Kampanye di Singosari, Bu Nyai Siapkan Program Majukan Seni Budaya

Lathifah Shohib berkampanye di Singosari. (Istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Calon Bupati Malang nomor urut dua, Hj Lathifah Shohib kembali berkampanye dengan menyambangi Singosari (21/11).

Dalam kampanyenya, perempuan yang akrab disapa Bu Nyai itu bersama rombongan mengunjungi berbagai wilayah dan kalangan masyarakat salah satunya pelaku seni dan budaya yang ada di Singosari.

Kehadiran cucu pendiri NU, KH Bisri Syamsuri tersebut di sambut pemerhati budaya Jawa dan kesenian tradisional Jaranan Campursari masyarakat sekitar. Terlihat masyarakat cukup antusias menyambut Bu Nyai Lathifah.

Bu Nyai menyebutkan, di Kabupaten Malang dikenal sebagai daerah yang penuh sejarah dan budaya bahkan tercatat dalam sejarah bahwa di Kabupaten Malang adalah cikal bakal terbentuknya kerajaan Singhasari dan Majapahit.

“Kita kaya akan warisan budaya dan sejarah, selain itu di kabupaten Malang juga banyak kesenian tradisional yang hingga saat ini masih lestari bahkan kesenian yang ada sudah turun temurun,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Kendati demikian, lanjut Bu Nyai Lathifah, di era zaman yang maju, kesenian dan budaya tradisional harus terus dilestarikan, karena jika hal itu dibiarkan maka akan berpengaruh terhadap generasi milenial yang tidak tertarik terhadap kesenian tradisional.

Menurutnya, Agar tetap lestari ditengah kemajuan zaman, nantinya saat terpilih menjadi Bupati Malang bakal membuat kalender tahunan budaya, tidak hanya regional tapi juga nasional bahkan tidak menutup kemungkinan bakal go internasional.

“Kebetulan saya sempat di komisi X DPR RI yang membidangi pariwisata dan budaya, peluang go internasional sangat terbuka lebar, lantaran kita akan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata lewat publikasi di website mereka agar budaya khas Kabupaten Malang bisa dikenal dunia internasional. Imbasnya kan ke kunjungan wisatawan baik lokal maupun Internasional,” tuturnya.

Selain itu, Bu Nyai akan mengeluarkan kebijakan strategis yang bersifat mengayomi dan mengembangkan budaya tradisional sehingga kekayaan warisan budaya tradisional Kabupaten Malang tersebut mampu berkiprah lebih luas, salah satunya dengan memberikan stimulus pengembangan dan ruang aktualisasi untuk menjaga eksistensi mereka.(der)