270 Mahasiswa UM Digembleng di Lanal

Mahasiswa SM3T di Lanal sebelum dapatkan pelatihan. (deni/malangvoice)

MALANGVOICE – 270 mahasiswa peserta Sarjana Mendidik Desa Terpencil, Tertinggal dan Terluar (SM3T) Universitas Negeri Malang (UM) mendapatkan pelatihan mental dan fisik dari TNI-AL di Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) selama 15 hari.

Mahasiswa tersebut nantinya akan ditempatkan di desa terpencil. Rektor UM, Prof. Achmad Rofiudin, mengatakan dengan pelatihan di Lanal nantinya mereka akan lebih siap mengabdi dan berjuang.

“Penggemblengan mental, fisik, serta penguatan pemahaman ideologi kebangsaan, dengan didasari rasa disiplin, rasa tanggung jawab, memiliki kemandirian, serta adanya jiwa pengabdian yang handal, tanpa kenal lelah dan keluh kesah, sebagai calon guru PNS,” katanya dihadapan wartawan, (3/8).

Nantinya, lanjut Rofiudin, mahasiswa tersebut akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 2,5 juta/bulan, ditambah pendapatan dari Pemda setempat. “Selama mengabdi nanti tidak akan kesusahan keuangan,” lanjutnya.

SM3T edisi kelima ini akan berangkat tanggal 18 Agustus ke 7 Kabupaten dan 4 provinsi seperti Riau, Aceh, Papua, dan Papua Barat.

Waspada! Lihat Film Porno Bikin Otak Bagian Depan Berpenyakit

Yumei Astutik Konselor Puspaga Kota Batu saat menyampaikan materinya di SMAN 2 Batu, Jumat (2/3). (Aziz / MVoice)
Yumei Astutik Konselor Puspaga Kota Batu saat menyampaikan materinya di SMAN 2 Batu, Jumat (2/3). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Siapa yang sudah punya pacar? Siapa yang pernah lihat film porno? dua pertanyaan tersebut disampaikan di puluhan siswa -siswi SMAN 2 Batu, Jumat sore (2/3).

Pertanyaan itu adalah bagian dari edukasi Tim Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga ) Kota Batu. Dengan menghadirkan Yumei Astutik Konselor Puspaga Kota Batu.

“Jadi yang terserang itu otak bagian depan yamg berakibat kecanduan. Lalu nanti ada penyakit yang tumbuh,” kata Yumei.

Setelah kecanduan film porno, lanjut Yumei, maka seseorang beranjak kecanduan berhubungan intim. Jika itu terjadi, sebelum resmi menikah, bukan tidak mungkin berakibat terjangkitnya HIV/AIDS.

“Maukah kalian nanti seperti itu?
penyesalan seumur hidup tentunya,” sambung dia.

Perempuan juga pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malang ini menambahkan, edukasi ini bertujuan zero accident kekerasan perempuan dan anak.
Yakni menekan seminim mungkin terjadinya korban tindak kekerasan utamanya korban asusila.

“Karena bagi kami satu kasus saja sudah masalah besar. Melalui momen ini kami bergerak bersama- sama,” jelasnya.

Sebab, anak-anak adalah masa depan, maka seluruh stakeholder wajib persiapkan anak anak yang sehat, baik fisiknya, mentalnya dan lingkungannya.

Kasubbag Humas Polres Batu AKP Supriyanto mengatakan, momen ini menindaklanjuti hasil FGD yang diinisiasi Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto. Materi selain pencegahan kekerasan perempuan dan anak, juga disampaikan edukasi tentang pencegahan dan pemberantasan narkotika.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak fenomena gunung es. Semakin kami turun ke masyarakat semakin muncul informasi. Dua bulan terakhir ini saja sudah ada lima kasus yang kami tangani,” beber Supriyanto.(Der/Aka)

Unikama Ricuh Lagi, Fasilitas Kampus Dirusak

Kericuhan di Unikama. (Istimewa)
Kericuhan di Unikama. (Istimewa)

MALANGVOICE – Suasana di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kembali tegang. Ketegangan terjadi antar dua kubu yang saling mengklaim sebagai pengurus PPLP PT PGRI Unikama. Beberapa oknum sempat melakukan tindakan anarkis, merusak fasilitas kampus dan membawa sajam.

Menurut informasi di lapangan, ketegangan ini berkaitan dengan rencana wisuda yang akan digelar Unikama, Sabtu depan (5/5). Dari keterangan kubu Cristea Frisdiantara melalui Waka PPLP PT PGRI versi Cristea Frisdiantara, Slamet Riyadi, tindakan anarkis ini diawali dari kubu PPLP PT PGRI versi Soeja’i dengan melakukan perusakan fasilitas kampus dan membawa senjata tajam (sajam).

