Pabrik Pengolahan Kayu Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Keadaan pabrik saat kebakaran terjadi. (Istimewa)
Keadaan pabrik saat kebakaran terjadi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pabrik pengolahan kayu lapis CV Mitrawana Prima yang berada di Desa Pakisjajar, Pakis, Kabupaten Malang mengalami musibah kebakaran pada Selasa (27/2) siang.

Kepala Seksi Penangulanggan Bahaya Kebakaran, Kabid Pencegahan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PPBK) Kabupaten Malang, Nurul Khusnaeni, menjelaskan dugaan awal kebakaran pada mesin oven kayu.

“Dugaan awal dari keterangan saksi, awal mula api berasal dari mesin oven kayu, bisa karena korsleting listrik, atau over heating (mesin terlalu panas-red), kami masih belum bisa memastikan. Saat ini kami masih konsentrasi untuk melakukan pemadaman,” jelas Nurul Kusnaini yang akrab disapa Lulun.

Akibat cuaca yang terik dan besarnya angin, membuat amuk si jago merah semakin menghebat.

“Kondisi cuaca yang ditambah dengan banyaknya material yang mudah terbakar, membuat api semakin cepat membesar, sejauh ini kami telah menurunkan empat mobil pemadam kebakaran,” ungkap Lulun.

Beruntung kebakaran besar yang melahap pabrik pengolahan kayu ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun cedera.

“Nihil korban jiwa namun kalau kerugian material kami taksir mencapai ratusan juta rupiah,” tegas.

Hingga pukul 15.00 WIB kebakaran hebat masih terjadi di CV. Mitrawana Prima, petugas PMK pun masih berjibaku untuk memadamkan si jago merah.(Der/Aka)

Ditinggal Tidur, Mobil Pick Up Amblas di Tumpang

kendaraan Pick Up yang hilang (Istimewa)
kendaraan Pick Up yang hilang (Istimewa)

MALANGVOICE – Mobil pick up jenis Mitsubishi L300 bernomor Polisi (Nopol) N 8580 GE milik Yanu Dwi Riyawan, warga Jalan Kertanegara, Desa Tumpang, hilang ketika ditinggal tidur, Selasa (27/2).

Menurut Eka Septiano Putro, yang tak lain sebagai keponakan korban,, mengatakanil milik korban dibawa pulang ke rumahanya usai digunakan berkerja.

”Biasanya mobil itu kan buat ngangkut bahan material bangunan dan saat itu diparkir di depan rumah, kemudian saya tinggal tidur, sekitar pukul 02.00 mobil tersebut saya lihat masih ada, menjelang subuh juga masih ada, baru selepas subuh mobil tersebut sudah tidak ada,” jelas Eka, Selasa (27/2).

Eka bersama warga kontan berusaha mencari keberadaan mobil jenis niaga tersebut. “Karena tidak ketemu, akhirnya saya melapor ke Polsek Tumpang,” kata Eka Septiano Putro.

Sementara, Kapolsek Tumpang AKP Yusuf Suryadi ketika dihubungi membenarkan hilangnya mobil milik Yanu Dwi Riyawan.

“Benar kami mendapat laporan tentang warga yang kehilangan mobil di Jalan Kertanegara. Langsung kita tindaklanjuti dengan melakukan olah TKP,” terang AKP Yusuf Suryadi.

Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang kasus hilangnya mobil tersebut.

“Saat ini kami fokus melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan para saksi, siapa pelakunya kita masih melakukan penyelidikan,” pungkas Yusuf. (Der/Ery)

Epilepsi Kambuh saat Mandi, Pria Ini Tenggelam di Sungai

Korban saat dievakuasi. (Istimewa)
Korban saat dievakuasi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Yuli Siswanto (35) warga Jalan Pahlawan I/II, Bululawang ditemukan tak bernyawa setelah hanyut dan tenggelam di Sungai Talang, Senin (26/2).

Kanit Reskrim Polsek Bululawang, Iptu Ronny Margas menjelaskan, korban diketahui hilang saat mandi di sungai sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi. Keluarga yang kebingungan karena korban tak kunjung pulang sempat berupaya mencari, namun hingga pukul 11.30 WIB tidak membuahkan hasil.

Pihak keluarga akhirnya meminta bantuan polisi. Mendapat laporan tersebut, polisi segera bergerak ke lokasi yang diduga tempat korban hilang. Hal itu didukung dengan temuan sepeda milik korban di sekitaran sungai.

