Ini Dia Besaran SPP SMA dan SMK di Malang Raya

Siswa di Sekolah (Anja)

MALANGVOICE – Draft penetapan Sumbangan Pendanaan Pendidikan (SPP) untuk SMA dan SMK di Jatim lebih murah dibanding SPP sekarang.

Hal itu merupakan kebijakan Pemprov yang mulai mengelola SMA dan SMK per 1 Januari 2017. Kebijakan akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2017-2018 nanti.

SPP tertinggi di SMA/SMK Kota Surabaya sebesar Rp 135.000, dan terendah Kabupaten Sampang sebesar Rp 60.000

Untuk SPP SMA Kota Malang sebesar Rp 120.000. Untuk SPP SMK non teknik sebesar Rp 160.000. sedangkan SPP SMK teknik sebesar Rp 200.000.

Sedang SPP di Kabupaten Malang untuk SMA sebesar Rp 75.000. SPP SMK non teknik sebesar Rp 110.000. Sedangkan SPP SMK teknik sebesar Rp 140.000.

SPP SMA di Kota Batu sebesar Rp 110.000. Untuk SPP SMK non teknik sebesar Rp 145.000. Sedangkan SPP SMK teknik sebesar Rp 185.000.

Kepala SMAN 8 Kota Malang, M Sulton membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan SPP sebesar Rp 120.000 per bulan lebih rendah dari SPP sekarang.

“SPP sekarang masih Rp 200.000,” jelas Sulton.

Besaran SPP sebesar Rp 200.000 diatur dalam Perwali Kota Malang dahulu. Selisih sebesar Rp 80.000 per bulan/anak mengakibatkan pendapatan sekolah banyak.

“Dampaknya pasti ada. Tapi nanti masih akan dievaluasi dulu mana yang bisa ditekan,” kata Sulton.

Juara Gambar Nasional, Siswa SDN Ngaglik 01 Bakal Berlaga di China

Adilla Resky Tania saat foto bersama piala, piagam, dan guru SDN Ngaglik 01 (istimewa)

MALANGVOICE – Satu lagi siswa berprestasi di Kota Batu. Dialah Adilla Resky Tania (11), siswa SDN Ngaglik 01, yang berhasil menjadi Juara I Lomba Gambar Bercerita pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), di Palembang.

Ia menyisihkan setiap pesaingnya sejak di tingkat kecamatan, hingga membabat habis perwakilan dari 33 provinsi di Indonesia. Karena prestasinya itu, Adilla bakal diikutkan lomba serupa di tingkat internasional, di Beijing, China.

Putri pasangan Saiful Mustakim dan Larasanti itu memang enak diajak ngobrol untuk anak seusianya. Kepada MVoice ia pun menceritakan pertama ikut lomba lukis sejak kecamatan hingga tingkat nasional.

Gadis cantik yang sering di sapa Dilla itu juga masih ingat tema-tema yang ia lukis. Di tingkat kecamatan ia melukis legenda asal usul Kota Banyuwangi, di tingkat Kota Batu ia melukis legenda Timun Emas.

Di tingkat nasional ia melukis sesuai tema yang ditentukan panitia. Diberi waktu delapan jam, Dilla melukis tentang generasi muda yang dapat meraih cita-cita dan mencintai budaya Nusantara.

“Nggak nyangka, waktu diumumkan ternyata juara. Akhirnya saya mewakili Kota Batu di tingkat Jawa Timur, dan alhamdulillah juara lagi,” kata gadis asal Desa Pesanggrahan itu, memulai ceritanya.

Kemenangan di tingkat provinsi itu membawa kebanggaan tersendiri baginya. Dari sanalah muncul rasa percaya diri untuk mengalahkan siswa lainnya. Apalagi menggambar bukan sesuatu yang baru baginya.

“Sejak TK sudah sering ikut lomba, biasanya masuk tiga besar kalau lomba tingkat Kota Batu. Tapi tetap grogi pas mau lomba-lomba, makanya saya latihan terus,” tambahnya.

