi mobil yang ditabrak Kereta Api Majapahit.(Miski)
Warga mengevakuasi mobil yang ditabrak Kereta Api Majapahit.(Miski)

Salah satu ponakannya yang duduk di kursi belakang memberitahu apabila ada kereta dari arah utara. Sebelumnya, ia tidak tahu kereta melaju dari arah tersebut.

“Karena jaraknya masih cukup jauh, saya dan ponakan menyelamatkan diri. Bahkan, sempat berusaha mendorong kendaraan supaya ke luar dari lintasan, tapi tak berhasil,” akunya.

Baca Juga:

Ketiga ponakannya pun mengalami shock. Sebab, kali pertama mengalami kejadian tersebut. Belum tahu pasti besaran kerugian yang diderita korban. Kendati demikian, ia bersyukur bisa selamat.

“Yang penting saya dan ponakan selamat. Kalau mobil rusak, bisa diperbaiki,” ungkapnya.

Dua Kali Kejadian

Kanit Laka Polres Malang, Iptu Yoyok Supandi, menyebut, sejak Januari hingga Juli 2017, telah terjadi dua kali kecelakaan.

“Yang pertama menyebabkan korban meninggal. Beruntung kejadian sekarang semua korbannya selamat,” kata dia.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT KAI dan Dinas Perhubungan. Hasilnya, pihak Dishub telah melakukan survei dan berencana memasang rambu-rambu di perlintasan tanpa palang pintu ini.

Pihaknya berharap rambu-rambu segera dipasang, sehingga kejadian serupa tidak terulang. Yoyok juga mengimbau pengendara yang melewati perlintasan kereta agar terlebih dahulu melihat kanan-kiri.

“Cukup banyak perlintasan tanpa palang pintu. Kami harap warga waspada dan kondisi ini segera ada solusinya,” tandas dia.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Sebelum Tertabrak KA Majapahit, Kendaraan Alami Mati Mesin

Warga mengevakuasi mobil yang ditabrak Kereta Api Majapahit.(Miski)
Warga mengevakuasi mobil yang ditabrak Kereta Api Majapahit.(Miski)

MALANGVOICE – Sebelum tertabrak KA Majapahit, mobil nopol N 1203 D yang dikendarai Poo Puspo Ook Nugroho, mengalami mati mesin atau mogok sesampainya di atas perlintasan Kereta Api, di Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (10/7).

Beruntung pengemudi dan ketiga penumpang berhasil menyelamatkan diri.

Kanit Lantas Polres Malang, Iptu Yoyok Supandi, mengatakan, kejadian sekitar pukul 18.58 WIB. Mobil melaju dari arah Barat-Timur.

“Mesinnya seketika mati. Di waktu bersamaan ada kereta dari arah Utara-Selatan,” katanya, beberapa menit lalu.

Baca Juga: KA Majapahit Tabrak Mobil Katana di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Tidak ada korban dalam kejadian ini, hanya kerugian material diderita pemilik kendaraan. Kerusakan tidak terlalu parah lantaran kereta melaju pelan.

Pihaknya masih akan memintai keterangan para korban.”Sementara ada di pos. Shock iya, tapi tidak sampai ada luka,” jelasnya.

Sebelumnya, KA Majapahit jurusan Malang-Jakarta menabrak sebuah mobil di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kejadian itu menjadi perhatian warga sekitar maupun pengendara. Beberapa warga juga ikut membantu mengevakuasi mobil dari tengah rel.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

KA Majapahit Tabrak Mobil Katana di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Warga mengevakuasi mobil yang ditabrak Kereta Api Majapahit.(Miski)
Warga mengevakuasi mobil yang ditabrak Kereta Api Majapahit.(Miski)

MALANGVOICE – Kereta Api Majapahit jurusan Malang-Jakarta, menabrak sebuah mobil di perlintasan tanpa palang pintu, di Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (10/7).

Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian sekitar pukul 18.30 WIB atau hampir salat Isyak.

Mobil dengan plat N 1203 D jenis Katana ini pun rusak sedang, bagian samping kiri. Ban sebelah kanan bagian belakang juga rusak akibat hantaman KA.