“Kami langsung koordinasi dengan tim SAR dan relawan untuk mencari korban waktu itu,” kata Ronny.

Korban akhirnya ditemukan 300 meter dari lokasi awal korban mandi di sungai. Kondisinya sudah tidak bernyawa dan diduga terpeleset saat mandi. Ronny menjelaskan, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi dan kumat ketika mandi.

“Dugaannya seperti itu. Karena korban punya epilepsi,” lanjutnya.

Sementara itu, Imam (47), yang merupakan paman korban membenarkan jika keponakanya, Yuli Siswanto menderita epilepsi.

“Tiap bulan mesti sama saya kontrol ke rumah sakit. Korban tiap pagi terbiasa untuk mandi di Sungai Talang, tadi sebelum pergi, Yuli sempat pamitan ke sungai kepada ibunya,” kata Imam.

Jenazah korban pun langsung dibawa ke rumah duka yang tidak jauh sungai dengan mengunakan ambulans milik SAR Pakem. Korban langsung dimakamkan keluarga di pemakaman setempat. (Der/Ery)

Polres Malang Gelar Razia, 21 Anjal dan Orgil Terciduk

Razia Orgil oleh Polres Malang
Razia Orgil oleh Polres Malang

MALANGVOICE – Sebanyak 30 personel gabungan dari Polres Malang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, melakukan razia orang gila (orgil), Senin (26/2). Di antaranya, Lawang, Singosari, Dau dan Karangploso.

Dari ke empat Kecamatan yang dirazia baik di pinggir jalan, pasar maupun kawasan lain yang disinyalir menjadi tempat orgil berada, mereka berhasil menciduk 19 anak jalanan dan dua orgil.

“Razia ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan aman, sehingga walaupun bukan orang gila, tapi anak jalanan juga turut kami razia,” kata Kasat Sabhara Polres Malang, AKP Luthfi, Senin (26/2).

Lutfhi menjelaskan, orgil dan anjal ini kemudian didata dan semuanya diserahkan ke Dinas Sosial. Kecuali, mereka memiliki keluarga. Maka, akan diserahkan ke keluarga masing-masing.

Setelah diserahkan ke Dinsos, lanjut Lutfi, mereka akan diarahkan perawatan ke RS Jiwa Lawang, jika memang dibutuhkan.

“Tapi mereka semua T4 (tempat tinggal tidak tetap),” tegas Luthfi.

Luthfi menjelaskan, razia orgil ini untuk mengantisipasi isu penyerangan terhadap tokoh agama yang terjadi di beberapa daerah. Dikhawatirkan, orgil tersebut dimanfaatkan orang lain, untuk hal yang tidak bertanggung jawab.

“Jika ada keluarga, kami serahkan kepada mereka. Sekaligus kami sampaikan jangan sampai dibiarkan berkeliaran. Dikhawatirkan dimanfatkan orang lain,” pungkas Luthfi.(Der/Aka)

Banyak Alat Rusak, Perekaman E- KTP di Kabupaten Malang

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang Sri Meicharini. (Istimewa)
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang Sri Meicharini. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Malang mencanangkan perekaman dan cetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) akan dilakukan di kantor kecamatan pada awal bulan Maret 2018. Akan tetapi program tersebut bakal mundur lagi, sebab, beberapa alat perekaman dikabarkan rusak.

“Saat ini sedang dilakukan inventarisasi terhadap alat-alat yang ada di kecamatan,” ungkap Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Malang Sri Meicharini, Senin (25/2).

Karena banya alat perekaman rusak, saat ini untuk kepengurusan seluruhnya dihandle kantor Dispenduk Capil. Padahal jika alat tersebut berfungsi, maka masyarakat bisa menghemat waktu dengan tidak harus datang ke kantor Dispenduk Capil.

Melihat kondisi itu, Meicharini mengatakan, alat yang rusak bakal segera diganti agar bisa digunakan untuk melayani masyarakat. Namun, pihaknya menyatakan masih menunggu PAK.

Terpisah, Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna, menyampaikan, penggantian alat tersebut harus dilakukan secepatnya dan itu menjadi tanggung jawab dinas. Karena program yang sudah tergagas antara eksekutif dan legeslatif pada Maret tahun ini harus berjalan.

“Jika terjadi alat yang rusak itu menjadi tanggung jawab dinas untuk segera mengganti, agar program yang sudah terencana dapat dilakukan,” ungkap Rendra.

