UMM Imbau Peserta Tes Tidak Terpancing Jalur Ilegal

UMM Imbau Peserta Tes Tidak Terpancing Jalur Ilegal
UMM Imbau Peserta Tes Tidak Terpancing Jalur Ilegal

MALAMGVOICE – Sebanyak 10.131 peserta mengikuti tes masuk gelombang 2 di Universitas Muhammadiyah Malang, hari ini.

Kepala Humas UMM, Nasrul Nasrullah. mengatakan, merujuk pada pengalaman tes-tes sebelumnya, diperkirakan akan ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan aksi penipuan.

Untuk itu diimbau agar peserta tidak mudah terpancing dengan iming-iming jalur ilegal masuk UMM walau mengaku dari pihak internal UMM.

“Kami pastikan bahwa satu-satunya jalur masuk ya melalui tes ini. Hasil tes sangat menentukan, bukan hanya formalitas. Segala bentuk ajakan apalagi yang menggunakan bujukan dengan membayar sejumlah uang, harus ditolak. Yang penting yakin dan percaya diri dengan persiapan matang mengikuti tes, inshaa Allah akan memperoleh kesuksesan,” tambah dia.

Untuk materi tes, lanjut Nasrul, UMM memastikan tingkat kesulitan soal tidak dibuat terlalu sulit atau terlalu mudah, melainkan disamakan dengan standar soal UN tahun ini.

“Hampir mirip dengan standar soal Ujian Nasional. Jadi kalau mereka sudah belajar dan bisa mengerjakan UN ya pasti mereka bisa mengerjakan soal ini,” imbuhnya.

Suyitno : SMK Bukan Sekadar Terampil, Tapi Berkarakter

Suyitno di Expose SMKN 2 Malang (anja)
Suyitno di Expose SMKN 2 Malang (anja)

MALANGVOICE – Umumnya siswa SMK diberi bekal ketrampilan oleh sekolah. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Malang, Drs Suyitno mengatakan, dalam amanat kurikulum dan undang-undang siswa SMK harus memiliki tiga kompetensi utama. Kompetensi sikap, ketrampilan dan pengetahuan.

“Siswa SMK memang disiapkan sebagai tenaga terampil. Tapi selain dua kompetensi pintar dan terampil, kompetensi berkarakter harus dibangun sedini mungkin. Karakter siswa menentukan nasib mereka lolos melewati interview kerja,” katanya saat pidato sambutan di acara Expose SMKN 2 Malang, hari ini.

Bagaimanapun, karakter menentukan keberhasilan siswa di dunia kerja atau perusahan-perusahaan pemakai/user.

Suyitno menambahkan, Kota Malang memang berbeda dengan kota lainnya. Jumlah mahasiswa di Kota Malang saja, sudah mencapai angka 350 ribu, berasal dari dalam dan luar kota. Tentunya, sekolah harus mewaspadai dampak negatif dan positif dari pergaulan yang semakin bebas.

“Jangan kaget, saat ini banyak juga siswa yang terkena narkoba. Bahkan siswa SD ada yang menakai narkoba. Ini tugas sekolah untuk mengawasi terus pergaulan siswa dan mengembangkan kompetensi karakter dan sikap siswa,” tuturnya

Dies Natalies, FIA UB – Alumni Gelar Dialog Interaktif

Dialog interaktif hari ini (istimewa)
Dialog interaktif hari ini (istimewa)

MALANGVOICE – Di usianya yang ke-56, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) telah meraih banyak pencapaian mulai akademik, nonakademik, penelitian, kelembagaan, kerja sama program hingga pencapaian akreditasi internasional.

“Semua raihan ini tak lepas dari peran alumni FIA UB yang telah banyak berkiprah di berbagai lembaga baik pemerintah maupun nonpemerintah,” kata Humas FIA UB, Aulia Luqman.

Demi memperkuat ikatan antara alumni dengan FIA UB, sekaligus untuk memperingati Dies Natalis FIA UB ke-56, sebuah dialog interaktif diselenggarakan dengan tajuk ‘Reaktualisasi Peran Alumni dalam Pengembangan FIA UB ke Depan’ hari ini.