Proses evakuasi pun dibantu warga sekitar. Informasi sementara, empat orang berada di dalam mobil berhasil menyelematkan diri, sebelum benturan terjadi. Aparat kepolisian berada di lokasi.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Warga Keluhkan Kemacetan di Depan Pabrik Gula Krebet

Kepadatan arus lalu lintas di sepanjang jalan sekitar PT Krebet, Bululawang.(ist)
Kepadatan arus lalu lintas di sepanjang jalan sekitar PT Krebet, Bululawang.(ist)

MALANGVOICE – Warga pengguna jalan mengeluhkan kondisi arus lalu lintas di sepanjang Jalan Bululawang atau di depan Pabrik Gula Krebet.

Hampir setiap hari terjadi kemacetan di sekitar PT Krebet. Parahnya, tidak ada petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas.

“Ini belum masa panen sudah macet seperti ini. Saya rasakan setiap hari, baik saat berangkat maupun pulang kerja,” kata salah satu pengendara, Abdul Fatah, melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (10/7).

Menurut dia, kemacetan semakin parah ketika musim panen tebu tiba. Puluhan truk yang ke luar-masuk pabrik menjadi biang kemacetan. Baik dari arah Malang-Gondanglegi dan Malang-Turen serta sebaliknya.

Fatah mendesak pemerintah agar segera mencarikan solusi. Sekaligus menegur pihak pabrik agar segera mengambil tindakan.

Kalau perlu, lanjut dia, keberadaan pabrik gula plat merah ini pun patut dievaluasi. Bahkan, ia berinisiatif mengadukan kondisi ini ke wakil rakyat.

“Bukan hanya saya saja yang dirugikan. Warga lain pasti demikian. Tidak hanya hari ini, tapi sudah berlangsung tahunan,” ungkapnya kesal.

Pengendara lain, menyebut, seharusnya pihak pabrik menyediakan kantong parkir sebagai tempat transit sementara, sebelum truk bermuatan tebu masuk ke pabrik.

“Sebaiknya segera dicarikan solusi. Bagaimanapun kami juga punya hak atas jalan,” ungkapnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Istri Aktor kaburnya 17 Tahanan Polres Malang Dituntut 8 Bulan Penjara

Istri Abdur Rohman didampingi penasehat hukumnya di PN Kepanjen.(Miski)

MALANGVOICE – Istianatul Khoiriyah, istri dari otak kaburnya 17 tahanan Polres Malang, Abdur Rohman, dituntut 8 bulan kurungan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pasal 221 KUHP. Tuntutan tersebut lebih ringan satu bulan dari ancaman maksimal.

Sedangkan Abdur Rohman, dituntut 7 tahun 2 bulan kurungan penjara oleh JPU atas kasus kepemilikan narkoba. Belum lagi tuntutan terkait perusakan sel penjara yang dilakukannya.

Istianatul terbukti membawa gergaji besi ke ruang tahanan Polres Malang. Gergaji tersebut diserahkan ke suaminya, Abdur Rohman. Alhasil, 17 tahanan Polres Malang kabur melewati atap ruang tahanan.

“Tadi pembacaan Pledoi (nota pembelaan). Ada kesamaan dari JPU dan kami, di mana penggunaan Pasal 221 KUHP sesuai harapan kami,” kata Penasihat Hukum Terdakwa, Ahmad Hambali, di Pengadilan Negeri Kepanjen, Senin (10/7).

Sidang putusan akan dilangsungkan Rabu (19/7) mendatang. Pihaknya berharap hakim menjatuhi hukuman seringan-ringannya.

“Di dalam persidangan terkuak. Bahwa klien kami terpaksa melakukannya. Selain di bawah tekanan suami, juga karena khawatir suaminya dipukuli di dalam tahanan sama rekan-rekannya,” ungkap dia.

Sebelum Dibui, Terdakwa Hamil

Istianatul diamankan Polres Malang pada 25 April. Sehari setelah ditangkap, seluruh tahanan yang kabur berhasil dibekuk.

Aksi perempuan 21 tahun ini terbilang nekat. Disela membesuk suaminya di ruang tahanan Polres Malang, ia menyelundupkan gergaji yang ditaruh di dalam bajunya.

Istianatul bukan tanpa alasan, warga Gondanglegi ini mengaku terpaksa membawa gergaji karena dipaksa sang suami yang baru ia nikahi tiga bulan.

Selama menjalani pemeriksaan di Polres Malang, Istianatul beberapa kali mengalami mual-mual dan pusing. Ketika itu, ia dalam kondisi hamil.

