Aman Masuk UB, Pastikan Dapat Skor 500

Kabag Humas Universitas Brawijaya (UB), Kotok Guritno. (Lisdya)

MALANGVOICE – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang dimulai pada 10 hingga 24 Juni terus berlanjut. Kabag Humas Universitas Brawijaya (UB), Kotok Guritno mengimbau kepada calon mahasiswa untuk segera mendaftar dan menyiapkan materi tes.

Sebab, kriteria penerimaan SBMPTN di UB untuk skor tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) terbilang tinggi meski tak memiliki patokan minimal per jurusan. “Kalau mau skor aman sebaiknya 500 ke atas,” terang Kotok.

Di UB sendiri, dijelaskan Kotok, ada 10 program studi (prodi) yang sangat diminati calon mahasiswa. Berikut 10 prodi dengan minimum skornya.

Kedokteran: 650,06
Akuntansi: 623,34
Pendidikan Dokter Gigi: 618,57
Manajemen: 614,53
Hubungan Internasional: 614,07
Teknik Industri: 615,86
Teknik Sipil: 615,49
Ilmu Komunimasi: 608,93
Arsitektur: 613,79
Administrasi Perpajakan: 610,86

Untuk pendaftar tahun ini, dikatakan Kotok kemungkinan masih sama dengan tahun lalu, yakni 100 ribu pendaftar. Sedangkan kuota SBMPTN hanya 40 persen, yakni 5.286 mahasiswa baru dari total penerimaan keseluruhan sebanyak 13.215 mahasiswa.

“Belum tahu yang daftar saai ini jumlahnya berapa, tetap kami imbau untuk pendaftar menyiapkan segala kebutuhan, termasuk untuk tes,” tandasnya. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

Rektor Cantik 27 Tahun Pimpin Institut ASIA Malang

Pemilihan Rektor Institut ASIA Malang dari ketua yayasan, Yoyok Hari Subagiono. (deny rahmawan)
Pemilihan Rektor Institut ASIA Malang dari ketua yayasan, Yoyok Hari Subagiono. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – STMIK ASIA Malang dengan STIE ASIA Malang kini bergabung menjadi satu. Di bawah Yayasan Wahana Edukasi Cendekia Malang, sekarang bernama Institut ASIA Malang.

Berubahnya menjadi Institut ASIA Malang otomatis mengubah jajaran pempimpin dan organisasi. Sesuai keputusan yayasan, akhirnya dipilih Risa Santoso menjadi Rektor Institut ASIA periode 2019-2023.

“Saya yakin dengan rektor baru ini bisa mewujudkan asia menjadi the real institute teknologi dan bisnis,” kata Ketua Yayasan Wahana Edukasi Cedekia Malang, Yoyok Hari Subagiono, Sabtu (2/11).

Risa Santoso dipilih menjadi rektor atas berbagai pertimbangan, antara lain dengan latar belakang pendidikan di University of California, Berkeley dan melanjutkan studi S2 di Havard University. Risa yang masih berusia 27 tahun ini juga pernah berkarier menjadi tenaga ahli muda di kantor staf Presiden RI.

Sebelum menjadi rektor, Risa menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis di Kampus ASIA.

Yoyok menambahkan, meski masih muda, Risa diharap mampu membawa Institut ASIA Malang bisa lebih maju dan berkembang.

Rektor Institut ASIA Malang, Risa Santoso. (deny rahmawan)
Rektor Institut ASIA Malang, Risa Santoso. (deny rahmawan)

“Maju dalam segi pelayanan dan kualitas. Sekarang muncul banyak generasi muda yang tentunya harus bisa tampil memegang estafet kepemimpinan,” ujarnya. Ia juga berpesan agar Risa tetap berkomunikasi dengan para senior agar ada perpaduan dengan generasi muda.

Sementara itu, Risa Santoso merasa terhormat dipilih menjadi rektor. Wanita kelahiran Surabaya pada Oktober 1992 ini mengatakan siap mengemban amanah memajukan Institut ASIA.

“Rasa terhormat juga sekarang memiliki tanggung jawab besar untuk merepresentasikan milenial,” katanya.

Dalam waktu dekat, Risa menyatakan akan segera melakukan langkah strategis membuat perubahan di Institut ASIA.

“Kami ingin up to date terus, jangan sampai kalah soal teknologi. Kemudian kerja sama dengan internasional dan dunia industri,” ia menandaskan.

