28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Dua Pemuda Kabupaten Malang Dinyatakan Lulus SNMPTN di Usia 15 Tahun

Gading Mahendra Sebayang (Kanan) dan Muhammad Zacky Hafiyyan Maulana (Kiri), saat di wawancarai awak media. (Toski D)

MALANGVOICE – Dua pemuda 15 tahun asal Kabupaten Malang dinyatakan lolos seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Kedua pemuda tersebut bernama Gading Mahendra Sebayang, warga Desa Ngijo, Karangploso dan Muhammad Zacky Hafiyyan Maulana, warga Desa Krebet Senggrong, Bululawang.

Gading Mahendra Sebayang (Kiri) dan Muhammad Zacky Hafiyyan Maulana (Kanan), saat bersam ibu mereka. (Toski D)

Mereka merupakan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Kota Malang, dari kelas G4 atau program kelas kelompok belajar cepat, dan telah telah menempuh sistem jalur Satuan Kredit Semester (SKS). Sehingga dapat menyelesaikan pendidikan di SMA hanya dua tahun.

Gading (15) dinyatakan telah diterima di Universitas Brawijaya (UB) Malang dengan Jurusan Sistem Informasi melalui jalur SNMPTN. Sedangkan Zacky (15) diterima di Jurusan Kedokteran Umum UB Malang.

Padahal, dilihat dari segi usia, mereka seharusnya saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), kelas 9 (3 SMP, red).

“Saya di SMAN 3 ini masuk di kelas G4, jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Mulai di SMP saya masuk kelas belajar cepat atau program akselerasi, di SMP saya hanya dua tahun,” kata Gading Mahendra Sebayangz, saat ditemui awak media, di SMAN 3, Kota Malang, Selasa (30/3).

Menurut Gading, ketika masih duduk di Sekolah Dasar (SD), dirinya sudah pernah mengikuti berbagai perlombaan baik di tingkat regional hingga Nasional.

“Kalau saat di SMAN 3 Malang, saya pernah mengikuti Student exchange 2019 di negara Thailand. Itulah yang membuat saya memilih Jurusan Sistem Informasi di UB Malang, dan Alhamdulillah lukus seleksi SNMPTN 2021,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Zacky Hafiyyan Maulana, mengatakan jika dirinya telah diterima di Kedokteran Umum UB Malang melalui SNMPTN 2021.

“Dari dulu, mulai kecil cita-cita saya memang ingin menjadi dokter. Makanya, saat mengikuti SNMPTN saya memilih jurusan Kedokteran Umum, dan alhamdulilla diterima di UB Malang,” ucapnya.

Menurut Zacky, dirinya bersama Gading merupakan teman dalam satu kelas yang ikut dalam program G4 di SMAN 3 Kota Malang

“Saya dan Gading sejak duduk di SMPN 3 Malang satu kelas. Untuk prestasi di SMA, pernah sebagai Peserta Medspin FK UNAIR Tingkat SMA/MA, Peserta Olfar Farmasi UNAIR tingkat SMA/MA, dan Peserta KSN-K Biologi Kota Malang tingkat SMA/MA,” tandasnya.

Sebagai informasi, Gading sejak duduk dan bangku SD pernah masuk Finalis Olimpiade Matematika dan Sains (OMSI) tahun 2016.

Setelah itu, ketika di SMP, berbagai perlombaan pernah diikuti, seperti Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) se-Indonesia tahun 2018,

Selanjutnya, sebagai Finalis Lomba Matematika dan IPA Nalaria Realistik (LMIPA-NR) ke 2, Peserta Lomba Humanika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universita Gajah Mada (UGM) tahun 2017, dan Peserta The Floyd of Number Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) MIPA Universitas Malang (UM) tahun 2018.

Sedangkan, Zacky sejak di bangku SD pernah Juara 1 Olimpiade IPA tingkat SD se-Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, dan meraih Nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi se-Kabupaten Malang Tingkat SD/MI.

Ketika duduk di bangku SMP, Zacky pernah masuk Perempat finalis Olimpiade IPA se-Kabupaten Malang, dan Peserta lomba BESC Biologi UNAIR tingkat SMP/MTS, serta masuk Perempat finalis lomba Langsep Challenge tingkat SMP/MTS SMAK Santa Maria, Kota Malang.(der)

Kemendikbud Minta Jurusan yang Tak Diminati Diganti Jurusan Baru

Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Sesuai dengan perkembangan zaman, dan mengikuti era revolusi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta kepada kepala sekolah untuk mengevaluasi jurusan yang dinilai sudah out of date, atau sudah tidak diminati.

