Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

Jika Sopir Angkot Ngeyel Demo, Ini Seruan Dishub

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Kusnadi. (Muhammad Choirul)
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Kusnadi. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Rencana aksi mogok massal para sopir angkot mendapat respon Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Kusnadi. Dia mengaku telah mengetahui rencana itu.

“Kalau memang rencananya hari Selasa (26/9) ada demo, saya minta jangan bertindak anarkis, podo njogo Kota Malang agar aman kondusif,” seru Kusnadi, Senin (25/9).

Mantan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi ini menambahkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda), Wasto. Dia ingin agar Sekda segera menggelar pertemuan dengan para pihak terkait.

Permintaan itu sudah direspon cepat melalui surat undangan, salah satunya yang diterima Organda Malang dengan nomor surat 550/2856/35.73.310/2017. Dijelaskan dalam surat itu bahwa yang akan dibahas perihal operasional angkutan sewa khusus, terutama transportasi online pada Rabu (27/9) lusa.

Dengan demikian, diharapkan para sopir angkot mengurungkan niatnya mogok massal. “Nanti yang berbicara banyak di situ adalah pihak provinsi, karena soal izin dan penyelenggaraan taksi online ini ranah dari provinsi,” tandasnya.

Dia menegaskan, untuk melarang keberadaan taksi online yang ditolak sopir angkot, bukan ranah Pemkot melainkan Pemprov. Hingga petang ini, Dishub bersama Organda masih berkoordinasi terkait rencana mogok massal. “Kepastiannya besok jadi demo apa tidak kami belum tahu,” pungkasnya.(Der/Ak)(Coi/Aka)