Institut ASIA kini memiliki lima program studi S1, antara lain Manajemen, Akuntansi, Teknik Informatika, Sistem Komputer, Desain Komunikasi Visual, dan program studi S2 Manajemen. (Der/Ulm)

BNN Kota Malang

Dianggap Mumpuni, Stafsus Jokowi diminta Pimpin IKA UB

Prof Erani Yustika mendampingi Jokowi di dalam agenda rapat di Istana Negara. (Istimewa)

MALANGVOICE — Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Prof. Erani Yustika diminta memimpin Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB). Dirinya dianggap mumpuni sekaligus mewakili kepentingan generasi muda.

Ketua Umum Forum Alumni Muda Universitas Brawijaya, Farid Ramdani, mengatakan, program-program IKA UB selama ini sifatnya lebih seremonial dan Internal saja. IKA UB butuh nakoda yang mampu membawa organisasi memberikan sumbangsih bagi perkembangan bangsa dan negara.

“IKA UB membutuhkan sosok tokoh kaliber nasional, intelektual sekaligus berasal dari generasi muda, sosok itu ada pada Mas Erani” Kata Farid.

Beberapa tokoh lain yang juga alumni UB, Ir Andira Reoputra, ikut memberikan pendapat terkait sosok calon pemimpin IKA UB. Menurutnya, kreativitas dan inovasi ke depan harus diunggulkan.

“Yang bisa hadir dan memimpin saat ini tentunya dari kalangan anak muda yang mempunyai prestasi baik nasional dan internasional,” kata Reo sapaan akrab Ir. Andira Reoputra.

Sementara itu sosok Prof Ahmad Erani dianggap bisa mewaikili para alumni muda untuk bisa maju untuk Ketum Ikatan Alumni Universitas Brawijaya. “Saya beberapa kali ketemu dan berdiskusi dengan Prof Erani, beliau juga mempunyai pemikiran trobosan mengenai masalah ekonomi Indonesia dan sepakat untuk memajukan almamater dan kampus UB apabila Prof Erani maju untuk Ketum IKA UB,” ia melanjutkan.

Diketahui pemilihan IKA UB akan dihelat tanggal 6 Juli 2019 di Student Center UB Malang. Sebelumnya IKA UB dipimpin oleh Djarot Syaiful Hidayat yang masa jabatanya berakhir pada Juli 2019 ini.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Amarah Brawijaya Anggap UB Tidak Patuhi Permendikbud

Para koordinator Amarah Brawijaya. (Sabinus)

MALANGVOICE – Universitas Brawijaya (UB) dianggap tidak patuhi aturan Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) Nomor 25 Tahun 2020. Hal ini diutarakan Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Brawijaya.

Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Brawijaya menilai bahwa UB telah melakukan blunder terhadap kebijakkan uang kuliah tunggal (UKT).

“Sebagai permulaan saya akan mengutip dari pernyataan dari statement dari Humas Universitas Brawijaya, Totok terkait dengan UB masih menunjukkan kekuatan dengan menggunakan Pertor (peraturan rektor) Nomor 17 Tahun 2019,” ujar Humas Amarah Brawijaya, Ragil Ramadhan kepada awak media, Senin (22/6).

Amarah Brawijaya melihat adanya sikap yang tidak patuh terhadap keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Bahkan kalau liat hari ini, Kemendikbud telah mengeluarkan Permendikbud No 25 Tahun 2020, sedangkan Peraturan Rektor No 17 Tahun 2019 tidak berdasarkan itu,” tandasnya.

Dalam Permendikbud No 25 Tahun 2020 itu, diterangkan bahwa pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakukan UKT baru terhadap mahasiswa.

Amarah Brawijaya menilai keterangan keringanan dan/atau memberlakukan UKT baru terhadap mahasiswa tersebut sudah sesuai dengan aspirasi para mahasiswa yang berharap agar rektor bisa membuat kebijakkan baru, yakni memotong UKT.

Selain itu, Koordinator I Amarah Brawijaya, Raffy Nugraha menambakan sikap Universitas Brawijaya yang masih kukuh pada Peraturan Rektor No 17 Tahun 2019, dinilai tidak selaras dengan semangat Permendikbud No 25 Tahun 2020.

