01 December 2022
01 December 2022
22.5 C
Malang
ad space

Dirawat Lima Hari di RS, Kapolsek Klojen Meninggal Dunia Positif Covid-19

Kapolsek Klojen, Kompol Nadzirsyah Basri semasa bertugas (Ist).

MALANGVOICE – Kapolsek Klojen Kompol Nadzir Syah Basri (52) meninggal dunia dengan kondisi positif Covid-19 disertai penyakit penyerta atau komorbid disfungsi ginjal pada Senin (28/6) kemarin sekitar pukul 18.19 malam.

Dari informasi yang didapat Malangvoice.com, pria yang akrab disapa Nadzir ini mendapatkan perawatan intensif sejak Kamis (24/6) di RSI Aisyiyah, lalu dirujuk ke RSSA Malang.

Menurut keterangan istri Nadzir, Nurul (52), dari hasil rontgen di dalam paru-paru Nadzir banyak terdapat flek putih. Sehingga pihak rumah sakit (RS) menyarankan agar ini mendapatkan perawatan yang berbeda, tidak bisa sembarang tempat.

Dari situ, karena kamar di RSSA juga penuh, Nurul berupaya untuk meminta rekomendasi pada Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto sebagai pimpinan Nadzir.

“Dicarikan perawatan isolasi di RSSA yang fasilitasnya paling lengkap. Akhirnya dapat di ruang Eidelweiss kamar 213 satu kamar sama aku. Jadi aku sempat merawat Mas Nadzir,” ujarnya.

Di ruangan yang sama, Nurul juga menjalani isolasi sebab sama-sama terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu juga menyebabkan dalam pemakaman, Nurul dan anak-anaknya yang ada di rumah tidak bisa mengantar kepergian Nadzir karena harus menerapkan pemakaman secara protokol covid-19.

Sementara itu, Kepala UPT Pemakaman DLH Kota Malang, Taqruni Akbar, mengatakan, pemakaman berlangsung di TPU Buring kawasan Oma View Palmerah, Kedungkandang, Kota Malang.

“Jadi persiapan pemakamannya sekitar 2-3 jam untuk persiapan tempat. Kemudian dilaksanakan pemakaman, pada Selasa (29/6) jam 00.30 selesai,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (29/6).

Terpisah, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, menyampaikan belasungkawa dan mewakili keluarga besar Polresta Malang Kota mengucapkan permohonan maaf jika selama bertugas Nadzir mempunyai salah.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum. Selama berhubungan dengan rekan-rekan, almarhum sosok yang baik dan pekerja keras,” tuturnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Buher ini mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya pada seluruh jajaran Polresta Malang Kota untuk tertib dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Agar terhindar dari penularan covid-19.

“Jaga kesehatan karena yang tahu kondisi tubuh kita adalah kita sendiri. Semoga semua anggota Polresta selalu sehat dan dijauhkan dari wabah ini. Mohon doanya,” tandasnya.(der)

Seorang Perempuan di Kota Malang Meninggal Diduga Usai Konsumsi Pokak

Gatot Sutoko menunjukkan rumah korban, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Seorang perempuan bernama Yayuk Sri Yuni (58) warga Jalan Simpang Putra Yudha II, RT 06 RW 13, Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang meninggal dunia pada Kamis (2/6).

Menurut keterangan Gatot Sutoko (56) Ketua RT setempat, sebelum meninggal, Yayuk sempat mengkonsumsi tumbuhan pokak bersama dengan suaminya pada Rabu (1/6) kemarin.

“Jadi malem makan pokak sama suaminya. Terus jam 12 malem keduanya ngerasa gak enak badan dan akhirnya pada jam 5 pagi suaminya periksa,” ujarnya saat ditemui Mvoice, Kamis (2/6).

Setelah itu, pada sekitar pukul 06.00 pagi, Yayuk ditemukan dalam kondisi mengeluarkan busa dari mulutnya. Warga yang mengetahui langsung membersihkan busa tersebut dan mencoba untuk membawa korban ke Rumah Sakit (RS).

“Setelah dibersihkan, Yayuk mau dibawa warga ke RS, berhubung kondisinya gak bisa diangkat karena kaku dan yang kedua itu nunggu persetujuan anak-anaknya karena anaknya itu tidak tinggal di sini semua,” kata Gatot.

