Kota Malang Memilih Pemimpin

Ikuti Psikotes, Ini Kata Tiga Paslon di Pilwali Kota Malang 2018

Ketiga Calon Walikota Saat Keluar Ruangan. (Lisdya/MVoice)
Ketiga Calon Walikota Saat Keluar Ruangan. (Lisdya/MVoice)

MALANGVOICE – Ketiga paslon yang bertarung di Pilwali Kota Malang 2018, hari ini, Kamis (11/1) mengikuti serangkaian psikotes di RS Saiful Anwar. Hal itu menjadi syarat setelah mereka mendaftar ke KPU Kota Malang.

Di sela tes tersebut, masing-masing calon Wali Kota Malang menceritakan pengalamannya mengikuti tes. Namun, rata-rata tidak mengalami kendala. Seperti Ya’qud Ananda Gudban, ia keluar ruangan pertama dengan wajah santai sambil tersenyum.

“Sama saja seperti saya mengikuti tes S3 sebelum saya mendapatkan gelar Doktor, di dalam sangat dingin, makanya saya tadi sempat keluar,” ujar calon yang diusun empat partai.

Selain Nanda, sang Petahana yakni H. M. Anton ini nampak biasa saja, Anton sapaan akrabnya mengatakan bahwa ia pernah menjalankan tes serupa saat pemilu tahun 2013 lalu, sehingga pada tes hari ini tidak ada kesulitan.

“Saya biasa saja, sudah pernah kan kemarin, tidak ada kesulitan, karena ini cuma tes psikotes, dan hanya diimbau untuk istirahat yang cukup untuk persiapan tes fisik besok,” ujar Anton yang berpasangan dengan Syamsul.

Selain itu tampak juga kontestan terakhir di Pilwali Kota Malang, yakni Sutiaji. Ia juga tampak biasa dan santai saja menjalankan tes.

“Biasa aja, tidak ada kesulitan, seperti yang dulu tinggal mengerjakan soal sesuai dengan kepribadian,” ujar pria yang masih aktif sebagai Wakil Wali Kota.

Selanjutnya, ketiga paslon ini nanti akan mengikuti tes medis kesehatan. Sama dengan hari ini, tes tersebut dilakukan di RS Saiful Anwar. Selain ketiganya, ada paslon dari daerah lain, seperti Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, dan Lumajang.(Der/Aka)