“Universitas Brawijaya juga tidak merespon baik tuntutan atau aspirasi yang telah kami suarakan. Dengan hadirnya Permendikbud No 25 Tahun 2020, universitas memiliki keleluasaan untuk membuat regulasi yang mampu meringankan beban orang tua mahasiswa atau mahasiswa itu sendiri,” ungkapnya.

Dengan adanya Permendikbud No 25 Tahun 2020, seharusnya Universitas Brawijaya tidak perlu berbelit menetapkan peraturan. Amarah Brawijaya mempertanyakan, apakah kampus memiliki keinginan baik.

“Karena Pertor nomor 17 tahun 2019 ini, tidak buat berdasarkan atau menimbang permendikbud nomor 25 tahun 2020. Pertor dibuat sebelum adanya masa pandemi, sehingga sudah tidak relevan lagi,” tambahnya.

Maka dari itu, Amarah Brawijaya mendesak agar pemimpin Universitas Brawijaya, dalam hal ini yang menjabat rektor untuk membuat Peraturan Rektor (Pertor) baru yang sesuai dengan Permendikbud No 25 Tahun 2020.

Sementara itu, Koordinator II Amarah Brawijaya, Philip Dahal menerangkan ada atau tidak adanya pandemi Covid-19, peraturan itu tetap berlaku. Argumen bahwa peraturan tersebut bisa digunakan saat masa pendemi tidak masuk akal karena tidak menyesuaikan kondisi.

“Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020 pasal 9 itu, di ayat 4 nya, mahasiswa yang mengalami penurunan ekonomi, antara lain akibat bencana baik alam maupun non alam dan covid-19 masuk bencana non alam itu dapat mengajukan pembebasan sementara UKT ataupun pengurangan UKT, sehingga tuntutan kita masih bisa diterapkan di Universitas Brawijaya,” lanjut Philip.

Amarah Brawijaya juga masih kukuh pada tujuan aspirasi yakni salah satunya terkait keterbukaan informasi publik pengelolaan anggaran yang suratnya telah berada di tangan rektorat saat ini.

Para pejabat di rektorat hingga dosen yang mengajar di dalam kelas pun turut terdampak. Amarah Brawijaya menghendaki dialog yang menjadi ciri tempat pendidikan untuk menyelesaikan persoalan.(der)

BNN Kota Malang

Berdoa Sebelum Pelajaran, Salah Satu Bentuk Pendidikan Karakter

Anak anak SD Anak Saleh di halaman sekolah (anja)
Anak anak SD Anak Saleh di halaman sekolah (anja)

MALANGVOICE – Penerapan dalam pembelajaran hanya sebagian kecil dari strategi penerapan pendidikan karakter pada pendidikan dasar dan menengah.

Penerapan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan berbagai strategi pengintegrasian. Salah satunya adalah melalui kegiatan sehari-hari di sekolah seperti berdoa.

Di SDN 3 Blimbing, sebelum memulai pelajaran, siswa dibiasakan berdoa terlebih dahulu. Dengan bimbingan guru siswa bersama-sama membaca doa dan melanjutkan membaca surat-surat pendek.

Kepala sekolah SDN 3 Blimbing, Suryatiningsih mengatakan, penting untuk menanamkan kebiasaan berdoa pada anak-anak.

“Bagian dari penanaman moral dan nilai religius pada anak,” katanya.

Di SD Anak Saleh pun demikian. Sebelum masuk ke kelas, siswa berkumpul di halaman tengah sekolah dan berbaris rapi sesuai kelasnya. Kemudian dengan bimbingan guru, siswa membaca doa-doa sehari-hari dan surat-surat pendek Al-Quran. Selain doa, siswa juga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

Kepala sekolah, Nurdiah Rahmawati menerangkan, setiap pagi kegiatan berdoa dan menyanyi memang bagian dari penguatan karakter kebangsaan dan religus anak-anak.

“Anak-anak harus dibiasakan berdoa. Sebelum memulai aktivitas apapun harus berdoa terlebih dahulu. Selanjutnya anak-anak juga ada kegiatan salat Dhuha berjamaah,” katanya.

BNN Kota Malang

Asyik, Filkom UB Buka Dua Prodi Baru!

Mahasiswa di Filkom
Mahasiswa di Filkom (anja)

MALANGVOICE – Pada penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2016, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) membuka dua program studi baru tingkat Sarjana (S1) yaitu Teknik Komputer/Computer Engineering (CE) dan Teknologi Informasi/Information Technology (IT).

Pada 2015 lalu, Filkom UB memiliki tiga prodi S1, meliputi Teknik Informatika/Ilmu Komputer/Computer Science (CS), Sistem Informasi/ Information System (IS) dan Pendidikan Teknologi dan Informasi/Information Technology Education (ITE).

Dengan tambahan dua prodi baru itu, kini Filkom UB menawarkan lima prodi baru pada saat penerimaan mahasiswa baru. Daftar nama program studi tersebut sudah ditawarkan di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2016 yang pendaftarannya dapat diakses melalui web.snmptn.ac.id.

Prodi Teknik Komputer sebelumnya merupakan salah satu keminatan dibawah prodi Teknik Informatika. Berdiri sendiri sebagai prodi mulai tahun 2016. Kini kurikulum Teknik Komputer difokuskan pada kemampuan peserta didik dalam mengintegrasi kecerdasan manusia dengan software dan hardware untuk membuat sebuah sistem cerdas yang mampu mendukung aktivitas dan pekerjaan manusia.

Sementara itu, fokus pembelajaran prodi Teknologi Informasi mencakup bidang kajian teknologi komputer dan juga penerapan serta pemanfaatannya sebagai alat bantu dalam menyelesaikan persoalan yang ada (applied perspective).

Beberapa tahun terakhir, Filkom menjadi fakultas dengan prodi yang paling diminati di UB. Pada SNMPTN 2013, Filkom tercatat paling diminati dengan pendaftaran calon mahasiswanya mencapai 4.264 orang.

Sementara pada SNMPTN 2015 jumlah peminat yang mendaftar ke Filkom meningkat menjadi 6.774 orang. Jumlah tersebut hanya untuk program studi Teknik Informatika saja, belum termasuk jumlah peminat pada program studi lain di Filkom.

“Tapi tahun ini kita cuma terima 1500 mahasiswa saja lewat jalur SNMPTN,” kata Wakil Dekan I, Ir Heru Nurwasito MKom.

Harapannya berbagai prodi baru yang ditawarkan oleh Filkom UB mulai tahun 2016 dapat diterima dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat atas studi berkualitas di bidang IT.

BNN Kota Malang

Tahun Ajaran Baru, Kemenag Bakal Biasakan Anak Didik RA/TK/KB Ucapkan Terima Kasih dan Maaf

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Sutrisno. (Lisdya)

MALANGVOICE – Dalam memperkuat pendidikan karakter, moral dan akhlakul karimah bagi anak didik tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang bakal memberikan program baru.

Program tersebut yakni membiasakan anak mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Sutrisno.

“Ada program baru untuk lembaga jenjang RA/TK/KB, mulai tahun ajaran baru ini akan dikenalkan ucapan terima kasih dan permohonan maaf,” katanya.

Diketahui, dalam pendidikan karakter ada tiga prinsip, yakni berorientasi pada berkembangnya potensi peserta didik secara menyeluruh dan terpadu; keteladanan dalam penerapan pendidikan karakter pada masing-masing lingkungan pendidikan; serta berlangsung melalui pembiasaan dan sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Program mengucap terima kasih dan mohon maaf itu nantinya akan diterapkan setiap hari, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

“Ini terintegritas. Agar anak-anak terbiasa mengucapkan dua kata tersebut,” tegasnya.

“Program ini yang akan saya sampaikan di RA. Dan akan disimulasikan oleh guru RA,. Karena penting sekali mengajarkan pendidikan karakter sejak dini,” tandasnya. (Hmz/Ulm)

BNN Kota Malang

Ini Jadwal PPDB serta Pembagian Zonasi SMAN Kota Malang

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti mengatakan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri Kota Malang dibagi menjadi tiga zona.

“Ada tiga zona untuk SMA Negeri di Kota Malang pada tahun ajaran baru ini,” katanya.

Berikut zona wilayah SMA Negeri yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan wilayah Kota Malang dan Kota Batu.

1. Bagi masyarakat kecamatan Blimbing, Klojen, Lowokwaru, Sukun dan perbatasan yakni kecamatan Wagir, dapat mendaftarkan anaknya di SMAN 4, SMAN 5 dan SMAN 7 Malang.

“Tapi ingat, untuk wilayah perbatasan jarak maksimal hanya lima kilometer,” tegasnya.

