Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

Jumlah ‘Relawan Nebeng Ngalam’ Kian Bertambah

Warga berbondong-bondong mendaftar jadi 'Relawan Nebeng Ngalam'. (Muhammad Choirul)
Warga berbondong-bondong mendaftar jadi 'Relawan Nebeng Ngalam'. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Solidaritas masyarakat Kota Malang patut diacungi jempol. Betapa tidak, sejak mongoknya angkot hingga hari ini, warga berbondong-bondong menjadi ‘Relawan Nebeng Ngalam’.

Aksi yang digagas lintas komunitas ini berposko di Digital Launge (DiLo), dan terus mengalami peningkatan jumlah relawan. Sejak pendaftaran dibuka, kini simpatisan relawan sudah melebihi 650 kendaraan roda dua dan 70 kendaraan roda empat.

Salah satu relawan, Fajar Ramadhan, menegaskan, aksi ini bukan untuk melawan sopir angkot. “Ini murni aksi kepedulian kepada warga yang tidak mendapat angkutan,” kata dia.

Relawan lain, Ahmad Satria Wirawan, mengaku kasihan kepada pelajar yang harus berjalan cukup jauh ke sekolah karena tidak ada angkot. Atas dasar itu, dia memutuskan bergabung. “Semuanya gratis, rutenya kami koordinasi dengan Dishub,” tandasnya.

Salah seorang inisiator, Muhammad Anas Muttaqin, menilai, gerakan relawan ini bisa diartikan sebagai kritik sosial kepada semua pihak, termasuk stake holder yang terlibat permasalahan ini.

“Sekaligus menunjukkan kepedulian masyarakat kepada sesama masih sangat tinggi. Ini murni gerakan sosial, maka penumpang diprioritaskan pelajar dan lansia terutama di rumah sakit,” kata mantan Ketua Karang Taruna Kota Malang ini.