Namun, saat anak korban datang ke lokasi pada sekitar pukul 06.30 pagi. Yayuk sudah dalam keadaan drop. Bertepatan dengan itu petugas medis datang dan mencoba untuk memastikan kondisi korban.

“Saat dites, kornea mata dan nadi sudah tidak ada dan dinyatakan meninggal. Terus maunya dibawa ke mantri untuk memastikan, tapi keburu petugas dari PMI datang dan memastikan sudah meninggal,” ucap Gatot.

Diakui Gatot, korban semasa hidupnya bersama suaminya memang kerap kali mengkonsumsi herbal.

“Kondisinya itu kayak gak sakit gitu sebelumnya. Wong sempet jalan-jalan juga di kampung,” tandasnya.

Saat Mvoice berada di lokasi, petugas kepolisian juga sempat datang untuk mengajak Gatot Sutoko menuju Polsek Sukun.(der)

Petugas Amankan 3 Pasangan Diduga Mesum di Songgoriti

Sepasang muda-mudi diduga berbuat asusila diamankan petugas gabungan, Polres Batu, Satpol PP dan TNI dari kawasan Villa Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Minggu dini hari (28/5). (ist)

MALANGVOICE – Sejumlah 130 personel gabungan, Polres Batu, Satpol PP Kota Batu dan TNI, Sabtu malam (27/5) menggelar operasi di kawasan Kota Batu. Hasilnya, 3 pasangan diduga mesum alias asusila diamankan di kawasan Gang Macan Songgoriti. Petugas juga menyita 3 botol minuman keras (miras) di sebuah warung di kawasan Kali Lanang.

Tigas pasangan diduga bukan pasangan suami-istri sah tersebut, diantaranya, pasangan inisial EJ, 28, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang dan CT, 19, warga Kasembon Kabupaten Malang.

Ratusan personel gabungan dalam Operasi Pekat Semeru 2017 mendapat arahan dari Waka Polres Batu Kompol Nurmala, Sabtu malam (27/5)

Pasangan inisial FR, 24, warga Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo dan Suhartatik, 23, warga Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Lalu pasangan ketiga yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, yakni RU, 19, warga Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar dan SP, 20, warga Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Sedangkan operasi yang menyasar kawasan Kali Lanang, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, petugas mengamankan 3 botol minuman keras. Barang tersebut disita dari pemilik warung berinisial Is, 41, warga Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji.

Kabag Ops Polres Batu, Kompol Zein Mawardi mengatakan, ketiga pasangan tersebut diamankan karena diduga berbuat asusila tanpa ada ikatan suami-istri yang sah.
Kepada mereka selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan jika terbukti akan diproses sesuai hukum yang berlaku. ”Sedangkan untuk penjual miras tanpa izin resmi akan dilakukan tipiring (tindak pidana ringan),” kata Zein.

Operasi Pekat Semaru 2017, lanjut Zein, dilakukan awal Ramadhan ini guna menjaga dan menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Batu khususnya. Sasaran operasi yakni pengecekan dan penertiban tempat hiburan malam, dan patroli di titik rawan kriminalitas.

”Malam ini, operasi dibagai tiga kelompok. Kelompok pertama dengan sasaran kawasan Songgoriti, Kedua kawasan Jalibar dan tempat karaoke, dan kelompok tiga, di kawasan Kali Lanang, payung dan paralayang,” beber mantan Kapolsek Dau ini.

”Operasi serupa akan terus dilakukan selama Ramadhan dan Idul Fitri,” imbuhnya.

Satu Pasien Baru Positif Covid-19 di Kota Malang Masih Balita

Wali Kota Malang juga Ketua Satgas Covid-19 Kota Malang Sutiaji. (Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang juga Ketua Satgas Covid-19 Kota Malang Sutiaji. (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Kota Malang ketambahan satu pasien positif Covid-19. Total pada Minggu (26/4) menjadi 14 kasus.

Seperti diinfokan sebelumnya, 3 positif merupakan tenaga kesehatan, sedangkan tambahan satu per 26 April 2020, sebelumnya sudah dirawat di rumah sakit (PDP) dan baru keluar hasil swab positif. Yang cukup memprihatinkan positif terakhir adalah balita.