“Mereka (Kubu Soeja’i) ini akan menggelar wisuda. Tapi kami tolak. Soalnya kalau wisuda digelar, Kemenristek Dikti ini mencabut izin operasional Unikama,” jelas Slamet.

Atas kejadian ini, pihaknya akan melaporkan beberapa orang yang berada dikubu Soeja’i. Di antaranya Pieter Sahertian (Rektor), Joice Soraya (Warek 3), Mia Safitri (Kajur Hukum) dan Dedy Budiono selaku Biro Administrasi Umum Bidang Sarpras.

Terkait dugaan pengguan preman, Slamet Riyadi mengaku hanya meminta bantuan security outsourcing untuk menghindari terjadinya bentrok.

“Jadi kami tidak menyerang, hanya bertahan saja,” jelasnya.

Sementara itu, kubu Soeja’i melalui Rektor Pieter Sahertian mengakui bahwa pihaknya memang akan melangsungkan wisuda. Pasalnya, ia tidak ingin konflik yayasan ini merugikan mahasiswa.

“Kami tidak melanggar, poin dari sanksi – sanksi itu sudah kami pelajari. Dan yang perlu diketahui, sanksi dari Dikti turunnya setelah mahasiswa melakukan yudisium. Jadi tidak ada larangan untuk wisuda,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian berhasil mengendalikan suasana menjadi kondusif. Didapat kabar bahwa ada beberapa oknum yang diamankan karena diduga sebagai provokator.(Der/Ak)

Dindik Cairkan Insentif, GTT Sumringah

tanda tangan insentif (anja)

MALANGVOICE – Ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang kini sumringah. Pasalnya, mulai hari ini Dindik mencairkan insentif yang besarnya Rp 450 ribu per bulan.

“Pihak yang berhak menerima insentif ini adalah seluruh GTT yang melasanakan tugas di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK baik negeri maupun swasta yang ada di Kota Malang,” kata Kasi Fungdik Pendidikan Dasar, Drs Jianto MSi.

Ia menambahkan, sumber pendanaan pemberian insentif GTT berasal dari APBD Kota Malang.

“Kegiatan tanda tangan nanti berlangsung sampai 4 hari. Perihal anggaran, Kota Malang melalui Dindik siapkan dana sebesar Rp 1,620 milliar, ” katanya.

Pemberian insentif bagi GTT yang dimulai sejak tahun 2010 itu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Jika pada awalnya hanya Rp 75 ribu perbulan tahun ini menjadi Rp 450 ribu per bulan. Nominal tersebut akan ditransfer ke rekening masing-masing GTT melalui bank BNI.

Kepala Dindik, Dra Zubaidah MM, mengatakan, pemberian insentif ini merupakan salah satu bentuk atensi Pemkot Malang terhadap eksistensi GTT. Meski jumlah nominalnya belum ideal namun diharapkan memotivasi GTT dalam menjalankan tugas.

Salah satu GTT asal SDN Penangungan Malang, Mustakim, terlihat sangat gembira. Ia mengaku akan menggunakan dana tersebut untuk keperluan keluarga sehari-hari.

Sri Mulyani Resmi Masukkan Materi Sadar Pajak dalam Mata Kuliah

Mahasiswa yang mengikuti geiatan pajak bertutur hari ini. (Anja arowana)
Mahasiswa yang mengikuti geiatan pajak bertutur hari ini. (Anja arowana)

MALANGVOICE – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati meresmikan kegiatan mengajarkan nilai-nilai kesadaran pajak kepada 127.459 siswa dan mahasiswa dari 2.182 sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dinamakan Pajak Bertutur, Jumat (11/8)

Pada kesempatan yang sama, ditandatangani perjanjian kerja sama antara Ditjen Pajak dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait pembelajaran materi kesadaran pajak dalam sistem pendidikan nasional. Penandatanganan ini disaksikan Menkeu Sri Mulyani dan Mendikbud, Muhadjir Effendy.

Dengan komitmen ini, Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti mengeluarkan kebijakan penerapan dan pengutamaan edukasi kesadaran pajak pada pendidikan tinggi. Jadi mulai 2017/2018, semua perguruan tinggi sudah dapat melaksanakan pembelajaran kesadaran pajak pada mata kuliah umum wajib maupun mata kuliah yang bersesuaian.

