28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Dies Natalies ke-54, UB Gelar Rapat Senat Terbuka

Dies natalies 54 UB (anja)
Dies natalies 54 UB (anja)

MALANGVOICE – Dies Natalies ke-54, Universitas Brawijaya Malang gelar rapat terbuka senat di gedung Samantha Krida hari ini.

Dihadiri ratusan undangan civitas akademika, dan pejabat kenegaraan, UB memaparkan berbagai capaiannya selama satu tahun terakhir.

Rektor, Prof Dr Ir M Bisri MS, memaparkan, tahun 2016 merupakan tahun perjuangan UB menuju daya saing tingkat Asia. Program internasionalisasi diperbanyak melalui kerjasama dengan berbagai instansi di luar negeri dan dalam negeri.

“Tercatat tahun ini UB sudah bekerjasama dengan 414 instansi,” katanya beberapa menit lalu.

Dalam bidang penelitian, UB melakukan kolaborasi dan sosialisasi ketersediaan sumber dana internasional. Seluruh dosen dituntut untuk terus melakukan penelitian juga pengabdian kepada masyarakat. UB telah menelurkan 1.042 penelitian dan 341 kegiatan pengabdian masyarakat.

“Tahun ini doakan saja UB bisa menghasilkan produk massal,” katanya singkat.

Dalam peningkatan mutu bidang studi, UB juga telah mengantongi akreditasi internasional sesuai bidang ilmh.

“Ada 14 prodi sudah mendapatkan akreditasi level Asia,” tukasnya.

Kuantitas dan kualitas lulusan juga semakin baik. Secara kuantitas lulusan tahun ini berjumlah 13.623. Artinya jumlah mahasiswa yang lulus mendekati jumlah mahasiswa yang masuk.

Kongres dan Semnas AIABI 2022 Bahas Tranformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pasca Covid-19

Ketua Umum AIABI periode 2016-2020, Prof Dr Kusdi Raharjo. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI) menggelar kongres dan seminar nasional 2022 mulai 26-27 Juli.

Ketua Umum AIABI Periode 2013-2020, Prof Dr Kusdi Raharjo, mengatakan, hari pertama agendanya adalah seminar nasional yang mendatangkan praktisi bisnis, David Santoso. Selain itu ada pembicara dari FIA UB serta Universitas Padjadjaran Bandung.

Ia menjelaskan, ini seminar ini membahas bagaimana pelaku bisnis berkembang merespon pandemi Covid-19. Seusai dengan tajuk yang dipilih, yaitu Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pasca Covid-19.

“Adanya disrupsi teknologi ini mengubah model bisnis dan itu harus direspon program studi,” katanya.

Dengan demikian, diharapkan AIABI dan para anggota memiliki peran strategis guna menyelesaikan isu-isu relevan dengan keberlangsungan operasi bisnis.

Pada hari kedua dijadwalkan berlangsung kongres ke-5, intinya pemaparan pertanggungjawaban pengurus AIABI periode sekarang dan dilanjutkan dengan pemilihan pengurus periode 2022-2026.

Sementara itu Dekan FIA UB, Andy Fefta Wijaya, mengatakan, dengan adanya kongres dan semnas ini dihadap mampu me menghasilkan serangkaian pendekatan keilmuan yang memiliki kebaruan dalam kajian Administrasi Bisnis.

“FIA UB juga berharap agar niat mulia AIABI dalam memperkuat landasan keilmuan dan memperkuat kolaborasi antar anggotanya dapat terus berjalan. Sehingga AIABI memiliki kemandirian dalam menghadapi tantangan bersifat destruktif,” harapnya.(der)

Didemo Mahasiswa Soal Kebijakan, Pejabat Rektorat UMM Tawarkan Mediasi

Pejabat rektorat UMM menemui mahasiswa yang berdemo. (Anja a)
Pejabat rektorat UMM menemui mahasiswa yang berdemo. (Anja a)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Bersatu berdemo di depan Gedung Student Center (SC), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (19/3). Mahasiswa ini menuntut agar UMM tidak menaikkan biaya SPP, DPP, Kuliah Kerja Nyata, membubarkan proram Pekan Karya Ilmiah dan menuntut transparasi di kampus.

