Jumlah Positif Covid-19 Menjadi 35 Kasus, 5 Pasien Isolasi di Rusunawa ASN

Kepala DPKPCK Pemkab Malang, Wahyu Hidayat. (Toski D).
Kepala DPKPCK Pemkab Malang, Wahyu Hidayat. (Toski D).
Article top ad

MALANGVOICE – Jumlah pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Malang kian bertambah menjadi 35 kasus.

Dengan begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, menyiapkan Rumah susun sewa (rusunawa) Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk difungsikan sebagai tempat isolasi bagi masyarakat Kabupaten Malang yang terinveksi Covid-19.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, sebenarnya pembangunan rusunawa ASN yang berlokasi di area Block Office Pemkab Malang, Jalan Trunojoyo, Kepanjen tersebut diperuntukkan kepada ASN dilingkungan Pemkab Malang, yang saat ini belum memiliki rumah.

“Bangunan Rusunawa itu bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Karena ada wabah Covid-19, maka ASN yang sudah lolos administrasi dan seharusnya sudah menempati kami tunda dulu. Rusunawa itu sementara difungsikan sebagai tempat isolasi bagi pasien yang terinveksi Covid-19,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Wahyu, sudah ada 73 orang ASN yang sudah mengajukan untuk tinggal di rusunawa tersebut. Namun, dari hasil administrasi dan kriteria, maka untuk tahap awal yang lolos 27 orang.

”Rusunawa itu ada 57 kamar, sehingga untuk bisa menempatinya harus sesuai dengan ketentuan. Tidak semua ASN diberi kesempatan untuk tinggal disana (Rusunawa). Sekarang ada 5 orang pasien yang positif Covid-19 di sana,” tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun dari laman laman satgascovid19.malangkab.go.id, jumlah pasien terkonfirmasi ada 35 kasus. Dari jumlah tersebut, 10 orang dinyatakan sembuh dan 4 diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan, warga Kabupaten Malang yang berstatus Orang Dengan Resiko (ODR) ada 4.182 orang. Untuk Orang Dalam Pengawasan atau ODP saat ini sudah mencapai 351 orang, dengan rincian 63 orang dalam pantauan, 20 orang dalam perawatan, dan 265 orang dinyatakan sembuh, serta 3 orang meninggal dunia.

Sementara, untuk warga yang berstatus PDP saat ini ada 177 orang, rinciannya, 47 orang dalam perawatan di Rumah Sakit (RS), 22 orang dirawat di rumah, 1 orang dirawat dalam gedung observasi, 94 orang sembuh, dan 13 orang meninggal dunia.(Der/Aka)