Mendikbud, Muhadjir Effendy menyambut baik inisiatif Ditjen Pajak dalam rangka menanamkan pajak sejak dini yang dapat dirasakan manfaatnya 20 tahun sampai 30 tahun ke depan. Harapannya bisa berjalan dengan lancar.

“Kita perlu melibatkan Kementerian terkait, bupati, wali kota untuk mewujudkan kerja sama ini. Jadi harus sukses, jangan cuma seremoni saja. Karena ini anggaran pendidikan berasal dari pajak juga, kalau kita tidak bekerja keras, nanti dipotong sama Bu Menkeu,” tukasnya.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

12 Tim FT UB Ikuti Ajang Peksima

Kontingen Peksima (istimewa)

MALANGVOICE – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) melepas 34 delegasinya ke ajang Pekan Seni Mahasiswa (Peksima) yang digelar 21-31 Maret 2016, di Auditorium Prof Ir Suryono. Kontingen dilepas Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr Slamet Wahyudi ST MT.

“Fakultas selalu mendukung. Silahkan saja pakai fasilitas yang ada, di lobby itu ada peralatan musik yang siap dipakai, kalau butuh apa-apa bilang saja, pasti dibantu,” ujar Slamet, saat melepas kontingen.

Peksima merupakan persiapan UB melahirkan para pemenang yang akan mewakili di Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Regional (Peksiminal) maupun di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas).

Cabang seni yang diikuti kontingen FT, antara lain Menulis Cerpen, Vocal Seriosa, Menulis Puisi, Menulis Lakon, Baca Puisi, Monolog, Melukis, Komik Strip, Desain Poster, Fotografi, Vocal Pop, dan Vocal Dangdut.

Ketua kontingen FT, Putri Rahayu, mahasiswi jurusan Teknik Mesin angkatan 2014, menyampaikan rasa terimakasih dan optimisnya saat ditemui selepas acara.

“Kami berterimakasih sekali atas dukungan yang diberikan, kami optimis bisa memberikan yang terbaik, semoga dari 12 cabang seni yang diikuti ada yang kami bisa wakili di ajang Peksiminal dan Peksiminas mendatang,” harapnya.

UB Siapkan Karakter Mahasiswa Hadapi Proxy War

Bisri seusai pembinaan Teritorial (anja)
Bisri seusai pembinaan Teritorial (anja)

MALANGVOICE – Rektor Universitas Brawijaya, M Bisri mengingatkan bahwa tugas sebuah perguruan tinggi tidak hanya soal keilmuan saja. Tapi juga pengembangan attitude (sikap) yang positif.

Bisri paham betul bahwa pendidikan karakter memegang peranan penting. Oleh karena itu, dia merencanakan menggelar materi pendidikan karakter, khususnya bela negara.

“Kalau sebelum-belumnya materi karakter building bersifat keagamaan, tahun ini lebih ke cinta negara. Kalau bisa kami gandeng korem atau TNI. Saya sudah koordinasi dengan WR 3,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, Indonesia dilanda ancaman proxy war yang merupakan perang non-konvensional tidak melalui kekuatan militer, tetapi perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik melalui politik, melalui ekonomi, sosial budaya, termasuk hukum.

Indikasi proxy war di Indonesia, antara lain adalah sistem regulasi dan perdagangan yang merugikan, peredaran narkoba, pemberitaan media yang provokatif, tawuran pelajar, bentrok antar kelompok, serta penyebaran pornografi, seks bebas, dan gerakan LGBT.

“UB pun bekerjasama dengan BNN dan anti teror untuk memberikan pemahaman pada mahasiswa akan bahaya-bahaya dan dampak-dampak negatif dari proxy war,” kata Bisri

UB ‘Tak Ramah’ bagi Awak Media

Panitia acara di Gedung Samanta Krida UB. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Ulah ‘oknum’ mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat awak media tidak nyaman. Dalam sejumlah kegiatan yang menghadirkan tokoh nasional, awak media kerap kali disulitkan.

Akses memasuki ruangan kegiatan dibatasi, hingga kinerja wartawan menjalankan tugasnya terhambat. Hari ini saja, terjadi dua kali insiden ‘pengusiran’ wartawan di UB.

Kejadian pertama terjadi ketika UB menggelar kegiatan di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), yang menghadirkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, dan Menpan RB, Yuddy Chrisnandi, siang tadi.

Kala itu, panitia tidak memperkenalkan para wartawan memasuki tempat digelarnya acara, dengan alasan harus ada perjanjian kerja sama sebelumnya, jika ingin meliput. Ketika awak media menghubungi Humas UB, akhirnya panitia memperkenankan kegiatan itu diliput.

