09 February 2023
09 February 2023
27.4 C
Malang
ad space

Jangan Sepelekan Oli Bekas

MALANGVOICE – Oli merupakan pelumas utama bagi mesin kendaraan. Masa pemakaian oli ada batasannya. Jika terlalu lama pemakaian oli, akan terjadi endapan yang berpengaruh jelek pada mesin kendaraan.

Jika mesin tetap terawat, perlu penggantian oli secara berkala sesuai aturan dari masing-masing produk oli. Nah, untuk penggantian oli bisa diakukan di bengkel. Ada juga yang diganti sendiri. Ingat, sisa oli jangan dibuang karena ada manfaatnya. Apa saja?

1. Sebagai Bahan Pembakaran.

Oli merupakan salah satu hasil olahan minyak bumi sama seperti solar, minyak tanah, premium, dan lainnya. Hanya bedanya oli meninggalkan ampas lebih banyak. Manfaatnya, oli bekas bisa digunakan sebagai bahan pembakaran pada kayu bakar.

2. Pengawet Kayu

Oli bekas juga dapat digunakan untuk mengawetkan kayu. Caranya, cukup mencampur oli bekas dengan solar dengan perbandingan yang sama. Lalu oleskan pada bagian kayu secara merata, biarkan mengering. Lebih baik digunakan saat kayu masih basah. Kayu akan lebih tahan lama, bebas rayap, dan tahan gempuran cuaca.

3. Pelumas Rantai.

Oli bekas bisa untuk melumasi rantai roda dan gear pada kendaraan sehingga tidak cepat aus. Akan lebih baik, oli untuk pelumasan gear dan rantai memakai oli bekas yang tidak terlalu lama mengendap.

Sebab, jika menggunakan oli bekas yang sudah rusak bercampur air, debu, justru membahayakan kondisi rantai dan gear.

4. Pengobatan Pada Hewan Ternak.

Oi bekas bisa untuk pengobatan ternak. Penyakit yang dapat disembuhkan dengan oli bekas ini adalah penyakit kudis atau scabies, yang disebabkan organisme bernama sarcoptis scabei. Kudis pada ternak diobati dengan cara mengoleskan oli bekas di bagian yang terkena kudis.

Manfaat ini sudah dilakukan penelitian pada seekor kambing yang diobati dengan oli bekas, pada hari ke-28 kudis kering. Hal ini karena oli mengandung beberapa senyawa kimia bermanfaat pada ampasnya, salah satunya adalah sulfur. Senyawa ini bekerja dengan cara memblokir proses oksidasi fosforilasi pada suatu organisme parasit.

5. Penghilang Karat pada Knalpot

Agar karat tidak menggerogoti knalpot, kita bisa menggunakan oli bekas. Caranya, panaskan mesin hingga beberapa menit sampai knalpot terasa hangat, kemudian oleskan oli bekas pada bagian yang berkarat di knalpot. Oli bekas tersebut akan bereaksi dengan temperatur panas dari knalpot, hasilnya karat akan meleleh dengan sendirinya.

Berita Terkini

Arikel Terkait