Jumlah Kasus Covid-19 Naik Jadi 32, Sanusi Pastikan Kesehatan Tenaga Medis

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Jumlah pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Malang terus mengalami kenaikan. Saat ini jumlah tersebut mencapai 32 kasus.

Kenaikan jumlah tersebut, berdasarkan data yang dihimpun dari laman Twitter @JatimPemprov, yang merupakan akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di Kabupaten Malang jumlah pasien terkonfirmasi ada 32 kasus.

Dari jumlah tersebut, tujuh orang dinyatakan sembuh dan tiga diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

BNN Kota Malang

Sedangkan, dari laman satgascovid19.malangkab.go.id, warga Kabupaten Malang yang berstatus Orang Dengan Resiko (ODR) ada 4.183, Orang Dalam Pengawasan atau ODP mencapai 336, serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 157 orang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Malang HM Sanusi, memastikan kondisi tenaga medis di Kabupaten Malang yang disiagakan untuk pasien covid-19 dalam keadaan sehat.

”Ada 78 tenaga medis di Kabupaten Malang yang kontak langsung dengan pasien Positif covid-19, sementara tidak ada yang terpapar corona.(Covid-19). Kecuali 2 petugas medis yang ikut pembekalan TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) di Sukolilo,” ungkapnya, Rabu (29/4).

Para tenaga medis atau dokter tersebut, lanjut Sanusi, telah menjalani rapid test, dan hasilnya Negatif semua, mereka siap bertugas kembali di Rumah Sakit penerima pasien covid-19 di Kabupaten Malang.

“Yang sudah ditetapkan Gubernur (Jawa Timur) ada 5 (rumah sakit rujukan pasien covid-19) di Kabupaten Malang. Yaitu RSUD Kanjuruhan, Wava Husada, Prima Husada, Rumah Sakit Umum UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), dan RSI Gondanglegi,” jelasnya.

Dari ke 5 rumah sakit tersebut, tambah Sanusi, jika di total ada lebih dari 50 ruang dan tempat tidur khusus untuk menangani pasien covid-19.

”Kalau tempat tidur di rumah sakit ada banyak, sekitar 250-an. Tapi yang kita siapkan khusus untuk pasien cobid-19 ada 50-an. Sisanya yang dua ratusan itu tetap untuk pasien umum,” tukasnya.(Hmz/Aka)