Kejadian serupa terulang di Gedung Samanta Krida UB, ketika berlangsung acara ‘Indonesia Menyapa’ bertema ‘revitalisasi peran lembaga negara dalam reformasi hukum demi persatuan Indonesia’.

MVoice yang hendak meliput kegiatan itu harus gigit jari. Panitia mengusir MVoice dan sejumlah wartawan lain, dengan alasan senada. Kegiatan ini menghadirkan Buya Syafi’I (Dewan Penasihat Indonesia), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Abraham Samad (Ketua KPK periode 2010-2015), Benny Kabur Harman (Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI) dan Refly Harun (pakar hukum tata negara).

Kekesalan muncul di kalangan media. Wartawan Andalus, Galuh Pandu Larasati, mempertanyakan dari mana datangnya aturan kerja sama untuk sebuah peliputan.

“Padahal yang memberi informasi kegiatan itu Humas UB,” kata gadis berparas manis itu.

Hal senada diungkapkan wartawan senior Bhirawa, Taufik. Menurutnya, insiden ini menunjukkan jika komunikasi humas UB kurang bagus. “Manfaat Menpan RB hadir itu supaya membuat birokrasi simpel, kok UB malah menerapkan seperti ini,” keluhnya.

Ia menilai, menyikapi insiden ini sebaiknya wartawan tegas. “Kita masih bisa mencari berita lain, jangan ngemis-ngemis untuk dapat berita,” tegasnya.

Pramono Anung Terharu Saat Wisuda UMM, Kenapa?

Pramono Anung saat orasi ilmiah di UMM. (istimewa)

MALANGVOICE – Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Dr Ir Pramono Anung MM mengaku terharu saat menyaksikan seorang dirigen wanita berjilbab, dengan pakaian adat Dayak memimpin lagu kebangsaan Indonesia Raya pada gelaran Wisuda ke-85 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di UMM Dome, Sabtu (26/8).

“Kalau mau melihat Indonesia, lihatlah UMM,” kata Pramono Anung dalam orasi ilmiahnya.

Bagi Pramono, apa yang ditampilkan UMM ini merupakan bagian dari revolusi mental yang diwujudkan secara simbolik. Kombinasi simbol wanita berjilbab, pakaian adat, dan lagu kebangsaan adalah tampilan pendidikan karakter dalam masyarakat Indonesia yang plural.

“Saya sungguh terharu melihat dirigen tadi. Simbol pendidikan karakter ini sejalan dengan tujuan pemerintah,” paparnya.

Paralel dengan hal itu, Pramono mengatakan, kini sektor pembangunan bangsa tak lagi terpusat di Jawa, tak lagi Jawasentris, melainkan menyeluruh menjadi Indonesiasentris.

“Untuk itu, pemuda dituntut kreatif, inovatif, dan menjadi generasi yang optimis,” papar Doktor lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran ini di hadapan 1.745 wisudawan.

Momen wisuda ini menjadi ketiga kalinya kedatangan Pramono Anung di UMM. Menurutnya, civitas akademika mesti bangga dengan dua tokoh bangsa, yakni Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fadjar dan Mendikbud Muhadjir Effendy, masing-masing merupakan ketua dan wakil ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM yang juga hadir pada wisuda kali ini.

“UMM harus bangga. Tidak semua kampus punya tokoh menteri sekaligus Dewan Pertimbangan Presiden dan menjadi pengurus di universitas yang sama,” ujar Pramono.

Pada momen ini, Rektor UMM sekaligus mengucapkan selamat atas rangkain prestasi mahasiswanya yang kian gemilang. Di antara lulusan UMM yang dikukuhkan sebagai wisudawan, disebut Rektor, terdapat Nabila Firdausiyah, inisiator Kampung Wisata Jodipan (KWJ) yang menjadi lulusan terbaik di fakultasnya, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Ikhlal Aldhi Wijaya, salah satu tim robot yang menjadi juara dunia pada kontes robot internasional di Amerika Serikat (AS) yang menjadi lulusan terbaik di prodinya, yaitu Teknik Elektro. Berkat prestasi itu, UMM diundang oleh Presiden Joko Widodo untuk pada Festival Prestasi Indonesia 2017 untuk menerima Apresiasi Ikon Prestasi Indonesia.

