Dobel L Itu Obat Parkinson, Kok Dikonsumsi Sembarangan?

AKBP I Made Arjana (Tika)

MALANGVOICE – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, AKBP I Made Arjana, menjelaskan, double L alias pil koplo selama ini sudah disalahgunakan, hingga masuk sebagai satu jenis obat terlarang.

Padahal penggunaan asli obat ini untuk mengobati penderita penyakit parkinson.

Parkinson merupakan salah satu penyakit syaraf yang menyebabkan penderitanya mengalami tremor atau gerakan tak terkendali pada tangan.

“Dobel L masuk dalam daftar obat G atau obat keras. Penggunaannya harus diawasi secara ketat. Bahkan untuk belinya harus dengan resep dokter,” terang Made kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Made menjelaskan, dampak Dobel L jika dikonsumsi secara sembarangan dapat memengaruhi susunan saraf penting dalam tubuh dan berdampak halusinasi.

“Efek sampingnya lagi juga mengakibatkan depresi dan perasaan menekan. Padahal bahaya, kok bisa disalahkan gunakan orang yang tak bertanggung jawab,” kata Made heran.

Diakuisisi PO Bagong, Puspa Indah Tinggal Nama

Ratusan karyawan Puspa Indah saat meminta uang konpensasi terhadap perusahaan.(miski)
Ratusan karyawan Puspa Indah saat meminta uang konpensasi terhadap perusahaan.(miski)

MALANGVOICE – PO Bagong resmi mengakuisisi bus Puspa Indah. Puspa Indah melayani trayek Malang-Jombang, Malang-Kediri, dan Malang-Tuban.

Semula, garasi atau tempat parkir kendaraan bus Puspa Indah di daerah Dinoyo atau disamping depan Unisma. Setelah dibeli HM Anton yang tak lain Wali Kota Malang, Puspa Indah pindah ke Jalan Ir Soekarno di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Ada 60 an lebih armada bus milik Puspa Indah. Satu tahun terakhir hanya 40 an bus yang beroperasi. Hal itu lantaran kehadiran kompetitor, PO Bagong yang beroperasi di jalur sama.

Secara kualitas, Puspa Indah kalah dengan bus Bagong. Selain armadanya baru semua, juga dilengkapi AC. Sedangkan, armada Puspa Indah kendaraan lama non AC, sehingga banyak penumpang beralih menggunakan bus Bagong.

“Sebelumnya, pemasukan ke perusahaan dan karyawan lebih dari cukup. Namun, semenjak ada kompetitor, pemasukan turun drastis,” kata Koordinator karyawan Puspa Indah, Yoyok Sugianto, Rabu (18/1).

Jumlah sopir yang aktif sampai sekarang ada 74 orang, kondektur 76 orang dan 10 orang kernek.

Mereka lantas meminta uang kompensasi ke pemilik Puspa Indah, masing-masing karyawan menginginkan Rp10 juta. Meliputi uang pesangon dan jaminan.

Namun, pemilik menawar setiap karyawan hanya mampu diberi Rp2 juta. Jumlah tersebut dinilai terlalu kecil, mengingat pengabdian dan dedikasi karyawan selama ini.

“Untuk kesehatan ada dari perusahaan. Asuransi jiwa dan lainnya tidak ada, itu kesalahan kita. Apalagi belum ikut serikat pekerja,” lanjut Yoyok.

Baca juga: Karyawan Puspa Indah Tagih Uang Pesangon


Baca juga: Karyawan Puspa Indah Minta Konpensasi Rp10 Tiap orang

Ia tidak tahu pasti tahun berapa Puspa Indah mulai beroperasi. Diperkirakan tahun 1980 an Puspa Indah milik Geovani Hartono ini dijalankan.

“Tahun 1981 sudah ada teman-teman yang kerja, yang jelas karyawan di sini semua bekerja lebih 25 tahun,” jelasnya.

Selepas dari berhenti sebagai kondektur, Yoyok memilih mencari kerja lain. Ia enggan masuk dalam bagian PO Bagong.

“Kalau saya, lebih baik kerja lain. Kalau teman-teman mau gabung ya silahkan. Itu hak mereka, kami di sini hanya berjuang supaya dapat kompensasi dari perusahaan lama,” harap dia.

Hal senada dikemukakan Ali basit. Ia belum memikirkan akan bekerja apa selepas berhenti sebagai sopir.

“Anak-anak saya sudah pada berkeluarga. Mungkin saya di rumah sambil kerja yang ringan. Anak-anak pasti melarang jika saya mencari kerja lagi,” ungkapnya.