Jurusan tersebut di antaranya adalah Administrasi Perkantoran (APK) dan Akuntansi (AK). Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad.

“Saat ini sudah tidak ada yang minat, kalau di Indonesia Timur kemungkinan masih ada. Sekarang banyak perusahaan yang mencari pegawai lulusan APK dan AK itu minimal harus D3,” katanya belum lama ini.

Untuk menggantikan jurusan tersebut, Kemendikbud telah membuka jurusan-jurusan baru. Dua di antaranya adalah E-Commerce dan Logistik

“Ada empat jurusan baru yang kemarin kamk buka. Ada jurusan e-commerce dan logistik. Dua lainnya saya lupa,” tambahnya.

Dikatakan Hamid, nantinya jurusan E-Commerce bakal berfokus pada bagaimana memanfaatkan konsep marketing, strategi bisnis, ekonomi dan computer science untuk mengembangkan sebuah bisnis menggunakan internet dan juga teknologi informasi.

“Kan saat ini musimnya jual beli online. Makanya kami buka jurusan e-commerce,” tegasnya.

Sedangkan untuk jurusan logistik, yakni mempelajari terkait perencanaan dan management aliran barang dan pemasok, perusahaan, hingga barang diterima oleh konsumen.

“Dengan berkembangnya
toko online, maka pasti perlu logistik. Kami buka jurusan untuk mempelajari pengiriman. itu yang banyak sekali dibutuhkan,” pungkasnya.(Der/Aka)

Belum Sampai Puskesmas, Seorang Mahasiswa UIN Malik Ibrahim Meninggal Ketika Ikuti Pembaiatan UKM Silat

Ilustrasi

MALANGVOICE – Penyebab kematian dua mahasiswa UIN Maliki masih menyimoan misteri. Baik Rumah Sakit Karsa Husada Batu maupun Puskesmas Karangploso tidak mengetahui yang menjadi sebab meninggalnya kedua korban.

Dua mahasiswa yang meninggal secara misterius tersebut masing-masing Moh Faishal Lathiful Fahris dan Miftah Rizki Pratama. Jika Faishal yang asal Lamongan itu merupakan mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN, maka Rizqi mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung.

Keduanya meninggal dunia saat mengikuti pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa UIN di Coban Rais, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (6/3).

Baca Juga: Dua Mahasiswa UIN Meninggal Saat Pembaiatan UKM Silat, Begini Penjelasan Warek...

Sebelum meninggal, Fasihal sempat pingsan dan dilarikan ke Puskesmas Karangploso pada pukul 15.00 WIB. Jarak Coban Rais ke Puskesmas Karangploso sendiri sejauh 10 kilometer.

Kepala Puskesmas Karangploso, drg Izza El Naila menyampaikan ketika Faishal datang sudah tak bernyawa. Tindakan yang dilakukan tenaga kesehatan di Puskesmas hanya menutup jenazah Faishal.

“Karena sudah meninggal kita tidak melakukan perawatan apa-apa soalnya di sini tidak menyediakan jasa pemandian jenazah,” jelasnya.

Setelah mengetahui Faishal sudah meninggal pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian. Kemudian mereka berkoordinasi untuk mencari identitas korban dan ditemukan Faishal berasal dari Lamongan sehingga langsung mengontak keluarganya.

“Faishal datang ke sini menggunakan ambulance dari Tlekung diantar empat orang,” imbuhnya tanpa menyebut identitas pengantar Faishal.

Berdasarkan pengamatan tim Puskesmas Karangploso, Faishal meninggal tanpa luka apapun di sekujur badannya. Mereka juga tidak berani melakukan autopsi atau vasum karena tidak mendapat surat pengantar dari kepolisian.

Kegiatan itu ternyata tidak mengantongi izin ke pihak kampus, Polres Batu, Satgas Covid-19, juga penanggung jawab Coban Rais.

Wakil Rektor 3 UIN, Dr Isroqun Najah mengatakan penyelenggara kegiatan itu tidak meminta izin. Pihak kampus pun tidak sempat melarang pelaksanaan kegiatan itu.