Meski rajin melukis, Dilla tidak melupakan pelajaran. Ia tetap belajar di rumah, apalagi di sekolah. Karena itu ia disenangi guru maupun teman-temannya.

Bahkan Dilla juga aktif di salah satu Sanggar Seni di Desa Nganglik untuk mengasah keterampilannya. Ia berpesan kepada siswa lainnya untuk rajin belajar saat di sekolah dan senang berlatih untuk kegiatan yang membutuhkan kreatifitas.

“Saya senang bisa membanggakan Kota Batu, sekarang tinggal menunggu undangan dari panitia untuk ikut lomba di China. Itu janji juri pas saya menang di Palembang,” tutupnya.

MIN 1 Malang Siap Terima Siswa Baru

siswa MIN 1 Malang (anja)

MALANGVOICE- Sekolah tingkat dasar mulai menyiapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dibuka serentak, April mendatang.

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang misalnya, sudah mangajukan proposal kepada Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah kota Malang.

“Kalau di Madrasah itu sebelum PPDB harus melalui beberapa tahap, salah satunya membuat proposal terlebih dahulu kepada Kemenag Kota Malang,” kata Imam Ahmadi MPdi, Wakasek Kesiswaan MIN 1 Malang, kepada MVoice, di kantornya, siang tadi.

Iman menjelaskan, setelah disetujui Kemenag, baru mempersiapkan tahapan selanjutnya, yakni pengumpulan formulir pendaftaran hingga pemetaan siswa yang akan masuk.

Di MIN 1, PPDB akan dibuka pada 3 April 2016. Peserta bisa mengambil formulir gratis mulai pukul 07.00 – 12.00.

Kemudian pada 3-5 April, pengembalian formulir dan juga kelengkapan administrasi. Kegiatan pemetaan dilaksanakan pada tanggal 11-14 April.

Tahun ini MIN 1 hanya menerima 256 siswa. Dengan pembagian 8 kelas yang masing – masing kelas berisi 32 siswa.

“Karena kami membatasi jumlah siswa yang masuk. Daya tampungnya hanya segitu, makanya ada pemetaan,” terangnya.

Materi pemetaan siswa meliputi permainan, yang akan memperlihatkan kemandirian calon siswa dan kesiapan dalam menerima perintah.

“Kami buat dengan konsep permainan, agar anak-anak tidak merasa di tes. Karena ini sekolah agama, pastinya kita lihat kesiapannya dalam menerima materi agama,” katanya.

Hasil UN 2018 Diumumkan, MTsN 1 Malang Ranking Terbaik se-Kota Malang

Siswa MTsN 1 Kota Malang yang juga ranking satu di sekolah dan se-Kota Malang. (Anja a)
Siswa MTsN 1 Kota Malang yang juga ranking satu di sekolah dan se-Kota Malang. (Anja a)

MALANGVOICE – Ujian Nasional (UN) 2018 untuk jenjang SMP dan Madrasah diumumkan serentak, Senin (28/5). Di Kota Malang, MTsN 1 Malang meraih ranking pertama dengan rata-rata hasil UN terbaik.

Kepala MTsN 1 Malang, Drs Samsudin, mengatakan, nilai terbaik diraih Habibah Azmiyatus Sholihah dengan jumlah 388,5. Nilai ini dua angka lebih tinggi dari peraih rangking kedua yang diperoleh siswa salah satu SMP Swasta di Kota Malang. Selain itu 6 (enam) siswa MTsN 1 Malang juga masuk ranking 20 besar nilai UN terbaik se-Kota Malang.

“Alhamdulillah, hasil ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami semua. Bahwa seluruh upaya yang dilakukan untuk suksesnya UN 2018, memperoleh hasil yang memuaskan,” ucapnya, Senin (28/5)

Berbagai kegiatan seperti bimbingan belajar rutin dan tryout dipersiapkan sejak kelas XI. Samsudin mengaku, membimbing siswa juga menjadi tantangan tersendiri apalagi materi pelajaran di madrasah cukup beragam. Selain itu peran guru dan orangtua menjadi kunci sukses keberhasilan siswa.

