HUT Bhayangkara, Ratusan Polisi di Kota Batu Pakai Baju Adat Nusantara

Kasat Reskrim Polres Batu mengenakan baju adat suku Papua menyambut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Arief As Siddiq agenda Tasyakuran ke-72 HUT Bhayangkara di Mapolres Batu, Senin (2/7). (Aziz Ramadani/MVoice)
Kasat Reskrim Polres Batu mengenakan baju adat suku Papua menyambut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Arief As Siddiq agenda Tasyakuran ke-72 HUT Bhayangkara di Mapolres Batu, Senin (2/7). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Ada pemandangan unik di Mapolres Batu, Senin pagi (2/7). Ratusan polisi bukannya mengenakan seragam dinas malah pakaian adat berbagai daerah.

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Anton Widodo misalnya. Dia mengenakan pakaian adat suku papua. Lengkap dengan hiasan wajah. Lain lagi dengan Kasat Intelkam Polres Batu AKP M. Arobi, mantan Kasat Intelkam Polres Pacitan ini mengenakan pakaian adat suku Madura. Peci berwarna hitam dengan ukuran tidak biasa menarik perhatian. Dia juga memakai cicin batu akik di setiap jarinya.

Jajaran Kapolsek dan perwira Polres Batu juga mengenakan pakaian adat. Mereka berjajar rapi di halaman pintu masuk Mapolres Batu menyambu tamu undangan yang hadir.

BNN Kota Malang

Ya, pemandangan ini tersaji dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Bhayangkara yang jatuh setiap, 1 Juli.
Momen ini juga dihadiri Deputi Pelayanan Publik Menpan RB Prof Diah Natalisa, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Bupati Malang H.M Sanusi, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Marga Taufiq, Dandim 0818 Letkol Letkol Ferry Muzawad, dan Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo.

“Tahun lalu kami rayakan dengan makan bancakan membentuk angka 71. Sekarang pakaian adat berbagai provinsi,” kata Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto.

Alumnus Akpol 2000 ini menambahkan, konsep ini tidak lepas dari rasa cinta kepada tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami (Polri) ini milik bangsa. Sebagai representasi dari berbagai suku, agama dan dari berbagai kalangan masyarakat. Tujuannya tidak lain untuk memupuk rasa cinta tanah air,” tutup pria akrab disapa Buher ini.(Der/Ak)