“Semua kegiatan luring mahasiswa dinonaktifkan. Bahkan mereka ke kampus saja tidak boleh,” terangnya, Senin (08/03).

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Jeifson Sitorus mengatakan hal serupa dialami oleh Mifta. Sebelum sampai di RS Karsa Husada juga dalam kondisi meninggal dunia.

“Jika ada indikasi tindak pidana maka pemeriksaan lebih lanjut bisa dilakukan. Jika keluarga menghendaki, autopsi bisa dilakukan,” tandasnya.(end)

Aman Masuk UB, Pastikan Dapat Skor 500

Kabag Humas Universitas Brawijaya (UB), Kotok Guritno. (Lisdya)

MALANGVOICE – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang dimulai pada 10 hingga 24 Juni terus berlanjut. Kabag Humas Universitas Brawijaya (UB), Kotok Guritno mengimbau kepada calon mahasiswa untuk segera mendaftar dan menyiapkan materi tes.

Sebab, kriteria penerimaan SBMPTN di UB untuk skor tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) terbilang tinggi meski tak memiliki patokan minimal per jurusan. “Kalau mau skor aman sebaiknya 500 ke atas,” terang Kotok.

Di UB sendiri, dijelaskan Kotok, ada 10 program studi (prodi) yang sangat diminati calon mahasiswa. Berikut 10 prodi dengan minimum skornya.

Kedokteran: 650,06
Akuntansi: 623,34
Pendidikan Dokter Gigi: 618,57
Manajemen: 614,53
Hubungan Internasional: 614,07
Teknik Industri: 615,86
Teknik Sipil: 615,49
Ilmu Komunimasi: 608,93
Arsitektur: 613,79
Administrasi Perpajakan: 610,86

Untuk pendaftar tahun ini, dikatakan Kotok kemungkinan masih sama dengan tahun lalu, yakni 100 ribu pendaftar. Sedangkan kuota SBMPTN hanya 40 persen, yakni 5.286 mahasiswa baru dari total penerimaan keseluruhan sebanyak 13.215 mahasiswa.

“Belum tahu yang daftar saai ini jumlahnya berapa, tetap kami imbau untuk pendaftar menyiapkan segala kebutuhan, termasuk untuk tes,” tandasnya. (Der/Ulm)

Ini Dia Besaran SPP SMA dan SMK di Malang Raya

Siswa di Sekolah (Anja)

MALANGVOICE – Draft penetapan Sumbangan Pendanaan Pendidikan (SPP) untuk SMA dan SMK di Jatim lebih murah dibanding SPP sekarang.

Hal itu merupakan kebijakan Pemprov yang mulai mengelola SMA dan SMK per 1 Januari 2017. Kebijakan akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2017-2018 nanti.

SPP tertinggi di SMA/SMK Kota Surabaya sebesar Rp 135.000, dan terendah Kabupaten Sampang sebesar Rp 60.000

Untuk SPP SMA Kota Malang sebesar Rp 120.000. Untuk SPP SMK non teknik sebesar Rp 160.000. sedangkan SPP SMK teknik sebesar Rp 200.000.

Sedang SPP di Kabupaten Malang untuk SMA sebesar Rp 75.000. SPP SMK non teknik sebesar Rp 110.000. Sedangkan SPP SMK teknik sebesar Rp 140.000.

SPP SMA di Kota Batu sebesar Rp 110.000. Untuk SPP SMK non teknik sebesar Rp 145.000. Sedangkan SPP SMK teknik sebesar Rp 185.000.

Kepala SMAN 8 Kota Malang, M Sulton membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan SPP sebesar Rp 120.000 per bulan lebih rendah dari SPP sekarang.

“SPP sekarang masih Rp 200.000,” jelas Sulton.

Besaran SPP sebesar Rp 200.000 diatur dalam Perwali Kota Malang dahulu. Selisih sebesar Rp 80.000 per bulan/anak mengakibatkan pendapatan sekolah banyak.

“Dampaknya pasti ada. Tapi nanti masih akan dievaluasi dulu mana yang bisa ditekan,” kata Sulton.

Ini Jadwal PPDB serta Pembagian Zonasi SMAN Kota Malang

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti mengatakan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri Kota Malang dibagi menjadi tiga zona.

“Ada tiga zona untuk SMA Negeri di Kota Malang pada tahun ajaran baru ini,” katanya.