“Empat terakhir ini benar benar jadi perhatian tersendiri. Tiga nakes adalah OTG, sementara balita konfirm positif juga sedang kita tracing dan observasi lebih lanjut terpaparnya dari mana (kontak eratnya, red). Bisa jadi orang orang di sekitarnya memang tak menunjukkan gejala klinis, tapi ternyata carrier. Ini yang sedang kita telisik, dan mengapa kembali saya tegaskan penting lakukan PSBB (Malang Raya),” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Bisa jadi penambahan ini merupakan alasan Sutiaji ngotot mengajukan PSBB ke Pemprov Jatim. Penambahan pasien positif ini juga jadi perhatian khusus Pemkot Malang.

“Sejak kami luncurkan surat pengajuan PSBB lewat Pemprov, saya tidak merasa “bangga” dengan angka positif 8 yang terus bertahan. Perhatian saya tertuju pada jumlah PDP yang terus bertambah dan OTG,” ujarnya.

Berikut data Covid-19 Kota Malang per 26 April 2020:

a. ODR – 1.909
b. OTG – 166
c. ODP – 672
– 231 dipantau
– 441 selesai pemantauan

d. Positif Covid-19: 14
– 8 sembuh
– 6 dirawat

PDP total: 155
e. PDP Meninggal: 9
f. PDP sehat/selesai pengawasan: 54
g. PDP Perawatan: 92

(Der/Aka)

Ini Alasan Bapak Setubuhi Anak Kandung Sendiri Selama Empat Tahun…

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha dan Kasubbag Humas Ipda Made Marhaeni bersama pelaku persetubuhan anak kandung dan barang bukti yang diamankan. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Pelaku persetubuhan anak kandung sendiri, R (36) warga Sukun Kota Malang, mengaku tega melakukan aksi bejatnya itu karena berawal dari menghukum Tulip (nama samaran) setelah menonton adegan berciuman di film Korea.

Dijelaskan Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha, Tulip saat itu masih kelas 4 SD kemudian dimarahi pelaku di dalam rumah. “Setelah dimarahi, pelaku meminta korban membuka baju dan terjadilah persetubuhan tersebut,” jelasnya, Selasa (28/11).

Persetubuhan itu terjadi sejak 2012, saat ini Tulip berumur 14 tahun dan duduk di kelas 3 SMP. Ambuka menambahkan, selama itu pelaku menyetubuhi korban setiap pulang sekolah saat ditinggal isitrinya bekerja. Korban disetubuhi hampir setiap hari, bahkan bisa sampai delapan kali sepekan.

Pelaku juga mengancam memukul Tulip apabila melapor kepada orang lain. “Korban diancam sehingga takut melaporkan. Kalau bicara sama orang lain akan dipukul,” lanjutnya.

Akan tetapi, korban akhirnya memberanikan diri bercerita kepada ibunya pada 13 November lalu dan dilaporkan ke Polres Malang Kota. Polisi awalnya tidak bisa menemukan pelaku karena melarikan diri selama tiga hari.

“Kemudian istri pelaku janjian bertemu di Merjosari dan seketika dilakukan penangkapan pada pelaku,” tutur Ambuka.

Pelaku kini harus meringkuk dalam sel tahanan. Ia diancam 15 tahun penjara karena dikenai Pasal 81, Ayat 2 dan 3 Undang-Undang No 17 Tahun 2016, Tentang perlindungan anak. Karena R adalah ayah kandung, hukuman ditambah sepertiga. (Der/Yei)

Kendaraan dan Penumpang Bukan Asal Malang Siap-Siap Disuruh Balik Kanan

Kendaraan luar kota mendapat penanganan dari petugas posko check point di Arjosari. (istimewa)
Kendaraan luar kota mendapat penanganan dari petugas posko check point di Arjosari. (istimewa)

MALANGVOICE – Antisipasi mudik pada lebaran tahun ini dan penyebaran Covid-19, Satlantas Polresta Malang Kota memberlakukan penyekatan di exit tol Madyopuro. Total sudah ada belasan kendaraan dari luar Malang yang disuruh balik kanan.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Priyanto, mengatakan, petugas yang bertugas di posko check point akan memeriksa asal-usul penumpang dan kendaraan yang melintasi kawasan tersebut.

