Jadi Sarana Wisata Edukasi, Kampung Radio Resmi Dilaunching

Suasana launching Kampung Radio. (Istimewa).
Suasana launching Kampung Radio. (Istimewa).

MALANGVOICE – Memeringati Hari Bhakti ke-74 RRI, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Malang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, membentuk dan melaunching ‘Kampung Radio’ di Dusun Baba’an, Desa Ngenep, Karangploso, Minggu (1/9).

Dalam rilisnya, Kepala LPP RRI Malang, Teguh Yuli Astuti menyampaikan, Launching Kampung Radio yang dikemas dalam bentuk sarasehan ini bertujuan untuk menelusuri napak tilas sejarah dan seluk beluk radio yang diharapkan dapat menjadi sarana rekreasi sekaligus edukasi terkait dunia radio di Malang.

BNN Kota Malang

“Kampung radio ini diharapkan dapat menjadi media edukasi dan wisata, serta sebagai upaya peningkatan ekonomi warga setempat,” ungkapnya.

Dengan begitu, lanjut Yuli, diharapkan dapat menjadi media edukasi dan rekreasi, supaya pengunjung bisa mengetahu seluk beluk dunia radio, dan sejarah radio, khususnya Radio Republik Indonesia.

“Dalam Kampung Radio ini ada museum radio yang berisi tentang alat maupun radio lawas, dan galeri stasiun radio di Malang. Memang sengaja digelar Dusun Babakan, karena masyarakat sini rata-rata pendengar setia radio,” jelasnya.

Selain melaunching Kampung Radio, tambah Yuli, pihaknya juga meluncurkan program ‘Kentongan’. Program ini merupakan program dialog yang dimiliki LPP RRI untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Melaui program Kentongan ini diharapkan dapat menggugah kesadaran semua pihak. Program Kentongan itu diharapkan bisa membantu masyarakat luas, terutama yang tinggal di daerah pinggiran pantai dan daerah gunung berapi, dalam mendapatkan informasi memadai seputar mitigasi bencana,” tandasnya.

Sementara itu, kepala Desa Ngenep, Suwardi memberikan apresiasi pembentukan Kampung Radio. Menurutnya, program ini tak hanya menjadi media RRI untuk semakin dekat dengan masyarakat, namun juga mampu mengangkat potensi perekonomian dan pariwisata warga setempat.

“Kami sangat senang dan mendukung program ini, warga siap membantu mewujudkan desa kami sebagai kampung wisata di Kabupaten Malang,” tegasnya.

Sekedar diketahui, LPP RRI Malang telah melakukan kerja sama dengan sejumlah lembaga pemerintahan lainnya. Seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi lainnya terkait penanggulangan bencana.

Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI memiliki tugas besar memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan 105 stasiun penyiaran dan sekitar seratus biro di seluruh Indonesia, ditambah delapan biro yang ada di luar negeri, diyakini akan berjejaring dalam menyiarkan informasi untuk masyarakat.(Der/Aka)