Berikut zona wilayah SMA Negeri yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan wilayah Kota Malang dan Kota Batu.

1. Bagi masyarakat kecamatan Blimbing, Klojen, Lowokwaru, Sukun dan perbatasan yakni kecamatan Wagir, dapat mendaftarkan anaknya di SMAN 4, SMAN 5 dan SMAN 7 Malang.

“Tapi ingat, untuk wilayah perbatasan jarak maksimal hanya lima kilometer,” tegasnya.

2. Kecamatan Blimbing, Kedungkandang, Lowokwaru (Kota Malang) dan KecamatanDau, Karangploso, dan Singosari (Kabupaten Malang). Dapat mendaftarkan anaknya di SMAN 1, SMAN 8, serta SMAN 9 Malang.

3. Zona terakhir yakni meliputi wilayah kecamatan Kedungkandang, Klojen, Sukun (Kota Malang) dan kecamatan Tajinan serta Pakis (Kabupaten Malang), wali murid dapat mendaftarkan anaknya di SMAN 2, SMAN 3, SMAN 6, serta SMAN 10.

Dikatakan Ema, pihaknya sengaja mengumumkan pembagian zona, agar para anak didik fokus dalam mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Biar anak-anak mikir ujian. Jangan mikir yang lain dulu, kasihan nanti psikologisnya,” pungkasnya.(Der/Aka)

Rektor Cantik 27 Tahun Pimpin Institut ASIA Malang

Pemilihan Rektor Institut ASIA Malang dari ketua yayasan, Yoyok Hari Subagiono. (deny rahmawan)
Pemilihan Rektor Institut ASIA Malang dari ketua yayasan, Yoyok Hari Subagiono. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – STMIK ASIA Malang dengan STIE ASIA Malang kini bergabung menjadi satu. Di bawah Yayasan Wahana Edukasi Cendekia Malang, sekarang bernama Institut ASIA Malang.

Berubahnya menjadi Institut ASIA Malang otomatis mengubah jajaran pempimpin dan organisasi. Sesuai keputusan yayasan, akhirnya dipilih Risa Santoso menjadi Rektor Institut ASIA periode 2019-2023.

“Saya yakin dengan rektor baru ini bisa mewujudkan asia menjadi the real institute teknologi dan bisnis,” kata Ketua Yayasan Wahana Edukasi Cedekia Malang, Yoyok Hari Subagiono, Sabtu (2/11).

Risa Santoso dipilih menjadi rektor atas berbagai pertimbangan, antara lain dengan latar belakang pendidikan di University of California, Berkeley dan melanjutkan studi S2 di Havard University. Risa yang masih berusia 27 tahun ini juga pernah berkarier menjadi tenaga ahli muda di kantor staf Presiden RI.

Sebelum menjadi rektor, Risa menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis di Kampus ASIA.

Yoyok menambahkan, meski masih muda, Risa diharap mampu membawa Institut ASIA Malang bisa lebih maju dan berkembang.

Rektor Institut ASIA Malang, Risa Santoso. (deny rahmawan)
Rektor Institut ASIA Malang, Risa Santoso. (deny rahmawan)

“Maju dalam segi pelayanan dan kualitas. Sekarang muncul banyak generasi muda yang tentunya harus bisa tampil memegang estafet kepemimpinan,” ujarnya. Ia juga berpesan agar Risa tetap berkomunikasi dengan para senior agar ada perpaduan dengan generasi muda.

Sementara itu, Risa Santoso merasa terhormat dipilih menjadi rektor. Wanita kelahiran Surabaya pada Oktober 1992 ini mengatakan siap mengemban amanah memajukan Institut ASIA.

“Rasa terhormat juga sekarang memiliki tanggung jawab besar untuk merepresentasikan milenial,” katanya.

Dalam waktu dekat, Risa menyatakan akan segera melakukan langkah strategis membuat perubahan di Institut ASIA.

“Kami ingin up to date terus, jangan sampai kalah soal teknologi. Kemudian kerja sama dengan internasional dan dunia industri,” ia menandaskan.