“Kendaraan dari luar daerah atau luar provinsi dan juga yang memiliki KTP luar Malang akan kami minta untuk kembali,” katanya.

Pemberlakuan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 pun juga dilakukan. Petugas yang dilengkapi APD wajib mengukur suhu tubuh pengemudi dan penumpang yang akan masuk ke Malang. Apabila ditemukan gejala sakit, petugas segera merekomendasikan perawatan ke Puskesmas atau rumah sakit.

Hal serupa juga dilakukan di posko check point utara kawasan depan Perum Graha Kencana. Semua kendaraan yang masuk wajib dicek petugas.

Priyanto berharap masyarakat mampu menahan diri tidak mudik agar Covid-19 tidak semakin menyebar. Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah demi keselamatan bersama.

“Tujuannya agar wabah Covid-19 ini tidak meluas ke banyak daerah dan penanganannya bisa cepat selesai,” tandasnya.(Der/Aka)

KPK “Obok-Obok” Kantor Bupati Malang

Suasana pendopo Agung, jalan Agus Salim Kota Malang. (Toski D)

MALANGVOICE – Anggota Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di ruang kerja Bupati Malang dan kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Malang, Senin (8/10).

Aksi Anggota KPK ini dimulai setelah melakukan koordinasi dengan Polres Malang Kota pada sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang beredar, penggeledahan dilakukan berkaitan dengan sejumlah kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015 lalu. Penggeledahan dilakukan mulai pukul 17.00 WIB.

Anggota Satpol-PP Kabupaten Malang, yang enggan disebutkan namanya mengatakan, KPK datang bersama rombongannya langsung masuk dan melakukan penggeledahan.

“Mohon maaf, sementara gak boleh masuk dulu,” katanya.

Hingga kini, para penyidik KPK belum keluar dari areal Pendopo Agung, Jalan Agus Salim Kota Malang. Hampir tiga jam penggeledahan masih belum rampung.

Anggota KPK dikabarkan masih melakukan penggeledahan di ruang Bupati Malang Dr. H Rendra Kresna dan ruang kerja Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang, Willem Petrus Salamena. (Hmz/Ulm)

Dobel L Itu Obat Parkinson, Kok Dikonsumsi Sembarangan?

AKBP I Made Arjana (Tika)

MALANGVOICE – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, AKBP I Made Arjana, menjelaskan, double L alias pil koplo selama ini sudah disalahgunakan, hingga masuk sebagai satu jenis obat terlarang.

Padahal penggunaan asli obat ini untuk mengobati penderita penyakit parkinson.

Parkinson merupakan salah satu penyakit syaraf yang menyebabkan penderitanya mengalami tremor atau gerakan tak terkendali pada tangan.

“Dobel L masuk dalam daftar obat G atau obat keras. Penggunaannya harus diawasi secara ketat. Bahkan untuk belinya harus dengan resep dokter,” terang Made kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Made menjelaskan, dampak Dobel L jika dikonsumsi secara sembarangan dapat memengaruhi susunan saraf penting dalam tubuh dan berdampak halusinasi.

“Efek sampingnya lagi juga mengakibatkan depresi dan perasaan menekan. Padahal bahaya, kok bisa disalahkan gunakan orang yang tak bertanggung jawab,” kata Made heran.

Tempat Praktik Dokter Pratiwi Karangploso Tutup Sementara, ternyata Ini Penyebabnya

Suasana pengobatan terapi uap di praktek dr. Yosephine Pratiwi. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Tempat praktik dr. Yosephine Pratiwi di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mulai hari ini (Selasa 3/8) tutup sementara.

Selama ini dokter Pratiwi memang berpraktik di Apotek Kondang Waras di Jalan Raya Takeran, No.50 kav 6, Dusun Krajan, Desa Ngijo, Karangploso.

Penutupan tempat praktik ini bukan karena dilarang oleh berwewenang atau protes dari masyarakat maupun pihak-pihak mana pun.

Penyebabnya ternyata lantaran banyaknya pasien yang mengantre saat berobat dan menimbulkan kerumunan. Bahkan di hari terakhir beroperasi (Senin 2/8) kemarin terlihat masih banyak pasien yang berobat dengan terapi uap itu.