Narasumber yang hadir diantaranya M Jasin (Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI), Heri Sudarmanto (Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan RI), Sis Apik Wijayanto (Direktur Bank Rakyat Indonesia), dan Eddy Rumpoko (Wali Kota Batu).

Menurut Aulia, keberadaan alumni merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan fakultas ke depan, di antaranya dengan membangun jejaring profesional yang sangat bermanfaat bagi pertukaran ilmu antara alumni yang sudah terjun ke dunia profesional atau dunia kerja nyata dengan para mahasiswa dan dosen.

Dengan adanya ikatan yang kuat antara alumni dengan mahasiswa dan dosen, alumni dapat berbagi ilmu kepada mahasiswa dan dosen, sehingga ilmu yang diterima di kelas dapat disinkronkan dan diaktualisasikan bersama-sama dengan ilmu dari dunia nyata.

Selain itu, alumni yang memiliki ikatan kuat dengan kampus almamater diharapkan dapat menyediakan tempat untuk mahasiswa melaksanakan magang yang akan sangat bermanfaat untuk kehidupannya ke depan.

HUT ke 67, SMPN 3 Malang Gelar Citra Budaya Nusantara

Ade d'Kross bersama Kepsek SMPN 3 Malang, Tutut Sri Wahyuni. (deny)
Ade d'Kross bersama Kepsek SMPN 3 Malang, Tutut Sri Wahyuni. (deny)

MALANGVOICE – Peringati HUT ke 67, SMPN 3 Malang menggelar acara akbar bertema Citra Budaya Nusantara, Sabtu (18/3).

Kepala Sekolah SMPN 3 Malang, Tutut Sri Wahyuni, mengatakan, tema itu sengaja dipilih agar para siswa lebih mengenal budaya di seluruh Indonesia.

Setiap 27 kelas yang ada diwajibkan menampilkan budaya yang berbeda dari seluruh nusantara. “Sejak pagi tadi kami lakukan pawai budaya. Selanjutnya ada kreasi seni dan bazaar,” katanya.

Baginya, budaya itu sangat penting sebagai bagian pendidikan karakter yang bersifat nasionalisme. “Karenanya kami implementasikan dengan tari, kreasi dari budaya,” lanjut Tutut.

Di acara puncak, SMPN 3 Malang menampilkan d’Kross sebagai bintang tamu. Bisa ditebak, suasana semangat langsung hadir ketika Ade Herawanto dkk naik ke atas panggung dan mulai menyanyikan lagu.

Alasan dipilihnya d’Kross, kata Tutut memang sebagai pembangkit semangat bagi anak muda dan meniru kesuksesan Ade Herawanto sebagai alumni SMPN 3 Malang.

“Ini bertujuan bagi siswa bahwa akademis saja tak cukup, perlu seni juga. Saya tahu d’Kross musiknya membangkitkan semangat,” tutupnya.

UMM Gelar Tes Camaba Gelombang II, Peserta Capai Ribuan

Peserta tes tulis di Dome, UMM, Senin 17 Juli 2017. (Anja Arowana)
Peserta tes tulis di Dome, UMM, Senin 17 Juli 2017. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Ribuan camaba mengikuti tes tulis dan wawancara jalur reguler gelombang II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (17/7).

Total peserta tes sebanyak 7.393 dari jumlah pendaftar online sebanyak 11.833. Secara keseluruhan, jika digabung dengan tes gelombang I, total jumlah pendaftar online yaitu 24.860 camaba.

Ribuan mahasiswa tersebut berasal hampir merata dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Diperkirakan, total bakal calon mahasiswa yang mendaftar di tes reguler gelombang III bisa melampui 30 ribu pendaftar.

Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi, saat ditemui di kantornya menerangkan, kuota mahasiswa baru yang bakal diterima secara keseluruhan tidak berbeda dengan tahun sebelumnya yakni berkisar antara 7000 hingga 7500 orang. Untuk kuota penerimaan tes reguler gelombang II serta tes reguler gelombang lainnya, akan disesuaikan dengan passing grade masing-masing program studi (prodi) di tiap fakultasnya. Dilanjutkan Syamsul, prodi yang pasti tidak membuka pendaftaran lagi yakni Pendidikan Kedokteran.

“Jumlah mahasiswa yang akan diterima nantinya disesuaikan dengan kemampuan sumber daya manusia dan infrastruktur UMM. Kalau dari segi infrastruktur, upaya peningkatan yang dilakukan di antaranya merampungkan kelengkapan interior GKB IV. Nantinya, gedung ini akan digunakan bagi mahasiswa pascasarjana,” papar Syamsul.

Untuk mengantisipasi kecurangan, UMM mengerahkan keamanan tambahan. Sebanyak 25 personel Kepolisian Resor (Polres) Malang diterjunkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tes berjalan sebagaimana mestinya.

Rektor UMM Fauzan juga melakukan sidak di sejumlah sudut gedung di kampus III yang dijadikan tempat tes. Disampaikan Fauzan, berdasarkan pantauan langsungnya di lapangan, tidak ada indikasi atau laporan kecurangan yang dilakukan calon mahasiswa baru.

“Prinsipnya kami komitmen pada peningkatan kualitas. Komitmen itu diawali dari proses penerimaan mahasiswa sampai proses jalannya pembelajaran. Kalaupun calon mahasiswa tidak memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan, ya mohon maaf. Jadi bukan karena siapa dan berapa, tapi mereka diterima di UMM murni karena prestasinya. Prestasi itu direpresentasikan dalam bentuk hasil tes ini,” tandas Fauzan saat ditemui di sela sidak.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Jangan Bolos, Disdik Gelar Operasi Sayang!

Rakor persiapan Operasi Sayang 2017
Rakor persiapan Operasi Sayang 2017

MALANGVOICE – Menekan angka kenakalan remaja dan siswa yang bergaul di luar jam sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang menggelar Operasi Sayang. Rencananya, akan digelar bulan ini.

Rencananya ini, Operasi Sayang akan digelar dengan menggandeng unsur Dinas Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Satpol PP dan Polres Malang Kota.

“Kegiatan ini rutin digelar, dulu merupakan program kerja bidang Pendidikan Non Formal (PNF). Sekarang sudah menjadi program kerja dari Bidang Pembinaan SMP,” kata Sri Ratnawati SH MPd, saat ditemui di ruang VIP Disdik, Jumat (3/3).

Ratna menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya kegiatan pembinaan dan pencegahan kenakalan siswa.

Tujuannya, agar siswa di Kota Malang senantiasa terbebas dari penyalahgunaan narkoba, tindak kriminal dan pornografi.

“Kegiatan ini untuk mencegah hal negatif yang merugikan diri mereka sendiri maupun merugikan orang lain,” tandas dia.

Imbangi Revitalisasi SMK, Pemprov Jatim Latih Guru Produktif

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. (Lisdya)

MALANGVOICE – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan untuk mengimbangi revitalisasi SMK, perlu adanya pelatihan guru produktif.

Sebab, pelatihan guru produktif ini dinilai penting mengingat jumlah guru SMK masih didominasi guru normatif dan adaptif. Idealnya guru produktif berjumlah 60 persen, dengan jumlah ini siswa lebih mampu mendalami kompetensinya, namun hingga saat ini guru produktif masih 22 persen.

“Perlu adanya pelatihan bagi guru produktif untuk mendukung adanya revitalisasi SMK,” katanya belum lama ini.

Selain pelatihan tenaga pendidik, pemerintah juga tengah fokus dalam membuat Standarisasi Lulusan SMK.

Untuk itu, upaya Pemrov Jatim dalam rangka standarisasi kualitas lulusan SMK adalah percepatan dan pembentukan lembaga sertifikasi LSP-1. Pembentukan LSP-1, LSP-2, dan LSP-3 menjadi kewenangan Badan Nasional Standardisasi Profesi (BNSP).

“Jawa Timur telah mendapatkan kepercayaan mendirikan LSP-1 terbanyak se-lndonesia, yaitu sejumlah 320 lembaga, dan telah memberikan sertifikat kepada 80 ribu siswa,” pungkasnya.(Der/Aka)

Peringati Hari Pahlawan, Ribuan Murid TK Ikuti Senam Massal

siswa siswi TK usai melaksanakan senam massal di GOR Ken Arok. (Lisdya)

MALANGVOICE – Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini (10/11), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kecamatan Kedung Kandang menyelenggarakan senam massal bagi siswa-siswi TK di GOR Ken Arok Malang.