2. Kecamatan Blimbing, Kedungkandang, Lowokwaru (Kota Malang) dan KecamatanDau, Karangploso, dan Singosari (Kabupaten Malang). Dapat mendaftarkan anaknya di SMAN 1, SMAN 8, serta SMAN 9 Malang.

3. Zona terakhir yakni meliputi wilayah kecamatan Kedungkandang, Klojen, Sukun (Kota Malang) dan kecamatan Tajinan serta Pakis (Kabupaten Malang), wali murid dapat mendaftarkan anaknya di SMAN 2, SMAN 3, SMAN 6, serta SMAN 10.

Dikatakan Ema, pihaknya sengaja mengumumkan pembagian zona, agar para anak didik fokus dalam mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Biar anak-anak mikir ujian. Jangan mikir yang lain dulu, kasihan nanti psikologisnya,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Warna Almamater Maba UM Berbeda, Baru atau Kliru?

Warna Almamater UM yang berbeda. (Anja a)
Warna Almamater UM yang berbeda. (Anja a)

MALANGVOICE – Almamater Universitas Negeri Malang (UM) biasanya berwarna biru gelap, biru navy atau biru gelap. Namun, pada penyerahan alamamater untuk mahasiswa baru jalur SBMPTN di Graha Cakrawala, Selasa (10/7) ada yang berbeda pada warna almamater. Warna almamater menjadi biru lebih terang dan mencolok.

Ketika ditanya soal warna berbeda ini, Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Eko Budi Sutjipto mengaku kurang tahu dengan warna almamater mahasiswa baru karena belum melihat langsung.

“Lho masa beda? Belum lihat. Wah itu coba saya lihat nanti. Kalau setahu saya dari dulu warnanya biru gelap, ya,” kata Budi.

Sedangkan menurut Rektor UM, Prof Dr Roffiuddin, harusnya warna almamater dari dulu sampai sekarang sama yaitu biru gelap. Kalau ada perbedaan warna, seharusnya dipercetakan jas almamater sudah ditentukan kode warnanya. Ketika ditanya apakah ada kesalahan teknis pada pembuatan jas, Roffiuddin enggan menjawab lebih lanjut karena belum melihat langsung warna almamater terbaru. Pihaknya akan menelusuri lebih lanjut.

“Harusnya kode warnanya itu ada. Biru apa itu pastinya sama ya seharusnya. Kalaupun nanti ada perbedaan warna yang terlampau jauh dari warna almamater sebelumnya, tentunya akan kami evaluasi. Saat ini coba kami telusuri dulu ya,” kata Roffiudin.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Di UM, Mahasiswa Bisa Konsultasi dan Verifikasi UKT

Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Hariyono MPd, Ditemui MVoice (anja)
Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Hariyono MPd, Ditemui MVoice (anja)

MALANGVOICE – Di Universitas Negeri Malang (UM) mahasiswa baru yang sekiranya merasa tidak mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), bisa mengkonsultasikannya ke pihak kampus terlebih dahulu.

Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr Hariyono MPd, mengatakan konsultasi itu bisa dilakukan pada saat atau sesudah proses daftar ulang mahasiswa baru tanggal 31 Mei ini.

“Mahasiswa yang keberatan bisa konsultasi. Selanjutnya akan kami verifikasi apakah benar dia tidak mampu. Karena ada juga yang pura-pura tidak mampu waktu minta bantuan, tapi ternyata gaya hidup sehari-harinya seperti orang kaya saja,” katanya saat ditemui MVoice di Gedung A Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB siang ini.

Proses verifikasi, lanjutnya, cukup dari segi administrasi saja, seperti mengisi data gaji orangtua, kondisi rumah dan lain-lain. Proses verifikasi ini butuh waktu maksimal 1 tahun untuk UM memutuskan apakah mahasiswa itu bisa diringankan biaya UKT nya atau tidak.

“Jadi pada semester 1, mereka harus membayar UKT yang sudah kami tetapkan. Baru setelah proses verifikasi selesai, mereka bisa membayar UKT sesuai kemampuan mereka pada semester 2 nya,” tambahnya.

Ia menyarankan pada semua mahasiswa yang kira-kira merasa tidak mampu membayar UKT bisa mengajukan ke Wakil Rektor 1 atau 2.

“Mahasiswa lama bisa mengajukan sewaktu-waktu karena kita tahu bahwa kondisi ekonomi keluarga mahasiswa juga tidak selamanya lancar. Silahkan mengajukan permohonan keringanan,” tuturnya

BNN Kota Malang