Jelang Pilwali 2018 Kota Malang

Jika Koalisi ‘Bangjo’ Tak Terbangun, Robohkan Saja!

Sekretaris DPC PDIP Kota Malang, Abdul Hakim. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kans terbentuknya koalisi abang ijo atau ‘Bangjo’ dalam Pilwali Kota Malang 2018 tampaknya kian tipis. PDIP Kota Malang telah menyiapkan langkah alternatif, jika tidak kunjung terjadi kesepakatan dengan petahana, H Moch Anton.

“Politik itu per detik bisa berubah. Kami tetap akan berupaya bangun itu. Kalau Bangjo tidak bisa dibangun ya kita robohkan, buat yang baru. Lha buat apa kalau memang tidak bisa dibangun,” tegas Sekretaris DPC PDIP Kota Malang, Abdul Hakim, kepada awak media, Kamis (28/12).

Kendati demikian, Hakim menyebut, komunikasi dengan Anton saat ini masih tetap berlangsung. Menurutnya, PDIP sebenarnya memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan koalisi Bangjo. Apalagi, upaya ini dilakukan atas amanah DPP dan DPD, agar koalisi Bangjo secara linier bisa terwujud.

“Kami tetap, namanya politik harus berkomunikasi. Kalau tidak berkomunikasi bukan orang politik. Kami juga punya komitmen, ini wajib dijaga jangan sampai dicederai,” tandasnya.

Namun, lagi – lagi pihaknya tidak akan memaksakan terciptanya Bangjo. Karena itu, komunikasi dengan sejumlah partai lain yang belum mengusung Anton, juga kian intensif dilakukan.

PDIP bahkan siap menjadi motor penggerak munculnya poros koalisi yang lebih besar untuk menantang petahana. “PDIP akan mencoba mengajak semua parpol untuk bisa menjadi satu. Yang jelas koalisi besar akan kami galang,” papar Ketua DPRD Kota Malang ini.

Sebagai Sekretaris DPC PDIP Kota Malang, dia mengaku sudah menemui sejumlah pimpinan partai seperti PPP, Hanura, Gerindra, dan Golkar. Pertemuan lanjutan segera diagendakan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat saya ingin ada pertemuan semua partai di luar yang sudah merapat ke calon sendiri. Semata-mata untuk kebaikan Kota Malang,” pungkasnya.(Coi/Yei)