Lagi, Satu Tahanan Kabur Berhasil Ditangkap di Balekambang

Tahanan kabur berhasil ditangkap kembali.(ist)
Tahanan kabur berhasil ditangkap kembali.(ist)

MALANGVOICE – Upaya Polres Malang melakukan pengejaran terhadap tahanan kabur membuahkan hasil. Seorang tahanan berhasil ditangkap di Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Kamis (27/4).

Slamet Arifin ditangkap tim buru Polres Malang. Slamet merupakan satu di antara 17 tahanan kabur. Ia mendekam di Mapolres Malang karena kasus narkoba.

“Ya, anggota berhasil menangkapnya di Balekambang,” kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, beberapa menit lalu.

Jumlah tahanan yang berhasil ditangkap mencapai 14 orang. Sebelumnya, ada 13 tahanan ditangkap di beberapa daerah, termasuk dua tahanan yang baru ditangkap di Tasikmalaya dan Jember.

“Sisa tiga tahanan lagi, semoga semuanya berhasil ditangkap,” ungkap Ujung.

Sebelumnya, 17 tahanan Mapolres Malang kabur dari ruang tahanan, Rabu (19/4) lalu. Mereka kabur dengan menjebol teralis dan atap kamar mandi, kemudian kabur melalui gorong-gorong belakang Polres Malang.

BNN Kota Malang

Polres Bekuk Dua Tahanan Kabur di Luar Malang

Tahanan kabur dari Mapolres Malang berhasil di amankan.
Tahanan kabur dari Mapolres Malang berhasil di amankan.

MALANGVOICE – Tim buru Polres Malang kembali berhasil menangkap dua tahanan. Keduanya tertangkap di luar Malang.

Iwan Junaedi ditangkap di Desa Cibalong Tasikmalaya, Jawa Barat. Iwan ditangkap Polres Malang karena kasus penggandaan uang.

Sedangkan, Rusdiadi ditangkap di Desa Tanggul Wetan, Jember.

Tahanan kabur dari Mapolres Malang berhasil di amankan.
Tahanan kabur dari Mapolres Malang berhasil di amankan.

“Barusan ditangkap, tim sedang perjalanan ke Malang,” kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, beberapa menit lalu.

Sampai saat ini, lanjut Ujung, sudah ada 13 tersangka tahanan kabur berhasil diciduk dari 17 tahanan yang kabur, Rabu (19/4) lalu.

“Sisa 4 orang dan masih dalam pengejaran anggota,” jelasnya.

BNN Kota Malang

183 Cakades Bersaing di Pilkades Serentak Kabupaten Malang

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Eko Suwanto. (MIski)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Eko Suwanto. (MIski)

MALANGVOICE – Sebanyak 183 orang Calon Kepala Desa (Cakades) maju dalam Pilkades serentak Kabupaten Malang.

Pilkades berlangsung 30 April mendatang. Terdapat 57 desa yang menyelenggarakan pesta demokrasi di Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Eko Suwanto, menyebut, satu calon berasal dari luar desa, yakni di Desa Poncokusumo.

“Namanya saya tidak tahu. Informasinya dia (calon) mantan pegawai di kecamatan,” kata dia ke MVoice, beberapa menit lalu.

Menurutnya, kampanye ke masyarakat telah dilakukan masing-masing calon.

“Hari ini terakhir kampanye, setelah itu masa tenang,” ungkapnya.

Ditanya soal desa yang rawan selama Pilkades, Eko, mengaku, belum mendapat laporan dari panitia dan kecamatan.

“Kami belum punya data, tapi kepolisian sudah memiliki. Untuk perkembangannya belum tahu pasti,” papar dia.

BNN Kota Malang

Ini Catatan MCW Jelang Pilkades Serentak di Kabupaten Malang

Koordinator Badan Pekerja MCW, Fahrudin (kanan).(miski)
Koordinator Badan Pekerja MCW, Fahrudin (kanan).(miski)

MALANGVOICE – Malang Corruption Watch (MCW) mencatat dua hal potensial terjadi di Pilkades serentak Kabupaten Malang.

Meliputi politik uang yang dilalukan Calon Kepala Desa serta memobilisasi massa dengan menggunakan anggaran desa, mengingat banyak petahanan maju di Pilkades.

Politik uang dilakukan untuk melancakan misi calon meraih tampuk kekuasaan di desa.

“Dua hal ini bisa terjadi di Pilkades. Bisa dicegah, asal semua elemen bekerjasama dan kompak melaporkannya,” kata Koordinator Badan Pekerja MCW, M Fahrudin, Rabu (26/4).

Tidak kalah menariknya, lanjut dia, keberadaan calon dari luar desa. Sesuai aturan, warga luar desa bisa mencalonkan di desa lain, asal warga tersebut tercatat sebagai WNI.

Meski demikian, pihaknya tidak memiliki data pasti berapa calon dari luar desa.

“Potensinya bisa calon titipan atau setting penguasa. Ini kan bisa menjadi instrumen mengkonsolidasi jejaring yang ada di desa melalui Kades yang menjabat nantinya,” jelasnya.

Pilkades Kabupaten Malang akan berlangsung 30 April mendatang. Ada 57 desa yang melangsungkan Pilkades.

BNN Kota Malang