Institut ASIA kini memiliki lima program studi S1, antara lain Manajemen, Akuntansi, Teknik Informatika, Sistem Komputer, Desain Komunikasi Visual, dan program studi S2 Manajemen. (Der/Ulm)

Dianggap Mumpuni, Stafsus Jokowi diminta Pimpin IKA UB

Prof Erani Yustika mendampingi Jokowi di dalam agenda rapat di Istana Negara. (Istimewa)

MALANGVOICE — Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Prof. Erani Yustika diminta memimpin Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB). Dirinya dianggap mumpuni sekaligus mewakili kepentingan generasi muda.

Ketua Umum Forum Alumni Muda Universitas Brawijaya, Farid Ramdani, mengatakan, program-program IKA UB selama ini sifatnya lebih seremonial dan Internal saja. IKA UB butuh nakoda yang mampu membawa organisasi memberikan sumbangsih bagi perkembangan bangsa dan negara.

“IKA UB membutuhkan sosok tokoh kaliber nasional, intelektual sekaligus berasal dari generasi muda, sosok itu ada pada Mas Erani” Kata Farid.

Beberapa tokoh lain yang juga alumni UB, Ir Andira Reoputra, ikut memberikan pendapat terkait sosok calon pemimpin IKA UB. Menurutnya, kreativitas dan inovasi ke depan harus diunggulkan.

“Yang bisa hadir dan memimpin saat ini tentunya dari kalangan anak muda yang mempunyai prestasi baik nasional dan internasional,” kata Reo sapaan akrab Ir. Andira Reoputra.

Sementara itu sosok Prof Ahmad Erani dianggap bisa mewaikili para alumni muda untuk bisa maju untuk Ketum Ikatan Alumni Universitas Brawijaya. “Saya beberapa kali ketemu dan berdiskusi dengan Prof Erani, beliau juga mempunyai pemikiran trobosan mengenai masalah ekonomi Indonesia dan sepakat untuk memajukan almamater dan kampus UB apabila Prof Erani maju untuk Ketum IKA UB,” ia melanjutkan.

Diketahui pemilihan IKA UB akan dihelat tanggal 6 Juli 2019 di Student Center UB Malang. Sebelumnya IKA UB dipimpin oleh Djarot Syaiful Hidayat yang masa jabatanya berakhir pada Juli 2019 ini.(Der/Aka)

Asyik, Filkom UB Buka Dua Prodi Baru!

Mahasiswa di Filkom
Mahasiswa di Filkom (anja)

MALANGVOICE – Pada penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2016, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) membuka dua program studi baru tingkat Sarjana (S1) yaitu Teknik Komputer/Computer Engineering (CE) dan Teknologi Informasi/Information Technology (IT).

Pada 2015 lalu, Filkom UB memiliki tiga prodi S1, meliputi Teknik Informatika/Ilmu Komputer/Computer Science (CS), Sistem Informasi/ Information System (IS) dan Pendidikan Teknologi dan Informasi/Information Technology Education (ITE).

Dengan tambahan dua prodi baru itu, kini Filkom UB menawarkan lima prodi baru pada saat penerimaan mahasiswa baru. Daftar nama program studi tersebut sudah ditawarkan di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2016 yang pendaftarannya dapat diakses melalui web.snmptn.ac.id.

Prodi Teknik Komputer sebelumnya merupakan salah satu keminatan dibawah prodi Teknik Informatika. Berdiri sendiri sebagai prodi mulai tahun 2016. Kini kurikulum Teknik Komputer difokuskan pada kemampuan peserta didik dalam mengintegrasi kecerdasan manusia dengan software dan hardware untuk membuat sebuah sistem cerdas yang mampu mendukung aktivitas dan pekerjaan manusia.

Sementara itu, fokus pembelajaran prodi Teknologi Informasi mencakup bidang kajian teknologi komputer dan juga penerapan serta pemanfaatannya sebagai alat bantu dalam menyelesaikan persoalan yang ada (applied perspective).

Beberapa tahun terakhir, Filkom menjadi fakultas dengan prodi yang paling diminati di UB. Pada SNMPTN 2013, Filkom tercatat paling diminati dengan pendaftaran calon mahasiswanya mencapai 4.264 orang.

Sementara pada SNMPTN 2015 jumlah peminat yang mendaftar ke Filkom meningkat menjadi 6.774 orang. Jumlah tersebut hanya untuk program studi Teknik Informatika saja, belum termasuk jumlah peminat pada program studi lain di Filkom.

“Tapi tahun ini kita cuma terima 1500 mahasiswa saja lewat jalur SNMPTN,” kata Wakil Dekan I, Ir Heru Nurwasito MKom.

