In House Training di Malang, Belajar Penguatan Keuangan Daerah dari Bapenda

Peserta in house training di kantor Bapenda Kota Malang yang diterima Sekda, Wasto dan Kepala Bapenda, Ir Ade Herawanto. (Istimewa)
Peserta in house training di kantor Bapenda Kota Malang yang diterima Sekda, Wasto dan Kepala Bapenda, Ir Ade Herawanto. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tim Mas’ud Said Institute (MSI) mengunjungi Kota Malang. Konsultan pemerintah bidang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) binaan Prof Dr M Mas’ud Said MM itu akan menggelar in house training gelombang ke-2, Rabu (19/2) dan Kamis (20/2) besok.

Pada hari pertama kegiatan di Hotel Savana akan diikuti sekitar 30 peserta dari unsur pejabat Kabupaten Madiun dan Kabupaten Tuban. Pematerinya tak lain adalah Prof Mas’ud yang akan membeberkan soal ‘Pentingnya Financial Capacity dan Penguatan PAD’, serta pemateri kedua dari Bapenda Provinsi Jawa Timur dengan materi ‘Pembelajaran Daerah di Jatim Tentang Peningkatan PAD’.

BNN Kota Malang

“Kami turut merasa bangga dan senang, karena 30 peserta in house training juga akan mendapat banyak wawasan dan ilmu aplikatif dari Bapenda Kota Malang,” ujar Prof Mas’ud.

Rencananya pada hari kedua materi akan diisi oleh Walikota Malang Drs H Sutiaji dan Kepala Bapenda Kota Malang Ir Ade Herawanto MT dengan materi utama pengalaman tentang penguatan keuangan daerah.

Pada kesempatan in house gelombang pertama pekan lalu, para pejabat dari Pemkab Bangkalan mendapat giliran melihat langsung dinas yang sukses menerapkan inovasi dalam peningkatan PAD, yakni Bapenda Kota Malang.

Dinakhodai oleh Sam Ade, panggilan Ade Herawanto, sejak masih bernama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) tahun 2013 silam, lalu bermetamorfosis menjadi Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) dan kini bertransformasi menjadi Bapenda, OPD ini tergolong sukses mendongkrak PAD dari sektor pajak karena terobosan-terobosannya.

“Saking suksesnya, nama Sam Ade ini sampai tersohor dimana-mana karena prestasinya. Sam Ade memiliki ikhtiar jasmani dan juga rohani dalam memimpin dinasnya,” puji Prof Mas’ud mengapresiasi kinerja Sam Ade d’Kross, sapaan akrab tokoh Aremania tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Malang Drs Wasto SH MH juga menyambut baik studi lapang in house training MSI.

“Pendapatan kami dari tahun ke tahun relatif meningkat. Pendampingan dari Prof Mas’ud kepada kami sangat efektif dalam meningkatkan potensi di sektor pajak. Sistem Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) memang sangat bagus. Mana saja Kabupaten/Kota yang sukses lantas didatangi kemudian diaplikasikan ke daerah,” tutur Wasto.

Sejauh ini, Bapenda Kota Malang sudah memiliki 50 jurus inovasi untuk meningkatkan PAD Kota Malang dan bahkan sudah resmi dibukukan.

Hal itu diamini Sam Ade. Menurutnya, sharing ilmu dan informasi penting dilakukan untuk saling meningkatkan potensi daerah.

“Harapannya kami bisa bertukar ilmu sesuai karakteristik daerah dan entitas lokal masing-masing daerah. Jadi semacam diskusi antar praktisi pajak daerah yang mudah-mudahan saling bermanfaat sehingga pada gilirannya akan dapat meningkatkan PAD,” beber pria yang juga dikenal sebagai musisi dan tokoh olahraga ini.

“Selain itu, semoga ilmu yang bermanfaat dari teman-teman Bapenda Kota Malang bisa menjadi amal jariyah. Sesama petugas pajak semestinya memang harus berbagi ilmu,” tandas Sam Ade d’Kross.(Der/Aka)