Ketua IGTKI PGRI Kedung Kandang, Sustinar, mengatakan senam massal tersebut diikuti 2500 siswa TK dari 70 lembaga.

“Iya, hari ini karena memperingati 10 November jadinya kami menyelenggarakan senam massal,” katanya.

Ia pun menjelaskan alasan memilih konsep senam massal sekaligus memakai atribut ABRI ini pun tak lain untuk menumbuhkan mental dan jiwa patriotisme bagi anak.

“Kami menciptakan senam ABRI, karena nuansanya ya cocok untuk 10 November. sekaligus anak-anak kami ajak untuk mengenal para pejuang yang membela NKRI,” tegasnya.

Sebelumnya, pihaknya telah meminta izin kepada TNI untuk memakai atribut ABRI tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Zubaidah sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai mampu membentuk karakter anak sejak dini.

“Kami apresiasi tinggi karena melibatkan banyak unsur, yakni wali murid anak-anak dan lembaga,” katanya.

“Harapannya mudah-mudahan karakter anak-anak bisa berhasil walaupun tidak sekarang, mungkin akan kita rasakan 15 tahun kedepan. Karena mendidik siswa berkarakter itu sulit,” tandasnya. (Der/Ulm)

Pengalihan Aset SMA dan SMK ke Pemprov Bisa Jadi Dilema

Suwarjana
Suwarjana (anja)

MALANGVOICE – Kasi Dikmen 1 Dinas Pendidikan Kota Malang, Budiono, berpendapat, rencana pengalihan aset Pemkot Malang, terutama SMA Negeri dan SMK Negeri ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan jadi dilema di beberapa kota, karena jelas berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan APBD.

“Alokasi PAD atau APBD pasti akan mengurangi yang sudah diambil alih oleh provinsi dan akan kembali ke provinsi,” katanya.

Ia menjelaskan, kebijakan Pemerintah Kota dan Pemerintah Daerah belum tentu sama dalam menangani dunia pendidikan.

“Mungkin akan menjadi dilema di beberapa kota. Misalnya, Surabaya yang menggratiskan biaya sekolah. Jika diambil alih Pemprov, apakah masih bisa gratis, itu perlu dipertimbangkan lagi,” tutupnya.

Terpisah, Sekertaris Dindik Malang, Suwarjana, mengatakan, kebijakan sekolah gratis di Malang masih akan dipertimbangkan dan dikaji lebih dalam.

“Ya mudah-mudahan saja bisa dilanjutkan dan Pemprov bisa mendanai. Pendanaannya mulai tingkat lembaga, sekolah, bahkan siswa sudah kita hitung. Ya semoga mereka (Pemprov) kuat-kuat saja kalau misal mau menggratiskan sekolah,” paparnya.

UN Diumumkan Besok. Ratna: Tidak Boleh Ada Aksi Berlebihan

Ratna, di kantornya (anja)

MALANGVOICE – Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Malang, Ratna, mengimbau masyarakat, khususnya siswa jenjang SMP, agar tidak melakukan aksi berlebihan ketika pengumuman Ujian Nasional.

“Pokoknya jangan sampai ada aksi coret-coret, konvoi, apapun itu yang menganggu masyarakat umum dan ketertiban ya,” tandasnya kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Ia menambahkan, selama ini peran sekolah sudah cukup bagus dalam menekan aksi berlebihan saat pengumuman UN.

“Ya ada sekolah yang sistem mengumumkannya memanggil orang tua. Itu lebih baik. Ada juga yang siswanya itu diajak rekreasi ke suatu tempat waktu pengumuman,” katanya.

Ia menambahkan, sekolah pasti akan memberi sanksi jika mengetahui siswanya konvoi.

“Biasanya ijazahnya ditahan sama sekolah bersangkutan. Tapi kebijakan masing-masing sekolah beda,” tutupnya.

Komunitas