Hlukkk… Warga Batu Ini Punya 2000 Koleksi Tarantula

Steve menunjukkan tarantula favoritnya, Salmon Pink.
Steve menunjukkan tarantula favoritnya, Salmon Pink.
Article top ad

MALANGVOICE – Di Indonesia, tidak banyak yang menekuni hobi unik seperti pria satu ini. Jika hobi biasanya umum memelihara kucing, mengoleksi kaset, pernak pernik lainnya, Steve Stanley memilih koleksi arachnid atau umum dikenal tarantula.

Steve mengakui, sejak kecil, umur 4 tahun tepatnya, dia sudah suka bermain dan mengumpulkan serangga. Aneka serangga dia kumpulkan.

“Pokoknya yang semacam binatang kecil-kecil gitu saya seneng banget,” kata dia saat ditemui MVoice dirumahnya di jalan Panderman Batu.

Awalnya dari tahun 2006 berkat kecintaanya terhadap serangga dan laba laba Steve lalu membeli satu ekor Tarantula dari kawannya di Jakarta. Lalu berkembanglah peliharaan Steve. Saat ini ada sekitar 2000 ekor Tarantula dari 50 jenis Tarantula dia koleksi.

“Saya mengoleksi jenis tarantula terbanyak. Saya punya 50 jenis. Kalau teman-teman biasanya tidak sampai 50,” kata dia menunjukkan koleksinya.

Meski punya 2000 koleksi, Steve tidak akan menjual mereka. Steve hobi memelihara tapi tidak ada minat menjadikan hobinya sebagai bisnis.

Tarantula merupakan jenis hewan peliharaan hias (atau displau pet) yang tergolong mudah dalam segi perawatan maupun biaya.

Hidup nya yang dibawah tanah serta tidak membutuhkan terlalu banyak interaksi dengan pemilik dirasa sangat cocok dan praktis dan tidak makan ruang atau uang untuk makanannya.

“Makannya sebulan sekali, lalu tidak ada kotorannya karena mereka kalau buang air kan bentuknya cairan. Tidak bau, tidak kotor juga kandangnya. Lalu di suhu apapun cocok. Mereka memang untuk dilihat saja. Bukan untuk di elus-elus ya,” kata dia.

Steve juga berbagi ilmu soal pemula yang ingin belajar memelihara tarantula. Hal pertama adalah kenali jenisnya, perlu intuk mengetahui sifat dan habitatnya yang asli. Umumnya jenis Amerika Selatan yang cenderung lebih jinak dan tidak agresif. Berbeda dengan tarantula dari Asia, mereka kebanyakan beracun dan agresif.

“Kalau kegigit, tidak bakal mati kok. Paling juga sakit atau demam saja. Asalkan cara merawat dan memegangnya benar, tidak akan digigit,” kata dia lagi.