“Pertama saat periksa hasilnya positif, sudah jalan 4 minggu,” akunya.

Istianatul kemudian dititipkan di Lapas Wanita di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Hasil medis dari dokter Lapas menunjukkan kandungannya negatif.

“Sama dokter dibilang negatif. Sebelumnya saat saya cek memang positif,” cerita dia di PN Kepanjen.

Selama 2,5 bulan berada di Lapas Wanita, ia tidak merasa ada yang aneh pada dirinya. Hanya saja, ia sempat terpeleset di kamar mandi.

Selain itu, sebelum Bulan Ramadan, ia mengaku merasakan nyeri di bagian perut. Namun, ia menduga hal itu terjadi karena kelelahan.

“Tapi, saya belum periksa lagi. Sehingga belum dapat memastikan positif apa negatif,” papar dia.

Ia pun berharap vonis yang disampaikan majelis hakim nantinya dapat meringankan dirinya.

“Semoga majelis hakim berbaik hati. Saya punya tanggungan merawat anak tiri saya di rumah. Kasihan, dia sekarang hidup sama neneknya,” tandasnya.


Reporter: Miski
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Raih WTP Tiga Tahun Beruntun, Catatan BPK Harus Diperhatikan

Suasana rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Pemkab Malang untuk kali ke-3 meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI. Raihan itu terhitung dari 2014 hingga 2016.

“Kami mengapresiasi prestasi Pemkab Malang,” kata Ketua DPRD Malang, Hari Sasongko, beberapa menit lalu. Hari meminta eksekutif agar mampu mempertahankan prestasi tersebut sekaligus mengevaluasi diri berdasarkan catatan BPK.

Ditanya terkait Silpa dan defisit anggaran Pemkab Malang, politisi PDIP ini menilai hal tersebut wajar. “Dalam anggaran wajar. Asal tidak melebihi batas,” jelasnya.

Wakil Bupati Malang, Sanusi, mengapresiasi semua pihak. Sebab, berkat kerja keras bersama, Kabupaten Malang tiga kali beruntun mendapatkan WTP.

“Ini menjadi prestasi membanggakan bagi pemerintah dan masyarakat. Kami akan berupaya maksimal dalam pembangunan daerah,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, pendapatan daerah di tahun 2016 mencapai Rp 3,439 triliun. Sedangkan belanja daerah lebih besar, yakni Rp 3,543 triliun. Artinya, terjadi defisit anggaran sebesar Rp 103 miliar. Padahal, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp 217 miliar.

Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapat catatan, meliputi kekurangan volume pekerjaan dan kelebihan biaya pembayaran BBM. Perawatan kendaraan di Dinas Perkebunan dan Pertanian juga melebihi batas yang ditentukan.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Oala, Anggaran Pemkab Malang Defisit Rp 103 Miliar

Suasana rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang.(Miski)

MALANGVOICE – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pertanggungjawaban APBD 2016 disahkan, dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (10/7). Rapat itu dihadiri Wakil Bupati Malang, Sanusi, beserta segenap pejabat SKPD dan Ketua DPRD bersama anggota.

Pembahasan Paripurna kalo ini menunjukkan, pendapatan daerah di tahun 2016 mencapai Rp 3,439 triliun. Di sisi lain, belanja daerah mencapai angka lebih besar, yakni Rp 3,543 triliun.

Artinya, terjadi defisit anggaran sebesar Rp 103 miliar. Padahal, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 217 miliar. Dewan pun memberi catatan terhadap APBD 2016 yang diselaraskan dengan hasil audit BPK-RI.

Beberapa pos anggaran dan dana hibah belum terealisasi dikarenakan adanya perubahan regulasi, pendapatan, pajak daerah, retribusi, penyertaan modal ke BUMD. Selebihnya, pendapatan lain-lain pemasukannya dinilai kurang optimal.

“Perlu ditingkatkan lagi di tahun berikutnya, sehingga tercapai sesuai target,” kata Juru Bicara DPRD. Wakil Bupati, Sanusi, mengakui, disahkannya Perda Pertanggungjawaban APBD nantinya akan dilanjutkan ke provinsi guna mendapat masukan dan saran.

“Ini menjadi evaluasi kami di tahun mendatang. Kami harapkan kerjasamanya,” katanya. Selain pengesahan Perda Pertanggungjawaban APBD 2016, DPRD juga mengusulkan Ranperda Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan anggota DPRD.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti