Mbois, 350 Pelajar Wakili Batu ke Pekan Seni Pelajar Jawa Timur 2017

Mistin, Kepala Dinas Pendidikan (anja)
Mistin, Kepala Dinas Pendidikan (anja)

MALANGVOICE – Kota Batu berangkatkan 350 pelajar SD dan SMP ke acara Pekan Seni Pelajar Jawa Timur 2017.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso saat pelepasan kontingen, hari ini di Balai Kota Among Tani, mengatakan kesemua pelajar itu diharapkan mampu berkontribusi mengharumkan nama Kota Batu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mistin, mengatakan, Kota Batu mengungulkan paduan suara. Selain itu, pawai budaya juga diharapkan bisa menggondol juara.

“Karena pawai budaya membutuhkan siswa paling banyak. Hampir 100 lebih siswa kita kerahkan untuk pawai budaya,” kata Mistin.

Seperti yang diketahui Pekan Seni Pelajar Jatim 2017 akan dilaksanakan tanggal 25-29 April di Kediri. Jenis kesenian yang dilombakan bervariasi meliputi seni tari tradisional, melukis, seni pertunjukan, samroh, pantomin dan sebagainya.

ITN Malang Tak Ingin Narkoba Masuk Kampus

Deklarasi tolak narkoba. (Lisdya)

MALANGVOICE – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang terus memberantas narkoba di kalangan mahasiswa dengan melakukan sosialisasi.

“Ancaman terbesar mahasiswa saat ini adalah kasus narkoba yang susah sekali dideteksi. Maka dari itu kita harus memberantas dari awal,” ujar Rektor ITN, Kustamar dalam gelaran workshop ‘Young Muda, Young Style Lawan Narkoba’ bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang di Aula Kampus I ITN Malang, Senin (18/3).

Tak hanya itu, dikatakannya, dalam memberantas barang haram tersebut, ITN telah menyiapkan beragam pencegahan untuk memberantas perilaku yang melanggar hukum tersebut.

Seperti, melakukan tes urine bagi setiap mahasiswa baru. Mengadakan sampling tes mendadak hingga saling mengamati perilaku lewat kebijakan kelompok permanen selama pembelajaran.

“Kami telah membuat kelompok permanen untuk belajar toleran, budaya dan saling mengamati perilaku teman sebayanya untuk mensukseskan pribadi kita kedepan,” paparnya.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi yang hadir dalam gelaran tersebut mengatakan, jika sosialisasi merupakan upaya pencegahan bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Mahasiswa ini kan generasi dan harapan kita. Dengan terus melakukan sosialisasi, untuk mencegah dan memberantas narkoba yang membahayakan,” tandasnya.(Der/Aka)

Wali Murid Dipaksa Buat Pernyataan Tidak Ada Pungli

Wali murid SDN Bandungrejosari 1 saat menemui penasihat hukum Agus Sugianto. (Deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Pihak SDN Bandungrejosari 1 Malang terus bermanuver untuk mementahkan dugaan terjadinya pungutan liar (pungli) di sekolah tersebut. Untuk mementahkan adanya pungli, pihak sekolah mengedarkan surat pernyataan yang harus ditandatangani wali murid.

Dalam surat edaran tersebut, wali murid diminta untuk mengakui bahwa di SDN Bandungrejosari 1 tidak terjadi pungutan yang berdalih untuk membeli perangkat komputer.

Pertama yang diminta pihak sekolah adalah paguyuban wali murid kelas 1 untuk membuat pernyataan. Setelah itu berurutan ke kelas lainnya mulai kelas 2 sampai kelas 6.

Herlia Pratiwi, salah satu wali murid di SDN Bandungrejosari 1 menyebutkan jika pihak sekolah telah menyiapkan kertas surat pernyataan untuk ditandatangi wali murid. “Teman saya barusan bilang gitu, ada yang mau tanda tangan ada yang enggak,” katanya, Jumat (21/8).

Menurut rencana, Sabtu (22/8) besok giliran wali murid kelas 3 yang diminta menandatangani surat pernyataan tersebut. Namun, Herlia Pratiwi dan wali murid kelas 3 lainnya akan menolak menandatangani surat pernyataan tersebut “Kami jelas tetap tidak mau,” tegasnya.

Herlia Pratiwi dan beberapa rekan wali murid tetap akan mempersoalkan dugaan pungli berdalih pembelian perangkat komputer itu. Bahkan, mereka sudah menunjuk salah satu pengacara , Agus S Sugianto untuk mengawal jika sewaktu-wakltu masalah ini berlanjut sampai ke ranah hukum.

Untuk sementara Agus S Sugianto yang berkantor di Jalan Kolonel Sugiono, Malang itu mengatakan tidak akan membawa permasalahan dugaan pungli di SDN Bandungrejosari 1 Malang itu ke ranah hukum. “Kami masih menunggu niat baik dari komite dan sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, dengan ditunjuknya ia sebagai penasihat hukum berupaya untuk menyelesaikan secara baik kasus dugaan pungli itu. Tujuannya agar pihak sekolah tidak mengulangi perbuatan yang tidak mengenakkan wali murid tersebut. “Kami hanya ingin meluruskan aturan yang benar, karena banyak kejadian yang terjadi, kalau dibiarkan bisa dicontoh dimana-mana,” tandas Agus Sugianto.-

Penting! Kurikulum Program Studi PT se-Indonesia Harus Dirubah Sesuai KKNI

Nurkholis (anja)
Nurkholis (anja)

MALANGVOICE – Kurikulum program studi di seluruh perguruan tinggi, dituntut untuk merevisi berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang terbit berdasarkan Peraturan Presiden (PP) Nomor 8 Tahun 2012. Perubahan ini diutamakan pada prodi-prodi yang memang merasa siap untuk menerapkan KKNI.

Dalam KKNI terdapat level 1-9 dan menjadi acuan untuk pembangunan sumber daya manusia dan tenaga kerja Indonesia dengan pengakuan kualifikasi tidak hanya mengacu pada pendidikan formal, tetapi juga pelatihan yang didapat di luar pendidikan formal, pembelajaran.

Salah satu prodi yang baru saja melaksanakannya tahun ajaran ini adalah Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya Malang.

Kaprodi Akuntansi UB, Nurkholis PhD Aka Ca, mengatakan, prodinya telah menerjemahkan KKNI kedalam kurikulum prodi akuntansi UB. Penyesuaian itu terutama dalam poin tujuan pembelajaran, kompetensi pembelajaran, dan capaian pembelajaran yang sudah terukur.

“Karena capaian dan kompetensi itu penting ketika, lulusan bekerja di luar negeri baik dalam negeri sekalipun. Ketika ditanya, ‘lulusan akuntansi bisa apa’, mereka sudah tau poin-poin capaian itu,” katanya menjelaskan.

Harapannya, lulusan bisa memenuhi syarat kualitas minimal dan mampu bersaing secara global.

Akuntansi FEB UB mengaku sudah siap melaksanakan kurikulum yang disesuaikan dengan KKNI untuk mahasiswa baru tahun ajaran ini sebagai masa transisi. Mahasiswa lama, baru akan melaksanakannya di tahun ajaran depan.

Paling Diminati, Pendaftar Mandiri UM Berebut Dua Prodi Ini

Mahasiswa baru UM. (Anja a)
Mahasiswa baru UM. (Anja a)

MALANGVOICE – Pendaftaran jalur mandiri Universitas Negeri Malang (UM) ditutup hari ini, Selasa (10/7). Menurut data yang diterima MVoice, total 8764 peserta mendaftar pada jalur ini.

Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Eko Budi Sutjipto mengatakan dari 8000 an peserta ini hanya akan diterima sebanyak 2000-an mahasiswa saja.

Dia juga menambahkan, tahun ini prodi manajemen dan akutansi paling diminati peserta jalur mandiri.

“Karena peminatnya banyak, jadi persaingan di dua prodi ini sangat ketat,” kata dia.

Sedang prodi yang minim peminat ada pada prodi vokasi D3 otomotif dan D3 teknik mesin.

“Peluangnya di dua prodi ini lebih besar. Tapi memang di vokasi ini animonya masih kurang,” kata Budi.(Der/Ak)

UMM dan Kyungdong University Jalin Kerjasama Pengembangan Bahasa

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) dan Kyungdong University, Korea Selatan, menggelar partnership meeting. Kedua pihak membahas mengenai kerjasama di bidang pengembangan bahasa. Rektor Kyungdong University, Prof John Lee disambut Kepala Kantor Internasional, Dr Abdul Haris dan Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri, Drs Soeparto MPd, di Ruang Rapat Rektor, kemarin.

Kyungdong University menawarkan UMM untuk menjalin program beasiswa untuk mahasiswa yang ingin belajar Bahasa Korea selama tiga hingga enam bulan. “Kami bersedia menanggung semua biaya perkuliahannya,” kata John Lee.

Setelah mahasiswa fasih berbahasa Korea, lanjut Lee, Kyungdong University membuka peluang bagi mahasiswa yang ingin memperoleh dua gelar sekaIigus atau joint degree khusus untuk program ekonomi dan bisnis. “Mahasiswa yang telah lancar berbahasa Korea tersebut juga berpeluang disalurkan ke industri-industri yang ada di Korea,” ungkapnya.

Soeparto menambahkan, Kyungdong University juga memberikan kesempatan bagi dosen-dosen UMM yang telah bergelar doktor di bidang ekonomi atau bisnis untuk bisa mengajar di sana. “Mereka akan mendapatkan gaji yang cukup besar, berkisar 1000 dolar,” imbuhnya.

Sementara itu, dari pihak UMM menawarkan sistem credit transfer bagi mahasiswa Kyungdong University yang ingin belajar disini. Sistem credit transfer ini memungkinkan mahasiswa Kyungdong University yang ingin belajar di UMM membayar biaya kuliah sesuai dengan biaya di kampusnya.

Selain credit transfer, kata Soeparto, UMM juga menawarkan program Summer Course bagi mahasiswa Kyungdong University. Program ini adalah program belajar singkat pada bidang keilmuan atau praktis tertentu yang diperuntukan bagi mahasiswa asing seperti belajar Bahasa Indonesia, budaya dan masyarakat di Jawa Timur.

Kedepan, UMM berharap semakin banyak kerjasama yang bisa terjalin antara kedua universitas sehingga bisa dimanfaatkan para civitas akademiknya. “Ke depan kita juga akan menjajaki kerjasama di bidang penelitian,” pungkas Soeparto.

Sebelumnya, di hari yang sama, UMM juga menerima kunjungan dari Majelis Pengetua Daerah Pasir Gudang, Johor Malaysia. Datang Kepala Majlis Pengetua Daerah Pasir Gudang, Tuan Hj Halil Bin Abu Bakar dan Pegawai Pendidikan Pengetua Daerah Pasir Gudang, Tuan Hj Jasrin Bin Omar. Dalam kunjungannya ini, Soeparto menjelaskan, mereka ingin mengetahui sistem penerimaan dan beasiswa mahasiswa asing di UMM.

Sempat Dievaluasi Ulang, Peternakan Unisma Akhirnya Terakreditasi A

wakil rektor 1 dan borang penilaian (anja)
wakil rektor 1 dan borang penilaian (anja)

MALANGVOICE – Universitas Islam Malang kini mempunya empat program studi terakreditasi A dari BAN-PT. Keempat prodi itu adalah prodi hukum, manajemen, pendidikan dan sastra Indonesia. Terbaru terakreditasi tahun ini adalah prodi pertenakan.

Dari sebelumnya terakreditasi B, kini Unisma bisa tersenyum lega karena proses akreditasi prodi peternakan yang memakan waktu lama dan menuai banyak hambatan ternyata berbuah manis.

Wakil Rektor 1, Prof Drs H Junaidi Mistar, mengatakan proses akreditasi peternakan didapat melalui proses assessment lapangan pada September 2015. Kemudian keputusan keluar November dengan poin 356 yaitu akreditasi B.

“Kami tidak puas dengan nilai itu karena untuk mendapatkan akreditasi A butuh poin 361. Berarti kami cuma kurang 5 poin saja,” katanya saat ditemui MVoice di kantornya.

Ternyata, ada ketidakakuratan dalam perhitungan persentase dosen yang menjabat lektor kepala di dalam borang penilaian. Perhitungan dosen yang menjabat sebagai lektor kepala sebanyak 9 dari total 14 dosen peternakan yang harusnya 64 persen dan mendapat nilai 4 poin ternyata tertulis 13% dalam borang.

“Kami ajukan banding untuk penilaian ulang. Sampai akhirnya bulan Juni, atas banding itu kami dievaluasi lagi tanggal 1-3 agustus. Atas banding itu terbitlah SK no 1592/SK/BAN-PT/AKSURV/VIII/2016. Peternakan terakreditasi A,” katanya optimistis.

Dijelaskan, indikator lain dalam penilaian akreditasi itu adalah masa tunggu pekerjaan pertama alumni. Yaitu berapa lama mahasiswa itu menunggu setelah lulus hingga mendapatkan pekerjaan pertamanya. Untuk fak peternakan, rata-rata masa tunggu lulusan selama tiga bulan. Selain itu persentase alumni yang bekerja sesuai bidangnya adalah 75 persen.

“75 persen itu dari dua kategori yang bekerja maupun yang menciptakan lapangan kerja, semuanya masih sesuai dengan bidangnya,” tutupnya

Pelajar Osaka Dipameri Budaya Malang

Pelajar Osaka saat hadi di SMAN 1 Malang

MALANGVOICE – Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Malang, H Mus Umam mengaku bangga sekolahnya dikunjungi siswa dari Osaka, Jepang, Selasa (4/8).

Seluruh pengajar di SMAN 1 Malang membawa misi penting untuk mengenalkan sistem pendidikan yang baik kepada tamunya.

Mus Umam juga mengatakan, tidak banyak persiapan yang dilakukan terkait kedatangan 14 pelajar dan guru dari Osaka tersebut.
“Karena kami dipilih, maka kami akan promosikan wisata dan kebudayaan yang ada selain pendidikan cara belajar mengajar di sini,” katanya saat berbincang dengan Mvoice, beberapa menit lalu.

SMAN 1 Malang memperlihatkan video wisata yang ada di Kota Malang dan sekitarnya. “Film wisata kami putar karena ingin promosikan Kota Malang terlebih dahulu, baru yang lain,” ungkapnya.

Di dalam aula, para murid juga mempersiapkan makanan khas Kota Malang, bakso. Selain itu, mereka juga memasak makanan khas Jepang, Nikujaga.

“Kami tidak ingin mereka (pelajar dari Osaka) merasa kecewa atas kedatangannya kemari, kami ingin mereka bisa share di Jepang tentang Kota Malang dan Jawa Timur,” pungkas Umam.-

Latihan Drumband, Aktivitas TK Islam Sabilillah Setiap Pagi

Latihan drumband dulu (anja)
Latihan drumband dulu (anja)

MALANGVOICE – Siswa TK Islam Sabilillah Malang selalu mengawali pagi dengan latihan drumband. Pagi ini misalnya, sekitar 70 siswa asyik memainkan perkusi, menari memainkan bendera dan bermain xylophone di halaman samping Masjid Sabilillah, Blimbing.

Koordinator pelatih, Nufrida Desi mengatakan, drumband merupakan eksteakulikuler wajib bagi siswa TK B. Semua siswa TK B dijadikan satu group drumband yaitu “Gema TK Sabilillah”

“Drumband memang jadi unggulan sekolah kami,” tukasnya.

Latihan selalu dilaksanakan tiap pagi mulai pukul 07.00-08.00. Siswa dibagi menjadi tiga group yaitu perkusi, bendera dan balera. Melatih siswa usia dini membutuhkan kesabaran ekstra. Beberapa kali pelatih menegur siswa yang kurang kompak dan tidak konsentrasi.

“Latihannya ini paling kita tekankan pada kekompakan. Soalnya bulan depan kami ikut lomba di Dinoyo Mall,” katanya.

Salah seorang siswa, Farhan, mengaku suka dengan drumband karena dia senang memainkan perkusi.

“Suka pukul-pukul drum tante. Mudah kok,” katanya sambil memainkan alat musik.

Selain itu, drumband Gema Suara Sabilillah sering memboyong piala perlombaan drumband tingkat kota maupun provinsi

UKT UB Lebih Mahal, Mahasiswa Anggap UB Tidak Pro Mahasiswa

Demo (anja)
Demo (anja)

Demo (anja)MALANGVOICE – Mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pendidikan Universitas Brawijaya (UB), menyatakan sikap pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dengan menggelar aksi solidaritas, sore ini.

Aksi yang akan dilakukan mahasiswa dari berbagai elemen di UB itu dipicu dari masalah sistem nominal UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang ternyata jauh lebih mahal dari semestinya.

Melalui penetapan nominal UKT, amanat surst Edaran DIKTI No 97/E/KU/2013 ialah menghapus uang pangkal/gedung dalam perumusan uang kuliah tuggal.

“Akan tetapi, UB memasukkan uang pangkal atau uang gedung ke dalam UKT. Ini yang bikin biaya pendidikan di kampus melonjak,” kata tandas Narwastu, Koordinator Lapangan Komite Pendidikan UB kepada MVoice beberapa menit lalu.

Demo (anja) Ia menambahkan, sebaran golongan di UKT UB tidak proporsional. Dari data tahun 2014, kuota untuk golongan 1 dan 2 (golongan terendah di UKT) hanya berkisar 4% dan 12% pada jalur SNMPTN dan SBMPTN. Artinya terjadi kurva naik pada golongan untuk biaya kuliah murah tidak sebanding dengan golongan 3-6 yang rata-rata berkisar 20-30%.

“Dampaknya Penerimaan Negara Bukan Pajak melalui jasa layanan pendidikan semakin naik tiap tahun,” katanya.

Selain itu, mahasiswa secara tegas menolak bentuk PTN – BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) di UB karena akan mengakibatkan uang kuliah naik.

“Sementara transparasi anggaran belum dilakukan secara masif dan beberapa kajian terbuka belum diselenggarakan Rektorat. Sejauh ini kami mengirimkan surat permohonan informasi rinci alokasi anggaran UB. Setelah semua terkumpul, maka kami (Komite Pendidikan) akan mengambil sikap pasti dengan data yang komprehensif terkait penolakan,” tutupnya.

Komunitas