Intip Bahaya Vape, Rokok Elektrik Penggugah Selera

Ilustrasi orang sedang menghirup vape (istimewa)

MALANGVOICE – Belakangan ini, rokok elektrik atau vape sangat populer di kalangan pria. Banyak orang beralih menggunakan vape lantaran beranggapan jika vape lebih baik dibandingkan rokok konvensional.

Vape memang tidak memakai tembakau, melainkan berisi cairan berbagai macam rasa yang menggugah selera. perlu diketahui, vape tetap mengandung nikotin, zat yang sangat adiktif.

Melansir dari laman boldsky.com, sebuah penelitian mengungkapkan baik rokok konvensional maupun elektrik sebetulnya sama-sama berbahaya untuk kesehatan.

BNN Kota Malang

Para peneliti di University of Waterloo, Kanada menyebutkan jika bahaya vape bahkan lebih berisiko dua kali lebih besar dari bahaya rokok konvensional.

Pasalnya, hal itu disebabkan oleh perangkat elektrik yang bertenaga baterai pemanas cairan hingga membuatnya jadi uap aerosol dan bisa dihirup.

Meski tidak memakai tembakau, bukan berarti vape tidak berbahaya bagi paru-paru. Sebuah penelitian dalam Toxicology and Applied Pharmalogy, menyatakan vape memiliki dampak yang sama pada efek jangka pendek dari rokok tembakau. Hasilnya pun menunjukkan gejala yang sama dari peradangan dan kerusakan paru-paru.

Selain memiliki dampak buruk bagi paru-paru, nikotin yang terkandung di dalam vape juga berpengaruh di organ lain seperti otak, jantung dan sistem kekebalan tubuh.

Sementara, sebuah penelitian dari University of Nevada menyatakan bahwa vape mengandung zat formaldehid yang bersifat karsinogenik alias pemicu kanker.

Dalam penelitian tersebut, para ahli menyebutkan zat formaldehid dapat masuk dan langsung terserap di dalam paru-paru, sehingga menimbulkan peluang kanker paru-paru yang cukup besar. (Hmz/ulm)