Untuk diketahui ratusan siswa MTsN kelas XII dinyatakan lulus dan dilepas ke orangtua. Sebanyak 202 diantaranya, telah diterima di MA dan SMA favorit.

“Kami mengucap syukur putra putri kami mampu membanggakan orangtua dan kami berpesan agar siswa selalu memiliki budi pekerti luhur menghormati orangtua dan tidak lupa untuk berdoa dan beribadah. Itulah kunci sukses,” tutur Samsudin.(Der/Aka)

Baik Negeri maupun Swasta, Pelajar SMA/SMK bakal dapat SPP Gratis

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. (Lisdya)

MALANGVOICE – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah merencanakan program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas) atau SPP gratis untuk SMA/SMK di Jawa Timur. Program ini nantinya akan diberlakukan pada tahun ajaran baru 2019-2020.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak Mengatakan bahwa SPP gratis ini, diberikan kepada pelajar SMA dan SMK. Baik sekolah negeri maupun swasta, dengan pola pemberian BOS.

“Ya seperti pemberian BOS. Kalau selama ini BOS hanya dari pusat, sekarang ada BOS dari provinsi,” katanya saat berkunjung ke SMAN 8 Kota Malang, Senin (4/3).

Bagi sekolah negeri, lanjut Emil, dengan pemberian BOS, maka sangat memungkinkan beban SPP hilang. Emil menegaskan, semua pelajar harus mendapatkan bantuan ini.

Hanya saja, untuk sekolah swasta bentuknya tidak serta merta ke arah SPP gratis. “Kalau untuk swasta, masih kami godok dahulu dalam program 99 hari kerja kami,” tambahnya.

Dikatakannya, dalam 99 hari pertama akan dirinci petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya. Pemberian untuk sekolah swasta ini bisa saja diarahkan untuk peningkatan kualitas guru, sarana prasarana, menuju akreditasi yang lebih baik, penurunan SPP, atau subsidi silang kepada siswa siswi yang kurang mampu.

“Harus segera dipastikan. Kalau untuk yang negeri ya tinggal tadinya sumber uangnya dari SPP diganti. Karena tujuannya menggratiskan SPP. Tapi kalau yang swasta arahnya dia ke mana itu perlu disepakati,” pungkasnya.(Der/Aka)

Siswa SMPN 23 Sulap Karung Goni Jadi Busana Apik

Busana daur ulang karya siswa SMPN 23 Malang (Dian Ayu Antika Hapsari)

Siswa SMPN 23 Sulap Karung Goni Jadi Busana ApikMALANGVOICE-Barang bekas tidak selamaya mejadi sampah, jika dimanfaatkan dengan baik. Seperti diterapkan SMPN 23 Malang. Barang bekas seperti karung goni juga bisa disulap menjadi barang yang berguna. Salah satunya baju.

Pagi ini tiga siswi mengenakan busana dari abarang bekas. Mulai goni, kresek hjngga cup minuman. Mereka adalah Putri Linda Sari, Ameli Putri Prima dan Aprilia Dewi. Mereka mengenakan busana ini, sebab sekolah mereka tengah di visitasi juri untuk adiwiyata provinsi.

“Karya ini merupakan kolaborasi dari guru dan siswa,” jelas Ameli yang merupakan perwakilan kelonpok kerja daur ulang dan bank sampah, SMPN 23 Malang.

Sementara itu, Aprilia menjelaskan bahwa busana goni yang tengah dipamerkan, membutuhkan waktu yang relatif singkat dalam pengerjaan. Yakni sekitar tiga hari saja. “Mulai mencuci bahan, membuat model hingga menjahit,” jelasnya.

Mbois! Kota Malang Peringkat 1 UNBK SMP se-Jawa Timur, Zubaidah: Kami Bangga

Zubaidah saat ditemui di Kantornya. (Anja a)
Zubaidah saat ditemui di Kantornya. (Anja a)

MALANGVOICE – Kota Malang sekali lagi meraih peringkat pertama untuk hasil nilai Ujian Nasional (UN) 2018 tingkat sekolah menengah se-Jawa Timur.

Tahun sebelumnya Kota Malang juga meraih peringkat pertama. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah, Jumat (25/5).

Zubaidah mengatakan, Disdik Kota Malang mendapat berkas hasil nilai UN SMP 2018 dari Disdik Provinsi Jatim. Di situ dilampirkan beberapa hasil UN dari Kota Malang dan juga kota-kata lain se-Jatim. Namun hasil nilai ini baru bisa diakses/dilihat siswa hari Senin (25/5) mrlalui website.

“Pengumuman resmi hasil UN SMP 2018 ini sebenarnya hari Senin besok (28/5), namun kami (Disdik) sudah dapat informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Ini kami terima berkasnya saja. Ternyata Kota Malang peringkat 1 hasil UN SMP terbaik se-Jawa Timur,” kata Zubaidah

Kota Malang meraih total nilai UN yaitu 25299, disusul Madiun (25118), Blitar (24051), Surabaya (24004), dan Kediri (23977). Untuk sekolah dengan rata-rata UN terbaik diraih SMP Al-Ya’lu, SMPN 3 Malang, SMPN 1 Malang, SMP Katolik Santo Yusuf dan SMPN 5 Malang.

Hasil UN SMP Kota Malang urutan 1 se-Jatim. (Anja a)
Hasil UN SMP Kota Malang urutan 1 se-Jatim. (Anja a)

Zubaidah mengaku sangat bangga dan bersyukur dengan hasil UN tersebut. Tentunya itu dikarenakan kerja keras semua stakeholder termasuk guru, orangtua dan pemerintah.

“Karena pendidikan tak bisa berhasil tanpa keeja keras sekolah termasuk guru dan komite sekolah kemudian kerjasama pemerintah, wali murid sebagai masyarakat dan semangat siswa,” kata dia.

Wanita memiliki senyum khas ini menambahkan, Disdik akan memberikan penghargaan untuk siswa dan sekolah peraih nilai UN terbaik. Rencananya penghargaan ini akan diberikan November nanti bertepatan dengan Hari Guru.

“Reward bagi yang berprestasi akan Disdik berikan bertepatan dengan Hari Guru bulan November nanti. Tiap tahun Disdik memberikan penghargaan dua kali saja. Yaitu saat Hardiknas, kemarin sudah lewat, dan Hari Guru,” pungkasnya.(Der/Aka)

Polinema Buka Kelas Kerjasama D3, Lulusan Dijamin Langsung Kerja

Mahasiswa Polinema
Mahasiswa Polinema (anja)

MALANGVOICE – Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pegawai di bidang teknik (engineer),  Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggandeng dua perusahaan, PT Garuda Maintance Facility (GMF) Aero Asia dan PT PLN Persero.

Dalam kerjasama itu, Polinema membuka program D-III bidang Perawatan Pesawat Udara dan Sertifikasi Basic Aircraft Maintenance berstandart Civil Aviation Safety Regulation (CASR 65), yaitu sesuai dengan peraturan keselamatan penerbangan sipil.

Dua prodi yang dibuka adalah Teknik Mesin untuk bidang Air Flame/Power Plant (AP) dan Teknik Elektronika untuk bidang Elektrikal Avionic (EA) dengan jumlah kuota yang disediakan 48 mahasiswa yang dibagi menjadi 2 kelas.

Joko Santoso, Humas Polinema, mengatakan, salah satu keunggulan dari kelas kerjasama adalah lulusan program ini langsung mendapatkan ijasah D-III dan sertifikat dari CASR 65, sehingga dipastikan benar-benar siap bekerja pada bidang perawatan pesawat udara, memiliki kompetensi yang sesuai dan setifikat internasional.

