Jos! Begini Cara Instagram Perangi Kekerasan Pada Satwa

Instagram beri peringatan pada konten yang mengandung kekerasan satwa (dailymail.com)

MALANGVOICE – Masih ingat tindakan dua oknum mencekoki hewan dengan miras di Taman Safari, Bogor, beberapa waktu lalu? Ya, tindakan tercela ini direkam kemudian diunggah para pelakunya menggunakan aplikasi berbagi foto, yakni Instagram, lewat fitur Instagram Stories.

Dilansir dari laman resmi Instagram, Rabu (6/12), perusahaan milik Facebook tersebut mengumumkan adanya tambahan peringatan konten untuk swafoto (selfie) bersama satwa liar dan langka seperti harimau dan koala, serta berbagai macam tagar (hashtag) yang digunakan.

Salah satunya adalah postingan yang dilakukan oleh Paris Hilton pekan lalu. Dalam postingannya, Paris mengambil swafoto dengan koala dengan tagar #koalaselfie. Hingga hari ini, postingannya berhasil mendapatkan 65.925 likes.

BNN Kota Malang

Tidak hanya itu, ada juga masalah yang telah berulang kali terjadi di masa lalu, seperti pertunjukan gajah dan wahana di Thailand, di mana beberapa orang mengklaim ada sejumlah pelecehan agar hewan-hewan tersebut menjadi begitu patuh.

Selain itu, ada juga kontroversi mengenai kuil harimau di Thailand. Harimau yang tampaknya jinak itu ternyata telah dibius agar menjadi jinak.

Pengguna media sosial biasanya tidak secara khusus berjalan-jalan ke hutan dan berpose di samping hewan liar. Sebagian besar mengambil foto di tempat-tempat wisata yang memperlihatkan hewan sebagai alat peraga, termasuk harimau, koala, dan lumba-lumba.

Kelompok konservasi satwa liar mengatakan bahwa di tempat-tempat tersebut lah hewan sering merasa lebih teraniaya. Bagi mereka, kontak sehari-hari dengan manusia saja sudah bisa menimbulkan trauma.

“Kami peduli dengan komunitas kami, termasuk hewan dan satwa liar yang merupakan bagian penting dari platform,” kata juru bicara Instagram Emily Cain, dirangkum MVoice di National Geographic (6/12).

Jika Anda mengklik tagar yang menyinggung seperti #koalaselfie, #lionselfie #koalahugs, #tigerpet, #slothselfie, dan #exoticanimalforsale, maka peringatan baru akan muncul. Anda bisa terus melihat foto, membatalkan pencarian, atau belajar lebih banyak dari halaman bantuan Instagram.

Instagram telah mengembangkan daftar tersebut selama beberapa bulan, mengumpulkan masukan dari World Wildlife Fund, dan TRAFFIC yaitu sebuah organisasi mitra WWF yang bekerja untuk memantau perdagangan satwa liar dan perlindungan hewan dunia (World Animal Protection) tentang tagar yang paling terkait dengan perilaku tersebut.

Instagram bukanlah situs media sosial pertama yang mempermasalahkan hal ini. Pada bulan Juli lalu, atas desakan PETA, aplikasi kencan Tinder juga meminta pengguna untuk tidak mengambil swafoto dengan harimau di profil mereka. Sebelumnya, Instagram juga sudah melarang penyalahgunaan dan penjualan hewan dilakukan melalui media sosial tersebut.(Der/Yei)