Sementara, pemilik PO Puspa Indah enggan dikonfirmasi perihal penjualan perusahaannya. Namun, saat mediasi dengan perwakilan karyawan, perusahaan merugi karena pemasukan lebih kecil daripada uang yang dikeluarkan untuk operasional dan gaji.

“Biaya ganti ban, spare part cukup besar. Sedangkan pemasukan terus turun, alasan perusahaan dijual,” ungkap salah satu pimpinan perusahaan.

Dikonfirmasi terpisah, Pemilik PO Bagong, Hary Susilo, mengaku, tertarik membeli PO Puspa Indah lantaran pemiliknya memilih pensiun.

Hary menepis apabila akuisisi ini dilaukan karena Puspa Indah bangkrut.

“Pak Hartono sudah tua, apalagi tidak ada yang meneruskan usahanya. Makanya kami tertarik, semata-mata menyelematkan perusahaan mitra,” kata dia kepada MVoice.

Hary tidak memberitahu pasti berapa biaya yang dikeluarkan untuk mengakuisisi Puspa Indah.

Nantinya, bus eks Puspa Indah akan menggunakan nama lain di bawah perusahaan baru.

“Masih kami rahasiakan, tapi trayeknya tetap seperti yang lama,” ungkap dia.

Disinggung soal nasib karyawan Puspa Indah, Hary mengaku bukan tanggung jawabnya. Kendati demikian, ia akan memprioritaskan karyawan eks Puspa Indah nantinya.

“Jika ikut mendaftar, kami prioritaskan mereka. Sebisa mungkin karyawan Puspa Indah bekerja dbagi kami,” harap dia.

Dengan tambahan armada ini, tambah Hary, pelayanan bagi masyarakat akan lebih maksimal. Ia pun mengajak masyarakat agar senantiasa memilih kendaraan umum.

“Kami terus berbenah, untuk kenyamanan penumpang. Salah satunya ada fasilitas AC,” pungkas dia.

Seorang Pengguna Jalan Dikeroyok Oknum Aremania

Postingan warga atas pengendara jalan yang dikeroyok oknum Aremania dan Korban pengeroyokan oknum Aremania, Wahyu Widayanto, usai mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Teja Husada.(ist)

MALANGVOICE – Perilaku tidak terpuji dilakukan Aremania yang ikut serta napak tilas Arema, Minggu (19/3). Seorang pengendara sepeda motor terluka setelah dikeroyok oknum Aremania.

Korban atas nama Wahyu Widayanto warga Kelurahan Ngaglik, Kota Batu. Wahyu menderita luka cukup parah dibagian wajahnya. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Teja Husada, Kepanjen, sebelum dibawa pulang.

Teman korban, Sugik Fuad, menceritakan, semula ia bersama korban dua teman lain habis menghadiri ulang tahun Malang Rider King Community (MRKC) di Stadion Kanjuruhan. Sesampainya di Jalan Panglima Sudirman, Kepanjen, atau pas di depan mini market, korban berhenti dan memilih menepi setelah iring-iringan Aremania melaju dari arah Malang.

Oknum Aremania yang mengendarai sepeda motor menanyakan maksud korban yang melihat iring-iringan.

“Opo” tanya oknum Aremania itu. Sama korban lantas dijawab “Tidak ada apa-apa mas, kita sama-sama Arema, saya orang Batu,” kata Sugik menirukan perkataan temannya.

Kemudian korban dipukul oleh oknum tersebut beserta teman-temannya. Sugik sempat berusaha melerai, namun, ada teriakan ‘ini Bonek’ sehingga Aremania di atas mobil turun dan ikut memukuli dirinya dan korban.

“Saya tidak apa-apa, teman saya yang lukanya cukup parah. Banyak tadi yang ikut mukul. Teman saya bahkan diseret beberapa meter, sepedanya juga dirusak,” ungkap dia.

Kejadian tersebut sebenarnya diketahui warga sekitar, tapi tidak ada satupun yang turut melerai.

“Setelah dikeroyok, baru kami dibantu warga. Setelah itu, baru kami ke rumah sakit terdekat,” jelas dia.

Ia bersama temannya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang.

Sugik berharap kejadian ini dapat diproses secara hukum. Agar ada efek jera atas perbuatan oknum Aremania.

“Teman yang lain masih di Polres. Korban sudah dibawa pulang, digonceng pakai sepeda motor,” akunya di Rumah Sakit Teja Husada.

Pengeroyokan itu juga diunggah di media sosial Facebook.

Disuruh Bayar Rp 15 Ribu, Penumpang Angkot Lapor Polisi

Panit Reskrim Polsek Lowokwaru, Iptu Didik Arifianto. (deny)
Panit Reskrim Polsek Lowokwaru, Iptu Didik Arifianto. (deny)

MALANGVOICE – Baru sehari beroperasi usai mogok jalan, angkot konvensional mendapat pengaduan dari masyarakat.

Seorang pria berinisial SW, mengadukan sopir angkot ADL yang berperilaku seenaknya ke Polsek Lowokwaru. Betapa tidak, ia harus membayar Rp 15 ribu dalam sekali jalan.

Panit Reskrim Polsek Lowokwaru, Iptu Didik Arifianto, menceritakan kejadian itu. SW awalnya menaiki angkot jurusan ADL dari Arjosari dan duduk di samping sopir. Saat di Jalan A Yani, ada satu penumpang yang turun dan hendak membayar.

Karena uang yang diberikan Rp 50 ribu, sopir bilang tak punya kembalian dan SW menawarkan kebaikan dengan membayari penumpang itu.

“Pelapor bilang juga kalau sopir itu tidak berjalan sesuai jalur dan berputar arah. Padahal pelapor ingin turun di Jalan Veteran,” katanya.

SW akhirnya mengalah dan turun di Jalan Sumbersari tepatnya di depan UIN Malang. Saat hendak membayar pelapor kaget karena ditarik harga Rp 15 ribu per orang sehingga ia merogoh kocek Rp 30 ribu.

Menindak lanjuti hal itu, polisi akan mengusut tuntas. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan ketua jalur dan Dishub Kota Malang.

“Bisa jadi ada pemerasan. Sementara ini sifatnya masih pengaduan karena masih diselidiki apa ada unsur pidana atau tidak,” tegasnya.

Dinkes Sarankan Masyarakat Kurangi Konsumsi Nasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Berdasarkan hasil konsultasi dan cek kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang beberapa waktu lalu, ternyata kadar gula dan tekanan darah masyarakat Kota Malang cenderung tinggi. Hal itu dikarenakan pola makan tidak sehat dan tidak seimbang.

Menurut Kepala Dinkes Kota Malang, Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM, selama ini nasi selalu jadi dominasi dalam asupan makanan sehari-hari. Pagi nasi, siang nasi, malam pun masih nasi. Padahal, Rachmi menyebut kandungan karbohidrat nasi sangatlah tinggi. Makan banyak nasi tidak dibenarkan.

“Makan nasi terlalu banyak itu tidak baik, karena malah merugikan tubuh. Karbohidrat itu diubah menjadi trigliserida, lemak jahat,” paparnya saat dihubungi awak media.

Asih menyarankan masyarakat mulai rajin makan sayur lebih banyak. Bukan hanya orang dewasa saja, bayi dan anak-anak juga harus terbiasa makan sayur. Selain sayur ada beberapa pilihan makanan yang bisa menggantikan nasi.

Oetmal misalnya, adalah salah satu jenis gandum yang dapat membantu mengurangi lemak dan kolesterol. Oatmeal bisa dikobinasikan dengan berbagai macam makanan dan buah seperti pisang atau susu. Oatmeal juga bisa membuat kenyang lebih lama.

Selain itu bisa dicoba kentang, yang tidak mengandung banyak karbohidrat. Di dalamnya terdapat pati, vitamin E, vitamin K, vitamin B, vitamin C, zat besi, magnesium dan seng. Rutin mengonsumsi kentang bisa meningkatkan fungsi otak, menutrisi kulit, dan menurunkan tekanan darah. Pengganti lainnya adalah ubi jalar. Ubi jalar memiliki rendah lemak dan kalori. Mengonsumsi ubi jalar dapat melancarkan pencernan dan meningkatkan stamina. (Der/Ulm)

Anggota Lantas Tewas Kecelakaan di Jalan Kolonel Sugiono

Briptu Dodik Restu Purnomo semasa hidup. (istimewa)

MALANGVOICE – Seorang anggota polisi dari satuan Lantas Polres Mojokerto, Briptu Dodik Restu Purnomo, tewas kecelakaan di Jalan Kolonel Sugiono, Mergosono, Kota Malang, Minggu (16/12).

Korban yang mengendarai kendaraan patwal 1225197-X diduga berserempetan dengan sepeda motor Supra X nopol N 5273 DE sebelum jatuh.

Dijelaskan Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Ari Galang Saputro, korban sedang perjalanan dinas dari Kabupaten Mojokerto ke Malang.

Sesampainya di lokasi, korban diduga hendak menyalip kendaraan di depannya karena kondisi lalu lintas padat merayap.

“Dodik mau menyalip ke kanan, kemudian ada kendaraan dari arah berlawanan. Dodik mengerem mendadak,” katanya.

Saat mengerem mendadak, motor korban jatuh dan Dodik terpelanting ke aspal. “Kepalanya membentur aspal,” lanjutnya.

Korban saat itu langsung dievakuasi ke RS Panti Nirmala. Namun, di sana dinyatakan meninggal dunia. “Jenazah kemudian divisum dan dibawa ke rumah duka di Mojokerto. Anggota Polres Mojokerto sudah ke sini,” tandasnya.

Sementara pengemudi Supra, Ridho juga dirawat di rumah sakit.(Der/Aka)

Polisi Temukan Bukti Baru Misteri Kematian Mantan Wakapolda Sumut

Kasubbag Humas Polres Malang Kota, Ipda Made Marhaeni. (Muhammad Choirul)
Kasubbag Humas Polres Malang Kota, Ipda Made Marhaeni. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Polisi masih berupaya mengungkap misteri kematian mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut), Kombes Pol (purn) Agus Samad. Kassubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Made Marhaeni, mengatakan, pihaknya baru saja menemukan bukti baru.

“Hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) belum bisa disimpulkan secara utuh, namun ada satu lagi bukti baru,” ungkapnya, Minggu (25/2) siang.

Bukti yang dimaksud ialah adanya tetesan darah pada tembok pagar di lantai 2, menuju arah lantai 3 rumah yang ditempati korban. Selain itu, tetesan darah juga ditemukan pada daun pisang dan kulit jeruk di TKP.

“Ini akan kami dalami lebih lanjut. Bukti baru ini menunjukkan bahwa ada orang yang sempat naik ke atas, kami belum tahu ini bunuh diri atau apa, namun bisa juga itu jejak pelaku,” tandasnya.

Sebelumnya, polisi juga menemukan cairan yang diduga muntahan makanan. Marhaeni menyebut bahwa cairan tersebut bercampur dengan darah yang tercecer di sekitar tubuh korban ketika ditemukan tewas.

“Saat ini masih dilakukan uji laboratorium, sepertinya (muntahan) itu bukan makanan baru, mungkin sekitar satu atau dua hari,” tandasnya.

Sejalan dengan itu, polisi juga masih menunggu hasil autopsi jasad korban. Dia menyebut, kemungkinan hasil autopsi baru bisa didapat pada Senin (26/2) besok.

Sementara itu, polisi juga masih akan memintai keterangan para saksi. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Agus Samad ditemukan tewas Sabtu (24/2) pagi di dalam rumahnya Perum Bukit Dieng Permai.

“Istrinya semalam belum datang, dia tengah berlibur ke Bali, kami belum tahu hari ini sudah bisa dimintai keterangan atau belum. Motif belum ditemukan, belum bisa mengambil kesimpulan, ada permasalahan keluarga atau gimana belum tahu,” pungkasnya.(Coi/Aka)

BREAKING NEWS: Balai Kota Malang Digeledah KPK

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan pemeriksaan di Balai Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kabar mengejutkan muncul dari Balai Kota Malang. Bangunan milik Pemkot Malang itu digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (9/8).

Pantauan MVoice di lokasi, sekitar lima penyidik KPK memeriksa beberapa ruangan. Penggeledahan berlangsung sejak sekitar pukul 12.00 WIB.

Pemeriksaan berlangsung tertutup. Awak media hanya diperkenankan mengambil gambar dari depan Ruang Sidang Balai Kota. Sementara, petugas melakukan penggeledahan di Ruang Wali Kota dan  Ruang Sekretaris Daerah (Sekda). 

Wali Kota Malang, HM Anton, tampak tidak sedang di lokasi. Beberapa pejabat Pemkot yang berada di lokasi antara lain Sekda, Wasto, dan Kepala Bagian Humas Pemkot, Nur Widianto.

Belum ada pihak yang dikonfirmasi terkait pemeriksaan ini. Hingga berita ini ditulis pukul 12.43, penggeledahan masih berlangsung. 