Pejabat rektorat UMM, akhirnya datang menemui mahasiswa. Kedua belah pihak akhirnya duduk di atas aspal dan membicarakan pokok permasalahan. Rektor UMM, Fauzan menerangkan, soal biaya SPP tidak bisa semerta-merta diturunkan begitu saja karena kampus juga mengikuti kebijakan dari pusat. Fauzan menuturkan, jika memang mahasiswa merasa keberatan, maka dipersilahkan mengajukan penundaan pembayaran.

Baca Juga: VIDEO: Demo UMM: SPP Naik, Mahasiswa Semakin Melarat!

Menanggapi tuntutan mahasiswa yang merasa ada paksaan dari kampus untuk penulisan karya ilmiah dalam program PKM, Fauzan membeberkan, bahwa menulis adalah kewajiban mahasiswa. Program PKM bertujuan untuk menyalurkan ide dan gagasan untuk kepentingan masyarakat. Jikalau mahasiswa merasa dipaksa, maka itu pola pikir yang keliru.

“UMM ini sedang membangun budaya menulis ilmiah. Ya wajar kalau dipaksa. Sama kalau dulu kalian belajar ngaji, itu kan juga dipaksa dulu. Semuanya ini untuk kepentingan mahasiswa agar sukses dan kampus juga punya daya saing,” ujar Fauzan.

Soal harga SPP, DPP, dan biaya KKN, Fauzan tidak bisa menjawab secara gamblang karena berkaitan dengan kebijakan dari pusat. Selanjutnya, Rektorat akan mempersilahkan mahadisiswa untuk melakukan mediasi mencari solusi permasalahan.

“Jangan sampai merugikan kedua belah pihak. Ini bukan soal kalah menang, tapi untuk cari jalan tengah,” tandasnya lagi.(Der/Ak)

Di SMKN 2 Malang, Pembelajaran Serba Digital Permudah Siswa Akses Informasi

Kepala sekolah SMKN 2 Malang
Kepala sekolah SMKN 2 Malang

MALANGVOICE – SMKN 2 Malang menyadari l, mulai tahun ini hingga seterusnya, tren digital dan perkembangannya semakin banyak diminati.

Aplikasi digital pun kita telah masuk ke bangku-bangku sekolah dan memudahkan guru dan siswa dalm kegiatan belajar dan mengajar.

Untuk menanggapi hal itu, SMKN 2 menjadi sekolah pertama dan satu-satunya memilki buku matapelajaran digital terlengkap. Buku digital itu bisa diakses dalam satu perangkat android.

Kepala Sekolah SMKN 2 Malang, H Bagus Gunawan, mengatakan, salah satu jurusan di sekolahnya yang sudah menerapkan buku digital adalah keperawatan.

“Kami sudah melaksanakan itu sejak empat bulan terakhir. Jadi ketika anak-anak sedang beraktivitas, membantu ibu misalnya, bisa sambil membuka-buka buku digital. Bahasanya memang sengaja dikemas mudah dan singkat,” katanya.

Dalam buku digital itu, sudah terpampang lengkap aneka informasi berupa teks teori, gambar animasi, video dan audio.

“Misal anak keperawatan belajar sistem peredaran darah, ya klik saja gambar jantung disitu, nanti kelihatan animasi darah mengalir seperti apa,” tukasnya.

Dengan begitu, siswa SMKN 2 semakin mudah mengakses informasi, bahkan berlatih mengerjakan soal dari buku digital tersebut. Tentu, untuk materi yang sifatnya pendalaman, siswa tetap harus belajar dari buku karena informasi dalam buku digital bersifat dasar-dasarnya saja.

“Baca buku ini saja sudah sangat cukup lho. Karena materinya kita ambilkan dari sumber buku teori keperawatan yang mahal-mahal itu. Saat ini dalam pengembangan agar bisa digunakan di jurusan lain juga,” tutupnya

Cegah Penyebaran Difteri, Ini Imbauan Dinkes

dr Asih Tri Rachmi. (dokumentasi MVoice)

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, masih melakukan pengobatan pada pasien difteri dan memberikan mereka profilaksis eritromisin sebagai langkah pencegahan pada penyebaran bakteri tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dinkes menemukan beberapa siswa dan guru di Kota Malang telah terjangkit. Petugas Dinkes melakukan swap/usapan pada luka dan dilakukan analisa pada siswa-siswa yang terindikasi terjangkit.

“Saat ini yang terjangkit difteri dirawat dan tidak masuk sekolah dulu. Sedangkan siswa dan warga sekolah kami sarankan menggunakan masker. Karena bakteri ini bisa menyerang mereka yang berdaya tahan tubuh lemah,” kata dr Asih Tri Rachmi, saat dihubungi MVoice, Rabu (19/10).

Asih menjelaskan, setelah pemberian obat, nantinya siswa-siswa juga akan diberi vaksinasi. Terutama di sekolah-sekolah yang diketahui ada penderita difteri.

“Sudah dilakukan pemeriksaan swap tenggorokan ditemukan siswa 6 dan guru 3. Mereka sudah diobati. Semua siswa diperiksa dan ke depan dilakukan imunisasi untuk pencegahan lebih lanjut,” paparnya.

Asih juga mengimbau agar orangtua atau masyarakat tidak menolak apabila dilaksanakan program imunisasi di sekolah.

“Kami mengimbau masyarakat terutama orangtua untuk mengikutkan atau tidak menolak kalo ada program imunisasi di sekolah. Misal program imunisasi MR kemarin, masih ada saja orang tua yang menolak,” pungkasnya.(Der/Yei)

Satu-satunya di Malang, Ada Polisi dan Dokter Cilik di SDN Bareng 3

Foto-foto kegiatan pocil dan dokcil di SDN Bareng 3. (Anja a)

MALANGVOICE – Melatih kedisiplinan siswa bisa dilakukan dengan cara yang menarik dan menantang. Di SDN Bareng 3, siswa dilatih menumbuhkan rasa kepedulian melalui program Polisi Kecil (Pocil) dan Palang Merah Remaja (PMR) atau Dokter Kecil (Dokcil).

Pelatih Dokter Cilik, Naim, memaparkan, program tersebut dicetuskan oleh kepala sekolah, Anton Henawanto. Awal pembentukan itu dimulai tahun ajaran baru 2017/2018 tepatnya bulan Juli 2017, syarat menjadi anggota Pocil dan Dokcil minimal kelas 4 maksimal kelas 5, agar masa tugasnya berlangsung cukup lama.

“Untuk jumlah hingga saat ini anggota Pocil angkatan pertama hanya 17 peronel, sedangkan anggota PMR 40 personel,” katanya saat dihubungi MVoice.

Dia menambahkan, tugas Pocil berfokus pada penindakan dan penangkapan terhadap anak-anak yang membuang sampah sembarangan. Selain itu, Pocil membantu mendisiplinkan siswa.

“Misalnya saja menertibkan baju seragam yang tidak dimasukkan dan atibut yang kurang lengkap”, tukasnya.

Lebih lanjut, tugas dari anggota PMR adalah menangani dan merawat siswa yang sakit di UKS. Selain itu menjadi petugas kesehatan saat pelaksanaan upacara bendera maupun upacara hari besar lainnya.

“Bertepatan dengan 10 November 2017 yang diperingati sebagai hari pahlawan nasional ini, menjadikan momentum yang tepat untuk menetapkan tanggal tersebut sebagai hari jadi Pocil dan Dokcil, yang ditandai dengan perfom formasi baris berbaris (FBB) untuk pocil dan teatrikal pentingnya Siaga Bencana untuk PMR,” katanya.

Acara berlangsung meriah karena disaksikan 545 siswa dan semua guru di SD Negeri Bareng 3 Malang, dan yang paling membanggakan lagi adalah SDN Bareng 3 Malang satu-satunya SD yang memiliki ekstrakulikuler Dokcil dan Pocil.(Der/Aka)

Dana Insentif Guru Madin di Kota Malang Cair

Wali Kota Malang Sutiaji memberikan keterangan saat kegiatan Penekanan Penggunaan Dana Operasional Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Dan Guru Swasta (BPPDGS)” di SMKN 2 Kota Malang, Selasa (4/8/2020). (Ayuni)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mencairkan dana operasional bantuan masing-masing sebesar Rp 300 ribu kepada lima ribu guru swasta.

Jumlah tersebut terakumulasi dari 20 madrasah diniyah (madin) dan 615 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan dana insentif tersebut akan diberikan kepada lima ribu guru swasta tersebut selama enam kali. Dengan harapannya bisa sedikit membantu kondisi pendidikan diniyah dan guru swasta di saat kondisi pandemi Covid-19 atau virus corona.

”Jumlahnya (yang mendapatkan dana operasional bantuan) ada 20 pendidikan diniyah dan 615 TPQ. Dengan total jumlah gurunya sebanyak 5 ribu orang,” ujarnya saat mengisi kegiatan Penekanan Penggunaan Dana Operasional Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Dan Guru Swasta (BPPDGS)” di SMKN 2 Kota Malang, Selasa, (4/8).

Sutiaji mengatakan nilai tersebut diakuinya memang sedikit. Akan tetapi, dia berharap sekalipun dana saat ini masih kecil diharapkannya bisa diterima dengan ikhlas dan tidak mengurangi keikhlasannya.

”Kami minta maaf. Nilainya ini (Rp 300 ribu) memang sedikit. Tapi, kami berharap seadanya ini bisa diterima dengan ikhlas dan tidak mengurangi nilai keikhlasan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Achmad Shampton menyampaikan sebenarnya ada 200 madin di Kota Malang. Akan tetapi, banyak yang tidak lolos saat pihaknya melakukan seleksi dengan ditambah ada 615 TPQ di Kota Malang.

”Kalau madin yang dapat tahun ini ada 20 madin. Dari sekitar 200 madin. Tapi, karena terseleksi macam-macam, jadi hanya tersaring 20 itu tadi. Kemudian untuk yang TPQ ada 615,” kata dia.

Sedangkan dari total jumlah tersebut terakumulasi ada lima ribu yang mendapatkan insentif. Dengan rata-rata di setiap pendidikan diniyah ada 8 hingga 9 orang.

”Jadi, rata-rata itu ada sekitar 8-9 guru yang dapat. Sehingga ketika ditotal ada lima ribu guru dari lembaga yang ada itu,” tuturnya.(der)

Mahasiwa Berprestasi UB Dapat Beasiswa dari BCA

Rektor UB, Prof M Bisri. (deny)
Rektor UB, Prof M Bisri. (deny)

MALANGVOICE – Universitas Brawijaya (UB) mendapat bantuan Beasiswa Bakti dari PT Bank Central Asia tbk (BCA), sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan.

Beasiswa Bakti BCA itu diberikan kepada mahasiswa berprestasi senilai Rp 350 juta dan diberikan Kepala Kantor Wilayah VII BCA, Djoko Rosmiatun Mijaata kepada Rektor UB, Prof Mohammad Bisri, Senin (21/11).

Dengan beasiswa itu, Djoko berharap mahasiwa berprestasi bisa mendapat dukungan finansial untuk dapat secara optimal menuntut ilmu demi peningkatan sumber daya manusia di Indonesia.

“Mahasiswa ke depannya akan memasuki dunia kerja akan menghadapi persaingan yang ketat, terutama memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ujarnya.

Pada 2016 ini dana yang dialokasikan yaitu Rp4,25 Miliar untuk 588 mahasiswa periode tahun ajaran 2016/2017.

Bantuan yang diberikan tak hanya materiil, melainkan BCA secara aktif untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa dengan kemampuan soft skill yang dibutuhkan saat menempuh jenjang perguruan tinggi bahkan lebih lagi ketika mahasiswa nantinya memasuki dunia kerja.

Karena itu, para penerima Beasiswa Bakti BCA dari UB juga berkesempatan uintuk mendapatkan sharing langsung dari manajemen BCA serta almamater Universitas Brawijaya yang sukses meniti karir di BCA.

Beasiswa itu melengkapi program BCA yang sudah membantu beberapa universitas antara lain, Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Hasanuddin.

Membangun Profesionalisme, Guru Harus Bikin KTI dan Karya Inovatif

Workshop Profesionalime USAID (deny)

MALANGVOICE – Rutinitas guru sebagai pengajar saja agaknya masih kurang. Karena itu USAID Prioritas mengajak para guru untuk membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI), dengan menggandeng Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, di Hotel Ultima Horizon, Araya, hari ini.

Kepala LPMP Jatim, Bambang Agus Susetyo, sangat menyambut baik kegiatan itu, karena sangat penting untuk meningkatkan mutu dalam mengajar. Ia menambahkan, pengajar terbelenggu rutinitas mengajar, sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk berkreasi maupun berinovasi.

Bambang dan M Adri (deny)
Bambang dan M Adri (deny)
“Maka perlu ada pemaksaan yang sistematis guna mendorong tumbuh kembangnya potensi yang ada pada diri pendidik. Guru seharusnya memiliki nilai lebih yang berupa sebuah publikasi dan karya tulis ataupun karya inovatif,” katanya, saat ditemui wartawan, usai memaparkan materi.

Melalui workshop itu, peserta yang notabene berasal dari kalangan kepala sekolah dan juga guru dibantu dan dibimbing bagaimana caranya membuat KTI serta karya inovasi.

Sementara M Adri Budi, Spesialis Tata Kelola & Pemerintahan USAID, mengatakan, pengembangan profesionalitas guru menjadi perhatian secara global, karena guru memiliki tugas dan peran bukan hanya memberikan informasi-informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga membentuk sikap dan jiwa yang mampu bertahan dalam era kompetisi.

“Output yang diharapkan, setiap kabupaten/kota dapat menyusun rencana pengembangan profesionalisme guru yang berkesinambungan dengan lembaga dan institusi lainnya seperti LPMP, LPTK, Dinas Pendidikan dan Kemenag Provinsi, atau yang lainnya,” ungkapnya.

SBMPTN Diumumkan Hari Ini Pukul 17.00 WIB, Penilaiannya Beda

Siswa saat mendaftar SBMPTN 2018 (anja)

MALANGVOICE – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 akan diumumkan hari ini, Selasa (3/7/2018). Pengumuman itu dijadwalkan bisa diakses pukul 17.00 WIB nanti. Bagi siswa yang pada tanggal 8 Mei 2018 kemarin mengikuti SBMPTN, saat ini pasti sedang harap-harap cemas.

Untuk pengumuman peserta yang lolos dapat dilihat di sini http://pengumuman.sbmptn.ac.id, atau melalui 12 link mirror yang telah disediakan panitia.

Untuk peserta SBMTN di Panlok Malang akan mengetahui diterima dan tidaknya di PTN pilihan. Menurut data dari Panlok Malang, ada setidaknya 38 ribu peserta SBMPTN memperebutkan 21.094 kursi.

Menurut Ketua Panlok Malang, Prof Ir Kusmantoro, daya tampung 21.094 itu terbagi di tiga kampus negeri yaitu Universitas Brawijaya 11.075 mahasiswa, Universitas Negeri Malang 6.519 mahasiswa dan UIN Maliki 3.500 mahasiswa.

“Khusus peminatan di UB untuk jalur SBMPTN mencapai 36.468 orang. UB merupakan peringkat keempat kategori universitas dengan peminat SBMPTN terbanyak setelah UI, UGM, dan UNPAD,” kata Kusmantoro.

Selain itu, berdasarkan informasi yang dirangkum MVoice lewat laman sbmptn.ac.id, pada 2018 ini, metode penilaian tes dilakukan dengan prosedur berbeda dengan menerapkan Teori Tes Modern yang dikenal dengan sebutan Teori Respons Butir (Item Response Theory/IRT).

Metode penilaian oleh Panitia Pusat dilakukan melalui 3 tahap, yakni tahap pertama, seluruh jawaban peserta SBMPTN 2018 akan diproses dengan memberi skor 1 (satu) pada setiap jawaban yang benar, dan skor 0 (nol) untuk setiap jawaban yang salah atau tidak dijawab/kosong.

Tahap dua, dengan menggunakan pendekatan Teori Response Butir (Item Response Theory) maka setiap soal akan dianalisis karakteristiknya, di antaranya adalah tingkat kesulitan relatifnya terhadap soal yang lain, dengan mendasarkan pada pola respons jawaban seluruh peserta tes tahun 2018.

Dengan menggunakan model matematika, maka akan dapat diketahui tingkat kesulitan soal-soal yang dikategorikan relatif mudah, sedang, maupun sulit.

Kemudian tahap ketiga penilaian SBMPTN 2018 yakni, karakteristik setiap soal yang diperoleh pada Tahap II digunakan untuk menghitung skor setiap peserta. Soal-soal yang relatif sulit akan mendapatkan bobot yang lebih tinggi dibanding soal-soal yang relatif lebih mudah. Tahap-tahap penghitungan skor ini, dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi di bidang pengujian, pengukuran dan penilaian.(Der/Aka)