Pihaknya, lanjut Rendra juga menerapkan sistem jemput bola. Artinya petugas Dispenduk Capil akan mendatangi rumah warga dengan kendaraan dan alat yang memadai. Pasalnya, di beberapa tempat masih terkendala layanan internet. (Der/Ery)

Terjebak di Perlintasan, Xenia Tertabrak Kereta Api di Lawang

Kondisi mobil yang tertabrak kereta api (ist)

MALANGVOICE – Sebuah kendaraan bermotor roda empat jenis minibus Daihatsu Xenia tertabrak kereta api saat akan menyeberang perlintasan di Dusun Tawangsari Desa Turirejo Kecamatan Lawang. Lokasi kejadian tepat di bawah fly over Lawang, Minggu (25/2) sekitar pukul 20.30 WIB.

Soleh, salah seorang saksi mengatakan bahwa mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi (Nopol) N 1878 AJ sudah terlanjur masuk ke perlintasan sehingga palang pintu tidak bisa tertutup. “Mobil Xenia tersebut terjebak di tengah perlintasan, tidak bisa maju maupun mundur,” kata Soleh.

Dikatakan, mobil tersebut dari arah Surabaya – Malang. Ketika tertabrak, mobil Xenia tersebut terseret sejauh lima meter, sampai mobil tersebut berbalik arah.

“Dalam kejadian tersebut pengemudi mobil sempat lompat, dan bagian mobil sisi kiri belakang rusak parah. Polisi saat ini sudah di lokasi untuk melakukan olah TKP,” jelas Soleh.(Coi/Aka)

Resmi Dilantik, Pengurus PWI Malang Raya Deklarasi Perangi Hoax

Suasana Pelantikan Pengurus PWI Malang Raya. (Toski)
Suasana Pelantikan Pengurus PWI Malang Raya. (Toski)

MALANGVOICE – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya periode 2017-2020, akhirnya dilantik. Bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang Jalan Agus Salim Kota Malang, Minggu (25/2) siang, pelantikan tersebut banyak dihadiri segenap pejabat baik dari unsur sipil pemerintahan maupun militer, se – Malang Raya.

Melalui pelantikan tersebut, pengurus PWI Malang Raya berkomitmen memerangi berita hoax. “Pelantikan ini juga sekaligus dilakukan deklarasi untuk memerangi berita hoax,” kata M Ariful Huda, Ketua PWI Malang Raya.

Menurut Ariful Huda, dalam menjalankan profesi jurnalistik, kepercayaan masyarakat adalah suatu hal yang tidak boleh dikesampingkan. Selain itu, masih ada dua parameter lain yang harus diperhatikan, yakni akuntabilitas dan disiplin verifikasi.

“Untuk itu, jurnalis haruslah bisa menyuguhkan berita yang baik, bukan sekadar soal sensasi, tapi bisa ikut mengembangkan daerah, agar semakin tumbuh dan maju,” ungkap Ariful Huda.

Sementara, Ketua PWI Jawa Timur Achmad Munir menyampaikan bahwa hoax adalah musuh bersama. Dia menilai, hoax bahkan sudah dijadikan lahan bisnis, yang sering kali media profesional juga turut terjebak mengabarkan.

“Untuk itu, kami mengajak para wartawan Malang Raya, untuk menciptakan magnet bagi kalangan luas supaya dapat memerangi berita hoax,” ungkap Achmad Munir.

Dia menegaskan, media memiliki peran yang begitu penting dalam kemajuan bangsa dan negara. “Informasi yang disampaikan haruslah seimbang, bertanggung jawab dan mencerdaskan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Achmad Munir, sebagai wartawan haruslah dapat menjaga marwah dari profesi. “Wartawan abal-abal merupakan musuh kita, sebab mereka dapat mendriskreditkan profesi wartawan,” pungkas Achmad Munir.(Coi/Aka)

Curi TV, Warga Kediri Diringkus Polsek Poncokusumo

Pelaku dan Barang bukti saat diamankan petugas Polsek Poncokusumo (Toski)
Pelaku dan Barang bukti saat diamankan petugas Polsek Poncokusumo (Toski)

MALANGVOICE – Jajaran Polsek Poncokusumo meringkus Muh Agus Pranata (24) warga Desa Jeruk Wangi RT 13 RW 09, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Pria tersebut merupakan seorang tersangka kasus pencurian di rumah milik Parto (57) warga Dusun Karanganyar Kidul RT 30 RW 12 Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo.