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Warga Kota Malang Kembalikan Uang “Money Politics” ke Bawaslu

Warga datangi kantor Bawaslu Kota Malang (Istimewa)

MALANGVOICE – Beberapa warga Kota Malang mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Senin (6/5). Mereka datang untuk mengembalikan uang dari “money politic” yang diterima jelang Pemilu 17 April 2019 lalu.

Salah satu warga yang mengembalikan uang tersebut adalah, Agus Mulyono. Ia menegaskan jika beberapa warga yang datang ke Bawaslu itu, takut akan isu yang beredar jika lembaga anti rasuah yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang turun untuk menindak praktik money politics.

“Ada beberapa orang mengembalikan uang money politik, saya tidak kenal, pas waktu saya berangkat ke Bawaslu, ternyata juga ada yang mengembalikan uang tersebut,” kata Agus

Ia menegaskan, jika pihaknya tidak melakukan laporan. Hanya secara moral mengembalikan uang yang tidak pantas diterima dalam kontestasi Pemilu 2019. “Saya tidak laporan tidak menyebut nama caleg tertentu. Saya hanya mengembalikan uang yang tidak seharusnya diterima,” tukasnya

Terpisah, Komisioner Bawaslu Kota Malang Hamdan Akbar Safara mengatakan memang ada beberapa warga yang mendatangi kantornya untuk mengembalikan diklaim uang namun masih dalam amplop tersegel. Pihaknya pun menolak menerima karena tidak disertai bukti-bukti lain yang kuat.

“Akadnya cuma ingin mengembalikan uang. Kami menyarankan ada laporan silahkan asal ada bukti formil yang kuat, misal video atau minimal bukti rekaman percakapan,”

Ia menduga warga ketakutan dan khawatir menerima sanksi juga akibat money politics. Padahal dalam undang undang, penerima tidak terkena sanksi.

“Masalah, mereka datang ke Bawaslu cuma ngasihkan uang tersebut, tidak memberikan info kapan pemberiannya dan pemberinya siapa,” tutupnya.(Hmz/Aka)

Wisuda, Politisi Cantik Ini Resmi Sandang Gelar Doktor dari UB

Ya'qud Ananda Gudban bersalaman dengan Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof M Bisri, di sela prosesi wisuda. (Muhammad Choirul)
Ya'qud Ananda Gudban bersalaman dengan Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof M Bisri, di sela prosesi wisuda. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Politisi cantik, Ya’qud Ananda Gudban, resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Brawijaya (UB) usai menjalani wisuda pada Sabtu (10/2). Ini semakin membuktikan bahwa sebagai sosok politisi dan anggota legislatif di DPRD Kota Malang, dia tak pernah berhenti belajar.

Sebagai tokoh publik, perempuan yang akrab disapa Nanda itu selama ini memang kental dengan kegiatan akademis. Ia merupakan dosen tetap di Universitas Merdeka (Unmer) Malang, dosen luar biasa di Universitas Brawijaya, serta menjadi ketua jurusan pariwisata Unmer.

Dengan tambahan gelar doktor ini, Bakal Calon Wali Kota Malang tersebut kini memiliki sederet gelar akademik, menjadi Dr Ya’qud Ananda Gudban SS SST Par MM. Dia mengaku bersyukur atas beragam prestasi yang didapat.

”Jika pun nanti saya mendapat amanah warga Kota Malang sebagai Wali Kota Malang, saya masih memungkinkan untuk menjadi dosen luar biasa. Ini saya lakukan untuk terus berbagi ilmu, manfaat, dan pengalaman untuk dunia pendidikan di Malang,” tandasnya.

Gelar doktor ini sendiri diraih Nanda ketika berhasil lulus studi S3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB. Dalam sidang ujian disertasi beberapa waktu lalu, Nanda membuktikan kemampuannya di hadapan para penguji.

Dia sukses mempertahankan disertasi dengan judul ‘Analisis Hubungan Principal-Agent dalam Proses Penyusunan APBD: Study Fenomenologi’. Alhasil, nilai ‘Summa Cumlaude’ pun didapatkan.

Nilai tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang akademik. “Syukur Alhamdulillah saya lulus dan di wisuda pada hari ini,” kata Nanda.

Disertasi yang ditulis Nanda mengulas perihal penggunaan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini cukup penting sebab selama ini penggunaan teknologi dalam administrasi pemerintahan harus dilakukan. Bahkan, diketahui di Kota Malang penggunaan e-budegting belum dilaksanakan secara maksimal.

“e-budgeting ini sangat penting dalam pelaksanaan administrasi dalam pemerintahan,” pungkasnya. (Coi/Ery)

Komunitas