“Kemarin (Senin 2/8) terakhir saya beroperasi karena saya sadar ini menimbulkan kerumunan. Jadi saya putuskan untuk tutup sementara sampai ada tempat yang lebih luas,” terangnya.

Dokter Tiwi, pqanggilan akrabnya, mengaku dijanjikan kelurahan dan kecamatan akan diberi tempat.

“Memang dijanjikan diberi tempat, tapi ini masih koordinasi,” ucap wanita yang akrab disapa dr. Tiwi, Selasa (3/8).

Tiwi menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pasien yang berobat semakin meningkat. Setiap hari mencapai 80 pasien dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Banyak yang ke sini untuk pengobatan alternatif. Pasien saya sekarang sudah wilayah Jatim. Ada yang dari Pasuruan, Trenggalek sampai Probolinggo,” katanya.

Tentang tarif berobat, Tiwi menjelaskan berkisar antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu, dan ada obatnya jika gejalanya parah.

Baca juga: Dokter di Karangploso Klaim Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19 Lewat Terapi Uap
Politisi Kabupaten Malang Apresiasi Penyembuhan Metode Uap dr Y Pratiwi Perangi Covid-19

Menurut Tiwi, praktik terapinya ini mendapat lampu hijau dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya, karena dinilai mampu menyembuhkan ratusan pasien terpapar Covid-19.

“Sudah mendapat respon baik dan lampu hijau dari IDI Malang Raya. Kalau gak ada lampu hijau saya ya disuruh tutup,” terangnya.

Tiwi berpesan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 untuk tetap menjaga imunitas tubuh dengan makan yang banyak.

“Makan yang banyak kalau bisa makan 8 sampai 10 kali meskipun muntah tidak papa. Karena dengan makan itu virus sulit berkembang karena tubuh ini butuh energi,” pesannya.

Sementara itu, salah satu keluarga pasien yang sudah sembuh, Putri, mengaku jika kakaknya yang bernama Rini, awalnya terkonfirmasi positif Covid-19 tiga minggu lalu.

Waktu itu pasien Rini dalam kondisi sesak nafas sampai ke dada, dan tidak bisa bergerak, dengan saturasi 84.

“Kakak saya sudah dibawa ke tiga dokter dan swab hasilnya positif Covid-19. Diberi obat sama dokter beli obat herbal gak sembuh,” kata Putri yang mengaku warga Singosari.

Dalam 14 hari kemudian, lanjut Putri, karena kondisinya memburuk, Rini akhirnya dibawa ke terapi uap di Karangploso ini.

“Di sini, kakak saya menjalani terapi uap sampai lima kali dan sembuh, sekarang beraktivitas seperti biasa,” ulasnya.

Putri berharap praktik Pratiwi ini tidak tutup, dan berharap pemerintah setempat mampu mencarikan tempat praktik yang lebih luas.

“Karena sekarang ibu saya yang gantian harus terapi. Dan ini hari terakhir. Jadi bu dokter ini orang baik jangan sampai gak punya tempat. Sudah bantu banyak orang mas,” harapnya.(end)

Diakuisisi PO Bagong, Puspa Indah Tinggal Nama

Ratusan karyawan Puspa Indah saat meminta uang konpensasi terhadap perusahaan.(miski)
Ratusan karyawan Puspa Indah saat meminta uang konpensasi terhadap perusahaan.(miski)

MALANGVOICE – PO Bagong resmi mengakuisisi bus Puspa Indah. Puspa Indah melayani trayek Malang-Jombang, Malang-Kediri, dan Malang-Tuban.

Semula, garasi atau tempat parkir kendaraan bus Puspa Indah di daerah Dinoyo atau disamping depan Unisma. Setelah dibeli HM Anton yang tak lain Wali Kota Malang, Puspa Indah pindah ke Jalan Ir Soekarno di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Ada 60 an lebih armada bus milik Puspa Indah. Satu tahun terakhir hanya 40 an bus yang beroperasi. Hal itu lantaran kehadiran kompetitor, PO Bagong yang beroperasi di jalur sama.

Secara kualitas, Puspa Indah kalah dengan bus Bagong. Selain armadanya baru semua, juga dilengkapi AC. Sedangkan, armada Puspa Indah kendaraan lama non AC, sehingga banyak penumpang beralih menggunakan bus Bagong.

“Sebelumnya, pemasukan ke perusahaan dan karyawan lebih dari cukup. Namun, semenjak ada kompetitor, pemasukan turun drastis,” kata Koordinator karyawan Puspa Indah, Yoyok Sugianto, Rabu (18/1).

Jumlah sopir yang aktif sampai sekarang ada 74 orang, kondektur 76 orang dan 10 orang kernek.

Mereka lantas meminta uang kompensasi ke pemilik Puspa Indah, masing-masing karyawan menginginkan Rp10 juta. Meliputi uang pesangon dan jaminan.

Namun, pemilik menawar setiap karyawan hanya mampu diberi Rp2 juta. Jumlah tersebut dinilai terlalu kecil, mengingat pengabdian dan dedikasi karyawan selama ini.

“Untuk kesehatan ada dari perusahaan. Asuransi jiwa dan lainnya tidak ada, itu kesalahan kita. Apalagi belum ikut serikat pekerja,” lanjut Yoyok.

Baca juga: Karyawan Puspa Indah Tagih Uang Pesangon


Baca juga: Karyawan Puspa Indah Minta Konpensasi Rp10 Tiap orang

Ia tidak tahu pasti tahun berapa Puspa Indah mulai beroperasi. Diperkirakan tahun 1980 an Puspa Indah milik Geovani Hartono ini dijalankan.

“Tahun 1981 sudah ada teman-teman yang kerja, yang jelas karyawan di sini semua bekerja lebih 25 tahun,” jelasnya.

Selepas dari berhenti sebagai kondektur, Yoyok memilih mencari kerja lain. Ia enggan masuk dalam bagian PO Bagong.

“Kalau saya, lebih baik kerja lain. Kalau teman-teman mau gabung ya silahkan. Itu hak mereka, kami di sini hanya berjuang supaya dapat kompensasi dari perusahaan lama,” harap dia.

Hal senada dikemukakan Ali basit. Ia belum memikirkan akan bekerja apa selepas berhenti sebagai sopir.

“Anak-anak saya sudah pada berkeluarga. Mungkin saya di rumah sambil kerja yang ringan. Anak-anak pasti melarang jika saya mencari kerja lagi,” ungkapnya.

Sementara, pemilik PO Puspa Indah enggan dikonfirmasi perihal penjualan perusahaannya. Namun, saat mediasi dengan perwakilan karyawan, perusahaan merugi karena pemasukan lebih kecil daripada uang yang dikeluarkan untuk operasional dan gaji.

“Biaya ganti ban, spare part cukup besar. Sedangkan pemasukan terus turun, alasan perusahaan dijual,” ungkap salah satu pimpinan perusahaan.

Dikonfirmasi terpisah, Pemilik PO Bagong, Hary Susilo, mengaku, tertarik membeli PO Puspa Indah lantaran pemiliknya memilih pensiun.

Hary menepis apabila akuisisi ini dilaukan karena Puspa Indah bangkrut.

“Pak Hartono sudah tua, apalagi tidak ada yang meneruskan usahanya. Makanya kami tertarik, semata-mata menyelematkan perusahaan mitra,” kata dia kepada MVoice.

Hary tidak memberitahu pasti berapa biaya yang dikeluarkan untuk mengakuisisi Puspa Indah.

Nantinya, bus eks Puspa Indah akan menggunakan nama lain di bawah perusahaan baru.

“Masih kami rahasiakan, tapi trayeknya tetap seperti yang lama,” ungkap dia.

Disinggung soal nasib karyawan Puspa Indah, Hary mengaku bukan tanggung jawabnya. Kendati demikian, ia akan memprioritaskan karyawan eks Puspa Indah nantinya.

“Jika ikut mendaftar, kami prioritaskan mereka. Sebisa mungkin karyawan Puspa Indah bekerja dbagi kami,” harap dia.

Dengan tambahan armada ini, tambah Hary, pelayanan bagi masyarakat akan lebih maksimal. Ia pun mengajak masyarakat agar senantiasa memilih kendaraan umum.

“Kami terus berbenah, untuk kenyamanan penumpang. Salah satunya ada fasilitas AC,” pungkas dia.