Pada gelaran ini, diumumkan pula wisudawan terbaik universitas, di jenjang diploma, sarjana, dan pascasarjana. Wisudawan terbaik program diploma diraih Dewi Purnama Aristia dari prodi D3 Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan total IPK 3,86. Wisudawan terbaik program sarjana diraih Dwi Prasetiyo dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) dan Syariah Isnaini dari Fakultas Agama Islam (FAI), keduanya meraih IPK 3,97. Sementara wisudawan terbaik program pascasarjana diraih oleh Haron Sa-Lae dari program Magister Sosiologi dengan raihan IPK 3,81.

Di akhir orasi ilmiahnya, Pramono Anung tak lupa menginspirasi dan memotivasi wisudawan agar meraih prestasi, bermimpi besar, dan tak kehilangan fighting spirituntuk meraihnya.

“Sebagai fresh graduate, wisudawan bisa memilih menjadi PNS, pegawai swasta, atau entrepreneur. Tapi, yang paling penting ialah spirit memanfaatkan kesempatan di era millennium ini sangat tak terbatas,” tuturnya.

Pramono menjelaskan, bisnis start up Indonesia diakui dunia sebagai yang terbaik. Sebagai pemuda, kreativitas jadi hal utama. Orang yang tak punya mimpi, makaia kehilangan fighting spirit. Sekarang, terwujud atau tidaknya mimpi tergantung pada kalian. Doa orang tua dan kerja keras adalah yang utama.

“Cara berpikir zaman saya dan saudara sudah jauh berbeda, jadi cara berpikir saudara tak boleh terbelenggu aturan dogmatis. Bermimpilah jadi apa saja,” tandas Pramono menyemangati mahasiswa.(Choi/Yei)

Prodi Komunikasi UMM Terbitkan Buku Fotografi Traveling

MALANGVOICE – Untuk ketiga kalinya Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan buku bertema fotografi. Buku yang diberi judul ‘Traveling‘ ini mengangkat lima jenis tempat wisata berbeda yang ada di sekitar Malang Raya. Seperti wisata candi, sumber air, coban, pantai, serta wisata budaya dan kuliner.

Rahadi MSi, dosen mata kuliah Dasar Fotografi ini mengungkapkan, sedikitnya ada 202 mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2015 dengan 250 karya foto ada dalam buku ini. “Saya menyadari, kini aktivitas traveling dengan foto menjadi tren, terutama di media sosial instagram. Tapi, ada dampak-dampak baik positif maupun negatif dari tren tersebut,” ujar Rahadi.

Prodi2Ia menyebut, beberapa dampak negatif dari tren foto traveling saat ini yakni dari angle atau sudut pengambilan fotonya dan kurangnya aktivitas traveling yang terekam dalam foto tersebut. “Seperti contoh, banyak orang rela foto selfie di ketinggian, di tepi kawah gunung, atau di tempat-tempat berbahaya lainnya tanpa memikirkan resikonya. Selain itu, banyak tempat-tempat yang menarik tapi yang ditunjukkan di foto hanya kakinya saja,” katanya.

Namun, masih ada dampak-dampak positif dari fotografi traveling yang kini ngetren. Seperti semakin banyak tempat-tempat wisata baru yang ditemukan. “Dengan adanya buku ini, semoga dapat memberikan referensi bagi para traveler yang ingin berlibur di Malang dan memberikan edukasi baru tentang aturan-aturan di tempat wisata agar terjaga kelestariannya,” harapnya.

Sophia Mega Sabila, salah satu mahasiswi yang berpartisipasi dalam buku ini mengatakan cukup tertantang saat mengerjakan proyek buku fotografi ini. “Saya kebagian tugas untuk foto di wisata paralayang. Cukup susah dapat fotonya, karena halangannya ada kabut yang selalu menutupi pandangan, dan terbatasnya jam buka rumah pohon di tempat tersebut. Namun hasil fotonya cukup memuaskan,” ujar mahasiswi asli Malang ini.

Demikian pula dengan Afifah Rachmawati dan Ade Jamal Akbar. Afifah yang kebagian memotret di Coban Pelangi ini mengaku sangat susah mendapatkan pelangi yang diharapkan. Begitu pula dengan Ade yang mendapatkan tugas memotret di Pantai Gatra. “Cuacanya sudah mulai mendung, jadi agak susah mendapatkan hasil yang diinginkan,” ujar keduanya yang gemar fotografi ini.

“Kami berharap buku fotografi yang terbit ini dapat menginspirasi mahasiswa yang lain untuk terus berkarya dengan caranya masing-masing,” ujar ketiganya yang masih berada di semester dua ini.

Sebelumnya, prodi ini sudah menerbitkan dua buku bergenre fotografi yakni “Simple” dan “Pasar”. Rencananya, buku ini akan dilepas ke beberapa toko buku di Malang dan dijual secara online.

Komunitas