Harapannya berbagai prodi baru yang ditawarkan oleh Filkom UB mulai tahun 2016 dapat diterima dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat atas studi berkualitas di bidang IT.

Amarah Brawijaya Anggap UB Tidak Patuhi Permendikbud

Para koordinator Amarah Brawijaya. (Sabinus)

MALANGVOICE – Universitas Brawijaya (UB) dianggap tidak patuhi aturan Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) Nomor 25 Tahun 2020. Hal ini diutarakan Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Brawijaya.

Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Brawijaya menilai bahwa UB telah melakukan blunder terhadap kebijakkan uang kuliah tunggal (UKT).

“Sebagai permulaan saya akan mengutip dari pernyataan dari statement dari Humas Universitas Brawijaya, Totok terkait dengan UB masih menunjukkan kekuatan dengan menggunakan Pertor (peraturan rektor) Nomor 17 Tahun 2019,” ujar Humas Amarah Brawijaya, Ragil Ramadhan kepada awak media, Senin (22/6).

Amarah Brawijaya melihat adanya sikap yang tidak patuh terhadap keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Bahkan kalau liat hari ini, Kemendikbud telah mengeluarkan Permendikbud No 25 Tahun 2020, sedangkan Peraturan Rektor No 17 Tahun 2019 tidak berdasarkan itu,” tandasnya.

Dalam Permendikbud No 25 Tahun 2020 itu, diterangkan bahwa pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakukan UKT baru terhadap mahasiswa.

Amarah Brawijaya menilai keterangan keringanan dan/atau memberlakukan UKT baru terhadap mahasiswa tersebut sudah sesuai dengan aspirasi para mahasiswa yang berharap agar rektor bisa membuat kebijakkan baru, yakni memotong UKT.

Selain itu, Koordinator I Amarah Brawijaya, Raffy Nugraha menambakan sikap Universitas Brawijaya yang masih kukuh pada Peraturan Rektor No 17 Tahun 2019, dinilai tidak selaras dengan semangat Permendikbud No 25 Tahun 2020.

“Universitas Brawijaya juga tidak merespon baik tuntutan atau aspirasi yang telah kami suarakan. Dengan hadirnya Permendikbud No 25 Tahun 2020, universitas memiliki keleluasaan untuk membuat regulasi yang mampu meringankan beban orang tua mahasiswa atau mahasiswa itu sendiri,” ungkapnya.

Dengan adanya Permendikbud No 25 Tahun 2020, seharusnya Universitas Brawijaya tidak perlu berbelit menetapkan peraturan. Amarah Brawijaya mempertanyakan, apakah kampus memiliki keinginan baik.

“Karena Pertor nomor 17 tahun 2019 ini, tidak buat berdasarkan atau menimbang permendikbud nomor 25 tahun 2020. Pertor dibuat sebelum adanya masa pandemi, sehingga sudah tidak relevan lagi,” tambahnya.

Maka dari itu, Amarah Brawijaya mendesak agar pemimpin Universitas Brawijaya, dalam hal ini yang menjabat rektor untuk membuat Peraturan Rektor (Pertor) baru yang sesuai dengan Permendikbud No 25 Tahun 2020.

Sementara itu, Koordinator II Amarah Brawijaya, Philip Dahal menerangkan ada atau tidak adanya pandemi Covid-19, peraturan itu tetap berlaku. Argumen bahwa peraturan tersebut bisa digunakan saat masa pendemi tidak masuk akal karena tidak menyesuaikan kondisi.

“Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020 pasal 9 itu, di ayat 4 nya, mahasiswa yang mengalami penurunan ekonomi, antara lain akibat bencana baik alam maupun non alam dan covid-19 masuk bencana non alam itu dapat mengajukan pembebasan sementara UKT ataupun pengurangan UKT, sehingga tuntutan kita masih bisa diterapkan di Universitas Brawijaya,” lanjut Philip.

Amarah Brawijaya juga masih kukuh pada tujuan aspirasi yakni salah satunya terkait keterbukaan informasi publik pengelolaan anggaran yang suratnya telah berada di tangan rektorat saat ini.

Para pejabat di rektorat hingga dosen yang mengajar di dalam kelas pun turut terdampak. Amarah Brawijaya menghendaki dialog yang menjadi ciri tempat pendidikan untuk menyelesaikan persoalan.(der)