Kota Malang Punya Jembatan Kaca

Ingat, Jembatan Kaca Hanya Berkapasitas Maksimal 50 Orang

Rangkaian peresmian jembatan kaca di kawasan Jodipan. (Muhammad Choirul)
Rangkaian peresmian jembatan kaca di kawasan Jodipan. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Wisatawan yang ingin melintasi jembatan kaca di kawasan Jodipan harus memperhatikan ketentuan yang berlaku. Sebab, jembatan yang menghubungkan Kampung Warna-warni dan Kampung 3D itu hanya berkapasitas maksimal 50 orang.

Jika melebihi jumlah tersebut, rawan terjadi kecelakaan karena kapasitas tidak mencukupi. Dari segi desain, jembatan kaca tersebut memiliki ketinggian 9,5 meter di atas tanah dengan panjang 20 meter dan lebar 1,25 meter.

Konstruksi jembatan dirancang oleh akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan materi bahan yang sudah teruji kekuatannya. Jika dimanfaatkan sebagaimana mestinya, kekuatan jembatan tersebut dijamin aman.

Atas pertimbangan itulah, Kementerian PUPR memberikan izin kepada Pemkot Malang untuk melakukan pembangunan jembatan yang diprediksi akan banyak menyedot wisatawan tersebut. Wali Kota Malang, HM Anton, menyerukan, semua pihak harus bisa menjaga jembatan kaca tersebut dengan cara merawat dan mengikuti berbagai petunjuk yang sudah diberikan oleh para perancang bangunan.

“Seperti misalnya jembatan ini maksimal hanya 50 orang, jangan sampai lebih dari itu yang melintasi sehingga dengan cara tersebut bisa menjaga dan merawat jembatan kaca,” papar suami Hj Dewi Farida Suryani itu, Senin (9/10).

Vice President Direktur PT Indana, Steve Antonious Sugiharta, selaku pemberi bantuan CSR, berharap banyak manfaat dituai keberadaan jembatan ini. Dia ingin, dengan adanya pembangunan jembatan ini bisa membantu masyarakat setempat lebih meningkatkan taraf ekonomi dan menarik wisatawan untuk datang ke Kota Malang.

“Harapannya dengan datangnya wisatawan ke Ksatriyan dan Jodipan bisa membantu ekonomi warga,” kata Steven.(Coi/Aka)