HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Refleksi dan Akselerasi Pembangunan

MALANGVOICE – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang resmi digelar melalui upacara di Balai Kota, Selasa (1/4). Momentum ini dimaknai sebagai titik refleksi sekaligus akselerasi pembangunan ke depan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, menjadi ruang untuk mengevaluasi capaian sekaligus memastikan arah pembangunan semakin terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Refleksi untuk melihat apa yang sudah kita capai, dan akselerasi agar langkah ke depan lebih terarah serta memberi manfaat langsung,” ujarnya.

Trio Agus: HUT-112 Kota Malang Perlu Evaluasi untuk Jadi Kota Modern dan Ramah

Upacara HUT ke-112 Kota Malang. (Deny/MVoice)

Mengusung tema “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”, Pemkot Malang menegaskan komitmen untuk terus melaju, menuntaskan program pembangunan, sekaligus menghadirkan kota yang semakin berkelas di berbagai sektor.

Menurut Wahyu, tantangan ke depan tidak semakin ringan. Dinamika global, perubahan sosial, hingga kompleksitas perkotaan menuntut respons yang cepat, tepat, dan terukur.

Semangat melintas dimaknai sebagai keberanian menembus batas, baik dalam inovasi, teknologi, budaya, maupun pembangunan. Sementara bergerak tuntas menjadi komitmen menyelesaikan program secara akuntabel. Semua itu diperkuat dengan karakter mbois berkelas sebagai identitas Kota Malang yang kreatif, membanggakan, dan tetap menjunjung nilai lokal.

Di sisi lain, capaian makro Kota Malang sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,55 atau tertinggi kedua di Jawa Timur. Angka kemiskinan turun menjadi 3,85 persen, tingkat pengangguran menurun ke 5,69 persen, dan pertumbuhan ekonomi meningkat hingga 5,92 persen.

Tak hanya itu, deretan prestasi juga terus bertambah. Kota Malang meraih tiga penghargaan internasional, di antaranya pengakuan sebagai kota kreatif dunia dari UNESCO di bidang Media Arts, Clean Air for Big Cities Awards, serta Clean Tourist City Standard. Selain itu, 37 penghargaan tingkat nasional, 29 tingkat provinsi Jawa Timur, dan 2 penghargaan regional Malang Raya juga berhasil diraih.

“Kami bersyukur atas berbagai penghargaan ini. Namun yang utama adalah pengabdian kepada masyarakat sebagai tanggung jawab kami untuk menyejahterakan warga Kota Malang,” tegas Wahyu.

Upacara HUT ke-112 ini juga dihadiri kepala daerah Malang Raya dan sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Bupati Malang Sanusi serta Wali Kota Batu Nurochman, bersama para mantan Wali Kota Malang dari berbagai periode.

Kehadiran para pemimpin daerah ini dinilai menjadi simbol kuat sinergi Malang Raya dalam mendukung pembangunan daerah.
Sebagai penutup, peringatan HUT ke-112 juga ditandai dengan peluncuran pakaian khas Kota Malang. Busana ini dirancang desainer lokal dengan mengangkat filosofi sejarah dan budaya, memadukan nuansa kolonial dengan kearifan lokal.

Unsur ikonik seperti Tugu Malang, bunga teratai, hingga motif batik kawung dari biji kopi pecah menjadi bagian dari desain, mencerminkan identitas kota yang kaya sejarah dan budaya.

“Hari ini menjadi momen bersejarah dengan hadirnya pakaian khas Kota Malang yang sarat nilai histori dan kearifan lokal,” pungkas Wahyu.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait