Dianggap Mumpuni, Stafsus Jokowi diminta Pimpin IKA UB

Prof Erani Yustika mendampingi Jokowi di dalam agenda rapat di Istana Negara. (Istimewa)

MALANGVOICE — Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Prof. Erani Yustika diminta memimpin Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB). Dirinya dianggap mumpuni sekaligus mewakili kepentingan generasi muda.

Ketua Umum Forum Alumni Muda Universitas Brawijaya, Farid Ramdani, mengatakan, program-program IKA UB selama ini sifatnya lebih seremonial dan Internal saja. IKA UB butuh nakoda yang mampu membawa organisasi memberikan sumbangsih bagi perkembangan bangsa dan negara.

“IKA UB membutuhkan sosok tokoh kaliber nasional, intelektual sekaligus berasal dari generasi muda, sosok itu ada pada Mas Erani” Kata Farid.

Beberapa tokoh lain yang juga alumni UB, Ir Andira Reoputra, ikut memberikan pendapat terkait sosok calon pemimpin IKA UB. Menurutnya, kreativitas dan inovasi ke depan harus diunggulkan.

“Yang bisa hadir dan memimpin saat ini tentunya dari kalangan anak muda yang mempunyai prestasi baik nasional dan internasional,” kata Reo sapaan akrab Ir. Andira Reoputra.

Sementara itu sosok Prof Ahmad Erani dianggap bisa mewaikili para alumni muda untuk bisa maju untuk Ketum Ikatan Alumni Universitas Brawijaya. “Saya beberapa kali ketemu dan berdiskusi dengan Prof Erani, beliau juga mempunyai pemikiran trobosan mengenai masalah ekonomi Indonesia dan sepakat untuk memajukan almamater dan kampus UB apabila Prof Erani maju untuk Ketum IKA UB,” ia melanjutkan.

Diketahui pemilihan IKA UB akan dihelat tanggal 6 Juli 2019 di Student Center UB Malang. Sebelumnya IKA UB dipimpin oleh Djarot Syaiful Hidayat yang masa jabatanya berakhir pada Juli 2019 ini.(Der/Aka)

Tahun Ajaran Baru, Kemenag Bakal Biasakan Anak Didik RA/TK/KB Ucapkan Terima Kasih dan Maaf

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Sutrisno. (Lisdya)

MALANGVOICE – Dalam memperkuat pendidikan karakter, moral dan akhlakul karimah bagi anak didik tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang bakal memberikan program baru.

Program tersebut yakni membiasakan anak mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Sutrisno.

“Ada program baru untuk lembaga jenjang RA/TK/KB, mulai tahun ajaran baru ini akan dikenalkan ucapan terima kasih dan permohonan maaf,” katanya.

Diketahui, dalam pendidikan karakter ada tiga prinsip, yakni berorientasi pada berkembangnya potensi peserta didik secara menyeluruh dan terpadu; keteladanan dalam penerapan pendidikan karakter pada masing-masing lingkungan pendidikan; serta berlangsung melalui pembiasaan dan sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Program mengucap terima kasih dan mohon maaf itu nantinya akan diterapkan setiap hari, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

“Ini terintegritas. Agar anak-anak terbiasa mengucapkan dua kata tersebut,” tegasnya.

“Program ini yang akan saya sampaikan di RA. Dan akan disimulasikan oleh guru RA,. Karena penting sekali mengajarkan pendidikan karakter sejak dini,” tandasnya. (Hmz/Ulm)

Asyik, Filkom UB Buka Dua Prodi Baru!

Mahasiswa di Filkom
Mahasiswa di Filkom (anja)

MALANGVOICE – Pada penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2016, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) membuka dua program studi baru tingkat Sarjana (S1) yaitu Teknik Komputer/Computer Engineering (CE) dan Teknologi Informasi/Information Technology (IT).

Pada 2015 lalu, Filkom UB memiliki tiga prodi S1, meliputi Teknik Informatika/Ilmu Komputer/Computer Science (CS), Sistem Informasi/ Information System (IS) dan Pendidikan Teknologi dan Informasi/Information Technology Education (ITE).

Dengan tambahan dua prodi baru itu, kini Filkom UB menawarkan lima prodi baru pada saat penerimaan mahasiswa baru. Daftar nama program studi tersebut sudah ditawarkan di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2016 yang pendaftarannya dapat diakses melalui web.snmptn.ac.id.

Prodi Teknik Komputer sebelumnya merupakan salah satu keminatan dibawah prodi Teknik Informatika. Berdiri sendiri sebagai prodi mulai tahun 2016. Kini kurikulum Teknik Komputer difokuskan pada kemampuan peserta didik dalam mengintegrasi kecerdasan manusia dengan software dan hardware untuk membuat sebuah sistem cerdas yang mampu mendukung aktivitas dan pekerjaan manusia.

Sementara itu, fokus pembelajaran prodi Teknologi Informasi mencakup bidang kajian teknologi komputer dan juga penerapan serta pemanfaatannya sebagai alat bantu dalam menyelesaikan persoalan yang ada (applied perspective).

Beberapa tahun terakhir, Filkom menjadi fakultas dengan prodi yang paling diminati di UB. Pada SNMPTN 2013, Filkom tercatat paling diminati dengan pendaftaran calon mahasiswanya mencapai 4.264 orang.

Sementara pada SNMPTN 2015 jumlah peminat yang mendaftar ke Filkom meningkat menjadi 6.774 orang. Jumlah tersebut hanya untuk program studi Teknik Informatika saja, belum termasuk jumlah peminat pada program studi lain di Filkom.

“Tapi tahun ini kita cuma terima 1500 mahasiswa saja lewat jalur SNMPTN,” kata Wakil Dekan I, Ir Heru Nurwasito MKom.

Harapannya berbagai prodi baru yang ditawarkan oleh Filkom UB mulai tahun 2016 dapat diterima dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat atas studi berkualitas di bidang IT.

Warna Almamater Maba UM Berbeda, Baru atau Kliru?

Warna Almamater UM yang berbeda. (Anja a)
Warna Almamater UM yang berbeda. (Anja a)

MALANGVOICE – Almamater Universitas Negeri Malang (UM) biasanya berwarna biru gelap, biru navy atau biru gelap. Namun, pada penyerahan alamamater untuk mahasiswa baru jalur SBMPTN di Graha Cakrawala, Selasa (10/7) ada yang berbeda pada warna almamater. Warna almamater menjadi biru lebih terang dan mencolok.

Ketika ditanya soal warna berbeda ini, Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Eko Budi Sutjipto mengaku kurang tahu dengan warna almamater mahasiswa baru karena belum melihat langsung.

“Lho masa beda? Belum lihat. Wah itu coba saya lihat nanti. Kalau setahu saya dari dulu warnanya biru gelap, ya,” kata Budi.

Sedangkan menurut Rektor UM, Prof Dr Roffiuddin, harusnya warna almamater dari dulu sampai sekarang sama yaitu biru gelap. Kalau ada perbedaan warna, seharusnya dipercetakan jas almamater sudah ditentukan kode warnanya. Ketika ditanya apakah ada kesalahan teknis pada pembuatan jas, Roffiuddin enggan menjawab lebih lanjut karena belum melihat langsung warna almamater terbaru. Pihaknya akan menelusuri lebih lanjut.

“Harusnya kode warnanya itu ada. Biru apa itu pastinya sama ya seharusnya. Kalaupun nanti ada perbedaan warna yang terlampau jauh dari warna almamater sebelumnya, tentunya akan kami evaluasi. Saat ini coba kami telusuri dulu ya,” kata Roffiudin.(Der/Aka)

PPDB SMA/SMK 2018 Dimulai, Ayo Simak Jadwalnya

Ilustrasi foto siswa belajar di kelas. (Anja a)

MALANGVOICE – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2018 akan dimulai. Tahun ini tidak dilakukan banyak perbedaan dalam aturan PPDB.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur, Dr Saiful Rahman menjelaskan, (PPDB) jenjang SMA, SMK dan PK-PLK Negeri tahun pelajaran 2018/2019 menggunakan 3 (tiga) sistem, yaitu sistem online, sistem semi online, dan sistem offline.

“Sistem online disediakan PPDB pada jenjang SMA dan SMK Negeri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga calon peserta didik baru dapat mendaftar dan memantau proses seleksinya secara langsung melalui akses internet,” kata Saiful dalam keterangan tertulis di website resmi PPDB Jatim 2018, Jumat (11/5).

Dia menambahkan, sistem Semi Online disediakan khusus untuk PPDB pada jenjang SMA dan SMK Negeri melalui jalur Prestasi, jalur Mitra Warga, jalur Bidik Misi, dan jalur Inklusi. sedangkan sistem Offline disediakan khusus untuk PPDB pada jenjang PK-PLK Negeri.

Perlu diperhatikan, PPDB dimulai dengan pengambilan PIN mulai tanggal 25 Mei- 8 Juni 2028. Dilanjutkan pendaftaran pada 30 Mei-5 Juni. Pendaftarannya juga dilakukan di SMA/SMK negeri terdekat. Lalu verifikasinya dilakukan 5 sampai 7 Juni 2018. Langsung diumumkan keesokan harinya atau 8 Juni 2018.

Setelah tuntas pendaftaran offline, akan dimulai simulasi pendaftaran reguler pada 26 Mei hingga 8 Juni 2018. Sementara pendaftaran PPDB Jalur Reguler dilakukan setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Namun dimulai lagi pendaftaran PPDB pada 25 sampai 28 Juni 2018, dan diumumkan 29 Juni 2018.

Sementara daftar ulang jalur reguler dilakukan selama dua hari yaitu 29-30 Juni 2018. Sementara hari pertama sekolah direncanakan 16 Juli 2018. (Der/Ery)

Ini Dia Besaran SPP SMA dan SMK di Malang Raya

Siswa di Sekolah (Anja)

MALANGVOICE – Draft penetapan Sumbangan Pendanaan Pendidikan (SPP) untuk SMA dan SMK di Jatim lebih murah dibanding SPP sekarang.

Hal itu merupakan kebijakan Pemprov yang mulai mengelola SMA dan SMK per 1 Januari 2017. Kebijakan akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2017-2018 nanti.

SPP tertinggi di SMA/SMK Kota Surabaya sebesar Rp 135.000, dan terendah Kabupaten Sampang sebesar Rp 60.000

Untuk SPP SMA Kota Malang sebesar Rp 120.000. Untuk SPP SMK non teknik sebesar Rp 160.000. sedangkan SPP SMK teknik sebesar Rp 200.000.

Sedang SPP di Kabupaten Malang untuk SMA sebesar Rp 75.000. SPP SMK non teknik sebesar Rp 110.000. Sedangkan SPP SMK teknik sebesar Rp 140.000.

SPP SMA di Kota Batu sebesar Rp 110.000. Untuk SPP SMK non teknik sebesar Rp 145.000. Sedangkan SPP SMK teknik sebesar Rp 185.000.

Kepala SMAN 8 Kota Malang, M Sulton membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan SPP sebesar Rp 120.000 per bulan lebih rendah dari SPP sekarang.

“SPP sekarang masih Rp 200.000,” jelas Sulton.

Besaran SPP sebesar Rp 200.000 diatur dalam Perwali Kota Malang dahulu. Selisih sebesar Rp 80.000 per bulan/anak mengakibatkan pendapatan sekolah banyak.

“Dampaknya pasti ada. Tapi nanti masih akan dievaluasi dulu mana yang bisa ditekan,” kata Sulton.

Mbois! Kota Malang Peringkat 1 UNBK SMP se-Jawa Timur, Zubaidah: Kami Bangga

Zubaidah saat ditemui di Kantornya. (Anja a)
Zubaidah saat ditemui di Kantornya. (Anja a)

MALANGVOICE – Kota Malang sekali lagi meraih peringkat pertama untuk hasil nilai Ujian Nasional (UN) 2018 tingkat sekolah menengah se-Jawa Timur.

Tahun sebelumnya Kota Malang juga meraih peringkat pertama. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah, Jumat (25/5).

Zubaidah mengatakan, Disdik Kota Malang mendapat berkas hasil nilai UN SMP 2018 dari Disdik Provinsi Jatim. Di situ dilampirkan beberapa hasil UN dari Kota Malang dan juga kota-kata lain se-Jatim. Namun hasil nilai ini baru bisa diakses/dilihat siswa hari Senin (25/5) mrlalui website.

“Pengumuman resmi hasil UN SMP 2018 ini sebenarnya hari Senin besok (28/5), namun kami (Disdik) sudah dapat informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Ini kami terima berkasnya saja. Ternyata Kota Malang peringkat 1 hasil UN SMP terbaik se-Jawa Timur,” kata Zubaidah

Kota Malang meraih total nilai UN yaitu 25299, disusul Madiun (25118), Blitar (24051), Surabaya (24004), dan Kediri (23977). Untuk sekolah dengan rata-rata UN terbaik diraih SMP Al-Ya’lu, SMPN 3 Malang, SMPN 1 Malang, SMP Katolik Santo Yusuf dan SMPN 5 Malang.

Hasil UN SMP Kota Malang urutan 1 se-Jatim. (Anja a)
Hasil UN SMP Kota Malang urutan 1 se-Jatim. (Anja a)

Zubaidah mengaku sangat bangga dan bersyukur dengan hasil UN tersebut. Tentunya itu dikarenakan kerja keras semua stakeholder termasuk guru, orangtua dan pemerintah.

“Karena pendidikan tak bisa berhasil tanpa keeja keras sekolah termasuk guru dan komite sekolah kemudian kerjasama pemerintah, wali murid sebagai masyarakat dan semangat siswa,” kata dia.

Wanita memiliki senyum khas ini menambahkan, Disdik akan memberikan penghargaan untuk siswa dan sekolah peraih nilai UN terbaik. Rencananya penghargaan ini akan diberikan November nanti bertepatan dengan Hari Guru.

“Reward bagi yang berprestasi akan Disdik berikan bertepatan dengan Hari Guru bulan November nanti. Tiap tahun Disdik memberikan penghargaan dua kali saja. Yaitu saat Hardiknas, kemarin sudah lewat, dan Hari Guru,” pungkasnya.(Der/Aka)

Di UM, Mahasiswa Bisa Konsultasi dan Verifikasi UKT

Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Hariyono MPd, Ditemui MVoice (anja)
Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Hariyono MPd, Ditemui MVoice (anja)

MALANGVOICE – Di Universitas Negeri Malang (UM) mahasiswa baru yang sekiranya merasa tidak mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), bisa mengkonsultasikannya ke pihak kampus terlebih dahulu.

Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Hariyono MPd, mengatakan konsultasi itu bisa dilakukan pada saat atau sesudah proses daftar ulang mahasiswa baru tanggal 31 Mei ini.

“Mahasiswa yang keberatan bisa konsultasi. Selanjutnya akan kami verifikasi apakah benar dia tidak mampu. Karena ada juga yang pura-pura tidak mampu waktu minta bantuan, tapi ternyata gaya hidup sehari-harinya seperti orang kaya saja,” katanya saat ditemui MVoice di Gedung A Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB siang ini.

Proses verifikasi, lanjutnya, cukup dari segi administrasi saja, seperti mengisi data gaji orangtua, kondisi rumah dan lain-lain. Proses verifikasi ini butuh waktu maksimal 1 tahun untuk UM memutuskan apakah mahasiswa itu bisa diringankan biaya UKT nya atau tidak.

“Jadi pada semester 1, mereka harus membayar UKT yang sudah kami tetapkan. Baru setelah proses verifikasi selesai, mereka bisa membayar UKT sesuai kemampuan mereka pada semester 2 nya,” tambahnya.

Ia menyarankan pada semua mahasiswa yang kira-kira merasa tidak mampu membayar UKT bisa mengajukan ke Wakil Rektor 1 atau 2.

“Mahasiswa lama bisa mengajukan sewaktu-waktu karena kita tahu bahwa kondisi ekonomi keluarga mahasiswa juga tidak selamanya lancar. Silahkan mengajukan permohonan keringanan,” tuturnya

Demo Tolak UKT Mahasiswa UIN Malang Ricuh

Mahasiswa UIN menerobos masuk gedung rektorat saat berdemo. (Lisdya)

MALANGVOICE – Mahasiswa yang berdemo di depan Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terpaksa menerobos masuk guna menemui Rektor, Jumat (16/8).

Sebelumnya, para mahasiswa menyuarakan aksinya untuk menolak pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) yang dirasa memberatkan mahasiswa.

“Masukkk!!! Rektor keluar,” teriak demonstran.

Saat menyampaikan aspirasi, salah satu demonstran menyebutkan jika ada salah satu mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu diberi UKT Rp 7 juta per semester.

“Itu sangat berat! Dia saat kami tanya mengaku tidak bisa membeli sepatu fantovel namun diberi UKT mahal. Dimana letak keadilan bagi warga kurang mampu?,” katanya.

Hingga saat ini, demo masih berlangsung dan Wakil Rektor III, Isroqunnajah menemui demonstran meski suasana masih ricuh. (Hmz/ulm)

Salah Persepsi, Hari Pertama PPDB Banyak yang Datang Dini Hari

pelaksanaan PPDB di SMPN 1 Malang. (Lisdya)

MALANGVOICE – Hari pertama pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sejumlah SMP Negeri di Kota Malang dipadati wali murid beserta calon peserta didik sejak pagi tadi. Bahkan, mereka rela antre sejak pukul 03.00 WIB, Senin (20/5).

Salah satunya yakni SMPN 1 Malang. Menurut pengakuan wali murid, Retnoningrum, ia bersama anaknya memang sengaja datang lebih awal agar mendapatkan pagu.

“Saya datang usai sahur. Ada tadi yang datang jam 3 pagi. Ya karena agar mendapatkan nomor pagu,” katanya kepada MVoice.

Selain itu, Astuti yang juga merupakan wali murid mengatakan, meski sudah datang awal namun nyatanya anaknya tidak mendapatkan pagu. “Nggak dapat nomor, ya kemungkinan besok,” ungkapnya.

Padahal, ketentuan pagu juga diperhitungkan melalui jarak rumah. Hal itu diungkapkan oleh Kepala SMPN 1 Malang, Budi Santoso, ia juga menyebutkan bahwa orangtua salah persepsi dan beranggapan jika datang lebih awal maka akan dahulu untuk mendapat pagu.

“Padahal engga. Memang dalam pasal itu ada yang menyebutkan bahwa jam kehadiran diperhitungkan. Namun, passing grade tetap pada jarak rumah dengan sekolah. Nantinya, misalkan ada 3 atau 4 orang yang jarak rumahnya sama, baru yang diperhitungkan jam kehadirannya,” paparnya

Sementara itu, SMPN 1 Malang menyediakan
sekitar 800 formulir. Pendaftaran pun dibuka selama 3 hari yakni tanggal 20 hingga 22 Mei dan pengumuman akan dilaksanakan pada 23 Mei.

“Kalau kuota kami habis ya kami tambah. Untuk setiap hari, pagu kami tetap 224,” tandasnya.

Perlu diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menindau langsung pelaksanaan PPDB 2019 usai menjadi pembina upacara. (Hmz/Ulm)

Komunitas