“Dengan kelas kerja sama ini, lulusan Polinema bisa langsung kerja di dua perusahan tersebut. Kelas kerjasama ini sudah masuk angkatan tahun kedua di Polinema,” jelas Joko kepada MVoice, di kantornya, beberapa menit lalu.

Joko menambahkan, bagi mahasiswa yang ingin mendaftar kelas kerjasama ini tentunya harus mengikuti seleksi khusus. Joko menjelaskan seleksi nanti dilakukan bersama-sama antara Polinema dengan kedua perusahaan meliputi Tes Akademis, Psikotes, Tes Kesehatan, dan Wawancara.

“Baru nanti kalau sudah masuk  semester VI, mahasiswa wajib juga mengikuti magang kerja di instansi milik kedua perusahaan tadi. Jadi punya pengalaman kerja yang cukup juga, ” tandasnya.

Di UM, Mahasiswa Bisa Konsultasi dan Verifikasi UKT

Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Hariyono MPd, Ditemui MVoice (anja)
Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Hariyono MPd, Ditemui MVoice (anja)

MALANGVOICE – Di Universitas Negeri Malang (UM) mahasiswa baru yang sekiranya merasa tidak mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), bisa mengkonsultasikannya ke pihak kampus terlebih dahulu.

Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Hariyono MPd, mengatakan konsultasi itu bisa dilakukan pada saat atau sesudah proses daftar ulang mahasiswa baru tanggal 31 Mei ini.

“Mahasiswa yang keberatan bisa konsultasi. Selanjutnya akan kami verifikasi apakah benar dia tidak mampu. Karena ada juga yang pura-pura tidak mampu waktu minta bantuan, tapi ternyata gaya hidup sehari-harinya seperti orang kaya saja,” katanya saat ditemui MVoice di Gedung A Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB siang ini.

Proses verifikasi, lanjutnya, cukup dari segi administrasi saja, seperti mengisi data gaji orangtua, kondisi rumah dan lain-lain. Proses verifikasi ini butuh waktu maksimal 1 tahun untuk UM memutuskan apakah mahasiswa itu bisa diringankan biaya UKT nya atau tidak.

“Jadi pada semester 1, mereka harus membayar UKT yang sudah kami tetapkan. Baru setelah proses verifikasi selesai, mereka bisa membayar UKT sesuai kemampuan mereka pada semester 2 nya,” tambahnya.

Ia menyarankan pada semua mahasiswa yang kira-kira merasa tidak mampu membayar UKT bisa mengajukan ke Wakil Rektor 1 atau 2.

“Mahasiswa lama bisa mengajukan sewaktu-waktu karena kita tahu bahwa kondisi ekonomi keluarga mahasiswa juga tidak selamanya lancar. Silahkan mengajukan permohonan keringanan,” tuturnya

2017, UIN Malang Tambah Kuota Maba Jalur SBMPTN

mahasiswa baru saat mengikutibseleksi SBMPTN tahun lalu di UIN (anja)
mahasiswa baru saat mengikutibseleksi SBMPTN tahun lalu di UIN (anja)

MALANGVOICE – Universitas Islam Negeri Malang menambah kuota mahasiswa baru jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sebanyak 50 persen, tahun ini.

Hal itu berbeda dengan tiga PTN lain, Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang yang lebih memperbanyak kuota untuk jalur mandiri.

Wakil Rektor 1 UIN, Dr Zainudin mengatakan, jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi) diberi kuota hanya 30 persen dan mandiri sebanyak 20 persen dari total kuota mahasiswa baru 3350 orang.

Menurutnya, SBMPTN diberi kuota lebih banyak karena merupakan sistem seleksi terbaik dan paling selektif saat ini.

Selain lewat tiga jalur seleksi SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri, UIN juga membuka jalur PTKIN lewat SPAN yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri sebanyak 50 persen. Kemudian 30 persen lewat UMPTKIN dan mandiri sebanyak 20 persen

Komunitas