MALANGVOICE – Komitmen menghadirkan layanan aman dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran 2026 terus ditunjukkan PT KAI Daop 8 Surabaya. Salah satunya melalui optimalisasi layanan Lost and Found di Stasiun Malang yang mencatat peningkatan signifikan.
Sepanjang 11 hingga 27 Maret 2026, petugas berhasil mengamankan 70 barang milik pelanggan yang tertinggal, dengan estimasi nilai mencapai Rp10 juta. Angka ini melonjak dibanding periode Lebaran tahun lalu yang hanya mencatat 16 barang temuan. Dari total tersebut, 11 barang sudah kembali ke tangan pemiliknya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan capaian ini tak lepas dari kesigapan petugas di lapangan serta sistem Lost and Found yang terintegrasi secara nasional.
Komitmen KAI Tegas Lindungi Penumpang dari Pelecehan Seksual
“Ini menunjukkan layanan kami semakin efektif. Setiap barang yang tertinggal kami upayakan bisa ditangani cepat, tepat, dan aman,” ujarnya.
Layanan ini memungkinkan pelanggan melaporkan kehilangan barang melalui kondektur, Polsuska, maupun KAI Contact Center 121. Setelah laporan diterima, petugas langsung melakukan penelusuran berdasarkan informasi terakhir. Jika cepat ditemukan, barang bisa langsung dikembalikan. Jika membutuhkan waktu, pelanggan tetap mendapat pembaruan informasi secara berkala.
Barang yang belum diambil diamankan di Pos Pengamanan Stasiun Malang. Proses pengambilan wajib disertai identitas diri untuk verifikasi. Seluruh barang juga dicatat dalam sistem database nasional, sehingga memudahkan pelacakan di seluruh wilayah operasional KAI.
Sebagai bentuk transparansi, informasi barang temuan diumumkan melalui pengeras suara di stasiun maupun di dalam kereta. Khusus makanan olahan yang tak diambil lebih dari 1×24 jam, akan dimusnahkan demi menjaga kebersihan.
Meski layanan terus ditingkatkan, pelanggan tetap diimbau lebih waspada terhadap barang bawaan.
“Kami mengajak pelanggan memastikan tidak ada barang tertinggal demi kelancaran perjalanan,” tegas Mahendro.
Pergerakan Penumpang Masih Tinggi
Sementara itu, pergerakan penumpang di wilayah Malang Raya masih cukup tinggi. Pada Sabtu (28/3/2026), jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 9.580 orang, terdiri dari 3.713 berangkat dan 5.867 datang. Angka ini masih berpotensi bertambah hingga malam hari.
Selama periode 11–28 Maret 2026, total 155.419 penumpang telah dilayani di wilayah Malang Raya. Rinciannya, 79.647 penumpang berangkat dan 75.772 penumpang datang.
Stasiun Malang menjadi yang tersibuk dengan 130.958 penumpang. Disusul Stasiun Kepanjen 11.577 penumpang, Stasiun Malang Kota Lama 8.499 penumpang, serta Stasiun Lawang dan Sumberpucung dengan total 4.385 penumpang.
Untuk tiket kereta api jarak jauh, hingga 28 Maret 2026 telah terjual 89.903 tiket atau sekitar 66 persen dari total kapasitas 136.045 tempat duduk. Penjualan diperkirakan terus meningkat seiring arus balik Lebaran.
Dari data pemesanan, Stasiun Malang kembali mendominasi dengan 75.075 tiket. Disusul Kepanjen 7.000 tiket, Malang Kota Lama 5.128 tiket, serta Lawang dan Sumberpucung sebanyak 2.700 tiket.
Secara keseluruhan, KAI Daop 8 Surabaya memproyeksikan akan melayani 181.474 penumpang selama masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Malang Raya.
Puncak arus mudik tercatat pada 14 Maret 2026 dengan 9.654 penumpang. Sementara puncak arus balik terjadi pada 24 Maret 2026 dengan 10.135 penumpang.(der)