Penangkapan berhasil dilakukan pada Sabtu (24/2) petang pukul 16.30 WIB. Kapolsek Poncokusumo, AKP Agus Siswo Hariadi, melalui Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andi Risdianto, mengatakan bahwa kejadian pencurian tersebut diketahui pada Sabtu (24/2) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Pelaku masuk kedalam rumah rumah melalui jendela kamar dengan cara mencukit,” ungkap Andi.

Kemudian, lanjut Andi, pelaku masuk ke ruang tamu dan mengambil sebuah TV dan 1 buah romote TV, lalu keluar melalui dapur. “Pelaku membawa kabur 1 buah televisi merk Changhong warna hitam beserta Remotenya,” paparnya.

Atas perbuatannya, oleh penyidik pelaku disangka telah melanggar Pasal 363 KUHP. “Pelaku diancam dengan hukuman tujuh tahun penjara,” pungkas Andi.(Der/Aka)

Dishub Kabupaten Malang Segera Bangun Terminal Wisata

Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi. (Istimewa)
Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Bekas sub Terminal Lawang akan dijadikan Terminal Wisata oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang. Namun hal itu terkendala dengan beberapa pedagang yang menjual diluar produk unggulan khas Malangan.

“Sekarang ini masih ada pedagang yang menjual pakan burung serta dagangan lainnya,” jelas Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, Jumat (22/2).

Rencananya nanti, lanjut Lutfi, para wisatawan yang akan berwisata ke tempat wisata kebun teh, mereka transit ke terminal wisata.

Karenanya perlu adanya penataan ulang terhadap pedagang yang bakal berjualan di Terminal Wisata tersebut, sebab nantinya akan dibangun 33 kios. Pada setiap kios itu diharapkan menjual produk-produk yang berasal dari setiap Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

“Untuk mengarah kesana kami sudah lakukan sosialisasi dengan paguyuban, kelurahan serta kecamatan,” kata Lutfi.

Memang yang diutamakan, lanjut Hafi, yang bakal menempati kios adalah pedagang lama, namun mereka yang menjual dagangan lain disarankan untuk berganti yang sesuai. Tetapi jika mereka masih berjualan seperti saat ini, akan dilakukan penggeseran dan ditempatkan pada lokasi lain.

“Masih kami koordinasikan lagi untuk merealisasikan hal itu,” tandasnya.(Der/Aka)

Si Brilian Kabupaten Malang, Raih Penghargaan Nasional

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang M Nasri Abdul Wahid. (Istimewa)
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang M Nasri Abdul Wahid. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kementerian Pertanian memberikan penghargaan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui DTPHP tentang adanya trobosan baru bernama Si Brilian (Sistem Informasi Brigade Perlindungan Tanaman Pangan).

“Benar, saya saat ini berada di Jakarta, rencananya hari ini mau menerima penghargaan untuk inovasi Si Brilian yang akan diserahkan langsung Bapak Menteri Pertanian,” ujar Kepala DTPHP Kabupaten Malang, M Nasri Abdul Wahid, Jumat (23/2).

Menurut Nasri, Si Brilian adalah inovasi berbasis IT yang dikembangkan jajaran di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang.

“Dengan aplikasi lewat telepon genggam ini bisa memotong enam tahapan hanya menjadi satu tahap,” jelasnya.

Nantinya jika petani ingin mengendalikan hama di sawah atau kebunnya bisa melakukan secara mandiri. “Jadi tidak usah menunggu penyuluh, mantri, cukup dengan Si Brilian sudah bisa mengetahui jenis hama dan penangganya,” ucap Nasri.

Sebelumnya untuk melaporkan ganguan hama petani harus melewati enam tahapan birokrasi, mulai dari identifikasi, kemudian pelaporan, ketiga adalah melaporkan luas dan jenis serangan, keempat melaporkan ke dinas, kelima adalah analisa di dinas, terakhir baru penangganan di lapangan.

Si Brilian yang digagas Dinas TPHP Kabupaten Malang yang notabene adalah seorang progamer IT mengalahkan 100 dari program inovasi yang dikembangkan daerah lain dan tampil sebagai juara.

“Si Brilian ini pertama di Indonesia, dan kami dedikasikan untuk para petani di Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang,” imbuh Nasri.

Hebatnya lagi aplikasi yang diharapkan bisa menjadi pilot project Kementan RI ini bisa direplikasi secara internasional.

“Jika memang dibutuhkan aplikasi ini bisa direplikasi oleh siapa saja, bahkan secara internasional,” pungkasnya. (Der/Ery)